Lompat ke isi

Jonathan Greenblatt: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29456372; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
'''Jonathan Greenblatt''' (lahir 21 November 1970) merupakan tokoh bisnis dan eksekutif asal Amerika Serikat yang menjabat sebagai direktur nasional ke-6 sekaligus CEO [[Liga Anti-Fitnah|Anti-Defamation League]] (ADL), sebuah organisasi yang berfokus pada penanggulangan antisemitisme dan ujaran kebencian. Sebelum memimpin ADL, Greenblatt pernah berkiprah di pemerintahan Amerika Serikat sebagai Asisten Khusus Presiden [[Barack Obama]] serta memimpin [[The Office of Social Innovation and Civic Participation|Kantor Inovasi Sosial dan Partisipasi Sipil]] di [[Gedung Putih]]. Karirnya di bidang kepemimpinan publik dan advokasi membuatnya terpilih sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi [[Time|majalah ''Time'']] pada 2025.
[[File:Jonathan_Greenblatt_by_Gage_Skidmore.jpg|thumb|right|280px|Jonathan Greenblatt by Gage Skidmore]]
 
'''Jonathan Greenblatt''' (lahir 21 November 1970) merupakan tokoh bisnis dan eksekutif asal Amerika Serikat yang menjabat sebagai direktur nasional ke-6 sekaligus CEO [[Liga Anti-Fitnah|Anti-Defamation League]] (ADL), sebuah organisasi yang berfokus pada penanggulangan antisemitisme dan ujaran kebencian.<ref>@nathanguttman. [https://forward.com/news/208754/anti-defamation-league-picks-fresh-face-jonathan-g/ Anti-Defamation League Picks Fresh Face Jonathan Greenblatt as New Chief]. ''The Forward''. 2014-11-07.</ref> Sebelum memimpin ADL, Greenblatt pernah berkiprah di pemerintahan Amerika Serikat sebagai Asisten Khusus Presiden [[Barack Obama]] serta memimpin [[The Office of Social Innovation and Civic Participation|Kantor Inovasi Sosial dan Partisipasi Sipil]] di [[Gedung Putih]]. Karirnya di bidang kepemimpinan publik dan advokasi membuatnya terpilih sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi [[Time|majalah ''Time'']] pada 2025.<ref>[https://time.com/collections/100-most-influential-people-2025/7273826/adam-scott/ Adam Scott: The 100 Most Influential People of 2025]. ''TIME''.</ref>


== Kehidupan awal dan pendidikan ==
== Kehidupan awal dan pendidikan ==
Jonathan Greenblatt lahir pada 21 November 1970 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga konservatif relihigius di [[Connecticut|Trumbull, Connecticut]]. Sejak muda Greenblatt telah terlibat dalam aktivisme, termasuk mengikuti aksi dukungan bagi Yahudi Soviet bersama ayah dan kakeknya. Greenblatt merupakan lulusan Sarjana Seni di [[Universitas Tufts]] dan menyelesaikan pendidikan tingginya pada 1992. Selama masa menempuh pendidikan tinggi, ia memperoleh pengalaman awal dengan magang di kantor ADL Boston, sebelum melanjutkan pendidikan dan meraih gelar MBA dari [[Universitas Northwestern]]. Kariernya kemudian berkembang di ranah kewirausahaan sosial, di mana ia merintis berbagai inisiatif berdampak, seperti [[All for Good]], platform daring yang menghubungkan masyarakat dengan kesempatan menjadi relawan, serta [[Ethos Water]], perusahaan air minum kemasan yang bertujuan menyediakan akses air bersih bagi anak-anak di berbagai belahan dunia. Setelah itu, Greenblatt bergabung dalam pemerintahan Presiden Obama dengan fokus mempercepat pemulihan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.
Jonathan Greenblatt lahir pada 21 November 1970 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga konservatif relihigius di [[Connecticut|Trumbull, Connecticut]].<ref>Rahel Musleah. [https://www.hadassahmagazine.org/2018/03/16/talk-jonathan-greenblatt/ A Talk With Jonathan Greenblatt]. ''Hadassah Magazine''. 2018-03-16.</ref><ref>[https://www.politico.com/story/2017/11/21/birthday-of-the-day-jonathan-greenblatt-national-director-and-ceo-of-the-anti-defamation-league-254563 BIRTHDAY OF THE DAY: Jonathan Greenblatt, national director and CEO of the Anti-Defamation League]. ''POLITICO''. 2017-11-21.</ref> Sejak muda Greenblatt telah terlibat dalam aktivisme, termasuk mengikuti aksi dukungan bagi Yahudi Soviet bersama ayah dan kakeknya. Greenblatt merupakan lulusan Sarjana Seni di [[Universitas Tufts]] dan menyelesaikan pendidikan tingginya pada 1992.<ref>[https://techcrunch.com/author/jonathan-greenblatt/ Jonathan Greenblatt, Author at TechCrunch]. ''TechCrunch''.</ref> Selama masa menempuh pendidikan tinggi, ia memperoleh pengalaman awal dengan magang di kantor ADL Boston, sebelum melanjutkan pendidikan dan meraih gelar MBA dari [[Universitas Northwestern]]. Kariernya kemudian berkembang di ranah kewirausahaan sosial, di mana ia merintis berbagai inisiatif berdampak, seperti [[All for Good]], platform daring yang menghubungkan masyarakat dengan kesempatan menjadi relawan, serta [[Ethos Water]], perusahaan air minum kemasan yang bertujuan menyediakan akses air bersih bagi anak-anak di berbagai belahan dunia. Setelah itu, Greenblatt bergabung dalam pemerintahan Presiden Obama dengan fokus mempercepat pemulihan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.<ref>[https://www.care2.com/index.html Care2 is the world's largest social network for good, a community of over 40 million people standing together, starting petitions and sharing stories that inspire action]. ''www.care2.com''.</ref>


== Karier ==
== Karier ==
=== Ethos Water ===
=== Ethos Water ===
Ethos Water merupakan perusahaan sosial air minum kemasan yang didirikan Jonathan Greenblatt bersama rekan sekamarnya di sekolah bisnis, Peter Thum, pada 2002. Berdirinya Ethos Water berawal dari keinginan Peter Thum untuk membantu mendistribusikan air minum bersih kepada anak-anak di seluruh dunia. Sebagian keuntungan dari perusahaan ini akan disumbangkan untuk mendanai program air bersih di negara-negara berkembang. Setelah berjalan selama kurang lebih tiga tahun, pada 2005 perusahaan Starbucks mengakuisisi Ethos Water menjadi anak perusahaan mereka. Ethos Water dibeli seharga 8 juta dolar oleh [[Starbucks]]. Setelahnya, Greenblatt diangkat sebagai Wakil Presiden Produk Konsumenn Global Starbucks, yang mengembangkan Ethos ke seluruh bagian Amerika Serikat.
Ethos Water merupakan perusahaan sosial air minum kemasan yang didirikan Jonathan Greenblatt bersama rekan sekamarnya di sekolah bisnis, Peter Thum, pada 2002. Berdirinya Ethos Water berawal dari keinginan Peter Thum untuk membantu mendistribusikan air minum bersih kepada anak-anak di seluruh dunia. Sebagian keuntungan dari perusahaan ini akan disumbangkan untuk mendanai program air bersih di negara-negara berkembang. Setelah berjalan selama kurang lebih tiga tahun, pada 2005 perusahaan Starbucks mengakuisisi Ethos Water menjadi anak perusahaan mereka. Ethos Water dibeli seharga 8 juta dolar oleh [[Starbucks]]. Setelahnya, Greenblatt diangkat sebagai Wakil Presiden Produk Konsumenn Global Starbucks, yang mengembangkan Ethos ke seluruh bagian Amerika Serikat.<ref>Gillian Reagan. [https://observer.com/2009/06/craig-newmark-teams-with-white-house-all-for-good/ Craig Newmark Teams With White House All for Good]. ''Observer''. 2009-06-23.</ref>


=== All for Good ===
=== All for Good ===
Jonathan Greenblatt juga merupakan penggagas '''All for Good (AFG)''', sebuah inisiatif berbasis sumber terbuka yang bertujuan memperluas keterlibatan warga Amerika dalam aktivitas sosial secara sukarela. Platform ini berfungsi sebagai pusat pengumpulan berbagai kesempatan kerelawanan dan dikenal sebagai yang terbesar di ranah daring. AFG dijalankan dengan dukungan lintas sektor, melibatkan perusahaan swasta, organisasi nirlaba, serta institusi pemerintah yang memiliki tujuan bersama, yaitu memanfaatkan keterbukaan data untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pelayanan masyarakat. Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Craig Newmark, pendiri Craigslist, sementara sistem berbasis sumber terbuka yang dikembangkan AFG turut dimanfaatkan oleh serve.gov. Pada 2011, AFG menjadi bagian dari Points of Light Institute melalui sebuah kemitraan strategis yang dirancang untuk memperkuat skala dan dampak organisasinya.
Jonathan Greenblatt juga merupakan penggagas '''All for Good (AFG)''', sebuah inisiatif berbasis sumber terbuka yang bertujuan memperluas keterlibatan warga Amerika dalam aktivitas sosial secara sukarela.<ref>Gillian Reagan. [https://observer.com/2009/06/craig-newmark-teams-with-white-house-all-for-good/ Craig Newmark Teams With White House All for Good]. ''Observer''. 2009-06-23.</ref> Platform ini berfungsi sebagai pusat pengumpulan berbagai kesempatan kerelawanan dan dikenal sebagai yang terbesar di ranah daring. AFG dijalankan dengan dukungan lintas sektor, melibatkan perusahaan swasta, organisasi nirlaba, serta institusi pemerintah yang memiliki tujuan bersama, yaitu memanfaatkan keterbukaan data untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pelayanan masyarakat. Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Craig Newmark, pendiri Craigslist, sementara sistem berbasis sumber terbuka yang dikembangkan AFG turut dimanfaatkan oleh serve.gov. Pada 2011, AFG menjadi bagian dari Points of Light Institute melalui sebuah kemitraan strategis yang dirancang untuk memperkuat skala dan dampak organisasinya.<ref>[https://businessforward.org/foundation/ Foundation]. ''Business Forward''.</ref>


=== GOOD Worldwide ===
=== GOOD Worldwide ===
Selain dalam dua perusahaan tersebut, Greenblatt juga pernah menjabat sebagai CEO [[GOOD Worldwide|GOOD Worldwide, LLC]], di mana ia memimpin pergeseran Good dari perusahaan penerbitan tradisional menjadi perusahaan media yang lebih terdiversifikasi. Dalam perannya tersebut, Good mengembangkan berbagai produk media, termasuk ''GOOD Magazine'' dan platform daring GOOD.is. Selama masa kepemimpinannya, Greenblatt juga mendorong sejumlah eksperimen dan inovasi, seperti peluncuran Good Sheet, publikasi cetak berformat besar yang didistribusikan melalui gerai Starbucks, serta penerapan skema penentuan harga berlangganan yang ditentukan oleh pembaca. Pada 2008, ia menyatakan bahwa [[Good Sheet]] dirancang sebagai media yang bersifat netral secara ideologis.
Selain dalam dua perusahaan tersebut, Greenblatt juga pernah menjabat sebagai CEO [[GOOD Worldwide|GOOD Worldwide, LLC]], di mana ia memimpin pergeseran Good dari perusahaan penerbitan tradisional menjadi perusahaan media yang lebih terdiversifikasi.<ref>[http://www.onbeing.org/program/business-doing-good/187 Jonathan Greenblatt — The Business of Doing Good]. ''On Being''. 2011-12-20.</ref> Dalam perannya tersebut, Good mengembangkan berbagai produk media, termasuk ''GOOD Magazine'' dan platform daring GOOD.is. Selama masa kepemimpinannya, Greenblatt juga mendorong sejumlah eksperimen dan inovasi, seperti peluncuran Good Sheet, publikasi cetak berformat besar yang didistribusikan melalui gerai Starbucks, serta penerapan skema penentuan harga berlangganan yang ditentukan oleh pembaca. Pada 2008, ia menyatakan bahwa [[Good Sheet]] dirancang sebagai media yang bersifat netral secara ideologis.<ref>[http://test.foliomag.com/2008/good-let-subscribers-name-their-own-price Good to Let Subscribers Name Their Own Price - Audience Development @ FolioMag.com]. ''test.foliomag.com''.</ref>


=== Pemerintahan Obama ===
=== Pemerintahan Obama ===
Pada akhir 2011, Greenblatt ditunjuk untuk bergabung dalam pemerintahan Presiden Barack Obama sebagai Asisten Khusus Presiden sekaligus Direktur Office of Social Innovation and Civic Participation (SICP) di bawah Dewan Kebijakan Domestik Amerika Serikat. Dalam kapasitas tersebut, ia memimpin upaya kantor untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan pendanaan guna menyoroti serta memperkuat solusi berbasis komunitas. Fokus kerja SICP mencakup pelayanan nasional, keterlibatan sipil, investasi berdampak, dan kewirausahaan sosial.
Pada akhir 2011, Greenblatt ditunjuk untuk bergabung dalam pemerintahan Presiden Barack Obama sebagai Asisten Khusus Presiden sekaligus Direktur Office of Social Innovation and Civic Participation (SICP) di bawah Dewan Kebijakan Domestik Amerika Serikat. Dalam kapasitas tersebut, ia memimpin upaya kantor untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan pendanaan guna menyoroti serta memperkuat solusi berbasis komunitas. Fokus kerja SICP mencakup pelayanan nasional, keterlibatan sipil, investasi berdampak, dan kewirausahaan sosial.<ref>[https://echoinggreen.org/blog/notes-from-white-house-forum-on-philanthropy Notes from White House Forum on Philanthropy Echoing Green]. ''echoinggreen.org''.</ref>


Selama menjabat, Greenblatt berperan aktif dalam mendukung program AmeriCorps, memperkuat ekosistem wirausaha sosial, serta berkolaborasi dengan gugus tugas G8 dalam pengembangan investasi berdampak sosial. Ia juga terlibat dalam sejumlah prioritas utama pemerintahan, termasuk inisiatif pencegahan kekerasan senjata api dan kampanye [[Pengguna:Amyrasavina/Bak pasir#GivingTuesday|#GivingTuesday]]. Greenblatt mengakhiri masa jabatannya pada 2014 dan posisinya kemudian dilanjutkan oleh [[David Wilkinson.|'''David Wilkinson'''.]]
Selama menjabat, Greenblatt berperan aktif dalam mendukung program AmeriCorps, memperkuat ekosistem wirausaha sosial, serta berkolaborasi dengan gugus tugas G8 dalam pengembangan investasi berdampak sosial. Ia juga terlibat dalam sejumlah prioritas utama pemerintahan, termasuk inisiatif pencegahan kekerasan senjata api dan kampanye [[Pengguna:Amyrasavina/Bak pasir#GivingTuesday|#GivingTuesday]].<ref>acalumsboston. [https://acalumsboston.wordpress.com/2012/08/22/americorps-alums-day-at-the-white-house/ AmeriCorps Alums Day at the White House]. ''AmeriCorps Alums: Boston Chapter''. 2012-08-22.</ref> Greenblatt mengakhiri masa jabatannya pada 2014 dan posisinya kemudian dilanjutkan oleh [[David Wilkinson.|'''David Wilkinson'''.]]<ref>[https://obamawhitehouse.archives.gov/blog/2015/03/03/introducing-our-new-social-innovation-director Introducing Our New Social Innovation Director]. ''whitehouse.gov''. 2015-03-03.</ref>


=== Anti-Defamation League ===
=== Anti-Defamation League ===
Pada 2014, Greenblatt diangkat sebagai CEO Anti-Defamation League. Sejak saat itu, arah organisasi mengalami perubahan kebijakan, dengan prioritas yang semakin condong pada isu-isu terkait Israel dan relasi dengan para pendukung pendanaan, sementara perhatian terhadap agenda kebebasan sipil dinilai berkurang. Pada periode ini, ADL juga mempererat kolaborasi dengan aparat penegak hukum serta memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif legislasi yang menentang gerakan boikot terhadap Israel, termasuk rancangan undang-undang Israel Anti-Boycott Act. Sejumlah sikap politik yang diambil Greenblatt, termasuk dukungannya terhadap pengangkatan Kenneth L. Marcus sebagai pejabat hak sipil di Departemen Pendidikan AS dan persetujuannya terhadap perintah eksekutif Presiden [[Donald Trump]] mengenai penanggulangan antisemitisme, menuai keberatan internal dari staf yang bekerja di Divisi Hak Sipil ADL.
Pada 2014, Greenblatt diangkat sebagai CEO Anti-Defamation League. Sejak saat itu, arah organisasi mengalami perubahan kebijakan, dengan prioritas yang semakin condong pada isu-isu terkait Israel dan relasi dengan para pendukung pendanaan, sementara perhatian terhadap agenda kebebasan sipil dinilai berkurang. Pada periode ini, ADL juga mempererat kolaborasi dengan aparat penegak hukum serta memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif legislasi yang menentang gerakan boikot terhadap Israel, termasuk rancangan undang-undang Israel Anti-Boycott Act. Sejumlah sikap politik yang diambil Greenblatt, termasuk dukungannya terhadap pengangkatan Kenneth L. Marcus sebagai pejabat hak sipil di Departemen Pendidikan AS dan persetujuannya terhadap perintah eksekutif Presiden [[Donald Trump]] mengenai penanggulangan antisemitisme, menuai keberatan internal dari staf yang bekerja di Divisi Hak Sipil ADL.<ref>[https://jewishcurrents.org/how-the-adls-israel-advocacy-undermines-its-civil-rights-work How the ADL’s Israel Advocacy Undermines Its Civil Rights Work]. ''Jewish Currents''.</ref>


Dalam pidato kepada pimpinan Anti-Defamation League (ADL) pada 2022, Jonathan Greenblatt menyatakan bahwa penentangan terhadap Zionisme merupakan bentuk antisemitisme. [[The Times of Israel]] mencatat bahwa pernyataan tersebut menandai momen langka di mana ADL menyampaikan sikap tersebut secara tegas. Pernyataan ini memicu kritik dari aktivis serta kelompok Yahudi yang bersikap kritis terhadap Israel dan menimbulkan kontroversi di internal ADL. [[The Guardian]] melaporkan adanya pesan internal yang menunjukkan keberatan dari sejumlah staf, termasuk seorang pejabat senior di Center on Extremism yang menilai bahwa penyamaan kritik terhadap Israel dengan ekstremisme supremasi kulit putih bersifat problematis dan berpotensi merusak kredibilitas organisasi. Media tersebut juga melaporkan bahwa pidato tersebut dipahami sebagai upaya menyetarakan oposisi terhadap Israel dengan supremasi kulit putih sebagai sumber antisemitisme.
Dalam pidato kepada pimpinan Anti-Defamation League (ADL) pada 2022, Jonathan Greenblatt menyatakan bahwa penentangan terhadap Zionisme merupakan bentuk antisemitisme. [[The Times of Israel]] mencatat bahwa pernyataan tersebut menandai momen langka di mana ADL menyampaikan sikap tersebut secara tegas.<ref>Ron Kampeas. [https://www.timesofisrael.com/adl-ceo-jonathan-greenblatt-equates-anti-zionist-rhetoric-with-antisemitism/ ADL CEO Jonathan Greenblatt equates anti-Zionist rhetoric with antisemitism]. ''The Times of Israel''. 2022-05-02.</ref> Pernyataan ini memicu kritik dari aktivis serta kelompok Yahudi yang bersikap kritis terhadap Israel dan menimbulkan kontroversi di internal ADL. [[The Guardian]] melaporkan adanya pesan internal yang menunjukkan keberatan dari sejumlah staf, termasuk seorang pejabat senior di Center on Extremism yang menilai bahwa penyamaan kritik terhadap Israel dengan ekstremisme supremasi kulit putih bersifat problematis dan berpotensi merusak kredibilitas organisasi.<ref>Jonathan Guyer. [https://www.theguardian.com/news/2024/jan/05/adl-pro-israel-advocacy-zionism-antisemitism Anti-Defamation League staff decry ‘dishonest’ campaign against Israel critics]. ''The Guardian''. 2024-01-05.</ref> Media tersebut juga melaporkan bahwa pidato tersebut dipahami sebagai upaya menyetarakan oposisi terhadap Israel dengan supremasi kulit putih sebagai sumber antisemitisme.<ref>Jonathan Guyer. [https://www.theguardian.com/news/2024/jan/05/adl-pro-israel-advocacy-zionism-antisemitism Anti-Defamation League staff decry ‘dishonest’ campaign against Israel critics]. ''The Guardian''. 2024-01-05.</ref>


Dalam laporan terpisah, [[The Intercept]] menyebutkan bahwa ADL menyatakan tidak menganggap protes terkait perang di Gaza sebagai tindakan antisemitisme. Namun, Greenblatt secara pribadi melabeli sejumlah kelompok pengunjuk rasa sebagai kelompok kebencian. Ia juga menuduh organisasi seperti Jewish Voice for Peace dan Students for Justice in [[Palestina|Palestine]] sebagai “proksi [[Iran]]” serta membandingkan simbol [[Kuffiyah|keffiyeh]] Palestina dengan [[swastika]]. Pernyataan-pernyataan tersebut kemudian dirujuk oleh editor ensiklopedia daring Wikipedia sebagai dasar untuk menurunkan tingkat keandalan ADL menjadi “umumnya tidak dapat diandalkan” dalam pembahasan konflik Israel - Palestina.
Dalam laporan terpisah, [[The Intercept]] menyebutkan bahwa ADL menyatakan tidak menganggap protes terkait perang di Gaza sebagai tindakan antisemitisme. Namun, Greenblatt secara pribadi melabeli sejumlah kelompok pengunjuk rasa sebagai kelompok kebencian. Ia juga menuduh organisasi seperti Jewish Voice for Peace dan Students for Justice in [[Palestina|Palestine]] sebagai “proksi [[Iran]]” serta membandingkan simbol [[Kuffiyah|keffiyeh]] Palestina dengan [[swastika]]. Pernyataan-pernyataan tersebut kemudian dirujuk oleh editor ensiklopedia daring Wikipedia sebagai dasar untuk menurunkan tingkat keandalan ADL menjadi “umumnya tidak dapat diandalkan” dalam pembahasan konflik Israel - Palestina.<ref>Micah Lee. [https://theintercept.com/2023/11/11/palestine-israel-protests-ceasefire-antisemitic/ Anti-Defamation League Maps Jewish Peace Rallies With Antisemitic Attacks]. ''The Intercept''. 2023-11-11.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jonathan+Greenblatt&oldid=29456372 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29456372 (2026-07-14T06:17:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jonathan+Greenblatt&oldid=29456372 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29456372 (2026-07-14T06:17:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi per 27 Agustus 2026 22.59

Jonathan Greenblatt by Gage Skidmore

Jonathan Greenblatt (lahir 21 November 1970) merupakan tokoh bisnis dan eksekutif asal Amerika Serikat yang menjabat sebagai direktur nasional ke-6 sekaligus CEO Anti-Defamation League (ADL), sebuah organisasi yang berfokus pada penanggulangan antisemitisme dan ujaran kebencian.[1] Sebelum memimpin ADL, Greenblatt pernah berkiprah di pemerintahan Amerika Serikat sebagai Asisten Khusus Presiden Barack Obama serta memimpin Kantor Inovasi Sosial dan Partisipasi Sipil di Gedung Putih. Karirnya di bidang kepemimpinan publik dan advokasi membuatnya terpilih sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time pada 2025.[2]

Kehidupan awal dan pendidikan

Jonathan Greenblatt lahir pada 21 November 1970 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga konservatif relihigius di Trumbull, Connecticut.[3][4] Sejak muda Greenblatt telah terlibat dalam aktivisme, termasuk mengikuti aksi dukungan bagi Yahudi Soviet bersama ayah dan kakeknya. Greenblatt merupakan lulusan Sarjana Seni di Universitas Tufts dan menyelesaikan pendidikan tingginya pada 1992.[5] Selama masa menempuh pendidikan tinggi, ia memperoleh pengalaman awal dengan magang di kantor ADL Boston, sebelum melanjutkan pendidikan dan meraih gelar MBA dari Universitas Northwestern. Kariernya kemudian berkembang di ranah kewirausahaan sosial, di mana ia merintis berbagai inisiatif berdampak, seperti All for Good, platform daring yang menghubungkan masyarakat dengan kesempatan menjadi relawan, serta Ethos Water, perusahaan air minum kemasan yang bertujuan menyediakan akses air bersih bagi anak-anak di berbagai belahan dunia. Setelah itu, Greenblatt bergabung dalam pemerintahan Presiden Obama dengan fokus mempercepat pemulihan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.[6]

Karier

Ethos Water

Ethos Water merupakan perusahaan sosial air minum kemasan yang didirikan Jonathan Greenblatt bersama rekan sekamarnya di sekolah bisnis, Peter Thum, pada 2002. Berdirinya Ethos Water berawal dari keinginan Peter Thum untuk membantu mendistribusikan air minum bersih kepada anak-anak di seluruh dunia. Sebagian keuntungan dari perusahaan ini akan disumbangkan untuk mendanai program air bersih di negara-negara berkembang. Setelah berjalan selama kurang lebih tiga tahun, pada 2005 perusahaan Starbucks mengakuisisi Ethos Water menjadi anak perusahaan mereka. Ethos Water dibeli seharga 8 juta dolar oleh Starbucks. Setelahnya, Greenblatt diangkat sebagai Wakil Presiden Produk Konsumenn Global Starbucks, yang mengembangkan Ethos ke seluruh bagian Amerika Serikat.[7]

All for Good

Jonathan Greenblatt juga merupakan penggagas All for Good (AFG), sebuah inisiatif berbasis sumber terbuka yang bertujuan memperluas keterlibatan warga Amerika dalam aktivitas sosial secara sukarela.[8] Platform ini berfungsi sebagai pusat pengumpulan berbagai kesempatan kerelawanan dan dikenal sebagai yang terbesar di ranah daring. AFG dijalankan dengan dukungan lintas sektor, melibatkan perusahaan swasta, organisasi nirlaba, serta institusi pemerintah yang memiliki tujuan bersama, yaitu memanfaatkan keterbukaan data untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pelayanan masyarakat. Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Craig Newmark, pendiri Craigslist, sementara sistem berbasis sumber terbuka yang dikembangkan AFG turut dimanfaatkan oleh serve.gov. Pada 2011, AFG menjadi bagian dari Points of Light Institute melalui sebuah kemitraan strategis yang dirancang untuk memperkuat skala dan dampak organisasinya.[9]

GOOD Worldwide

Selain dalam dua perusahaan tersebut, Greenblatt juga pernah menjabat sebagai CEO GOOD Worldwide, LLC, di mana ia memimpin pergeseran Good dari perusahaan penerbitan tradisional menjadi perusahaan media yang lebih terdiversifikasi.[10] Dalam perannya tersebut, Good mengembangkan berbagai produk media, termasuk GOOD Magazine dan platform daring GOOD.is. Selama masa kepemimpinannya, Greenblatt juga mendorong sejumlah eksperimen dan inovasi, seperti peluncuran Good Sheet, publikasi cetak berformat besar yang didistribusikan melalui gerai Starbucks, serta penerapan skema penentuan harga berlangganan yang ditentukan oleh pembaca. Pada 2008, ia menyatakan bahwa Good Sheet dirancang sebagai media yang bersifat netral secara ideologis.[11]

Pemerintahan Obama

Pada akhir 2011, Greenblatt ditunjuk untuk bergabung dalam pemerintahan Presiden Barack Obama sebagai Asisten Khusus Presiden sekaligus Direktur Office of Social Innovation and Civic Participation (SICP) di bawah Dewan Kebijakan Domestik Amerika Serikat. Dalam kapasitas tersebut, ia memimpin upaya kantor untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan pendanaan guna menyoroti serta memperkuat solusi berbasis komunitas. Fokus kerja SICP mencakup pelayanan nasional, keterlibatan sipil, investasi berdampak, dan kewirausahaan sosial.[12]

Selama menjabat, Greenblatt berperan aktif dalam mendukung program AmeriCorps, memperkuat ekosistem wirausaha sosial, serta berkolaborasi dengan gugus tugas G8 dalam pengembangan investasi berdampak sosial. Ia juga terlibat dalam sejumlah prioritas utama pemerintahan, termasuk inisiatif pencegahan kekerasan senjata api dan kampanye #GivingTuesday.[13] Greenblatt mengakhiri masa jabatannya pada 2014 dan posisinya kemudian dilanjutkan oleh David Wilkinson.[14]

Anti-Defamation League

Pada 2014, Greenblatt diangkat sebagai CEO Anti-Defamation League. Sejak saat itu, arah organisasi mengalami perubahan kebijakan, dengan prioritas yang semakin condong pada isu-isu terkait Israel dan relasi dengan para pendukung pendanaan, sementara perhatian terhadap agenda kebebasan sipil dinilai berkurang. Pada periode ini, ADL juga mempererat kolaborasi dengan aparat penegak hukum serta memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif legislasi yang menentang gerakan boikot terhadap Israel, termasuk rancangan undang-undang Israel Anti-Boycott Act. Sejumlah sikap politik yang diambil Greenblatt, termasuk dukungannya terhadap pengangkatan Kenneth L. Marcus sebagai pejabat hak sipil di Departemen Pendidikan AS dan persetujuannya terhadap perintah eksekutif Presiden Donald Trump mengenai penanggulangan antisemitisme, menuai keberatan internal dari staf yang bekerja di Divisi Hak Sipil ADL.[15]

Dalam pidato kepada pimpinan Anti-Defamation League (ADL) pada 2022, Jonathan Greenblatt menyatakan bahwa penentangan terhadap Zionisme merupakan bentuk antisemitisme. The Times of Israel mencatat bahwa pernyataan tersebut menandai momen langka di mana ADL menyampaikan sikap tersebut secara tegas.[16] Pernyataan ini memicu kritik dari aktivis serta kelompok Yahudi yang bersikap kritis terhadap Israel dan menimbulkan kontroversi di internal ADL. The Guardian melaporkan adanya pesan internal yang menunjukkan keberatan dari sejumlah staf, termasuk seorang pejabat senior di Center on Extremism yang menilai bahwa penyamaan kritik terhadap Israel dengan ekstremisme supremasi kulit putih bersifat problematis dan berpotensi merusak kredibilitas organisasi.[17] Media tersebut juga melaporkan bahwa pidato tersebut dipahami sebagai upaya menyetarakan oposisi terhadap Israel dengan supremasi kulit putih sebagai sumber antisemitisme.[18]

Dalam laporan terpisah, The Intercept menyebutkan bahwa ADL menyatakan tidak menganggap protes terkait perang di Gaza sebagai tindakan antisemitisme. Namun, Greenblatt secara pribadi melabeli sejumlah kelompok pengunjuk rasa sebagai kelompok kebencian. Ia juga menuduh organisasi seperti Jewish Voice for Peace dan Students for Justice in Palestine sebagai “proksi Iran” serta membandingkan simbol keffiyeh Palestina dengan swastika. Pernyataan-pernyataan tersebut kemudian dirujuk oleh editor ensiklopedia daring Wikipedia sebagai dasar untuk menurunkan tingkat keandalan ADL menjadi “umumnya tidak dapat diandalkan” dalam pembahasan konflik Israel - Palestina.[19]

Referensi

  1. @nathanguttman. Anti-Defamation League Picks Fresh Face Jonathan Greenblatt as New Chief. The Forward. 2014-11-07.
  2. Adam Scott: The 100 Most Influential People of 2025. TIME.
  3. Rahel Musleah. A Talk With Jonathan Greenblatt. Hadassah Magazine. 2018-03-16.
  4. BIRTHDAY OF THE DAY: Jonathan Greenblatt, national director and CEO of the Anti-Defamation League. POLITICO. 2017-11-21.
  5. Jonathan Greenblatt, Author at TechCrunch. TechCrunch.
  6. Care2 is the world's largest social network for good, a community of over 40 million people standing together, starting petitions and sharing stories that inspire action. www.care2.com.
  7. Gillian Reagan. Craig Newmark Teams With White House All for Good. Observer. 2009-06-23.
  8. Gillian Reagan. Craig Newmark Teams With White House All for Good. Observer. 2009-06-23.
  9. Foundation. Business Forward.
  10. Jonathan Greenblatt — The Business of Doing Good. On Being. 2011-12-20.
  11. Good to Let Subscribers Name Their Own Price - Audience Development @ FolioMag.com. test.foliomag.com.
  12. Notes from White House Forum on Philanthropy Echoing Green. echoinggreen.org.
  13. acalumsboston. AmeriCorps Alums Day at the White House. AmeriCorps Alums: Boston Chapter. 2012-08-22.
  14. Introducing Our New Social Innovation Director. whitehouse.gov. 2015-03-03.
  15. How the ADL’s Israel Advocacy Undermines Its Civil Rights Work. Jewish Currents.
  16. Ron Kampeas. ADL CEO Jonathan Greenblatt equates anti-Zionist rhetoric with antisemitism. The Times of Israel. 2022-05-02.
  17. Jonathan Guyer. Anti-Defamation League staff decry ‘dishonest’ campaign against Israel critics. The Guardian. 2024-01-05.
  18. Jonathan Guyer. Anti-Defamation League staff decry ‘dishonest’ campaign against Israel critics. The Guardian. 2024-01-05.
  19. Micah Lee. Anti-Defamation League Maps Jewish Peace Rallies With Antisemitic Attacks. The Intercept. 2023-11-11.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29456372 (2026-07-14T06:17:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.