Kurun: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29451893; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Geologic_time_scale_-_spiral_-_ICS_colours_(light)_-_path_text.svg|thumb|right|280px|Geologic time scale - spiral - ICS colours (light) - path text]] | |||
Setiap kurun geokronologi memiliki padanan satuan [[kronostratigrafi]] yang disebut '''eonotem''' (''eonothem''), yang merujuk pada keseluruhan lapisan [[batuan]] atau [[sedimen]] yang diendapkan secara kontinu selama rentang waktu kurun tersebut berlangsung. | '''Kurun''' atau '''eon''' (dalam [[bahasa Inggris]]: ''eon'' atau ''aeon'') adalah satuan [[geokronologi]] atau pembagian [[waktu]] terbesar dalam [[skala waktu geologi]].<ref>Felix M. Gradstein. ''The Geologic Time Scale 2020''. Elsevier. 2020. ISBN 978-0128243602.</ref> Dalam penggunaan umum, kurun dapat merujuk pada rentang waktu sembarang yang ditentukan secara subjektif oleh [[manusia]], namun dalam ilmu [[geologi]] dan [[paleontologi]], kurun memiliki definisi ilmiah yang ketat berdasarkan rekaman [[stratigrafi]] dan perubahan struktural berskala masif pada [[Bumi]]. | ||
Setiap kurun geokronologi memiliki padanan satuan [[kronostratigrafi]] yang disebut '''eonotem''' (''eonothem''), yang merujuk pada keseluruhan lapisan [[batuan]] atau [[sedimen]] yang diendapkan secara kontinu selama rentang waktu kurun tersebut berlangsung.<ref>[https://stratigraphy.org/guide/chron International Stratigraphic Guide: Chronostratigraphic Units]. ''International Commission on Stratigraphy''.</ref> | |||
== Hierarki dalam skala waktu == | == Hierarki dalam skala waktu == | ||
Dalam struktur formal skala waktu geologi yang ditetapkan oleh [[Komisi Internasional tentang Stratigrafi]] (ICS), kurun menempati posisi tertinggi dan tersusun atas beberapa sub-unit di bawahnya. Tata urutan pembagian waktu serta padanan lapisan batuannya dari yang terbesar hingga terkecil meliputi: | Dalam struktur formal skala waktu geologi yang ditetapkan oleh [[Komisi Internasional tentang Stratigrafi]] (ICS), kurun menempati posisi tertinggi dan tersusun atas beberapa sub-unit di bawahnya. Tata urutan pembagian waktu serta padanan lapisan batuannya dari yang terbesar hingga terkecil meliputi:<ref>[https://stratigraphy.org/chart International Chronostratigraphic Chart]. ''International Commission on Stratigraphy''.</ref> | ||
# '''Superkurun''' (''Supereon'') / '''Supereonotem''' (''Supereonothem'') — contohnya [[Prakambrium]]. | # '''Superkurun''' (''Supereon'') / '''Supereonotem''' (''Supereonothem'') — contohnya [[Prakambrium]]. | ||
# '''Kurun''' (''Eon'') / '''Eonotem''' (''Eonothem'') — pembagian utama sejarah bumi. | # '''Kurun''' (''Eon'') / '''Eonotem''' (''Eonothem'') — pembagian utama sejarah bumi. | ||
| Baris 15: | Baris 17: | ||
== Empat kurun geologi resmi == | == Empat kurun geologi resmi == | ||
Sains modern melalui konsensus [[Persatuan Internasional Ilmu Geologi]] (IUGS) secara resmi membagi sejarah Bumi selama sekitar 4,6 miliar tahun menjadi empat kurun utama: | Sains modern melalui konsensus [[Persatuan Internasional Ilmu Geologi]] (IUGS) secara resmi membagi sejarah Bumi selama sekitar 4,6 miliar tahun menjadi empat kurun utama:<ref>Edward J. Tarbuck. [https://archive.org/details/earthintroductio0000tarb_t9q1 Earth: An Introduction to Physical Geology]. Pearson. 2016. ISBN 978-0134074252.</ref> | ||
=== Kurun Hadean (Hadeikum) === | === Kurun Hadean (Hadeikum) === | ||
| Baris 30: | Baris 32: | ||
== Posisi waktu saat ini == | == Posisi waktu saat ini == | ||
Secara kronologis, manusia dan seluruh peradaban modern saat ini hidup di bawah garis waktu geologi spesifik berikut: | Secara kronologis, manusia dan seluruh peradaban modern saat ini hidup di bawah garis waktu geologi spesifik berikut:<ref>Felix M. Gradstein. ''The Geologic Time Scale 2012''. Elsevier. 2012.</ref> | ||
* '''Kurun:''' Fanerozoikum (berlangsung sejak terbentuknya fosil kompleks). | * '''Kurun:''' Fanerozoikum (berlangsung sejak terbentuknya fosil kompleks). | ||
* '''Masa:''' [[Kenozoikum]] (era mamalia dan tumbuhan berbunga modern). | * '''Masa:''' [[Kenozoikum]] (era mamalia dan tumbuhan berbunga modern). | ||
| Baris 41: | Baris 43: | ||
* [[Prakambrium]] | * [[Prakambrium]] | ||
* [[Batuan sedimen]] | * [[Batuan sedimen]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 50: | Baris 49: | ||
* [http://www.ucmp.berkeley.edu/help/timeform.html Web Geological Time Machine - UCMP Berkeley] | * [http://www.ucmp.berkeley.edu/help/timeform.html Web Geological Time Machine - UCMP Berkeley] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kurun&oldid=29451893 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451893 (2026-07-13T07:23:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 03.55
Kurun atau eon (dalam bahasa Inggris: eon atau aeon) adalah satuan geokronologi atau pembagian waktu terbesar dalam skala waktu geologi.[1] Dalam penggunaan umum, kurun dapat merujuk pada rentang waktu sembarang yang ditentukan secara subjektif oleh manusia, namun dalam ilmu geologi dan paleontologi, kurun memiliki definisi ilmiah yang ketat berdasarkan rekaman stratigrafi dan perubahan struktural berskala masif pada Bumi.
Setiap kurun geokronologi memiliki padanan satuan kronostratigrafi yang disebut eonotem (eonothem), yang merujuk pada keseluruhan lapisan batuan atau sedimen yang diendapkan secara kontinu selama rentang waktu kurun tersebut berlangsung.[2]
Hierarki dalam skala waktu
Dalam struktur formal skala waktu geologi yang ditetapkan oleh Komisi Internasional tentang Stratigrafi (ICS), kurun menempati posisi tertinggi dan tersusun atas beberapa sub-unit di bawahnya. Tata urutan pembagian waktu serta padanan lapisan batuannya dari yang terbesar hingga terkecil meliputi:[3]
- Superkurun (Supereon) / Supereonotem (Supereonothem) — contohnya Prakambrium.
- Kurun (Eon) / Eonotem (Eonothem) — pembagian utama sejarah bumi.
- Masa (Era) / Eratem (Erathem) — subdivisi dari kurun.
- Zaman (Period) / Sistem (System) — subdivisi dari masa.
- Kala (Epoch) / Seri (Series) — subdivisi dari zaman.
- Umur (Age) / Jenjang (Stage) — subdivisi terkecil.
Masih terdapat perbedaan hasil terjemahan istilah-istilah tersebut dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia di dalam berbagai literatur populer dan buku teks pendidikan umum, misalnya eon diterjemahkan sebagai kurun dan era sebagai masa, ataupun sebaliknya. Meskipun demikian, dalam standardisasi pemetaan geologi nasional, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) melalui Sandi Stratigrafi Indonesia menetapkan kesepakatan baku bahwa satuan waktu eon dipadankan sebagai kurun dan era dipadankan sebagai masa.
Empat kurun geologi resmi
Sains modern melalui konsensus Persatuan Internasional Ilmu Geologi (IUGS) secara resmi membagi sejarah Bumi selama sekitar 4,6 miliar tahun menjadi empat kurun utama:[4]
Kurun Hadean (Hadeikum)
Kurun Hadean berlangsung sejak pembentukan Bumi sekitar 4.600 juta tahun lalu hingga berakhir pada 4.000 juta tahun lalu. Nama kurun ini diambil dari Hades, dewa bawah tanah Yunani, yang mencerminkan kondisi Bumi purba yang sangat ekstrem, bersuhu tinggi, penuh aktivitas vulkanisme, dan belum memiliki lapisan kerak bumi yang stabil akibat benturan masif benda angkasa luar.
Kurun Arkean (Arkeikum)
Kurun Arkean berlangsung dari 4.000 juta tahun lalu hingga 2.500 juta tahun lalu. Pada kurun ini, kerak Bumi mulai mendingin dan memadat sehingga membentuk prototipe benua pertama. Atmosfer purba mulai terbentuk tanpa kandungan oksigen bebas, dan bukti kehidupan sel tunggal paling awal (prokariota dan sianobakteri) mulai muncul di dalam lautan hangat.
Kurun Proterozoikum
Kurun Proterozoikum berlangsung dari 2.500 juta tahun lalu hingga berakhir sekitar 538,8 juta tahun lalu. Kurun ini ditandai oleh Peristiwa Oksigenasi Besar (Great Oxidation Event) yang mengubah komposisi atmosfer secara radikal. Kehidupan berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi organisme eukariota kompleks serta multiseluler, yang diakhiri oleh kemunculan Biota Ediakara. Gabungan kurun Hadean, Arkean, dan Proterozoikum secara tradisional sering dikelompokkan ke dalam satu superkurun tak formal bernama Prakambrium.
Kurun Fanerozoikum
Kurun Fanerozoikum berlangsung sejak 538,8 juta tahun lalu hingga saat ini. Nama kurun ini berarti "kehidupan yang terlihat", yang ditandai secara masif oleh peristiwa Ledakan Kambrium di mana organisme hidup yang memiliki cangkang dan rangka keras mulai berkembang biak secara eksponensial dan terekam jelas dalam bentuk fosil di lapisan batuan sedimen.
Posisi waktu saat ini
Secara kronologis, manusia dan seluruh peradaban modern saat ini hidup di bawah garis waktu geologi spesifik berikut:[5]
- Kurun: Fanerozoikum (berlangsung sejak terbentuknya fosil kompleks).
- Masa: Kenozoikum (era mamalia dan tumbuhan berbunga modern).
- Zaman: Kuarter (zaman yang ditandai oleh siklus Zaman Es dan evolusi manusia).
- Kala: Holosen (rentang waktu pasca-glasial akhir). Beberapa ilmuwan sosiologi dan geologi juga mengusulkan kala baru bernama Antroposen untuk menandai era dominasi dampak aktivitas industrialisasi manusia terhadap ekosistem dan lapisan geologi global.
Lihat pula
Pranala luar
- International Commission on Stratigraphy
- U.S. Geological Survey (USGS)
- Web Geological Time Machine - UCMP Berkeley
Referensi
- ↑ Felix M. Gradstein. The Geologic Time Scale 2020. Elsevier. 2020. ISBN 978-0128243602.
- ↑ International Stratigraphic Guide: Chronostratigraphic Units. International Commission on Stratigraphy.
- ↑ International Chronostratigraphic Chart. International Commission on Stratigraphy.
- ↑ Edward J. Tarbuck. Earth: An Introduction to Physical Geology. Pearson. 2016. ISBN 978-0134074252.
- ↑ Felix M. Gradstein. The Geologic Time Scale 2012. Elsevier. 2012.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29451893 (2026-07-13T07:23:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.