Lompat ke isi

Isotop stronsium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28020823; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[Logam alkali tanah]] '''[[stronsium]]''' ('''<sub>38</sub>Sr''') memiliki empat [[isotop]] alami yang [[Isotop stabil|stabil]]: <sup>84</sup>Sr (0,56%), <sup>86</sup>Sr (9,86%), <sup>87</sup>Sr (7,0%) dan <sup>88</sup>Sr (82,58%). [[Berat atom standar]]nya adalah 87,62(1).
[[Logam alkali tanah]] '''[[stronsium]]''' ('''<sub>38</sub>Sr''') memiliki empat [[isotop]] alami yang [[Isotop stabil|stabil]]: <sup>84</sup>Sr (0,56%), <sup>86</sup>Sr (9,86%), <sup>87</sup>Sr (7,0%) dan <sup>88</sup>Sr (82,58%). [[Berat atom standar]]nya adalah 87,62(1).


Hanya <sup>87</sup>Sr yang bersifat [[Nuklida radiogenik|radiogenik]]; ia dihasilkan oleh peluruhan dari [[logam alkali]] [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] [[Rubidium-87|<sup>87</sup>Rb]], yang memiliki [[waktu paruh]] 4,88 tahun (lebih dari tiga kali lebih lama daripada [[Umur alam semesta|usia alam semesta]] saat ini). Jadi, ada dua  <sup>87</sup>Sr dalam materi apapun: primordial, terbentuk selama nukleosintesis bersama dengan <sup>84</sup>Sr, <sup>86</sup>Sr dan <sup>88</sup>Sr; dan yang dibentuk oleh peluruhan radioaktif <sup>87</sup>Rb. Rasio <sup>87</sup>Sr/<sup>86</sup>Sr merupakan parameter yang biasanya dilaporkan dalam penyelidikan [[geologi]]; rasio dalam mineral dan [[batu]]an memiliki nilai berkisar antara sekitar 0,7 hingga lebih besar dari 4,0 (lihat [[penanggalan rubidium–stronsium]]). Karena stronsium memiliki [[konfigurasi elektron]] yang mirip dengan kalsium, stronsium siap menggantikan [[kalsium]] dalam [[mineral]].
Hanya <sup>87</sup>Sr yang bersifat [[Nuklida radiogenik|radiogenik]]; ia dihasilkan oleh peluruhan dari [[logam alkali]] [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] [[Rubidium-87|<sup>87</sup>Rb]], yang memiliki [[waktu paruh]] 4,88 tahun (lebih dari tiga kali lebih lama daripada [[Umur alam semesta|usia alam semesta]] saat ini). Jadi, ada dua  <sup>87</sup>Sr dalam materi apapun: primordial, terbentuk selama nukleosintesis bersama dengan <sup>84</sup>Sr, <sup>86</sup>Sr dan <sup>88</sup>Sr; dan yang dibentuk oleh peluruhan radioaktif <sup>87</sup>Rb. Rasio <sup>87</sup>Sr/<sup>86</sup>Sr merupakan parameter yang biasanya dilaporkan dalam penyelidikan [[geologi]];<ref>Alan P. Dickin. [https://www.cambridge.org/core/books/radiogenic-isotope-geology/309284FB422D5936CEDCDA7619EA3BEE Radiogenic Isotope Geology]. Cambridge University Press. 2018. ISBN 978-1-107-09944-9.</ref> rasio dalam mineral dan [[batu]]an memiliki nilai berkisar antara sekitar 0,7 hingga lebih besar dari 4,0 (lihat [[penanggalan rubidium–stronsium]]). Karena stronsium memiliki [[konfigurasi elektron]] yang mirip dengan kalsium, stronsium siap menggantikan [[kalsium]] dalam [[mineral]].


Selain empat isotop stabil, tiga puluh dua isotop stronsium yang [[Radionuklida|tidak stabil]] diketahui ada, mulai dari <sup>73</sup>Sr hingga <sup>108</sup>Sr. Isotop radioaktif stronsium meluruh menjadi [[Unsur kimia|unsur]] tetangga [[itrium]] ([[Stronsium-89|<sup>89</sup>Sr]] dan isotop yang lebih berat, melalui [[peluruhan beta|peluruhan beta minus]]) dan [[rubidium]] (<sup>85</sup>Sr, <sup>83</sup>Sr dan isotop yang lebih ringan, melalui [[emisi positron]] atau [[penangkapan elektron]]). Isotop yang berumur paling lama dan yang paling relevan dipelajari adalah [[Stronsium-90|<sup>90</sup>Sr]] dengan waktu paruh 28,9 tahun, <sup>85</sup>Sr dengan waktu paruh 64,853 hari, dan <sup>89</sup>Sr dengan waktu paruh 50,57 hari. Semua isotop stronsium lainnya memiliki waktu paruh lebih pendek dari 50 hari, sebagian besar di bawah 100 menit.
Selain empat isotop stabil, tiga puluh dua isotop stronsium yang [[Radionuklida|tidak stabil]] diketahui ada, mulai dari <sup>73</sup>Sr hingga <sup>108</sup>Sr. Isotop radioaktif stronsium meluruh menjadi [[Unsur kimia|unsur]] tetangga [[itrium]] ([[Stronsium-89|<sup>89</sup>Sr]] dan isotop yang lebih berat, melalui [[peluruhan beta|peluruhan beta minus]]) dan [[rubidium]] (<sup>85</sup>Sr, <sup>83</sup>Sr dan isotop yang lebih ringan, melalui [[emisi positron]] atau [[penangkapan elektron]]). Isotop yang berumur paling lama dan yang paling relevan dipelajari adalah [[Stronsium-90|<sup>90</sup>Sr]] dengan waktu paruh 28,9 tahun, <sup>85</sup>Sr dengan waktu paruh 64,853 hari, dan <sup>89</sup>Sr dengan waktu paruh 50,57 hari. Semua isotop stronsium lainnya memiliki waktu paruh lebih pendek dari 50 hari, sebagian besar di bawah 100 menit.


<sup>89</sup>Sr adalah radioisotop buatan yang digunakan dalam pengobatan kanker tulang; aplikasi ini memanfaatkan kemiripan kimiawinya dengan kalsium, yang memungkinkannya menggantikan kalsium dalam struktur tulang. Dalam keadaan di mana pasien kanker memiliki [[metastasis]] tulang yang luas dan menyakitkan, pemberian <sup>89</sup>Sr akan menghasilkan pengiriman [[partikel beta]] langsung ke area masalah tulang, di mana pergantian kalsium paling besar. <sup>90</sup>Sr adalah produk sampingan dari [[fisi nuklir]], yang hadir dalam [[luruhan nuklir]]. [[Bencana Chernobyl|Kecelakaan nuklir Chernobyl 1986]] mencemari area yang luas dengan <sup>90</sup>Sr. Hal ini menyebabkan masalah kesehatan, karena menggantikan kalsium dalam tulang, mencegah pengusiran dari tubuh. Karena merupakan pemancar [[Partikel beta|beta]], ia digunakan dalam perangkat SNAP ([[Systems for Nuclear Auxiliary Power|Sistem untuk Tenaga Bantu Nuklir]], ''Systems for Nuclear Auxiliary Power''). Perangkat ini menjanjikan untuk digunakan pada [[wahana antariksa]], stasiun cuaca terpencil, pelampung navigasi, dll., di mana sumber tenaga nuklir-listrik yang ringan dan berumur panjang diperlukan.
<sup>89</sup>Sr adalah radioisotop buatan yang digunakan dalam pengobatan kanker tulang;<ref>Eashwer K. Reddy. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2571189/ Strontium 89 for Palliation of Bone Metastases]. ''Journal of the National Medical Association''. Januari 1986. Vol. 78 (1). hlm. 27–32.</ref> aplikasi ini memanfaatkan kemiripan kimiawinya dengan kalsium, yang memungkinkannya menggantikan kalsium dalam struktur tulang. Dalam keadaan di mana pasien kanker memiliki [[metastasis]] tulang yang luas dan menyakitkan, pemberian <sup>89</sup>Sr akan menghasilkan pengiriman [[partikel beta]] langsung ke area masalah tulang, di mana pergantian kalsium paling besar. <sup>90</sup>Sr adalah produk sampingan dari [[fisi nuklir]], yang hadir dalam [[luruhan nuklir]]. [[Bencana Chernobyl|Kecelakaan nuklir Chernobyl 1986]] mencemari area yang luas dengan <sup>90</sup>Sr.<ref>R.D. Wilken. [https://inis.iaea.org/search/search.aspx?orig_q=RN:19040220 Strontium-90 in environmental samples from Northern Germany before and after the Chernobyl accident]. ''Radiochimica Acta''. 1987. Vol. 4 (4). hlm. 157–162.</ref> Hal ini menyebabkan masalah kesehatan, karena menggantikan kalsium dalam tulang, mencegah pengusiran dari tubuh. Karena merupakan pemancar [[Partikel beta|beta]], ia digunakan dalam perangkat SNAP ([[Systems for Nuclear Auxiliary Power|Sistem untuk Tenaga Bantu Nuklir]], ''Systems for Nuclear Auxiliary Power''). Perangkat ini menjanjikan untuk digunakan pada [[wahana antariksa]], stasiun cuaca terpencil, pelampung navigasi, dll., di mana sumber tenaga nuklir-listrik yang ringan dan berumur panjang diperlukan.


Pada tahun 2020, para peneliti telah menemukan bahwa [[Inti cermin|nuklida cermin]] <sup>73</sup>Sr dan [[Bromin-73|<sup>73</sup>Br]] ditemukan tidak berperilaku identik satu sama lain seperti apa yang diperkirakan.
Pada tahun 2020, para peneliti telah menemukan bahwa [[Inti cermin|nuklida cermin]] <sup>73</sup>Sr dan [[Bromin-73|<sup>73</sup>Br]] ditemukan tidak berperilaku identik satu sama lain seperti apa yang diperkirakan.<ref>[https://www.spacedaily.com/reports/Discovery_by_UMass_Lowell_led_team_challenges_nuclear_theory_999.html Discovery by UMass Lowell-led team challenges nuclear theory]. ''Space Daily''.</ref>


==Daftar isotop==
==Daftar isotop==
 
|-
 
| rowspan=2|<sup>73</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>73</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" |38
| rowspan=2 style="text-align:right" |38
Baris 22: Baris 21:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup>, [[Emisi proton|p]] (<0,1%)
| β<sup>+</sup>, [[Emisi proton|p]] (<0,1%)
| <sup>72</sup>Kr
| <sup>72</sup>Kr
 
|-
| <sup>74</sup>Sr
| <sup>74</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 36: Baris 35:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>75</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>75</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 47: Baris 46:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup>, p (6,5%)
| β<sup>+</sup>, p (6,5%)
| <sup>74</sup>Kr
| <sup>74</sup>Kr
 
|-
| <sup>76</sup>Sr
| <sup>76</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 61: Baris 60:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>77</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>77</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 72: Baris 71:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup>, p (0,25%)
| β<sup>+</sup>, p (0,25%)
| <sup>76</sup>Kr
| <sup>76</sup>Kr
 
|-
| <sup>78</sup>Sr
| <sup>78</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 86: Baris 85:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>79</sup>Sr
| <sup>79</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 97: Baris 96:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>80</sup>Sr
| <sup>80</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 108: Baris 107:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>81</sup>Sr
| <sup>81</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 119: Baris 118:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>82</sup>Sr
| <sup>82</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 130: Baris 129:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>83</sup>Sr
| <sup>83</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 141: Baris 140:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>83m</sup>Sr
| style="text-indent:1em" | <sup>83m</sup>Sr
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 259,15(9)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 259,15(9)&nbsp;keV
Baris 150: Baris 149:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>84</sup>Sr
| <sup>84</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 46
| style="text-align:right" | 46
| 83,913425(3)
| 83,913425(3)
| colspan=3 align=center|'''[[Stabil Secara Pengamatan]]'''
| colspan=3 align=center|'''[[Stabil Secara Pengamatan]]'''<ref>Diyakini meluruh melalui β + β + menjadi 84 Kr</ref>
| 0+
| 0+
| 0,0056
| 0,0056
| 0,0055–0,0058
| 0,0055–0,0058
 
|-
| <sup>85</sup>Sr
| <sup>85</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 170: Baris 169:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>85m</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>85m</sup>Sr
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 238,66(6)&nbsp;keV
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 238,66(6)&nbsp;keV
Baris 179: Baris 178:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>+</sup> (13,4%)
| β<sup>+</sup> (13,4%)
| '''<sup>85</sup>Rb'''
| '''<sup>85</sup>Rb'''
 
|-
| <sup>86</sup>Sr
| <sup>86</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 191: Baris 190:
| 0,0986
| 0,0986
| 0,0975–0,0999
| 0,0975–0,0999
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>86m</sup>Sr
| style="text-indent:1em" | <sup>86m</sup>Sr
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 2955,68(21)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 2955,68(21)&nbsp;keV
Baris 200: Baris 199:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>87</sup>Sr
| <sup>87</sup>Sr<ref>Digunakan dalam penanggalan rubidium–stronsium</ref>
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 49
| style="text-align:right" | 49
Baris 209: Baris 208:
| 0,0700
| 0,0700
| 0,0694–0,0714
| 0,0694–0,0714
 
|-
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>87m</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-indent:1em" | <sup>87m</sup>Sr
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 388,533(3)&nbsp;keV
| rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 388,533(3)&nbsp;keV
Baris 218: Baris 217:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| EC (0,3%)
| EC (0,3%)
| '''''<sup>87</sup>Rb'''''
| '''''<sup>87</sup>Rb'''''
 
|-
| <sup>88</sup>Sr
| <sup>88</sup>Sr<ref>Produk fisi</ref>
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 50
| style="text-align:right" | 50
Baris 230: Baris 229:
| 0,8258
| 0,8258
| 0,8229–0,8275
| 0,8229–0,8275
 
|-
| [[stronsium-89|<sup>89</sup>Sr]]
| [[stronsium-89|<sup>89</sup>Sr]]<ref>Produk fisi</ref>
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 51
| style="text-align:right" | 51
Baris 241: Baris 240:
|
|
|
|
 
|-
| [[stronsium-90|<sup>90</sup>Sr]]
| [[stronsium-90|<sup>90</sup>Sr]]<ref>Produk fisi</ref>
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 52
| style="text-align:right" | 52
Baris 252: Baris 251:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>91</sup>Sr
| <sup>91</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 263: Baris 262:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>92</sup>Sr
| <sup>92</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 274: Baris 273:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>93</sup>Sr
| <sup>93</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 285: Baris 284:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>94</sup>Sr
| <sup>94</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 296: Baris 295:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>95</sup>Sr
| <sup>95</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 307: Baris 306:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>96</sup>Sr
| <sup>96</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 318: Baris 317:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>97</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>97</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 329: Baris 328:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, [[Emisi neutron|n]] (0,05%)
| β<sup>−</sup>, [[Emisi neutron|n]] (0,05%)
| <sup>96</sup>Y
| <sup>96</sup>Y
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>97m1</sup>Sr
| style="text-indent:1em" | <sup>97m1</sup>Sr
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 308,13(11)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 308,13(11)&nbsp;keV
Baris 341: Baris 340:
|
|
|
|
 
|-
| style="text-indent:1em" | <sup>97m2</sup>Sr
| style="text-indent:1em" | <sup>97m2</sup>Sr
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 830,8(2)&nbsp;keV
| colspan="3" style="text-indent:2em" | 830,8(2)&nbsp;keV
Baris 350: Baris 349:
|
|
|
|
 
|-
| rowspan=2|<sup>98</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>98</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 361: Baris 360:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n (0,25%)
| β<sup>−</sup>, n (0,25%)
| <sup>97</sup>Y
| <sup>97</sup>Y
 
|-
| rowspan=2|<sup>99</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>99</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 375: Baris 374:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n (0,1%)
| β<sup>−</sup>, n (0,1%)
| <sup>98</sup>Y
| <sup>98</sup>Y
 
|-
| rowspan=2|<sup>100</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>100</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 389: Baris 388:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n (0,98%)
| β<sup>−</sup>, n (0,98%)
| <sup>99</sup>Y
| <sup>99</sup>Y
 
|-
| rowspan=2|<sup>101</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>101</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 403: Baris 402:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n (2,37%)
| β<sup>−</sup>, n (2,37%)
| <sup>100</sup>Y
| <sup>100</sup>Y
 
|-
| rowspan=2|<sup>102</sup>Sr
| rowspan=2|<sup>102</sup>Sr
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
| rowspan=2 style="text-align:right" | 38
Baris 417: Baris 416:
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
| rowspan=2|
 
|-
| β<sup>−</sup>, n (5,5%)
| β<sup>−</sup>, n (5,5%)
| <sup>101</sup>Y
| <sup>101</sup>Y
 
|-
| <sup>103</sup>Sr
| <sup>103</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 431: Baris 430:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>104</sup>Sr
| <sup>104</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 442: Baris 441:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>105</sup>Sr
| <sup>105</sup>Sr
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
Baris 453: Baris 452:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>106</sup>Sr
| <sup>106</sup>Sr<ref>Tetsuya Ohnishi. [https://journals.jps.jp/doi/10.1143/JPSJ.79.073201 Identification of 45 New Neutron-Rich Isotopes Produced by In-Flight Fission of a 238 U Beam at 345 MeV/nucleon]. ''J. Phys. Soc. Jpn''. Physical Society of Japan. 2010. Vol. 79. doi:10.1143/JPSJ.79.073201.</ref>
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 68
| style="text-align:right" | 68
Baris 464: Baris 463:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>107</sup>Sr
| <sup>107</sup>Sr<ref>Tetsuya Ohnishi. [https://journals.jps.jp/doi/10.1143/JPSJ.79.073201 Identification of 45 New Neutron-Rich Isotopes Produced by In-Flight Fission of a 238 U Beam at 345 MeV/nucleon]. ''J. Phys. Soc. Jpn''. Physical Society of Japan. 2010. Vol. 79. doi:10.1143/JPSJ.79.073201.</ref>
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 69
| style="text-align:right" | 69
Baris 475: Baris 474:
|
|
|
|
 
|-
| <sup>108</sup>Sr
| <sup>108</sup>Sr<ref>T. Sumikama. [https://journals.aps.org/prc/abstract/10.1103/PhysRevC.103.014614 Observation of new neutron-rich isotopes in the vicinity of 110 Zr]. ''Physical Review C''. 2021. Vol. 103 (1). doi:10.1103/PhysRevC.103.014614.</ref>
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 38
| style="text-align:right" | 70
| style="text-align:right" | 70
Baris 487: Baris 486:
|
|


 
== Referensi ==
==Referensi==
<references />
 
* Massa isotop dari:
**
* Komposisi isotop dan massa atom standar dari:
**
**
* Data waktu paruh, spin, dan isomer dipilih dari sumber-sumber berikut.
**
**
**
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+stronsium&oldid=28020823 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28020823 (2025-10-16T13:52:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isotop+stronsium&oldid=28020823 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28020823 (2025-10-16T13:52:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 08.57

Logam alkali tanah stronsium (38Sr) memiliki empat isotop alami yang stabil: 84Sr (0,56%), 86Sr (9,86%), 87Sr (7,0%) dan 88Sr (82,58%). Berat atom standarnya adalah 87,62(1).

Hanya 87Sr yang bersifat radiogenik; ia dihasilkan oleh peluruhan dari logam alkali radioaktif 87Rb, yang memiliki waktu paruh 4,88 tahun (lebih dari tiga kali lebih lama daripada usia alam semesta saat ini). Jadi, ada dua 87Sr dalam materi apapun: primordial, terbentuk selama nukleosintesis bersama dengan 84Sr, 86Sr dan 88Sr; dan yang dibentuk oleh peluruhan radioaktif 87Rb. Rasio 87Sr/86Sr merupakan parameter yang biasanya dilaporkan dalam penyelidikan geologi;[1] rasio dalam mineral dan batuan memiliki nilai berkisar antara sekitar 0,7 hingga lebih besar dari 4,0 (lihat penanggalan rubidium–stronsium). Karena stronsium memiliki konfigurasi elektron yang mirip dengan kalsium, stronsium siap menggantikan kalsium dalam mineral.

Selain empat isotop stabil, tiga puluh dua isotop stronsium yang tidak stabil diketahui ada, mulai dari 73Sr hingga 108Sr. Isotop radioaktif stronsium meluruh menjadi unsur tetangga itrium (89Sr dan isotop yang lebih berat, melalui peluruhan beta minus) dan rubidium (85Sr, 83Sr dan isotop yang lebih ringan, melalui emisi positron atau penangkapan elektron). Isotop yang berumur paling lama dan yang paling relevan dipelajari adalah 90Sr dengan waktu paruh 28,9 tahun, 85Sr dengan waktu paruh 64,853 hari, dan 89Sr dengan waktu paruh 50,57 hari. Semua isotop stronsium lainnya memiliki waktu paruh lebih pendek dari 50 hari, sebagian besar di bawah 100 menit.

89Sr adalah radioisotop buatan yang digunakan dalam pengobatan kanker tulang;[2] aplikasi ini memanfaatkan kemiripan kimiawinya dengan kalsium, yang memungkinkannya menggantikan kalsium dalam struktur tulang. Dalam keadaan di mana pasien kanker memiliki metastasis tulang yang luas dan menyakitkan, pemberian 89Sr akan menghasilkan pengiriman partikel beta langsung ke area masalah tulang, di mana pergantian kalsium paling besar. 90Sr adalah produk sampingan dari fisi nuklir, yang hadir dalam luruhan nuklir. Kecelakaan nuklir Chernobyl 1986 mencemari area yang luas dengan 90Sr.[3] Hal ini menyebabkan masalah kesehatan, karena menggantikan kalsium dalam tulang, mencegah pengusiran dari tubuh. Karena merupakan pemancar beta, ia digunakan dalam perangkat SNAP (Sistem untuk Tenaga Bantu Nuklir, Systems for Nuclear Auxiliary Power). Perangkat ini menjanjikan untuk digunakan pada wahana antariksa, stasiun cuaca terpencil, pelampung navigasi, dll., di mana sumber tenaga nuklir-listrik yang ringan dan berumur panjang diperlukan.

Pada tahun 2020, para peneliti telah menemukan bahwa nuklida cermin 73Sr dan 73Br ditemukan tidak berperilaku identik satu sama lain seperti apa yang diperkirakan.[4]

Daftar isotop

|- | rowspan=2|73Sr | rowspan=2 style="text-align:right" |38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 35 | rowspan=2|72,96597(64)# | rowspan=2|>25 mdtk | β+ (>99,9%) | 73Rb | rowspan=2|1/2−# | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+, p (<0,1%) | 72Kr |- | 74Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 36 | 73,95631(54)# | 50# mdtk [>1,5 µdtk] | β+ | 74Rb | 0+ | | |- | rowspan=2|75Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 37 | rowspan=2|74,94995(24) | rowspan=2|88(3) mdtk | β+ (93,5%) | 75Rb | rowspan=2|(3/2−) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+, p (6,5%) | 74Kr |- | 76Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 38 | 75,94177(4) | 7,89(7) dtk | β+ | 76Rb | 0+ | | |- | rowspan=2|77Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 39 | rowspan=2|76,937945(10) | rowspan=2|9,0(2) dtk | β+ (99,75%) | 77Rb | rowspan=2|5/2+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+, p (0,25%) | 76Kr |- | 78Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 40 | 77,932180(8) | 159(8) dtk | β+ | 78Rb | 0+ | | |- | 79Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 41 | 78,929708(9) | 2,25(10) mnt | β+ | 79Rb | 3/2(−) | | |- | 80Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 42 | 79,924521(7) | 106,3(15) mnt | β+ | 80Rb | 0+ | | |- | 81Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 43 | 80,923212(7) | 22,3(4) mnt | β+ | 81Rb | 1/2− | | |- | 82Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 44 | 81,918402(6) | 25,36(3) hri | EC | 82Rb | 0+ | | |- | 83Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 45 | 82,917557(11) | 32,41(3) jam | β+ | 83Rb | 7/2+ | | |- | style="text-indent:1em" | 83mSr | colspan="3" style="text-indent:2em" | 259,15(9) keV | 4,95(12) dtk | IT | 83Sr | 1/2− | | |- | 84Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 46 | 83,913425(3) | colspan=3 align=center|Stabil Secara Pengamatan[5] | 0+ | 0,0056 | 0,0055–0,0058 |- | 85Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 47 | 84,912933(3) | 64,853(8) hri | EC | 85Rb | 9/2+ | | |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 85mSr | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 238,66(6) keV | rowspan=2|67,63(4) mnt | IT (86,6%) | 85Sr | rowspan=2|1/2− | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β+ (13,4%) | 85Rb |- | 86Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 48 | 85,9092607309(91) | colspan=3 align=center|Stabil | 0+ | 0,0986 | 0,0975–0,0999 |- | style="text-indent:1em" | 86mSr | colspan="3" style="text-indent:2em" | 2955,68(21) keV | 455(7) ndtk | | | 8+ | | |- | 87Sr[6] | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 49 | 86,9088774970(91) | colspan=3 align=center|Stabil | 9/2+ | 0,0700 | 0,0694–0,0714 |- | rowspan=2 style="text-indent:1em" | 87mSr | rowspan=2 colspan="3" style="text-indent:2em" | 388,533(3) keV | rowspan=2|2,815(12) jam | IT (99,7%) | 87Sr | rowspan=2|1/2− | rowspan=2| | rowspan=2| |- | EC (0,3%) | 87Rb |- | 88Sr[7] | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 50 | 87,9056122571(97) | colspan=3 align=center|Stabil | 0+ | 0,8258 | 0,8229–0,8275 |- | 89Sr[8] | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 51 | 88,9074507(12) | 50,57(3) hri | β | 89Y | 5/2+ | | |- | 90Sr[9] | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 52 | 89,907738(3) | 28,90(3) thn | β | 90Y | 0+ | | |- | 91Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 53 | 90,910203(5) | 9,63(5) jam | β | 91Y | 5/2+ | | |- | 92Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 54 | 91,911038(4) | 2,66(4) jam | β | 92Y | 0+ | | |- | 93Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 55 | 92,914026(8) | 7,423(24) mnt | β | 93Y | 5/2+ | | |- | 94Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 56 | 93,915361(8) | 75,3(2) dtk | β | 94Y | 0+ | | |- | 95Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 57 | 94,919359(8) | 23,90(14) dtk | β | 95Y | 1/2+ | | |- | 96Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 58 | 95,921697(29) | 1,07(1) dtk | β | 96Y | 0+ | | |- | rowspan=2|97Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 59 | rowspan=2|96,926153(21) | rowspan=2|429(5) mdtk | β (99,95%) | 97Y | rowspan=2|1/2+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (0,05%) | 96Y |- | style="text-indent:1em" | 97m1Sr | colspan="3" style="text-indent:2em" | 308,13(11) keV | 170(10) ndtk | | | (7/2)+ | | |- | style="text-indent:1em" | 97m2Sr | colspan="3" style="text-indent:2em" | 830,8(2) keV | 255(10) ndtk | | | (11/2−)# | | |- | rowspan=2|98Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 60 | rowspan=2|97,928453(28) | rowspan=2|0,653(2) dtk | β (99,75%) | 98Y | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (0,25%) | 97Y |- | rowspan=2|99Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 61 | rowspan=2|98,93324(9) | rowspan=2|0,269(1) dtk | β (99,9%) | 99Y | rowspan=2|3/2+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (0,1%) | 98Y |- | rowspan=2|100Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 62 | rowspan=2|99,93535(14) | rowspan=2|202(3) mdtk | β (99,02%) | 100Y | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (0,98%) | 99Y |- | rowspan=2|101Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 63 | rowspan=2|100,94052(13) | rowspan=2|118(3) mdtk | β (97,63%) | 101Y | rowspan=2|(5/2−) | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (2,37%) | 100Y |- | rowspan=2|102Sr | rowspan=2 style="text-align:right" | 38 | rowspan=2 style="text-align:right" | 64 | rowspan=2|101,94302(12) | rowspan=2|69(6) mdtk | β (94,5%) | 102Y | rowspan=2|0+ | rowspan=2| | rowspan=2| |- | β, n (5,5%) | 101Y |- | 103Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 65 | 102,94895(54)# | 50# mdtk [>300 ndtk] | β | 103Y | | | |- | 104Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 66 | 103,95233(75)# | 30# mdtk [>300 ndtk] | β | 104Y | 0+ | | |- | 105Sr | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 67 | 104,95858(75)# | 20# mdtk [>300 ndtk] | | | | | |- | 106Sr[10] | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 68 | | | | | | | |- | 107Sr[11] | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 69 | | | | | | | |- | 108Sr[12] | style="text-align:right" | 38 | style="text-align:right" | 70 | | | | | | |

Referensi

  1. Alan P. Dickin. Radiogenic Isotope Geology. Cambridge University Press. 2018. ISBN 978-1-107-09944-9.
  2. Eashwer K. Reddy. Strontium 89 for Palliation of Bone Metastases. Journal of the National Medical Association. Januari 1986. Vol. 78 (1). hlm. 27–32.
  3. R.D. Wilken. Strontium-90 in environmental samples from Northern Germany before and after the Chernobyl accident. Radiochimica Acta. 1987. Vol. 4 (4). hlm. 157–162.
  4. Discovery by UMass Lowell-led team challenges nuclear theory. Space Daily.
  5. Diyakini meluruh melalui β + β + menjadi 84 Kr
  6. Digunakan dalam penanggalan rubidium–stronsium
  7. Produk fisi
  8. Produk fisi
  9. Produk fisi
  10. Tetsuya Ohnishi. Identification of 45 New Neutron-Rich Isotopes Produced by In-Flight Fission of a 238 U Beam at 345 MeV/nucleon. J. Phys. Soc. Jpn. Physical Society of Japan. 2010. Vol. 79. doi:10.1143/JPSJ.79.073201.
  11. Tetsuya Ohnishi. Identification of 45 New Neutron-Rich Isotopes Produced by In-Flight Fission of a 238 U Beam at 345 MeV/nucleon. J. Phys. Soc. Jpn. Physical Society of Japan. 2010. Vol. 79. doi:10.1143/JPSJ.79.073201.
  12. T. Sumikama. Observation of new neutron-rich isotopes in the vicinity of 110 Zr. Physical Review C. 2021. Vol. 103 (1). doi:10.1103/PhysRevC.103.014614.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28020823 (2025-10-16T13:52:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.