Lompat ke isi

Hipernatremia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29075777; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Hipernatremia''', juga dieja '''hipernatraemia''', adalah tingginya kadar [[Natrium|ion natrium]] dalam [[Serum darah|darah]]. Gejala awal mungkin termasuk rasa , lemah, mual, dan kehilangan nafsu makan yang kuat. Gejala parah meliputi [[delirium|kebingungan]], kedutan otot, dan [[Hemorrhagia intracranialis|pendarahan di dalam atau di sekitar otak]]. Kadar natrium [[Serum darah|serum]] normal adalah 135 - 145 [[Molaritas|mmol/L]] (135 - 145 [[Ekuivalen (kimia)|mEq/L]]). Hipernatremia umumnya didefinisikan sebagai kadar natrium serum lebih dari 145 mmol/L. Gejala parah biasanya hanya terjadi bila kadarnya di atas 160 mmol/L.
'''Hipernatremia''', juga dieja '''hipernatraemia''', adalah tingginya kadar [[Natrium|ion natrium]] dalam [[Serum darah|darah]].<ref>SA Muhsin. ''Diagnosis and treatment of hypernatremia''. ''Best practice & research. Clinical endocrinology & metabolism''. March 2016. Vol. 30 (2). hlm. 189–203. doi:10.1016/j.beem.2016.02.014.</ref> Gejala awal mungkin termasuk rasa , lemah, mual, dan kehilangan nafsu makan yang kuat.<ref>RM Reynolds. ''Disorders of sodium balance''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.</ref> Gejala parah meliputi [[delirium|kebingungan]], kedutan otot, dan [[Hemorrhagia intracranialis|pendarahan di dalam atau di sekitar otak]].<ref>RM Reynolds. ''Disorders of sodium balance''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.</ref><ref>M Lin. ''Disorders of water imbalance''. ''Emergency medicine clinics of North America''. August 2005. Vol. 23 (3). hlm. 749–70, ix. doi:10.1016/j.emc.2005.03.001.</ref> Kadar natrium [[Serum darah|serum]] normal adalah 135 - 145&nbsp;[[Molaritas|mmol/L]] (135 - 145&nbsp;[[Ekuivalen (kimia)|mEq/L]]).<ref>Jaya Kuruvilla. [https://books.google.ca/books?id=W-CSRIfMELYC&pg=PA329 Essentials of Critical Care Nursing]. Jaypee Brothers Publishers. 2007. hlm. 329. ISBN 9788180619205.</ref> Hipernatremia umumnya didefinisikan sebagai kadar natrium serum lebih dari 145&nbsp;mmol/L.<ref>SA Muhsin. ''Diagnosis and treatment of hypernatremia''. ''Best practice & research. Clinical endocrinology & metabolism''. March 2016. Vol. 30 (2). hlm. 189–203. doi:10.1016/j.beem.2016.02.014.</ref> Gejala parah biasanya hanya terjadi bila kadarnya di atas 160&nbsp;mmol/L.<ref>RM Reynolds. ''Disorders of sodium balance''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.</ref>


Hipernatremia biasanya diklasifikasikan berdasarkan status cairan seseorang yaitu [[hipovolemia|volume rendah]], volume normal, dan [[hipervolemia|volume tinggi]]. Hipernatremia volume rendah dapat terjadi akibat [[Keringat|berkeringat]], muntah, [[diare]], [[Diuretik|obat diuretik]], atau [[penyakit ginjal]]. Hipernatremia volume normal bisa karena [[demam]], [[Adipsia|haus secara tidak tepat]], [[Hiperventilasi|peningkatan nafas berkepanjangan]], [[diabetes insipidus]], dan beberapa di antaranya disebabkan oleh [[litium]].<ref>RM Reynolds. ''Disorders of sodium balance''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.</ref> Hipernatremia volume tinggi dapat disebabkan oleh [[hiperaldosteronisme]], karena perawatan kesehatan disebabkan seperti terlalu banyak pemberian [[Larutan garam fisiologi|larutan garam 3%]] atau [[natrium bikarbonat]], atau makan terlalu banyak [[Garam dapur|garam]] (meski jarang terjadi).<ref>RM Reynolds. ''Disorders of sodium balance''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.</ref><ref>M Lin. ''Disorders of water imbalance''. ''Emergency medicine clinics of North America''. August 2005. Vol. 23 (3). hlm. 749–70, ix. doi:10.1016/j.emc.2005.03.001.</ref> [[Hipoproteinemia|Kadar protein darah rendah]] dapat menyebabkan kesalahan hasil pengukuran natrium yang menjadi sangat tinggi.<ref>Robert M. Kliegman. [https://books.google.ca/books?id=P9piCAAAQBAJ&pg=PA348 Nelson Textbook of Pediatrics]. Elsevier Health Sciences. 2015. hlm. 348. ISBN 9780323263528.</ref> Penyebabnya biasanya bisa ditentukan oleh sejarah kejadian. Pengujian [[urin]] bisa membantu jika penyebabnya tidak jelas.<ref>RM Reynolds. ''Disorders of sodium balance''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.</ref>


Hipernatremia biasanya diklasifikasikan berdasarkan status cairan seseorang yaitu [[hipovolemia|volume rendah]], volume normal, dan [[hipervolemia|volume tinggi]]. Hipernatremia volume rendah dapat terjadi akibat [[Keringat|berkeringat]], muntah, [[diare]], [[Diuretik|obat diuretik]], atau [[penyakit ginjal]]. Hipernatremia volume normal bisa karena [[demam]], [[Adipsia|haus secara tidak tepat]], [[Hiperventilasi|peningkatan nafas berkepanjangan]], [[diabetes insipidus]], dan beberapa di antaranya disebabkan oleh [[litium]]. Hipernatremia volume tinggi dapat disebabkan oleh [[hiperaldosteronisme]], karena perawatan kesehatan disebabkan seperti terlalu banyak pemberian [[Larutan garam fisiologi|larutan garam 3%]] atau [[natrium bikarbonat]], atau makan terlalu banyak [[Garam dapur|garam]] (meski jarang terjadi). [[Hipoproteinemia|Kadar protein darah rendah]] dapat menyebabkan kesalahan hasil pengukuran natrium yang menjadi sangat tinggi. Penyebabnya biasanya bisa ditentukan oleh sejarah kejadian. Pengujian [[urin]] bisa membantu jika penyebabnya tidak jelas.
Jika onset hipernatremia lebih dari beberapa jam, maka bisa dipulihkan dengan relatif cepat menggunakan [[Larutan garam fisiologi|larutan garam normal]] dan [[Larutan gula intravena|dekstrosa]] 5% [[Infus|intravena]]. Jika tidak, pemulihan harus terjadi secara perlahan dengan [[Larutan garam fisiologi|air garam setengah normal]], untuk mereka yang tidak mampu minum air. Hipernatremia karena diabetes insipidus akibat gangguan otak, bisa diobati dengan pengobatan [[desmopressin]]. Jika diabetes insipidus disebabkan oleh masalah ginjal obat yang menyebabkannya mungkin perlu dihentikan.<ref>RM Reynolds. ''Disorders of sodium balance''. ''BMJ (Clinical research ed.)''. 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.</ref> Hipernatremia memengaruhi 0,3-1% orang di rumah sakit. Paling sering terjadi pada [[bayi]], mereka dengan gangguan [[Kognisi|status mental]], dan orang tua. Hipernatremia dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian tetapi tidak jelas penyebabnya.<ref>M Lin. ''Disorders of water imbalance''. ''Emergency medicine clinics of North America''. August 2005. Vol. 23 (3). hlm. 749–70, ix. doi:10.1016/j.emc.2005.03.001.</ref>
 
 
Jika onset hipernatremia lebih dari beberapa jam, maka bisa dipulihkan dengan relatif cepat menggunakan [[Larutan garam fisiologi|larutan garam normal]] dan [[Larutan gula intravena|dekstrosa]] 5% [[Infus|intravena]]. Jika tidak, pemulihan harus terjadi secara perlahan dengan [[Larutan garam fisiologi|air garam setengah normal]], untuk mereka yang tidak mampu minum air. Hipernatremia karena diabetes insipidus akibat gangguan otak, bisa diobati dengan pengobatan [[desmopressin]]. Jika diabetes insipidus disebabkan oleh masalah ginjal obat yang menyebabkannya mungkin perlu dihentikan. Hipernatremia memengaruhi 0,3-1% orang di rumah sakit. Paling sering terjadi pada [[bayi]], mereka dengan gangguan [[Kognisi|status mental]], dan orang tua. Hipernatremia dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian tetapi tidak jelas penyebabnya.


== Tanda-tanda dan gejala ==
== Tanda-tanda dan gejala ==
== Penyebab ==
== Penyebab ==
Hipernatremia terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara jumlah natrium dan air dalam tubuh, biasanya akibat kehilangan air yang lebih besar dibandingkan kehilangan natrium atau karena peningkatan asupan natrium yang tidak sebanding dengan air. Berdasarkan status volume cairan tubuh, penyebab hipernatremia dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama: hipovolemik, normovolemik, dan hipervolemik.
Hipernatremia terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara jumlah natrium dan air dalam tubuh, biasanya akibat kehilangan air yang lebih besar dibandingkan kehilangan natrium atau karena peningkatan asupan natrium yang tidak sebanding dengan air. Berdasarkan status volume cairan tubuh, penyebab hipernatremia dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama: hipovolemik, normovolemik, dan hipervolemik.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/hypernatremia Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>


=== Hipernatremia hipovolemik ===
=== Hipernatremia hipovolemik ===
Hipernatremia hipovolemik terjadi ketika tubuh kehilangan air dan natrium, tetapi kehilangan air lebih besar daripada natrium sehingga konsentrasi natrium [[Plasma darah|plasma]] meningkat. Kehilangan cairan dapat berasal dari sumber ekstrarenal maupun [[Ginjal|renal]]. Penyebab ekstrarenal yang sering meliputi diare, yang lebih sering menyebabkan hipernatremia dibandingkan muntah karena kehilangan air yang lebih besar daripada [[elektrolit]], terutama pada diare osmotik. Kehilangan cairan juga dapat terjadi melalui keringat berlebih, demam, atau penguapan dari saluran pernapasan, misalnya pada pasien dengan [[Ventilasi mekanis|ventilasi mekanik]].
Hipernatremia hipovolemik terjadi ketika tubuh kehilangan air dan natrium, tetapi kehilangan air lebih besar daripada natrium sehingga konsentrasi natrium [[Plasma darah|plasma]] meningkat. Kehilangan cairan dapat berasal dari sumber ekstrarenal maupun [[Ginjal|renal]]. Penyebab ekstrarenal yang sering meliputi diare, yang lebih sering menyebabkan hipernatremia dibandingkan muntah karena kehilangan air yang lebih besar daripada [[elektrolit]], terutama pada diare osmotik. Kehilangan cairan juga dapat terjadi melalui keringat berlebih, demam, atau penguapan dari saluran pernapasan, misalnya pada pasien dengan [[Ventilasi mekanis|ventilasi mekanik]].<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/hypernatremia Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>


=== Hipernatremia normovolemik ===
=== Hipernatremia normovolemik ===
Hipernatremia normovolemik biasanya disebabkan oleh defisit air murni tanpa perubahan signifikan pada jumlah natrium tubuh. Sebagian besar defisit air terjadi pada kompartemen intraseluler sehingga penurunan volume cairan ekstraseluler sering tidak terlihat secara klinis. Kondisi yang sering menyebabkan hipernatremia jenis ini adalah [[diabetes insipidus]], baik akibat gangguan produksi hormon antidiuretik di otak maupun gangguan respons ginjal terhadap hormon tersebut.
Hipernatremia normovolemik biasanya disebabkan oleh defisit air murni tanpa perubahan signifikan pada jumlah natrium tubuh. Sebagian besar defisit air terjadi pada kompartemen intraseluler sehingga penurunan volume cairan ekstraseluler sering tidak terlihat secara klinis. Kondisi yang sering menyebabkan hipernatremia jenis ini adalah [[diabetes insipidus]], baik akibat gangguan produksi hormon antidiuretik di otak maupun gangguan respons ginjal terhadap hormon tersebut.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/hypernatremia Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>


=== Hipernatremia hipervolemik ===
=== Hipernatremia hipervolemik ===
Hipernatremia hipervolemik terjadi ketika terdapat kelebihan natrium yang lebih besar dibandingkan air, sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat sementara volume intraseluler menurun akibat penyusutan sel. Kondisi ini relatif jarang dan sering terjadi di lingkungan medis, misalnya akibat pemberian larutan garam [[hipertonik]] secara berlebihan, pemberian [[natrium bikarbonat]] hipertonik selama resusitasi kardiopulmoner, atau [[dialisis]] dengan cairan hipertonik. Pada situasi ini, peningkatan natrium tubuh menyebabkan ekspansi volume cairan ekstraseluler dan peningkatan tonisitas cairan tubuh.
Hipernatremia hipervolemik terjadi ketika terdapat kelebihan natrium yang lebih besar dibandingkan air, sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat sementara volume intraseluler menurun akibat penyusutan sel. Kondisi ini relatif jarang dan sering terjadi di lingkungan medis, misalnya akibat pemberian larutan garam [[hipertonik]] secara berlebihan, pemberian [[natrium bikarbonat]] hipertonik selama resusitasi kardiopulmoner, atau [[dialisis]] dengan cairan hipertonik. Pada situasi ini, peningkatan natrium tubuh menyebabkan ekspansi volume cairan ekstraseluler dan peningkatan tonisitas cairan tubuh.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/hypernatremia Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>


== Perawatan ==
== Perawatan ==
Penatalaksanaan hipernatremia berfokus pada empat prinsip utama, yaitu mengatasi penyebab yang mendasari, memperbaiki gangguan volume cairan ekstraseluler, mengganti defisit air, dan mempertahankan keseimbangan cairan tubuh selama proses pemulihan. Pada hipernatremia yang disertai hipovolemia berat, langkah pertama adalah memulihkan volume cairan ekstraseluler untuk memperbaiki [[perfusi]] jaringan. Hal ini biasanya dilakukan dengan pemberian larutan saline isotonik, dengan jumlah dan kecepatan pemberian disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, seperti tanda [[hipoperfusi]] atau [[syok]]. Setelah volume cairan ekstraseluler stabil, terapi selanjutnya adalah mengganti defisit air secara bertahap. Koreksi kadar natrium harus dilakukan perlahan karena penurunan konsentrasi natrium yang terlalu cepat dapat menyebabkan pembengkakan sel otak dan komplikasi neurologis. Penggantian air dapat dilakukan melalui beberapa cara. Jika pasien mampu minum, asupan air oral merupakan metode yang paling sederhana. Selama proses ini, kadar natrium plasma dan status cairan tubuh harus dipantau secara berkala untuk mencegah koreksi yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
Penatalaksanaan hipernatremia berfokus pada empat prinsip utama, yaitu mengatasi penyebab yang mendasari, memperbaiki gangguan volume cairan ekstraseluler, mengganti defisit air, dan mempertahankan keseimbangan cairan tubuh selama proses pemulihan. Pada hipernatremia yang disertai hipovolemia berat, langkah pertama adalah memulihkan volume cairan ekstraseluler untuk memperbaiki [[perfusi]] jaringan. Hal ini biasanya dilakukan dengan pemberian larutan saline isotonik, dengan jumlah dan kecepatan pemberian disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, seperti tanda [[hipoperfusi]] atau [[syok]]. Setelah volume cairan ekstraseluler stabil, terapi selanjutnya adalah mengganti defisit air secara bertahap. Koreksi kadar natrium harus dilakukan perlahan karena penurunan konsentrasi natrium yang terlalu cepat dapat menyebabkan pembengkakan sel otak dan komplikasi neurologis. Penggantian air dapat dilakukan melalui beberapa cara. Jika pasien mampu minum, asupan air oral merupakan metode yang paling sederhana. Selama proses ini, kadar natrium plasma dan status cairan tubuh harus dipantau secara berkala untuk mencegah koreksi yang terlalu cepat atau terlalu lambat.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/hypernatremia Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>


Selain mengganti defisit air awal, dokter juga perlu memperhitungkan kehilangan cairan yang berkelanjutan, seperti penguapan melalui kulit dan pernapasan, yang biasanya diperkirakan sekitar satu liter per hari dan dapat lebih tinggi pada pasien dengan [[demam]] atau ventilasi mekanik. Jika kondisi neurologis pasien membaik dan mekanisme rasa haus masih berfungsi, terapi selanjutnya biasanya cukup dengan pemenuhan kebutuhan cairan melalui minum air secara normal.
Selain mengganti defisit air awal, dokter juga perlu memperhitungkan kehilangan cairan yang berkelanjutan, seperti penguapan melalui kulit dan pernapasan, yang biasanya diperkirakan sekitar satu liter per hari dan dapat lebih tinggi pada pasien dengan [[demam]] atau ventilasi mekanik. Jika kondisi neurologis pasien membaik dan mekanisme rasa haus masih berfungsi, terapi selanjutnya biasanya cukup dengan pemenuhan kebutuhan cairan melalui minum air secara normal.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/hypernatremia Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
Baris 31: Baris 27:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipernatremia&oldid=29075777 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29075777 (2026-03-27T06:34:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipernatremia&oldid=29075777 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29075777 (2026-03-27T06:34:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.11

Hipernatremia, juga dieja hipernatraemia, adalah tingginya kadar ion natrium dalam darah.[1] Gejala awal mungkin termasuk rasa , lemah, mual, dan kehilangan nafsu makan yang kuat.[2] Gejala parah meliputi kebingungan, kedutan otot, dan pendarahan di dalam atau di sekitar otak.[3][4] Kadar natrium serum normal adalah 135 - 145 mmol/L (135 - 145 mEq/L).[5] Hipernatremia umumnya didefinisikan sebagai kadar natrium serum lebih dari 145 mmol/L.[6] Gejala parah biasanya hanya terjadi bila kadarnya di atas 160 mmol/L.[7]

Hipernatremia biasanya diklasifikasikan berdasarkan status cairan seseorang yaitu volume rendah, volume normal, dan volume tinggi. Hipernatremia volume rendah dapat terjadi akibat berkeringat, muntah, diare, obat diuretik, atau penyakit ginjal. Hipernatremia volume normal bisa karena demam, haus secara tidak tepat, peningkatan nafas berkepanjangan, diabetes insipidus, dan beberapa di antaranya disebabkan oleh litium.[8] Hipernatremia volume tinggi dapat disebabkan oleh hiperaldosteronisme, karena perawatan kesehatan disebabkan seperti terlalu banyak pemberian larutan garam 3% atau natrium bikarbonat, atau makan terlalu banyak garam (meski jarang terjadi).[9][10] Kadar protein darah rendah dapat menyebabkan kesalahan hasil pengukuran natrium yang menjadi sangat tinggi.[11] Penyebabnya biasanya bisa ditentukan oleh sejarah kejadian. Pengujian urin bisa membantu jika penyebabnya tidak jelas.[12]

Jika onset hipernatremia lebih dari beberapa jam, maka bisa dipulihkan dengan relatif cepat menggunakan larutan garam normal dan dekstrosa 5% intravena. Jika tidak, pemulihan harus terjadi secara perlahan dengan air garam setengah normal, untuk mereka yang tidak mampu minum air. Hipernatremia karena diabetes insipidus akibat gangguan otak, bisa diobati dengan pengobatan desmopressin. Jika diabetes insipidus disebabkan oleh masalah ginjal obat yang menyebabkannya mungkin perlu dihentikan.[13] Hipernatremia memengaruhi 0,3-1% orang di rumah sakit. Paling sering terjadi pada bayi, mereka dengan gangguan status mental, dan orang tua. Hipernatremia dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian tetapi tidak jelas penyebabnya.[14]

Tanda-tanda dan gejala

Penyebab

Hipernatremia terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara jumlah natrium dan air dalam tubuh, biasanya akibat kehilangan air yang lebih besar dibandingkan kehilangan natrium atau karena peningkatan asupan natrium yang tidak sebanding dengan air. Berdasarkan status volume cairan tubuh, penyebab hipernatremia dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama: hipovolemik, normovolemik, dan hipervolemik.[15]

Hipernatremia hipovolemik

Hipernatremia hipovolemik terjadi ketika tubuh kehilangan air dan natrium, tetapi kehilangan air lebih besar daripada natrium sehingga konsentrasi natrium plasma meningkat. Kehilangan cairan dapat berasal dari sumber ekstrarenal maupun renal. Penyebab ekstrarenal yang sering meliputi diare, yang lebih sering menyebabkan hipernatremia dibandingkan muntah karena kehilangan air yang lebih besar daripada elektrolit, terutama pada diare osmotik. Kehilangan cairan juga dapat terjadi melalui keringat berlebih, demam, atau penguapan dari saluran pernapasan, misalnya pada pasien dengan ventilasi mekanik.[16]

Hipernatremia normovolemik

Hipernatremia normovolemik biasanya disebabkan oleh defisit air murni tanpa perubahan signifikan pada jumlah natrium tubuh. Sebagian besar defisit air terjadi pada kompartemen intraseluler sehingga penurunan volume cairan ekstraseluler sering tidak terlihat secara klinis. Kondisi yang sering menyebabkan hipernatremia jenis ini adalah diabetes insipidus, baik akibat gangguan produksi hormon antidiuretik di otak maupun gangguan respons ginjal terhadap hormon tersebut.[17]

Hipernatremia hipervolemik

Hipernatremia hipervolemik terjadi ketika terdapat kelebihan natrium yang lebih besar dibandingkan air, sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat sementara volume intraseluler menurun akibat penyusutan sel. Kondisi ini relatif jarang dan sering terjadi di lingkungan medis, misalnya akibat pemberian larutan garam hipertonik secara berlebihan, pemberian natrium bikarbonat hipertonik selama resusitasi kardiopulmoner, atau dialisis dengan cairan hipertonik. Pada situasi ini, peningkatan natrium tubuh menyebabkan ekspansi volume cairan ekstraseluler dan peningkatan tonisitas cairan tubuh.[18]

Perawatan

Penatalaksanaan hipernatremia berfokus pada empat prinsip utama, yaitu mengatasi penyebab yang mendasari, memperbaiki gangguan volume cairan ekstraseluler, mengganti defisit air, dan mempertahankan keseimbangan cairan tubuh selama proses pemulihan. Pada hipernatremia yang disertai hipovolemia berat, langkah pertama adalah memulihkan volume cairan ekstraseluler untuk memperbaiki perfusi jaringan. Hal ini biasanya dilakukan dengan pemberian larutan saline isotonik, dengan jumlah dan kecepatan pemberian disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, seperti tanda hipoperfusi atau syok. Setelah volume cairan ekstraseluler stabil, terapi selanjutnya adalah mengganti defisit air secara bertahap. Koreksi kadar natrium harus dilakukan perlahan karena penurunan konsentrasi natrium yang terlalu cepat dapat menyebabkan pembengkakan sel otak dan komplikasi neurologis. Penggantian air dapat dilakukan melalui beberapa cara. Jika pasien mampu minum, asupan air oral merupakan metode yang paling sederhana. Selama proses ini, kadar natrium plasma dan status cairan tubuh harus dipantau secara berkala untuk mencegah koreksi yang terlalu cepat atau terlalu lambat.[19]

Selain mengganti defisit air awal, dokter juga perlu memperhitungkan kehilangan cairan yang berkelanjutan, seperti penguapan melalui kulit dan pernapasan, yang biasanya diperkirakan sekitar satu liter per hari dan dapat lebih tinggi pada pasien dengan demam atau ventilasi mekanik. Jika kondisi neurologis pasien membaik dan mekanisme rasa haus masih berfungsi, terapi selanjutnya biasanya cukup dengan pemenuhan kebutuhan cairan melalui minum air secara normal.[20]

Lihat juga

Hiponatremia

Referensi

  1. SA Muhsin. Diagnosis and treatment of hypernatremia. Best practice & research. Clinical endocrinology & metabolism. March 2016. Vol. 30 (2). hlm. 189–203. doi:10.1016/j.beem.2016.02.014.
  2. RM Reynolds. Disorders of sodium balance. BMJ (Clinical research ed.). 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.
  3. RM Reynolds. Disorders of sodium balance. BMJ (Clinical research ed.). 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.
  4. M Lin. Disorders of water imbalance. Emergency medicine clinics of North America. August 2005. Vol. 23 (3). hlm. 749–70, ix. doi:10.1016/j.emc.2005.03.001.
  5. Jaya Kuruvilla. Essentials of Critical Care Nursing. Jaypee Brothers Publishers. 2007. hlm. 329. ISBN 9788180619205.
  6. SA Muhsin. Diagnosis and treatment of hypernatremia. Best practice & research. Clinical endocrinology & metabolism. March 2016. Vol. 30 (2). hlm. 189–203. doi:10.1016/j.beem.2016.02.014.
  7. RM Reynolds. Disorders of sodium balance. BMJ (Clinical research ed.). 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.
  8. RM Reynolds. Disorders of sodium balance. BMJ (Clinical research ed.). 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.
  9. RM Reynolds. Disorders of sodium balance. BMJ (Clinical research ed.). 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.
  10. M Lin. Disorders of water imbalance. Emergency medicine clinics of North America. August 2005. Vol. 23 (3). hlm. 749–70, ix. doi:10.1016/j.emc.2005.03.001.
  11. Robert M. Kliegman. Nelson Textbook of Pediatrics. Elsevier Health Sciences. 2015. hlm. 348. ISBN 9780323263528.
  12. RM Reynolds. Disorders of sodium balance. BMJ (Clinical research ed.). 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.
  13. RM Reynolds. Disorders of sodium balance. BMJ (Clinical research ed.). 25 March 2006. Vol. 332 (7543). hlm. 702–5. doi:10.1136/bmj.332.7543.702.
  14. M Lin. Disorders of water imbalance. Emergency medicine clinics of North America. August 2005. Vol. 23 (3). hlm. 749–70, ix. doi:10.1016/j.emc.2005.03.001.
  15. Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  16. Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  17. Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  18. Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  19. Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  20. Hypernatremia - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29075777 (2026-03-27T06:34:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.