Lompat ke isi

Batas antara logam dan nonlogam: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27080917; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Batas antara logam dan nonlogam''' dapat diketahui melalui [[Tabel periodik|tabel periodik unsur]] kimia, terdiri dari unsur yang mempunyai sifat-sifat peralihan antara [[logam]] dan [[nonlogam]]. Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan nonlogam menunjukkan sifat ganda, misalnya unsur [[Berilium]] dan [[Aluminium]]. Unsur-unsur tersebut disebut sebagai unsur amfoter karena termasuk unsur logam, tetapi memiliki beberapa sifat unsur nonlogam. Selain itu, [[Boron]] dan [[Silikon]] merupakan unsur-unsur [[metaloid]] (semilogam) yang mana termasuk unsur nonlogam tetapi memiliki sifat-sifat unsur logam. Unsur-unsur yang tampak seperti logam tetapi tidak memiliki banyak sifat yang sama dengan logam yaitu memiliki reflektifitas logam, tetapi merupakan penghantar listrik yang berada di antara [[Penghantar listrik|konduktor]] dan [[Isolator listrik|isolator]] yaitu [[semikonduktor]]. Oliver Sacks mendeskripsikan unsur-unsur antara logam dan nonlogam membentuk batas.
[[File:Periodic_table_extract_(metalloids).png|thumb|right|280px|tabel biokimia]]


Munculnya industri semikonduktor pada tahun 1950an serta perkembangan elektronik dan [[zat padat]] sejak awal tahun 1960an, unsur-unsur ini dikenal sebagai ''“in-between elements”'' yaitu batas antara logam dan non logam. Unsur-unsur yang umum dikenali sebagai unsur batas peralihan logam dan nonlogam adalah [[Boron]] (B), [[Silikon]] (Si), [[Germanium]] (Ge), [[Arsen]] (As), [[Telurium]] (Te). Garis batas antara logam dan metaloid berbentuk diagonal. [[Polonium]] (Po) dan [[Astatin]] (At) terkadang juga digolongkan sebagai metaloid. [[Germanium]] (Ge) dan [[Antimon]] (Sb) terkadang juga digolingkan sebagai logam (perbatasan).
'''Batas antara logam dan nonlogam''' dapat diketahui melalui [[Tabel periodik|tabel periodik unsur]] kimia, terdiri dari unsur yang mempunyai sifat-sifat peralihan antara [[logam]] dan [[nonlogam]].<ref>[https://chem.libretexts.org/Bookshelves/Introductory_Chemistry/Introductory_Chemistry_(CK-12)/06%3A_The_Periodic_Table/6.07%3A_Metalloids 6.7: Metalloids]. ''Chemistry LibreTexts''. 2016-06-27.</ref> Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan nonlogam menunjukkan sifat ganda, misalnya unsur [[Berilium]] dan [[Aluminium]]. Unsur-unsur tersebut disebut sebagai unsur amfoter karena termasuk unsur logam, tetapi memiliki beberapa sifat unsur nonlogam. Selain itu, [[Boron]] dan [[Silikon]] merupakan unsur-unsur [[metaloid]] (semilogam) yang mana termasuk unsur nonlogam tetapi memiliki sifat-sifat unsur logam.<ref>Setiyana. [https://repositori.kemdikbud.go.id/22167/1/X_Kimia_KD-3.4_Final.pdf Modul Pembelajaran SMA Kimia: Sifat-sifat Periodik Unsur]. Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN. 2020. hlm. 11.</ref> Unsur-unsur yang tampak seperti logam tetapi tidak memiliki banyak sifat yang sama dengan logam yaitu memiliki reflektifitas logam, tetapi merupakan penghantar listrik yang berada di antara [[Penghantar listrik|konduktor]] dan [[Isolator listrik|isolator]] yaitu [[semikonduktor]]. Oliver Sacks mendeskripsikan unsur-unsur antara logam dan nonlogam membentuk batas.<ref>[https://chem.libretexts.org/Courses/Bennington_College/Chemistry_-_An_Integrated_Approach_(Bullock)/04%3A_Elements_and_Compounds_(or_Twenty_Million_Dishes_(and_Counting)_from_Only_Ninety_Ingredients_)/4.01%3A_4.1_The_Periodic_Table-_A_Brief_Introduction 4.1: The Periodic Table- A Brief Introduction]. ''Chemistry LibreTexts''. 2022-10-17.</ref>
 
Munculnya industri semikonduktor pada tahun 1950an serta perkembangan elektronik dan [[zat padat]] sejak awal tahun 1960an, unsur-unsur ini dikenal sebagai ''“in-between elements”'' yaitu batas antara logam dan non logam.<ref>René E. Vernon. [https://doi.org/10.1007/s10698-020-09356-6 Organising the metals and nonmetals]. ''Foundations of Chemistry''. 2020-07-01. Vol. 22 (2). hlm. 217–233. doi:10.1007/s10698-020-09356-6.</ref> Unsur-unsur yang umum dikenali sebagai unsur batas peralihan logam dan nonlogam adalah [[Boron]] (B), [[Silikon]] (Si), [[Germanium]] (Ge), [[Arsen]] (As), [[Telurium]] (Te).<ref>René E. Vernon. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ed3008457 Which Elements Are Metalloids?]. ''Journal of Chemical Education''. 2013-12-10. Vol. 90 (12). hlm. 1703–1707. doi:10.1021/ed3008457.</ref> Garis batas antara logam dan metaloid berbentuk diagonal. [[Polonium]] (Po) dan [[Astatin]] (At) terkadang juga digolongkan sebagai metaloid. [[Germanium]] (Ge) dan [[Antimon]] (Sb) terkadang juga digolingkan sebagai logam (perbatasan).<ref>René E. Vernon. [https://doi.org/10.1007/s10698-020-09356-6 Organising the metals and nonmetals]. ''Foundations of Chemistry''. 2020-07-01. Vol. 22 (2). hlm. 217–233. doi:10.1007/s10698-020-09356-6.</ref>


== Sifat-sifat ==
== Sifat-sifat ==
sifat perantara antara logam dan nonlogam memiliki sifat fisik cenderung seperti logam. Sifat kimianya cenderung seperti golongan nonlogam dengan [[bilangan oksidasi]] berkisar +5 hingga -2 sesuai dengan keberadaan golongan. Unsur-unsur ini sebagai semikonduktor yang berguna dalam industri, berwujud padat pada [[suhu kamar]], dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] dengan logam lainnya. Silikon tampak berkilau, sulit dibentuk, rapuh. Ini merupakan karakteristik dari beberapa unsur nonlogam.
sifat perantara antara logam dan nonlogam memiliki sifat fisik cenderung seperti logam. Sifat kimianya cenderung seperti golongan nonlogam dengan [[bilangan oksidasi]] berkisar +5 hingga -2 sesuai dengan keberadaan golongan. Unsur-unsur ini sebagai semikonduktor yang berguna dalam industri, berwujud padat pada [[suhu kamar]], dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] dengan logam lainnya. Silikon tampak berkilau, sulit dibentuk, rapuh. Ini merupakan karakteristik dari beberapa unsur nonlogam.<ref>[https://chem.libretexts.org/Courses/Bennington_College/Chemistry_-_An_Integrated_Approach_(Bullock)/04%3A_Elements_and_Compounds_(or_Twenty_Million_Dishes_(and_Counting)_from_Only_Ninety_Ingredients_)/4.01%3A_4.1_The_Periodic_Table-_A_Brief_Introduction 4.1: The Periodic Table- A Brief Introduction]. ''Chemistry LibreTexts''. 2022-10-17.</ref>


== Penggolongan tabel periodik unsur ==
== Penggolongan tabel periodik unsur ==
Tabel periodik digunakan sebagai alat prediksi yang tersusun atas [[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|unsur-unsur]] berdasarkan kenaikan [[nomor atom]]. Terdapat beberapa golongan, seperti [[logam alkali]] (Golongan 1) dan [[logam alkali tanah]] (Golongan 2), serta [[halogen]] (Golongan 17) dan [[gas mulia]] (Golongan 18). Secara garis besar, penggolongan unsur dapat dibagi menjadi logam, nonlogam, dan semilogam. Semilogam menunjukkan sifat-sifat peralihan antara logam dan nonlogam. Logam terletak di sebelah kiri tabel periodik, dan nonlogam terletak di kanan atas yang dipisahkan oleh pita diagonal semilogam. Penggolongan unsur penting lainnya dalam tabel periodik adalah unsur golongan utama, [[logam transisi]], [[lantanida]], dan [[aktinida]].
Tabel periodik digunakan sebagai alat prediksi yang tersusun atas [[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|unsur-unsur]] berdasarkan kenaikan [[nomor atom]]. Terdapat beberapa golongan, seperti [[logam alkali]] (Golongan 1) dan [[logam alkali tanah]] (Golongan 2), serta [[halogen]] (Golongan 17) dan [[gas mulia]] (Golongan 18). Secara garis besar, penggolongan unsur dapat dibagi menjadi logam, nonlogam, dan semilogam. Semilogam menunjukkan sifat-sifat peralihan antara logam dan nonlogam. Logam terletak di sebelah kiri tabel periodik, dan nonlogam terletak di kanan atas yang dipisahkan oleh pita diagonal semilogam. Penggolongan unsur penting lainnya dalam tabel periodik adalah unsur golongan utama, [[logam transisi]], [[lantanida]], dan [[aktinida]].<ref>Benzhen Yao. [https://royalsocietypublishing.org/doi/10.1098/rsta.2020.0213 Metals and non-metals in the periodic table]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences''. 2020-09-18. Vol. 378 (2180). hlm. 20200213. doi:10.1098/rsta.2020.0213.</ref>


Unsur-unsur kimia golongan logam atau nonlogam dipelajari pada 1905 dalam “Prinsip-Prinsip Kimia”. [[Dmitri Mendeleev|Mendeleev]] mengemukakan dan mendefinisikan logam dan non-logam di dunia pada tabel periodik, serta sifat peralihan unsur-unsur tertentu di antara kedua golongan logam dan nonlogam. Golongan III (A)-VI (A) pada tabel periodik merupakan unsur-unsur yang menarik, karena merupakan batas atau garis pemisah diagonal antara logam dan nonlogam. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh F. Hund mengenai [[konstanta dielektrik]] yang ditemukan, misalnya pada semi-logam golongan VA. Kedua karakteristik tersebut adalah gejala pada transisi pita sempit yang memisahkan ketiga kanonik, yaitu logam, isolator Mott dan isolator [[Ikatan kovalen|kovalen]].
Unsur-unsur kimia golongan logam atau nonlogam dipelajari pada 1905 dalam “Prinsip-Prinsip Kimia”. [[Dmitri Mendeleev|Mendeleev]] mengemukakan dan mendefinisikan logam dan non-logam di dunia pada tabel periodik, serta sifat peralihan unsur-unsur tertentu di antara kedua golongan logam dan nonlogam. Golongan III (A)-VI (A) pada tabel periodik merupakan unsur-unsur yang menarik, karena merupakan batas atau garis pemisah diagonal antara logam dan nonlogam. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh F. Hund mengenai [[konstanta dielektrik]] yang ditemukan, misalnya pada semi-logam golongan VA. Kedua karakteristik tersebut adalah gejala pada transisi pita sempit yang memisahkan ketiga kanonik, yaitu logam, isolator Mott dan isolator [[Ikatan kovalen|kovalen]].<ref>B. K. Chakraverty. [https://www.nature.com/articles/287393a0 Insulating ground state and nonmetal–metal transitions]. ''Nature''. 1980-10. Vol. 287 (5781). hlm. 393–396. doi:10.1038/287393a0.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batas+antara+logam+dan+nonlogam&oldid=27080917 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27080917 (2025-03-27T00:12:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batas+antara+logam+dan+nonlogam&oldid=27080917 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27080917 (2025-03-27T00:12:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.05

tabel biokimia

Batas antara logam dan nonlogam dapat diketahui melalui tabel periodik unsur kimia, terdiri dari unsur yang mempunyai sifat-sifat peralihan antara logam dan nonlogam.[1] Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan nonlogam menunjukkan sifat ganda, misalnya unsur Berilium dan Aluminium. Unsur-unsur tersebut disebut sebagai unsur amfoter karena termasuk unsur logam, tetapi memiliki beberapa sifat unsur nonlogam. Selain itu, Boron dan Silikon merupakan unsur-unsur metaloid (semilogam) yang mana termasuk unsur nonlogam tetapi memiliki sifat-sifat unsur logam.[2] Unsur-unsur yang tampak seperti logam tetapi tidak memiliki banyak sifat yang sama dengan logam yaitu memiliki reflektifitas logam, tetapi merupakan penghantar listrik yang berada di antara konduktor dan isolator yaitu semikonduktor. Oliver Sacks mendeskripsikan unsur-unsur antara logam dan nonlogam membentuk batas.[3]

Munculnya industri semikonduktor pada tahun 1950an serta perkembangan elektronik dan zat padat sejak awal tahun 1960an, unsur-unsur ini dikenal sebagai “in-between elements” yaitu batas antara logam dan non logam.[4] Unsur-unsur yang umum dikenali sebagai unsur batas peralihan logam dan nonlogam adalah Boron (B), Silikon (Si), Germanium (Ge), Arsen (As), Telurium (Te).[5] Garis batas antara logam dan metaloid berbentuk diagonal. Polonium (Po) dan Astatin (At) terkadang juga digolongkan sebagai metaloid. Germanium (Ge) dan Antimon (Sb) terkadang juga digolingkan sebagai logam (perbatasan).[6]

Sifat-sifat

sifat perantara antara logam dan nonlogam memiliki sifat fisik cenderung seperti logam. Sifat kimianya cenderung seperti golongan nonlogam dengan bilangan oksidasi berkisar +5 hingga -2 sesuai dengan keberadaan golongan. Unsur-unsur ini sebagai semikonduktor yang berguna dalam industri, berwujud padat pada suhu kamar, dapat membentuk paduan dengan logam lainnya. Silikon tampak berkilau, sulit dibentuk, rapuh. Ini merupakan karakteristik dari beberapa unsur nonlogam.[7]

Penggolongan tabel periodik unsur

Tabel periodik digunakan sebagai alat prediksi yang tersusun atas unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom. Terdapat beberapa golongan, seperti logam alkali (Golongan 1) dan logam alkali tanah (Golongan 2), serta halogen (Golongan 17) dan gas mulia (Golongan 18). Secara garis besar, penggolongan unsur dapat dibagi menjadi logam, nonlogam, dan semilogam. Semilogam menunjukkan sifat-sifat peralihan antara logam dan nonlogam. Logam terletak di sebelah kiri tabel periodik, dan nonlogam terletak di kanan atas yang dipisahkan oleh pita diagonal semilogam. Penggolongan unsur penting lainnya dalam tabel periodik adalah unsur golongan utama, logam transisi, lantanida, dan aktinida.[8]

Unsur-unsur kimia golongan logam atau nonlogam dipelajari pada 1905 dalam “Prinsip-Prinsip Kimia”. Mendeleev mengemukakan dan mendefinisikan logam dan non-logam di dunia pada tabel periodik, serta sifat peralihan unsur-unsur tertentu di antara kedua golongan logam dan nonlogam. Golongan III (A)-VI (A) pada tabel periodik merupakan unsur-unsur yang menarik, karena merupakan batas atau garis pemisah diagonal antara logam dan nonlogam. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh F. Hund mengenai konstanta dielektrik yang ditemukan, misalnya pada semi-logam golongan VA. Kedua karakteristik tersebut adalah gejala pada transisi pita sempit yang memisahkan ketiga kanonik, yaitu logam, isolator Mott dan isolator kovalen.[9]

Referensi

  1. 6.7: Metalloids. Chemistry LibreTexts. 2016-06-27.
  2. Setiyana. Modul Pembelajaran SMA Kimia: Sifat-sifat Periodik Unsur. Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN. 2020. hlm. 11.
  3. 4.1: The Periodic Table- A Brief Introduction. Chemistry LibreTexts. 2022-10-17.
  4. René E. Vernon. Organising the metals and nonmetals. Foundations of Chemistry. 2020-07-01. Vol. 22 (2). hlm. 217–233. doi:10.1007/s10698-020-09356-6.
  5. René E. Vernon. Which Elements Are Metalloids?. Journal of Chemical Education. 2013-12-10. Vol. 90 (12). hlm. 1703–1707. doi:10.1021/ed3008457.
  6. René E. Vernon. Organising the metals and nonmetals. Foundations of Chemistry. 2020-07-01. Vol. 22 (2). hlm. 217–233. doi:10.1007/s10698-020-09356-6.
  7. 4.1: The Periodic Table- A Brief Introduction. Chemistry LibreTexts. 2022-10-17.
  8. Benzhen Yao. Metals and non-metals in the periodic table. Philosophical Transactions of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences. 2020-09-18. Vol. 378 (2180). hlm. 20200213. doi:10.1098/rsta.2020.0213.
  9. B. K. Chakraverty. Insulating ground state and nonmetal–metal transitions. Nature. 1980-10. Vol. 287 (5781). hlm. 393–396. doi:10.1038/287393a0.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27080917 (2025-03-27T00:12:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.