Tetrytol: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24767068; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tetrytol''' merupakan [[bahan peledak]] tinggi, terdiri dari campuran [[tetryl]] dan [[Trinitrotoluena|TNT]]. Biasanya, proporsi bahan (berdasarkan berat) adalah 65%, 70%, 75% atau 80% tetril hingga 35%, 30%, 25% atau 20% TNT. Tetril dan TNT memang membentuk eutektik dengan setting point 67,5 °C yang terdiri dari 55% tetril dan 45% TNT. Oleh karena itu, muatan tetritol cor terdiri dari suspensi tetril kristalin yang dipadatkan dalam tetril-TNT-eutektik padat. Tetrytol lebih sensitif dibandingkan TNT dan kurang sensitif dibandingkan tetryl terhadap benturan. Kecepatan detonasi muatan silinder cor bebas (diameter 1 inci) tetritol adalah antara 7290 dan 7410 m/s dengan rata-rata 7350 m/s untuk tetritol 75/25 dan 7340 m/s untuk tetritol 65/35. Sebagai perbandingan, muatan silinder dari TNT murni cor dengan dimensi serupa dilaporkan meledak dengan kecepatan antara 6680 dan 6990 m/s. | '''Tetrytol''' merupakan [[bahan peledak]] tinggi, terdiri dari campuran [[tetryl]] dan [[Trinitrotoluena|TNT]]. Biasanya, proporsi bahan (berdasarkan berat) adalah 65%, 70%, 75% atau 80% tetril hingga 35%, 30%, 25% atau 20% TNT. Tetril dan TNT memang membentuk eutektik dengan setting point 67,5 °C yang terdiri dari 55% tetril dan 45% TNT. Oleh karena itu, muatan tetritol cor terdiri dari suspensi tetril kristalin yang dipadatkan dalam tetril-TNT-eutektik padat. Tetrytol lebih sensitif dibandingkan TNT dan kurang sensitif dibandingkan tetryl terhadap benturan. Kecepatan detonasi muatan silinder cor bebas (diameter 1 inci) tetritol adalah antara 7290 dan 7410 m/s dengan rata-rata 7350 m/s untuk tetritol 75/25 dan 7340 m/s untuk tetritol 65/35. Sebagai perbandingan, muatan silinder dari TNT murni cor dengan dimensi serupa dilaporkan meledak dengan kecepatan antara 6680 dan 6990 m/s.<ref>''T. Urbański: Chemistry and technology of explosives. Volume 1 (reprint) (p.321)''. Pergamon Press. 1985. hlm. 321. ISBN 0080102387.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=ODYYAAAAYAAJ&dq=tetrytol&pg=SA8-PA123 US Army TM 9-1300-214 (p.8-123)]. Department of the Army (US). 1 September 1984. hlm. 8–123.</ref> | ||
Aplikasi tetritol biasanya bersifat militer, misalnya tabung peledak untuk senjata kimia (misalnya peluru zat saraf), blok bahan peledak penghancur, dan bahan peledak berbentuk cor. | Aplikasi tetritol biasanya bersifat militer, misalnya tabung peledak untuk senjata kimia (misalnya peluru zat saraf), blok bahan peledak penghancur, dan bahan peledak berbentuk cor. | ||
| Baris 33: | Baris 33: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tetrytol&oldid=24767068 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24767068 (2023-11-11T20:03:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tetrytol&oldid=24767068 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24767068 (2023-11-11T20:03:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.13
Tetrytol merupakan bahan peledak tinggi, terdiri dari campuran tetryl dan TNT. Biasanya, proporsi bahan (berdasarkan berat) adalah 65%, 70%, 75% atau 80% tetril hingga 35%, 30%, 25% atau 20% TNT. Tetril dan TNT memang membentuk eutektik dengan setting point 67,5 °C yang terdiri dari 55% tetril dan 45% TNT. Oleh karena itu, muatan tetritol cor terdiri dari suspensi tetril kristalin yang dipadatkan dalam tetril-TNT-eutektik padat. Tetrytol lebih sensitif dibandingkan TNT dan kurang sensitif dibandingkan tetryl terhadap benturan. Kecepatan detonasi muatan silinder cor bebas (diameter 1 inci) tetritol adalah antara 7290 dan 7410 m/s dengan rata-rata 7350 m/s untuk tetritol 75/25 dan 7340 m/s untuk tetritol 65/35. Sebagai perbandingan, muatan silinder dari TNT murni cor dengan dimensi serupa dilaporkan meledak dengan kecepatan antara 6680 dan 6990 m/s.[1][2]
Aplikasi tetritol biasanya bersifat militer, misalnya tabung peledak untuk senjata kimia (misalnya peluru zat saraf), blok bahan peledak penghancur, dan bahan peledak berbentuk cor.
Lihat pula
- Bahan peledak
- TNT
- ANFO
- HMX
- RDX
- PETN
- Bubuk aluminium
- Amonium pikrat
- Nitrogliserin
- Dinamit
- Hulu ledak
- Detonator
- Murang proksimitas
- Ranjau darat
- Ranjau laut
- Termit
- Mesiu
- Bahan energetik
- Granat tangan
- Bom
- Peledak biner
- Peluru artileri
- Amunisi berpandu presisi
- Peluru penembus zirah
- Hulu ledak anti-tank berdaya ledak tinggi, high-explosive anti-tank (HEAT)
- Daftar bahan peledak yang digunakan selama Perang Dunia II
- Tabel kecepatan ledakan bahan peledak
Referensi
- ↑ T. Urbański: Chemistry and technology of explosives. Volume 1 (reprint) (p.321). Pergamon Press. 1985. hlm. 321. ISBN 0080102387.
- ↑ US Army TM 9-1300-214 (p.8-123). Department of the Army (US). 1 September 1984. hlm. 8–123.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24767068 (2023-11-11T20:03:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.