Masam: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28910323; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Lemon_with_white_background.jpg|thumb|right|280px|Lemon with white background]] | |||
Makanan paling umum yang masam secara alami adalah buah-buahan, seperti [[lemon]], [[limau]], [[anggur]], [[jeruk]], [[asam jawa]], dan [[peria]]. Makanan fermentasi, seperti [[minuman anggur]], [[krim asam]], [[cuka]] atau [[yogurt]], dapat memiliki rasa masam. Anak-anak menunjukkan kesukaan lebih terhadap rasa masam ketimbang orang dewasa, dan permen asam yang mengandung [[asam sitrat]] atau [[asam malat]] lumrah dijumpai. | '''Masam''' adalah sensasi [[Pengecapan|rasa]] yang dirasakan melalui [[ion hidrogen]] pada senyawa-senyawa asam yang berinteraksi pada reseptor pengecap.<ref>Rui Chang, Hang Waters. ''A proton current drives action potentials in genetically identified sour taste cells''. ''Proc Natl Acad Sci U S A''. 2010. Vol. 107 (51). hlm. 22320–22325. doi:10.1073/pnas.1013664107.</ref><ref>''The K+ channel KIR2.1 functions in tandem with proton influx to mediate sour taste transduction''. ''Proc Natl Acad Sci U S A''. 2016. Vol. 113 (2). hlm. E229–238. doi:10.1073/pnas.1514282112.</ref> Masam menjadi tanda peringatan yang mengindikasikan makanan basi, tetapi diseimbangkan pada beberapa makanan dengan rasa [[manis]]. Masam dihubungkan dengan kadar [[pH]] rendah.<ref>Guyton, Arthur C. (1991) ''Textbook of Medical Physiology''. (8th ed). Philadelphia: W.B. Saunders</ref><ref>McLaughlin, Susan. ''The Sense of Taste''. ''American Scientist''. November–December 1994. Vol. 82 (6). hlm. 538–545.</ref> | ||
Makanan paling umum yang masam secara alami adalah buah-buahan, seperti [[lemon]], [[limau]], [[anggur]], [[jeruk]], [[asam jawa]], dan [[peria]]. Makanan fermentasi, seperti [[minuman anggur]], [[krim asam]], [[cuka]] atau [[yogurt]], dapat memiliki rasa masam. Anak-anak menunjukkan kesukaan lebih terhadap rasa masam ketimbang orang dewasa,<ref>Djin Gie Liem. ''Heightened Sour Preferences During Childhood''. ''Chem Senses''. February 2003. Vol. 28 (2). hlm. 173–180. doi:10.1093/chemse/28.2.173.</ref> dan permen asam yang mengandung [[asam sitrat]] atau [[asam malat]] lumrah dijumpai. | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masam&oldid=28910323 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28910323 (2026-01-30T09:57:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.11

Masam adalah sensasi rasa yang dirasakan melalui ion hidrogen pada senyawa-senyawa asam yang berinteraksi pada reseptor pengecap.[1][2] Masam menjadi tanda peringatan yang mengindikasikan makanan basi, tetapi diseimbangkan pada beberapa makanan dengan rasa manis. Masam dihubungkan dengan kadar pH rendah.[3][4]
Makanan paling umum yang masam secara alami adalah buah-buahan, seperti lemon, limau, anggur, jeruk, asam jawa, dan peria. Makanan fermentasi, seperti minuman anggur, krim asam, cuka atau yogurt, dapat memiliki rasa masam. Anak-anak menunjukkan kesukaan lebih terhadap rasa masam ketimbang orang dewasa,[5] dan permen asam yang mengandung asam sitrat atau asam malat lumrah dijumpai.
Referensi
- ↑ Rui Chang, Hang Waters. A proton current drives action potentials in genetically identified sour taste cells. Proc Natl Acad Sci U S A. 2010. Vol. 107 (51). hlm. 22320–22325. doi:10.1073/pnas.1013664107.
- ↑ The K+ channel KIR2.1 functions in tandem with proton influx to mediate sour taste transduction. Proc Natl Acad Sci U S A. 2016. Vol. 113 (2). hlm. E229–238. doi:10.1073/pnas.1514282112.
- ↑ Guyton, Arthur C. (1991) Textbook of Medical Physiology. (8th ed). Philadelphia: W.B. Saunders
- ↑ McLaughlin, Susan. The Sense of Taste. American Scientist. November–December 1994. Vol. 82 (6). hlm. 538–545.
- ↑ Djin Gie Liem. Heightened Sour Preferences During Childhood. Chem Senses. February 2003. Vol. 28 (2). hlm. 173–180. doi:10.1093/chemse/28.2.173.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28910323 (2026-01-30T09:57:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.