Lompat ke isi

Banjir Tiongkok 2016: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28552127; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Pada pertengahan Juni 2016, curah hujan yang tinggi terjadi di [[Tiongkok]] bagian selatan dan memicu banjir yang mematikan. Bulan-bulan selanjutnya, rentetan hujan mulai berdampak langsung pada negara tersebut. Wilayah sepanjang [[Sungai Panjang|Sungai Yangtze]] dan [[Sungai Huai]] merupakan daerah yang terkena dampak paling parah. Diperkirakan sebanyak 32 juta penduduk di 26 [[Provinsi di Tiongkok|provinsi]] terkena dampak banjir dan 186 penduduk tewas. Sebanyak 280.000 ladang hancur, dengan perkiraan kerugian mencapai . Banjir terhebat seperti ini terakhir kali terjadi pada tahun [[Banjir Tingkok 1998|1998]].
[[File:June_23,_2016,_Eastern_China_thunderstorms.jpg|thumb|right|280px|June 23, 2016, Eastern China thunderstorms]]
 
Pada pertengahan Juni 2016, curah hujan yang tinggi terjadi di [[Tiongkok]] bagian selatan dan memicu banjir yang mematikan. Bulan-bulan selanjutnya, rentetan hujan mulai berdampak langsung pada negara tersebut. Wilayah sepanjang [[Sungai Panjang|Sungai Yangtze]] dan [[Sungai Huai]] merupakan daerah yang terkena dampak paling parah.<ref>[http://www.nytimes.com/2016/07/09/world/asia/china-floods.html Widespread Flooding in China Kills Over 160, Providing a Test for Leaders]. ''nytimes.com''.</ref> Diperkirakan sebanyak 32 juta penduduk di 26 [[Provinsi di Tiongkok|provinsi]] terkena dampak banjir dan 186 penduduk tewas.<ref>[http://www.bbc.com/news/world-asia-china-36732306 China steps up flood rescue in Wuhan]. ''BBC News''.</ref> Sebanyak 280.000 ladang hancur, dengan perkiraan kerugian mencapai .<ref>[https://weather.com/news/weather/news/china-pakistan-heavy-rain-floods Over 200 Dead or Missing, Millions Homeless After Catastrophic Flooding Hits China, Pakistan]. ''The Weather Channel''. 3 Juli 2016.</ref> Banjir terhebat seperti ini terakhir kali terjadi pada tahun [[Banjir Tingkok 1998|1998]].<ref>[http://edition.cnn.com/2016/07/06/asia/gallery/china-floods/index.html More than 100 dead as China experiences worst floods since 1998]. ''CNN''. 7 Juli 2016.</ref>


== Awal mula ==
== Awal mula ==
Pada akhir [[musim semi]] dan awal [[musim panas]], perenggan bernama ''[[meiyu front]]'' muncul di Tiongkok bagian timur, Taiwan, dan Jepang. Hal ini mengakibatkan perpanjangan musim penghujan dan hujan badai yang sering menyebabkan kerusakan. Curah hujan di sepanjang batas ini cenderung besar pasca musim panas [[El Nino]], seperti pada musim panas 2016.
Pada akhir [[musim semi]] dan awal [[musim panas]], perenggan bernama ''[[meiyu front]]'' muncul di Tiongkok bagian timur, Taiwan, dan Jepang. Hal ini mengakibatkan perpanjangan musim penghujan dan hujan badai yang sering menyebabkan kerusakan. Curah hujan di sepanjang batas ini cenderung besar pasca musim panas [[El Nino]], seperti pada musim panas 2016.<ref>[https://www.wunderground.com/blog/JeffMasters/comment.html?entrynum=3340 At Least 78 Deaths in China Tornado; Midwest Dodges Major Damage]. ''wunderground.com''.</ref>


== Reaksi ==
== Reaksi ==
Presiden Tiongkok, [[Xi Jinping]] telah mengirimkan Tentara dan Polisi Tiongkok untuk membantu penyelamatan dan penanggulangan banjir. Pada 6 Juli, [[Li Keqiang]] berkunjung ke [[Anhui]], [[Hubei]], dan [[Hunan]] dan meminta polisi lokal untuk bersiap siaga menghadapi banjir lanjutan. Media melaporkan [[Badai Nepartak (2016)|Badai Nepartak]] dapat membuat parah keadaan banjir tersebut ketika badai tersebut membawa tanah dari pesisir [[Taiwan]].
Presiden Tiongkok, [[Xi Jinping]] telah mengirimkan Tentara dan Polisi Tiongkok untuk membantu penyelamatan dan penanggulangan banjir. Pada 6 Juli, [[Li Keqiang]] berkunjung ke [[Anhui]], [[Hubei]], dan [[Hunan]] dan meminta polisi lokal untuk bersiap siaga menghadapi banjir lanjutan. Media melaporkan [[Badai Nepartak (2016)|Badai Nepartak]] dapat membuat parah keadaan banjir tersebut ketika badai tersebut membawa tanah dari pesisir [[Taiwan]].<ref>Tom Phillips. [https://www.theguardian.com/world/2016/jul/08/super-typhoon-nepartak-landfall-taiwan-china Super typhoon Nepartak causes devastation across Taiwan's coastline]. ''the Guardian''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Banjir+Tiongkok+2016&oldid=28552127 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28552127 (2025-11-19T17:55:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Banjir+Tiongkok+2016&oldid=28552127 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28552127 (2025-11-19T17:55:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.09

June 23, 2016, Eastern China thunderstorms

Pada pertengahan Juni 2016, curah hujan yang tinggi terjadi di Tiongkok bagian selatan dan memicu banjir yang mematikan. Bulan-bulan selanjutnya, rentetan hujan mulai berdampak langsung pada negara tersebut. Wilayah sepanjang Sungai Yangtze dan Sungai Huai merupakan daerah yang terkena dampak paling parah.[1] Diperkirakan sebanyak 32 juta penduduk di 26 provinsi terkena dampak banjir dan 186 penduduk tewas.[2] Sebanyak 280.000 ladang hancur, dengan perkiraan kerugian mencapai .[3] Banjir terhebat seperti ini terakhir kali terjadi pada tahun 1998.[4]

Awal mula

Pada akhir musim semi dan awal musim panas, perenggan bernama meiyu front muncul di Tiongkok bagian timur, Taiwan, dan Jepang. Hal ini mengakibatkan perpanjangan musim penghujan dan hujan badai yang sering menyebabkan kerusakan. Curah hujan di sepanjang batas ini cenderung besar pasca musim panas El Nino, seperti pada musim panas 2016.[5]

Reaksi

Presiden Tiongkok, Xi Jinping telah mengirimkan Tentara dan Polisi Tiongkok untuk membantu penyelamatan dan penanggulangan banjir. Pada 6 Juli, Li Keqiang berkunjung ke Anhui, Hubei, dan Hunan dan meminta polisi lokal untuk bersiap siaga menghadapi banjir lanjutan. Media melaporkan Badai Nepartak dapat membuat parah keadaan banjir tersebut ketika badai tersebut membawa tanah dari pesisir Taiwan.[6]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28552127 (2025-11-19T17:55:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.