Raksa(II) oksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28068778; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:HgOpowder.jpg|thumb|right|280px|HgOpowder]] | |||
'''Raksa(II) oksida''', disebut pula sebagai '''merkurat oksida''' atau hanya '''raksa oksida''', adalah sebuah senyawa dengan [[rumus kimia]] [[Raksa|Hg]][[oksigen|O]]. Senyawa ini memiliki warna merah atau jingga dan berbentuk padat pada suhu dan tekanan ruangan. Bentuk mineralnya, montroidit (''montroydite'') sangat jarang ditemukan. | '''Raksa(II) oksida''', disebut pula sebagai '''merkurat oksida''' atau hanya '''raksa oksida''', adalah sebuah senyawa dengan [[rumus kimia]] [[Raksa|Hg]][[oksigen|O]]. Senyawa ini memiliki warna merah atau jingga dan berbentuk padat pada suhu dan tekanan ruangan. Bentuk mineralnya, montroidit (''montroydite'') sangat jarang ditemukan. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Pada tahun 1774, [[Joseph Priestley]] menemukan bahwa oksigen dilepaskan dengan memanaskan raksa oksida: | Pada tahun 1774, [[Joseph Priestley]] menemukan bahwa oksigen dilepaskan dengan memanaskan raksa oksida: | ||
:<math> 2 \mathrm{HgO} (s) \rightarrow 2 \mathrm{Hg} (l) + \mathrm{O}_2 (g)</math> | :<math> 2 \mathrm{HgO} (s) \rightarrow 2 \mathrm{Hg} (l) + \mathrm{O}_2 (g)</math> | ||
walaupun ia tidak mengidentifikasi gas tersebut sebagai [[oksigen]] (namun, Priestley menyebutnya sebagai "udara [[Teori flogiston|tak terflogiston]]," sebagaimana [[paradigma]] yang berlaku saat itu). | walaupun ia tidak mengidentifikasi gas tersebut sebagai [[oksigen]] (namun, Priestley menyebutnya sebagai "udara [[Teori flogiston|tak terflogiston]]," sebagaimana [[paradigma]] yang berlaku saat itu).<ref>Ebbe Almqvist. [https://books.google.com/?id=OI0fTJhydh4C&pg=PA23&dq=Joseph+Priestley+oxygen+mercury History of Industrial Gases]. Springer. 2003. hlm. 23. ISBN 978-0-306-47277-0.</ref> | ||
== Struktur == | == Struktur == | ||
Di bawah [[tekanan atmosfer]], raksa oksida memiliki dua bentuk kristalin: bentuk pertama disebut sebagai montroidit ([[ortorombik]], 2/m 2/m 2/m, Pnma), dan bentuk yang kedua analog terhadap mineral sulfida [[cinnabar]] ([[Sistem kristal heksagonal|heksagonal]], hP6, P3221); keduanya dicirikan dengan rantai Hg-O. Pada [[tekanan]] di atas 10 GPa struktur dari kedua bentuk tersebut berubah menjadi bentuk [[tetragonal]]. | Di bawah [[tekanan atmosfer]], raksa oksida memiliki dua bentuk kristalin: bentuk pertama disebut sebagai montroidit ([[ortorombik]], 2/m 2/m 2/m, Pnma), dan bentuk yang kedua analog terhadap mineral sulfida [[cinnabar]] ([[Sistem kristal heksagonal|heksagonal]], hP6, P3221); keduanya dicirikan dengan rantai Hg-O.<ref>Karin Aurivillius. [http://actachemscand.dk/volume.php?select1=2&vol=12 The Structure of Hexagonal Mercury(II)oxide]. ''Acta Chemica Scandinavica''. 1958. Vol. 12. hlm. 1297–1304. doi:10.3891/acta.chem.scand.12-1297.</ref> Pada [[tekanan]] di atas 10 GPa struktur dari kedua bentuk tersebut berubah menjadi bentuk [[tetragonal]].<ref>''Semiconductors · II-VI and I-VII Compounds; Semimagnetic Compounds''. ''Landolt-Börnstein – Group III Condensed Matter''. Springer-Verlag. 1999. Vol. 41B. hlm. 1–7. doi:10.1007/b71137. ISBN 978-3-540-64964-9.</ref> | ||
== Sintesis dan reaktivitas == | == Sintesis dan reaktivitas == | ||
Bentuk merah dari HgO dapat dibuat dengan memanaskan Hg dengan oksigen pada suhu sekitar 350 °C, | Bentuk merah dari HgO dapat dibuat dengan memanaskan Hg dengan oksigen pada suhu sekitar 350 °C, | ||
:<math> \mathrm{Hg} + 1/2 \mathrm{O}_2 \rightarrow \mathrm{HgO}</math> | :<math> \mathrm{Hg} + 1/2 \mathrm{O}_2 \rightarrow \mathrm{HgO}</math> | ||
atau melalui [[pirolisis]] [[raksa(II) nitrat]], Hg(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>. | atau melalui [[pirolisis]] [[raksa(II) nitrat]], Hg(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raksa%28II%29+oksida&oldid=28068778 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
:<math>\mathrm{Hg(NO_3)_2 \rightarrow HgO + 2 \ NO_2 + O}</math> | :<math>\mathrm{Hg(NO_3)_2 \rightarrow HgO + 2 \ NO_2 + O}</math> | ||
Bentuk kuning dari HgO dapat diperoleh melalui pengendapan larutan Hg<sup>2+</sup> dengan suatu [[basa]]. Sebagai contoh, reaksi antara [[raksa(II) klorida]] dengan [[kalium hidroksida]]. | Bentuk kuning dari HgO dapat diperoleh melalui pengendapan larutan Hg<sup>2+</sup> dengan suatu [[basa]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raksa%28II%29+oksida&oldid=28068778 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, reaksi antara [[raksa(II) klorida]] dengan [[kalium hidroksida]]. | ||
:<math>\mathrm{HgCl_2 + 2 \ KOH \rightarrow HgO + 2 \ KCl + H_2O}</math> | :<math>\mathrm{HgCl_2 + 2 \ KOH \rightarrow HgO + 2 \ KCl + H_2O}</math> | ||
Perbedaan warna di antara bentuk HgO di atas diakibatkan oleh ukuran partikelnya, kedua bentuk tersebut memiliki struktur yang sama yang terdiri dari satuan O-Hg-O yang hampir linear terhubung dalam rantai zigzag dengan Hg-O-Hg pada sudut 108°. | Perbedaan warna di antara bentuk HgO di atas diakibatkan oleh ukuran partikelnya, kedua bentuk tersebut memiliki struktur yang sama yang terdiri dari satuan O-Hg-O yang hampir linear terhubung dalam rantai zigzag dengan Hg-O-Hg pada sudut 108°.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raksa%28II%29+oksida&oldid=28068778 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Raksa oksida sangat sensitif terhadap cahaya. Ketika [[hidrazin]] [[hidrat]] diteteskan pada raksa oksida maka akan terjadi ledakan. [[Asam hipofosfat]] mampu mereduksi raksa oksida dengan ledakan menjadi bentuk logamnya. | Raksa oksida sangat sensitif terhadap cahaya. Ketika [[hidrazin]] [[hidrat]] diteteskan pada raksa oksida maka akan terjadi ledakan.<ref>Mellor (1940). 8:318. hlm. 1946-47.</ref> [[Asam hipofosfat]] mampu mereduksi raksa oksida dengan ledakan menjadi bentuk logamnya.<ref>Mellor (1940). 4:778. hlm. 1946-47.</ref> | ||
:<math>2 \mathrm{Hg^{2+}} + \mathrm{H_3PO_2} + 2 \mathrm{H_2O} \rightarrow \mathrm{H_3PO_4} + 2 \mathrm{Hg} (s) + 4 \mathrm{H^+}</math> | :<math>2 \mathrm{Hg^{2+}} + \mathrm{H_3PO_2} + 2 \mathrm{H_2O} \rightarrow \mathrm{H_3PO_4} + 2 \mathrm{Hg} (s) + 4 \mathrm{H^+}</math> | ||
Ketika dipanaskan hingga terurai (932 °F) senyawa ini terurai menjadi raksa dan oksigen. Asap dari pemanasan tersebut mungkin mengandung uap raksa yang sangat beracun; oksigen mungkin meningkatkan intensitas api. Ledakan raksa oksida mungkin terjadi dengan adanya friksi atau penerapan panas. | Ketika dipanaskan hingga terurai (932 °F) senyawa ini terurai menjadi raksa dan oksigen. Asap dari pemanasan tersebut mungkin mengandung uap raksa yang sangat beracun; oksigen mungkin meningkatkan intensitas api. Ledakan raksa oksida mungkin terjadi dengan adanya friksi atau penerapan panas.<ref>U.S. Environmental Protection Agency. ''Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides''. U.S. Government Printing Office. 1998.</ref> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
[[Raksa|Hg]][[oksigen|O]] terkadang digunakan dalam produksi raksa karena cukup mudah terdekomposisi. Ketika senyawa ini terdekomposisi, gas oksigen akan dihasilkan. Selain digunakan sebagai [[zat antara]] bagi pembuatan garam raksa dan senyawa raksa organik, senyawa ini juga digunakan dalam sintesis [[diklorin monoksida]]. | [[Raksa|Hg]][[oksigen|O]] terkadang digunakan dalam produksi raksa karena cukup mudah terdekomposisi. Ketika senyawa ini terdekomposisi, gas oksigen akan dihasilkan. Selain digunakan sebagai [[zat antara]] bagi pembuatan garam raksa dan senyawa raksa organik, senyawa ini juga digunakan dalam sintesis [[diklorin monoksida]].<ref>J. J. Renard. ''The chemistry of chlorine monoxide (dichlorine monoxide)''. ''Chemical Reviews''. 1 Agustus 1976. Vol. 76 (4). hlm. 487–508. doi:10.1021/cr60302a004.</ref> | ||
:<math>2 \mathrm{Cl_2} + \mathrm{HgO} \rightarrow \mathrm{HgCl_2} + \mathrm{Cl_2O}</math> | :<math>2 \mathrm{Cl_2} + \mathrm{HgO} \rightarrow \mathrm{HgCl_2} + \mathrm{Cl_2O}</math> | ||
HgO juga digunakan sebagai [[antiseptik]] dalam [[farmasi]]; [[pigmen]] dan pemodifikasi gelas; [[fungisida]]; [[pengawet]] dalam kosmetik; pereaksi analitik; dan sebelumnya pernah digunakan sebagai [[cat]] antikotor. | HgO juga digunakan sebagai [[antiseptik]] dalam [[farmasi]]; [[pigmen]] dan pemodifikasi gelas; [[fungisida]]; [[pengawet]] dalam kosmetik; pereaksi analitik; dan sebelumnya pernah digunakan sebagai [[cat]] antikotor.<ref>U.S. Environmental Protection Agency. ''Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides''. U.S. Government Printing Office. 1998.</ref> | ||
Senyawa ini juga digunakan sebagai material [[katode]] bagi [[baterai raksa]]. | Senyawa ini juga digunakan sebagai material [[katode]] bagi [[baterai raksa]].<ref>John W. Moore. [https://books.google.com/?id=dOD4dTQ3-ZkC&pg=PA941&dq=Mercury(II)+oxide+anode+%22mercury+battery%22 Chemistry: The Molecular Science]. Thomson Brooks/Cole. 2005. hlm. 941. ISBN 978-0-534-42201-1.</ref> | ||
== Kesehatan == | == Kesehatan == | ||
Raksa oksida adalah senyawa yang sangat beracun yang dapat diserap dalam tubuh melalui pernapasan, melalui kulit dan melalui pencernaan. Paparan dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan kematian atau cedera permanen. Setelah dikonsumsi, raksa oksida siap dikonversi menjadi [[raksa(II) klorida]], senyawa raksa yang paling berbahaya. Debu raksa oksida memiliki efek korosif pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Orang dengan riwayat alergi atau kepekaan terhadap raksa, penyakit pernapasan kronis, gangguan sistem saraf, atau gangguan ginjal berisiko lebih tinggi terhadap paparan senyawa ini.<ref>U.S. Environmental Protection Agency. ''Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides''. U.S. Government Printing Office. 1998.</ref> | |||
Zat ini dilarang digunakan sebagai bahan pestisida di [[Uni Eropa]].<ref>Direktorat Regulasi Bahan Kimia. [http://www.pesticides.gov.uk/approvals.asp?id=55 Banned and Non-Authorised Pesticides in the United Kingdom].</ref> | |||
Zat ini dilarang digunakan sebagai bahan pestisida di [[Uni Eropa]]. | |||
Penguapan pada suhu 20 °C dapat diabaikan. HgO terurai akibat paparan cahaya atau pemanasan di atas 500 °C.<ref>D. Taylor. [https://pubs.rsc.org/en/Content/ArticleLanding/1962/JR/jr9620001047 195. Thermal decomposition of mercuric oxide]. ''J. Chem. Soc''. 1962. Vol. 0. hlm. 1047-50. doi:10.1039/JR9620001047.</ref> Pemanasan tersebut menghasilkan asap raksa yang sangat beracun dan oksigen, yang meningkatkan bahaya kebakaran. Raksa(II) oksida bereaksi dengan agen pereduksi, klor, hidrogen peroksida, magnesium (bila dipanaskan), disulfur diklorida dan hidrogen trisulfida.<ref>[http://www.inchem.org/documents/icsc/icsc/eics0981.htm Mercury (II) oxide]. International Occupational Safety and Health Information Centre.</ref> | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [https://web.archive.org/web/20060425193836/http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/53.html National Pollutant Inventory – Mercury and compounds fact sheet] | * [https://web.archive.org/web/20060425193836/http://www.npi.gov.au/database/substance-info/profiles/53.html National Pollutant Inventory – Mercury and compounds fact sheet] | ||
* [http://www.webelements.com/webelements/compounds/text/Hg/Hg1O1-21908532.html Informasi di Webelements]. | * [http://www.webelements.com/webelements/compounds/text/Hg/Hg1O1-21908532.html Informasi di Webelements]. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raksa%28II%29+oksida&oldid=28068778 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28068778 (2025-10-17T13:28:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.03
Raksa(II) oksida, disebut pula sebagai merkurat oksida atau hanya raksa oksida, adalah sebuah senyawa dengan rumus kimia HgO. Senyawa ini memiliki warna merah atau jingga dan berbentuk padat pada suhu dan tekanan ruangan. Bentuk mineralnya, montroidit (montroydite) sangat jarang ditemukan.
Sejarah
Pada tahun 1774, Joseph Priestley menemukan bahwa oksigen dilepaskan dengan memanaskan raksa oksida:
walaupun ia tidak mengidentifikasi gas tersebut sebagai oksigen (namun, Priestley menyebutnya sebagai "udara tak terflogiston," sebagaimana paradigma yang berlaku saat itu).[1]
Struktur
Di bawah tekanan atmosfer, raksa oksida memiliki dua bentuk kristalin: bentuk pertama disebut sebagai montroidit (ortorombik, 2/m 2/m 2/m, Pnma), dan bentuk yang kedua analog terhadap mineral sulfida cinnabar (heksagonal, hP6, P3221); keduanya dicirikan dengan rantai Hg-O.[2] Pada tekanan di atas 10 GPa struktur dari kedua bentuk tersebut berubah menjadi bentuk tetragonal.[3]
Sintesis dan reaktivitas
Bentuk merah dari HgO dapat dibuat dengan memanaskan Hg dengan oksigen pada suhu sekitar 350 °C,
atau melalui pirolisis raksa(II) nitrat, Hg(NO3)2.[4]
Bentuk kuning dari HgO dapat diperoleh melalui pengendapan larutan Hg2+ dengan suatu basa.[5] Sebagai contoh, reaksi antara raksa(II) klorida dengan kalium hidroksida.
Perbedaan warna di antara bentuk HgO di atas diakibatkan oleh ukuran partikelnya, kedua bentuk tersebut memiliki struktur yang sama yang terdiri dari satuan O-Hg-O yang hampir linear terhubung dalam rantai zigzag dengan Hg-O-Hg pada sudut 108°.[6]
Raksa oksida sangat sensitif terhadap cahaya. Ketika hidrazin hidrat diteteskan pada raksa oksida maka akan terjadi ledakan.[7] Asam hipofosfat mampu mereduksi raksa oksida dengan ledakan menjadi bentuk logamnya.[8]
Ketika dipanaskan hingga terurai (932 °F) senyawa ini terurai menjadi raksa dan oksigen. Asap dari pemanasan tersebut mungkin mengandung uap raksa yang sangat beracun; oksigen mungkin meningkatkan intensitas api. Ledakan raksa oksida mungkin terjadi dengan adanya friksi atau penerapan panas.[9]
Penggunaan
HgO terkadang digunakan dalam produksi raksa karena cukup mudah terdekomposisi. Ketika senyawa ini terdekomposisi, gas oksigen akan dihasilkan. Selain digunakan sebagai zat antara bagi pembuatan garam raksa dan senyawa raksa organik, senyawa ini juga digunakan dalam sintesis diklorin monoksida.[10]
HgO juga digunakan sebagai antiseptik dalam farmasi; pigmen dan pemodifikasi gelas; fungisida; pengawet dalam kosmetik; pereaksi analitik; dan sebelumnya pernah digunakan sebagai cat antikotor.[11]
Senyawa ini juga digunakan sebagai material katode bagi baterai raksa.[12]
Kesehatan
Raksa oksida adalah senyawa yang sangat beracun yang dapat diserap dalam tubuh melalui pernapasan, melalui kulit dan melalui pencernaan. Paparan dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan kematian atau cedera permanen. Setelah dikonsumsi, raksa oksida siap dikonversi menjadi raksa(II) klorida, senyawa raksa yang paling berbahaya. Debu raksa oksida memiliki efek korosif pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Orang dengan riwayat alergi atau kepekaan terhadap raksa, penyakit pernapasan kronis, gangguan sistem saraf, atau gangguan ginjal berisiko lebih tinggi terhadap paparan senyawa ini.[13]
Zat ini dilarang digunakan sebagai bahan pestisida di Uni Eropa.[14]
Penguapan pada suhu 20 °C dapat diabaikan. HgO terurai akibat paparan cahaya atau pemanasan di atas 500 °C.[15] Pemanasan tersebut menghasilkan asap raksa yang sangat beracun dan oksigen, yang meningkatkan bahaya kebakaran. Raksa(II) oksida bereaksi dengan agen pereduksi, klor, hidrogen peroksida, magnesium (bila dipanaskan), disulfur diklorida dan hidrogen trisulfida.[16]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Ebbe Almqvist. History of Industrial Gases. Springer. 2003. hlm. 23. ISBN 978-0-306-47277-0.
- ↑ Karin Aurivillius. The Structure of Hexagonal Mercury(II)oxide. Acta Chemica Scandinavica. 1958. Vol. 12. hlm. 1297–1304. doi:10.3891/acta.chem.scand.12-1297.
- ↑ Semiconductors · II-VI and I-VII Compounds; Semimagnetic Compounds. Landolt-Börnstein – Group III Condensed Matter. Springer-Verlag. 1999. Vol. 41B. hlm. 1–7. doi:10.1007/b71137. ISBN 978-3-540-64964-9.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Mellor (1940). 8:318. hlm. 1946-47.
- ↑ Mellor (1940). 4:778. hlm. 1946-47.
- ↑ U.S. Environmental Protection Agency. Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides. U.S. Government Printing Office. 1998.
- ↑ J. J. Renard. The chemistry of chlorine monoxide (dichlorine monoxide). Chemical Reviews. 1 Agustus 1976. Vol. 76 (4). hlm. 487–508. doi:10.1021/cr60302a004.
- ↑ U.S. Environmental Protection Agency. Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides. U.S. Government Printing Office. 1998.
- ↑ John W. Moore. Chemistry: The Molecular Science. Thomson Brooks/Cole. 2005. hlm. 941. ISBN 978-0-534-42201-1.
- ↑ U.S. Environmental Protection Agency. Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides. U.S. Government Printing Office. 1998.
- ↑ Direktorat Regulasi Bahan Kimia. Banned and Non-Authorised Pesticides in the United Kingdom.
- ↑ D. Taylor. 195. Thermal decomposition of mercuric oxide. J. Chem. Soc. 1962. Vol. 0. hlm. 1047-50. doi:10.1039/JR9620001047.
- ↑ Mercury (II) oxide. International Occupational Safety and Health Information Centre.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28068778 (2025-10-17T13:28:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.