Efek lintas pertama: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29288182; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Efek lintas pertama''' (Bahasa Inggris: '''''first pass effect''''', disingkat '''FPE'''), juga dikenal sebagai '''metabolisme lintas pertama''' (Bahasa Inggris: '''''first-pass metabolism''''', disingkat '''FPM''') atau '''metabolisme presistemik''', adalah fenomena [[metabolisme obat]] di lokasi tertentu di dalam tubuh yang menyebabkan penurunan [[konsentrasi]] [[obat]] aktif sebelum mencapai tempat kerja atau sirkulasi sistemik. Efek ini paling sering dikaitkan dengan obat yang diberikan secara oral, tetapi beberapa obat masih mengalami metabolisme lintas pertama bahkan ketika diberikan melalui rute alternatif (misalnya, [[infus|IV]], [[penyuntikan intraotot|IM]], dll.). | [[File:2138_Hepatic_Portal_Vein_System.jpg|thumb|right|280px|2138 Hepatic Portal Vein System]] | ||
'''Efek lintas pertama''' (Bahasa Inggris: '''''first pass effect''''', disingkat '''FPE'''), juga dikenal sebagai '''metabolisme lintas pertama''' (Bahasa Inggris: '''''first-pass metabolism''''', disingkat '''FPM''') atau '''metabolisme presistemik''', adalah fenomena [[metabolisme obat]] di lokasi tertentu di dalam tubuh yang menyebabkan penurunan [[konsentrasi]] [[obat]] aktif sebelum mencapai tempat kerja atau sirkulasi sistemik.<ref>Malcolm Rowland. ''Influence of route of administration on drug availability''. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. January 1972. Vol. 61 (1). hlm. 70–74. doi:10.1002/jps.2600610111.</ref><ref>Susan M. Pond. ''First-Pass Elimination''. ''Clinical Pharmacokinetics''. January 1984. Vol. 9 (1). hlm. 1–25. doi:10.2165/00003088-198409010-00001.</ref> Efek ini paling sering dikaitkan dengan obat yang diberikan secara oral, tetapi beberapa obat masih mengalami metabolisme lintas pertama bahkan ketika diberikan melalui rute alternatif (misalnya, [[infus|IV]], [[penyuntikan intraotot|IM]], dll.).<ref>Michelle G. Carlin. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780128236772000866 Pharmacology and Mechanism of Action of Drugs]. Elsevier. 2023-01-01. hlm. 144–154. doi:10.1016/b978-0-12-823677-2.00086-6. ISBN 978-0-12-823678-9.</ref> | |||
==Faktor== | ==Faktor== | ||
Metabolisme lintas pertama dapat terjadi di hati (untuk [[propranolol]], [[lidokain]], [[klometiazol]], dan [[nitrogliserin]]) atau di usus (untuk [[benzilpenisilin]] dan [[insulin]]). Empat sistem utama yang memengaruhi efek lintas pertama suatu obat adalah enzim [[lumen (anatomi)|lumen]] saluran cerna, [[enzim]] dinding saluran cerna, enzim bakteri, dan enzim hati. | Metabolisme lintas pertama dapat terjadi di hati (untuk [[propranolol]], [[lidokain]], [[klometiazol]], dan [[nitrogliserin]]) atau di usus (untuk [[benzilpenisilin]] dan [[insulin]]).<ref>Bath-Hextall, Fiona. [http://www.nottingham.ac.uk/nmp/sonet/rlos/bioproc/metabolism/01.html Understanding First Pass Metabolism]. University of Nottingham. October 16, 2013.</ref> Empat sistem utama yang memengaruhi efek lintas pertama suatu obat adalah enzim [[lumen (anatomi)|lumen]] saluran cerna,<ref>Kenneth F. Ilett. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0163725890900362 Mebolism of drugs and other xenobiotics in the gut lumen and wall]. ''Pharmacology & Therapeutics''. 1990-01-01. Vol. 46 (1). hlm. 67–93. doi:10.1016/0163-7258(90)90036-2.</ref> [[enzim]] dinding saluran cerna,<ref>Kenneth E. Thummel. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0169409X97000392 Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction]. ''Advanced Drug Delivery Reviews''. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.</ref><ref>Marek Drozdzik. [https://ascpt.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cpt.967 Protein Abundance of Clinically Relevant Drug-Metabolizing Enzymes in the Human Liver and Intestine: A Comparative Analysis in Paired Tissue Specimens]. ''Clinical Pharmacology & Therapeutics''. 2018. Vol. 104 (3). hlm. 515–524. doi:10.1002/cpt.967.</ref><ref>Margaret M. Doherty. [https://link.springer.com/article/10.2165/00003088-200241040-00001 The Mucosa of the Small Intestine]. ''Clinical Pharmacokinetics''. 2002-04-01. Vol. 41 (4). hlm. 235–253. doi:10.2165/00003088-200241040-00001.</ref> enzim bakteri,<ref>Kenneth F. Ilett. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0163725890900362 Mebolism of drugs and other xenobiotics in the gut lumen and wall]. ''Pharmacology & Therapeutics''. 1990-01-01. Vol. 46 (1). hlm. 67–93. doi:10.1016/0163-7258(90)90036-2.</ref> dan enzim hati.<ref>Kenneth E. Thummel. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0169409X97000392 Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction]. ''Advanced Drug Delivery Reviews''. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.</ref><ref>Marek Drozdzik. [https://ascpt.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cpt.967 Protein Abundance of Clinically Relevant Drug-Metabolizing Enzymes in the Human Liver and Intestine: A Comparative Analysis in Paired Tissue Specimens]. ''Clinical Pharmacology & Therapeutics''. 2018. Vol. 104 (3). hlm. 515–524. doi:10.1002/cpt.967.</ref><ref>S. L. Bramer. ''Gastrointestinal and hepatic first-pass elimination of 2',3'-dideoxyinosine in rats''. ''The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics''. 1993. Vol. 265 (2). hlm. 731–738. doi:10.1016/S0022-3565(25)38201-7.</ref> | ||
==Lintas pertama hati== | ==Lintas pertama hati== | ||
Setelah ditelan, obat diserap oleh sistem pencernaan dan memasuki sistem portal [[Hati|hepatik]]. Obat dibawa melalui vena porta ke hati sebelum mencapai seluruh tubuh. Hati me[[metabolisme]] banyak obat, terkadang sedemikian rupa sehingga hanya sejumlah kecil [[bahan aktif|obat aktif]] yang keluar dari hati ke seluruh [[sistem peredaran darah]]. Lintasan pertama melalui hati ini dapat sangat mengurangi [[bioavailabilitas]] obat. | Setelah ditelan, obat diserap oleh sistem pencernaan dan memasuki sistem portal [[Hati|hepatik]]. Obat dibawa melalui vena porta ke hati sebelum mencapai seluruh tubuh. Hati me[[metabolisme]] banyak obat, terkadang sedemikian rupa sehingga hanya sejumlah kecil [[bahan aktif|obat aktif]] yang keluar dari hati ke seluruh [[sistem peredaran darah]]. Lintasan pertama melalui hati ini dapat sangat mengurangi [[bioavailabilitas]] obat. | ||
Contoh obat di mana metabolisme lintas pertama merupakan komplikasi dan kerugian adalah obat antivirus [[remdesivir]]. Remdesivir tidak dapat diberikan secara oral karena seluruh dosis akan terperangkap di hati dengan sedikit yang mencapai sirkulasi sistemik atau mencapai organ dan sel target (misalnya sel yang terinfeksi [[SARS-CoV-2]]). Oleh karena itu, remdesivir diberikan melalui infus IV, melewati vena porta. Namun, ekstraksi hepatik yang signifikan masih terjadi karena metabolisme lintas kedua, di mana sebagian kecil darah vena mengalir melalui vena porta hepatika dan [[hepatosit]]. | Contoh obat di mana metabolisme lintas pertama merupakan komplikasi dan kerugian adalah obat antivirus [[remdesivir]]. Remdesivir tidak dapat diberikan secara oral karena seluruh dosis akan terperangkap di hati dengan sedikit yang mencapai sirkulasi sistemik atau mencapai organ dan sel target (misalnya sel yang terinfeksi [[SARS-CoV-2]]).<ref>Victoria C. Yan. ''Advantages of the Parent Nucleoside GS-441524 over Remdesivir for Covid-19 Treatment''. ''ACS Medicinal Chemistry Letters''. 2020. Vol. 11 (7). hlm. 1361–1366. doi:10.1021/acsmedchemlett.0c00316.</ref><ref>[https://www.fda.gov/media/137566/download Fact sheet for health care providers Emergency Use Authorization (EUA) of Veklury®(remdesivir)]. ''Food and Drug Administration''.</ref> Oleh karena itu, remdesivir diberikan melalui infus IV, melewati vena porta. Namun, ekstraksi hepatik yang signifikan masih terjadi karena metabolisme lintas kedua, di mana sebagian kecil darah vena mengalir melalui vena porta hepatika dan [[hepatosit]]. | ||
==Desain obat== | ==Desain obat== | ||
Model farmakokinetik berbasis fisiologi (PBPK) digunakan untuk memprediksi [[metabolisme]] lintas pertama, meskipun memerlukan penyesuaian spesifik senyawa karena variabilitas permeabilitas mukosa usus dan faktor-faktor lainnya. Ekspresi enzim juga bervariasi antar individu, yang dapat memengaruhi efisiensi metabolisme lintas pertama dan dengan demikian bioavailabilitas obat. | Model farmakokinetik berbasis fisiologi (PBPK) digunakan untuk memprediksi [[metabolisme]] lintas pertama, meskipun memerlukan penyesuaian spesifik senyawa karena variabilitas permeabilitas mukosa usus dan faktor-faktor lainnya.<ref>Justine Henriot. ''PBPK modeling: What is the role of CYP3A4 expression in the gastrointestinal tract to accurately predict first-pass metabolism?''. ''CPT: Pharmacometrics & Systems Pharmacology''. 2025. Vol. 14 (1). hlm. 130–141. doi:10.1002/psp4.13249.</ref><ref>Aki T. Heikkinen. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0928098712002576 Application of PBPK modeling to predict human intestinal metabolism of CYP3A substrates – An evaluation and case study using GastroPlus™]. ''European Journal of Pharmaceutical Sciences''. 2012-09-29. Vol. 47 (2). hlm. 375–386. doi:10.1016/j.ejps.2012.06.013.</ref><ref>Michael Gertz. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0090955624024085 Prediction of Human Intestinal First-Pass Metabolism of 25 CYP3A Substrates from In Vitro Clearance and Permeability Data]. ''Drug Metabolism and Disposition''. 2010. Vol. 38 (7). hlm. 1147–1158. doi:10.1124/dmd.110.032649.</ref> Ekspresi enzim juga bervariasi antar individu, yang dapat memengaruhi efisiensi metabolisme lintas pertama dan dengan demikian bioavailabilitas obat.<ref>Kenneth E. Thummel. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0169409X97000392 Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction]. ''Advanced Drug Delivery Reviews''. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.</ref> | ||
[[Sitokrom P450]], terutama CYP3A4, memainkan peran penting dalam metabolisme lintas pertama, yang memengaruhi [[bioavailabilitas]] obat. | [[Sitokrom P450]], terutama CYP3A4, memainkan peran penting dalam metabolisme lintas pertama, yang memengaruhi [[bioavailabilitas]] obat.<ref>Christopher R. Jones. ''Gut Wall Metabolism. Application of Pre-Clinical Models for the Prediction of Human Drug Absorption and First-Pass Elimination''. ''The AAPS Journal''. 2016-05-01. Vol. 18 (3). hlm. 589–604. doi:10.1208/s12248-016-9889-y.</ref><ref>Justine Henriot. ''PBPK modeling: What is the role of CYP3A4 expression in the gastrointestinal tract to accurately predict first-pass metabolism?''. ''CPT: Pharmacometrics & Systems Pharmacology''. 2025. Vol. 14 (1). hlm. 130–141. doi:10.1002/psp4.13249.</ref><ref>Michael Gertz. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0090955624024085 Prediction of Human Intestinal First-Pass Metabolism of 25 CYP3A Substrates from In Vitro Clearance and Permeability Data]. ''Drug Metabolism and Disposition''. 2010. Vol. 38 (7). hlm. 1147–1158. doi:10.1124/dmd.110.032649.</ref> | ||
==Mitigasi== | ==Mitigasi== | ||
Mengubah obat menjadi [[bakal obat]] dapat membantu menghindari metabolisme lintas pertama, sehingga meningkatkan [[bioavailabilitas]]nya. Model ''[[in vitro]]'' seperti penggunaan chip mikrofluida yang mensimulasikan usus dan hati, memungkinkan metabolisme lintas pertama dipelajari secara lebih akurat, sehingga memfasilitasi pengembangan obat dengan profil penyerapan yang lebih baik. | Mengubah obat menjadi [[bakal obat]] dapat membantu menghindari metabolisme lintas pertama, sehingga meningkatkan [[bioavailabilitas]]nya.<ref>Ashok K. Shakya. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/B9780128144237000083 Chapter 8 - First-Pass Metabolism Considerations in Pharmaceutical Product Development]. ''Dosage Form Design Considerations''. Academic Press. 2018-01-01. hlm. 259–286. doi:10.1016/b978-0-12-814423-7.00008-3. ISBN 978-0-12-814423-7.</ref> Model ''[[in vitro]]'' seperti penggunaan chip mikrofluida yang mensimulasikan usus dan hati, memungkinkan metabolisme lintas pertama dipelajari secara lebih akurat, sehingga memfasilitasi pengembangan obat dengan profil penyerapan yang lebih baik.<ref>Bo-Eun Lee. ''Recapitulation of First Pass Metabolism Using 3D Printed Microfluidic Chip and Organoid''. ''Cells''. 2021. Vol. 10 (12). hlm. 3301. doi:10.3390/cells10123301.</ref><ref>Dong Wook Lee. [https://link.springer.com/article/10.1007/s10544-017-0242-8 3D gut-liver chip with a PK model for prediction of first-pass metabolism]. ''Biomedical Microdevices''. 2017-11-07. Vol. 19 (4). hlm. 100. doi:10.1007/s10544-017-0242-8.</ref><ref>Aerim Choe. [https://link.springer.com/article/10.1007/s10544-016-0143-2 Microfluidic Gut-liver chip for reproducing the first pass metabolism]. ''Biomedical Microdevices''. 2017-01-10. Vol. 19 (1). hlm. 4. doi:10.1007/s10544-016-0143-2.</ref> | ||
===Rute pemberian=== | ===Rute pemberian=== | ||
[[Rute pemberian obat]] alternatif seperti insuflasi, [[pemberian rektal]], intravena, intramuskular, aerosol inhalasi, [[plester transdermal|transdermal]], atau sublingual, menghindari atau sebagian menghindari efek lintas pertama karena memungkinkan obat diserap langsung ke dalam sirkulasi sistemik. | [[Rute pemberian obat]] alternatif seperti insuflasi, [[pemberian rektal]],<ref>A. G. de Boer. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0169409X97000744 Hepatic first-pass effect and controlled drug delivery following rectal administration]. ''Advanced Drug Delivery Reviews''. 1997-11-10. Vol. 28 (2). hlm. 229–237. doi:10.1016/S0169-409X(97)00074-4.</ref><ref>''Aulton's Pharmaceutics: the design and manufacture of medicines''. Elsevier Health Sciences. 2022. hlm. 5. ISBN 978-0-7020-8154-5.</ref> intravena,<ref>''Aulton's Pharmaceutics: the design and manufacture of medicines''. Elsevier Health Sciences. 2022. hlm. 5. ISBN 978-0-7020-8154-5.</ref> intramuskular, aerosol inhalasi, [[plester transdermal|transdermal]], atau sublingual, menghindari atau sebagian menghindari efek lintas pertama karena memungkinkan obat diserap langsung ke dalam sirkulasi sistemik.<ref>Neil R. Mathias. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0022354916303525 Non-invasive Systemic Drug Delivery: Developability Considerations for Alternate Routes of Administration]. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. 2009. Vol. 99 (1). hlm. 1–20. doi:10.1002/jps.21793.</ref> | ||
Obat dengan efek lintas pertama yang tinggi biasanya memiliki dosis oral yang jauh lebih tinggi daripada dosis sublingual atau parenteral. Terdapat variasi dosis oral yang signifikan pada setiap individu karena perbedaan tingkat metabolisme lintas pertama, seringkali di antara beberapa faktor lainnya. Bioavailabilitas oral dari banyak obat yang rentan tampaknya meningkat pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Bioavailabilitas juga meningkat jika obat lain yang bersaing untuk enzim metabolisme lintas pertama diberikan secara bersamaan (misalnya [[propranolol]] dan [[klorpromazin]]). | Obat dengan efek lintas pertama yang tinggi biasanya memiliki dosis oral yang jauh lebih tinggi daripada dosis sublingual atau parenteral. Terdapat variasi dosis oral yang signifikan pada setiap individu karena perbedaan tingkat metabolisme lintas pertama, seringkali di antara beberapa faktor lainnya. Bioavailabilitas oral dari banyak obat yang rentan tampaknya meningkat pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Bioavailabilitas juga meningkat jika obat lain yang bersaing untuk enzim metabolisme lintas pertama diberikan secara bersamaan (misalnya [[propranolol]] dan [[klorpromazin]]). | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [[National Library of Medicine]], ''Toxicology Tutor II'', [http://sis.nlm.nih.gov/enviro/toxtutor/Tox2/a32.htm Influence of Route of Exposure] | * [[National Library of Medicine]], ''Toxicology Tutor II'', [http://sis.nlm.nih.gov/enviro/toxtutor/Tox2/a32.htm Influence of Route of Exposure] | ||
* Herman TF, Santos C. First Pass Effect. 2022 Sep 24. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan–. PMID 31869143. | * Herman TF, Santos C. First Pass Effect. 2022 Sep 24. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan–. PMID 31869143. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+lintas+pertama&oldid=29288182 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29288182 (2026-05-29T13:04:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.03

Efek lintas pertama (Bahasa Inggris: first pass effect, disingkat FPE), juga dikenal sebagai metabolisme lintas pertama (Bahasa Inggris: first-pass metabolism, disingkat FPM) atau metabolisme presistemik, adalah fenomena metabolisme obat di lokasi tertentu di dalam tubuh yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat aktif sebelum mencapai tempat kerja atau sirkulasi sistemik.[1][2] Efek ini paling sering dikaitkan dengan obat yang diberikan secara oral, tetapi beberapa obat masih mengalami metabolisme lintas pertama bahkan ketika diberikan melalui rute alternatif (misalnya, IV, IM, dll.).[3]
Faktor
Metabolisme lintas pertama dapat terjadi di hati (untuk propranolol, lidokain, klometiazol, dan nitrogliserin) atau di usus (untuk benzilpenisilin dan insulin).[4] Empat sistem utama yang memengaruhi efek lintas pertama suatu obat adalah enzim lumen saluran cerna,[5] enzim dinding saluran cerna,[6][7][8] enzim bakteri,[9] dan enzim hati.[10][11][12]
Lintas pertama hati
Setelah ditelan, obat diserap oleh sistem pencernaan dan memasuki sistem portal hepatik. Obat dibawa melalui vena porta ke hati sebelum mencapai seluruh tubuh. Hati memetabolisme banyak obat, terkadang sedemikian rupa sehingga hanya sejumlah kecil obat aktif yang keluar dari hati ke seluruh sistem peredaran darah. Lintasan pertama melalui hati ini dapat sangat mengurangi bioavailabilitas obat.
Contoh obat di mana metabolisme lintas pertama merupakan komplikasi dan kerugian adalah obat antivirus remdesivir. Remdesivir tidak dapat diberikan secara oral karena seluruh dosis akan terperangkap di hati dengan sedikit yang mencapai sirkulasi sistemik atau mencapai organ dan sel target (misalnya sel yang terinfeksi SARS-CoV-2).[13][14] Oleh karena itu, remdesivir diberikan melalui infus IV, melewati vena porta. Namun, ekstraksi hepatik yang signifikan masih terjadi karena metabolisme lintas kedua, di mana sebagian kecil darah vena mengalir melalui vena porta hepatika dan hepatosit.
Desain obat
Model farmakokinetik berbasis fisiologi (PBPK) digunakan untuk memprediksi metabolisme lintas pertama, meskipun memerlukan penyesuaian spesifik senyawa karena variabilitas permeabilitas mukosa usus dan faktor-faktor lainnya.[15][16][17] Ekspresi enzim juga bervariasi antar individu, yang dapat memengaruhi efisiensi metabolisme lintas pertama dan dengan demikian bioavailabilitas obat.[18]
Sitokrom P450, terutama CYP3A4, memainkan peran penting dalam metabolisme lintas pertama, yang memengaruhi bioavailabilitas obat.[19][20][21]
Mitigasi
Mengubah obat menjadi bakal obat dapat membantu menghindari metabolisme lintas pertama, sehingga meningkatkan bioavailabilitasnya.[22] Model in vitro seperti penggunaan chip mikrofluida yang mensimulasikan usus dan hati, memungkinkan metabolisme lintas pertama dipelajari secara lebih akurat, sehingga memfasilitasi pengembangan obat dengan profil penyerapan yang lebih baik.[23][24][25]
Rute pemberian
Rute pemberian obat alternatif seperti insuflasi, pemberian rektal,[26][27] intravena,[28] intramuskular, aerosol inhalasi, transdermal, atau sublingual, menghindari atau sebagian menghindari efek lintas pertama karena memungkinkan obat diserap langsung ke dalam sirkulasi sistemik.[29]
Obat dengan efek lintas pertama yang tinggi biasanya memiliki dosis oral yang jauh lebih tinggi daripada dosis sublingual atau parenteral. Terdapat variasi dosis oral yang signifikan pada setiap individu karena perbedaan tingkat metabolisme lintas pertama, seringkali di antara beberapa faktor lainnya. Bioavailabilitas oral dari banyak obat yang rentan tampaknya meningkat pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Bioavailabilitas juga meningkat jika obat lain yang bersaing untuk enzim metabolisme lintas pertama diberikan secara bersamaan (misalnya propranolol dan klorpromazin).
Pranala luar
- National Library of Medicine, Toxicology Tutor II, Influence of Route of Exposure
- Herman TF, Santos C. First Pass Effect. 2022 Sep 24. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan–. PMID 31869143.
Referensi
- ↑ Malcolm Rowland. Influence of route of administration on drug availability. Journal of Pharmaceutical Sciences. January 1972. Vol. 61 (1). hlm. 70–74. doi:10.1002/jps.2600610111.
- ↑ Susan M. Pond. First-Pass Elimination. Clinical Pharmacokinetics. January 1984. Vol. 9 (1). hlm. 1–25. doi:10.2165/00003088-198409010-00001.
- ↑ Michelle G. Carlin. Pharmacology and Mechanism of Action of Drugs. Elsevier. 2023-01-01. hlm. 144–154. doi:10.1016/b978-0-12-823677-2.00086-6. ISBN 978-0-12-823678-9.
- ↑ Bath-Hextall, Fiona. Understanding First Pass Metabolism. University of Nottingham. October 16, 2013.
- ↑ Kenneth F. Ilett. Mebolism of drugs and other xenobiotics in the gut lumen and wall. Pharmacology & Therapeutics. 1990-01-01. Vol. 46 (1). hlm. 67–93. doi:10.1016/0163-7258(90)90036-2.
- ↑ Kenneth E. Thummel. Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.
- ↑ Marek Drozdzik. Protein Abundance of Clinically Relevant Drug-Metabolizing Enzymes in the Human Liver and Intestine: A Comparative Analysis in Paired Tissue Specimens. Clinical Pharmacology & Therapeutics. 2018. Vol. 104 (3). hlm. 515–524. doi:10.1002/cpt.967.
- ↑ Margaret M. Doherty. The Mucosa of the Small Intestine. Clinical Pharmacokinetics. 2002-04-01. Vol. 41 (4). hlm. 235–253. doi:10.2165/00003088-200241040-00001.
- ↑ Kenneth F. Ilett. Mebolism of drugs and other xenobiotics in the gut lumen and wall. Pharmacology & Therapeutics. 1990-01-01. Vol. 46 (1). hlm. 67–93. doi:10.1016/0163-7258(90)90036-2.
- ↑ Kenneth E. Thummel. Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.
- ↑ Marek Drozdzik. Protein Abundance of Clinically Relevant Drug-Metabolizing Enzymes in the Human Liver and Intestine: A Comparative Analysis in Paired Tissue Specimens. Clinical Pharmacology & Therapeutics. 2018. Vol. 104 (3). hlm. 515–524. doi:10.1002/cpt.967.
- ↑ S. L. Bramer. Gastrointestinal and hepatic first-pass elimination of 2',3'-dideoxyinosine in rats. The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics. 1993. Vol. 265 (2). hlm. 731–738. doi:10.1016/S0022-3565(25)38201-7.
- ↑ Victoria C. Yan. Advantages of the Parent Nucleoside GS-441524 over Remdesivir for Covid-19 Treatment. ACS Medicinal Chemistry Letters. 2020. Vol. 11 (7). hlm. 1361–1366. doi:10.1021/acsmedchemlett.0c00316.
- ↑ Fact sheet for health care providers Emergency Use Authorization (EUA) of Veklury®(remdesivir). Food and Drug Administration.
- ↑ Justine Henriot. PBPK modeling: What is the role of CYP3A4 expression in the gastrointestinal tract to accurately predict first-pass metabolism?. CPT: Pharmacometrics & Systems Pharmacology. 2025. Vol. 14 (1). hlm. 130–141. doi:10.1002/psp4.13249.
- ↑ Aki T. Heikkinen. Application of PBPK modeling to predict human intestinal metabolism of CYP3A substrates – An evaluation and case study using GastroPlus™. European Journal of Pharmaceutical Sciences. 2012-09-29. Vol. 47 (2). hlm. 375–386. doi:10.1016/j.ejps.2012.06.013.
- ↑ Michael Gertz. Prediction of Human Intestinal First-Pass Metabolism of 25 CYP3A Substrates from In Vitro Clearance and Permeability Data. Drug Metabolism and Disposition. 2010. Vol. 38 (7). hlm. 1147–1158. doi:10.1124/dmd.110.032649.
- ↑ Kenneth E. Thummel. Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.
- ↑ Christopher R. Jones. Gut Wall Metabolism. Application of Pre-Clinical Models for the Prediction of Human Drug Absorption and First-Pass Elimination. The AAPS Journal. 2016-05-01. Vol. 18 (3). hlm. 589–604. doi:10.1208/s12248-016-9889-y.
- ↑ Justine Henriot. PBPK modeling: What is the role of CYP3A4 expression in the gastrointestinal tract to accurately predict first-pass metabolism?. CPT: Pharmacometrics & Systems Pharmacology. 2025. Vol. 14 (1). hlm. 130–141. doi:10.1002/psp4.13249.
- ↑ Michael Gertz. Prediction of Human Intestinal First-Pass Metabolism of 25 CYP3A Substrates from In Vitro Clearance and Permeability Data. Drug Metabolism and Disposition. 2010. Vol. 38 (7). hlm. 1147–1158. doi:10.1124/dmd.110.032649.
- ↑ Ashok K. Shakya. Chapter 8 - First-Pass Metabolism Considerations in Pharmaceutical Product Development. Dosage Form Design Considerations. Academic Press. 2018-01-01. hlm. 259–286. doi:10.1016/b978-0-12-814423-7.00008-3. ISBN 978-0-12-814423-7.
- ↑ Bo-Eun Lee. Recapitulation of First Pass Metabolism Using 3D Printed Microfluidic Chip and Organoid. Cells. 2021. Vol. 10 (12). hlm. 3301. doi:10.3390/cells10123301.
- ↑ Dong Wook Lee. 3D gut-liver chip with a PK model for prediction of first-pass metabolism. Biomedical Microdevices. 2017-11-07. Vol. 19 (4). hlm. 100. doi:10.1007/s10544-017-0242-8.
- ↑ Aerim Choe. Microfluidic Gut-liver chip for reproducing the first pass metabolism. Biomedical Microdevices. 2017-01-10. Vol. 19 (1). hlm. 4. doi:10.1007/s10544-016-0143-2.
- ↑ A. G. de Boer. Hepatic first-pass effect and controlled drug delivery following rectal administration. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-11-10. Vol. 28 (2). hlm. 229–237. doi:10.1016/S0169-409X(97)00074-4.
- ↑ Aulton's Pharmaceutics: the design and manufacture of medicines. Elsevier Health Sciences. 2022. hlm. 5. ISBN 978-0-7020-8154-5.
- ↑ Aulton's Pharmaceutics: the design and manufacture of medicines. Elsevier Health Sciences. 2022. hlm. 5. ISBN 978-0-7020-8154-5.
- ↑ Neil R. Mathias. Non-invasive Systemic Drug Delivery: Developability Considerations for Alternate Routes of Administration. Journal of Pharmaceutical Sciences. 2009. Vol. 99 (1). hlm. 1–20. doi:10.1002/jps.21793.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29288182 (2026-05-29T13:04:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.