Lompat ke isi

Natrium azida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29571823; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Sodium_azide.svg|thumb|right|280px|Sodium azide]]
'''Natrium azida''' adalah suatu [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia|kimia]] NaN<sub>3</sub>. [[Garam (kimia)|Garam]] tak berwarna ini adalah komponen pembentuk gas dalam banyak sistem [[kantung udara]] mobil. Senyawa ini digunakan untuk pembuatan senyawa [[azida]] lainnya. Senyawa ini adalah zat [[ion]]ik, sangat mudah larut [[air]], dan sangat beracun.
'''Natrium azida''' adalah suatu [[senyawa anorganik]] dengan [[rumus kimia|kimia]] NaN<sub>3</sub>. [[Garam (kimia)|Garam]] tak berwarna ini adalah komponen pembentuk gas dalam banyak sistem [[kantung udara]] mobil. Senyawa ini digunakan untuk pembuatan senyawa [[azida]] lainnya. Senyawa ini adalah zat [[ion]]ik, sangat mudah larut [[air]], dan sangat beracun.


== Struktur ==
== Struktur ==
Natrium azida adalah padatan ionik. Dua [[Polimorfisme (ilmu material)|bentuk kristalnya]] diketahui, rombohedral dan heksagonal. Keduanya mengadopsi struktur berlapis. Anion azida sangat mirip pada masing-masing bentuk, dengan [[sentrosimetris]] dengan jarak N–N sebesar 1.18 Å. Ion  memiliki geometri [[geometri molekul oktahedral|oktahedral]]. Setiap azida terhubung dengan enam pusat Na+, dengan tiga ikatan Na-N di setiap ujung pusat nitrogen.
Natrium azida adalah padatan ionik. Dua [[Polimorfisme (ilmu material)|bentuk kristalnya]] diketahui, rombohedral dan heksagonal.<ref>Stevens E. D. ''A Study of the Electron-Density Distribution in Sodium Azide,''. ''Acta Crystallographica A''. 1977. Vol. 33 (5). hlm. 723–729. doi:10.1107/S0567739477001855.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium+azida&oldid=29571823 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Keduanya mengadopsi struktur berlapis. Anion azida sangat mirip pada masing-masing bentuk, dengan [[sentrosimetris]] dengan jarak N–N sebesar 1.18 Å. Ion  memiliki geometri [[geometri molekul oktahedral|oktahedral]]. Setiap azida terhubung dengan enam pusat Na+, dengan tiga ikatan Na-N di setiap ujung pusat nitrogen.<ref>G. E. Pringle. [http://scripts.iucr.org/cgi-bin/paper?S0567740868002062 The crystal structures of lithium, sodium and strontium azides]. ''Acta Crystallographica Section B''. 1968-02-15. Vol. 24 (2). hlm. 262–269. doi:10.1107/s0567740868002062.</ref>


== Preparasi ==
== Preparasi ==
Baris 11: Baris 13:
:2 NaNH<sub>2</sub> + N<sub>2</sub>O → NaN<sub>3</sub> + NaOH + NH<sub>3</sub>
:2 NaNH<sub>2</sub> + N<sub>2</sub>O → NaN<sub>3</sub> + NaOH + NH<sub>3</sub>


Reaksi ini adalah dasar dari jalur industri, yang menghasilkan sekitar 250 ton/tahun pada tahun 2004, dengan produksi meningkat karena mempopulerkan [[kantung udara]]
Reaksi ini adalah dasar dari jalur industri, yang menghasilkan sekitar 250 ton/tahun pada tahun 2004, dengan produksi meningkat karena mempopulerkan [[kantung udara]]<ref>Horst H. Jobelius. [http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/14356007.a13_193/abstract Hydrazoic Acid and Azides]. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 2000-01-01. doi:10.1002/14356007.a13_193. ISBN 9783527306732.</ref>


== Reaksi ==
== Reaksi ==
Perlakuan natrium azida dengan asam kuat memberi [[asam hidrazoat]], yang juga sangat toksik:
Perlakuan natrium azida dengan asam kuat memberi [[asam hidrazoat]], yang juga sangat toksik:


: +  →
: +  →  


Larutan berair mengandung sejumlah kecil [[hidrogen azida]], pembentukan yang digambarkan oleh kesetimbangan berikut:
Larutan berair mengandung sejumlah kecil [[hidrogen azida]], pembentukan yang digambarkan oleh kesetimbangan berikut:
Baris 22: Baris 24:
:  +    +  (K = 10)
:  +    +  (K = 10)


Natrium azida dapat dihancurkan dengan perlakuan dengan larutan [[asam nitrit]]:
Natrium azida dapat dihancurkan dengan perlakuan dengan larutan [[asam nitrit]]:<ref>Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories, Board on Chemical Sciences and Technology, Commission on Physical Sciences, Mathematics, and Applications, National Research Council. [http://books.nap.edu/openbook.php?record_id=4911&page=165 Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals]. National Academy Press. 1995. hlm. 165. ISBN 0-309-05229-7.</ref>


: 2 NaN<sub>3</sub> + 2 HNO<sub>2</sub> → 3 N<sub>2</sub> + 2 NO + 2 NaOH
: 2 NaN<sub>3</sub> + 2 HNO<sub>2</sub> → 3 N<sub>2</sub> + 2 NO + 2 NaOH
Baris 32: Baris 34:
: 2 NaN<sub>3</sub> → 2Na + 3 N<sub>2</sub>
: 2 NaN<sub>3</sub> → 2Na + 3 N<sub>2</sub>


Reaksi yang sama terjadi saat memanaskan garam sampai kira-kira 300&nbsp;°C. Natrium yang terbentuk merupakan bahaya potensial saja dan, di kantung udara mobil, diubah oleh reaksi dengan bahan lain, seperti [[kalium nitrat]] dan [[silika]]. Dalam kasus terakhir, natrium silikat yang tidak berbahaya dihasilkan. Natrium azida juga digunakan dalam pelarian pesawat terbang. Kantung udara generasi baru mengandung [[nitroguanidin]] atau [[guanidin nitrat|bahan peledak yang kurang sensitif]].
Reaksi yang sama terjadi saat memanaskan garam sampai kira-kira 300&nbsp;°C. Natrium yang terbentuk merupakan bahaya potensial saja dan, di kantung udara mobil, diubah oleh reaksi dengan bahan lain, seperti [[kalium nitrat]] dan [[silika]]. Dalam kasus terakhir, natrium silikat yang tidak berbahaya dihasilkan.<ref>Betterton, E. A. [https://archive.org/details/critical-reviews-environmental-science-tech_2003_33_4/page/423 Environmental Fate of Sodium Azide Derived from Automobile Airbags]. ''Critical Reviews in Environmental Science and Technology''. 2003. Vol. 33 (4). hlm. 423–458. doi:10.1080/10643380390245002.</ref> Natrium azida juga digunakan dalam pelarian pesawat terbang. Kantung udara generasi baru mengandung [[nitroguanidin]] atau [[guanidin nitrat|bahan peledak yang kurang sensitif]].


=== Sintesis organik dan anorganik ===
=== Sintesis organik dan anorganik ===
Baris 42: Baris 44:
Natrium azida adalah [[pereaksi]] penjejak yang berguna dan [[pengawet]].
Natrium azida adalah [[pereaksi]] penjejak yang berguna dan [[pengawet]].


Di rumah sakit dan laboratorium, senyawa ini adalah [[biosida]]; senyawa ini terutama penting dalam pereaksi curah dan [[larutan stok]] yang dapat mendukung pertumbuhan [[bakteri]] dimana natrium azida berperan sebagai [[bakteriostatik]] dengan menghambat [[sitokrom oksidase]] dalam bakteri [[gram negatif]]; [[gram positif]] ([[streptococcus]], [[Streptococcus pneumoniae|pneumococci]], [[bacillus|lactobacilli]]) secara intrinsik resisten.
Di rumah sakit dan laboratorium, senyawa ini adalah [[biosida]]; senyawa ini terutama penting dalam pereaksi curah dan [[larutan stok]] yang dapat mendukung pertumbuhan [[bakteri]] dimana natrium azida berperan sebagai [[bakteriostatik]] dengan menghambat [[sitokrom oksidase]] dalam bakteri [[gram negatif]]; [[gram positif]] ([[streptococcus]], [[Streptococcus pneumoniae|pneumococci]], [[bacillus|lactobacilli]]) secara intrinsik resisten.<ref>Lichstein, H. C. ''Studies of the Effect of Sodium Azide on Microbic Growth and Respiration: I. The Action of Sodium Azide on Microbic Growth''. ''Journal of Bacteriology''. 1943. Vol. 47 (3). hlm. 221–230.</ref>


=== Penggunaan pertanian ===
=== Penggunaan pertanian ===
Senyawa ini digunakan dalam [[pertanian]] untuk pengendalian hama patogen yang ditanggung tanah seperti ''[[Meloidogyne incognita]]'' atau ''[[Helicotylenchus dihystera]]''.
Senyawa ini digunakan dalam [[pertanian]] untuk pengendalian hama patogen yang ditanggung tanah seperti ''[[Meloidogyne incognita]]'' atau ''[[Helicotylenchus dihystera]]''.<ref>Applications of sodium azide for control of soilborne pathogens in potatoes. Rodriguez-Kabana, R., Backman, P. A. and King, P.S., Plant Disease Reporter, 1975, Vol. 59, No. 6, pp. 528-532 ([http://www.cabdirect.org/abstracts/19750821668.html link])</ref>


Senyawa ini juga digunakan sebagai [[mutagen]] untuk pemilihan tanaman tanaman seperti padi, barley atau oat.
Senyawa ini juga digunakan sebagai [[mutagen]] untuk pemilihan tanaman tanaman seperti padi,<ref>M. Afsar Awan. [https://www.crops.org/publications/cs/abstracts/20/5/CS0200050663 Mutagenic Effects of Sodium Azide in Rice1]. ''Crop Science''. 2000-01-01. Vol. 20 (5). hlm. 663–668. doi:10.2135/cropsci1980.0011183x002000050030x.</ref> barley<ref>Xiongying Cheng. [http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0098847288900512 Biological and genetic effects of combined treatments of sodium azide, gamma rays and EMS in barley]. ''Environmental and Experimental Botany''. Vol. 28 (4). hlm. 281–288. doi:10.1016/0098-8472(88)90051-2.</ref> atau oat.<ref>H. W. Rines. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0098847285900437 Sodium azide mutagenesis in diploid and hexaploid oats and comparison with ethyl methanesulfonate treatments]. ''Environmental and Experimental Botany''. 1985-02-01. Vol. 25 (1). hlm. 7–16. doi:10.1016/0098-8472(85)90043-7.</ref>


== Keamanan ==
== Keamanan ==
Natrium azida telah menyebabkan kematian selama beberapa dekade. Senyawa ini adalah racun yang parah. Mungkin berakibat fatal jika kena kulit atau jika tertelan. Bahkan jumlah menit pun bisa menimbulkan gejala. Toksisitas senyawa ini sebanding dengan sianida alkali yang dapat larut dan dosis mematikan untuk manusia dewasa sekitar 0,7 gram. Tidak ada toksisitas yang dilaporkan dari kantung udara bekas.
Natrium azida telah menyebabkan kematian selama beberapa dekade.<ref>Soju Chang. [http://ijt.sagepub.com/content/22/3/175 Human Health Effects of Sodium Azide Exposure: A Literature Review and Analysis]. ''International Journal of Toxicology''. 2003-05-01. Vol. 22 (3). hlm. 175–186. doi:10.1080/10915810305109.</ref> Senyawa ini adalah racun yang parah. Mungkin berakibat fatal jika kena kulit atau jika tertelan.<ref>S. G. Richardson. [http://jcp.bmj.com/content/28/5/350 Two cases of sodium azide poisoning by accidental ingestion of Isoton]. ''Journal of Clinical Pathology''. 1975-05-01. Vol. 28 (5). hlm. 350–351. doi:10.1136/jcp.28.5.350.</ref> Bahkan jumlah menit pun bisa menimbulkan gejala. Toksisitas senyawa ini sebanding dengan sianida alkali yang dapat larut dan dosis mematikan untuk manusia dewasa sekitar 0,7 gram.<ref>[http://hazard.com/msds/mf/baker/baker/files/s2906.htm MSDS: sodium azide]. Mallinckrodt Baker. 2008-11-21.</ref> Tidak ada toksisitas yang dilaporkan dari kantung udara bekas.<ref>Kent Olson. ''Poisoning & Drug Overdose, 5th Edition''. McGraw-Hill Companies,Incorporated. 18 September 2006. hlm. 123–. ISBN 978-0-07-144333-3.</ref>


Azida [[Inhibitor|menghambat]] [[sitokrom oksidase]] dengan mengikat secara ireversibel ke [[Kofaktor (biokimia)|kofaktor]] [[heme]] dalam proses yang serupa dengan aksi [[karbon monoksida]]. Natrium azida terutama mempengaruhi organ yang mengalami tingkat respirasi tinggi, seperti [[jantung]] dan [[otak]].
Azida [[Inhibitor|menghambat]] [[sitokrom oksidase]] dengan mengikat secara ireversibel ke [[Kofaktor (biokimia)|kofaktor]] [[heme]] dalam proses yang serupa dengan aksi [[karbon monoksida]]. Natrium azida terutama mempengaruhi organ yang mengalami tingkat respirasi tinggi, seperti [[jantung]] dan [[otak]].


Senyawa ini menghasilkan gejala ekstrapiramidal dengan nekrosis [[korteks otak besar]], [[otak kecil]], dan ganglia basal. Toksisitas juga bisa meliputi [[hipotensi]], [[Kebutaan]] dan nekrosis [[hati]]. Natrium azida meningkatkan kadar [[GMP siklik]] di otak dan hati dengan aktivasi [[guanilat siklase]].
Senyawa ini menghasilkan gejala ekstrapiramidal dengan nekrosis [[korteks otak besar]], [[otak kecil]], dan ganglia basal. Toksisitas juga bisa meliputi [[hipotensi]],<ref>[http://www.nature.com/ki/journal/v37/n1/abs/ki199015a.html Kidney International - Abstract of article: Epidemic hypotension in a dialysis center caused by sodium azide]. ''Kidney Int''. 1990-01-01. Vol. 37 (1). hlm. 110–115. doi:10.1038/ki.1990.15.</ref> [[Kebutaan]] dan nekrosis [[hati]]. Natrium azida meningkatkan kadar [[GMP siklik]] di otak dan hati dengan aktivasi [[guanilat siklase]].<ref>Hiroshi Kimura. [http://www.nature.com/nature/journal/v257/n5528/abs/257700a0.html Increases in cyclic GMP levels in brain and liver with sodium azide an activator of guanylate cyclase]. ''Nature''. 1975-10-23. Vol. 257 (5528). hlm. 700–702. doi:10.1038/257700a0.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 64: Baris 63:
*[http://www.straightdope.com/columns/061117.html ''Straight Dope'' on Sodium Azide]
*[http://www.straightdope.com/columns/061117.html ''Straight Dope'' on Sodium Azide]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium+azida&oldid=29571823 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571823 (2026-08-13T12:35:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Natrium+azida&oldid=29571823 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571823 (2026-08-13T12:35:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.02

Sodium azide

Natrium azida adalah suatu senyawa anorganik dengan kimia NaN3. Garam tak berwarna ini adalah komponen pembentuk gas dalam banyak sistem kantung udara mobil. Senyawa ini digunakan untuk pembuatan senyawa azida lainnya. Senyawa ini adalah zat ionik, sangat mudah larut air, dan sangat beracun.

Struktur

Natrium azida adalah padatan ionik. Dua bentuk kristalnya diketahui, rombohedral dan heksagonal.[1][2] Keduanya mengadopsi struktur berlapis. Anion azida sangat mirip pada masing-masing bentuk, dengan sentrosimetris dengan jarak N–N sebesar 1.18 Å. Ion memiliki geometri oktahedral. Setiap azida terhubung dengan enam pusat Na+, dengan tiga ikatan Na-N di setiap ujung pusat nitrogen.[3]

Preparasi

Metode sintesis yang umum adalah "proses Wislicenus" yang berlangsung dalam dua tahapan dari amonia. Pada tahap pertama, amonia diubah menjadi natrium amida:

2 Na + 2 NH3 → 2 NaNH2 + H2

Natrium amida kemudian digabungkan dengan dinitrogen oksida:

2 NaNH2 + N2O → NaN3 + NaOH + NH3

Reaksi ini adalah dasar dari jalur industri, yang menghasilkan sekitar 250 ton/tahun pada tahun 2004, dengan produksi meningkat karena mempopulerkan kantung udara[4]

Reaksi

Perlakuan natrium azida dengan asam kuat memberi asam hidrazoat, yang juga sangat toksik:

+ →

Larutan berair mengandung sejumlah kecil hidrogen azida, pembentukan yang digambarkan oleh kesetimbangan berikut:

+ + (K = 10)

Natrium azida dapat dihancurkan dengan perlakuan dengan larutan asam nitrit:[5]

2 NaN3 + 2 HNO2 → 3 N2 + 2 NO + 2 NaOH

Aplikasi

Kantung udara mobil dan pesawat lepas landas

Formulasi kantung udara yang lebih tua mengandung campuran oksidasi dan natrium azida dan zat lainnya termasuk ignitor dan akselerator. Pengendali elektronik meledakkan campuran ini selama terjadi kecelakaan mobil:

2 NaN3 → 2Na + 3 N2

Reaksi yang sama terjadi saat memanaskan garam sampai kira-kira 300 °C. Natrium yang terbentuk merupakan bahaya potensial saja dan, di kantung udara mobil, diubah oleh reaksi dengan bahan lain, seperti kalium nitrat dan silika. Dalam kasus terakhir, natrium silikat yang tidak berbahaya dihasilkan.[6] Natrium azida juga digunakan dalam pelarian pesawat terbang. Kantung udara generasi baru mengandung nitroguanidin atau bahan peledak yang kurang sensitif.

Sintesis organik dan anorganik

Karena bahaya ledakannya, natrium azida hanya memiliki nilai terbatas dalam kimia organik skala industri. Di laboratorium, digunakan sintesis organik untuk memperkenalkan gugus fungsional azida dengan perpindahan halida. Gugus fungsional azida kemudian dapat dikonversi menjadi amina dengan reduksi dengan SnCl2 dalam etanol atau litium aluminium hidrida atau fosfin tersier, seperti trifenilfosfin dalam reaksi Staudinger, dengan nikel Raney atau dengan hidrogen sulfida dalam piridin.

Natrium azida adalah prekursor serbaguna untuk senyawa azida anorganik lainnya, misalnya, timbal azida dan perak azida, yang digunakan dalam bahan peledak.

Penggunaan biokimia dan biomedis

Natrium azida adalah pereaksi penjejak yang berguna dan pengawet.

Di rumah sakit dan laboratorium, senyawa ini adalah biosida; senyawa ini terutama penting dalam pereaksi curah dan larutan stok yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri dimana natrium azida berperan sebagai bakteriostatik dengan menghambat sitokrom oksidase dalam bakteri gram negatif; gram positif (streptococcus, pneumococci, lactobacilli) secara intrinsik resisten.[7]

Penggunaan pertanian

Senyawa ini digunakan dalam pertanian untuk pengendalian hama patogen yang ditanggung tanah seperti Meloidogyne incognita atau Helicotylenchus dihystera.[8]

Senyawa ini juga digunakan sebagai mutagen untuk pemilihan tanaman tanaman seperti padi,[9] barley[10] atau oat.[11]

Keamanan

Natrium azida telah menyebabkan kematian selama beberapa dekade.[12] Senyawa ini adalah racun yang parah. Mungkin berakibat fatal jika kena kulit atau jika tertelan.[13] Bahkan jumlah menit pun bisa menimbulkan gejala. Toksisitas senyawa ini sebanding dengan sianida alkali yang dapat larut dan dosis mematikan untuk manusia dewasa sekitar 0,7 gram.[14] Tidak ada toksisitas yang dilaporkan dari kantung udara bekas.[15]

Azida menghambat sitokrom oksidase dengan mengikat secara ireversibel ke kofaktor heme dalam proses yang serupa dengan aksi karbon monoksida. Natrium azida terutama mempengaruhi organ yang mengalami tingkat respirasi tinggi, seperti jantung dan otak.

Senyawa ini menghasilkan gejala ekstrapiramidal dengan nekrosis korteks otak besar, otak kecil, dan ganglia basal. Toksisitas juga bisa meliputi hipotensi,[16] Kebutaan dan nekrosis hati. Natrium azida meningkatkan kadar GMP siklik di otak dan hati dengan aktivasi guanilat siklase.[17]

Pranala luar

Referensi

  1. Stevens E. D. A Study of the Electron-Density Distribution in Sodium Azide,. Acta Crystallographica A. 1977. Vol. 33 (5). hlm. 723–729. doi:10.1107/S0567739477001855.
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. G. E. Pringle. The crystal structures of lithium, sodium and strontium azides. Acta Crystallographica Section B. 1968-02-15. Vol. 24 (2). hlm. 262–269. doi:10.1107/s0567740868002062.
  4. Horst H. Jobelius. Hydrazoic Acid and Azides. Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. 2000-01-01. doi:10.1002/14356007.a13_193. ISBN 9783527306732.
  5. Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories, Board on Chemical Sciences and Technology, Commission on Physical Sciences, Mathematics, and Applications, National Research Council. Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Disposal of Chemicals. National Academy Press. 1995. hlm. 165. ISBN 0-309-05229-7.
  6. Betterton, E. A. Environmental Fate of Sodium Azide Derived from Automobile Airbags. Critical Reviews in Environmental Science and Technology. 2003. Vol. 33 (4). hlm. 423–458. doi:10.1080/10643380390245002.
  7. Lichstein, H. C. Studies of the Effect of Sodium Azide on Microbic Growth and Respiration: I. The Action of Sodium Azide on Microbic Growth. Journal of Bacteriology. 1943. Vol. 47 (3). hlm. 221–230.
  8. Applications of sodium azide for control of soilborne pathogens in potatoes. Rodriguez-Kabana, R., Backman, P. A. and King, P.S., Plant Disease Reporter, 1975, Vol. 59, No. 6, pp. 528-532 (link)
  9. M. Afsar Awan. Mutagenic Effects of Sodium Azide in Rice1. Crop Science. 2000-01-01. Vol. 20 (5). hlm. 663–668. doi:10.2135/cropsci1980.0011183x002000050030x.
  10. Xiongying Cheng. Biological and genetic effects of combined treatments of sodium azide, gamma rays and EMS in barley. Environmental and Experimental Botany. Vol. 28 (4). hlm. 281–288. doi:10.1016/0098-8472(88)90051-2.
  11. H. W. Rines. Sodium azide mutagenesis in diploid and hexaploid oats and comparison with ethyl methanesulfonate treatments. Environmental and Experimental Botany. 1985-02-01. Vol. 25 (1). hlm. 7–16. doi:10.1016/0098-8472(85)90043-7.
  12. Soju Chang. Human Health Effects of Sodium Azide Exposure: A Literature Review and Analysis. International Journal of Toxicology. 2003-05-01. Vol. 22 (3). hlm. 175–186. doi:10.1080/10915810305109.
  13. S. G. Richardson. Two cases of sodium azide poisoning by accidental ingestion of Isoton. Journal of Clinical Pathology. 1975-05-01. Vol. 28 (5). hlm. 350–351. doi:10.1136/jcp.28.5.350.
  14. MSDS: sodium azide. Mallinckrodt Baker. 2008-11-21.
  15. Kent Olson. Poisoning & Drug Overdose, 5th Edition. McGraw-Hill Companies,Incorporated. 18 September 2006. hlm. 123–. ISBN 978-0-07-144333-3.
  16. Kidney International - Abstract of article: Epidemic hypotension in a dialysis center caused by sodium azide. Kidney Int. 1990-01-01. Vol. 37 (1). hlm. 110–115. doi:10.1038/ki.1990.15.
  17. Hiroshi Kimura. Increases in cyclic GMP levels in brain and liver with sodium azide an activator of guanylate cyclase. Nature. 1975-10-23. Vol. 257 (5528). hlm. 700–702. doi:10.1038/257700a0.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29571823 (2026-08-13T12:35:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.