Pemrograman fungsional: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28428142; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
Pemrograman fungsional terkadang diperlakukan sebagai sinonim dengan [[pemrograman fungsional murni]], bagian dari pemrograman fungsional yang memperlakukan semua fungsi sebagai fungsi matematika [[Sistem deterministik|deterministik]], atau fungsi murni. Ketika fungsi murni dipanggil dengan beberapa argumen yang diberikan, itu akan selalu mengembalikan hasil yang sama, dan tidak dapat dipengaruhi oleh keadaan yang bisa berubah atau efek samping lainnya. | Pemrograman fungsional terkadang diperlakukan sebagai sinonim dengan [[pemrograman fungsional murni]], bagian dari pemrograman fungsional yang memperlakukan semua fungsi sebagai fungsi matematika [[Sistem deterministik|deterministik]], atau fungsi murni. Ketika fungsi murni dipanggil dengan beberapa argumen yang diberikan, itu akan selalu mengembalikan hasil yang sama, dan tidak dapat dipengaruhi oleh keadaan yang bisa berubah atau efek samping lainnya. | ||
Ini berbeda dengan prosedur tidak murni, yang umum dalam pemrograman imperatif, yang dapat memiliki efek samping (seperti mengubah status program atau mengambil masukan dari pengguna). Pendukung pemrograman fungsional murni mengklaim bahwa dengan membatasi efek samping, program dapat memiliki lebih sedikit bug, lebih mudah di-''[[debug]]'' dan diuji, dan lebih cocok untuk verifikasi formal. | Ini berbeda dengan prosedur tidak murni, yang umum dalam pemrograman imperatif, yang dapat memiliki efek samping (seperti mengubah status program atau mengambil masukan dari pengguna). Pendukung pemrograman fungsional murni mengklaim bahwa dengan membatasi efek samping, program dapat memiliki lebih sedikit bug, lebih mudah di-''[[debug]]'' dan diuji, dan lebih cocok untuk verifikasi formal.<ref>Paul Hudak. [http://www.dbnet.ece.ntua.gr/~adamo/languages/books/p359-hudak.pdf Conception, evolution, and application of functional programming languages]. ''ACM Computing Surveys''. September 1989. Vol. 21 (3). hlm. 359–411. doi:10.1145/72551.72554.</ref> | ||
== Bahasa Pemrograman == | == Bahasa Pemrograman == | ||
| Baris 34: | Baris 34: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemrograman+fungsional&oldid=28428142 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28428142 (2025-11-12T11:02:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemrograman+fungsional&oldid=28428142 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28428142 (2025-11-12T11:02:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.32
Dalam ilmu komputer, pemrograman fungsional (bahasa Inggris: functional programming) aalah paradigma pemrograman di mana program dibangun dengan menerapkan dan menyusun fungsi. Ini adalah paradigma pemrograman deklaratif di mana definisi fungsi adalah pohon ekspresi yang masing-masing mengembalikan nilai, bukan urutan pernyataan imperatif yang mengubah status program.
Dalam pemrograman fungsional, fungsi diperlakukan sebagai warga kelas satu, yang berarti bahwa mereka dapat terikat ke nama (termasuk pengenal lokal), diteruskan sebagai argumen, dan dikembalikan dari fungsi lain, seperti yang bisa dilakukan tipe data lainnya. Hal ini memungkinkan program untuk ditulis dalam gaya deklaratif dan dapat disusun, di mana fungsi-fungsi kecil digabungkan secara modular..
Pemrograman fungsional terkadang diperlakukan sebagai sinonim dengan pemrograman fungsional murni, bagian dari pemrograman fungsional yang memperlakukan semua fungsi sebagai fungsi matematika deterministik, atau fungsi murni. Ketika fungsi murni dipanggil dengan beberapa argumen yang diberikan, itu akan selalu mengembalikan hasil yang sama, dan tidak dapat dipengaruhi oleh keadaan yang bisa berubah atau efek samping lainnya.
Ini berbeda dengan prosedur tidak murni, yang umum dalam pemrograman imperatif, yang dapat memiliki efek samping (seperti mengubah status program atau mengambil masukan dari pengguna). Pendukung pemrograman fungsional murni mengklaim bahwa dengan membatasi efek samping, program dapat memiliki lebih sedikit bug, lebih mudah di-debug dan diuji, dan lebih cocok untuk verifikasi formal.[1]
Bahasa Pemrograman
Contoh bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman fungsional murni antara lain:
Adapun contoh bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman fungsional tidak murni antara lain:
Referensi
- ↑ Paul Hudak. Conception, evolution, and application of functional programming languages. ACM Computing Surveys. September 1989. Vol. 21 (3). hlm. 359–411. doi:10.1145/72551.72554.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28428142 (2025-11-12T11:02:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.