Aluminium klorida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24982204; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Aluminium-trichloride-hexahydrate-white-and-yellow.jpg|thumb|right|280px|Aluminium-trichloride-hexahydrate-white-and-yellow]] | |||
'''Aluminium klorida''' (AlCl<sub>3</sub>) adalah [[senyawa kimia]] utama dari [[aluminium]] dan [[klorin]]. Senyawa ini berwarna putih, tetapi sampelnya sering terkontaminasi dengan [[Besi(III) klorida|besi triklorida]], yang memberikan pewarnaan kuning. Padatannya mempunyai titik leleh dan titik didih rendah. Senyawa ini terutama diproduksi dan dikonsumsi dalam produksi logam aluminium, tetapi sejumlah besar juga digunakan dalam bidang industri kimia. Senyawa ini sering digolongkan sebagai [[asam Lewis]]. Ini merupakan contoh senyawa anorganik yang ''[[Keretakan (kimia)|retak]]'' pada temperatur rendah, berubah bolak-balik dari [[polimer]] menjadi [[monomer]]. | '''Aluminium klorida''' (AlCl<sub>3</sub>) adalah [[senyawa kimia]] utama dari [[aluminium]] dan [[klorin]]. Senyawa ini berwarna putih, tetapi sampelnya sering terkontaminasi dengan [[Besi(III) klorida|besi triklorida]], yang memberikan pewarnaan kuning. Padatannya mempunyai titik leleh dan titik didih rendah. Senyawa ini terutama diproduksi dan dikonsumsi dalam produksi logam aluminium, tetapi sejumlah besar juga digunakan dalam bidang industri kimia. Senyawa ini sering digolongkan sebagai [[asam Lewis]]. Ini merupakan contoh senyawa anorganik yang ''[[Keretakan (kimia)|retak]]'' pada temperatur rendah, berubah bolak-balik dari [[polimer]] menjadi [[monomer]]. | ||
== Struktur == | == Struktur == | ||
memiliki tiga struktur yang berbeda, bergantung pada temperatur dan fasenya (padat, cair, gas). padat berbentuk seperti lembaran dengan kisi kristal ''closed packed cubic''. Dalam bentuk ini, pusat Al menunjukkan [[geometri koordinasi oktahedral]]. Dalam lelehannya, aluminium triklorida berada sebagai [[Dimer (kimia)|dimer]] , dengan aluminium tetrakoordinasi. Perubahan struktur ini terkait dengan rendahnya massa jenis fasa cairnya (1,78 g/cm<sup>3</sup>) vs aluminium triklorida padat (2,48 g/cm<sup>3</sup>). Dimer Al<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> juga dijumpai dalam fasa uap. Pada [[temperatur]] yang lebih tinggi, dimer Al<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> [[Disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] menjadi trigonal planar, yang secara struktur analog dengan [[Boron trifluorida|Boron trifluorida]]. Lelehannya memiliki [[Konduktansi listrik|daya hantar listrik]] rendah, tidak seperti [[halida]] [[ikatan ionik|ionik]] lainnya misalnya [[natrium klorida]]. | memiliki tiga struktur yang berbeda, bergantung pada temperatur dan fasenya (padat, cair, gas). padat berbentuk seperti lembaran dengan kisi kristal ''closed packed cubic''. Dalam bentuk ini, pusat Al menunjukkan [[geometri koordinasi oktahedral]].<ref>Sebaliknya, AlBr 3 memiliki lebih banyak struktur molekul, dengan pusat Al 3+ berada pada lubang tetrahedral dari kisi ''closed-packed'' ion Br − :</ref> Dalam lelehannya, aluminium triklorida berada sebagai [[Dimer (kimia)|dimer]] , dengan aluminium tetrakoordinasi. Perubahan struktur ini terkait dengan rendahnya massa jenis fasa cairnya (1,78 g/cm<sup>3</sup>) vs aluminium triklorida padat (2,48 g/cm<sup>3</sup>). Dimer Al<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> juga dijumpai dalam fasa uap. Pada [[temperatur]] yang lebih tinggi, dimer Al<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> [[Disosiasi (kimia)|terdisosiasi]] menjadi trigonal planar, yang secara struktur analog dengan [[Boron trifluorida|Boron trifluorida]]. Lelehannya memiliki [[Konduktansi listrik|daya hantar listrik]] rendah,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> tidak seperti [[halida]] [[ikatan ionik|ionik]] lainnya misalnya [[natrium klorida]]. | ||
== Reaksi == | == Reaksi == | ||
Aluminium klorida anhidrat adalah [[asam Lewis]] kuat, mampu membentuk adisi asam-basa Lewis dengan [[basa Lewis]] seperti [[benzofenon]] dan [[mesitilena]]. Ia membentuk [[tetrakloroaluminat]] dengan adanya ion [[klorida]]. | Aluminium klorida anhidrat adalah [[asam Lewis]] kuat, mampu membentuk adisi asam-basa Lewis dengan [[basa Lewis]] seperti [[benzofenon]] dan [[mesitilena]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ia membentuk [[tetrakloroaluminat]] dengan adanya ion [[klorida]]. | ||
Aluminium klorida bereaksi dengan [[Kalsium hidrida|kalsium]] dan [[magnesium hidrida]] dalam [[tetrahidrofuran]] membentuk tetrahidroaluminat. | Aluminium klorida bereaksi dengan [[Kalsium hidrida|kalsium]] dan [[magnesium hidrida]] dalam [[tetrahidrofuran]] membentuk tetrahidroaluminat. | ||
| Baris 27: | Baris 29: | ||
== Sintesis == | == Sintesis == | ||
Aluminium klorida diproduksi dalam skala besar dengan cara reaksi [[eksotermik]] logam [[aluminium]] dengan klorin atau [[hidrogen klorida]] pada temperatur antara . | Aluminium klorida diproduksi dalam skala besar dengan cara reaksi [[eksotermik]] logam [[aluminium]] dengan klorin atau [[hidrogen klorida]] pada temperatur antara .<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
<math>2\text{ Al} + 3\text{ Cl}_2 \longrightarrow 2\text{ AlCl}_3</math> | <math>2\text{ Al} + 3\text{ Cl}_2 \longrightarrow 2\text{ AlCl}_3</math> | ||
| Baris 36: | Baris 38: | ||
<math>2\text{ Al} + 3\text{ CuCl}_2 \longrightarrow 2\text{ AlCl}_3 + 3\text{ Cu}</math> | <math>2\text{ Al} + 3\text{ CuCl}_2 \longrightarrow 2\text{ AlCl}_3 + 3\text{ Cu}</math> | ||
Pada tahun 1993 di AS, sekitar 21.000 ton diproduksi, tidak termasuk jumlah yang digunakan dalam produksi aluminium. | Pada tahun 1993 di AS, sekitar 21.000 ton diproduksi, tidak termasuk jumlah yang digunakan dalam produksi aluminium.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Aluminium triklorida hidrat dibuat dengan melarutkan aluminium oksida dalam [[asam klorida]]. Aluminium logam juga mudah larut dalam asam klorida ─ membebaskan gas hidrogen dan menghasilkan panas. Memanaskan padatan ini tidak menghasilkan aluminium triklorida anhidrat, karena senyawa heksahidratnya terdekomposisi menjadi [[aluminium oksida]] ketika dipanaskan hingga : | Aluminium triklorida hidrat dibuat dengan melarutkan aluminium oksida dalam [[asam klorida]]. Aluminium logam juga mudah larut dalam asam klorida ─ membebaskan gas hidrogen dan menghasilkan panas. Memanaskan padatan ini tidak menghasilkan aluminium triklorida anhidrat, karena senyawa heksahidratnya terdekomposisi menjadi [[aluminium oksida]] ketika dipanaskan hingga :<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
<math>2\text{ AlCl}_3 + 3\text{ H}_2\text{O} \longrightarrow \text{Al}_2\text{O}_3 + 6\text{ HCl}</math> | <math>2\text{ AlCl}_3 + 3\text{ H}_2\text{O} \longrightarrow \text{Al}_2\text{O}_3 + 6\text{ HCl}</math> | ||
[[Aluminium]] juga membentuk [[klorida]] yang lebih rendah, [[aluminium(I) klorida]] (AlCl), tetapi ini sangat tidak stabil dan hanya dikenal dalam fase uapnya. | [[Aluminium]] juga membentuk [[klorida]] yang lebih rendah, [[aluminium(I) klorida]] (AlCl), tetapi ini sangat tidak stabil dan hanya dikenal dalam fase uapnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
| Baris 48: | Baris 50: | ||
mungkin merupakan [[asam Lewis]] yang paling banyak digunakan dan juga salah satu yang paling kuat. Senyawa ini banyak ditemukan dalam aplikasi [[industri kimia]] sebagai [[katalis]] untuk [[reaksi Friedel–Crafts]], baik asilasi maupun alkilasi. Produk pentingnya adalah [[deterjen]] dan [[etilbenzena]]. Ia juga digunakan dalam reaksi [[polimerisasi]] dan [[isomerisasi]] [[hidrokarbon]]. | mungkin merupakan [[asam Lewis]] yang paling banyak digunakan dan juga salah satu yang paling kuat. Senyawa ini banyak ditemukan dalam aplikasi [[industri kimia]] sebagai [[katalis]] untuk [[reaksi Friedel–Crafts]], baik asilasi maupun alkilasi. Produk pentingnya adalah [[deterjen]] dan [[etilbenzena]]. Ia juga digunakan dalam reaksi [[polimerisasi]] dan [[isomerisasi]] [[hidrokarbon]]. | ||
Reaksi Friedel–Crafts merupakan pengguna utama aluminium klorida, misalnya dalam preparasi [[antrakuinon]] (untuk bahan pewarna industri) dari [[benzena]] dan [[fosgen]]. Secara umum reaksi Friedel–Crafts, [[asil klorida]] atau [[alkil halida]] bereaksi dengan sistem [[aromatik]] sebagai berikut: | Reaksi Friedel–Crafts<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> merupakan pengguna utama aluminium klorida, misalnya dalam preparasi [[antrakuinon]] (untuk bahan pewarna industri) dari [[benzena]] dan [[fosgen]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Secara umum reaksi Friedel–Crafts, [[asil klorida]] atau [[alkil halida]] bereaksi dengan sistem [[aromatik]] sebagai berikut:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Reaksi alkilasi lebih banyak digunakan daripada reaksi asilasi , meskipun praktiknya lebih menuntut perhatian teknis karena reaksi lebih lamban. Untuk kedua reaksi, aluminium klorida, bahan beserta peralatan lainnya harus kering, meskipun jejak kelembaban diperlukan agar reaksi dapat berlangsung. Masalah umum dengan reaksi Friedel–Crafts adalah bahwa [[katalis]] aluminium klorida kadang-kadang diperlukan dalam jumlah [[stoikiometri]]s penuh, karena membentuk [[Kompleks (kimia)|kompleks]] kuat dengan produk. Komplikasi ini kadang-kadang menghasilkan limbah korosif dalam jumlah besar. Untuk alasan ini dan sejenisnya, telah dicari katalis yang lebih dapat di[[daur ulang]] atau [[Kimia hijau|ramah lingkungan]]. Dengan demikian, penggunaan aluminium triklorida di beberapa aplikasi telah digantikan oleh [[zeolit]]. | Reaksi alkilasi lebih banyak digunakan daripada reaksi asilasi , meskipun praktiknya lebih menuntut perhatian teknis karena reaksi lebih lamban. Untuk kedua reaksi, aluminium klorida, bahan beserta peralatan lainnya harus kering, meskipun jejak kelembaban diperlukan agar reaksi dapat berlangsung. Masalah umum dengan reaksi Friedel–Crafts adalah bahwa [[katalis]] aluminium klorida kadang-kadang diperlukan dalam jumlah [[stoikiometri]]s penuh, karena membentuk [[Kompleks (kimia)|kompleks]] kuat dengan produk. Komplikasi ini kadang-kadang menghasilkan limbah korosif dalam jumlah besar. Untuk alasan ini dan sejenisnya, telah dicari katalis yang lebih dapat di[[daur ulang]] atau [[Kimia hijau|ramah lingkungan]]. Dengan demikian, penggunaan aluminium triklorida di beberapa aplikasi telah digantikan oleh [[zeolit]]. | ||
Aluminium klorida dapat juga digunakan untuk memasukkan gugus [[aldehida]] ke dalam cincin [[aromatik]], contohnya dalam [[reaksi Gattermann-Koch]] yang menggunakan [[karbon monoksida]], [[hidrogen klorida]] dan [[ko-katalis]] [[tembaga(I) klorida]]. | Aluminium klorida dapat juga digunakan untuk memasukkan gugus [[aldehida]] ke dalam cincin [[aromatik]], contohnya dalam [[reaksi Gattermann-Koch]] yang menggunakan [[karbon monoksida]], [[hidrogen klorida]] dan [[ko-katalis]] [[tembaga(I) klorida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Aluminium klorida | |||
Aluminium klorida banyak digunakan dalam berbagai macam aplikasi [[kimia organik]] lainnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Misalnya, ia dapat mengkatalisis "[[reaksi ena]]", seperti adisi [[3-buten-2-on]] (metil vinil keton) menjadi [[karvona]]:<ref>Snider, B.B. ''Lewis-acid catalyzed ene reactions''. ''Acc. Chem. Res''. 1980. Vol. 13 (11). hlm. 426. doi:10.1021/ar50155a007.</ref> | |||
AlCl<sub>3</sub> juga banyak digunakan untuk reaksi [[polimerisasi]] dan [[isomerisasi]] [[hidrokarbon]]. Contoh penting antara lain pembuatan [[etilbenzena]], yang digunakan untuk membuat [[stirena]] sebagai bahan baku [[polistirena]], dan juga produksi [[dodesilbenzena]], yang digunakan untuk pembuatan [[deterjen]]. | AlCl<sub>3</sub> juga banyak digunakan untuk reaksi [[polimerisasi]] dan [[isomerisasi]] [[hidrokarbon]]. Contoh penting antara lain pembuatan [[etilbenzena]], yang digunakan untuk membuat [[stirena]] sebagai bahan baku [[polistirena]], dan juga produksi [[dodesilbenzena]], yang digunakan untuk pembuatan [[deterjen]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Aluminium klorida yang dikombinasikan dengan aluminium dan dengan adanya suatu arena dapat digunakan untuk mensintesis kompleks logam bis(arena), misalnya [[bis(benzena)kromium]], dari halida logam tertentu melalui apa yang disebut sintesis [[Ernst Otto Fischer|Fischer]]-Hafner. | Aluminium klorida yang dikombinasikan dengan aluminium dan dengan adanya suatu arena dapat digunakan untuk mensintesis kompleks logam bis(arena), misalnya [[bis(benzena)kromium]], dari halida logam tertentu melalui apa yang disebut sintesis [[Ernst Otto Fischer|Fischer]]-Hafner. | ||
=== Aluminium klorida hidrat === | === Aluminium klorida hidrat === | ||
Heksahidratnya memiliki sedikit aplikasi, tetapi [[aluminium klorohidrat]] pada konsentrasi rendah adalah komponen umum dalam [[antiperspiran]]. Penderita [[Hiperhidrosis]] memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi (12% atau lebih tinggi), dijual dengan merek seperti Xeransis, Drysol, DryDerm, sunsola, Maxim, [[Odaban]], CertainDri, B+Drier, Chlorhydrol, Anhydrol Forte dan [[Driclor]]. | Heksahidratnya memiliki sedikit aplikasi, tetapi [[aluminium klorohidrat]] pada konsentrasi rendah adalah komponen umum dalam [[antiperspiran]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penderita [[Hiperhidrosis]] memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi (12% atau lebih tinggi), dijual dengan merek seperti Xeransis, Drysol, DryDerm, sunsola, Maxim, [[Odaban]], CertainDri, B+Drier, Chlorhydrol, Anhydrol Forte dan [[Driclor]]. | ||
== Simetri dan momen dipol == | == Simetri dan momen dipol == | ||
| Baris 72: | Baris 71: | ||
AlCl<sub>3</sub> anhidrat bereaksi hebat dengan [[Basa (kimia)|basa]], sehingga diperlukan tindakan pencegahan yang sesuai. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan jika terhirup atau saat kontak. | AlCl<sub>3</sub> anhidrat bereaksi hebat dengan [[Basa (kimia)|basa]], sehingga diperlukan tindakan pencegahan yang sesuai. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan jika terhirup atau saat kontak. | ||
Aluminium klorida telah ditetapkan sebagai [[neurotoksin]]. | Aluminium klorida telah ditetapkan sebagai [[neurotoksin]].<ref>He BP, Strong MJ. ''A morphological analysis of the motor neuron degeneration and microglial reaction in acute and chronic in vivo aluminum chloride neurotoxicity''. ''J. Chem. Neuroanat''. January 2000. Vol. 17 (4). hlm. 207–15. doi:10.1016/S0891-0618(99)00038-1.</ref><ref>Zubenko GS, Hanin I. ''Cholinergic and noradrenergic toxicity of intraventricular aluminum chloride in the rat hippocampus''. ''Brain Res''. October 1989. Vol. 498 (2). hlm. 381–4. doi:10.1016/0006-8993(89)91121-9.</ref><ref>Peng JH, Xu ZC, Xu ZX. ''Aluminum-induced acute cholinergic neurotoxicity in rat''. ''Mol. Chem. Neuropathol''. August 1992. Vol. 17 (1). hlm. 79–89. doi:10.1007/BF03159983.</ref><ref>Banks, W.A. ''Aluminum-induced neurotoxicity: alterations in membrane function at the blood–brain barrier''. ''Neurosci Biobehav Rev''. 1989. Vol. 13 (1). hlm. 47–53. doi:10.1016/S0149-7634(89)80051-X.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.inchem.org/documents/icsc/icsc/eics1125.htm International Chemical Safety Card 1125] | * [http://www.inchem.org/documents/icsc/icsc/eics1125.htm International Chemical Safety Card 1125] | ||
* [http://www.orgsyn.org/orgsyn/chemname.asp?nameID=33169 Index of Organic Synthesis procedures that utilize AlCl<sub>3</sub>] | * [http://www.orgsyn.org/orgsyn/chemname.asp?nameID=33169 Index of Organic Synthesis procedures that utilize AlCl<sub>3</sub>] | ||
| Baris 84: | Baris 79: | ||
* [http://www.chemicalsubstanceschimiques.gc.ca/fact-fait/alum-salts-sels-eng.php Government of Canada Fact Sheets and Frequently Asked Questions: Aluminum Salts] | * [http://www.chemicalsubstanceschimiques.gc.ca/fact-fait/alum-salts-sels-eng.php Government of Canada Fact Sheets and Frequently Asked Questions: Aluminum Salts] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aluminium+klorida&oldid=24982204 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24982204 (2023-12-11T04:03:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.02

Aluminium klorida (AlCl3) adalah senyawa kimia utama dari aluminium dan klorin. Senyawa ini berwarna putih, tetapi sampelnya sering terkontaminasi dengan besi triklorida, yang memberikan pewarnaan kuning. Padatannya mempunyai titik leleh dan titik didih rendah. Senyawa ini terutama diproduksi dan dikonsumsi dalam produksi logam aluminium, tetapi sejumlah besar juga digunakan dalam bidang industri kimia. Senyawa ini sering digolongkan sebagai asam Lewis. Ini merupakan contoh senyawa anorganik yang retak pada temperatur rendah, berubah bolak-balik dari polimer menjadi monomer.
Struktur
memiliki tiga struktur yang berbeda, bergantung pada temperatur dan fasenya (padat, cair, gas). padat berbentuk seperti lembaran dengan kisi kristal closed packed cubic. Dalam bentuk ini, pusat Al menunjukkan geometri koordinasi oktahedral.[1] Dalam lelehannya, aluminium triklorida berada sebagai dimer , dengan aluminium tetrakoordinasi. Perubahan struktur ini terkait dengan rendahnya massa jenis fasa cairnya (1,78 g/cm3) vs aluminium triklorida padat (2,48 g/cm3). Dimer Al2Cl6 juga dijumpai dalam fasa uap. Pada temperatur yang lebih tinggi, dimer Al2Cl6 terdisosiasi menjadi trigonal planar, yang secara struktur analog dengan Boron trifluorida. Lelehannya memiliki daya hantar listrik rendah,[2] tidak seperti halida ionik lainnya misalnya natrium klorida.
Reaksi
Aluminium klorida anhidrat adalah asam Lewis kuat, mampu membentuk adisi asam-basa Lewis dengan basa Lewis seperti benzofenon dan mesitilena.[3] Ia membentuk tetrakloroaluminat dengan adanya ion klorida.
Aluminium klorida bereaksi dengan kalsium dan magnesium hidrida dalam tetrahidrofuran membentuk tetrahidroaluminat.
Reaksi dengan air
Aluminium klorida bersifat higroskopis, mempunyai afinitas yang kuat terhadap air. Ini menguap di udara lembap dan mendesis ketika dicampur dengan air karena ion Cl− digantikan dengan molekul H2O dalam kisi-kisinya untuk membentuk heksahidrate AlCl3·6H2O (juga berwarna putih kekuningan). Fase anhidrat tidak dapat diperoleh kembali pada pemanasan karena HCl hilang menyisakan aluminium hidroksida dan alumina (aluminium oksida):
Pada pemanasan kuat (~400 °C), aluminium oksida terbentuk dari aluminium hidroksida melalui:
Larutan akuatik adalah ionik sehingga menghantarkan listrik dengan baik. Larutan semacam ini dijumpai bersifat asam, menandakan hidrolisis parsial ion . Reaksinya dapat dijelaskan secara sederhana sebagai:
Larutan akuatik berperlaku sama seperti garam aluminium lainnya yang mengandung ion terhidrasi, membentuk endapan gelatin aluminium hidroksida pada saat direaksikan dengan natrium hidroksida encer:
Sintesis
Aluminium klorida diproduksi dalam skala besar dengan cara reaksi eksotermik logam aluminium dengan klorin atau hidrogen klorida pada temperatur antara .[4]
Aluminium klorida dapat terbentuk melalui reaksi pengusiran tunggal antara tembaga klorida dan logam aluminium.
Pada tahun 1993 di AS, sekitar 21.000 ton diproduksi, tidak termasuk jumlah yang digunakan dalam produksi aluminium.[5]
Aluminium triklorida hidrat dibuat dengan melarutkan aluminium oksida dalam asam klorida. Aluminium logam juga mudah larut dalam asam klorida ─ membebaskan gas hidrogen dan menghasilkan panas. Memanaskan padatan ini tidak menghasilkan aluminium triklorida anhidrat, karena senyawa heksahidratnya terdekomposisi menjadi aluminium oksida ketika dipanaskan hingga :[6]
Aluminium juga membentuk klorida yang lebih rendah, aluminium(I) klorida (AlCl), tetapi ini sangat tidak stabil dan hanya dikenal dalam fase uapnya.[7]
Penggunaan
Aluminium triklorida anhidrat
mungkin merupakan asam Lewis yang paling banyak digunakan dan juga salah satu yang paling kuat. Senyawa ini banyak ditemukan dalam aplikasi industri kimia sebagai katalis untuk reaksi Friedel–Crafts, baik asilasi maupun alkilasi. Produk pentingnya adalah deterjen dan etilbenzena. Ia juga digunakan dalam reaksi polimerisasi dan isomerisasi hidrokarbon.
Reaksi Friedel–Crafts[8] merupakan pengguna utama aluminium klorida, misalnya dalam preparasi antrakuinon (untuk bahan pewarna industri) dari benzena dan fosgen.[9] Secara umum reaksi Friedel–Crafts, asil klorida atau alkil halida bereaksi dengan sistem aromatik sebagai berikut:[10]
Reaksi alkilasi lebih banyak digunakan daripada reaksi asilasi , meskipun praktiknya lebih menuntut perhatian teknis karena reaksi lebih lamban. Untuk kedua reaksi, aluminium klorida, bahan beserta peralatan lainnya harus kering, meskipun jejak kelembaban diperlukan agar reaksi dapat berlangsung. Masalah umum dengan reaksi Friedel–Crafts adalah bahwa katalis aluminium klorida kadang-kadang diperlukan dalam jumlah stoikiometris penuh, karena membentuk kompleks kuat dengan produk. Komplikasi ini kadang-kadang menghasilkan limbah korosif dalam jumlah besar. Untuk alasan ini dan sejenisnya, telah dicari katalis yang lebih dapat didaur ulang atau ramah lingkungan. Dengan demikian, penggunaan aluminium triklorida di beberapa aplikasi telah digantikan oleh zeolit.
Aluminium klorida dapat juga digunakan untuk memasukkan gugus aldehida ke dalam cincin aromatik, contohnya dalam reaksi Gattermann-Koch yang menggunakan karbon monoksida, hidrogen klorida dan ko-katalis tembaga(I) klorida.[11]
Aluminium klorida banyak digunakan dalam berbagai macam aplikasi kimia organik lainnya.[12] Misalnya, ia dapat mengkatalisis "reaksi ena", seperti adisi 3-buten-2-on (metil vinil keton) menjadi karvona:[13]
AlCl3 juga banyak digunakan untuk reaksi polimerisasi dan isomerisasi hidrokarbon. Contoh penting antara lain pembuatan etilbenzena, yang digunakan untuk membuat stirena sebagai bahan baku polistirena, dan juga produksi dodesilbenzena, yang digunakan untuk pembuatan deterjen.[14]
Aluminium klorida yang dikombinasikan dengan aluminium dan dengan adanya suatu arena dapat digunakan untuk mensintesis kompleks logam bis(arena), misalnya bis(benzena)kromium, dari halida logam tertentu melalui apa yang disebut sintesis Fischer-Hafner.
Aluminium klorida hidrat
Heksahidratnya memiliki sedikit aplikasi, tetapi aluminium klorohidrat pada konsentrasi rendah adalah komponen umum dalam antiperspiran.[15] Penderita Hiperhidrosis memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi (12% atau lebih tinggi), dijual dengan merek seperti Xeransis, Drysol, DryDerm, sunsola, Maxim, Odaban, CertainDri, B+Drier, Chlorhydrol, Anhydrol Forte dan Driclor.
Simetri dan momen dipol
Aluminium klorida berada dalam kelompok D3h dalam bentuk monomernya dan D2h dalam bentuk dimernya. Bagaimanapun, kedua bentuk aluminium klorida, tidak memiliki momen dipol karena momen dipol ikatan meniadakan satu sama lain.
Keselamatan
AlCl3 anhidrat bereaksi hebat dengan basa, sehingga diperlukan tindakan pencegahan yang sesuai. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan jika terhirup atau saat kontak.
Aluminium klorida telah ditetapkan sebagai neurotoksin.[16][17][18][19]
Pranala luar
- International Chemical Safety Card 1125
- Index of Organic Synthesis procedures that utilize AlCl3
- The period 3 chlorides
- Government of Canada Fact Sheets and Frequently Asked Questions: Aluminum Salts
Referensi
- ↑ Sebaliknya, AlBr 3 memiliki lebih banyak struktur molekul, dengan pusat Al 3+ berada pada lubang tetrahedral dari kisi closed-packed ion Br − :
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Snider, B.B. Lewis-acid catalyzed ene reactions. Acc. Chem. Res. 1980. Vol. 13 (11). hlm. 426. doi:10.1021/ar50155a007.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ He BP, Strong MJ. A morphological analysis of the motor neuron degeneration and microglial reaction in acute and chronic in vivo aluminum chloride neurotoxicity. J. Chem. Neuroanat. January 2000. Vol. 17 (4). hlm. 207–15. doi:10.1016/S0891-0618(99)00038-1.
- ↑ Zubenko GS, Hanin I. Cholinergic and noradrenergic toxicity of intraventricular aluminum chloride in the rat hippocampus. Brain Res. October 1989. Vol. 498 (2). hlm. 381–4. doi:10.1016/0006-8993(89)91121-9.
- ↑ Peng JH, Xu ZC, Xu ZX. Aluminum-induced acute cholinergic neurotoxicity in rat. Mol. Chem. Neuropathol. August 1992. Vol. 17 (1). hlm. 79–89. doi:10.1007/BF03159983.
- ↑ Banks, W.A. Aluminum-induced neurotoxicity: alterations in membrane function at the blood–brain barrier. Neurosci Biobehav Rev. 1989. Vol. 13 (1). hlm. 47–53. doi:10.1016/S0149-7634(89)80051-X.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24982204 (2023-12-11T04:03:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.