Lompat ke isi

Asam klavulanat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28473319; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Clavulanic_acid.svg|thumb|right|280px|Clavulanic acid]]
'''Asam klavulanat''' adalah obat [[antibiotik laktam beta|antibiotik β-laktam]] yang berfungsi sebagai [[penghambat laktamase beta|penghambat β-laktamase]] berdasarkan mekanisme. Meskipun tidak efektif sebagai [[antibiotik]], bila dikombinasikan dengan antibiotik golongan [[penisilin]] dapat mengatasi resistensi antibiotik pada [[bakteri]] yang mengeluarkan β-laktamase, yang jika tidak demikian akan menonaktifkan sebagian besar penisilin.
'''Asam klavulanat''' adalah obat [[antibiotik laktam beta|antibiotik β-laktam]] yang berfungsi sebagai [[penghambat laktamase beta|penghambat β-laktamase]] berdasarkan mekanisme. Meskipun tidak efektif sebagai [[antibiotik]], bila dikombinasikan dengan antibiotik golongan [[penisilin]] dapat mengatasi resistensi antibiotik pada [[bakteri]] yang mengeluarkan β-laktamase, yang jika tidak demikian akan menonaktifkan sebagian besar penisilin.


Baris 5: Baris 7:
*[[tikarsilin]] (menjadi [[tikarsilin/asam klavulanat]])
*[[tikarsilin]] (menjadi [[tikarsilin/asam klavulanat]])


Asam klavulanat dipatenkan pada tahun 1974. Selain penghambatan β-laktamase, asam klavulanat menunjukkan aktivitas di luar target pada [[sistem saraf]] dengan meningkatkan transporter glutamat 1 (GLT-1) dan telah dipelajari dalam pengobatan potensial berbagai gangguan sistem saraf pusat.
Asam klavulanat dipatenkan pada tahun 1974.<ref>[https://books.google.com/books?id=FjKfqkaKkAAC&pg=PA490 Analogue-based Drug Discovery]. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 490. ISBN 9783527607495.</ref> Selain penghambatan β-laktamase, asam klavulanat menunjukkan aktivitas di luar target pada [[sistem saraf]] dengan meningkatkan transporter glutamat 1 (GLT-1) dan telah dipelajari dalam pengobatan potensial berbagai gangguan sistem saraf pusat.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>[https://adisinsight.springer.com/drugs/800027171 Clavulanic acid]. ''AdisInsight''. 29 December 2021.</ref>


==Sejarah==
==Sejarah==
Asam klavulanat ditemukan sekitar tahun 1974-75 oleh ilmuwan Britania Raya yang bekerja di perusahaan farmasi Beecham dari bakteri ''[[Streptomyces clavuligerus]]''. Setelah beberapa kali mencoba, Beecham akhirnya mengajukan perlindungan paten AS untuk obat tersebut pada tahun 1981; dan Paten AS 4.525.352, 4.529.720, dan 4.560.552 diberikan pada tahun 1985.
Asam klavulanat ditemukan sekitar tahun 1974-75 oleh ilmuwan Britania Raya yang bekerja di perusahaan farmasi Beecham dari bakteri ''[[Streptomyces clavuligerus]]''.<ref>''Beta-lactamase inhibitors and reversal of antibiotic resistance''. ''Trends in Pharmacological Sciences''. June 1991. Vol. 12 (6). hlm. 227–232. doi:10.1016/0165-6147(91)90557-9.</ref> Setelah beberapa kali mencoba, Beecham akhirnya mengajukan perlindungan paten AS untuk obat tersebut pada tahun 1981; dan Paten AS 4.525.352, 4.529.720, dan 4.560.552 diberikan pada tahun 1985.


Asam klavulanat memiliki aktivitas antimikroba intrinsik yang dapat diabaikan, meskipun memiliki cincin [[laktam beta|β-laktam]] yang merupakan karakteristik [[antibiotik laktam beta|antibiotik β-laktam]]. Namun, kesamaan dalam struktur kimia memungkinkan molekul tersebut berinteraksi dengan enzim β-laktamase yang disekresikan oleh bakteri tertentu untuk memberikan resistensi terhadap antibiotik β-laktam.
Asam klavulanat memiliki aktivitas antimikroba intrinsik yang dapat diabaikan, meskipun memiliki cincin [[laktam beta|β-laktam]] yang merupakan karakteristik [[antibiotik laktam beta|antibiotik β-laktam]]. Namun, kesamaan dalam struktur kimia memungkinkan molekul tersebut berinteraksi dengan enzim β-laktamase yang disekresikan oleh bakteri tertentu untuk memberikan resistensi terhadap antibiotik β-laktam.
Baris 20: Baris 22:


== Efek samping ==
== Efek samping ==
Penggunaan asam klavulanat dengan penisilin telah dikaitkan dengan peningkatan insiden [[jaundis]] [[kolestasis]] dan [[hepatitis]] akut selama terapi atau segera setelahnya. Penyakit kuning yang terkait biasanya sembuh sendiri dan sangat jarang berakibat fatal.
Penggunaan asam klavulanat dengan penisilin telah dikaitkan dengan peningkatan insiden [[jaundis]] [[kolestasis]] dan [[hepatitis]] akut selama terapi atau segera setelahnya. Penyakit kuning yang terkait biasanya sembuh sendiri dan sangat jarang berakibat fatal.<ref>Joint Formulary Committee. British National Formulary, 47th edition. London: British Medical Association and Royal Pharmaceutical Society of Great Britain; 2004.</ref><ref>[http://livertox.nih.gov/AmoxicillinClavulanate.htm Drug Record - Amoxicillin-Clavulanate]. ''LiverTox - Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury''. 2012.</ref>


Komite Keamanan Obat-obatan Britania Raya (CSM) merekomendasikan agar pengobatan seperti preparat amoksisilin/asam klavulanat dicadangkan untuk infeksi bakteri yang kemungkinan disebabkan oleh [[galur]] penghasil β-laktamase yang resistan terhadap amoksisilin, dan pengobatan biasanya tidak boleh melebihi 14 hari.
Komite Keamanan Obat-obatan Britania Raya (CSM) merekomendasikan agar pengobatan seperti preparat amoksisilin/asam klavulanat dicadangkan untuk infeksi bakteri yang kemungkinan disebabkan oleh [[galur]] penghasil β-laktamase yang resistan terhadap amoksisilin, dan pengobatan biasanya tidak boleh melebihi 14 hari.


Kejadian reaksi [[alergi]] telah dilaporkan.
Kejadian reaksi [[alergi]] telah dilaporkan.<ref>[http://www.elsevier.es/en/revistas/allergologia-et-immunopathologia-105/hypersensitivity-to-clavulanic-acid-in-children-13130586-research-letters-2008 Hypersensitivity to clavulanic acid in children]. ''Allergologia et Immunopathologia''. 2008. Vol. 36 (5). hlm. 308–310. doi:10.1016/S0301-0546(08)75228-5.</ref>


== Sumber ==
== Sumber ==
Namanya berasal dari galur ''Streptomyces clavuligerus'', yang menghasilkan asam klavulanat.
Namanya berasal dari galur ''Streptomyces clavuligerus'', yang menghasilkan asam klavulanat.<ref>''ORF17 from the clavulanic acid biosynthesis gene cluster catalyzes the ATP-dependent formation of N-glycyl-clavaminic acid''. ''The Journal of Biological Chemistry''. January 2006. Vol. 281 (1). hlm. 279–287. doi:10.1074/jbc.M507711200.</ref><ref>''Two sets of paralogous genes encode the enzymes involved in the early stages of clavulanic acid and clavam metabolite biosynthesis in Streptomyces clavuligerus''. ''Antimicrobial Agents and Chemotherapy''. March 2004. Vol. 48 (3). hlm. 930–939. doi:10.1128/AAC.48.3.930-939.2004.</ref>


===Biosintesis===
===Biosintesis===
Struktur asam klavulanat yang mirip β-laktam secara struktural tampak mirip dengan penisilin, tetapi biosintesis molekul ini melibatkan jalur biokimia yang berbeda. Asam klavulanat diproduksi oleh bakteri ''Streptomyces clavuligerus'', menggunakan gliseraldehid-3-fosfat dan L-[[arginina]] sebagai bahan awal.<ref>''New reactions in clavulanic acid biosynthesis''. ''Current Opinion in Chemical Biology''. October 2002. Vol. 6 (5). hlm. 583–589. doi:10.1016/S1367-5931(02)00392-7.</ref><ref>''Clavulanic acid: a beta-lactamase-inhiting beta-lactam from Streptomyces clavuligerus''. ''Antimicrobial Agents and Chemotherapy''. May 1977. Vol. 11 (5). hlm. 852–857. doi:10.1128/AAC.11.5.852.</ref> Meskipun masing-masing produk antara dari jalur ini diketahui, mekanisme pasti untuk semua reaksi enzimatik belum sepenuhnya dipahami. Proses ini terutama melibatkan 3 enzim: sintase klavaminat, sintase β-laktam, dan sintase N<sup>2</sup>-(2-karboksietil)-L-arginin (CEA).<ref>''New reactions in clavulanic acid biosynthesis''. ''Current Opinion in Chemical Biology''. October 2002. Vol. 6 (5). hlm. 583–589. doi:10.1016/S1367-5931(02)00392-7.</ref> Klavaminat sintase adalah non-heme oksigenase yang bergantung pada zat besi dan α-keto-glutarat dan dikodekan oleh orf5 dari gugus gen asam klavulanat. Mekanisme spesifik tentang cara kerja enzim ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi enzim ini mengatur 3 langkah dalam keseluruhan sintesis asam klavulanat. Ketiga langkah tersebut terjadi di wilayah yang sama dari pusat reaksi katalitik yang mengandung zat besi, tetapi tidak terjadi secara berurutan dan memengaruhi area yang berbeda dari struktur asam klavulanat.<ref>''A single monomeric iron center in clavaminate synthase catalyzes three nonsuccessive oxidative transformations''. ''Bioorganic & Medicinal Chemistry''. July 1996. Vol. 4 (7). hlm. 1059–1064. doi:10.1016/0968-0896(96)00088-0.</ref>


β-laktam sintetase adalah protein 54,5 kDa yang dikodekan oleh orf3 dari gugus gen asam klavulanat, dan menunjukkan kesamaan dengan asparagin sintase – enzim Kelas B. Mekanisme pasti tentang cara kerja enzim ini untuk mensintesis β-laktam belum terbukti, tetapi diyakini terjadi dalam koordinasi dengan CEA sintase dan [[adenosina trifosfat|ATP]].<ref>''Kinetic mechanism of the beta-lactam synthetase of Streptomyces clavuligerus''. ''Biochemistry''. September 2000. Vol. 39 (37). hlm. 11187–11193. doi:10.1021/bi000709i.</ref>


Struktur asam klavulanat yang mirip β-laktam secara struktural tampak mirip dengan penisilin, tetapi biosintesis molekul ini melibatkan jalur biokimia yang berbeda. Asam klavulanat diproduksi oleh bakteri ''Streptomyces clavuligerus'', menggunakan gliseraldehid-3-fosfat dan L-[[arginina]] sebagai bahan awal. Meskipun masing-masing produk antara dari jalur ini diketahui, mekanisme pasti untuk semua reaksi enzimatik belum sepenuhnya dipahami. Proses ini terutama melibatkan 3 enzim: sintase klavaminat, sintase β-laktam, dan sintase N<sup>2</sup>-(2-karboksietil)-L-arginin (CEA). Klavaminat sintase adalah non-heme oksigenase yang bergantung pada zat besi dan α-keto-glutarat dan dikodekan oleh orf5 dari gugus gen asam klavulanat. Mekanisme spesifik tentang cara kerja enzim ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi enzim ini mengatur 3 langkah dalam keseluruhan sintesis asam klavulanat. Ketiga langkah tersebut terjadi di wilayah yang sama dari pusat reaksi katalitik yang mengandung zat besi, tetapi tidak terjadi secara berurutan dan memengaruhi area yang berbeda dari struktur asam klavulanat.
CEA sintetase adalah protein 60,9 kDA dan merupakan gen pertama yang ditemukan dalam gugus gen biosintesis asam klavulanat, yang dikodekan oleh orf2 dari gugus gen asam klavulanat. Mekanisme spesifik tentang cara kerja enzim ini masih dalam penyelidikan; tetapi, diketahui bahwa enzim ini memiliki kemampuan untuk menggabungkan gliseraldehid-3-fosfat dengan L-arginin dengan adanya tiamin difosfat (TDP atau [[tiamin pirofosfat]]), yang merupakan langkah pertama dari biosintesis asam klavulanat.<ref>''Origin of the β-Lactam Carbons in Clavulanic Acid from an Unusual Thiamine Pyrophosphate-Mediated Reaction''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1999. Vol. 121 (39). hlm. 9223–9224. doi:10.1021/ja9923134.</ref>
 
β-laktam sintetase adalah protein 54,5 kDa yang dikodekan oleh orf3 dari gugus gen asam klavulanat, dan menunjukkan kesamaan dengan asparagin sintase – enzim Kelas B. Mekanisme pasti tentang cara kerja enzim ini untuk mensintesis β-laktam belum terbukti, tetapi diyakini terjadi dalam koordinasi dengan CEA sintase dan [[adenosina trifosfat|ATP]].
 
 
CEA sintetase adalah protein 60,9 kDA dan merupakan gen pertama yang ditemukan dalam gugus gen biosintesis asam klavulanat, yang dikodekan oleh orf2 dari gugus gen asam klavulanat. Mekanisme spesifik tentang cara kerja enzim ini masih dalam penyelidikan; tetapi, diketahui bahwa enzim ini memiliki kemampuan untuk menggabungkan gliseraldehid-3-fosfat dengan L-arginin dengan adanya tiamin difosfat (TDP atau [[tiamin pirofosfat]]), yang merupakan langkah pertama dari biosintesis asam klavulanat.
 


== Penelitian ==
== Penelitian ==
===Neuromodulasi===
===Neuromodulasi===
Pada tahun 2005, melalui penyaringan 1.040 obat dan neutrasetikal yang disetujui oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) ditemukan bahwa banyak β-laktam, seperti [[seftriakson]], meningkatkan [[ekspresi gen]] transporter glutamat [[astrosit]] 1 (GLT-1). Selanjutnya, ditemukan bahwa asam klavulanat, yang juga merupakan β-laktam, memiliki aksi yang sama. Efek terkaitnya meliputi peningkatan ekspresi GLT-1 di nukleus akumbens, [[korteks prefrontal]] medial, dan [[sumsum tulang belakang]]; modulasi neurotransmisi glutamatergik, dopaminergik, dan [[serotonin|serotonergik]]; dan efek [[antiinflamasi]] melalui modulasi [[sitokin]] [[faktor nekrosis tumor-alfa]] (TNF-α) dan [[interleukin-10]] (IL-10). Seftriakson tidak memiliki [[bioavailabilitas]] oral, memiliki permeabilitas otak yang buruk, dan memiliki aktivitas antibiotik bersamaan. Keterbatasan ini telah mengakibatkan minat yang lebih besar pada asam klavulanat, yang tidak memiliki kekurangan ini dan lebih kuat daripada seftriakson ''[[in vivo]]''. [[Mekanisme aksi]] yang mendasari peningkatan ekspresi GLT-1 oleh β-laktam tidak diketahui. Namun, interaksi dengan protein SNARE Munc18-1 dan Rab4 mungkin terlibat dalam beberapa efek asam klavulanat, seperti peningkatan pelepasan [[dopamin]].
Pada tahun 2005, melalui penyaringan 1.040 obat dan neutrasetikal yang disetujui oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) ditemukan bahwa banyak β-laktam, seperti [[seftriakson]], meningkatkan [[ekspresi gen]] transporter glutamat [[astrosit]] 1 (GLT-1).<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>''Ceftriaxone as a Novel Therapeutic Agent for Hyperglutamatergic States: Bridging the Gap Between Preclinical Results and Clinical Translation''. ''Front Neurosci''. 2022. Vol. 16. hlm. 841036. doi:10.3389/fnins.2022.841036.</ref><ref>''Beta-lactam antibiotics offer neuroprotection by increasing glutamate transporter expression''. ''Nature''. January 2005. Vol. 433 (7021). hlm. 73–77. doi:10.1038/nature03180.</ref> Selanjutnya, ditemukan bahwa asam klavulanat, yang juga merupakan β-laktam, memiliki aksi yang sama.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>''Clavulanic acid: a competitive inhibitor of beta-lactamases with novel anxiolytic-like activity and minimal side effects''. ''Pharmacol Biochem Behav''. August 2009. Vol. 93 (2). hlm. 112–120. doi:10.1016/j.pbb.2009.04.013.</ref> Efek terkaitnya meliputi peningkatan ekspresi GLT-1 di nukleus akumbens, [[korteks prefrontal]] medial, dan [[sumsum tulang belakang]]; modulasi neurotransmisi glutamatergik, dopaminergik, dan [[serotonin|serotonergik]]; dan efek [[antiinflamasi]] melalui modulasi [[sitokin]] [[faktor nekrosis tumor-alfa]] (TNF-α) dan [[interleukin-10]] (IL-10).<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>''An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.</ref><ref>[https://adisinsight.springer.com/drugs/800027171 Clavulanic acid]. ''AdisInsight''. 29 December 2021.</ref> Seftriakson tidak memiliki [[bioavailabilitas]] oral, memiliki permeabilitas otak yang buruk, dan memiliki aktivitas antibiotik bersamaan. Keterbatasan ini telah mengakibatkan minat yang lebih besar pada asam klavulanat, yang tidak memiliki kekurangan ini dan lebih kuat daripada seftriakson ''[[in vivo]]''. [[Mekanisme aksi]] yang mendasari peningkatan ekspresi GLT-1 oleh β-laktam tidak diketahui.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>''Beta-lactam antibiotics offer neuroprotection by increasing glutamate transporter expression''. ''Nature''. January 2005. Vol. 433 (7021). hlm. 73–77. doi:10.1038/nature03180.</ref> Namun, interaksi dengan protein SNARE Munc18-1 dan Rab4 mungkin terlibat dalam beberapa efek asam klavulanat, seperti peningkatan pelepasan [[dopamin]].<ref>''Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules''. ''Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem''. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.</ref><ref>''Clavulanic acid increases dopamine release in neuronal cells through a mechanism involving enhanced vesicle trafficking''. ''Neurosci Lett''. October 2011. Vol. 504 (2). hlm. 170–175. doi:10.1016/j.neulet.2011.09.032.</ref>


Sehubungan dengan tindakan [[sistem saraf pusat]]nya, asam klavulanat telah dipelajari secara praklinis dalam model [[kegelisahan|kecemasan]], [[kegiatan seksual manusia|kegiatan seksual]], [[kecanduan]], nyeri neuropatik, nyeri inflamasi, [[epilepsi]], [[penyakit Parkinson]], [[demensia]], dan [[strok]]. Pada hewan termasuk pada [[hewan pengerat]] dan/atau monyet, asam klavulanat telah menunjukkan efek seperti [[anksiolitik]], [[antidepresan]], [[afrodisiak|proseksual]], [[nootropika|peningkatan memori]], [[analgesik]], antiadiktif, prodopaminergik, pro[[oksitosin]]ergik, dan neuroprotektif. Obat ini telah dipelajari secara [[penelitian klinis|klinis]] pada manusia dalam pengobatan [[disfungsi ereksi]], [[depresi (psikologi)|depresi]], ketergantungan zat, dan [[nyeri]], dengan hasil awal positif atau campuran untuk kondisi ini dilaporkan.
Sehubungan dengan tindakan [[sistem saraf pusat]]nya, asam klavulanat telah dipelajari secara praklinis dalam model [[kegelisahan|kecemasan]], [[kegiatan seksual manusia|kegiatan seksual]], [[kecanduan]], nyeri neuropatik, nyeri inflamasi, [[epilepsi]], [[penyakit Parkinson]], [[demensia]], dan [[strok]].<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>''An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.</ref><ref>''β_lactam antibiotics against drug addiction: A novel therapeutic option''. ''Drug Dev Res''. November 2023. Vol. 84 (7). hlm. 1411–1426. doi:10.1002/ddr.22110.</ref><ref>''Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules''. ''Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem''. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.</ref> Pada hewan termasuk pada [[hewan pengerat]] dan/atau monyet, asam klavulanat telah menunjukkan efek seperti [[anksiolitik]], [[antidepresan]], [[afrodisiak|proseksual]], [[nootropika|peningkatan memori]], [[analgesik]], antiadiktif, prodopaminergik, pro[[oksitosin]]ergik, dan neuroprotektif.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>''Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules''. ''Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem''. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.</ref><ref>''Clavulanic acid: a competitive inhibitor of beta-lactamases with novel anxiolytic-like activity and minimal side effects''. ''Pharmacol Biochem Behav''. August 2009. Vol. 93 (2). hlm. 112–120. doi:10.1016/j.pbb.2009.04.013.</ref><ref>''Clavulanic Acid Improves Memory Dysfunction and Anxiety Behaviors through Upregulating Glutamatergic Transporters in the Nucleus Accumbens of Mice Repeatedly Exposed to Khat Extract''. ''Int J Mol Sci''. October 2023. Vol. 24 (21). hlm. 15657. doi:10.3390/ijms242115657.</ref> Obat ini telah dipelajari secara [[penelitian klinis|klinis]] pada manusia dalam pengobatan [[disfungsi ereksi]],<ref>''An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.</ref> [[depresi (psikologi)|depresi]],<ref>''Emerging drugs for major depressive disorder''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. March 2012. Vol. 17 (1). hlm. 105–126. doi:10.1517/14728214.2012.660146.</ref><ref>''Innovative drugs to treat depression: did animal models fail to be predictive or did clinical trials fail to detect effects?''. ''Neuropsychopharmacology''. April 2014. Vol. 39 (5). hlm. 1041–1051. doi:10.1038/npp.2013.342.</ref><ref>''Results of a proof-of-concept, dose-finding, double-blind, placebo-controlled study of RX-10100 (Serdaxin®) in subjects with major depressive disorder''. ''Psychopharmacology (Berl)''. June 2012. Vol. 221 (4). hlm. 601–610. doi:10.1007/s00213-011-2604-x.</ref> ketergantungan zat,<ref>''Clavulanic Acid Decreases Cocaine Cue Reactivity in Addiction-Related Brain Areas, a Randomized fMRI Pilot Study''. ''Psychopharmacol Bull''. April 2024. Vol. 54 (2). hlm. 8–14.</ref> dan [[nyeri]],<ref>''Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules''. ''Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem''. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.</ref> dengan hasil awal positif atau campuran untuk kondisi ini dilaporkan.<ref>[https://adisinsight.springer.com/drugs/800027171 Clavulanic acid]. ''AdisInsight''. 29 December 2021.</ref><ref>''An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.</ref><ref>''Emerging drugs for major depressive disorder''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. March 2012. Vol. 17 (1). hlm. 105–126. doi:10.1517/14728214.2012.660146.</ref><ref>''Results of a proof-of-concept, dose-finding, double-blind, placebo-controlled study of RX-10100 (Serdaxin®) in subjects with major depressive disorder''. ''Psychopharmacology (Berl)''. June 2012. Vol. 221 (4). hlm. 601–610. doi:10.1007/s00213-011-2604-x.</ref>


Asam klavulanat sedang dalam pengembangan formal oleh Revaax Pharmaceuticals (sekarang Ocuphire Pharma) untuk pengobatan disfungsi ereksi, [[gangguan kecemasan]], [[gangguan depresi mayor]], gangguan neurodegeneratif, dan penyakit Parkinson. Namun, pengembangan untuk indikasi ini dihentikan pada tahun 2014. Nama kode pengembangan asam klavulanat adalah RX-10100 dan nama merek tentatifnya adalah Serdaxin dan Zoraxel. Meskipun pengembangannya dihentikan, minat terhadap asam klavulanat untuk potensi penggunaan terkait [[sistem saraf]] terus berlanjut hingga tahun 2024.
Asam klavulanat sedang dalam pengembangan formal oleh Revaax Pharmaceuticals (sekarang Ocuphire Pharma) untuk pengobatan disfungsi ereksi, [[gangguan kecemasan]], [[gangguan depresi mayor]], gangguan neurodegeneratif, dan penyakit Parkinson.<ref>[https://adisinsight.springer.com/drugs/800027171 Clavulanic acid]. ''AdisInsight''. 29 December 2021.</ref><ref>''An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.</ref><ref>''Emerging drugs for major depressive disorder''. ''Expert Opin Emerg Drugs''. March 2012. Vol. 17 (1). hlm. 105–126. doi:10.1517/14728214.2012.660146.</ref> Namun, pengembangan untuk indikasi ini dihentikan pada tahun 2014. Nama kode pengembangan asam klavulanat adalah RX-10100 dan nama merek tentatifnya adalah Serdaxin dan Zoraxel.<ref>[https://adisinsight.springer.com/drugs/800027171 Clavulanic acid]. ''AdisInsight''. 29 December 2021.</ref> Meskipun pengembangannya dihentikan, minat terhadap asam klavulanat untuk potensi penggunaan terkait [[sistem saraf]] terus berlanjut hingga tahun 2024.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/376168515 Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System]. ''Arch Med Res''. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.</ref><ref>''Clavulanic Acid Decreases Cocaine Cue Reactivity in Addiction-Related Brain Areas, a Randomized fMRI Pilot Study''. ''Psychopharmacol Bull''. April 2024. Vol. 54 (2). hlm. 8–14.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+klavulanat&oldid=28473319 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28473319 (2025-11-14T03:45:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+klavulanat&oldid=28473319 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28473319 (2025-11-14T03:45:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.16

Clavulanic acid

Asam klavulanat adalah obat antibiotik β-laktam yang berfungsi sebagai penghambat β-laktamase berdasarkan mekanisme. Meskipun tidak efektif sebagai antibiotik, bila dikombinasikan dengan antibiotik golongan penisilin dapat mengatasi resistensi antibiotik pada bakteri yang mengeluarkan β-laktamase, yang jika tidak demikian akan menonaktifkan sebagian besar penisilin.

Dalam sediaannya yang paling umum, kalium klavulanat (garam kalium asam klavulanat) dikombinasikan dengan:

Asam klavulanat dipatenkan pada tahun 1974.[1] Selain penghambatan β-laktamase, asam klavulanat menunjukkan aktivitas di luar target pada sistem saraf dengan meningkatkan transporter glutamat 1 (GLT-1) dan telah dipelajari dalam pengobatan potensial berbagai gangguan sistem saraf pusat.[2][3]

Sejarah

Asam klavulanat ditemukan sekitar tahun 1974-75 oleh ilmuwan Britania Raya yang bekerja di perusahaan farmasi Beecham dari bakteri Streptomyces clavuligerus.[4] Setelah beberapa kali mencoba, Beecham akhirnya mengajukan perlindungan paten AS untuk obat tersebut pada tahun 1981; dan Paten AS 4.525.352, 4.529.720, dan 4.560.552 diberikan pada tahun 1985.

Asam klavulanat memiliki aktivitas antimikroba intrinsik yang dapat diabaikan, meskipun memiliki cincin β-laktam yang merupakan karakteristik antibiotik β-laktam. Namun, kesamaan dalam struktur kimia memungkinkan molekul tersebut berinteraksi dengan enzim β-laktamase yang disekresikan oleh bakteri tertentu untuk memberikan resistensi terhadap antibiotik β-laktam.

Asam klavulanat adalah penghambat bunuh diri, yang berikatan secara kovalen dengan residu serina di situs aktif β-laktamase. Hal ini merestrukturisasi molekul asam klavulanat, menciptakan spesies yang jauh lebih reaktif yang menyerang asam amino lain di situs aktif, menonaktifkannya secara permanen, dan dengan demikian menonaktifkan enzim.

Penghambatan ini memulihkan aktivitas antimikroba antibiotik β-laktam terhadap bakteri resisten yang mensekresi laktamase. Meskipun demikian, beberapa galur bakteri yang resisten bahkan terhadap kombinasi tersebut telah muncul.

kegunaan dalam medis

Amoksisilin/asam klavulanat merupakan pengobatan lini pertama untuk berbagai jenis infeksi termasuk infeksi sinus, dan infeksi saluran kemih termasuk pielonefritis akut. Hal ini (sebagian) karena kemanjurannya terhadap bakteri gram-negatif yang cenderung lebih sulit dikendalikan daripada bakteri gram-positif dengan antibiotik kemoterapi.

Efek samping

Penggunaan asam klavulanat dengan penisilin telah dikaitkan dengan peningkatan insiden jaundis kolestasis dan hepatitis akut selama terapi atau segera setelahnya. Penyakit kuning yang terkait biasanya sembuh sendiri dan sangat jarang berakibat fatal.[5][6]

Komite Keamanan Obat-obatan Britania Raya (CSM) merekomendasikan agar pengobatan seperti preparat amoksisilin/asam klavulanat dicadangkan untuk infeksi bakteri yang kemungkinan disebabkan oleh galur penghasil β-laktamase yang resistan terhadap amoksisilin, dan pengobatan biasanya tidak boleh melebihi 14 hari.

Kejadian reaksi alergi telah dilaporkan.[7]

Sumber

Namanya berasal dari galur Streptomyces clavuligerus, yang menghasilkan asam klavulanat.[8][9]

Biosintesis

Struktur asam klavulanat yang mirip β-laktam secara struktural tampak mirip dengan penisilin, tetapi biosintesis molekul ini melibatkan jalur biokimia yang berbeda. Asam klavulanat diproduksi oleh bakteri Streptomyces clavuligerus, menggunakan gliseraldehid-3-fosfat dan L-arginina sebagai bahan awal.[10][11] Meskipun masing-masing produk antara dari jalur ini diketahui, mekanisme pasti untuk semua reaksi enzimatik belum sepenuhnya dipahami. Proses ini terutama melibatkan 3 enzim: sintase klavaminat, sintase β-laktam, dan sintase N2-(2-karboksietil)-L-arginin (CEA).[12] Klavaminat sintase adalah non-heme oksigenase yang bergantung pada zat besi dan α-keto-glutarat dan dikodekan oleh orf5 dari gugus gen asam klavulanat. Mekanisme spesifik tentang cara kerja enzim ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi enzim ini mengatur 3 langkah dalam keseluruhan sintesis asam klavulanat. Ketiga langkah tersebut terjadi di wilayah yang sama dari pusat reaksi katalitik yang mengandung zat besi, tetapi tidak terjadi secara berurutan dan memengaruhi area yang berbeda dari struktur asam klavulanat.[13]

β-laktam sintetase adalah protein 54,5 kDa yang dikodekan oleh orf3 dari gugus gen asam klavulanat, dan menunjukkan kesamaan dengan asparagin sintase – enzim Kelas B. Mekanisme pasti tentang cara kerja enzim ini untuk mensintesis β-laktam belum terbukti, tetapi diyakini terjadi dalam koordinasi dengan CEA sintase dan ATP.[14]

CEA sintetase adalah protein 60,9 kDA dan merupakan gen pertama yang ditemukan dalam gugus gen biosintesis asam klavulanat, yang dikodekan oleh orf2 dari gugus gen asam klavulanat. Mekanisme spesifik tentang cara kerja enzim ini masih dalam penyelidikan; tetapi, diketahui bahwa enzim ini memiliki kemampuan untuk menggabungkan gliseraldehid-3-fosfat dengan L-arginin dengan adanya tiamin difosfat (TDP atau tiamin pirofosfat), yang merupakan langkah pertama dari biosintesis asam klavulanat.[15]

Penelitian

Neuromodulasi

Pada tahun 2005, melalui penyaringan 1.040 obat dan neutrasetikal yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) ditemukan bahwa banyak β-laktam, seperti seftriakson, meningkatkan ekspresi gen transporter glutamat astrosit 1 (GLT-1).[16][17][18] Selanjutnya, ditemukan bahwa asam klavulanat, yang juga merupakan β-laktam, memiliki aksi yang sama.[19][20] Efek terkaitnya meliputi peningkatan ekspresi GLT-1 di nukleus akumbens, korteks prefrontal medial, dan sumsum tulang belakang; modulasi neurotransmisi glutamatergik, dopaminergik, dan serotonergik; dan efek antiinflamasi melalui modulasi sitokin faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α) dan interleukin-10 (IL-10).[21][22][23] Seftriakson tidak memiliki bioavailabilitas oral, memiliki permeabilitas otak yang buruk, dan memiliki aktivitas antibiotik bersamaan. Keterbatasan ini telah mengakibatkan minat yang lebih besar pada asam klavulanat, yang tidak memiliki kekurangan ini dan lebih kuat daripada seftriakson in vivo. Mekanisme aksi yang mendasari peningkatan ekspresi GLT-1 oleh β-laktam tidak diketahui.[24][25] Namun, interaksi dengan protein SNARE Munc18-1 dan Rab4 mungkin terlibat dalam beberapa efek asam klavulanat, seperti peningkatan pelepasan dopamin.[26][27]

Sehubungan dengan tindakan sistem saraf pusatnya, asam klavulanat telah dipelajari secara praklinis dalam model kecemasan, kegiatan seksual, kecanduan, nyeri neuropatik, nyeri inflamasi, epilepsi, penyakit Parkinson, demensia, dan strok.[28][29][30][31] Pada hewan termasuk pada hewan pengerat dan/atau monyet, asam klavulanat telah menunjukkan efek seperti anksiolitik, antidepresan, proseksual, peningkatan memori, analgesik, antiadiktif, prodopaminergik, prooksitosinergik, dan neuroprotektif.[32][33][34][35] Obat ini telah dipelajari secara klinis pada manusia dalam pengobatan disfungsi ereksi,[36] depresi,[37][38][39] ketergantungan zat,[40] dan nyeri,[41] dengan hasil awal positif atau campuran untuk kondisi ini dilaporkan.[42][43][44][45]

Asam klavulanat sedang dalam pengembangan formal oleh Revaax Pharmaceuticals (sekarang Ocuphire Pharma) untuk pengobatan disfungsi ereksi, gangguan kecemasan, gangguan depresi mayor, gangguan neurodegeneratif, dan penyakit Parkinson.[46][47][48] Namun, pengembangan untuk indikasi ini dihentikan pada tahun 2014. Nama kode pengembangan asam klavulanat adalah RX-10100 dan nama merek tentatifnya adalah Serdaxin dan Zoraxel.[49] Meskipun pengembangannya dihentikan, minat terhadap asam klavulanat untuk potensi penggunaan terkait sistem saraf terus berlanjut hingga tahun 2024.[50][51]

Referensi

  1. Analogue-based Drug Discovery. John Wiley & Sons. 2006. hlm. 490. ISBN 9783527607495.
  2. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  3. Clavulanic acid. AdisInsight. 29 December 2021.
  4. Beta-lactamase inhibitors and reversal of antibiotic resistance. Trends in Pharmacological Sciences. June 1991. Vol. 12 (6). hlm. 227–232. doi:10.1016/0165-6147(91)90557-9.
  5. Joint Formulary Committee. British National Formulary, 47th edition. London: British Medical Association and Royal Pharmaceutical Society of Great Britain; 2004.
  6. Drug Record - Amoxicillin-Clavulanate. LiverTox - Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury. 2012.
  7. Hypersensitivity to clavulanic acid in children. Allergologia et Immunopathologia. 2008. Vol. 36 (5). hlm. 308–310. doi:10.1016/S0301-0546(08)75228-5.
  8. ORF17 from the clavulanic acid biosynthesis gene cluster catalyzes the ATP-dependent formation of N-glycyl-clavaminic acid. The Journal of Biological Chemistry. January 2006. Vol. 281 (1). hlm. 279–287. doi:10.1074/jbc.M507711200.
  9. Two sets of paralogous genes encode the enzymes involved in the early stages of clavulanic acid and clavam metabolite biosynthesis in Streptomyces clavuligerus. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. March 2004. Vol. 48 (3). hlm. 930–939. doi:10.1128/AAC.48.3.930-939.2004.
  10. New reactions in clavulanic acid biosynthesis. Current Opinion in Chemical Biology. October 2002. Vol. 6 (5). hlm. 583–589. doi:10.1016/S1367-5931(02)00392-7.
  11. Clavulanic acid: a beta-lactamase-inhiting beta-lactam from Streptomyces clavuligerus. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. May 1977. Vol. 11 (5). hlm. 852–857. doi:10.1128/AAC.11.5.852.
  12. New reactions in clavulanic acid biosynthesis. Current Opinion in Chemical Biology. October 2002. Vol. 6 (5). hlm. 583–589. doi:10.1016/S1367-5931(02)00392-7.
  13. A single monomeric iron center in clavaminate synthase catalyzes three nonsuccessive oxidative transformations. Bioorganic & Medicinal Chemistry. July 1996. Vol. 4 (7). hlm. 1059–1064. doi:10.1016/0968-0896(96)00088-0.
  14. Kinetic mechanism of the beta-lactam synthetase of Streptomyces clavuligerus. Biochemistry. September 2000. Vol. 39 (37). hlm. 11187–11193. doi:10.1021/bi000709i.
  15. Origin of the β-Lactam Carbons in Clavulanic Acid from an Unusual Thiamine Pyrophosphate-Mediated Reaction. Journal of the American Chemical Society. 1999. Vol. 121 (39). hlm. 9223–9224. doi:10.1021/ja9923134.
  16. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  17. Ceftriaxone as a Novel Therapeutic Agent for Hyperglutamatergic States: Bridging the Gap Between Preclinical Results and Clinical Translation. Front Neurosci. 2022. Vol. 16. hlm. 841036. doi:10.3389/fnins.2022.841036.
  18. Beta-lactam antibiotics offer neuroprotection by increasing glutamate transporter expression. Nature. January 2005. Vol. 433 (7021). hlm. 73–77. doi:10.1038/nature03180.
  19. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  20. Clavulanic acid: a competitive inhibitor of beta-lactamases with novel anxiolytic-like activity and minimal side effects. Pharmacol Biochem Behav. August 2009. Vol. 93 (2). hlm. 112–120. doi:10.1016/j.pbb.2009.04.013.
  21. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  22. An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction. Expert Opin Emerg Drugs. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.
  23. Clavulanic acid. AdisInsight. 29 December 2021.
  24. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  25. Beta-lactam antibiotics offer neuroprotection by increasing glutamate transporter expression. Nature. January 2005. Vol. 433 (7021). hlm. 73–77. doi:10.1038/nature03180.
  26. Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules. Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.
  27. Clavulanic acid increases dopamine release in neuronal cells through a mechanism involving enhanced vesicle trafficking. Neurosci Lett. October 2011. Vol. 504 (2). hlm. 170–175. doi:10.1016/j.neulet.2011.09.032.
  28. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  29. An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction. Expert Opin Emerg Drugs. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.
  30. β_lactam antibiotics against drug addiction: A novel therapeutic option. Drug Dev Res. November 2023. Vol. 84 (7). hlm. 1411–1426. doi:10.1002/ddr.22110.
  31. Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules. Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.
  32. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  33. Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules. Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.
  34. Clavulanic acid: a competitive inhibitor of beta-lactamases with novel anxiolytic-like activity and minimal side effects. Pharmacol Biochem Behav. August 2009. Vol. 93 (2). hlm. 112–120. doi:10.1016/j.pbb.2009.04.013.
  35. Clavulanic Acid Improves Memory Dysfunction and Anxiety Behaviors through Upregulating Glutamatergic Transporters in the Nucleus Accumbens of Mice Repeatedly Exposed to Khat Extract. Int J Mol Sci. October 2023. Vol. 24 (21). hlm. 15657. doi:10.3390/ijms242115657.
  36. An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction. Expert Opin Emerg Drugs. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.
  37. Emerging drugs for major depressive disorder. Expert Opin Emerg Drugs. March 2012. Vol. 17 (1). hlm. 105–126. doi:10.1517/14728214.2012.660146.
  38. Innovative drugs to treat depression: did animal models fail to be predictive or did clinical trials fail to detect effects?. Neuropsychopharmacology. April 2014. Vol. 39 (5). hlm. 1041–1051. doi:10.1038/npp.2013.342.
  39. Results of a proof-of-concept, dose-finding, double-blind, placebo-controlled study of RX-10100 (Serdaxin®) in subjects with major depressive disorder. Psychopharmacology (Berl). June 2012. Vol. 221 (4). hlm. 601–610. doi:10.1007/s00213-011-2604-x.
  40. Clavulanic Acid Decreases Cocaine Cue Reactivity in Addiction-Related Brain Areas, a Randomized fMRI Pilot Study. Psychopharmacol Bull. April 2024. Vol. 54 (2). hlm. 8–14.
  41. Review of Antibiotic and Non-Antibiotic Properties of Beta-lactam Molecules. Anti-Inflamm Anti-Allergy Agents Med Chem. 2016. Vol. 15 (1). hlm. 3–14. doi:10.2174/1871523015666160517114027.
  42. Clavulanic acid. AdisInsight. 29 December 2021.
  43. An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction. Expert Opin Emerg Drugs. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.
  44. Emerging drugs for major depressive disorder. Expert Opin Emerg Drugs. March 2012. Vol. 17 (1). hlm. 105–126. doi:10.1517/14728214.2012.660146.
  45. Results of a proof-of-concept, dose-finding, double-blind, placebo-controlled study of RX-10100 (Serdaxin®) in subjects with major depressive disorder. Psychopharmacology (Berl). June 2012. Vol. 221 (4). hlm. 601–610. doi:10.1007/s00213-011-2604-x.
  46. Clavulanic acid. AdisInsight. 29 December 2021.
  47. An update on emerging drugs for the treatment of erectile dysfunction. Expert Opin Emerg Drugs. December 2018. Vol. 23 (4). hlm. 319–330. doi:10.1080/14728214.2018.1552938.
  48. Emerging drugs for major depressive disorder. Expert Opin Emerg Drugs. March 2012. Vol. 17 (1). hlm. 105–126. doi:10.1517/14728214.2012.660146.
  49. Clavulanic acid. AdisInsight. 29 December 2021.
  50. Clavulanic Acid and its Potential Therapeutic Effects on the Central Nervous System. Arch Med Res. January 2024. Vol. 55 (1). hlm. 102916. doi:10.1016/j.arcmed.2023.102916.
  51. Clavulanic Acid Decreases Cocaine Cue Reactivity in Addiction-Related Brain Areas, a Randomized fMRI Pilot Study. Psychopharmacol Bull. April 2024. Vol. 54 (2). hlm. 8–14.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28473319 (2025-11-14T03:45:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.