Rodium-platina oksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29580511; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Rodium-platina oksida (Rh–Pt oksida)''', atau '''katalis Nishimura''', adalah [[senyawa anorganik]] yang digunakan sebagai [[katalis]] [[hidrogenasi]]. | '''Rodium-platina oksida (Rh–Pt oksida)''', atau '''katalis Nishimura''', adalah [[senyawa anorganik]] yang digunakan sebagai [[katalis]] [[hidrogenasi]].<ref>Shigeo Nishimura. [https://books.google.com/books?id=RjZRAAAAMAAJ&q=0471396982 Handbook of Heterogeneous Catalytic Hydrogenation for Organic Synthesis]. Wiley-Interscience. 2001. hlm. 42–43, 182, 389–390, 408, & 414–571. ISBN 9780471396987.</ref> | ||
== Kegunaan == | == Kegunaan == | ||
Rh–Pt oksida digunakan untuk [[Reaksi redoks organik|mereduksi]] berbagai [[Hidrokarbon aromatik|senyawa aromatik]] menjadi [[sikloalkana]] atau [[Senyawa heterosiklik|heterosiklik]] [[Senyawa jenuh dan tak jenuh|jenuh]]nya masing-masing dalam kondisi ringan (seringkali pada [[suhu kamar]] dan tekanan atmosfer). Dalam aplikasi ini, Rh–Pt oksida lebih unggul dari katalis [[Unsur golongan 10|golongan 10]] lainnya seperti [[Katalis Adams|platina dioksida]]. Selanjutnya, katalis ini dapat digunakan untuk melakukan reaksi dengan kehilangan [[oksigen]] dalam jumlah minimal yang mengandung [[gugus fungsi]] melalui [[hidrogenolisis]]. | Rh–Pt oksida digunakan untuk [[Reaksi redoks organik|mereduksi]] berbagai [[Hidrokarbon aromatik|senyawa aromatik]] menjadi [[sikloalkana]] atau [[Senyawa heterosiklik|heterosiklik]] [[Senyawa jenuh dan tak jenuh|jenuh]]nya masing-masing dalam kondisi ringan (seringkali pada [[suhu kamar]] dan tekanan atmosfer).<ref>Shigeo Nishimura. ''Hydrogenation and Hydrogenolysis. V. Rhodium-Platinum Oxide as a Catalyst for the Hydrogenation of Organic Compounds''. ''Bulletin of the Chemical Society of Japan''. 1961. Vol. 34 (1). hlm. 32–36. doi:10.1246/bcsj.34.32.</ref><ref>Shigeo Nishimura. [https://archive.org/details/sim_bulletin-of-the-chemical-society-of-japan_1961-10_34_10/page/1544 Rhodium-Platinum Oxide as α Catalyst for the Hydrogenation of Organic Compounds. II. Catalyst Preparation and Effects of Platinum in Rhodium-Platinum Oxide]. ''Bulletin of the Chemical Society of Japan''. 1961. Vol. 34 (10). hlm. 1544–1545. doi:10.1246/bcsj.34.1544.</ref> Dalam aplikasi ini, Rh–Pt oksida lebih unggul dari katalis [[Unsur golongan 10|golongan 10]] lainnya seperti [[Katalis Adams|platina dioksida]]. Selanjutnya, katalis ini dapat digunakan untuk melakukan reaksi dengan kehilangan [[oksigen]] dalam jumlah minimal yang mengandung [[gugus fungsi]] melalui [[hidrogenolisis]].<ref>Shigeo Nishimura. ''Hydrogenation and Hydrogenolysis. III. Rhodium-Platinum Oxide as a Catalyst for the Hydrogenation of the Aromatic Nucleus''. ''Bulletin of the Chemical Society of Japan''. 1960. Vol. 33 (4). hlm. 566–567. doi:10.1246/bcsj.33.566.</ref><ref>J. H. Stocker. ''Communications to the Editor''. ''The Journal of Organic Chemistry''. 1962. Vol. 27 (5). hlm. 2288–2292. doi:10.1021/jo01053a077.</ref><ref>Shigeo Nishimura. ''Hydrogenation and Hydrogenolysis. VII. Selective Hydrogenation of Aromatic Compounds Containing C–O Linkages Liable to Hydrogenolysis with a Rhodium-Platinum Oxide under high Pressures''. ''Bulletin of the Chemical Society of Japan''. 1963. Vol. 36 (3). hlm. 353–355. doi:10.1246/bcsj.36.353.</ref> | ||
== Preparasi == | == Preparasi == | ||
Suatu [[larutan berair]] dari [[rodium klorida]], [[asam kloroplatinat]], dan [[natrium nitrat]] diuapkan dan kemudian [[Pencairan|dilebur]] dalam cawan porselen antara 460-480°C sampai pengoksidaan [[nitrogen]] berhenti (≈10 menit). Massa padat yang dihasilkan kemudian dicuci dengan [[air suling]] dan natrium nitrat encer diikuti dengan pengeringan dengan [[kalsium klorida]] untuk menghasilkan katalis ini. Biasanya rasio logam yang digunakan untuk membuat katalis ini adalah 3:1 Rh/Pt atau 7:3 Rh/Pt. | Suatu [[larutan berair]] dari [[rodium klorida]], [[asam kloroplatinat]], dan [[natrium nitrat]] diuapkan dan kemudian [[Pencairan|dilebur]] dalam cawan porselen antara 460-480°C sampai pengoksidaan [[nitrogen]] berhenti (≈10 menit).<ref>Shigeo Nishimura. [https://books.google.com/books?id=RjZRAAAAMAAJ&q=0471396982 Handbook of Heterogeneous Catalytic Hydrogenation for Organic Synthesis]. Wiley-Interscience. 2001. hlm. 42–43, 182, 389–390, 408, & 414–571. ISBN 9780471396987.</ref><ref>Shigeo Nishimura. [https://archive.org/details/sim_bulletin-of-the-chemical-society-of-japan_1961-10_34_10/page/1544 Rhodium-Platinum Oxide as α Catalyst for the Hydrogenation of Organic Compounds. II. Catalyst Preparation and Effects of Platinum in Rhodium-Platinum Oxide]. ''Bulletin of the Chemical Society of Japan''. 1961. Vol. 34 (10). hlm. 1544–1545. doi:10.1246/bcsj.34.1544.</ref> Massa padat yang dihasilkan kemudian dicuci dengan [[air suling]] dan natrium nitrat encer diikuti dengan pengeringan dengan [[kalsium klorida]] untuk menghasilkan katalis ini. Biasanya rasio logam yang digunakan untuk membuat katalis ini adalah 3:1 Rh/Pt atau 7:3 Rh/Pt. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rodium-platina+oksida&oldid=29580511 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29580511 (2026-08-15T04:56:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rodium-platina+oksida&oldid=29580511 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29580511 (2026-08-15T04:56:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.12
Rodium-platina oksida (Rh–Pt oksida), atau katalis Nishimura, adalah senyawa anorganik yang digunakan sebagai katalis hidrogenasi.[1]
Kegunaan
Rh–Pt oksida digunakan untuk mereduksi berbagai senyawa aromatik menjadi sikloalkana atau heterosiklik jenuhnya masing-masing dalam kondisi ringan (seringkali pada suhu kamar dan tekanan atmosfer).[2][3] Dalam aplikasi ini, Rh–Pt oksida lebih unggul dari katalis golongan 10 lainnya seperti platina dioksida. Selanjutnya, katalis ini dapat digunakan untuk melakukan reaksi dengan kehilangan oksigen dalam jumlah minimal yang mengandung gugus fungsi melalui hidrogenolisis.[4][5][6]
Preparasi
Suatu larutan berair dari rodium klorida, asam kloroplatinat, dan natrium nitrat diuapkan dan kemudian dilebur dalam cawan porselen antara 460-480°C sampai pengoksidaan nitrogen berhenti (≈10 menit).[7][8] Massa padat yang dihasilkan kemudian dicuci dengan air suling dan natrium nitrat encer diikuti dengan pengeringan dengan kalsium klorida untuk menghasilkan katalis ini. Biasanya rasio logam yang digunakan untuk membuat katalis ini adalah 3:1 Rh/Pt atau 7:3 Rh/Pt.
Lihat pula
- Hidrogenasi yang dikatalisis rodium
- Rodium(III) oksida
- Katalis Wilkinson
- Platina hitam
- Platina pada karbon
- Paladium pada karbon
- Reduksi Birch
Referensi
- ↑ Shigeo Nishimura. Handbook of Heterogeneous Catalytic Hydrogenation for Organic Synthesis. Wiley-Interscience. 2001. hlm. 42–43, 182, 389–390, 408, & 414–571. ISBN 9780471396987.
- ↑ Shigeo Nishimura. Hydrogenation and Hydrogenolysis. V. Rhodium-Platinum Oxide as a Catalyst for the Hydrogenation of Organic Compounds. Bulletin of the Chemical Society of Japan. 1961. Vol. 34 (1). hlm. 32–36. doi:10.1246/bcsj.34.32.
- ↑ Shigeo Nishimura. Rhodium-Platinum Oxide as α Catalyst for the Hydrogenation of Organic Compounds. II. Catalyst Preparation and Effects of Platinum in Rhodium-Platinum Oxide. Bulletin of the Chemical Society of Japan. 1961. Vol. 34 (10). hlm. 1544–1545. doi:10.1246/bcsj.34.1544.
- ↑ Shigeo Nishimura. Hydrogenation and Hydrogenolysis. III. Rhodium-Platinum Oxide as a Catalyst for the Hydrogenation of the Aromatic Nucleus. Bulletin of the Chemical Society of Japan. 1960. Vol. 33 (4). hlm. 566–567. doi:10.1246/bcsj.33.566.
- ↑ J. H. Stocker. Communications to the Editor. The Journal of Organic Chemistry. 1962. Vol. 27 (5). hlm. 2288–2292. doi:10.1021/jo01053a077.
- ↑ Shigeo Nishimura. Hydrogenation and Hydrogenolysis. VII. Selective Hydrogenation of Aromatic Compounds Containing C–O Linkages Liable to Hydrogenolysis with a Rhodium-Platinum Oxide under high Pressures. Bulletin of the Chemical Society of Japan. 1963. Vol. 36 (3). hlm. 353–355. doi:10.1246/bcsj.36.353.
- ↑ Shigeo Nishimura. Handbook of Heterogeneous Catalytic Hydrogenation for Organic Synthesis. Wiley-Interscience. 2001. hlm. 42–43, 182, 389–390, 408, & 414–571. ISBN 9780471396987.
- ↑ Shigeo Nishimura. Rhodium-Platinum Oxide as α Catalyst for the Hydrogenation of Organic Compounds. II. Catalyst Preparation and Effects of Platinum in Rhodium-Platinum Oxide. Bulletin of the Chemical Society of Japan. 1961. Vol. 34 (10). hlm. 1544–1545. doi:10.1246/bcsj.34.1544.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29580511 (2026-08-15T04:56:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.