Diabetes gestasional: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29207153; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Blue_circle_for_diabetes.svg|thumb|right|280px|Blue circle for diabetes]] | |||
'''Diabetes gestasional''' adalah intoleransi glukosa dalam masa kehamilan yang dimulai pada usia [[kehamilan]] 24 minggu dan berlangsung hingga proses [[persalinan]]. Diabetes gestasional berbeda dengan diabetes dalam kehamilan dan diabetes yang telah didiagnosis sebelumnya. | '''Diabetes gestasional''' adalah intoleransi glukosa dalam masa kehamilan yang dimulai pada usia [[kehamilan]] 24 minggu dan berlangsung hingga proses [[persalinan]]. Diabetes gestasional berbeda dengan diabetes dalam kehamilan dan diabetes yang telah didiagnosis sebelumnya. | ||
| Baris 18: | Baris 20: | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
Diabetes gestasional adalah intoleransi glukosa yang didiagnosis pertama kali dalam masa [[kehamilan]] setelah usia 24 minggu dan berakhir setelah proses persalinan. Kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi. | Diabetes gestasional adalah intoleransi glukosa yang didiagnosis pertama kali dalam masa [[kehamilan]] setelah usia 24 minggu dan berakhir setelah proses persalinan. Kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi.<ref>[https://journals.lww.com/greenjournal/fulltext/2017/07000/practice_bulletin_no__180__gestational_diabetes.51.aspx Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus]. ''Obstetrics & Gynecology''. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.</ref><ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref> | ||
Diabetes yang telah terdiagnosis sebelum masa kehamilan tidak termasuk ke dalam kriteria diabetes gestasional. Seorang wanita yang telah menderita diabetes sebelum hamil termasuk ke dalam kelompok diabetes dalam kehamilan atau ''diabetes in pregnancy'' (DIP). | Diabetes yang telah terdiagnosis sebelum masa kehamilan tidak termasuk ke dalam kriteria diabetes gestasional. Seorang wanita yang telah menderita diabetes sebelum hamil termasuk ke dalam kelompok diabetes dalam kehamilan atau ''diabetes in pregnancy'' (DIP).<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | ||
Kriteria diabetes gestasional sebagai peningkatan kadar [[gula darah]] selama masa [[kehamilan]] memiliki keterbatasan karena sebagian besar kondisi ini sebenarnya telah terjadi sebelumnya, tetapi tidak ada skrining yang dilakukan pada wanita usia reproduktif yang tidak sedang hamil. Untuk wanita hamil yang dicurigai telah menderita diabetes yang tidak terdiagnosis, dilakukan pemeriksaan lagi setelah proses [[persalinan]]. | Kriteria diabetes gestasional sebagai peningkatan kadar [[gula darah]] selama masa [[kehamilan]] memiliki keterbatasan karena sebagian besar kondisi ini sebenarnya telah terjadi sebelumnya, tetapi tidak ada skrining yang dilakukan pada wanita usia reproduktif yang tidak sedang hamil. Untuk wanita hamil yang dicurigai telah menderita diabetes yang tidak terdiagnosis, dilakukan pemeriksaan lagi setelah proses [[persalinan]].<ref>[https://journals.lww.com/greenjournal/fulltext/2017/07000/practice_bulletin_no__180__gestational_diabetes.51.aspx Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus]. ''Obstetrics & Gynecology''. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.</ref><ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2827530/ International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups Recommendations on the Diagnosis and Classification of Hyperglycemia in Pregnancy]. ''Diabetes Care''. Maret 2010. Vol. 33 (3). hlm. 676–682. doi:10.2337/dc09-1848.</ref> | ||
Pada tahun 2015, [[Federasi Obstetri dan Ginekologi Internasional]] atau International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), membuat kriteria kadar [[gula darah]] untuk membedakan diagnosis antara diabetes gestasional dengan diabetes dalam kehamilan. Hal ini menyebabkan penggunaan kriteria gula darah [[diabetes melitus tipe 1]] atau [[Diabetes melitus tipe 2|tipe 2]] yang dahulu dipakai untuk mendiagnosis diabetes gestasional, tidak lagi digunakan. | Pada tahun 2015, [[Federasi Obstetri dan Ginekologi Internasional]] atau International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), membuat kriteria kadar [[gula darah]] untuk membedakan diagnosis antara diabetes gestasional dengan diabetes dalam kehamilan. Hal ini menyebabkan penggunaan kriteria gula darah [[diabetes melitus tipe 1]] atau [[Diabetes melitus tipe 2|tipe 2]] yang dahulu dipakai untuk mendiagnosis diabetes gestasional, tidak lagi digunakan.<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | ||
{| class="wikitable" | |||
|+Perbedaan antara diabetes dalam kehamilan dengan diabetes gestasional<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | |||
!Diabetes dalam kehamilan | |||
!Diabetes gestasional | |||
|- | |||
|Ibu hamil telah didiagnosis diabetes melitus sebelum kehamilan | |||
|[[Hiperglikemia]] selama kehamilan yang tidak memenuhi kriteria untuk [[diabetes melitus]] | |||
|- | |||
|Hiperglikemia didiagnosis pertama kali saat masa kehamilan yang memenuhi kriteria untuk diabetes melitus untuk wanita yang tidak sedang hamil menurut WHO | |||
|Hiperglikemia didiagnosis pertama kali saat masa kehamilan yang tidak memenuhi kriteria diabetes melitus menurut WHO | |||
|- | |||
|Dapat timbul kapan saja selama masa kehamilan termasuk saat trimester pertama | |||
|Timbul setelah usia kehamilan di atas 24 minggu | |||
|} | |||
== Klasifikasi == | |||
Pada tahun 1949, [[Priscilla White]] memublikasikan sistem klasifikasi diabetes pada wanita hamil berdasarkan usia saat diabetes timbul, lama diabetes diderita, dan ada atau tidaknya komplikasi [[pembuluh darah]].<ref>Miira M. Klemetti. [https://doi.org/10.1007/s00125-015-3787-1 White’s classification and pregnancy outcome in women with type 1 diabetes: a population-based cohort study]. ''Diabetologia''. 1 Januari 2016. Vol. 59 (1). hlm. 92–100. doi:10.1007/s00125-015-3787-1.</ref> Klasifikasi ini beberapa kali mengalami modifikasi. Revisi pertama dilakukan pada tahun 1965 dengan menggeser komplikasi pembuluh darah ke dalam kelas "D" dan menambahkan kelas "R". Revisi kedua dilakukan pada tahun 1972 dengan memasukkan diabetes gestasional ke dalam kelas "A" dan kelas "D" dibagi menjadi lima kategori. Revisi terakhir dilakukan pada tahun 1980 dengan memisahkan diabetes gestasional ke dalam kelas tersendiri dan penghapusan kelas "E" dan "G".<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref><ref>Stevie N. Bennett. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4863979/ Assessing White’s Classification of Pregestational Diabetes in a Contemporary Diabetic Population]. ''Obstetrics and gynecology''. Mei 2015. Vol. 125 (5). hlm. 1217–1223. doi:10.1097/AOG.0000000000000820.</ref> | |||
{| class="wikitable" | |||
|+Klasifikasi diabetes gestasional menurut White edisi revisi tahun 1980<ref>Stevie N. Bennett. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4863979/ Assessing White’s Classification of Pregestational Diabetes in a Contemporary Diabetic Population]. ''Obstetrics and gynecology''. Mei 2015. Vol. 125 (5). hlm. 1217–1223. doi:10.1097/AOG.0000000000000820.</ref><ref>Amanda “Bird” Hoffert Gilmartin. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2582643/ Gestational Diabetes Mellitus]. ''Reviews in Obstetrics and Gynecology''. 2008. Vol. 1 (3). hlm. 129–134.</ref> | |||
|Kelas A: Diabetes terkontrol dengan pola makan, timbul pertama kali pada usia berapa pun | |||
A1: terkontrol dengan pola makan | |||
A2: terkontrol dengan pemberian [[Obat|obat-obatan]]<ref>Bryan S. Quintanilla Rodriguez. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545196/ Gestational Diabetes]. StatPearls Publishing. 2022.</ref> | |||
|- | |||
|Kelas B: Diabetes timbul pertama kali pada usia 20 tahun atau lebih dan berlangsung kurang dari 10 tahun | |||
|- | |||
|Kelas C: Diabetes timbul pada usia antara 10-19 tahun atau berlangsung selama 10-19 tahun | |||
|- | |||
|Kelas D: Diabetes timbul di bawah usia 10 tahun, berlangsung selama lebih dari 20 tahun, terdapat [[Retinopati diabetik|retinopati]] atau [[Tekanan darah tinggi|hipertensi]] (tanpa [[Pre-eklampsia|preeklamsia]]) | |||
D1: Timbul sebelum usia 10 tahun | |||
D2: Berlangsung selama 20 tahun | |||
D3: Terdapat [[kalsifikasi]] pembuluh darah di [[kaki]] ([[penyakit makrovaskuler]]) | |||
D4: [[Retinopati]] ringan ([[Mikroangiopati|penyakit mikrovaskuler]]) | |||
D4: [[Tekanan darah tinggi|Hipertensi]] | |||
|- | |||
|Kelas R: Diabetes dengan [[retinopati]] proliferatif atau [[perdarahan vitreus]] | |||
|- | |||
|Kelas F: Diabetes dengan [[nefropati]] dan [[proteinuria]] lebih dari 500 mg/d | |||
|- | |||
|Kelas RF: Terdapat kriteria kelas R dan kelas F | |||
|- | |||
|Kelas H: Diabetes dengan penyakit jantung arteriosklerosis dengan bukti klinis yang jelas | |||
|- | |||
|Kelas T: Diabetes yang sebelumnya telah menjalani [[transplantasi ginjal]] | |||
|} | |||
== Faktor risiko == | == Faktor risiko == | ||
| Baris 35: | Baris 81: | ||
=== Etnis === | === Etnis === | ||
[[Kelompok etnik|Etnis]] tertentu yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita diabetes gestasional adalah [[Asia]], [[subbenua India]] ([[India]], [[Pakistan]], [[Bangladesh]], [[Nepal]], [[Sri Lanka]], [[Bhutan]], dan [[Maladewa]]), [[Orang Kepulauan Selat Torres|penduduk asli Kepulauan Selat Torres]], [[penduduk Pasifik]], [[Suku Māori]], [[Timur Tengah]], [[Hispanik dan Latino Amerika|hispanik]], dan [[orang kulit berwarna]] dari [[Afrika]]. | [[Kelompok etnik|Etnis]] tertentu yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita diabetes gestasional adalah [[Asia]],<ref>Kai Wei Lee. [https://doi.org/10.1186/s12884-018-2131-4 Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus in Asia: a systematic review and meta-analysis]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 14 Desember 2018. Vol. 18 (1). hlm. 494. doi:10.1186/s12884-018-2131-4.</ref><ref>Thubasni Kunasegaran. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7908368/ Gestational Diabetes Mellitus in Southeast Asia: A Scoping Review]. ''International Journal of Environmental Research and Public Health''. Februari 2021. Vol. 18 (3). hlm. 1272. doi:10.3390/ijerph18031272.</ref> [[subbenua India]] ([[India]], [[Pakistan]], [[Bangladesh]], [[Nepal]], [[Sri Lanka]], [[Bhutan]], dan [[Maladewa]]),<ref>Anne K. Jenum. [https://eje.bioscientifica.com/view/journals/eje/166/2/317.xml Impact of ethnicity on gestational diabetes identified with the WHO and the modified International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups criteria: a population-based cohort study]. ''European Journal of Endocrinology''. 1 Februari 2012. Vol. 166 (2). hlm. 317–324. doi:10.1530/EJE-11-0866.</ref><ref>G. Mukerji. [https://doi.org/10.1007/s00125-012-2549-6 Impact of gestational diabetes on the risk of diabetes following pregnancy among Chinese and South Asian women]. ''Diabetologia''. 1 Agustus 2012. Vol. 55 (8). hlm. 2148–2153. doi:10.1007/s00125-012-2549-6.</ref> [[Orang Kepulauan Selat Torres|penduduk asli Kepulauan Selat Torres]],<ref>Anna Wood. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7037226/ Primary Health Care for Aboriginal Australian Women in Remote Communities after a Pregnancy with Hyperglycaemia]. ''International Journal of Environmental Research and Public Health''. Februari 2020. Vol. 17 (3). hlm. 720. doi:10.3390/ijerph17030720.</ref><ref>Matthew J. L. Hare. [https://www.thelancet.com/journals/lanwpc/article/PIIS2666-6065(20)30005-5/abstract Diabetes during pregnancy and birthweight trends among Aboriginal and non-Aboriginal people in the Northern Territory of Australia over 30 years]. ''The Lancet Regional Health – Western Pacific''. 1 Agustus 2020. Vol. 1. doi:10.1016/j.lanwpc.2020.100005.</ref> [[penduduk Pasifik]],<ref>Mindy Sugiyama. [https://www.researchgate.net/publication/318716567_Assessment_of_Gestational_Diabetes_and_Associated_Risk_Factors_and_Outcomes_in_the_Pacific_Island_Nation_of_Palau Assessment of Gestational Diabetes and Associated Risk Factors and Outcomes in the Pacific Island Nation of Palau]. ''Maternal and Child Health Journal''. 1 Oktober 2017. Vol. 21. doi:10.1007/s10995-017-2313-0.</ref><ref>Andrew D Williams. [https://doi.org/10.1093/aje/kwy256 Ambient Volatile Organic Compounds and Racial/Ethnic Disparities in Gestational Diabetes Mellitus: Are Asian/Pacific Islander Women at Greater Risk?]. ''American Journal of Epidemiology''. 1 Februari 2019. Vol. 188 (2). hlm. 389–397. doi:10.1093/aje/kwy256.</ref> [[Suku Māori]],<ref>Jennifer Reid. [https://doi.org/10.1186/s12884-018-2103-8 The experience of gestational diabetes for indigenous Māori women living in rural New Zealand: qualitative research informing the development of decolonising interventions]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 5 Desember 2018. Vol. 18 (1). hlm. 478. doi:10.1186/s12884-018-2103-8.</ref><ref>Ljiljana Jowitt. [https://www.researchgate.net/publication/306457842_Jowitt_LM_2016_Gestational_diabetes_in_New_Zealand_ethnic_groups_Integ_Mol_Medicine_32_583-589 Gestational diabetes in New Zealand ethnic groups. Integ Mol Medicine, 3(2): 583-589]. ''Integrative Molecular Medicine''. 1 Januari 2016. Vol. 3. hlm. 583–589. doi:10.15761/IMM.1000208.</ref> [[Timur Tengah]],<ref>Rami H. Al-Rifai. [https://www.frontiersin.org/article/10.3389/fendo.2021.668447 Prevalence of Gestational Diabetes Mellitus in the Middle East and North Africa, 2000–2019: A Systematic Review, Meta-Analysis, and Meta-Regression]. ''Frontiers in Endocrinology''. 2021. Vol. 12. doi:10.3389/fendo.2021.668447/full#h6.</ref> [[Hispanik dan Latino Amerika|hispanik]],<ref>Kim Huston. [https://nortonchildrens.com/news/latina-gestational-diabetes/ Latina Women are at Greater Risk for Gestational Diabetes]. ''Norton Children's''. 24 September 2019.</ref><ref>Wilfred Fujimoto. [https://doi.org/10.2337/diaclin.31.2.90 Gestational Diabetes in High-Risk Populations]. ''Clinical Diabetes''. 1 April 2013. Vol. 31 (2). hlm. 90–94. doi:10.2337/diaclin.31.2.90.</ref> dan [[orang kulit berwarna]] dari [[Afrika]].<ref>Rami H. Al-Rifai. [https://www.frontiersin.org/article/10.3389/fendo.2021.668447 Prevalence of Gestational Diabetes Mellitus in the Middle East and North Africa, 2000–2019: A Systematic Review, Meta-Analysis, and Meta-Regression]. ''Frontiers in Endocrinology''. 2021. Vol. 12. doi:10.3389/fendo.2021.668447/full#h6.</ref><ref>[https://www.aihw.gov.au/reports/diabetes/incidence-of-gestational-diabetes-in-australia/contents/risk-factors Incidence of Gestational Diabetes in Australia, Risk Factors]. ''Australian Institute of Health and Welfare''. 4 September 2019.</ref> | ||
=== Riwayat maternal === | === Riwayat maternal === | ||
'''Usia wanita hamil di atas 40 tahun.''' Risiko untuk terjadinya diabetes gestasional berbanding lurus dengan pertambahan usia wanita hamil. Mekanisme terjadinya hal ini belum diketahui dengan pasti, tetapi berhubungan dengan resistensi insulin tingkat tinggi, tingginya petanda [[inflamasi]] dan [[adipositokin]] dalam [[Sistem peredaran darah|sirkulasi darah]] ibu, serta adanya peningkatan [[stres oksidatif]]. Jika dibandingkan dengan wanita hamil usia 20-24 tahun, risiko menderita diabetes gestasional akan mengalami peningkatan sebesar 3,2 kali untuk wanita berusia ≥ 35 tahun, untuk wanita berusia ≥ 40 tahun sebesar 4,2 kali, dan untuk wanita berusia ≥ 45 tahun sebesar 4,4 kali. | '''Usia wanita hamil di atas 40 tahun.'''<ref>Renata Selbach Pons. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4653418/ Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease]. ''Diabetology & Metabolic Syndrome''. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.</ref> Risiko untuk terjadinya diabetes gestasional berbanding lurus dengan pertambahan usia wanita hamil. Mekanisme terjadinya hal ini belum diketahui dengan pasti, tetapi berhubungan dengan resistensi insulin tingkat tinggi, tingginya petanda [[inflamasi]] dan [[adipositokin]] dalam [[Sistem peredaran darah|sirkulasi darah]] ibu, serta adanya peningkatan [[stres oksidatif]].<ref>Yueyi Li. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0168822719305029 Maternal age and the risk of gestational diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis of over 120 million participants]. ''Diabetes Research and Clinical Practice''. 1 April 2020. Vol. 162. hlm. 108044. doi:10.1016/j.diabres.2020.108044.</ref><ref>Merja K. Laine. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/aogs.13271 Gestational diabetes in primiparous women–impact of age and adiposity: a register-based cohort study]. ''Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica''. 2018. Vol. 97 (2). hlm. 187–194. doi:10.1111/aogs.13271.</ref> Jika dibandingkan dengan wanita hamil usia 20-24 tahun, risiko menderita diabetes gestasional akan mengalami peningkatan sebesar 3,2 kali untuk wanita berusia ≥ 35 tahun, untuk wanita berusia ≥ 40 tahun sebesar 4,2 kali, dan untuk wanita berusia ≥ 45 tahun sebesar 4,4 kali.<ref>Yueyi Li. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0168822719305029 Maternal age and the risk of gestational diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis of over 120 million participants]. ''Diabetes Research and Clinical Practice''. 1 April 2020. Vol. 162. hlm. 108044. doi:10.1016/j.diabres.2020.108044.</ref> | ||
'''Indeks massa tubuh (IMT) ≥ 30 kg/m<sup>2</sup>.''' Dari penelitian yang dilakukan oleh Susan Chu di tahun 2007, diperoleh adanya peningkatan risiko diabetes gestasional sebesar 2,14 kali untuk wanita gemuk ([[Indeks massa tubuh|IMT]] 25-29,9 kg/m<sup>2</sup>), sebesar 3,56 untuk wanita dengan [[obesitas]] (IMT ≥ 30 kg/m<sup>2</sup>), dan sebesar 8,56 untuk wanita sangat obesitas (IMT ≥ 40 kg/m<sup>2</sup>). | '''Indeks massa tubuh (IMT) ≥ 30 kg/m<sup>2</sup>.'''<ref>Renata Selbach Pons. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4653418/ Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease]. ''Diabetology & Metabolic Syndrome''. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.</ref> Dari penelitian yang dilakukan oleh Susan Chu di tahun 2007, diperoleh adanya peningkatan risiko diabetes gestasional sebesar 2,14 kali untuk wanita gemuk ([[Indeks massa tubuh|IMT]] 25-29,9 kg/m<sup>2</sup>), sebesar 3,56 untuk wanita dengan [[obesitas]] (IMT ≥ 30 kg/m<sup>2</sup>), dan sebesar 8,56 untuk wanita sangat obesitas (IMT ≥ 40 kg/m<sup>2</sup>).<ref>Susan Y. Chu. [https://doi.org/10.2337/dc06-2559a Maternal Obesity and Risk of Gestational Diabetes Mellitus]. ''Diabetes Care''. 1 Agustus 2007. Vol. 30 (8). hlm. 2070–2076. doi:10.2337/dc06-2559a.</ref> | ||
'''Riwayat peningkatan kadar gula darah.''' [[Hiperglikemia]] dalam kehamilan merupakan kondisi yang timbul akibat adanya [[diabetes melitus]] yang tidak terdeteksi sebelumnya atau gangguan [[resistensi insulin]] yang berkembang selama masa kehamilan. Hiperglikemia timbul akibat perubahan [[metabolisme]] [[glukosa]] wanita hamil. Peningkatan produksi [[insulin]] oleh [[pankreas]] selama kehamilan ini tidak dapat diakomodasi oleh tubuh wanita hamil sehingga terjadi peningkatan gula darah. | '''Riwayat peningkatan kadar gula darah.'''<ref>Howard Berger. [https://www.researchgate.net/publication/303041059_Diabetes_in_Pregnancy Diabetes in Pregnancy]. ''Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada''. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.</ref> [[Hiperglikemia]] dalam kehamilan merupakan kondisi yang timbul akibat adanya [[diabetes melitus]] yang tidak terdeteksi sebelumnya atau gangguan [[resistensi insulin]] yang berkembang selama masa kehamilan. Hiperglikemia timbul akibat perubahan [[metabolisme]] [[glukosa]] wanita hamil. Peningkatan produksi [[insulin]] oleh [[pankreas]] selama kehamilan ini tidak dapat diakomodasi oleh tubuh wanita hamil sehingga terjadi peningkatan gula darah.<ref>Safiness Simon Msollo. [https://doi.org/10.1186/s12884-019-2463-8 Prevalence of hyperglycemia in pregnancy and influence of body fat on development of hyperglycemia in pregnancy among pregnant women in urban areas of Arusha region, Tanzania]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 28 Agustus 2019. Vol. 19 (1). hlm. 315. doi:10.1186/s12884-019-2463-8.</ref><ref>Masoumeh Abbasi. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5405224/ Determination of the most important risk factors of gestational diabetes in Iran by group analytical hierarchy process]. ''International Journal of Reproductive Biomedicine''. Februari 2017. Vol. 15 (2). hlm. 109–114.</ref> | ||
'''Riwayat keluarga dengan diabetes melitus.''' Dalam sebuah analisis yang dilakukan oleh Gloria Larrabure-Torrealva dan kawan-kawan pada tahun 2018 di [[Peru]], wanita hamil yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya memiliki peningkatan risiko untuk menderita diabetes gestasional 1,53 kali lebih banyak dibandingkan wanita hamil tanpa riwayat keluarga. Penelitian yang dilakukan oleh Hongyan Mao dan kawan-kawan pada tahun 2012 mampu mengisolasi setidaknya 8 [[gen]] yang diturunkan dalam keluarga yang berperan dalam terjadinya diabetes gestasional. | '''Riwayat keluarga dengan diabetes melitus.'''<ref>Yeyi Zhu. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6675405/ Prevalence of Gestational Diabetes and Risk of Progression to Type 2 Diabetes: a Global Perspective]. ''Current diabetes reports''. Januari 2016. Vol. 16 (1). hlm. 7. doi:10.1007/s11892-015-0699-x.</ref> Dalam sebuah analisis yang dilakukan oleh Gloria Larrabure-Torrealva dan kawan-kawan pada tahun 2018 di [[Peru]], wanita hamil yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya memiliki peningkatan risiko untuk menderita diabetes gestasional 1,53 kali lebih banyak dibandingkan wanita hamil tanpa riwayat keluarga.<ref>Yeyi Zhu. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6675405/ Prevalence of Gestational Diabetes and Risk of Progression to Type 2 Diabetes: a Global Perspective]. ''Current diabetes reports''. Januari 2016. Vol. 16 (1). hlm. 7. doi:10.1007/s11892-015-0699-x.</ref><ref>Gloria T. Larrabure-Torrealva. [https://doi.org/10.1186/s12884-018-1904-0 Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus: findings from a universal screening feasibility program in Lima, Peru]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 18 Juli 2018. Vol. 18 (1). hlm. 303. doi:10.1186/s12884-018-1904-0.</ref> Penelitian yang dilakukan oleh Hongyan Mao dan kawan-kawan pada tahun 2012 mampu mengisolasi setidaknya 8 [[gen]] yang diturunkan dalam keluarga yang berperan dalam terjadinya diabetes gestasional.<ref>Hongyan Mao. [https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0045882 Meta-Analysis of the Relationship between Common Type 2 Diabetes Risk Gene Variants with Gestational Diabetes Mellitus]. ''PLOS ONE''. 24 September 2012. Vol. 7 (9). hlm. e45882. doi:10.1371/journal.pone.0045882.</ref> | ||
'''Riwayat menderita diabetes melitus sebelumnya.''' Wanita hamil yang menderita [[diabetes melitus tipe 1]] memiliki kadar HbA1c yang tinggi selama kehamilan meskipun kadar gula darahnya mengalami perbaikan. Seorang wanita yang menderita diabetes melitus pada kehamilan sebelumnya memiliki risiko untuk menderita diabetes gestasional hingga 8,42 kali lebih banyak dibandingkan wanita normal. | '''Riwayat menderita diabetes melitus sebelumnya.'''<ref>Alison Nankervis. [https://www1.racgp.org.au/ajgp/2018/july/gestational-diabetes-mellitus Gestational diabetes mellitus: A pragmatic approach to diagnosis and management]. ''Australian Journal of General Practitioner''. Juli 2018. Vol. 47 (7). doi:10.31128/AJGP-01-18-4479.</ref> Wanita hamil yang menderita [[diabetes melitus tipe 1]] memiliki kadar HbA1c yang tinggi selama kehamilan meskipun kadar gula darahnya mengalami perbaikan.<ref>Gloria T. Larrabure-Torrealva. [https://doi.org/10.1186/s12884-018-1904-0 Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus: findings from a universal screening feasibility program in Lima, Peru]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 18 Juli 2018. Vol. 18 (1). hlm. 303. doi:10.1186/s12884-018-1904-0.</ref> Seorang wanita yang menderita diabetes melitus pada kehamilan sebelumnya memiliki risiko untuk menderita diabetes gestasional hingga 8,42 kali lebih banyak dibandingkan wanita normal.<ref>Kai Wei Lee. [https://doi.org/10.1186/s12884-018-2131-4 Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus in Asia: a systematic review and meta-analysis]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 14 Desember 2018. Vol. 18 (1). hlm. 494. doi:10.1186/s12884-018-2131-4.</ref> | ||
'''Riwayat persalinan dengan bayi besar untuk masa kehamilan.''' [[Asosiasi Diabetes Amerika]] merekomendasikan skrining bagi wanita dengan riwayat melahirkan [[Besar untuk masa kehamilan|bayi besar]] dalam kehamilan sebelumnya karena hal ini menunjukkan adanya gangguan toleransi glukosa dan kemungkinan diabetes gestasional yang tidak terdeteksi. | '''Riwayat persalinan dengan bayi besar untuk masa kehamilan.'''<ref>Renata Selbach Pons. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4653418/ Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease]. ''Diabetology & Metabolic Syndrome''. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.</ref> [[Asosiasi Diabetes Amerika]] merekomendasikan skrining bagi wanita dengan riwayat melahirkan [[Besar untuk masa kehamilan|bayi besar]] dalam kehamilan sebelumnya karena hal ini menunjukkan adanya gangguan toleransi glukosa dan kemungkinan diabetes gestasional yang tidak terdeteksi.<ref>Corrie Miller. [https://doi.org/10.1186/s40748-021-00132-8 The risk of diabetes after giving birth to a macrosomic infant: data from the NHANES cohort]. ''Maternal Health, Neonatology and Perinatology''. 12 Mei 2021. Vol. 7 (1). hlm. 12. doi:10.1186/s40748-021-00132-8.</ref> | ||
'''Sindrom ovarium polikistik atau ''polycystic ovary syndrome'' (PCOS).''' Kondisi ini merupakan kelainan [[Sistem endokrin|endokrin]] yang banyak diderita oleh wanita usia subur. Di [[Eropa]], prevalensinya mencapai 20%. [[Sindrom ovarium polikistik|PCOS]] ditandai dengan adanya [[hiperandrogenisme]] dan peningkatan resistensi insulin sehingga dapat memicu terjadinya diabetes gestasional. | '''Sindrom ovarium polikistik atau ''polycystic ovary syndrome'' (PCOS).'''<ref>Renata Selbach Pons. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4653418/ Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease]. ''Diabetology & Metabolic Syndrome''. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.</ref> Kondisi ini merupakan kelainan [[Sistem endokrin|endokrin]] yang banyak diderita oleh wanita usia subur. Di [[Eropa]], prevalensinya mencapai 20%. [[Sindrom ovarium polikistik|PCOS]] ditandai dengan adanya [[hiperandrogenisme]] dan peningkatan resistensi insulin sehingga dapat memicu terjadinya diabetes gestasional.<ref>Stine Lyngvi Fougner. [https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0254895 No impact of gestational diabetes mellitus on pregnancy complications in women with PCOS, regardless of GDM criteria used]. ''PLOS ONE''. 23 Juli 2021. Vol. 16 (7). hlm. e0254895. doi:10.1371/journal.pone.0254895.</ref> | ||
'''Riwayat bayi lahir mati dalam masa perinatal.''' Seorang wanita hamil dengan diabetes memiliki risiko hingga 5 kali lipat untuk mengalami [[Lahir mati|bayi lahir mati]] dibandingkan wanita normal. Oleh karena itu, riwayat bayi lahir mati pada kehamilan sebelumnya menjadi faktor risiko seorang wanita untuk menderita diabetes gestasional. | '''Riwayat bayi lahir mati dalam masa perinatal.'''<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref><ref>Masoumeh Abbasi. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5405224/ Determination of the most important risk factors of gestational diabetes in Iran by group analytical hierarchy process]. ''International Journal of Reproductive Biomedicine''. Februari 2017. Vol. 15 (2). hlm. 109–114.</ref> Seorang wanita hamil dengan diabetes memiliki risiko hingga 5 kali lipat untuk mengalami [[Lahir mati|bayi lahir mati]] dibandingkan wanita normal. Oleh karena itu, riwayat bayi lahir mati pada kehamilan sebelumnya menjadi faktor risiko seorang wanita untuk menderita diabetes gestasional.<ref>Hamid Reza Tabatabaee. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7283174/ Risk of Stillbirth in Women with Gestational Diabetes and High Blood Pressure]. ''Iranian Journal of Public Health''. April 2020. Vol. 49 (4). hlm. 773–781.</ref><ref>Sharon T. Mackin. [https://doi.org/10.1007/s00125-019-4943-9 Factors associated with stillbirth in women with diabetes]. ''Diabetologia''. 1 Oktober 2019. Vol. 62 (10). hlm. 1938–1947. doi:10.1007/s00125-019-4943-9.</ref> | ||
'''Pengobatan dengan kortikosteroid.''' Wanita hamil dengan [[penyakit autoimun]] yang menerima terapi [[kortikosteroid]] memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita diabetes gestasional. Pemberian [[glukokortikoid]] sistemik akan meningkatkan [[resistensi insulin]] dengan cara mengurangi [[ekspresi gen]] untuk transpor glukosa dan mengurangi migrasi sel serta menurunkan level [[glikogen sintase]]. | '''Pengobatan dengan kortikosteroid.'''<ref>Howard Berger. [https://www.researchgate.net/publication/303041059_Diabetes_in_Pregnancy Diabetes in Pregnancy]. ''Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada''. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.</ref> Wanita hamil dengan [[penyakit autoimun]] yang menerima terapi [[kortikosteroid]] memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita diabetes gestasional.<ref>Gretchen Bandoli. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5604866/ A review of systemic corticosteroid use in pregnancy and the risk of select pregnancy and birth outcomes]. ''Rheumatic diseases clinics of North America''. Agustus 2017. Vol. 43 (3). hlm. 489–502. doi:10.1016/j.rdc.2017.04.013.</ref> Pemberian [[glukokortikoid]] sistemik akan meningkatkan [[resistensi insulin]] dengan cara mengurangi [[ekspresi gen]] untuk transpor glukosa<ref>Steven P Weinstein. [https://doi.org/10.2337/diab.44.4.441 Glucocorticoid-Induced Insulin Resistance: Dexamethasone Inhibits the Activation of Glucose Transport in Rat Skeletal Muscle by Both Insulin- and Non-Insulin-Related Stimuli]. ''Diabetes''. 1 April 1995. Vol. 44 (4). hlm. 441–445. doi:10.2337/diab.44.4.441.</ref><ref>Natalia M. Leguisamo. [https://doi.org/10.1186/1475-2840-11-100 GLUT4 content decreases along with insulin resistance and high levels of inflammatory markers in rats with metabolic syndrome]. ''Cardiovascular Diabetology''. 16 Agustus 2021. Vol. 11 (1). hlm. 100. doi:10.1186/1475-2840-11-100.</ref> dan mengurangi migrasi sel serta menurunkan level [[glikogen sintase]].<ref>Chang-Hoon Lee. [https://journals.lww.com/md-journal/fulltext/2016/05310/inhaled_corticosteroids_use_is_not_associated_with.7.aspx Inhaled Corticosteroids Use Is Not Associated With an Increased Risk of Pregnancy-Induced Hypertension and Gestational Diabetes Mellitus: Two Nested Case-Control Studies]. ''Medicine''. Mei 2016. Vol. 95 (22). hlm. e3627. doi:10.1097/MD.0000000000003627.</ref><ref>Jérôme Ruzzin. [https://www.researchgate.net/publication/7681747_Glucocorticoid-induced_insulin_resistance_in_skeletal_muscles_Defects_in_insulin_signalling_and_the_effects_of_a_selective_glycogen_synthase_kinase-3_inhibitor Glucocorticoid-induced insulin resistance in skeletal muscles: Defects in insulin signalling and the effects of a selective glycogen synthase kinase-3 inhibitor]. ''Diabetologia''. 1 November 2005. Vol. 48. hlm. 2119–30. doi:10.1007/s00125-005-1886-0.</ref> | ||
'''Pengobatan dengan antipsikotik.''' Dari penelitian yang dilakukan oleh Suat Kucukgoncu dan kawan-kawan pada tahun 2019, penggunaan obat [[antipsikotik]] akan meningkatkan risiko diabetes gestasional hingga 1,6 kali lipat dibandingkan wanita hamil kontrol. Mekanisme timbulnya diabetes gestasional terjadi akibat peningkatan berat badan. Antipsikotik meningkatkan [[nafsu makan]] dengan cara menghambat reseptor [[dopamin]]. | '''Pengobatan dengan antipsikotik.'''<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref><ref>[https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0024/140874/ed-gdm.pdf Gestational Diabetes Mellitus]. ''www.health.qld.gov.au''. Februari 2021.</ref> Dari penelitian yang dilakukan oleh Suat Kucukgoncu dan kawan-kawan pada tahun 2019, penggunaan obat [[antipsikotik]] akan meningkatkan risiko diabetes gestasional hingga 1,6 kali lipat dibandingkan wanita hamil kontrol.<ref>Suat Kucukgoncu. [https://doi.org/10.1093/schbul/sbz058 Antipsychotic Exposure in Pregnancy and the Risk of Gestational Diabetes: A Systematic Review and Meta-analysis]. ''Schizophrenia Bulletin''. 26 Februari 2020. Vol. 46 (2). hlm. 311–318. doi:10.1093/schbul/sbz058.</ref> Mekanisme timbulnya diabetes gestasional terjadi akibat peningkatan berat badan. Antipsikotik meningkatkan [[nafsu makan]] dengan cara menghambat reseptor [[dopamin]].<ref>Richard I. G. Holt. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6718373/ Association Between Antipsychotic Medication Use and Diabetes]. ''Current Diabetes Reports''. 2019. Vol. 19 (10). hlm. 96. doi:10.1007/s11892-019-1220-8.</ref><ref>Theary Chhim. [https://www.uspharmacist.com/article/antipsychotic-induced-diabetes-mellitus Antipsychotic-Induced Diabetes Mellitus]. ''www.uspharmacist.com''. 2012.</ref> | ||
Penumpukan jaringan [[Lemak tubuh|lemak]] akan menyebabkan [[lipolisis]] yang tidak terkontrol sehingga [[asam lemak]] dalam [[darah]] akan meningkat. Peningkatan ini akan merangsang terjadinya [[glukoneogenesis]] dan resistensi insulin di [[hati]] dan [[otot]] akibat penumpukan [[Digliserida|diasilgliserol]] atau [[digliserida]]. | Penumpukan jaringan [[Lemak tubuh|lemak]] akan menyebabkan [[lipolisis]] yang tidak terkontrol sehingga [[asam lemak]] dalam [[darah]] akan meningkat. Peningkatan ini akan merangsang terjadinya [[glukoneogenesis]] dan resistensi insulin di [[hati]] dan [[otot]] akibat penumpukan [[Digliserida|diasilgliserol]] atau [[digliserida]].<ref>Richard I. G. Holt. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6718373/ Association Between Antipsychotic Medication Use and Diabetes]. ''Current Diabetes Reports''. 2019. Vol. 19 (10). hlm. 96. doi:10.1007/s11892-019-1220-8.</ref> | ||
Antipsikotik juga memiliki efek toksik terhadap [[sel beta]] [[pankreas]] sehingga sekresinya akan menurun. | Antipsikotik juga memiliki efek toksik terhadap [[sel beta]] [[pankreas]] sehingga sekresinya akan menurun.<ref>Richard I. G. Holt. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6718373/ Association Between Antipsychotic Medication Use and Diabetes]. ''Current Diabetes Reports''. 2019. Vol. 19 (10). hlm. 96. doi:10.1007/s11892-019-1220-8.</ref><ref>Theary Chhim. [https://www.uspharmacist.com/article/antipsychotic-induced-diabetes-mellitus Antipsychotic-Induced Diabetes Mellitus]. ''www.uspharmacist.com''. 2012.</ref> | ||
'''Kehamilan kembar.''' Kejadian diabetes gestasional dapat dipicu oleh kehamilan [[kembar]]. Kehamilan kembar akan menyebabkan peningkatan berat badan dan penurunan kadar PAPPA (sejenis [[metaloprotease]]) yang berfungsi untuk mengatur [[faktor pertumbuhan mirip insulin]] atau ''insulin-like growth factor'' (IGF). Kadar PAPPA yang rendah akan menyebabkan gangguan [[proteolisis]] [[Adipositas|jaringan adiposa]] sehingga terjadi penumpukan lemak. [[Gangguan metabolisme]] jaringan lemak ini akan meningkatkan resistensi insulin dan gangguan toleransi glukosa. | '''Kehamilan kembar.'''<ref>[https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0024/140874/ed-gdm.pdf Gestational Diabetes Mellitus]. ''www.health.qld.gov.au''. Februari 2021.</ref> Kejadian diabetes gestasional dapat dipicu oleh kehamilan [[kembar]]. Kehamilan kembar akan menyebabkan peningkatan berat badan dan penurunan kadar PAPPA (sejenis [[metaloprotease]]) yang berfungsi untuk mengatur [[faktor pertumbuhan mirip insulin]] atau ''insulin-like growth factor'' (IGF). Kadar PAPPA yang rendah akan menyebabkan gangguan [[proteolisis]] [[Adipositas|jaringan adiposa]] sehingga terjadi penumpukan lemak. [[Gangguan metabolisme]] jaringan lemak ini akan meningkatkan resistensi insulin dan gangguan toleransi glukosa.<ref>Liran Hiersch. [https://obgyn.utoronto.ca/sites/default/files/incidence_and_risk_factors_for_gestational_diabetes_mellitus_in_twin_versus_singleton_pregnancies.pdf Incidence and risk factors for gestational diabetes mellitus in twin versus singleton pregnancies]. ''Archives of Gynecology and Obstetrics''. September 2018. Vol. 298 (3). hlm. 579–587. doi:10.1007/s00404-018-4847-9.</ref><ref>Olga Buerger. [https://www.mdpi.com/2077-0383/10/17/3814 First-Trimester Screening for Gestational Diabetes Mellitus in Twin Pregnancies]. ''Journal of Clinical Medicine''. Januari 2021. Vol. 10 (17). hlm. 3814. doi:10.3390/jcm10173814.</ref> | ||
== Skrining == | == Skrining == | ||
Strategi skrining diabetes gestasional pada wanita hamil kini dimulai pada pemeriksaan kehamilan pertama. Jika tidak ditemukan kemungkinan adanya diabetes melitus atau kondisi [[prediabetes]], pemeriksaan yang sama dilakukan lagi saat usia kehamilan 24-28 minggu. [[Asosiasi Diabetes Amerika]] (ADA) merekomendasikan skrining untuk wanita hamil dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki satu atau lebih faktor risiko berikut: | Strategi skrining diabetes gestasional pada wanita hamil kini dimulai pada pemeriksaan kehamilan pertama. Jika tidak ditemukan kemungkinan adanya diabetes melitus atau kondisi [[prediabetes]], pemeriksaan yang sama dilakukan lagi saat usia kehamilan 24-28 minggu. [[Asosiasi Diabetes Amerika]] (ADA) merekomendasikan skrining untuk wanita hamil dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki satu atau lebih faktor risiko berikut:<ref>[https://journals.lww.com/greenjournal/fulltext/2017/07000/practice_bulletin_no__180__gestational_diabetes.51.aspx Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus]. ''Obstetrics & Gynecology''. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.</ref> | ||
* Tidak aktif secara fisik | * Tidak aktif secara fisik | ||
| Baris 77: | Baris 123: | ||
* Kadar HbA1c ≥ 5,7% atau terdapat gangguan toleransi glukosa dan gangguan glukosa puasa | * Kadar HbA1c ≥ 5,7% atau terdapat gangguan toleransi glukosa dan gangguan glukosa puasa | ||
* Memiliki kondisi klinis yang berhubungan dengan resistensi insulin (IMT > 40 kg/m<sup>2</sup>, [[akantosis nigrikans]]) | * Memiliki kondisi klinis yang berhubungan dengan resistensi insulin (IMT > 40 kg/m<sup>2</sup>, [[akantosis nigrikans]]) | ||
* Memiliki riwayat [[penyakit kardiovaskular]]. | * Memiliki riwayat [[penyakit kardiovaskular]].<ref>[https://journals.lww.com/greenjournal/fulltext/2017/07000/practice_bulletin_no__180__gestational_diabetes.51.aspx Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus]. ''Obstetrics & Gynecology''. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.</ref> | ||
== Patofisiologi == | == Patofisiologi == | ||
Diabetes gestasional memiliki kemiripan dengan [[diabetes melitus tipe 2]] yang terjadi akibat resistensi dan insensitivitas [[insulin]]. Mekanisme terjadinya diabetes gestasional masih belum dipahami sepenuhnya, tetapi diduga akibat disfungsi [[sel beta]] [[pankreas]]. | Diabetes gestasional memiliki kemiripan dengan [[diabetes melitus tipe 2]] yang terjadi akibat resistensi dan insensitivitas [[insulin]]. Mekanisme terjadinya diabetes gestasional masih belum dipahami sepenuhnya, tetapi diduga akibat disfungsi [[sel beta]] [[pankreas]]. | ||
Pada trimester kedua dan ketiga kehamilan, produksi hormon mengalami peningkatan. Jika sel beta pankreas tidak mampu menghasilkan jumlah insulin yang cukup untuk regulasi glukosa, maka akan terjadi peningkatan gula darah. Penelitian yang dilakukan oleh A.H. Xiang dan kawan-kawan berhasil memperlihatkan penurunan fungsi sel beta pankreas hingga 67% pada wanita dengan diabetes gestasional. Piotr Molęda dan kawan-kawan kemudian membuktikan bahwa hal tersebut terjadi bukan akibat proses [[autoimunitas]] berdasarkan tes [[antibodi]] anti [[asam glutamat dekarboksilase]] yang menunjukkan hasil negatif. Molęda menyebutkan bahwa kemungkinan disfungsi sel beta pankreas tersebut disebabkan oleh faktor [[genetika]]. | Pada trimester kedua dan ketiga kehamilan, produksi hormon mengalami peningkatan. Jika sel beta pankreas tidak mampu menghasilkan jumlah insulin yang cukup untuk regulasi glukosa, maka akan terjadi peningkatan gula darah.<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref><ref>Denice S. Feig. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2474881/ Risk of development of diabetes mellitus after diagnosis of gestational diabetes]. ''CMAJ : Canadian Medical Association Journal''. 29 Juli 2008. Vol. 179 (3). hlm. 229–234. doi:10.1503/cmaj.080012.</ref> Penelitian yang dilakukan oleh A.H. Xiang dan kawan-kawan berhasil memperlihatkan penurunan fungsi sel beta pankreas hingga 67% pada wanita dengan diabetes gestasional.<ref>A H Xiang. [https://doi.org/10.2337/diabetes.48.4.848 Multiple metabolic defects during late pregnancy in women at high risk for type 2 diabetes]. ''Diabetes''. 1 April 1999. Vol. 48 (4). hlm. 848–854. doi:10.2337/diabetes.48.4.848.</ref> Piotr Molęda dan kawan-kawan kemudian membuktikan bahwa hal tersebut terjadi bukan akibat proses [[autoimunitas]] berdasarkan tes [[antibodi]] anti [[asam glutamat dekarboksilase]] yang menunjukkan hasil negatif. Molęda menyebutkan bahwa kemungkinan disfungsi sel beta pankreas tersebut disebabkan oleh faktor [[genetika]].<ref>Piotr Molęda. [https://www.researchgate.net/publication/280867383_The_adipokines_and_beta_cell_dysfunction_in_normoglycemic_women_with_previous_gestational_diabetes_mellitus The adipokines and beta cell dysfunction in normoglycemic women with previous gestational diabetes mellitus]. ''Polskie Archiwum Medycyny Wewnetrznej''. 7 Agustus 2015. Vol. 125. doi:10.20452/pamw.3043.</ref> | ||
Selama kehamilan, plasenta akan menghasilkan beberapa [[hormon]] yang bertujuan untuk pertumbuhan dan menginduksi perubahan metabolisme selama kehamilan. Perubahan ini akan menyebabkan modifikasi terhadap reseptor insulin. [[Hormon laktogen plasenta manusia]] atau disebut juga hormon somatomammotropin korionik manusia dan [[kortisol]] akan menghalangi [[Reseptor (biokimia)|reseptor]] insulin sehingga terjadi penurunan insulin di dalam peredaran darah. | Selama kehamilan, plasenta akan menghasilkan beberapa [[hormon]] yang bertujuan untuk pertumbuhan dan menginduksi perubahan metabolisme selama kehamilan. Perubahan ini akan menyebabkan modifikasi terhadap reseptor insulin. [[Hormon laktogen plasenta manusia]] atau disebut juga hormon somatomammotropin korionik manusia dan [[kortisol]] akan menghalangi [[Reseptor (biokimia)|reseptor]] insulin sehingga terjadi penurunan insulin di dalam peredaran darah.<ref>Bryan S. Quintanilla Rodriguez. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545196/ Gestational Diabetes]. StatPearls Publishing. 2022.</ref> | ||
Selain itu, [[fosforilasi]] oleh [[tirosina kinase]] akan mengalami penurunan dan terjadi perubahan bentuk reseptor insulin yang akan menyebabkan kegagalan insulin untuk mengikat glukosa dalam darah. | Selain itu, [[fosforilasi]] oleh [[tirosina kinase]] akan mengalami penurunan dan terjadi perubahan bentuk reseptor insulin yang akan menyebabkan kegagalan insulin untuk mengikat glukosa dalam darah.<ref>Bryan S. Quintanilla Rodriguez. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545196/ Gestational Diabetes]. StatPearls Publishing. 2022.</ref> | ||
Jika wanita hamil memiliki indeks massa tubuh yang ≥ 30 kg/m<sup>2</sup>, akan terjadi inflamasi ringan yang berlangsung kronis. Inflamasi ini akan menginduksi sintesis [[asam santurenat]] yang merupakan unsur yang berperan dalam perkembangan diabetes gestasional dan kondisi prediabetes. | Jika wanita hamil memiliki indeks massa tubuh yang ≥ 30 kg/m<sup>2</sup>, akan terjadi inflamasi ringan yang berlangsung kronis. Inflamasi ini akan menginduksi sintesis [[asam santurenat]] yang merupakan unsur yang berperan dalam perkembangan diabetes gestasional dan kondisi prediabetes.<ref>Bryan S. Quintanilla Rodriguez. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545196/ Gestational Diabetes]. StatPearls Publishing. 2022.</ref> | ||
== Diagnosis == | == Diagnosis == | ||
Pendekatan diagnosis diabetes gestasional yang banyak dilakukan dan dinilai efektif adalah melalui skrining faktor risiko. Selain itu ada juga yang menggunakan sistem skoring berdasarkan usia kehamilan, [[indeks massa tubuh]], riwayat keluarga dengan [[diabetes melitus]], riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, [[glikosuria]], dan usia wanita hamil seperti yang dilakukan di [[Kanada]], [ | Pendekatan diagnosis diabetes gestasional yang banyak dilakukan dan dinilai efektif adalah melalui skrining faktor risiko. Selain itu ada juga yang menggunakan sistem skoring berdasarkan usia kehamilan, [[indeks massa tubuh]], riwayat keluarga dengan [[diabetes melitus]], riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, [[glikosuria]], dan usia wanita hamil seperti yang dilakukan di [[Kanada]],<ref>C. David Naylor. [https://doi.org/10.1056/NEJM199711273372204 Selective Screening for Gestational Diabetes Mellitus]. ''New England Journal of Medicine''. 27 November 1997. Vol. 337 (22). hlm. 1591–1596. doi:10.1056/NEJM199711273372204.</ref> [[Vietnam]],<ref>Thach S. Tran. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3579359/ Early Prediction of Gestational Diabetes Mellitus in Vietnam]. ''Diabetes Care''. Maret 2013. Vol. 36 (3). hlm. 618–624. doi:10.2337/dc12-1418.</ref> [[Denmark]], [[Thailand]].<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | ||
Pada tahun 2010, International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups (IADPSG) merekomendasikan skrining kepada semua wanita hamil dengan metode satu langkah menggunakan [[tes toleransi glukosa oral]] 75 gram atau 75 gram ''oral glucose tolerance test'' (OGTT 75-g). Dengan rekomendasi yang didukung oleh [[Organisasi Kesehatan Dunia|WHO]], [[Federasi Diabetes Internasional]] atau International Diabetes Federation (IDF), dan [[Asosiasi Diabetes Amerika]] atau American Diabetes Association (ADA) ini,<ref>Stephen Colagiuri. [https://www.researchgate.net/publication/261732808_Strategies_for_implementing_the_WHO_diagnostic_criteria_and_classification_of_hyperglycaemia_first_detected_in_pregnancy Strategies for implementing the WHO diagnostic criteria and classification of hyperglycaemia first detected in pregnancy]. ''Diabetes research and clinical practice''. 1 Maret 2014. Vol. 103. hlm. 364–72. doi:10.1016/j.diabres.2014.02.012.</ref> skrining dengan metode 2 langkah menggunakan glukosa 50 gr dan 100 gram tidak lagi dilakukan.<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2827530/ International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups Recommendations on the Diagnosis and Classification of Hyperglycemia in Pregnancy]. ''Diabetes Care''. Maret 2010. Vol. 33 (3). hlm. 676–682. doi:10.2337/dc09-1848.</ref> | |||
<sup>a Wanita Asia memiliki risiko tinggi mengalami hiperglikemia dengan [[Prevalensi|insiden]] tertinggi pada kelompok wanita usia muda. Pada populasi Asia, gula darah puasa dan HbA1c sensitifitasnya lebih rendah dibandingkan pemeriksaan tes toleransi glukosa oral 2 jam setelah makan. Dalam satu penelitian di [[Tiongkok|Cina]], partisipan tanpa diabetes terbukti memiliki peningkatan kadar gula darah dengan tes toleransi glukosa oral 2 jam setelah makan.</sup> | FIGO membagi skrining diabetes gestasional berdasarkan ketersediaan pemeriksaan ke dalam tiga kriteria yaitu:<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | ||
{| class="wikitable" | |||
|+ | |||
! rowspan="2" |Ketersediaan sarana | |||
! colspan="2" |Strategi | |||
|- | |||
|Waktu pemeriksaan | |||
|Alat diagnostik | |||
|- | |||
| rowspan="2" |Sarana pemeriksaan lengkap | |||
|Trimester pertama | |||
|Gula darah puasa, gula darah sewaktu, atau pemeriksaan [[Hemoglobin terglikasi|HbA1c]] | |||
|- | |||
|Kehamilan usia 24-28 minggu | |||
|Jika skrining pertama negatif, lakukan tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan | |||
|- | |||
|Sarana pemeriksaan lengkap dan terdapat [[Kelompok etnik|etnis]] dengan risiko tinggi<sup>a</sup> | |||
|Trimester pertama | |||
|Tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan | |||
|- | |||
| | |||
|Kehamilan usia 24-28 minggu | |||
|Jika skrining pertama negatif, lakukan tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan | |||
|- | |||
|Sarana standar | |||
|Kehamilan usia 24-28 minggu | |||
|Tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan | |||
|} | |||
<sup>a Wanita Asia memiliki risiko tinggi mengalami hiperglikemia dengan [[Prevalensi|insiden]] tertinggi pada kelompok wanita usia muda.<ref>Qing Qiao. [https://www.researchgate.net/publication/10744080_Age-_and_sex-specific_prevalence_of_diabetes_and_impaired_glucose_regulation_in_11_Asian_Cohorts Age- and sex-specific prevalence of diabetes and impaired glucose regulation in 11 Asian Cohorts]. ''Diabetes care''. 1 Juli 2003. Vol. 26. hlm. 1770–80.</ref> Pada populasi Asia, gula darah puasa dan HbA1c sensitifitasnya lebih rendah dibandingkan pemeriksaan tes toleransi glukosa oral 2 jam setelah makan.<ref>Ambady Ramachandran. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v3/i6/110.htm Trends in prevalence of diabetes in Asian countries]. ''World Journal of Diabetes''. 15 juni 2012. Vol. 3 (6). hlm. 110–117. doi:10.4239/wjd.v3.i6.110.</ref> Dalam satu penelitian di [[Tiongkok|Cina]], partisipan tanpa diabetes terbukti memiliki peningkatan kadar gula darah dengan tes toleransi glukosa oral 2 jam setelah makan.<ref>Wenying Yang. [https://doi.org/10.1056/NEJMoa0908292 Prevalence of Diabetes among Men and Women in China]. ''New England Journal of Medicine''. 25 Maret 2010. Vol. 362 (12). hlm. 1090–1101. doi:10.1056/NEJMoa0908292.</ref></sup> | |||
=== Kriteria diagnosis === | === Kriteria diagnosis === | ||
FIGO mengadopsi kriteria diagnosis yang ditetapkan oleh WHO sebagai kriteria diagnosis diabetes gestasional terbaru. Seorang wanita hamil harus memiliki satu atau lebih hasil pemeriksaan positif untuk gula darah puasa dan atau pemeriksaan gula darah 2 jam setelah pemberian glukosa 75 gram atau pemeriksaan gula darah sewaktu yang dilakukan secara acak. Asosiasi Diabetes Amerika menambahkan rekomendasi pemeriksaan HbA1c sebagai alat bantu diagnosis diabetes pada wanita hamil. | FIGO mengadopsi kriteria diagnosis yang ditetapkan oleh WHO sebagai kriteria diagnosis diabetes gestasional terbaru. Seorang wanita hamil harus memiliki satu atau lebih hasil pemeriksaan positif untuk gula darah puasa dan atau pemeriksaan gula darah 2 jam setelah pemberian glukosa 75 gram atau pemeriksaan gula darah sewaktu yang dilakukan secara acak. Asosiasi Diabetes Amerika menambahkan rekomendasi pemeriksaan HbA1c sebagai alat bantu diagnosis diabetes pada wanita hamil.<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | ||
{| class="wikitable" | |||
|+Perbedaan kriteria diagnosis diabetes dalam kehamilan dengan diabetes gestasional<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | |||
! | |||
!Diabetes dalam kehamilan | |||
!Diabetes gestasional | |||
|- | |||
|[[Gula darah|Gula darah puasa]] | |||
|≥ 7 [[Mol|mmol]]/[[liter]] (126 [[Gram|mg]]/dl) | |||
|5,1-6,9 mmol/liter (95-125 gr/dl) | |||
|- | |||
|1 jam setelah pemberian 75 [[gram]] [[glukosa]] | |||
| | |||
|≥ 10 mmol/liter (180 mg/dl) | |||
|- | |||
|2 jam setelah pemberian 75 gram glukosa | |||
|≥ 11,1 mmol/liter (200 mg/dl) | |||
|8,5-11 mmol/liter (153–199 mg/dl) | |||
|- | |||
|[[Gula darah|Gula darah sewaktu]] | |||
|≥ 11,1 mmol/liter (200 mg/dl) disertai gejala diabetes | |||
| | |||
|- | |||
|HbA1c | |||
|≥ 48 mmol/liter atau 6,5% di awal kehamilan | |||
|41 mmol/mol-48 mmol/mol | |||
Nilai yang lebih rendah tidak berarti normal | |||
|} | |||
== Penatalaksanaan == | == Penatalaksanaan == | ||
=== Terapi nonfarmakologi === | === Terapi nonfarmakologi === | ||
Penanganan wanita hamil dengan diabetes gestasional melalui perbaikan pola hidup dimulai dengan terapi gizi secara medis, aktivitas fisik, manajemen berat badan berdasarkan usia kehamilan, edukasi dan dukungan psikososial, serta pengawasan gula darah secara mandiri. | Penanganan wanita hamil dengan diabetes gestasional melalui perbaikan pola hidup dimulai dengan terapi gizi secara medis, aktivitas fisik, manajemen berat badan berdasarkan usia kehamilan, edukasi dan dukungan psikososial, serta pengawasan gula darah secara mandiri.<ref>American Diabetes Association. [https://doi.org/10.2337/dc20-S014 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2020]. ''Diabetes Care''. 16 Desember 2019. Vol. 43 (Supplement_1). hlm. S183–S192. doi:10.2337/dc20-S014.</ref> | ||
==== Modifikasi pola makan ==== | ==== Modifikasi pola makan ==== | ||
Terapi [[Nutrisi|gizi]] medis berupa perencanaan makanan harus memenuhi kebutuhan [[kalori]] yang cukup untuk perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil, mampu mencapai target kadar glukosa yang diinginkan, dan meningkatkan berat badan sesuai dengan usia kehamilan. Kebutuhan kalori dasar ibu hamil disesuaikan dengan usia ibu saat mengandung dan usia kehamilannya berdasarkan panduan diet tahun 2020-2025 yang dikeluarkan oleh [[Kementerian Pertanian Amerika Serikat]] yaitu 175 gram [[karbohidrat]], 71 gram [[protein]], dan 28 gram [[Serat pangan|serat]]. | Terapi [[Nutrisi|gizi]] medis berupa perencanaan makanan harus memenuhi kebutuhan [[kalori]] yang cukup untuk perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil, mampu mencapai target kadar glukosa yang diinginkan, dan meningkatkan berat badan sesuai dengan usia kehamilan. Kebutuhan kalori dasar ibu hamil disesuaikan dengan usia ibu saat mengandung dan usia kehamilannya berdasarkan panduan diet tahun 2020-2025<ref>[https://www.dietaryguidelines.gov/resources/2020-2025-dietary-guidelines-online-materials Dietary Guidelines for Americans, 2020-2025 and Online Materials Dietary Guidelines for Americans]. ''www.dietaryguidelines.gov''.</ref> yang dikeluarkan oleh [[Kementerian Pertanian Amerika Serikat]] yaitu 175 gram [[karbohidrat]], 71 gram [[protein]], dan 28 gram [[Serat pangan|serat]].<ref>American Diabetes Association. [https://doi.org/10.2337/dc20-S014 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2020]. ''Diabetes Care''. 16 Desember 2019. Vol. 43 (Supplement_1). hlm. S183–S192. doi:10.2337/dc20-S014.</ref> | ||
Diet karbohidrat untuk wanita hamil dengan diabetes gestasional diutamakan yang mengandung [[indeks glikemik]] rendah, membatasi karbohidrat hanya 40-50% dari total kebutuhan kalori harian, menghindari [[gula]] yang diproses seperti [[permen]] dan [[Minuman ringan|minuman bersoda]], dan meningkatkan asupan serat. | Diet karbohidrat untuk wanita hamil dengan diabetes gestasional diutamakan yang mengandung [[indeks glikemik]] rendah, membatasi karbohidrat hanya 40-50% dari total kebutuhan kalori harian, menghindari [[gula]] yang diproses seperti [[permen]] dan [[Minuman ringan|minuman bersoda]], dan meningkatkan asupan serat.<ref>Jeffrey Denney. [https://www.researchgate.net/publication/325285075_Gestational_Diabetes_Underpinning_Principles_Surveillance_and_Management Gestational Diabetes: Underpinning Principles, Surveillance, and Management]. ''Obstetrics and Gynecology Clinics of North America''. 1 Juni 2018. Vol. 45. hlm. 299–314. doi:10.1016/j.ogc.2018.01.003.</ref><ref>Celeste Durnwald. [https://www.uptodate.com/contents/gestational-diabetes-mellitus-glycemic-control-and-maternal-prognosis#H12 Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis]. ''www.uptodate.com''. Januari 2022.</ref> | ||
Tujuan terapi gizi medis adalah mencapai target gula darah yang normal dan mencegah terjadinya [[ketosis]]. | Tujuan terapi gizi medis adalah mencapai target gula darah yang normal dan mencegah terjadinya [[ketosis]].<ref>[https://journals.lww.com/greenjournal/fulltext/2017/07000/practice_bulletin_no__180__gestational_diabetes.51.aspx Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus]. ''Obstetrics & Gynecology''. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.</ref><ref>Celeste Durnwald. [https://www.uptodate.com/contents/gestational-diabetes-mellitus-glycemic-control-and-maternal-prognosis#H12 Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis]. ''www.uptodate.com''. Januari 2022.</ref> | ||
==== Olahraga ==== | ==== Olahraga ==== | ||
Kegiatan fisik yang dianjurkan bagi wanita hamil dengan diabetes gestasional adalah latihan [[aerobik]] (berjalan kaki, sepeda statis, [[berenang]], olahraga air, kelas senam kehamilan) intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 5 hari dalam seminggu atau minimal 150 menit per minggu. Wanita hamil yang sebelumnya tidak banyak beraktivitas dianjurkan untuk meningkatkan jumlah waktunya secara bertahap. Sebaliknya jika sebelumnya sudah aktif, intensitas aktivitas fisik wanita hamil justru diturunkan atau dipertahankan. | Kegiatan fisik yang dianjurkan bagi wanita hamil dengan diabetes gestasional adalah latihan [[aerobik]] (berjalan kaki, sepeda statis, [[berenang]], olahraga air, kelas senam kehamilan) intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 5 hari dalam seminggu atau minimal 150 menit per minggu.<ref>Sheri R Colberg. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3874484/ Prescribing physical activity to prevent and manage gestational diabetes]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2013. Vol. 4 (6). hlm. 256–262. doi:10.4239/wjd.v4.i6.256.</ref><ref>[https://www.obgproject.com/2017/06/25/acog-releases-updated-guidance-gestational-diabetes/ ACOG Guidance on Gestational Diabetes]. ''The ObG Project''. 26 Juni 2017.</ref> Wanita hamil yang sebelumnya tidak banyak beraktivitas dianjurkan untuk meningkatkan jumlah waktunya secara bertahap. Sebaliknya jika sebelumnya sudah aktif, intensitas aktivitas fisik wanita hamil justru diturunkan atau dipertahankan.<ref>Sport Medicine Australia. [https://sma.org.au/sma-site-content/uploads/2017/08/SMA-Position-Statement-Exercise-Pregnancy.pdf Pregnancy and Exercise]. ''www.sma.org.au''.</ref> | ||
Olahraga yang tidak dianjurkan adalah olahraga yang memiliki risiko untuk jatuh dan yang sering membutuhkan pergantian posisi, melompat, dan olahraga di tempat yang jaraknya ekstrem seperti [[menyelam]] atau [[Panjat gunung|memanjat gunung]]. Selama berolahraga, wania hamil dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang tidak ketat, mengonsumsi air yang cukup agar tidak [[dehidrasi]], menghindari berolahraga saat [[temperatur]] dan [[kelembapan]] sedang tinggi, dan tidak berolahraga ketika sedang lapar, [[demam]], atau kurang sehat. | Olahraga yang tidak dianjurkan adalah olahraga yang memiliki risiko untuk jatuh dan yang sering membutuhkan pergantian posisi, melompat, dan olahraga di tempat yang jaraknya ekstrem seperti [[menyelam]] atau [[Panjat gunung|memanjat gunung]]. Selama berolahraga, wania hamil dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang tidak ketat, mengonsumsi air yang cukup agar tidak [[dehidrasi]], menghindari berolahraga saat [[temperatur]] dan [[kelembapan]] sedang tinggi, dan tidak berolahraga ketika sedang lapar, [[demam]], atau kurang sehat.<ref>[https://yalehealth.yale.edu/physical-activity-women-gestational-diabetes#:~:text=Activities%20such%20as%20walking,%20prenatal,of%20complications%20with%20your%20pregnancy. Physical Activity for Women with Gestational Diabetes Yale Health]. ''yalehealth.yale.edu''.</ref> | ||
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang wanita hamil tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga yaitu gangguan [[hemodinamika]] [[jantung]], kelemahan kandungan, kehamilan kembar, perdarahan trimester 2 dan 3 yang bersifat persisten, [[plasenta previa]] di atas usia kehamilan 26 minggu, dan preeklamsia. | Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang wanita hamil tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga yaitu gangguan [[hemodinamika]] [[jantung]], kelemahan kandungan, kehamilan kembar, perdarahan trimester 2 dan 3 yang bersifat persisten, [[plasenta previa]] di atas usia kehamilan 26 minggu, dan preeklamsia.<ref>[https://yalehealth.yale.edu/physical-activity-women-gestational-diabetes#:~:text=Activities%20such%20as%20walking,%20prenatal,of%20complications%20with%20your%20pregnancy. Physical Activity for Women with Gestational Diabetes Yale Health]. ''yalehealth.yale.edu''.</ref> | ||
Jika dalam melakukan olahraga, terdapat keluhan [[dispnea]], [[pusing]], [[mual]], [[Sakit kepala|nyeri kepala]], penurunan gerakan janin, kontraksi rahim, perdarahan, kebocoran [[Air ketuban|cairan ketuban]], [[nyeri punggung]] atau pinggang, [[nyeri dada]], dan [[Bengkak|pembengkakan]] daerah kaki, dianjurkan untuk segera berhenti dan menghubungi [[tenaga kesehatan]]. | Jika dalam melakukan olahraga, terdapat keluhan [[dispnea]], [[pusing]], [[mual]], [[Sakit kepala|nyeri kepala]], penurunan gerakan janin, kontraksi rahim, perdarahan, kebocoran [[Air ketuban|cairan ketuban]], [[nyeri punggung]] atau pinggang, [[nyeri dada]], dan [[Bengkak|pembengkakan]] daerah kaki, dianjurkan untuk segera berhenti dan menghubungi [[tenaga kesehatan]].<ref>[https://yalehealth.yale.edu/physical-activity-women-gestational-diabetes#:~:text=Activities%20such%20as%20walking,%20prenatal,of%20complications%20with%20your%20pregnancy. Physical Activity for Women with Gestational Diabetes Yale Health]. ''yalehealth.yale.edu''.</ref> | ||
==== Manajemen berat badan ==== | ==== Manajemen berat badan ==== | ||
Seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami peningkatan berat badan karena pertambahan [[janin]] (sekitar 3,5 kg), [[Air ketuban|cairan ketuban]] (sekitar 1-1,5 kg), [[plasenta]] (sekitar 1-1,5 kg), [[jaringan]] [[payudara]] (sekitar 1-1,5 kg), suplai darah (sekitar 2 kg), deposit [[Adipositas|jaringan lemak]] (sekitar 2,5–4 kg), dan perkembangan [[rahim]] (sekitar 1-2,5 kg). Peningkatan berat badan wanita hamil dengan diabetes gestasional tidak dianjurkan melebihi batas rekomendasi dari ahli [[obstetri]] dan [[ginekologi]] sesuai dengan usia kehamilannya. | Seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami peningkatan berat badan karena pertambahan [[janin]] (sekitar 3,5 kg), [[Air ketuban|cairan ketuban]] (sekitar 1-1,5 kg), [[plasenta]] (sekitar 1-1,5 kg), [[jaringan]] [[payudara]] (sekitar 1-1,5 kg), suplai darah (sekitar 2 kg), deposit [[Adipositas|jaringan lemak]] (sekitar 2,5–4 kg), dan perkembangan [[rahim]] (sekitar 1-2,5 kg).<ref>C. S. Williamson. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1467-3010.2006.00541.x Nutrition in pregnancy]. ''Nutrition Bulletin''. 2006. Vol. 31 (1). hlm. 28–59. doi:10.1111/j.1467-3010.2006.00541.x.</ref><ref>John D. Jacobson. [https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000603.htm Managing your weight gain during pregnancy]. ''medlineplus.gov''. 10 Mei 2020.</ref> Peningkatan berat badan wanita hamil dengan diabetes gestasional tidak dianjurkan melebihi batas rekomendasi dari ahli [[obstetri]] dan [[ginekologi]] sesuai dengan usia kehamilannya.<ref>[https://www.acog.org/en/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2013/01/weight-gain-during-pregnancy Weight Gain During Pregnancy]. ''www.acog.org''. Januari 2013.</ref> | ||
Dibandingkan dengan wanita hamil dengan berat badan normal yang tidak menderita diabetes gestasional, risiko wanita hamil berat badan normal dengan diabetes gestasional meningkat hingga 1,94 kali lebih besar dan wanita hamil obesitas dengan diabetes gestasional meningkat hingga 5,47 kali lebih besar untuk kemungkinan melahirkan bayi besar untuk masa kehamilan.<ref>Mary Helen Black. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3526206/ The Relative Contribution of Prepregnancy Overweight and Obesity, Gestational Weight Gain, and IADPSG-Defined Gestational Diabetes Mellitus to Fetal Overgrowth]. ''Diabetes Care''. Januari 2013. Vol. 36 (1). hlm. 56–62. doi:10.2337/dc12-0741.</ref> | |||
Proses skrining diabetes gestasional yang dilakukan di awal masa kehamilan memungkinkan tenaga kesehatan menginformasikan dan mendiskusikan jumlah kenaikan berat badan yang direkomendasikan.<ref>Jane C. Willcox. [https://doi.org/10.1186/1471-2393-12-102 Excess gestational weight gain: an exploration of midwives’ views and practice]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 27 September 2012. Vol. 12 (1). hlm. 102. doi:10.1186/1471-2393-12-102.</ref> | |||
{| class="wikitable" | |||
|+Rekomendasi kenaikan berat badan<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref><ref>Kara M. Whitaker. [https://doi.org/10.1186/s12884-020-03107-3 Association of provider advice and gestational weight gain in twin pregnancies: a cross-sectional electronic survey]. ''BMC Pregnancy and Childbirth''. 23 Juli 2020. Vol. 20 (1). hlm. 417. doi:10.1186/s12884-020-03107-3.</ref> | |||
! rowspan="2" |Kategori berat badan sebelum kehamilan | |||
! rowspan="2" |IMT kg/m<sup>2</sup> | |||
! colspan="2" |Rekomendasi kenaikan berat badan (kg) | |||
|- | |||
|Kehamilan tunggal | |||
|Kehamilan kembar 2 | |||
|- | |||
|Gizi kurang | |||
|< 18,5 | |||
|12,5-18 | |||
| | |||
|- | |||
|Normal | |||
|18,5-24,9 | |||
|11,5-16 | |||
|16,8-24,5 | |||
|- | |||
|Gemuk | |||
|25-29,9 | |||
|7-11,5 | |||
|14,1-22,7 | |||
|- | |||
|[[Kegemukan|Obesitas]] | |||
|> 30 | |||
|5-9 | |||
|11,3-19,1 | |||
|} | |||
==== Edukasi dan dukungan psikososial ==== | ==== Edukasi dan dukungan psikososial ==== | ||
Wanita hamil tanpa ada penyulit memiliki masalah psikologisnya sendiri. Terlebih bagi wanita hamil dengan diabetes gestasional. Kondisi [[Depresi (psikologi)|depresi]], [[gangguan makan]], [[stres]], dan [[kecemasan]] adalah bagian dari kemungkinan gangguan psikologis yang diderita. Jika dari penilaian status psikologis ditemukan adanya gangguan kesehatan mental, wanita hamil dirujuk kepada tenaga profesional untuk memberi dukungan, memetakan dan memecahkan masalah, serta memotivasi mereka. | Wanita hamil tanpa ada penyulit memiliki masalah psikologisnya sendiri. Terlebih bagi wanita hamil dengan diabetes gestasional. Kondisi [[Depresi (psikologi)|depresi]], [[gangguan makan]], [[stres]], dan [[kecemasan]] adalah bagian dari kemungkinan gangguan psikologis yang diderita. Jika dari penilaian status psikologis ditemukan adanya gangguan kesehatan mental, wanita hamil dirujuk kepada tenaga profesional untuk memberi dukungan, memetakan dan memecahkan masalah, serta memotivasi mereka.<ref>Joanne M. Spahn. [https://www.cdrnet.org/vault/2459/web/files/Spahn%202010.pdf State of the Evidence Regarding Behavior Change Theories and Strategies in Nutrition Counseling to Facilitate Health and Food Behavior Change]. ''Journal of the American Dietetic Association''. 1 Juni 2010. Vol. 110 (6). hlm. 879–891. doi:10.1016/j.jada.2010.03.021.</ref><ref>Navneet Magon. [https://www.researchgate.net/publication/51746923_Gestational_diabetes_mellitus_Non-insulin_management Gestational diabetes mellitus: Non-insulin management]. ''Indian journal of endocrinology and metabolism''. 1 Oktober 2011. Vol. 15. hlm. 284–93. doi:10.4103/2230-8210.85580.</ref> | ||
Pendekatan individual yang dilakukan sebaiknya mempertimbangkan latar belakang [[bahasa]] dan [[budaya]], kemampuan dan pola belajar wanita hamil, serta kondisi sosial dan keluarga. Tenaga kesehatan wajib menyediakan informasi kepada wanita hamil dan keluarganya mengenai dampak jangka pendek dan jangka panjang diabetes gestasional terhadap ibu dan janin, rekomendasi pola makan (bila perlu dirujuk ke [[ahli gizi]]) dan rekomendasi aktivitas fisik, pengawasan dan target kadar gula darah secara mandiri di rumah, apa yang harus dilakukan jika wanita hamil merasakan keluhan, dan pentingnya kontrol jangka panjang. Termasuk di dalam informasi ini adalah kemungkinan penurunan gula darah pada bayi dalam 1x24 jam setelah proses persalinan. | Pendekatan individual yang dilakukan sebaiknya mempertimbangkan latar belakang [[bahasa]] dan [[budaya]], kemampuan dan pola belajar wanita hamil, serta kondisi sosial dan keluarga. Tenaga kesehatan wajib menyediakan informasi kepada wanita hamil dan keluarganya mengenai dampak jangka pendek dan jangka panjang diabetes gestasional terhadap ibu dan janin, rekomendasi pola makan (bila perlu dirujuk ke [[ahli gizi]]) dan rekomendasi aktivitas fisik, pengawasan dan target kadar gula darah secara mandiri di rumah, apa yang harus dilakukan jika wanita hamil merasakan keluhan, dan pentingnya kontrol jangka panjang. Termasuk di dalam informasi ini adalah kemungkinan penurunan gula darah pada bayi dalam 1x24 jam setelah proses persalinan.<ref>Bharti Kalra. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3784864/ Psychosocial management of diabetes in pregnancy]. ''Indian Journal of Endocrinology and Metabolism''. 2013. Vol. 17 (5). hlm. 815–818. doi:10.4103/2230-8210.117216.</ref><ref>National Institute for Health and Care Excellence. [https://www.nice.org.uk/guidance/ng3/chapter/Recommendations#gestational-diabetes Diabetes in pregnancy: management from preconception to the postnatal period Guidance NICE]. ''www.nice.org.uk''. 16 Desember 2020.</ref> | ||
==== Pengawasan gula darah mandiri ==== | ==== Pengawasan gula darah mandiri ==== | ||
Fluktuasi kadar gula darah selama masa kehamilan dan hal-hal yang memengaruhi kenaikannya adalah hal yang harus diperhatikan wanita hamil dengan diabetes gestasional. Hal ini dilakukan ketika pertama kali seorang wanita didiagnosis diabetes gestasional. Tujuannya untuk mengetahui pendekatan terapi yang akan diambil. | Fluktuasi kadar gula darah selama masa kehamilan dan hal-hal yang memengaruhi kenaikannya adalah hal yang harus diperhatikan wanita hamil dengan diabetes gestasional. Hal ini dilakukan ketika pertama kali seorang wanita didiagnosis diabetes gestasional. Tujuannya untuk mengetahui pendekatan terapi yang akan diambil.<ref>Celeste Durnwald. [https://www.uptodate.com/contents/gestational-diabetes-mellitus-glycemic-control-and-maternal-prognosis#H12 Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis]. ''www.uptodate.com''. Januari 2022.</ref><ref>Carlos Antonio Negrato. [https://doi.org/10.1186/1758-5996-4-54 Self-monitoring of blood glucose during pregnancy: indications and limitations]. ''Diabetology & Metabolic Syndrome''. 22 Desember 2012. Vol. 4 (1). hlm. 54. doi:10.1186/1758-5996-4-54.</ref> | ||
Frekuensi awal pemeriksaan gula darah adalah sehari empat kali. Sekali dilakukan sebelum [[sarapan]] dan 3 kali dilakukan 1 jam atau 2 jam setelah makan pagi, siang, dan malam. Begitu target gula darah yang ingin dicapai telat terpenuhi, frekuensinya dapat dikurangi. | Frekuensi awal pemeriksaan gula darah adalah sehari empat kali. Sekali dilakukan sebelum [[sarapan]] dan 3 kali dilakukan 1 jam atau 2 jam setelah makan pagi, siang, dan malam. Begitu target gula darah yang ingin dicapai telat terpenuhi, frekuensinya dapat dikurangi.<ref>National Institute for Health and Care Excellence. [https://www.nice.org.uk/guidance/ng3/chapter/Recommendations#gestational-diabetes Diabetes in pregnancy: management from preconception to the postnatal period Guidance NICE]. ''www.nice.org.uk''. 16 Desember 2020.</ref> | ||
Target hasil pemeriksaan gula darah dengan menggunakan [[darah]] [[Pembuluh kapiler|kapiler]] adalah 5,3 mmol/liter (95 mg/dl) untuk gula darah puasa, kurang atau sama dengan 7,4 mmol/liter (140 mg/dl) untuk pemeriksaan 1 jam setelah makan, dan 6,7 mmol/liter (120 mg/dl) untuk pemeriksaan 2 jam setelah makan. Jika kadar gula darah meningkat di dua kali pemeriksaan dalam satu minggu, perlu dilakukan modifikasi pola makan serta intervensi kegiatan fisik dan terapi farmakologi. | Target hasil pemeriksaan gula darah dengan menggunakan [[darah]] [[Pembuluh kapiler|kapiler]] adalah 5,3 mmol/liter (95 mg/dl) untuk gula darah puasa, kurang atau sama dengan 7,4 mmol/liter (140 mg/dl) untuk pemeriksaan 1 jam setelah makan, dan 6,7 mmol/liter (120 mg/dl) untuk pemeriksaan 2 jam setelah makan.<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref><ref>American Diabetes Association. [https://doi.org/10.2337/dc21-S014 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2021]. ''Diabetes Care''. 4 Desember 2020. Vol. 44 (Supplement_1). hlm. S200–S210. doi:10.2337/dc21-S014.</ref> Jika kadar gula darah meningkat di dua kali pemeriksaan dalam satu minggu, perlu dilakukan modifikasi pola makan serta intervensi kegiatan fisik dan terapi farmakologi.<ref>National Institute for Health and Care Excellence. [https://www.nice.org.uk/guidance/ng3/chapter/Recommendations#gestational-diabetes Diabetes in pregnancy: management from preconception to the postnatal period Guidance NICE]. ''www.nice.org.uk''. 16 Desember 2020.</ref><ref>Carlos Antonio Negrato. [https://doi.org/10.1186/1758-5996-4-54 Self-monitoring of blood glucose during pregnancy: indications and limitations]. ''Diabetology & Metabolic Syndrome''. 22 Desember 2012. Vol. 4 (1). hlm. 54. doi:10.1186/1758-5996-4-54.</ref> | ||
=== Terapi farmakologi === | === Terapi farmakologi === | ||
Jika perubahan pola makan dan pola hidup tidak dapat mengontrol kadar gula darah, wanita hamil dengan diabetes gestasional akan diberikan terapi farmakologi. Pilihan utama untuk terapi ini adalah [[insulin]] sesuai dengan rekomendasi dari ADA. | Jika perubahan pola makan dan pola hidup tidak dapat mengontrol kadar gula darah, wanita hamil dengan diabetes gestasional akan diberikan terapi farmakologi. Pilihan utama untuk terapi ini adalah [[insulin]] sesuai dengan rekomendasi dari ADA.<ref>Denice S. Feig. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2474881/ Risk of development of diabetes mellitus after diagnosis of gestational diabetes]. ''CMAJ : Canadian Medical Association Journal''. 29 Juli 2008. Vol. 179 (3). hlm. 229–234. doi:10.1503/cmaj.080012.</ref><ref>Celeste Durnwald. [https://www.uptodate.com/contents/gestational-diabetes-mellitus-glycemic-control-and-maternal-prognosis#H12 Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis]. ''www.uptodate.com''. Januari 2022.</ref> | ||
==== Insulin ==== | ==== Insulin ==== | ||
Insulin adalah pilihan terapi farmakologi pertama pada diabetes gestasional karena dapat mengontrol gula darah dengan cepat dan aman bagi janin karena tidak melewati sawar plasenta. Dosis insulin yang diberikan menggunakan formula 0,7-1 unit/kg BB/hari dalam dosis terbagi. Selanjutnya setiap 2-3 hari dosis dapat ditingkatkan 2-4 unit sesuai kebutuhan hingga target gula darah terpenuhi atau diturunkan jika terdapat 2-3 kali episode [[hipoglikemia]] dalam 1 minggu atau jika terjadi hipoglikemia berat meskipun hanya sekali. | Insulin adalah pilihan terapi farmakologi pertama pada diabetes gestasional karena dapat mengontrol gula darah dengan cepat dan aman bagi janin karena tidak melewati sawar plasenta.<ref>[https://journals.lww.com/greenjournal/fulltext/2017/07000/practice_bulletin_no__180__gestational_diabetes.51.aspx Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus]. ''Obstetrics & Gynecology''. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.</ref> Dosis insulin yang diberikan menggunakan formula 0,7-1 unit/kg BB/hari dalam dosis terbagi. Selanjutnya setiap 2-3 hari dosis dapat ditingkatkan 2-4 unit sesuai kebutuhan hingga target gula darah terpenuhi atau diturunkan jika terdapat 2-3 kali episode [[hipoglikemia]] dalam 1 minggu atau jika terjadi hipoglikemia berat meskipun hanya sekali.<ref>Celeste Durnwald. [https://www.uptodate.com/contents/gestational-diabetes-mellitus-glycemic-control-and-maternal-prognosis#H12 Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis]. ''www.uptodate.com''. Januari 2022.</ref><ref>Peter J. Donovan. [https://www.nps.org.au/australian-prescriber/articles/drugs-for-gestational-diabetes Drugs for gestational diabetes]. doi:10.18773/austprescr.2010.066.</ref> | ||
FIGO menyarankan peningkatan dosis insulin secara bertahap dimulai dari 0,7 unit/kgBB/hari pada trimester pertama; lalu 0,8 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-18; kemudian 0,9 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-26; dan 1 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-36 hingga saat persalinan. | FIGO menyarankan peningkatan dosis insulin secara bertahap dimulai dari 0,7 unit/kgBB/hari pada trimester pertama; lalu 0,8 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-18; kemudian 0,9 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-26; dan 1 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-36 hingga saat persalinan.<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | ||
==== Antidiabetik oral ==== | ==== Antidiabetik oral ==== | ||
Dahulu, obat antidiabetik oral tidak direkomendasikan oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] karena diduga memiliki efek [[teratogenik]] dan [[hipoglikemia neonatus]]. | Dahulu, obat antidiabetik oral tidak direkomendasikan oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] karena diduga memiliki efek [[teratogenik]] dan [[hipoglikemia neonatus]].<ref>Moshe Hod. [https://www.worlddiabetesfoundation.org/files/figo-initiative-gestational-diabetes-guidelines The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care]. ''International Journal of Gynecology and Obstetrics''. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.</ref> | ||
Meskipun demikian beberapa penelitian [[uji acak terkendali]] yang dilakukan oleh Janet A. Rowan dan kawan-kawan pada tahun 2008 dan Juan Gui pada tahun 2013 menunjukkan efikasi pemberian [[metformin]] serta penelitian oleh Langer O. dan kawan-kawan pada tahun 2000 untuk pemberian [[glibenklamid]]a. | Meskipun demikian beberapa penelitian [[uji acak terkendali]] yang dilakukan oleh Janet A. Rowan dan kawan-kawan pada tahun 2008<ref>Janet A. Rowan. [https://doi.org/10.1056/NEJMoa0707193 Metformin versus Insulin for the Treatment of Gestational Diabetes]. ''New England Journal of Medicine''. 8 Mei 2008. Vol. 358 (19). hlm. 2003–2015. doi:10.1056/NEJMoa0707193.</ref> dan Juan Gui pada tahun 2013<ref>Juan Gui. [https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0064585 Metformin vs Insulin in the Management of Gestational Diabetes: A Meta-Analysis]. ''PLOS ONE''. 27 Mei 2013. Vol. 8 (5). hlm. e64585. doi:10.1371/journal.pone.0064585.</ref> menunjukkan efikasi pemberian [[metformin]] serta penelitian oleh Langer O. dan kawan-kawan pada tahun 2000<ref>Oded Langer. [https://doi.org/10.1056/NEJM200010193431601 A Comparison of Glyburide and Insulin in Women with Gestational Diabetes Mellitus]. ''New England Journal of Medicine''. 19 Oktober 2000. Vol. 343 (16). hlm. 1134–1138. doi:10.1056/NEJM200010193431601.</ref> untuk pemberian [[glibenklamid]]a.<ref>American Diabetes Association. [https://doi.org/10.2337/dc20-S014 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2020]. ''Diabetes Care''. 16 Desember 2019. Vol. 43 (Supplement_1). hlm. S183–S192. doi:10.2337/dc20-S014.</ref> | ||
Dosis awal pemberian metformin adalah 500 mg per oral per hari setelah makan. Setelah seminggu dapat ditingkatkan sebesar 500 mg dalam dosis terbagi 2x500 mg. Glibenklamida dimulai dengan dosis 2,5–5 mg sehari sekali hingga mencapai 20 mg per hari dengan pemberian dua kali sehari. Glibenklamida terbukti lebih efektif jika dikonsumsi sekitar 30-60 menit sebelum makan. | Dosis awal pemberian metformin adalah 500 mg per oral per hari setelah makan. Setelah seminggu dapat ditingkatkan sebesar 500 mg dalam dosis terbagi 2x500 mg. Glibenklamida dimulai dengan dosis 2,5–5 mg sehari sekali hingga mencapai 20 mg per hari dengan pemberian dua kali sehari. Glibenklamida terbukti lebih efektif jika dikonsumsi sekitar 30-60 menit sebelum makan.<ref>Celeste Durnwald. [https://www.uptodate.com/contents/gestational-diabetes-mellitus-glycemic-control-and-maternal-prognosis#H12 Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis]. ''www.uptodate.com''. Januari 2022.</ref><ref>[https://www.obgproject.com/2017/06/25/acog-releases-updated-guidance-gestational-diabetes/ ACOG Guidance on Gestational Diabetes]. ''The ObG Project''. 26 Juni 2017.</ref> | ||
Jika dibandingkan dengan glibenklamida, metformin memiliki jumlah kelahiran bayi besar untuk masa kehamilan yang lebih sedikit, pertambahan berat badan wanita hamil yang lebih kecil, tetapi dengan jumlah mortalitas [[perinatal]] dan hipoglikemia neonatus yang tidak jauh berbeda. | Jika dibandingkan dengan glibenklamida, metformin memiliki jumlah kelahiran bayi besar untuk masa kehamilan yang lebih sedikit, pertambahan berat badan wanita hamil yang lebih kecil, tetapi dengan jumlah mortalitas [[perinatal]] dan hipoglikemia neonatus yang tidak jauh berbeda.<ref>Celeste Durnwald. [https://www.uptodate.com/contents/gestational-diabetes-mellitus-glycemic-control-and-maternal-prognosis#H12 Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis]. ''www.uptodate.com''. Januari 2022.</ref> | ||
Glibenklamida yang merupakan generasi kedua golongan [[sulfonilurea]] yang bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan insulin dari sel beta pankreas sedangkan metformin bekerja dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar glukosa darah puasa dan dua jam setelah makan. Metformin juga menurunkan glukosa hati dengan cara menghambat proses [[glukoneogenesis]] dan meningkatkan absorpsi glukosa perifer di [[otot]] dan jaringan lemak. | Glibenklamida yang merupakan generasi kedua golongan [[sulfonilurea]] yang bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan insulin dari sel beta pankreas sedangkan metformin bekerja dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar glukosa darah puasa dan dua jam setelah makan. Metformin juga menurunkan glukosa hati dengan cara menghambat proses [[glukoneogenesis]] dan meningkatkan absorpsi glukosa perifer di [[otot]] dan jaringan lemak.<ref>Navneet Magon. [https://www.researchgate.net/publication/51746923_Gestational_diabetes_mellitus_Non-insulin_management Gestational diabetes mellitus: Non-insulin management]. ''Indian journal of endocrinology and metabolism''. 1 Oktober 2011. Vol. 15. hlm. 284–93. doi:10.4103/2230-8210.85580.</ref> | ||
== Prognosis == | == Prognosis == | ||
Diabetes gestasional akan berakhir setelah proses persalinan. Namun, pemeriksaan kontrol 4 hingga 12 minggu setelah persalinan perlu dilakukan untuk melihat apakah kondisi tersebut berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2, gangguan glukosa darah puasa atau gangguan tes toleransi glukosa oral. Pemeriksaan yang direkomendasikan adalah tes toleransi glukosa oral 75 gram. | Diabetes gestasional akan berakhir setelah proses persalinan. Namun, pemeriksaan kontrol 4 hingga 12 minggu setelah persalinan perlu dilakukan untuk melihat apakah kondisi tersebut berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2, gangguan glukosa darah puasa atau gangguan tes toleransi glukosa oral. Pemeriksaan yang direkomendasikan adalah tes toleransi glukosa oral 75 gram.<ref>Bryan S. Quintanilla Rodriguez. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545196/ Gestational Diabetes]. StatPearls Publishing. 2022.</ref> | ||
Asosiasi Diabetes Amerika menganjurkan pemeriksaan ulang selama 1 hingga 3 tahun pertama setelah persalinan bagi wanita dengan diabetes gestasional. Dari penelitian yang dilakukan oleh Stuebe dan kawan-kawan pada tahun 2011, diabetes gestasional dan gangguan toleransi glukosa selama kehamilan berhubungan dengan kelainan metabolik persisten 3 tahun setelah proses persalinan. | Asosiasi Diabetes Amerika menganjurkan pemeriksaan ulang selama 1 hingga 3 tahun pertama setelah persalinan bagi wanita dengan diabetes gestasional.<ref>Bryan S. Quintanilla Rodriguez. [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545196/ Gestational Diabetes]. StatPearls Publishing. 2022.</ref> Dari penelitian yang dilakukan oleh Stuebe dan kawan-kawan pada tahun 2011, diabetes gestasional dan gangguan toleransi glukosa selama kehamilan berhubungan dengan kelainan metabolik persisten 3 tahun setelah proses persalinan.<ref>Alison M. Stuebe. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3268071/ Gestational Glucose Tolerance and Maternal Metabolic Profile at 3 Years Postpartum]. ''Obstetrics and Gynecology''. November 2011. Vol. 118 (5). hlm. 1065–1073. doi:10.1097/AOG.0b013e3182325f5a.</ref> | ||
Kemungkinan seorang wanita menderita diabetes gestasional lagi pada kehamilan keduanya adalah sekitar 30-84%. Jika kehamilan ini timbul dalam jangka waktu setahun setelah kehamilan pertama, kemungkinannya semakin besar. | Kemungkinan seorang wanita menderita diabetes gestasional lagi pada kehamilan keduanya adalah sekitar 30-84%. Jika kehamilan ini timbul dalam jangka waktu setahun setelah kehamilan pertama, kemungkinannya semakin besar.<ref>Ananya Mandal. [https://www.news-medical.net/health/Gestational-Diabetes-Prognosis.aspx Gestational Diabetes Prognosis]. ''News-Medical.net''. 1 November 2010.</ref> | ||
== Komplikasi == | == Komplikasi == | ||
=== Pada janin === | === Pada janin === | ||
==== Komplikasi jangka pendek ==== | ==== Komplikasi jangka pendek ==== | ||
[[Kelahiran prematur|Prematuritas]] terutama jika kadar [[gula darah]] ibu hamil sangat tinggi dan membutuhkan terapi [[insulin]]. | [[Kelahiran prematur|Prematuritas]] terutama jika kadar [[gula darah]] ibu hamil sangat tinggi dan membutuhkan terapi [[insulin]].<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref> | ||
[[Besar untuk masa kehamilan|Besar untuk masa kehamilan (BMK)]]. | [[Besar untuk masa kehamilan|Besar untuk masa kehamilan (BMK)]].<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref><ref>Howard Berger. [https://www.researchgate.net/publication/303041059_Diabetes_in_Pregnancy Diabetes in Pregnancy]. ''Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada''. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.</ref> | ||
[[Trauma lahir]] akibat ukuran bayi yang besar. Dapat mengakibatkan [[Retak tulang|patah tulang]] dan [[kelumpuhan]] [[saraf]]. | [[Trauma lahir]] akibat ukuran bayi yang besar. Dapat mengakibatkan [[Retak tulang|patah tulang]] dan [[kelumpuhan]] [[saraf]].<ref>Howard Berger. [https://www.researchgate.net/publication/303041059_Diabetes_in_Pregnancy Diabetes in Pregnancy]. ''Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada''. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.</ref><ref>Cécile Billionnet. [https://doi.org/10.1007/s00125-017-4206-6 Gestational diabetes and adverse perinatal outcomes from 716,152 births in France in 2012]. ''Diabetologia''. 1 April 2017. Vol. 60 (4). hlm. 636–644. doi:10.1007/s00125-017-4206-6.</ref> | ||
[[Hipoglikemia]]. | [[Hipoglikemia]].<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref><ref>Emily Evans. [https://www.medscape.com/viewarticle/483810_4 Gestational Diabetes Mellitus]. ''Medscape''. 2004.</ref> | ||
[[Sindrom distres pernapasan pada bayi]]. | [[Sindrom distres pernapasan pada bayi]].<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref> | ||
[[Jaundis]]. | [[Jaundis]].<ref>Lynn P. Lowe. [https://care.diabetesjournals.org/content/35/3/574.full-text.pdf Hyperglycemia and Adverse Pregnancy Outcome]. ''Diabetes Care''. Maret 2012. Vol. 35. hlm. 574-580.</ref> | ||
[[Hipokalsemia]]. | [[Hipokalsemia]].<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref> | ||
[[Polisitemia]]. | [[Polisitemia]].<ref>H Cetin. [https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/147323001103900314 Polycythaemia in Infants of Diabetic Mothers: β-Hydroxybutyrate Stimulates Erythropoietic Activity]. ''Journal of International Medical Research''. Juni 2011. Vol. 39 (3). hlm. 815–821. doi:10.1177/147323001103900314.</ref> | ||
Kelainan jantung termasuk [[kardiomiopati hipertrofi]]k dan obstruksi aliran darah di [[Bilik jantung|ventrikel]] kiri. | Kelainan jantung termasuk [[kardiomiopati hipertrofi]]k dan obstruksi aliran darah di [[Bilik jantung|ventrikel]] kiri.<ref>Elisa Benavides. [https://www.researchgate.net/publication/346355654_A_Comprehensive_Assessment_of_the_Associations_Between_Season_of_Conception_and_Birth_Defects_Texas_1999-2015 A Comprehensive Assessment of the Associations Between Season of Conception and Birth Defects, Texas, 1999-2015]. ''International Journal of Environmental Research and Public Health''. 1 Oktober 2020. Vol. 17. hlm. 1–11. doi:10.3390/ijerph17197120.</ref> | ||
[[Bayi]] [[lahir mati]]. | [[Bayi]] [[lahir mati]].<ref>T. Stacey. [https://eprints.whiterose.ac.uk/145684/3/Author%20accepted%20manuscript%20Stacey%202019%20BJOG.pdf Gestational diabetes and the risk of late stillbirth: a case-control study from England, UK]. ''BJOG: an international journal of obstetrics and gynaecology''. Juli 2019. Vol. 126 (8). hlm. 973–982. doi:10.1111/1471-0528.15659.</ref> | ||
==== Komplikasi jangka panjang ==== | ==== Komplikasi jangka panjang ==== | ||
Terdapat peningkatan risiko untuk gangguan toleransi glukosa, diabetes melitus tipe 2, dan [[Kegemukan|obesitas]]. | Terdapat peningkatan risiko untuk gangguan toleransi glukosa, diabetes melitus tipe 2, dan [[Kegemukan|obesitas]].<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref> | ||
=== Pada ibu === | === Pada ibu === | ||
==== Komplikasi jangka pendek ==== | ==== Komplikasi jangka pendek ==== | ||
[[Pre-eklampsia|Preeklamsia]]. | [[Pre-eklampsia|Preeklamsia]].<ref>Howard Berger. [https://www.researchgate.net/publication/303041059_Diabetes_in_Pregnancy Diabetes in Pregnancy]. ''Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada''. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.</ref><ref>Lynn P. Lowe. [https://care.diabetesjournals.org/content/35/3/574.full-text.pdf Hyperglycemia and Adverse Pregnancy Outcome]. ''Diabetes Care''. Maret 2012. Vol. 35. hlm. 574-580.</ref> | ||
[[Induksi persalinan|Persalinan yang diinduksi]]. | [[Induksi persalinan|Persalinan yang diinduksi]].<ref>Australian Institute of Health and Welfare. [https://www.aihw.gov.au/reports/diabetes/incidence-of-gestational-diabetes-in-australia/contents/outcomes Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes]. ''www.aihw.gov.au''.</ref> | ||
[[Operasi sesar]]. | [[Operasi sesar]].<ref>Australian Institute of Health and Welfare. [https://www.aihw.gov.au/reports/diabetes/incidence-of-gestational-diabetes-in-australia/contents/outcomes Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes]. ''www.aihw.gov.au''.</ref> | ||
[[Hipertensi]] dalam kehamilan. | [[Hipertensi]] dalam kehamilan.<ref>Australian Institute of Health and Welfare. [https://www.aihw.gov.au/reports/diabetes/incidence-of-gestational-diabetes-in-australia/contents/outcomes Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes]. ''www.aihw.gov.au''.</ref> | ||
[[Kelahiran prematur|Kelahiran tidak cukup bulan]]. | [[Kelahiran prematur|Kelahiran tidak cukup bulan]].<ref>Australian Institute of Health and Welfare. [https://www.aihw.gov.au/reports/diabetes/incidence-of-gestational-diabetes-in-australia/contents/outcomes Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes]. ''www.aihw.gov.au''.</ref> | ||
[[Polihidramnion]]. | [[Polihidramnion]].<ref>Veeraswamy Seshiah. [https://www.researchgate.net/publication/228060861_Gestational_diabetes_The_public_health_relevance_and_approach Gestational diabetes: The public health relevance and approach]. ''Diabetes research and clinical practice''. 20 Juni 2012. Vol. 97. hlm. 350–8. doi:10.1016/j.diabres.2012.04.024.</ref> | ||
[[Pendarahan pascapersalinan|Perdarahan setelah proses persalinan]]. | [[Pendarahan pascapersalinan|Perdarahan setelah proses persalinan]].<ref>Veeraswamy Seshiah. [https://www.researchgate.net/publication/228060861_Gestational_diabetes_The_public_health_relevance_and_approach Gestational diabetes: The public health relevance and approach]. ''Diabetes research and clinical practice''. 20 Juni 2012. Vol. 97. hlm. 350–8. doi:10.1016/j.diabres.2012.04.024.</ref> | ||
[[Infeksi]]. | [[Infeksi]].<ref>Veeraswamy Seshiah. [https://www.researchgate.net/publication/228060861_Gestational_diabetes_The_public_health_relevance_and_approach Gestational diabetes: The public health relevance and approach]. ''Diabetes research and clinical practice''. 20 Juni 2012. Vol. 97. hlm. 350–8. doi:10.1016/j.diabres.2012.04.024.</ref> | ||
==== Komplikasi jangka panjang ==== | ==== Komplikasi jangka panjang ==== | ||
Diabetes gestasional berulang di [[kehamilan]] berikutnya. | Diabetes gestasional berulang di [[kehamilan]] berikutnya.<ref>Michael W. Varner. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5352568/ Pregnancies After the Diagnosis of Mild Gestational Diabetes Mellitus and Risk of Cardiometabolic Disorders]. ''Obstetrics and gynecology''. Februari 2017. Vol. 129 (2). hlm. 273–280. doi:10.1097/AOG.0000000000001863.</ref><ref>Yin-Yu Wang. [https://www.researchgate.net/publication/331146472_Frequency_and_risk_factors_for_recurrent_gestational_diabetes_mellitus_in_primiparous_women_a_case_control_study Frequency and risk factors for recurrent gestational diabetes mellitus in primiparous women: a case control study]. ''BMC Endocrine Disorders''. 15 Februari 2019. Vol. 19. doi:10.1186/s12902-019-0349-4.</ref> | ||
[[Diabetes melitus tipe 2]]. | [[Diabetes melitus tipe 2]].<ref>Denice S. Feig. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2474881/ Risk of development of diabetes mellitus after diagnosis of gestational diabetes]. ''CMAJ : Canadian Medical Association Journal''. 29 Juli 2008. Vol. 179 (3). hlm. 229–234. doi:10.1503/cmaj.080012.</ref><ref>William L. Lowe. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6143108/ Association of Gestational Diabetes With Maternal Disorders of Glucose Metabolism and Childhood Adiposity]. ''JAMA''. 11 September 2018. Vol. 320 (10). hlm. 1005–1016. doi:10.1001/jama.2018.11628.</ref> | ||
Risiko berkembang menjadi [[diabetes melitus]] atau [[prediabetes]] 11,4 tahun setelah [[persalinan]]. | Risiko berkembang menjadi [[diabetes melitus]] atau [[prediabetes]] 11,4 tahun setelah [[persalinan]].<ref>William L. Lowe. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6143108/ Association of Gestational Diabetes With Maternal Disorders of Glucose Metabolism and Childhood Adiposity]. ''JAMA''. 11 September 2018. Vol. 320 (10). hlm. 1005–1016. doi:10.1001/jama.2018.11628.</ref> | ||
Peningkatan risiko menderita gangguan [[metabolisme]] [[glukosa]] seperti [[gangguan glukosa puasa]] dan gangguan toleransi glukosa. | Peningkatan risiko menderita gangguan [[metabolisme]] [[glukosa]] seperti [[gangguan glukosa puasa]] dan gangguan toleransi glukosa.<ref>William L. Lowe. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6143108/ Association of Gestational Diabetes With Maternal Disorders of Glucose Metabolism and Childhood Adiposity]. ''JAMA''. 11 September 2018. Vol. 320 (10). hlm. 1005–1016. doi:10.1001/jama.2018.11628.</ref> | ||
Perkembangan [[sindrom metabolik]]. | Perkembangan [[sindrom metabolik]].<ref>Tiina Vilmi-Kerälä. [https://doi.org/10.1186/s13098-015-0038-z The risk of metabolic syndrome after gestational diabetes mellitus – a hospital-based cohort study]. ''Diabetology & Metabolic Syndrome''. 12 Mei 2015. Vol. 7 (1). hlm. 43. doi:10.1186/s13098-015-0038-z.</ref> | ||
Perkembangan [[penyakit kardiovaskular]]. | Perkembangan [[penyakit kardiovaskular]].<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref><ref>Ofer Beharier. [https://doi.org/10.1210/jc.2014-4474 Gestational Diabetes Mellitus Is a Significant Risk Factor for Long-Term Maternal Renal Disease]. ''The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism''. 1 April 2015. Vol. 100 (4). hlm. 1412–1416. doi:10.1210/jc.2014-4474.</ref> | ||
[[Penyakit ginjal]]. | [[Penyakit ginjal]].<ref>Ofer Beharier. [https://doi.org/10.1210/jc.2014-4474 Gestational Diabetes Mellitus Is a Significant Risk Factor for Long-Term Maternal Renal Disease]. ''The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism''. 1 April 2015. Vol. 100 (4). hlm. 1412–1416. doi:10.1210/jc.2014-4474.</ref> | ||
[[Retinopati diabetik]]. | [[Retinopati diabetik]].<ref>Thomas R Moore. [https://emedicine.medscape.com/article/127547-overview#a7 Diabetes Mellitus and Pregnancy: Practice Essentials, Gestational Diabetes, Maternal-Fetal Metabolism in Normal Pregnancy]. ''Endocrinology''. 24 Januari 2022.</ref> | ||
== Epidemiologi == | == Epidemiologi == | ||
Menentukan [[prevalensi]] pasti diabetes gestasional secara global masih sulit untuk dilakukan karena adanya perbedaan kriteria diagnosis yang digunakan oleh masing-masing negara. Selain itu proses skrining tidak dilakukan secara menyeluruh di semua negara. Namun, diperkirakan angkanya adalah 3-9% dari total kelahiran di seluruh dunia. | Menentukan [[prevalensi]] pasti diabetes gestasional secara global masih sulit untuk dilakukan karena adanya perbedaan kriteria diagnosis yang digunakan oleh masing-masing negara. Selain itu proses skrining tidak dilakukan secara menyeluruh di semua negara.<ref>AbdelHameed Mirghani Dirar. [https://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v8/i12/489.htm Gestational diabetes from A to Z]. ''World Journal of Diabetes''. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.</ref> Namun, diperkirakan angkanya adalah 3-9% dari total kelahiran di seluruh dunia.<ref>Peter J. Donovan. [https://www.nps.org.au/australian-prescriber/articles/drugs-for-gestational-diabetes Drugs for gestational diabetes]. doi:10.18773/austprescr.2010.066.</ref> | ||
Secara global, penelitian pertama tentang prevalensi hiperglikemia pada wanita hamil usia 20-49 tahun dilakukan pada tahun 2013. Hasilnya didapatkan prevalensi diabetes gestasional adalah 16,9% atau sekitar 21,4 juta kelahiran hidup. | Secara global, penelitian pertama tentang prevalensi hiperglikemia pada wanita hamil usia 20-49 tahun dilakukan pada tahun 2013. Hasilnya didapatkan prevalensi diabetes gestasional adalah 16,9% atau sekitar 21,4 juta kelahiran hidup.<ref>L. Guariguata. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0168822713003860 Global estimates of the prevalence of hyperglycaemia in pregnancy]. ''Diabetes Research and Clinical Practice''. 1 Februari 2014. Vol. 103 (2). hlm. 176–185. doi:10.1016/j.diabres.2013.11.003.</ref> | ||
Pada tahun 2015 penelitian yang bersifat global lainnya menunjukkan prevalensi sebesar 24,2% di [[Asia Tenggara]]; 21,8% di [[Timur Tengah]] dan [[Afrika Utara]]; 15,8% di [[Eropa]]; 14,9% [[Amerika Utara]] dan [[Kepulauan Karibia]]; 13,2% [[Amerika Tengah]] dan [[Amerika Selatan]]; 12,45 di [[Samudra Pasifik|Pasifik Barat]]; dan 10,5% di [[Afrika Sub-Sahara]]. | Pada tahun 2015 penelitian yang bersifat global lainnya menunjukkan prevalensi sebesar 24,2% di [[Asia Tenggara]]; 21,8% di [[Timur Tengah]] dan [[Afrika Utara]]; 15,8% di [[Eropa]]; 14,9% [[Amerika Utara]] dan [[Kepulauan Karibia]]; 13,2% [[Amerika Tengah]] dan [[Amerika Selatan]]; 12,45 di [[Samudra Pasifik|Pasifik Barat]]; dan 10,5% di [[Afrika Sub-Sahara]].<ref>Leonor Guariguata. [https://www.researchgate.net/publication/320333784_Global_Estimates_of_Hyperglycaemia_in_Pregnancy_Determinants_and_Trends Global Estimates of Hyperglycaemia in Pregnancy: Determinants and Trends]. 1 Januari 2018. hlm. 3–15. ISBN 978-3-319-56438-8.</ref> | ||
Penelitian global terbaru dilakukan pada tahun 2020 oleh Moody C. dan kawan-kawan. Dengan menggunakan perbandingan berbagai kriteria, melibatkan 13.450 wanita hamil dari 7 negara, diperoleh hasil prevalensi diebetes gestasional yang dinilai berdasarkan kriteria yang dikeluarkan oleh IADPSG, memberikan angka paling tinggi yaitu 10,13%. Prevalensi diabetes gestasional tertinggi adalah Malaysia dengan 38,25%; [[India]] dengan 21,95%; Thailand 14,25%; [[Turki]] 10,25%; [[Nigeria]] 8,05%; dan yang terendah adalah [[Republik Irlandia|Irlandia]] dengan prevalensi 2,075%. | Penelitian global terbaru dilakukan pada tahun 2020 oleh Moody C. dan kawan-kawan. Dengan menggunakan perbandingan berbagai kriteria, melibatkan 13.450 wanita hamil dari 7 negara, diperoleh hasil prevalensi diebetes gestasional yang dinilai berdasarkan kriteria yang dikeluarkan oleh IADPSG, memberikan angka paling tinggi yaitu 10,13%. Prevalensi diabetes gestasional tertinggi adalah Malaysia dengan 38,25%; [[India]] dengan 21,95%; Thailand 14,25%; [[Turki]] 10,25%; [[Nigeria]] 8,05%; dan yang terendah adalah [[Republik Irlandia|Irlandia]] dengan prevalensi 2,075%.<ref>Leonor Guariguata. [https://www.researchgate.net/publication/320333784_Global_Estimates_of_Hyperglycaemia_in_Pregnancy_Determinants_and_Trends Global Estimates of Hyperglycaemia in Pregnancy: Determinants and Trends]. 1 Januari 2018. hlm. 3–15. ISBN 978-3-319-56438-8.</ref> | ||
Di [[Asia Tenggara]], penelitian tentang kejadian diabetes gestasional dikemukakan dalam simposium yang diadakan oleh International Life Sciences Institute (ILSI) pada tahun 2021. Penelitian tersebut melibatkan penderita diabetes gestasional dari enam negara yaitu [[Indonesia]], [[Malaysia]], [[Thailand]], [[Singapura]], [[Filipina]], dan [[Vietnam]]. Namun, di antara enam negara hanya Malaysia dan Singapura yang memiliki prevalensi nasional untuk diabetes gestasional. Jika dilihat dari prevalensi nasional, Singapura memiliki angka yang lebih tinggi dibanding Malaysia. Dari data rumah sakit, tiga prevalensi tertinggi secara berurutan adalah Vietnam, Thailand, dan terakhir Filipina. | Di [[Asia Tenggara]], penelitian tentang kejadian diabetes gestasional dikemukakan dalam simposium yang diadakan oleh International Life Sciences Institute (ILSI) pada tahun 2021. Penelitian tersebut melibatkan penderita diabetes gestasional dari enam negara yaitu [[Indonesia]], [[Malaysia]], [[Thailand]], [[Singapura]], [[Filipina]], dan [[Vietnam]]. Namun, di antara enam negara hanya Malaysia dan Singapura yang memiliki prevalensi nasional untuk diabetes gestasional. Jika dilihat dari prevalensi nasional, Singapura memiliki angka yang lebih tinggi dibanding Malaysia. Dari data rumah sakit, tiga prevalensi tertinggi secara berurutan adalah Vietnam, Thailand, dan terakhir Filipina.<ref>Maria Sofia Amarra. [https://www.nature.com/articles/s41430-020-00838-6 ILSI Southeast Asia symposium: prevalence, risk factors, and actions to address gestational diabetes in selected Southeast Asian countries]. ''European Journal of Clinical Nutrition''. September 2021. Vol. 75 (9). hlm. 1303–1308. doi:10.1038/s41430-020-00838-6.</ref> | ||
Perkiraan prevalensi dari keenam negara adalah 1,7-25% dengan persamaan pada peningkatan angka diabetes gestasional dari waktu ke waktu. Dengan adanya variasi kriteria yang digunakan oleh berbagai negara, jika menggunakan kriteria International Association of Diabetes and Pregnance Study Group (IADPSG), tiga negara teratas adalah Malaysia, Singapura, dan Vietnam. | Perkiraan prevalensi dari keenam negara adalah 1,7-25% dengan persamaan pada peningkatan angka diabetes gestasional dari waktu ke waktu. Dengan adanya variasi kriteria yang digunakan oleh berbagai negara, jika menggunakan kriteria International Association of Diabetes and Pregnance Study Group (IADPSG), tiga negara teratas adalah Malaysia, Singapura, dan Vietnam.<ref>Maria Sofia Amarra. [https://www.nature.com/articles/s41430-020-00838-6 ILSI Southeast Asia symposium: prevalence, risk factors, and actions to address gestational diabetes in selected Southeast Asian countries]. ''European Journal of Clinical Nutrition''. September 2021. Vol. 75 (9). hlm. 1303–1308. doi:10.1038/s41430-020-00838-6.</ref> | ||
Dari penelitian yang dilakukan oleh Cong Luat Nguyen dan kawan-kawan pada tahun 2018 tentang prevalensi diabetes gestasional di [[Asia Timur]] dan Asia Tenggara, didapatkan prevalensi kejadian diabetes gestasional tanpa memperhatikan standar diagnosis yang digunakan adalah sebesar 10,07. Negara dengan angka diabetes gestasional yang paling tinggi secara berurutan adalah Singapura (20,06%), Vietnam (18,93%), [[Tiongkok|Cina]] (11,91%), Malaysia (11,83%), sisanya adalah [[Jepang]], [[Korea]], [[Taiwan]], dan Thailand dengan prevalensi kurang dari 8%. | Dari penelitian yang dilakukan oleh Cong Luat Nguyen dan kawan-kawan pada tahun 2018 tentang prevalensi diabetes gestasional di [[Asia Timur]] dan Asia Tenggara, didapatkan prevalensi kejadian diabetes gestasional tanpa memperhatikan standar diagnosis yang digunakan adalah sebesar 10,07. Negara dengan angka diabetes gestasional yang paling tinggi secara berurutan adalah Singapura (20,06%), Vietnam (18,93%), [[Tiongkok|Cina]] (11,91%), Malaysia (11,83%), sisanya adalah [[Jepang]], [[Korea]], [[Taiwan]], dan Thailand dengan prevalensi kurang dari 8%.<ref>Cong Luat Nguyen. [https://www.hindawi.com/journals/jdr/2018/6536974/ Prevalence of Gestational Diabetes Mellitus in Eastern and Southeastern Asia: A Systematic Review and Meta-Analysis]. ''Journal of Diabetes Research''. 20 Februari 2018. Vol. 2018. hlm. e6536974. doi:10.1155/2018/6536974.</ref> | ||
Penelitian yang dilakukan di [[Finlandia]] oleh Elina Keikkala dan kawan-kawan pada tahun 2020 dengan menggunakan data dari 1146 kehamilan dengan diabetes gestasional dari tahun 2009-2012 memperlihatkan prevalensi sebesar 11,1%. | Penelitian yang dilakukan di [[Finlandia]] oleh Elina Keikkala dan kawan-kawan pada tahun 2020 dengan menggunakan data dari 1146 kehamilan dengan diabetes gestasional dari tahun 2009-2012 memperlihatkan prevalensi sebesar 11,1%.<ref>Elina Keikkala. [https://doi.org/10.1093/ije/dyaa039 Cohort Profile: The Finnish Gestational Diabetes (FinnGeDi) Study]. ''International Journal of Epidemiology''. 1 Juni 2020. Vol. 49 (3). hlm. 762–763g. doi:10.1093/ije/dyaa039.</ref> | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diabetes+gestasional&oldid=29207153 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29207153 (2026-05-09T15:30:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.59
Diabetes gestasional adalah intoleransi glukosa dalam masa kehamilan yang dimulai pada usia kehamilan 24 minggu dan berlangsung hingga proses persalinan. Diabetes gestasional berbeda dengan diabetes dalam kehamilan dan diabetes yang telah didiagnosis sebelumnya.
Klasifikasi untuk diabetes gestasional dibuat oleh Priscilla White pada tahun 1949 dengan edisi revisi pada tahun 1980. Klasifikasi ini didasarkan pada usia saat diabetes gestasional timbul, lamanya diabetes diderita, dan ada atau tidaknya komplikasi pada pembuluh darah. White membagi diabetes gestasional ke dalam 9 kelas.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang wanita hamil memiliki kecenderungan untuk menderita diabetes gestasional dibandingkan wanita hamil yang lain. Faktor-faktor tersebut adalah etnis, usia wanita hamil di atas 40 tahun, Indeks Massa Tubuh (IMT) yang lebih dari 30 kg/m2, riwayat peningkatan kadar gula darah, riwayat keluarga dengan diabetes melitus, riwayat menderita diabetes melitus sebelumnya, riwayat persalinan dengan bayi besar untuk masa kehamilan (BMK), sindrom polikistik ovarium, riwayat bayi lahir mati dalam masa perinatal, riwayat pengobatan kortikosteroid dan antipsikotik, dan kehamilan kembar.
Diabetes gestasional diduga terjadi akibat disfungsi sel beta pankreas yang menyebabkan resistensi insulin yang juga dipengaruhi oleh hormon-hormon selama kehamilan baik yang dihasilkan oleh calon ibu maupun yang dihasilkan oleh plasenta janin.
Federasi Obstetri dan Ginekologi Internasional atau International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) menetapkan kriteria diagnosis diabetes gestasional terbaru pada tahun 2015. Kriteria terbaru ini membedakan metode diagnosis diabetes gestasional dengan diabetes dalam kehamilan. Seorang wanita dikatakan menderita diabetes gestasional jika kadar gula darah puasanya 5,1-6,9 mmol/liter (95-125 gr/dl), atau kadar gula darah 1 jam setelah pemberian 75 gram glukosa ≥ 10 mmol/liter (180 mg/dl), atau kadar gula darah 2 jam setelah pemberian 75 gram glukosa 8,5-11 mmol/liter (153–199 mg/dl).
Penanganan diabetes gestasional meliputi dua terapi secara umum yaitu terapi nonfarmakologi dan terapi farmakologi. Terapi nonfarmakologi menitikberatkan terapi pada modifikasi pola makan atau terapi gizi medis, olahraga, manajemen berat badan, edukasi dan dukungan psikososial, serta pengawasan gula darah mandiri. Sedangkan terapi farmakologi merupakan terapi yang menggunakan insulin atau obat antidiabetik oral yaitu glibenklamida dan metformin.
Diabetes gestasional akan berakhir setelah proses persalinan. Hal inilah yang membedakannya dengan diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2. Namun, pemeriksaan kontrol 4 hingga 12 minggu setelah persalinan perlu dilakukan untuk benar-benar memastikan kondisi tersebut tidak berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2.
Diabetes gestasional akan memberikan dampak kepada janin dan calon ibu. Komplikasi pada janin adalah kelahiran prematur, bayi besar untuk masa kehamilan, trauma lahir, hipoglikemia, sindrom distres pernapasan pada bayi, jaundis, hipokalsemia, polisitemia, kelainan jantung, bayi lahir mati, dan peningkatan risiko untuk menderita diabetes melitus tipe 2. Sedangkan bagi calon ibu komplikasinya berupa preeklamsia, kemungkinan proses persalinan yang diinduksi atau bahkan operasi sesar, hipertensi, kelahiran tidak cukup bulan, polihidramnion, perdarahan setelah persalinan, infeksi, kemungkinan menderita diabetes gestasional berulang, kemungkinan berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2, peningkatan risiko menderita sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, dan retinopati diabetik.
Secara global, prevalensi diabetes gestasional sulit ditentukan karena terdapat beberapa kriteria diagnosis yang dapat digunakan dan proses skrining diabetes gestasional tidak dilakukan di semua negara. Namun, diperkirakan angkanya adalah 3-9% dari total keseluruhan kelahiran di dunia. Pada tahun 2015, penelitian yang bersifat global menunjukkan prevalensi diabetes gestasional sebesar 24,2% di Asia Tenggara; 21,8% di Timur Tengah dan Afrika Utara; 15,8% di Eropa; 14,9% Amerika Utara dan Kepulauan Karibia; 13,2% Amerika Tengah dan Amerika Selatan; 12,45 di Pasifik Barat; dan 10,5% di Afrika Sub-Sahara.
Definisi
Diabetes gestasional adalah intoleransi glukosa yang didiagnosis pertama kali dalam masa kehamilan setelah usia 24 minggu dan berakhir setelah proses persalinan. Kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi.[1][2]
Diabetes yang telah terdiagnosis sebelum masa kehamilan tidak termasuk ke dalam kriteria diabetes gestasional. Seorang wanita yang telah menderita diabetes sebelum hamil termasuk ke dalam kelompok diabetes dalam kehamilan atau diabetes in pregnancy (DIP).[3]
Kriteria diabetes gestasional sebagai peningkatan kadar gula darah selama masa kehamilan memiliki keterbatasan karena sebagian besar kondisi ini sebenarnya telah terjadi sebelumnya, tetapi tidak ada skrining yang dilakukan pada wanita usia reproduktif yang tidak sedang hamil. Untuk wanita hamil yang dicurigai telah menderita diabetes yang tidak terdiagnosis, dilakukan pemeriksaan lagi setelah proses persalinan.[4][5]
Pada tahun 2015, Federasi Obstetri dan Ginekologi Internasional atau International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), membuat kriteria kadar gula darah untuk membedakan diagnosis antara diabetes gestasional dengan diabetes dalam kehamilan. Hal ini menyebabkan penggunaan kriteria gula darah diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2 yang dahulu dipakai untuk mendiagnosis diabetes gestasional, tidak lagi digunakan.[6]
| Diabetes dalam kehamilan | Diabetes gestasional |
|---|---|
| Ibu hamil telah didiagnosis diabetes melitus sebelum kehamilan | Hiperglikemia selama kehamilan yang tidak memenuhi kriteria untuk diabetes melitus |
| Hiperglikemia didiagnosis pertama kali saat masa kehamilan yang memenuhi kriteria untuk diabetes melitus untuk wanita yang tidak sedang hamil menurut WHO | Hiperglikemia didiagnosis pertama kali saat masa kehamilan yang tidak memenuhi kriteria diabetes melitus menurut WHO |
| Dapat timbul kapan saja selama masa kehamilan termasuk saat trimester pertama | Timbul setelah usia kehamilan di atas 24 minggu |
Klasifikasi
Pada tahun 1949, Priscilla White memublikasikan sistem klasifikasi diabetes pada wanita hamil berdasarkan usia saat diabetes timbul, lama diabetes diderita, dan ada atau tidaknya komplikasi pembuluh darah.[8] Klasifikasi ini beberapa kali mengalami modifikasi. Revisi pertama dilakukan pada tahun 1965 dengan menggeser komplikasi pembuluh darah ke dalam kelas "D" dan menambahkan kelas "R". Revisi kedua dilakukan pada tahun 1972 dengan memasukkan diabetes gestasional ke dalam kelas "A" dan kelas "D" dibagi menjadi lima kategori. Revisi terakhir dilakukan pada tahun 1980 dengan memisahkan diabetes gestasional ke dalam kelas tersendiri dan penghapusan kelas "E" dan "G".[9][10]
| Kelas A: Diabetes terkontrol dengan pola makan, timbul pertama kali pada usia berapa pun
A1: terkontrol dengan pola makan A2: terkontrol dengan pemberian obat-obatan[13] |
| Kelas B: Diabetes timbul pertama kali pada usia 20 tahun atau lebih dan berlangsung kurang dari 10 tahun |
| Kelas C: Diabetes timbul pada usia antara 10-19 tahun atau berlangsung selama 10-19 tahun |
| Kelas D: Diabetes timbul di bawah usia 10 tahun, berlangsung selama lebih dari 20 tahun, terdapat retinopati atau hipertensi (tanpa preeklamsia)
D1: Timbul sebelum usia 10 tahun D2: Berlangsung selama 20 tahun D3: Terdapat kalsifikasi pembuluh darah di kaki (penyakit makrovaskuler) D4: Retinopati ringan (penyakit mikrovaskuler) D4: Hipertensi |
| Kelas R: Diabetes dengan retinopati proliferatif atau perdarahan vitreus |
| Kelas F: Diabetes dengan nefropati dan proteinuria lebih dari 500 mg/d |
| Kelas RF: Terdapat kriteria kelas R dan kelas F |
| Kelas H: Diabetes dengan penyakit jantung arteriosklerosis dengan bukti klinis yang jelas |
| Kelas T: Diabetes yang sebelumnya telah menjalani transplantasi ginjal |
Faktor risiko
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita hamil menderita diabetes gestasional adalah:
Etnis
Etnis tertentu yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita diabetes gestasional adalah Asia,[14][15] subbenua India (India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, Bhutan, dan Maladewa),[16][17] penduduk asli Kepulauan Selat Torres,[18][19] penduduk Pasifik,[20][21] Suku Māori,[22][23] Timur Tengah,[24] hispanik,[25][26] dan orang kulit berwarna dari Afrika.[27][28]
Riwayat maternal
Usia wanita hamil di atas 40 tahun.[29] Risiko untuk terjadinya diabetes gestasional berbanding lurus dengan pertambahan usia wanita hamil. Mekanisme terjadinya hal ini belum diketahui dengan pasti, tetapi berhubungan dengan resistensi insulin tingkat tinggi, tingginya petanda inflamasi dan adipositokin dalam sirkulasi darah ibu, serta adanya peningkatan stres oksidatif.[30][31] Jika dibandingkan dengan wanita hamil usia 20-24 tahun, risiko menderita diabetes gestasional akan mengalami peningkatan sebesar 3,2 kali untuk wanita berusia ≥ 35 tahun, untuk wanita berusia ≥ 40 tahun sebesar 4,2 kali, dan untuk wanita berusia ≥ 45 tahun sebesar 4,4 kali.[32]
Indeks massa tubuh (IMT) ≥ 30 kg/m2.[33] Dari penelitian yang dilakukan oleh Susan Chu di tahun 2007, diperoleh adanya peningkatan risiko diabetes gestasional sebesar 2,14 kali untuk wanita gemuk (IMT 25-29,9 kg/m2), sebesar 3,56 untuk wanita dengan obesitas (IMT ≥ 30 kg/m2), dan sebesar 8,56 untuk wanita sangat obesitas (IMT ≥ 40 kg/m2).[34]
Riwayat peningkatan kadar gula darah.[35] Hiperglikemia dalam kehamilan merupakan kondisi yang timbul akibat adanya diabetes melitus yang tidak terdeteksi sebelumnya atau gangguan resistensi insulin yang berkembang selama masa kehamilan. Hiperglikemia timbul akibat perubahan metabolisme glukosa wanita hamil. Peningkatan produksi insulin oleh pankreas selama kehamilan ini tidak dapat diakomodasi oleh tubuh wanita hamil sehingga terjadi peningkatan gula darah.[36][37]
Riwayat keluarga dengan diabetes melitus.[38] Dalam sebuah analisis yang dilakukan oleh Gloria Larrabure-Torrealva dan kawan-kawan pada tahun 2018 di Peru, wanita hamil yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya memiliki peningkatan risiko untuk menderita diabetes gestasional 1,53 kali lebih banyak dibandingkan wanita hamil tanpa riwayat keluarga.[39][40] Penelitian yang dilakukan oleh Hongyan Mao dan kawan-kawan pada tahun 2012 mampu mengisolasi setidaknya 8 gen yang diturunkan dalam keluarga yang berperan dalam terjadinya diabetes gestasional.[41]
Riwayat menderita diabetes melitus sebelumnya.[42] Wanita hamil yang menderita diabetes melitus tipe 1 memiliki kadar HbA1c yang tinggi selama kehamilan meskipun kadar gula darahnya mengalami perbaikan.[43] Seorang wanita yang menderita diabetes melitus pada kehamilan sebelumnya memiliki risiko untuk menderita diabetes gestasional hingga 8,42 kali lebih banyak dibandingkan wanita normal.[44]
Riwayat persalinan dengan bayi besar untuk masa kehamilan.[45] Asosiasi Diabetes Amerika merekomendasikan skrining bagi wanita dengan riwayat melahirkan bayi besar dalam kehamilan sebelumnya karena hal ini menunjukkan adanya gangguan toleransi glukosa dan kemungkinan diabetes gestasional yang tidak terdeteksi.[46]
Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS).[47] Kondisi ini merupakan kelainan endokrin yang banyak diderita oleh wanita usia subur. Di Eropa, prevalensinya mencapai 20%. PCOS ditandai dengan adanya hiperandrogenisme dan peningkatan resistensi insulin sehingga dapat memicu terjadinya diabetes gestasional.[48]
Riwayat bayi lahir mati dalam masa perinatal.[49][50] Seorang wanita hamil dengan diabetes memiliki risiko hingga 5 kali lipat untuk mengalami bayi lahir mati dibandingkan wanita normal. Oleh karena itu, riwayat bayi lahir mati pada kehamilan sebelumnya menjadi faktor risiko seorang wanita untuk menderita diabetes gestasional.[51][52]
Pengobatan dengan kortikosteroid.[53] Wanita hamil dengan penyakit autoimun yang menerima terapi kortikosteroid memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita diabetes gestasional.[54] Pemberian glukokortikoid sistemik akan meningkatkan resistensi insulin dengan cara mengurangi ekspresi gen untuk transpor glukosa[55][56] dan mengurangi migrasi sel serta menurunkan level glikogen sintase.[57][58]
Pengobatan dengan antipsikotik.[59][60] Dari penelitian yang dilakukan oleh Suat Kucukgoncu dan kawan-kawan pada tahun 2019, penggunaan obat antipsikotik akan meningkatkan risiko diabetes gestasional hingga 1,6 kali lipat dibandingkan wanita hamil kontrol.[61] Mekanisme timbulnya diabetes gestasional terjadi akibat peningkatan berat badan. Antipsikotik meningkatkan nafsu makan dengan cara menghambat reseptor dopamin.[62][63]
Penumpukan jaringan lemak akan menyebabkan lipolisis yang tidak terkontrol sehingga asam lemak dalam darah akan meningkat. Peningkatan ini akan merangsang terjadinya glukoneogenesis dan resistensi insulin di hati dan otot akibat penumpukan diasilgliserol atau digliserida.[64]
Antipsikotik juga memiliki efek toksik terhadap sel beta pankreas sehingga sekresinya akan menurun.[65][66]
Kehamilan kembar.[67] Kejadian diabetes gestasional dapat dipicu oleh kehamilan kembar. Kehamilan kembar akan menyebabkan peningkatan berat badan dan penurunan kadar PAPPA (sejenis metaloprotease) yang berfungsi untuk mengatur faktor pertumbuhan mirip insulin atau insulin-like growth factor (IGF). Kadar PAPPA yang rendah akan menyebabkan gangguan proteolisis jaringan adiposa sehingga terjadi penumpukan lemak. Gangguan metabolisme jaringan lemak ini akan meningkatkan resistensi insulin dan gangguan toleransi glukosa.[68][69]
Skrining
Strategi skrining diabetes gestasional pada wanita hamil kini dimulai pada pemeriksaan kehamilan pertama. Jika tidak ditemukan kemungkinan adanya diabetes melitus atau kondisi prediabetes, pemeriksaan yang sama dilakukan lagi saat usia kehamilan 24-28 minggu. Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) merekomendasikan skrining untuk wanita hamil dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki satu atau lebih faktor risiko berikut:[70]
- Tidak aktif secara fisik
- Memiliki keturunan tingkat pertama dengan diabetes melitus
- Memiliki ras dengan risiko tinggi untuk menderita diabetes gestasional
- Memiliki riwayat melahirkan bayi dengan berat badan yang melebihi 4 kg atau lebih
- Memiliki riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
- Menderita hipertensi (tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg atau sedang dalam terapi untuk hipertensi)
- Kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi atau high density lipoprotein (HDL) kurang dari 35 mg/dl (0,90 mmol/liter), kadar trigliserida lebih dari 250 mg/dl (2,82 mmol/liter)
- Wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik
- Kadar HbA1c ≥ 5,7% atau terdapat gangguan toleransi glukosa dan gangguan glukosa puasa
- Memiliki kondisi klinis yang berhubungan dengan resistensi insulin (IMT > 40 kg/m2, akantosis nigrikans)
- Memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.[71]
Patofisiologi
Diabetes gestasional memiliki kemiripan dengan diabetes melitus tipe 2 yang terjadi akibat resistensi dan insensitivitas insulin. Mekanisme terjadinya diabetes gestasional masih belum dipahami sepenuhnya, tetapi diduga akibat disfungsi sel beta pankreas.
Pada trimester kedua dan ketiga kehamilan, produksi hormon mengalami peningkatan. Jika sel beta pankreas tidak mampu menghasilkan jumlah insulin yang cukup untuk regulasi glukosa, maka akan terjadi peningkatan gula darah.[72][73] Penelitian yang dilakukan oleh A.H. Xiang dan kawan-kawan berhasil memperlihatkan penurunan fungsi sel beta pankreas hingga 67% pada wanita dengan diabetes gestasional.[74] Piotr Molęda dan kawan-kawan kemudian membuktikan bahwa hal tersebut terjadi bukan akibat proses autoimunitas berdasarkan tes antibodi anti asam glutamat dekarboksilase yang menunjukkan hasil negatif. Molęda menyebutkan bahwa kemungkinan disfungsi sel beta pankreas tersebut disebabkan oleh faktor genetika.[75]
Selama kehamilan, plasenta akan menghasilkan beberapa hormon yang bertujuan untuk pertumbuhan dan menginduksi perubahan metabolisme selama kehamilan. Perubahan ini akan menyebabkan modifikasi terhadap reseptor insulin. Hormon laktogen plasenta manusia atau disebut juga hormon somatomammotropin korionik manusia dan kortisol akan menghalangi reseptor insulin sehingga terjadi penurunan insulin di dalam peredaran darah.[76]
Selain itu, fosforilasi oleh tirosina kinase akan mengalami penurunan dan terjadi perubahan bentuk reseptor insulin yang akan menyebabkan kegagalan insulin untuk mengikat glukosa dalam darah.[77]
Jika wanita hamil memiliki indeks massa tubuh yang ≥ 30 kg/m2, akan terjadi inflamasi ringan yang berlangsung kronis. Inflamasi ini akan menginduksi sintesis asam santurenat yang merupakan unsur yang berperan dalam perkembangan diabetes gestasional dan kondisi prediabetes.[78]
Diagnosis
Pendekatan diagnosis diabetes gestasional yang banyak dilakukan dan dinilai efektif adalah melalui skrining faktor risiko. Selain itu ada juga yang menggunakan sistem skoring berdasarkan usia kehamilan, indeks massa tubuh, riwayat keluarga dengan diabetes melitus, riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, glikosuria, dan usia wanita hamil seperti yang dilakukan di Kanada,[79] Vietnam,[80] Denmark, Thailand.[81]
Pada tahun 2010, International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups (IADPSG) merekomendasikan skrining kepada semua wanita hamil dengan metode satu langkah menggunakan tes toleransi glukosa oral 75 gram atau 75 gram oral glucose tolerance test (OGTT 75-g). Dengan rekomendasi yang didukung oleh WHO, Federasi Diabetes Internasional atau International Diabetes Federation (IDF), dan Asosiasi Diabetes Amerika atau American Diabetes Association (ADA) ini,[82] skrining dengan metode 2 langkah menggunakan glukosa 50 gr dan 100 gram tidak lagi dilakukan.[83]
FIGO membagi skrining diabetes gestasional berdasarkan ketersediaan pemeriksaan ke dalam tiga kriteria yaitu:[84]
| Ketersediaan sarana | Strategi | |
|---|---|---|
| Waktu pemeriksaan | Alat diagnostik | |
| Sarana pemeriksaan lengkap | Trimester pertama | Gula darah puasa, gula darah sewaktu, atau pemeriksaan HbA1c |
| Kehamilan usia 24-28 minggu | Jika skrining pertama negatif, lakukan tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan | |
| Sarana pemeriksaan lengkap dan terdapat etnis dengan risiko tinggia | Trimester pertama | Tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan |
| Kehamilan usia 24-28 minggu | Jika skrining pertama negatif, lakukan tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan | |
| Sarana standar | Kehamilan usia 24-28 minggu | Tes toleransi glukosa oral 75 gram 2 jam setelah makan |
a Wanita Asia memiliki risiko tinggi mengalami hiperglikemia dengan insiden tertinggi pada kelompok wanita usia muda.[85] Pada populasi Asia, gula darah puasa dan HbA1c sensitifitasnya lebih rendah dibandingkan pemeriksaan tes toleransi glukosa oral 2 jam setelah makan.[86] Dalam satu penelitian di Cina, partisipan tanpa diabetes terbukti memiliki peningkatan kadar gula darah dengan tes toleransi glukosa oral 2 jam setelah makan.[87]
Kriteria diagnosis
FIGO mengadopsi kriteria diagnosis yang ditetapkan oleh WHO sebagai kriteria diagnosis diabetes gestasional terbaru. Seorang wanita hamil harus memiliki satu atau lebih hasil pemeriksaan positif untuk gula darah puasa dan atau pemeriksaan gula darah 2 jam setelah pemberian glukosa 75 gram atau pemeriksaan gula darah sewaktu yang dilakukan secara acak. Asosiasi Diabetes Amerika menambahkan rekomendasi pemeriksaan HbA1c sebagai alat bantu diagnosis diabetes pada wanita hamil.[88]
| Diabetes dalam kehamilan | Diabetes gestasional | |
|---|---|---|
| Gula darah puasa | ≥ 7 mmol/liter (126 mg/dl) | 5,1-6,9 mmol/liter (95-125 gr/dl) |
| 1 jam setelah pemberian 75 gram glukosa | ≥ 10 mmol/liter (180 mg/dl) | |
| 2 jam setelah pemberian 75 gram glukosa | ≥ 11,1 mmol/liter (200 mg/dl) | 8,5-11 mmol/liter (153–199 mg/dl) |
| Gula darah sewaktu | ≥ 11,1 mmol/liter (200 mg/dl) disertai gejala diabetes | |
| HbA1c | ≥ 48 mmol/liter atau 6,5% di awal kehamilan | 41 mmol/mol-48 mmol/mol
Nilai yang lebih rendah tidak berarti normal |
Penatalaksanaan
Terapi nonfarmakologi
Penanganan wanita hamil dengan diabetes gestasional melalui perbaikan pola hidup dimulai dengan terapi gizi secara medis, aktivitas fisik, manajemen berat badan berdasarkan usia kehamilan, edukasi dan dukungan psikososial, serta pengawasan gula darah secara mandiri.[90]
Modifikasi pola makan
Terapi gizi medis berupa perencanaan makanan harus memenuhi kebutuhan kalori yang cukup untuk perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil, mampu mencapai target kadar glukosa yang diinginkan, dan meningkatkan berat badan sesuai dengan usia kehamilan. Kebutuhan kalori dasar ibu hamil disesuaikan dengan usia ibu saat mengandung dan usia kehamilannya berdasarkan panduan diet tahun 2020-2025[91] yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian Amerika Serikat yaitu 175 gram karbohidrat, 71 gram protein, dan 28 gram serat.[92]
Diet karbohidrat untuk wanita hamil dengan diabetes gestasional diutamakan yang mengandung indeks glikemik rendah, membatasi karbohidrat hanya 40-50% dari total kebutuhan kalori harian, menghindari gula yang diproses seperti permen dan minuman bersoda, dan meningkatkan asupan serat.[93][94]
Tujuan terapi gizi medis adalah mencapai target gula darah yang normal dan mencegah terjadinya ketosis.[95][96]
Olahraga
Kegiatan fisik yang dianjurkan bagi wanita hamil dengan diabetes gestasional adalah latihan aerobik (berjalan kaki, sepeda statis, berenang, olahraga air, kelas senam kehamilan) intensitas sedang selama 30 menit setidaknya 5 hari dalam seminggu atau minimal 150 menit per minggu.[97][98] Wanita hamil yang sebelumnya tidak banyak beraktivitas dianjurkan untuk meningkatkan jumlah waktunya secara bertahap. Sebaliknya jika sebelumnya sudah aktif, intensitas aktivitas fisik wanita hamil justru diturunkan atau dipertahankan.[99]
Olahraga yang tidak dianjurkan adalah olahraga yang memiliki risiko untuk jatuh dan yang sering membutuhkan pergantian posisi, melompat, dan olahraga di tempat yang jaraknya ekstrem seperti menyelam atau memanjat gunung. Selama berolahraga, wania hamil dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang tidak ketat, mengonsumsi air yang cukup agar tidak dehidrasi, menghindari berolahraga saat temperatur dan kelembapan sedang tinggi, dan tidak berolahraga ketika sedang lapar, demam, atau kurang sehat.[100]
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang wanita hamil tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga yaitu gangguan hemodinamika jantung, kelemahan kandungan, kehamilan kembar, perdarahan trimester 2 dan 3 yang bersifat persisten, plasenta previa di atas usia kehamilan 26 minggu, dan preeklamsia.[101]
Jika dalam melakukan olahraga, terdapat keluhan dispnea, pusing, mual, nyeri kepala, penurunan gerakan janin, kontraksi rahim, perdarahan, kebocoran cairan ketuban, nyeri punggung atau pinggang, nyeri dada, dan pembengkakan daerah kaki, dianjurkan untuk segera berhenti dan menghubungi tenaga kesehatan.[102]
Manajemen berat badan
Seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami peningkatan berat badan karena pertambahan janin (sekitar 3,5 kg), cairan ketuban (sekitar 1-1,5 kg), plasenta (sekitar 1-1,5 kg), jaringan payudara (sekitar 1-1,5 kg), suplai darah (sekitar 2 kg), deposit jaringan lemak (sekitar 2,5–4 kg), dan perkembangan rahim (sekitar 1-2,5 kg).[103][104] Peningkatan berat badan wanita hamil dengan diabetes gestasional tidak dianjurkan melebihi batas rekomendasi dari ahli obstetri dan ginekologi sesuai dengan usia kehamilannya.[105]
Dibandingkan dengan wanita hamil dengan berat badan normal yang tidak menderita diabetes gestasional, risiko wanita hamil berat badan normal dengan diabetes gestasional meningkat hingga 1,94 kali lebih besar dan wanita hamil obesitas dengan diabetes gestasional meningkat hingga 5,47 kali lebih besar untuk kemungkinan melahirkan bayi besar untuk masa kehamilan.[106]
Proses skrining diabetes gestasional yang dilakukan di awal masa kehamilan memungkinkan tenaga kesehatan menginformasikan dan mendiskusikan jumlah kenaikan berat badan yang direkomendasikan.[107]
| Kategori berat badan sebelum kehamilan | IMT kg/m2 | Rekomendasi kenaikan berat badan (kg) | |
|---|---|---|---|
| Kehamilan tunggal | Kehamilan kembar 2 | ||
| Gizi kurang | < 18,5 | 12,5-18 | |
| Normal | 18,5-24,9 | 11,5-16 | 16,8-24,5 |
| Gemuk | 25-29,9 | 7-11,5 | 14,1-22,7 |
| Obesitas | > 30 | 5-9 | 11,3-19,1 |
Edukasi dan dukungan psikososial
Wanita hamil tanpa ada penyulit memiliki masalah psikologisnya sendiri. Terlebih bagi wanita hamil dengan diabetes gestasional. Kondisi depresi, gangguan makan, stres, dan kecemasan adalah bagian dari kemungkinan gangguan psikologis yang diderita. Jika dari penilaian status psikologis ditemukan adanya gangguan kesehatan mental, wanita hamil dirujuk kepada tenaga profesional untuk memberi dukungan, memetakan dan memecahkan masalah, serta memotivasi mereka.[110][111]
Pendekatan individual yang dilakukan sebaiknya mempertimbangkan latar belakang bahasa dan budaya, kemampuan dan pola belajar wanita hamil, serta kondisi sosial dan keluarga. Tenaga kesehatan wajib menyediakan informasi kepada wanita hamil dan keluarganya mengenai dampak jangka pendek dan jangka panjang diabetes gestasional terhadap ibu dan janin, rekomendasi pola makan (bila perlu dirujuk ke ahli gizi) dan rekomendasi aktivitas fisik, pengawasan dan target kadar gula darah secara mandiri di rumah, apa yang harus dilakukan jika wanita hamil merasakan keluhan, dan pentingnya kontrol jangka panjang. Termasuk di dalam informasi ini adalah kemungkinan penurunan gula darah pada bayi dalam 1x24 jam setelah proses persalinan.[112][113]
Pengawasan gula darah mandiri
Fluktuasi kadar gula darah selama masa kehamilan dan hal-hal yang memengaruhi kenaikannya adalah hal yang harus diperhatikan wanita hamil dengan diabetes gestasional. Hal ini dilakukan ketika pertama kali seorang wanita didiagnosis diabetes gestasional. Tujuannya untuk mengetahui pendekatan terapi yang akan diambil.[114][115]
Frekuensi awal pemeriksaan gula darah adalah sehari empat kali. Sekali dilakukan sebelum sarapan dan 3 kali dilakukan 1 jam atau 2 jam setelah makan pagi, siang, dan malam. Begitu target gula darah yang ingin dicapai telat terpenuhi, frekuensinya dapat dikurangi.[116]
Target hasil pemeriksaan gula darah dengan menggunakan darah kapiler adalah 5,3 mmol/liter (95 mg/dl) untuk gula darah puasa, kurang atau sama dengan 7,4 mmol/liter (140 mg/dl) untuk pemeriksaan 1 jam setelah makan, dan 6,7 mmol/liter (120 mg/dl) untuk pemeriksaan 2 jam setelah makan.[117][118] Jika kadar gula darah meningkat di dua kali pemeriksaan dalam satu minggu, perlu dilakukan modifikasi pola makan serta intervensi kegiatan fisik dan terapi farmakologi.[119][120]
Terapi farmakologi
Jika perubahan pola makan dan pola hidup tidak dapat mengontrol kadar gula darah, wanita hamil dengan diabetes gestasional akan diberikan terapi farmakologi. Pilihan utama untuk terapi ini adalah insulin sesuai dengan rekomendasi dari ADA.[121][122]
Insulin
Insulin adalah pilihan terapi farmakologi pertama pada diabetes gestasional karena dapat mengontrol gula darah dengan cepat dan aman bagi janin karena tidak melewati sawar plasenta.[123] Dosis insulin yang diberikan menggunakan formula 0,7-1 unit/kg BB/hari dalam dosis terbagi. Selanjutnya setiap 2-3 hari dosis dapat ditingkatkan 2-4 unit sesuai kebutuhan hingga target gula darah terpenuhi atau diturunkan jika terdapat 2-3 kali episode hipoglikemia dalam 1 minggu atau jika terjadi hipoglikemia berat meskipun hanya sekali.[124][125]
FIGO menyarankan peningkatan dosis insulin secara bertahap dimulai dari 0,7 unit/kgBB/hari pada trimester pertama; lalu 0,8 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-18; kemudian 0,9 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-26; dan 1 unit/kgBB/hari sejak minggu ke-36 hingga saat persalinan.[126]
Antidiabetik oral
Dahulu, obat antidiabetik oral tidak direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat karena diduga memiliki efek teratogenik dan hipoglikemia neonatus.[127]
Meskipun demikian beberapa penelitian uji acak terkendali yang dilakukan oleh Janet A. Rowan dan kawan-kawan pada tahun 2008[128] dan Juan Gui pada tahun 2013[129] menunjukkan efikasi pemberian metformin serta penelitian oleh Langer O. dan kawan-kawan pada tahun 2000[130] untuk pemberian glibenklamida.[131]
Dosis awal pemberian metformin adalah 500 mg per oral per hari setelah makan. Setelah seminggu dapat ditingkatkan sebesar 500 mg dalam dosis terbagi 2x500 mg. Glibenklamida dimulai dengan dosis 2,5–5 mg sehari sekali hingga mencapai 20 mg per hari dengan pemberian dua kali sehari. Glibenklamida terbukti lebih efektif jika dikonsumsi sekitar 30-60 menit sebelum makan.[132][133]
Jika dibandingkan dengan glibenklamida, metformin memiliki jumlah kelahiran bayi besar untuk masa kehamilan yang lebih sedikit, pertambahan berat badan wanita hamil yang lebih kecil, tetapi dengan jumlah mortalitas perinatal dan hipoglikemia neonatus yang tidak jauh berbeda.[134]
Glibenklamida yang merupakan generasi kedua golongan sulfonilurea yang bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan insulin dari sel beta pankreas sedangkan metformin bekerja dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar glukosa darah puasa dan dua jam setelah makan. Metformin juga menurunkan glukosa hati dengan cara menghambat proses glukoneogenesis dan meningkatkan absorpsi glukosa perifer di otot dan jaringan lemak.[135]
Prognosis
Diabetes gestasional akan berakhir setelah proses persalinan. Namun, pemeriksaan kontrol 4 hingga 12 minggu setelah persalinan perlu dilakukan untuk melihat apakah kondisi tersebut berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2, gangguan glukosa darah puasa atau gangguan tes toleransi glukosa oral. Pemeriksaan yang direkomendasikan adalah tes toleransi glukosa oral 75 gram.[136]
Asosiasi Diabetes Amerika menganjurkan pemeriksaan ulang selama 1 hingga 3 tahun pertama setelah persalinan bagi wanita dengan diabetes gestasional.[137] Dari penelitian yang dilakukan oleh Stuebe dan kawan-kawan pada tahun 2011, diabetes gestasional dan gangguan toleransi glukosa selama kehamilan berhubungan dengan kelainan metabolik persisten 3 tahun setelah proses persalinan.[138]
Kemungkinan seorang wanita menderita diabetes gestasional lagi pada kehamilan keduanya adalah sekitar 30-84%. Jika kehamilan ini timbul dalam jangka waktu setahun setelah kehamilan pertama, kemungkinannya semakin besar.[139]
Komplikasi
Pada janin
Komplikasi jangka pendek
Prematuritas terutama jika kadar gula darah ibu hamil sangat tinggi dan membutuhkan terapi insulin.[140]
Besar untuk masa kehamilan (BMK).[141][142]
Trauma lahir akibat ukuran bayi yang besar. Dapat mengakibatkan patah tulang dan kelumpuhan saraf.[143][144]
Sindrom distres pernapasan pada bayi.[147]
Kelainan jantung termasuk kardiomiopati hipertrofik dan obstruksi aliran darah di ventrikel kiri.[151]
Komplikasi jangka panjang
Terdapat peningkatan risiko untuk gangguan toleransi glukosa, diabetes melitus tipe 2, dan obesitas.[153]
Pada ibu
Komplikasi jangka pendek
Persalinan yang diinduksi.[156]
Hipertensi dalam kehamilan.[158]
Kelahiran tidak cukup bulan.[159]
Perdarahan setelah proses persalinan.[161]
Komplikasi jangka panjang
Diabetes gestasional berulang di kehamilan berikutnya.[163][164]
Diabetes melitus tipe 2.[165][166]
Risiko berkembang menjadi diabetes melitus atau prediabetes 11,4 tahun setelah persalinan.[167]
Peningkatan risiko menderita gangguan metabolisme glukosa seperti gangguan glukosa puasa dan gangguan toleransi glukosa.[168]
Perkembangan sindrom metabolik.[169]
Perkembangan penyakit kardiovaskular.[170][171]
Epidemiologi
Menentukan prevalensi pasti diabetes gestasional secara global masih sulit untuk dilakukan karena adanya perbedaan kriteria diagnosis yang digunakan oleh masing-masing negara. Selain itu proses skrining tidak dilakukan secara menyeluruh di semua negara.[174] Namun, diperkirakan angkanya adalah 3-9% dari total kelahiran di seluruh dunia.[175]
Secara global, penelitian pertama tentang prevalensi hiperglikemia pada wanita hamil usia 20-49 tahun dilakukan pada tahun 2013. Hasilnya didapatkan prevalensi diabetes gestasional adalah 16,9% atau sekitar 21,4 juta kelahiran hidup.[176]
Pada tahun 2015 penelitian yang bersifat global lainnya menunjukkan prevalensi sebesar 24,2% di Asia Tenggara; 21,8% di Timur Tengah dan Afrika Utara; 15,8% di Eropa; 14,9% Amerika Utara dan Kepulauan Karibia; 13,2% Amerika Tengah dan Amerika Selatan; 12,45 di Pasifik Barat; dan 10,5% di Afrika Sub-Sahara.[177]
Penelitian global terbaru dilakukan pada tahun 2020 oleh Moody C. dan kawan-kawan. Dengan menggunakan perbandingan berbagai kriteria, melibatkan 13.450 wanita hamil dari 7 negara, diperoleh hasil prevalensi diebetes gestasional yang dinilai berdasarkan kriteria yang dikeluarkan oleh IADPSG, memberikan angka paling tinggi yaitu 10,13%. Prevalensi diabetes gestasional tertinggi adalah Malaysia dengan 38,25%; India dengan 21,95%; Thailand 14,25%; Turki 10,25%; Nigeria 8,05%; dan yang terendah adalah Irlandia dengan prevalensi 2,075%.[178]
Di Asia Tenggara, penelitian tentang kejadian diabetes gestasional dikemukakan dalam simposium yang diadakan oleh International Life Sciences Institute (ILSI) pada tahun 2021. Penelitian tersebut melibatkan penderita diabetes gestasional dari enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Namun, di antara enam negara hanya Malaysia dan Singapura yang memiliki prevalensi nasional untuk diabetes gestasional. Jika dilihat dari prevalensi nasional, Singapura memiliki angka yang lebih tinggi dibanding Malaysia. Dari data rumah sakit, tiga prevalensi tertinggi secara berurutan adalah Vietnam, Thailand, dan terakhir Filipina.[179]
Perkiraan prevalensi dari keenam negara adalah 1,7-25% dengan persamaan pada peningkatan angka diabetes gestasional dari waktu ke waktu. Dengan adanya variasi kriteria yang digunakan oleh berbagai negara, jika menggunakan kriteria International Association of Diabetes and Pregnance Study Group (IADPSG), tiga negara teratas adalah Malaysia, Singapura, dan Vietnam.[180]
Dari penelitian yang dilakukan oleh Cong Luat Nguyen dan kawan-kawan pada tahun 2018 tentang prevalensi diabetes gestasional di Asia Timur dan Asia Tenggara, didapatkan prevalensi kejadian diabetes gestasional tanpa memperhatikan standar diagnosis yang digunakan adalah sebesar 10,07. Negara dengan angka diabetes gestasional yang paling tinggi secara berurutan adalah Singapura (20,06%), Vietnam (18,93%), Cina (11,91%), Malaysia (11,83%), sisanya adalah Jepang, Korea, Taiwan, dan Thailand dengan prevalensi kurang dari 8%.[181]
Penelitian yang dilakukan di Finlandia oleh Elina Keikkala dan kawan-kawan pada tahun 2020 dengan menggunakan data dari 1146 kehamilan dengan diabetes gestasional dari tahun 2009-2012 memperlihatkan prevalensi sebesar 11,1%.[182]
Daftar pustaka
Referensi
- ↑ Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.
- ↑ International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups Recommendations on the Diagnosis and Classification of Hyperglycemia in Pregnancy. Diabetes Care. Maret 2010. Vol. 33 (3). hlm. 676–682. doi:10.2337/dc09-1848.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Miira M. Klemetti. White’s classification and pregnancy outcome in women with type 1 diabetes: a population-based cohort study. Diabetologia. 1 Januari 2016. Vol. 59 (1). hlm. 92–100. doi:10.1007/s00125-015-3787-1.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Stevie N. Bennett. Assessing White’s Classification of Pregestational Diabetes in a Contemporary Diabetic Population. Obstetrics and gynecology. Mei 2015. Vol. 125 (5). hlm. 1217–1223. doi:10.1097/AOG.0000000000000820.
- ↑ Stevie N. Bennett. Assessing White’s Classification of Pregestational Diabetes in a Contemporary Diabetic Population. Obstetrics and gynecology. Mei 2015. Vol. 125 (5). hlm. 1217–1223. doi:10.1097/AOG.0000000000000820.
- ↑ Amanda “Bird” Hoffert Gilmartin. Gestational Diabetes Mellitus. Reviews in Obstetrics and Gynecology. 2008. Vol. 1 (3). hlm. 129–134.
- ↑ Bryan S. Quintanilla Rodriguez. Gestational Diabetes. StatPearls Publishing. 2022.
- ↑ Kai Wei Lee. Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus in Asia: a systematic review and meta-analysis. BMC Pregnancy and Childbirth. 14 Desember 2018. Vol. 18 (1). hlm. 494. doi:10.1186/s12884-018-2131-4.
- ↑ Thubasni Kunasegaran. Gestational Diabetes Mellitus in Southeast Asia: A Scoping Review. International Journal of Environmental Research and Public Health. Februari 2021. Vol. 18 (3). hlm. 1272. doi:10.3390/ijerph18031272.
- ↑ Anne K. Jenum. Impact of ethnicity on gestational diabetes identified with the WHO and the modified International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups criteria: a population-based cohort study. European Journal of Endocrinology. 1 Februari 2012. Vol. 166 (2). hlm. 317–324. doi:10.1530/EJE-11-0866.
- ↑ G. Mukerji. Impact of gestational diabetes on the risk of diabetes following pregnancy among Chinese and South Asian women. Diabetologia. 1 Agustus 2012. Vol. 55 (8). hlm. 2148–2153. doi:10.1007/s00125-012-2549-6.
- ↑ Anna Wood. Primary Health Care for Aboriginal Australian Women in Remote Communities after a Pregnancy with Hyperglycaemia. International Journal of Environmental Research and Public Health. Februari 2020. Vol. 17 (3). hlm. 720. doi:10.3390/ijerph17030720.
- ↑ Matthew J. L. Hare. Diabetes during pregnancy and birthweight trends among Aboriginal and non-Aboriginal people in the Northern Territory of Australia over 30 years. The Lancet Regional Health – Western Pacific. 1 Agustus 2020. Vol. 1. doi:10.1016/j.lanwpc.2020.100005.
- ↑ Mindy Sugiyama. Assessment of Gestational Diabetes and Associated Risk Factors and Outcomes in the Pacific Island Nation of Palau. Maternal and Child Health Journal. 1 Oktober 2017. Vol. 21. doi:10.1007/s10995-017-2313-0.
- ↑ Andrew D Williams. Ambient Volatile Organic Compounds and Racial/Ethnic Disparities in Gestational Diabetes Mellitus: Are Asian/Pacific Islander Women at Greater Risk?. American Journal of Epidemiology. 1 Februari 2019. Vol. 188 (2). hlm. 389–397. doi:10.1093/aje/kwy256.
- ↑ Jennifer Reid. The experience of gestational diabetes for indigenous Māori women living in rural New Zealand: qualitative research informing the development of decolonising interventions. BMC Pregnancy and Childbirth. 5 Desember 2018. Vol. 18 (1). hlm. 478. doi:10.1186/s12884-018-2103-8.
- ↑ Ljiljana Jowitt. Gestational diabetes in New Zealand ethnic groups. Integ Mol Medicine, 3(2): 583-589. Integrative Molecular Medicine. 1 Januari 2016. Vol. 3. hlm. 583–589. doi:10.15761/IMM.1000208.
- ↑ Rami H. Al-Rifai. Prevalence of Gestational Diabetes Mellitus in the Middle East and North Africa, 2000–2019: A Systematic Review, Meta-Analysis, and Meta-Regression. Frontiers in Endocrinology. 2021. Vol. 12. doi:10.3389/fendo.2021.668447/full#h6.
- ↑ Kim Huston. Latina Women are at Greater Risk for Gestational Diabetes. Norton Children's. 24 September 2019.
- ↑ Wilfred Fujimoto. Gestational Diabetes in High-Risk Populations. Clinical Diabetes. 1 April 2013. Vol. 31 (2). hlm. 90–94. doi:10.2337/diaclin.31.2.90.
- ↑ Rami H. Al-Rifai. Prevalence of Gestational Diabetes Mellitus in the Middle East and North Africa, 2000–2019: A Systematic Review, Meta-Analysis, and Meta-Regression. Frontiers in Endocrinology. 2021. Vol. 12. doi:10.3389/fendo.2021.668447/full#h6.
- ↑ Incidence of Gestational Diabetes in Australia, Risk Factors. Australian Institute of Health and Welfare. 4 September 2019.
- ↑ Renata Selbach Pons. Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease. Diabetology & Metabolic Syndrome. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.
- ↑ Yueyi Li. Maternal age and the risk of gestational diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis of over 120 million participants. Diabetes Research and Clinical Practice. 1 April 2020. Vol. 162. hlm. 108044. doi:10.1016/j.diabres.2020.108044.
- ↑ Merja K. Laine. Gestational diabetes in primiparous women–impact of age and adiposity: a register-based cohort study. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica. 2018. Vol. 97 (2). hlm. 187–194. doi:10.1111/aogs.13271.
- ↑ Yueyi Li. Maternal age and the risk of gestational diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis of over 120 million participants. Diabetes Research and Clinical Practice. 1 April 2020. Vol. 162. hlm. 108044. doi:10.1016/j.diabres.2020.108044.
- ↑ Renata Selbach Pons. Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease. Diabetology & Metabolic Syndrome. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.
- ↑ Susan Y. Chu. Maternal Obesity and Risk of Gestational Diabetes Mellitus. Diabetes Care. 1 Agustus 2007. Vol. 30 (8). hlm. 2070–2076. doi:10.2337/dc06-2559a.
- ↑ Howard Berger. Diabetes in Pregnancy. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.
- ↑ Safiness Simon Msollo. Prevalence of hyperglycemia in pregnancy and influence of body fat on development of hyperglycemia in pregnancy among pregnant women in urban areas of Arusha region, Tanzania. BMC Pregnancy and Childbirth. 28 Agustus 2019. Vol. 19 (1). hlm. 315. doi:10.1186/s12884-019-2463-8.
- ↑ Masoumeh Abbasi. Determination of the most important risk factors of gestational diabetes in Iran by group analytical hierarchy process. International Journal of Reproductive Biomedicine. Februari 2017. Vol. 15 (2). hlm. 109–114.
- ↑ Yeyi Zhu. Prevalence of Gestational Diabetes and Risk of Progression to Type 2 Diabetes: a Global Perspective. Current diabetes reports. Januari 2016. Vol. 16 (1). hlm. 7. doi:10.1007/s11892-015-0699-x.
- ↑ Yeyi Zhu. Prevalence of Gestational Diabetes and Risk of Progression to Type 2 Diabetes: a Global Perspective. Current diabetes reports. Januari 2016. Vol. 16 (1). hlm. 7. doi:10.1007/s11892-015-0699-x.
- ↑ Gloria T. Larrabure-Torrealva. Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus: findings from a universal screening feasibility program in Lima, Peru. BMC Pregnancy and Childbirth. 18 Juli 2018. Vol. 18 (1). hlm. 303. doi:10.1186/s12884-018-1904-0.
- ↑ Hongyan Mao. Meta-Analysis of the Relationship between Common Type 2 Diabetes Risk Gene Variants with Gestational Diabetes Mellitus. PLOS ONE. 24 September 2012. Vol. 7 (9). hlm. e45882. doi:10.1371/journal.pone.0045882.
- ↑ Alison Nankervis. Gestational diabetes mellitus: A pragmatic approach to diagnosis and management. Australian Journal of General Practitioner. Juli 2018. Vol. 47 (7). doi:10.31128/AJGP-01-18-4479.
- ↑ Gloria T. Larrabure-Torrealva. Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus: findings from a universal screening feasibility program in Lima, Peru. BMC Pregnancy and Childbirth. 18 Juli 2018. Vol. 18 (1). hlm. 303. doi:10.1186/s12884-018-1904-0.
- ↑ Kai Wei Lee. Prevalence and risk factors of gestational diabetes mellitus in Asia: a systematic review and meta-analysis. BMC Pregnancy and Childbirth. 14 Desember 2018. Vol. 18 (1). hlm. 494. doi:10.1186/s12884-018-2131-4.
- ↑ Renata Selbach Pons. Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease. Diabetology & Metabolic Syndrome. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.
- ↑ Corrie Miller. The risk of diabetes after giving birth to a macrosomic infant: data from the NHANES cohort. Maternal Health, Neonatology and Perinatology. 12 Mei 2021. Vol. 7 (1). hlm. 12. doi:10.1186/s40748-021-00132-8.
- ↑ Renata Selbach Pons. Risk factors for gestational diabetes mellitus in a sample of pregnant women diagnosed with the disease. Diabetology & Metabolic Syndrome. 11 November 2015. Vol. 7 (Suppl 1). hlm. A80. doi:10.1186/1758-5996-7-S1-A80.
- ↑ Stine Lyngvi Fougner. No impact of gestational diabetes mellitus on pregnancy complications in women with PCOS, regardless of GDM criteria used. PLOS ONE. 23 Juli 2021. Vol. 16 (7). hlm. e0254895. doi:10.1371/journal.pone.0254895.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Masoumeh Abbasi. Determination of the most important risk factors of gestational diabetes in Iran by group analytical hierarchy process. International Journal of Reproductive Biomedicine. Februari 2017. Vol. 15 (2). hlm. 109–114.
- ↑ Hamid Reza Tabatabaee. Risk of Stillbirth in Women with Gestational Diabetes and High Blood Pressure. Iranian Journal of Public Health. April 2020. Vol. 49 (4). hlm. 773–781.
- ↑ Sharon T. Mackin. Factors associated with stillbirth in women with diabetes. Diabetologia. 1 Oktober 2019. Vol. 62 (10). hlm. 1938–1947. doi:10.1007/s00125-019-4943-9.
- ↑ Howard Berger. Diabetes in Pregnancy. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.
- ↑ Gretchen Bandoli. A review of systemic corticosteroid use in pregnancy and the risk of select pregnancy and birth outcomes. Rheumatic diseases clinics of North America. Agustus 2017. Vol. 43 (3). hlm. 489–502. doi:10.1016/j.rdc.2017.04.013.
- ↑ Steven P Weinstein. Glucocorticoid-Induced Insulin Resistance: Dexamethasone Inhibits the Activation of Glucose Transport in Rat Skeletal Muscle by Both Insulin- and Non-Insulin-Related Stimuli. Diabetes. 1 April 1995. Vol. 44 (4). hlm. 441–445. doi:10.2337/diab.44.4.441.
- ↑ Natalia M. Leguisamo. GLUT4 content decreases along with insulin resistance and high levels of inflammatory markers in rats with metabolic syndrome. Cardiovascular Diabetology. 16 Agustus 2021. Vol. 11 (1). hlm. 100. doi:10.1186/1475-2840-11-100.
- ↑ Chang-Hoon Lee. Inhaled Corticosteroids Use Is Not Associated With an Increased Risk of Pregnancy-Induced Hypertension and Gestational Diabetes Mellitus: Two Nested Case-Control Studies. Medicine. Mei 2016. Vol. 95 (22). hlm. e3627. doi:10.1097/MD.0000000000003627.
- ↑ Jérôme Ruzzin. Glucocorticoid-induced insulin resistance in skeletal muscles: Defects in insulin signalling and the effects of a selective glycogen synthase kinase-3 inhibitor. Diabetologia. 1 November 2005. Vol. 48. hlm. 2119–30. doi:10.1007/s00125-005-1886-0.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Gestational Diabetes Mellitus. www.health.qld.gov.au. Februari 2021.
- ↑ Suat Kucukgoncu. Antipsychotic Exposure in Pregnancy and the Risk of Gestational Diabetes: A Systematic Review and Meta-analysis. Schizophrenia Bulletin. 26 Februari 2020. Vol. 46 (2). hlm. 311–318. doi:10.1093/schbul/sbz058.
- ↑ Richard I. G. Holt. Association Between Antipsychotic Medication Use and Diabetes. Current Diabetes Reports. 2019. Vol. 19 (10). hlm. 96. doi:10.1007/s11892-019-1220-8.
- ↑ Theary Chhim. Antipsychotic-Induced Diabetes Mellitus. www.uspharmacist.com. 2012.
- ↑ Richard I. G. Holt. Association Between Antipsychotic Medication Use and Diabetes. Current Diabetes Reports. 2019. Vol. 19 (10). hlm. 96. doi:10.1007/s11892-019-1220-8.
- ↑ Richard I. G. Holt. Association Between Antipsychotic Medication Use and Diabetes. Current Diabetes Reports. 2019. Vol. 19 (10). hlm. 96. doi:10.1007/s11892-019-1220-8.
- ↑ Theary Chhim. Antipsychotic-Induced Diabetes Mellitus. www.uspharmacist.com. 2012.
- ↑ Gestational Diabetes Mellitus. www.health.qld.gov.au. Februari 2021.
- ↑ Liran Hiersch. Incidence and risk factors for gestational diabetes mellitus in twin versus singleton pregnancies. Archives of Gynecology and Obstetrics. September 2018. Vol. 298 (3). hlm. 579–587. doi:10.1007/s00404-018-4847-9.
- ↑ Olga Buerger. First-Trimester Screening for Gestational Diabetes Mellitus in Twin Pregnancies. Journal of Clinical Medicine. Januari 2021. Vol. 10 (17). hlm. 3814. doi:10.3390/jcm10173814.
- ↑ Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.
- ↑ Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Denice S. Feig. Risk of development of diabetes mellitus after diagnosis of gestational diabetes. CMAJ : Canadian Medical Association Journal. 29 Juli 2008. Vol. 179 (3). hlm. 229–234. doi:10.1503/cmaj.080012.
- ↑ A H Xiang. Multiple metabolic defects during late pregnancy in women at high risk for type 2 diabetes. Diabetes. 1 April 1999. Vol. 48 (4). hlm. 848–854. doi:10.2337/diabetes.48.4.848.
- ↑ Piotr Molęda. The adipokines and beta cell dysfunction in normoglycemic women with previous gestational diabetes mellitus. Polskie Archiwum Medycyny Wewnetrznej. 7 Agustus 2015. Vol. 125. doi:10.20452/pamw.3043.
- ↑ Bryan S. Quintanilla Rodriguez. Gestational Diabetes. StatPearls Publishing. 2022.
- ↑ Bryan S. Quintanilla Rodriguez. Gestational Diabetes. StatPearls Publishing. 2022.
- ↑ Bryan S. Quintanilla Rodriguez. Gestational Diabetes. StatPearls Publishing. 2022.
- ↑ C. David Naylor. Selective Screening for Gestational Diabetes Mellitus. New England Journal of Medicine. 27 November 1997. Vol. 337 (22). hlm. 1591–1596. doi:10.1056/NEJM199711273372204.
- ↑ Thach S. Tran. Early Prediction of Gestational Diabetes Mellitus in Vietnam. Diabetes Care. Maret 2013. Vol. 36 (3). hlm. 618–624. doi:10.2337/dc12-1418.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Stephen Colagiuri. Strategies for implementing the WHO diagnostic criteria and classification of hyperglycaemia first detected in pregnancy. Diabetes research and clinical practice. 1 Maret 2014. Vol. 103. hlm. 364–72. doi:10.1016/j.diabres.2014.02.012.
- ↑ International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups Recommendations on the Diagnosis and Classification of Hyperglycemia in Pregnancy. Diabetes Care. Maret 2010. Vol. 33 (3). hlm. 676–682. doi:10.2337/dc09-1848.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Qing Qiao. Age- and sex-specific prevalence of diabetes and impaired glucose regulation in 11 Asian Cohorts. Diabetes care. 1 Juli 2003. Vol. 26. hlm. 1770–80.
- ↑ Ambady Ramachandran. Trends in prevalence of diabetes in Asian countries. World Journal of Diabetes. 15 juni 2012. Vol. 3 (6). hlm. 110–117. doi:10.4239/wjd.v3.i6.110.
- ↑ Wenying Yang. Prevalence of Diabetes among Men and Women in China. New England Journal of Medicine. 25 Maret 2010. Vol. 362 (12). hlm. 1090–1101. doi:10.1056/NEJMoa0908292.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ American Diabetes Association. 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2020. Diabetes Care. 16 Desember 2019. Vol. 43 (Supplement_1). hlm. S183–S192. doi:10.2337/dc20-S014.
- ↑ Dietary Guidelines for Americans, 2020-2025 and Online Materials Dietary Guidelines for Americans. www.dietaryguidelines.gov.
- ↑ American Diabetes Association. 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2020. Diabetes Care. 16 Desember 2019. Vol. 43 (Supplement_1). hlm. S183–S192. doi:10.2337/dc20-S014.
- ↑ Jeffrey Denney. Gestational Diabetes: Underpinning Principles, Surveillance, and Management. Obstetrics and Gynecology Clinics of North America. 1 Juni 2018. Vol. 45. hlm. 299–314. doi:10.1016/j.ogc.2018.01.003.
- ↑ Celeste Durnwald. Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis. www.uptodate.com. Januari 2022.
- ↑ Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.
- ↑ Celeste Durnwald. Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis. www.uptodate.com. Januari 2022.
- ↑ Sheri R Colberg. Prescribing physical activity to prevent and manage gestational diabetes. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2013. Vol. 4 (6). hlm. 256–262. doi:10.4239/wjd.v4.i6.256.
- ↑ ACOG Guidance on Gestational Diabetes. The ObG Project. 26 Juni 2017.
- ↑ Sport Medicine Australia. Pregnancy and Exercise. www.sma.org.au.
- ↑ Physical Activity for Women with Gestational Diabetes Yale Health. yalehealth.yale.edu.
- ↑ Physical Activity for Women with Gestational Diabetes Yale Health. yalehealth.yale.edu.
- ↑ Physical Activity for Women with Gestational Diabetes Yale Health. yalehealth.yale.edu.
- ↑ C. S. Williamson. Nutrition in pregnancy. Nutrition Bulletin. 2006. Vol. 31 (1). hlm. 28–59. doi:10.1111/j.1467-3010.2006.00541.x.
- ↑ John D. Jacobson. Managing your weight gain during pregnancy. medlineplus.gov. 10 Mei 2020.
- ↑ Weight Gain During Pregnancy. www.acog.org. Januari 2013.
- ↑ Mary Helen Black. The Relative Contribution of Prepregnancy Overweight and Obesity, Gestational Weight Gain, and IADPSG-Defined Gestational Diabetes Mellitus to Fetal Overgrowth. Diabetes Care. Januari 2013. Vol. 36 (1). hlm. 56–62. doi:10.2337/dc12-0741.
- ↑ Jane C. Willcox. Excess gestational weight gain: an exploration of midwives’ views and practice. BMC Pregnancy and Childbirth. 27 September 2012. Vol. 12 (1). hlm. 102. doi:10.1186/1471-2393-12-102.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Kara M. Whitaker. Association of provider advice and gestational weight gain in twin pregnancies: a cross-sectional electronic survey. BMC Pregnancy and Childbirth. 23 Juli 2020. Vol. 20 (1). hlm. 417. doi:10.1186/s12884-020-03107-3.
- ↑ Joanne M. Spahn. State of the Evidence Regarding Behavior Change Theories and Strategies in Nutrition Counseling to Facilitate Health and Food Behavior Change. Journal of the American Dietetic Association. 1 Juni 2010. Vol. 110 (6). hlm. 879–891. doi:10.1016/j.jada.2010.03.021.
- ↑ Navneet Magon. Gestational diabetes mellitus: Non-insulin management. Indian journal of endocrinology and metabolism. 1 Oktober 2011. Vol. 15. hlm. 284–93. doi:10.4103/2230-8210.85580.
- ↑ Bharti Kalra. Psychosocial management of diabetes in pregnancy. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism. 2013. Vol. 17 (5). hlm. 815–818. doi:10.4103/2230-8210.117216.
- ↑ National Institute for Health and Care Excellence. Diabetes in pregnancy: management from preconception to the postnatal period Guidance NICE. www.nice.org.uk. 16 Desember 2020.
- ↑ Celeste Durnwald. Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis. www.uptodate.com. Januari 2022.
- ↑ Carlos Antonio Negrato. Self-monitoring of blood glucose during pregnancy: indications and limitations. Diabetology & Metabolic Syndrome. 22 Desember 2012. Vol. 4 (1). hlm. 54. doi:10.1186/1758-5996-4-54.
- ↑ National Institute for Health and Care Excellence. Diabetes in pregnancy: management from preconception to the postnatal period Guidance NICE. www.nice.org.uk. 16 Desember 2020.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ American Diabetes Association. 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2021. Diabetes Care. 4 Desember 2020. Vol. 44 (Supplement_1). hlm. S200–S210. doi:10.2337/dc21-S014.
- ↑ National Institute for Health and Care Excellence. Diabetes in pregnancy: management from preconception to the postnatal period Guidance NICE. www.nice.org.uk. 16 Desember 2020.
- ↑ Carlos Antonio Negrato. Self-monitoring of blood glucose during pregnancy: indications and limitations. Diabetology & Metabolic Syndrome. 22 Desember 2012. Vol. 4 (1). hlm. 54. doi:10.1186/1758-5996-4-54.
- ↑ Denice S. Feig. Risk of development of diabetes mellitus after diagnosis of gestational diabetes. CMAJ : Canadian Medical Association Journal. 29 Juli 2008. Vol. 179 (3). hlm. 229–234. doi:10.1503/cmaj.080012.
- ↑ Celeste Durnwald. Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis. www.uptodate.com. Januari 2022.
- ↑ Practice Bulletin No. 180: Gestational Diabetes Mellitus. Obstetrics & Gynecology. Juli 2017. Vol. 130 (1). hlm. e17. doi:10.1097/AOG.0000000000002159.
- ↑ Celeste Durnwald. Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis. www.uptodate.com. Januari 2022.
- ↑ Peter J. Donovan. Drugs for gestational diabetes. doi:10.18773/austprescr.2010.066.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Moshe Hod. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. International Journal of Gynecology and Obstetrics. 2015. Vol. 131 (Suplement 3). hlm. S173-S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3.
- ↑ Janet A. Rowan. Metformin versus Insulin for the Treatment of Gestational Diabetes. New England Journal of Medicine. 8 Mei 2008. Vol. 358 (19). hlm. 2003–2015. doi:10.1056/NEJMoa0707193.
- ↑ Juan Gui. Metformin vs Insulin in the Management of Gestational Diabetes: A Meta-Analysis. PLOS ONE. 27 Mei 2013. Vol. 8 (5). hlm. e64585. doi:10.1371/journal.pone.0064585.
- ↑ Oded Langer. A Comparison of Glyburide and Insulin in Women with Gestational Diabetes Mellitus. New England Journal of Medicine. 19 Oktober 2000. Vol. 343 (16). hlm. 1134–1138. doi:10.1056/NEJM200010193431601.
- ↑ American Diabetes Association. 14. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Medical Care in Diabetes—2020. Diabetes Care. 16 Desember 2019. Vol. 43 (Supplement_1). hlm. S183–S192. doi:10.2337/dc20-S014.
- ↑ Celeste Durnwald. Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis. www.uptodate.com. Januari 2022.
- ↑ ACOG Guidance on Gestational Diabetes. The ObG Project. 26 Juni 2017.
- ↑ Celeste Durnwald. Gestational Diabetes: Glycemic Control and Maternal Prognosis. www.uptodate.com. Januari 2022.
- ↑ Navneet Magon. Gestational diabetes mellitus: Non-insulin management. Indian journal of endocrinology and metabolism. 1 Oktober 2011. Vol. 15. hlm. 284–93. doi:10.4103/2230-8210.85580.
- ↑ Bryan S. Quintanilla Rodriguez. Gestational Diabetes. StatPearls Publishing. 2022.
- ↑ Bryan S. Quintanilla Rodriguez. Gestational Diabetes. StatPearls Publishing. 2022.
- ↑ Alison M. Stuebe. Gestational Glucose Tolerance and Maternal Metabolic Profile at 3 Years Postpartum. Obstetrics and Gynecology. November 2011. Vol. 118 (5). hlm. 1065–1073. doi:10.1097/AOG.0b013e3182325f5a.
- ↑ Ananya Mandal. Gestational Diabetes Prognosis. News-Medical.net. 1 November 2010.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Howard Berger. Diabetes in Pregnancy. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.
- ↑ Howard Berger. Diabetes in Pregnancy. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.
- ↑ Cécile Billionnet. Gestational diabetes and adverse perinatal outcomes from 716,152 births in France in 2012. Diabetologia. 1 April 2017. Vol. 60 (4). hlm. 636–644. doi:10.1007/s00125-017-4206-6.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Emily Evans. Gestational Diabetes Mellitus. Medscape. 2004.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Lynn P. Lowe. Hyperglycemia and Adverse Pregnancy Outcome. Diabetes Care. Maret 2012. Vol. 35. hlm. 574-580.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ H Cetin. Polycythaemia in Infants of Diabetic Mothers: β-Hydroxybutyrate Stimulates Erythropoietic Activity. Journal of International Medical Research. Juni 2011. Vol. 39 (3). hlm. 815–821. doi:10.1177/147323001103900314.
- ↑ Elisa Benavides. A Comprehensive Assessment of the Associations Between Season of Conception and Birth Defects, Texas, 1999-2015. International Journal of Environmental Research and Public Health. 1 Oktober 2020. Vol. 17. hlm. 1–11. doi:10.3390/ijerph17197120.
- ↑ T. Stacey. Gestational diabetes and the risk of late stillbirth: a case-control study from England, UK. BJOG: an international journal of obstetrics and gynaecology. Juli 2019. Vol. 126 (8). hlm. 973–982. doi:10.1111/1471-0528.15659.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Howard Berger. Diabetes in Pregnancy. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. 1 Mei 2016. Vol. 38. doi:10.1016/j.jogc.2016.04.002.
- ↑ Lynn P. Lowe. Hyperglycemia and Adverse Pregnancy Outcome. Diabetes Care. Maret 2012. Vol. 35. hlm. 574-580.
- ↑ Australian Institute of Health and Welfare. Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes. www.aihw.gov.au.
- ↑ Australian Institute of Health and Welfare. Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes. www.aihw.gov.au.
- ↑ Australian Institute of Health and Welfare. Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes. www.aihw.gov.au.
- ↑ Australian Institute of Health and Welfare. Incidence of gestational diabetes in Australia, Outcomes. www.aihw.gov.au.
- ↑ Veeraswamy Seshiah. Gestational diabetes: The public health relevance and approach. Diabetes research and clinical practice. 20 Juni 2012. Vol. 97. hlm. 350–8. doi:10.1016/j.diabres.2012.04.024.
- ↑ Veeraswamy Seshiah. Gestational diabetes: The public health relevance and approach. Diabetes research and clinical practice. 20 Juni 2012. Vol. 97. hlm. 350–8. doi:10.1016/j.diabres.2012.04.024.
- ↑ Veeraswamy Seshiah. Gestational diabetes: The public health relevance and approach. Diabetes research and clinical practice. 20 Juni 2012. Vol. 97. hlm. 350–8. doi:10.1016/j.diabres.2012.04.024.
- ↑ Michael W. Varner. Pregnancies After the Diagnosis of Mild Gestational Diabetes Mellitus and Risk of Cardiometabolic Disorders. Obstetrics and gynecology. Februari 2017. Vol. 129 (2). hlm. 273–280. doi:10.1097/AOG.0000000000001863.
- ↑ Yin-Yu Wang. Frequency and risk factors for recurrent gestational diabetes mellitus in primiparous women: a case control study. BMC Endocrine Disorders. 15 Februari 2019. Vol. 19. doi:10.1186/s12902-019-0349-4.
- ↑ Denice S. Feig. Risk of development of diabetes mellitus after diagnosis of gestational diabetes. CMAJ : Canadian Medical Association Journal. 29 Juli 2008. Vol. 179 (3). hlm. 229–234. doi:10.1503/cmaj.080012.
- ↑ William L. Lowe. Association of Gestational Diabetes With Maternal Disorders of Glucose Metabolism and Childhood Adiposity. JAMA. 11 September 2018. Vol. 320 (10). hlm. 1005–1016. doi:10.1001/jama.2018.11628.
- ↑ William L. Lowe. Association of Gestational Diabetes With Maternal Disorders of Glucose Metabolism and Childhood Adiposity. JAMA. 11 September 2018. Vol. 320 (10). hlm. 1005–1016. doi:10.1001/jama.2018.11628.
- ↑ William L. Lowe. Association of Gestational Diabetes With Maternal Disorders of Glucose Metabolism and Childhood Adiposity. JAMA. 11 September 2018. Vol. 320 (10). hlm. 1005–1016. doi:10.1001/jama.2018.11628.
- ↑ Tiina Vilmi-Kerälä. The risk of metabolic syndrome after gestational diabetes mellitus – a hospital-based cohort study. Diabetology & Metabolic Syndrome. 12 Mei 2015. Vol. 7 (1). hlm. 43. doi:10.1186/s13098-015-0038-z.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Ofer Beharier. Gestational Diabetes Mellitus Is a Significant Risk Factor for Long-Term Maternal Renal Disease. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. 1 April 2015. Vol. 100 (4). hlm. 1412–1416. doi:10.1210/jc.2014-4474.
- ↑ Ofer Beharier. Gestational Diabetes Mellitus Is a Significant Risk Factor for Long-Term Maternal Renal Disease. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. 1 April 2015. Vol. 100 (4). hlm. 1412–1416. doi:10.1210/jc.2014-4474.
- ↑ Thomas R Moore. Diabetes Mellitus and Pregnancy: Practice Essentials, Gestational Diabetes, Maternal-Fetal Metabolism in Normal Pregnancy. Endocrinology. 24 Januari 2022.
- ↑ AbdelHameed Mirghani Dirar. Gestational diabetes from A to Z. World Journal of Diabetes. 15 Desember 2017. Vol. 8 (12). hlm. 489–511. doi:10.4239/wjd.v8.i12.489.
- ↑ Peter J. Donovan. Drugs for gestational diabetes. doi:10.18773/austprescr.2010.066.
- ↑ L. Guariguata. Global estimates of the prevalence of hyperglycaemia in pregnancy. Diabetes Research and Clinical Practice. 1 Februari 2014. Vol. 103 (2). hlm. 176–185. doi:10.1016/j.diabres.2013.11.003.
- ↑ Leonor Guariguata. Global Estimates of Hyperglycaemia in Pregnancy: Determinants and Trends. 1 Januari 2018. hlm. 3–15. ISBN 978-3-319-56438-8.
- ↑ Leonor Guariguata. Global Estimates of Hyperglycaemia in Pregnancy: Determinants and Trends. 1 Januari 2018. hlm. 3–15. ISBN 978-3-319-56438-8.
- ↑ Maria Sofia Amarra. ILSI Southeast Asia symposium: prevalence, risk factors, and actions to address gestational diabetes in selected Southeast Asian countries. European Journal of Clinical Nutrition. September 2021. Vol. 75 (9). hlm. 1303–1308. doi:10.1038/s41430-020-00838-6.
- ↑ Maria Sofia Amarra. ILSI Southeast Asia symposium: prevalence, risk factors, and actions to address gestational diabetes in selected Southeast Asian countries. European Journal of Clinical Nutrition. September 2021. Vol. 75 (9). hlm. 1303–1308. doi:10.1038/s41430-020-00838-6.
- ↑ Cong Luat Nguyen. Prevalence of Gestational Diabetes Mellitus in Eastern and Southeastern Asia: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Diabetes Research. 20 Februari 2018. Vol. 2018. hlm. e6536974. doi:10.1155/2018/6536974.
- ↑ Elina Keikkala. Cohort Profile: The Finnish Gestational Diabetes (FinnGeDi) Study. International Journal of Epidemiology. 1 Juni 2020. Vol. 49 (3). hlm. 762–763g. doi:10.1093/ije/dyaa039.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29207153 (2026-05-09T15:30:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.