Lompat ke isi

Asam sulfonat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29216156; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[kimia organik]], '''asam sulfonat''' adalah salah satu anggota dari kelas [[Kimia organobelerang|senyawa organobelerang]] dengan rumus umum R−S(=O)<sub>2</sub>−OH, dengan R adalah suatu gugus [[alkil]] atau [[aril]] organik dan gugus S(=O)<sub>2</sub>−OH merupakan suatu [[sulfonil]] hidroksida. Sebagai [[substituen]], asam sulfonat dikenal sebagai '''gugus sulfo'''. Suatu asam sulfonat dapat diibaratkan sebagai [[asam sulfat]] dengan satu gugus hidroksil digantikan oleh suatu gugus substituen organik. [[Struktur induk|Senyawa induk]]nya (dengan substituen organik digantikan oleh hidrogen) adalah asam sulfonat induk, , suatu [[tautomer]] dari [[asam sulfit]], . [[Garam (kimia)|Garam]] atau [[Ester (kimia)|ester]] dari asam sulfonat disebut [[sulfonat]].
[[File:FunktionelleGruppen_Sulfonsäure.svg|thumb|right|280px|FunktionelleGruppen Sulfonsäure]]
 
Dalam [[kimia organik]], '''asam sulfonat''' adalah salah satu anggota dari kelas [[Kimia organobelerang|senyawa organobelerang]] dengan rumus umum R−S(=O)<sub>2</sub>−OH, dengan R adalah suatu gugus [[alkil]] atau [[aril]] organik dan gugus S(=O)<sub>2</sub>−OH merupakan suatu [[sulfonil]] hidroksida.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai [[substituen]], asam sulfonat dikenal sebagai '''gugus sulfo'''. Suatu asam sulfonat dapat diibaratkan sebagai [[asam sulfat]] dengan satu gugus hidroksil digantikan oleh suatu gugus substituen organik. [[Struktur induk|Senyawa induk]]nya (dengan substituen organik digantikan oleh hidrogen) adalah asam sulfonat induk, , suatu [[tautomer]] dari [[asam sulfit]], . [[Garam (kimia)|Garam]] atau [[Ester (kimia)|ester]] dari asam sulfonat disebut [[sulfonat]].


==Pembuatan==
==Pembuatan==
Asam aril sulfonat diproduksi melalui proses [[Sulfonasi aromatik|sulfonasi]]. Biasanya agen sulfonasi yang digunakan adalah [[belerang trioksida]]. Aplikasi skala besar dari metode ini adalah produksi [[alkilbenzena sulfonat|asam alkilbenzenasulfonat]]:
Asam aril sulfonat diproduksi melalui proses [[Sulfonasi aromatik|sulfonasi]]. Biasanya agen sulfonasi yang digunakan adalah [[belerang trioksida]]. Aplikasi skala besar dari metode ini adalah produksi [[alkilbenzena sulfonat|asam alkilbenzenasulfonat]]:
:RC<sub>6</sub>H<sub>5</sub> + SO<sub>3</sub> → RC<sub>6</sub>H<sub>4</sub>SO<sub>3</sub>H
:RC<sub>6</sub>H<sub>5</sub> + SO<sub>3</sub> → RC<sub>6</sub>H<sub>4</sub>SO<sub>3</sub>H
Dalam reaksi ini, belerang trioksida merupakan [[elektrofil]] dan [[senyawa aromatik|arena]] merupakan [[nukleofil]]. Reaksi ini merupakan contoh dari [[substitusi elektrofilik aromatik]]. Dalam proses terkait, [[asam alkanoat]] bereaksi dengan belerang trioksida untuk menghasilkan asam sulfonat. Reaksi langsung alkana dengan belerang trioksida digunakan untuk mengubah [[metana]] menjadi [[asam metanadisulfonat]].
Dalam reaksi ini, belerang trioksida merupakan [[elektrofil]] dan [[senyawa aromatik|arena]] merupakan [[nukleofil]]. Reaksi ini merupakan contoh dari [[substitusi elektrofilik aromatik]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dalam proses terkait, [[asam alkanoat]] bereaksi dengan belerang trioksida untuk menghasilkan asam sulfonat.<ref>J. K. Weil. ''α-Sulfopalmitic Acid''. ''Organic Syntheses''. 1956. Vol. 36. hlm. 83. doi:10.15227/orgsyn.036.0083.</ref> Reaksi langsung alkana dengan belerang trioksida digunakan untuk mengubah [[metana]] menjadi [[asam metanadisulfonat]].


Asam alkilsulfonat dapat dibuat melalui [[sulfoksidasi]], di mana alkana diiradiasi dengan campuran [[belerang dioksida]] dan [[oksigen]]. Reaksi ini digunakan secara industri untuk menghasilkan asam alkil sulfonat, yang digunakan sebagai [[surfaktan]].
Asam alkilsulfonat dapat dibuat melalui [[sulfoksidasi]], di mana alkana diiradiasi dengan campuran [[belerang dioksida]] dan [[oksigen]]. Reaksi ini digunakan secara industri untuk menghasilkan asam alkil sulfonat, yang digunakan sebagai [[surfaktan]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
:
:


Dari alkena terminal, asam alkana sulfonat dapat diperoleh melalui adisi [[bisulfit]].
Dari alkena terminal, asam alkana sulfonat dapat diperoleh melalui adisi [[bisulfit]].
:
:
Bisulfit juga dapat di[[alkilasi]] oleh [[haloalkana|alkil halida]]:
Bisulfit juga dapat di[[alkilasi]] oleh [[haloalkana|alkil halida]]:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
:
:


Baris 25: Baris 26:


==Sifat==
==Sifat==
Asam sulfonat adalah asam yang jauh lebih kuat dibanding asam [[asam alkanoat|alkanoat]] yang sesuai. Misalnya [[Asam p-toluenasulfonat|asam ''p''-toluenasulfonat]], dengan [[Konstanta disosiasi asam|p''K''<sub>a</sub>]] sebesar −2,8, memiliki keasaman sekitar satu juta kali lebih kuat dari [[asam benzoat]], dengan p''K''<sub>a</sub> sebesar 4,20. Serupa dengan itu, [[asam metanasulfonat]], p''K''<sub>a</sub> = −1,9, juga memiliki keasaman sekitar satu juta kali lebih kuat dari [[asam asetat]], p''K''<sub>a</sub> = 4,76. p''K''<sub>a</sub> asam metanasulfonat dilaporkan mencapai setinggi −0,6 atau serendah −6,5. Asam sulfonat diketahui bereaksi dengan natrium klorida padat ([[natrium klorida|garam]]) untuk membentuk natrium [[sulfonat]] dan [[hidrogen klorida]]. Pengamatan ini menyiratkan keasaman yang lebih besar daripada HCl.
Asam sulfonat adalah asam yang jauh lebih kuat dibanding asam [[asam alkanoat|alkanoat]] yang sesuai. Misalnya [[Asam p-toluenasulfonat|asam ''p''-toluenasulfonat]], dengan [[Konstanta disosiasi asam|p''K''<sub>a</sub>]] sebesar −2,8, memiliki keasaman sekitar satu juta kali lebih kuat dari [[asam benzoat]], dengan p''K''<sub>a</sub> sebesar 4,20. Serupa dengan itu, [[asam metanasulfonat]], p''K''<sub>a</sub> = −1,9, juga memiliki keasaman sekitar satu juta kali lebih kuat dari [[asam asetat]], p''K''<sub>a</sub> = 4,76. p''K''<sub>a</sub> asam metanasulfonat dilaporkan mencapai setinggi −0,6<ref>Frederick G. Bordwell. ''Equilibrium acidities in dimethyl sulfoxide solution''. ''Accounts of Chemical Research''. 1988. Vol. 21 (12). hlm. 456–463. doi:10.1021/ar00156a004.</ref> atau serendah −6,5.<ref>Michael Smith. [https://archive.org/details/marchsadvancedor0000smit_q8g8 March's advanced organic chemistry: reactions, mechanisms, and structure]. Wiley-Interscience. 2007. ISBN 978-1-61583-842-4.</ref> Asam sulfonat diketahui bereaksi dengan natrium klorida padat ([[natrium klorida|garam]]) untuk membentuk natrium [[sulfonat]] dan [[hidrogen klorida]].<ref>Jonathan Clayden. ''Organic chemistry''. Oxford University Press. Januari 2012. ISBN 978-0-19-166621-6.</ref> Pengamatan ini menyiratkan keasaman yang lebih besar daripada HCl.
 
Karena [[Polaritas (kimia)|polaritas]]nya, asam sulfonat cenderung memiliki wujud padatan [[kristal]] atau cairan kental dengan titik didih tinggi. Asam sulfonat juga biasanya tidak berwarna dan tidak mengoksidasi sehingga cocok untuk digunakan sebagai katalis asam dalam reaksi organik. Sifat polaritasnya, bersama dengan keasamannya yang tinggi, membuat asam sulfonat rantai pendek larut dalam air, sedangkan asam sulfonat rantai panjang memiliki sifat seperti detergen.


Struktur asam sulfonat diilustrasikan oleh prototipenya, [[asam metanasulfonat]]. Gugus asam sulfonat, RSO<sub>2</sub>OH, memiliki pusat belerang tetrahedral, yang berarti bahwa belerang berada di pusat dari empat atom: tiga atom oksigen dan satu karbon. Geometri keseluruhan pusat belerang mengingatkan pada bentuk [[asam sulfat]].
Karena [[Polaritas (kimia)|polaritas]]nya, asam sulfonat cenderung memiliki wujud padatan [[kristal]] atau cairan kental dengan titik didih tinggi. Asam sulfonat juga biasanya tidak berwarna dan tidak mengoksidasi<ref>Michael D. Gernon. ''Environmental benefits of methanesulfonic acid''. ''Green Chemistry''. 1999. Vol. 1 (3). hlm. 127–140. doi:10.1039/A900157C.</ref> sehingga cocok untuk digunakan sebagai katalis asam dalam reaksi organik. Sifat polaritasnya, bersama dengan keasamannya yang tinggi, membuat asam sulfonat rantai pendek larut dalam air, sedangkan asam sulfonat rantai panjang memiliki sifat seperti detergen.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Struktur asam sulfonat diilustrasikan oleh prototipenya, [[asam metanasulfonat]]. Gugus asam sulfonat, RSO<sub>2</sub>OH, memiliki pusat belerang tetrahedral, yang berarti bahwa belerang berada di pusat dari empat atom: tiga atom oksigen dan satu karbon. Geometri keseluruhan pusat belerang mengingatkan pada bentuk [[asam sulfat]].<ref>Pholani Manana. ''Crystal Structure of Benzenesulphonic Acid''. ''Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures''. 2021. Vol. 236 (1). hlm. 97–99. doi:10.1515/ncrs-2020-0391.</ref>


==Kegunaan==
==Kegunaan==
Meskipun baik asam alkil dan aril sulfonat diketahui, sebagian besar kegunaan berskala besar dikaitkan dengan turunan aromatik.
Meskipun baik asam alkil dan aril sulfonat diketahui, sebagian besar kegunaan berskala besar dikaitkan dengan turunan aromatik.
===Detergen dan surfaktan===
===Detergen dan surfaktan===
[[Detergen]] dan [[surfaktan]] merupakan molekul yang menggabungkan gugus yang sangat nonpolar dan sangat polar. Secara tradisional, [[sabun]] adalah surfaktan populer, yang berasal dari [[asam lemak]]. Sejak pertengahan abad ke-20, penggunaan asam sulfonat telah melampaui sabun dalam masyarakat maju. Sebagai contoh, diperkirakan 2 miliar kilogram [[alkilbenzena sulfonat|alkilbenzenasulfonat]] yang dihasilkan setiap tahunnya untuk tujuan yang beragam. Lignin sulfonat, yang diproduksi melalui sulfonasi [[lignin]], merupakan komponen [[fluida pengeboran]] dan aditif dalam jenis [[beton]] tertentu.
[[Detergen]] dan [[surfaktan]] merupakan molekul yang menggabungkan gugus yang sangat nonpolar dan sangat polar. Secara tradisional, [[sabun]] adalah surfaktan populer, yang berasal dari [[asam lemak]]. Sejak pertengahan abad ke-20, penggunaan asam sulfonat telah melampaui sabun dalam masyarakat maju. Sebagai contoh, diperkirakan 2 miliar kilogram [[alkilbenzena sulfonat|alkilbenzenasulfonat]] yang dihasilkan setiap tahunnya untuk tujuan yang beragam. Lignin sulfonat, yang diproduksi melalui sulfonasi [[lignin]], merupakan komponen [[fluida pengeboran]] dan aditif dalam jenis [[beton]] tertentu.<ref>Kosswig, K. “Surfactants” in Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry 2002, Wiley-VCH, Weinheim. .</ref>


===Bahan pewarna===
===Bahan pewarna===
Banyak, jika tidak sebagian besar, pewarna [[antrakuinon]] diproduksi atau diproses melalui sulfonasi. Asam sulfonat cenderung mengikat erat [[protein]] dan [[karbohidrat]]. Sebagian besar [[pewarna]] yang "dapat dicuci" adalah asam sulfonat (atau memiliki gugus fungsi [[gugus sulfonil|sulfonil]] di dalamnya) karena alasan ini. [[Asam kresidinasulfonat|Asam ''p''-kresidinasulfonat]] digunakan untuk membuat pewarna makanan.
Banyak, jika tidak sebagian besar, pewarna [[antrakuinon]] diproduksi atau diproses melalui sulfonasi.<ref>Hans-Samuel Bien, Josef Stawitz, Klaus Wunderlich “Anthraquinone Dyes and Intermediates” Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2002 Wiley-VCH, Weinhem.</ref> Asam sulfonat cenderung mengikat erat [[protein]] dan [[karbohidrat]]. Sebagian besar [[pewarna]] yang "dapat dicuci" adalah asam sulfonat (atau memiliki gugus fungsi [[gugus sulfonil|sulfonil]] di dalamnya) karena alasan ini. [[Asam kresidinasulfonat|Asam ''p''-kresidinasulfonat]] digunakan untuk membuat pewarna makanan.


===Katalis asam===
===Katalis asam===
Sebagai asam kuat, asam sulfonat juga digunakan sebagai [[katalisis|katalis]]. Contoh paling sederhana adalah [[asam metanasulfonat]], CH<sub>3</sub>SO<sub>2</sub>OH dan [[asam p-toluenasulfonat|asam ''p''-toluenasulfonat]], yang biasanya digunakan dalam [[kimia organik]] sebagai asam yang bersifat [[Lipofilitas|lipofilik]] (larut dalam pelarut organik). Asam sulfonat polimerik juga berguna. Resin [[Polistirena sulfonat|Dowex]] adalah turunan asam sulfonat dari [[polistirena]] serta digunakan sebagai katalis dan untuk pertukaran ion ([[pelunakan air]]). [[Nafion]], asam sulfonat polimerik terfluorinasi adalah komponen membran pertukaran proton dalam [[sel tunam|sel bahan bakar]].
Sebagai asam kuat, asam sulfonat juga digunakan sebagai [[katalisis|katalis]]. Contoh paling sederhana adalah [[asam metanasulfonat]], CH<sub>3</sub>SO<sub>2</sub>OH dan [[asam p-toluenasulfonat|asam ''p''-toluenasulfonat]], yang biasanya digunakan dalam [[kimia organik]] sebagai asam yang bersifat [[Lipofilitas|lipofilik]] (larut dalam pelarut organik). Asam sulfonat polimerik juga berguna. Resin [[Polistirena sulfonat|Dowex]] adalah turunan asam sulfonat dari [[polistirena]] serta digunakan sebagai katalis dan untuk pertukaran ion ([[pelunakan air]]). [[Nafion]], asam sulfonat polimerik terfluorinasi adalah komponen membran pertukaran proton dalam [[sel tunam|sel bahan bakar]].<ref>Guido Busca "Acid Catalysts in Industrial Hydrocarbon Chemistry" Chem. Rev. 2007, 107, 5366-5410.</ref>


===Obat-obatan===
===Obat-obatan===
[[Sulfonamida (obat)|Obat sulfa]], suatu golongan antibakteri, diproduksi dari asam sulfonat.
[[Sulfonamida (obat)|Obat sulfa]], suatu golongan antibakteri, diproduksi dari asam sulfonat.


===Lignosulfonat===
===Lignosulfonat===
Dalam [[proses sulfit]] untuk pembuatan kertas, [[lignin]] dikeluarkan dari lignoselulosa dengan mencampurkan serpihan kayu dengan larutan ion sulfit dan bisulfit. Reagen ini memecah ikatan antara komponen selulosa dan lignin terutama di dalam lignin itu sendiri. Lignin ini diubah menjadi [[lignosulfonat]], suatu [[ionomer]] yang berguna, yang larut dan dapat dipisahkan dari serat selulosa.
Dalam [[proses sulfit]] untuk pembuatan kertas, [[lignin]] dikeluarkan dari lignoselulosa dengan mencampurkan serpihan kayu dengan larutan ion sulfit dan bisulfit. Reagen ini memecah ikatan antara komponen selulosa dan lignin terutama di dalam lignin itu sendiri. Lignin ini diubah menjadi [[lignosulfonat]], suatu [[ionomer]] yang berguna, yang larut dan dapat dipisahkan dari serat selulosa.
 


==Reaksi==
==Reaksi==
Reaktivitas gugus asam sulfonat sangatlah luas sehingga sulit untuk diringkas.
Reaktivitas gugus asam sulfonat sangatlah luas sehingga sulit untuk diringkas.<ref>Kazuhiko Tanaka. ''Sulphonic Acids, Esters and their Derivatives (1991)''. 1991. hlm. 401–452. doi:10.1002/0470034394.ch11. ISBN 978-0-470-03439-2.</ref>
===Hidrolisis menjadi fenol===
===Hidrolisis menjadi fenol===
Jika diolah dengan basa kuat, turunan asam benzenasulfonat berubah menjadi [[fenol]].
Jika diolah dengan basa kuat, turunan asam benzenasulfonat berubah menjadi [[fenol]].<ref>W. W. Hartman. ''''p''-Cresol''. ''Organic Syntheses''. 1923. Vol. 3. hlm. 37. doi:10.15227/orgsyn.003.0037.</ref>
:
:
Dalam kasus ini, sulfonat berperilaku sebagai gugus lepas [[Pseudohalogen#Pseudohalida|pseudohalida]].
Dalam kasus ini, sulfonat berperilaku sebagai gugus lepas [[Pseudohalogen#Pseudohalida|pseudohalida]].


===Desulfonasi hidrolitik===
===Desulfonasi hidrolitik===
Asam arilsulfonat rentan terhadap hidrolisis, kebalikan dari reaksi sulfonasi:
Asam arilsulfonat rentan terhadap hidrolisis, kebalikan dari reaksi sulfonasi:
:
:
Asam benzenasulfonat terhidrolisis di atas 200&nbsp;°C, tetapi banyak turunannya yang lebih mudah terhidrolisis. Jadi, memanaskan asam aril sulfonat dalam asam berair akan menghasilkan arena induk. Reaksi ini digunakan dalam beberapa skenario. Dalam beberapa kasus, asam sulfonat berfungsi sebagai gugus pelindung yang larut dalam air, seperti yang diilustrasikan dari pemurnian para-xilena melalui turunan asam sulfonatnya. Dalam sintesis [[2,6-Diklorofenol|2,6-diklorofenol]], fenol diubah menjadi turunan asam 4-sulfonatnya, yang kemudian secara selektif meng[[Halogenasi|klorinasi]] pada posisi yang mengapit fenol. Hidrolisis melepaskan gugus asam sulfonat.
Asam benzenasulfonat terhidrolisis di atas 200&nbsp;°C, tetapi banyak turunannya yang lebih mudah terhidrolisis. Jadi, memanaskan asam aril sulfonat dalam asam berair akan menghasilkan arena induk. Reaksi ini digunakan dalam beberapa skenario. Dalam beberapa kasus, asam sulfonat berfungsi sebagai gugus pelindung yang larut dalam air, seperti yang diilustrasikan dari pemurnian para-xilena melalui turunan asam sulfonatnya. Dalam sintesis [[2,6-Diklorofenol|2,6-diklorofenol]], fenol diubah menjadi turunan asam 4-sulfonatnya, yang kemudian secara selektif meng[[Halogenasi|klorinasi]] pada posisi yang mengapit fenol. Hidrolisis melepaskan gugus asam sulfonat.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


===Esterifikasi===
===Esterifikasi===
Asam sulfonat dapat dikonversi menjadi [[Ester (kimia)|ester]]. Kelas [[senyawa organik]] ini memiliki rumus umum R−SO<sub>2</sub>−OR. Ester sulfonat seperti [[metil trifluorometanasulfonat|metil triflat]] dianggap sebagai [[alkilasi|agen alkilasi]] yang baik dalam [[sintesis organik]]. Ester sulfonat semacam ini sering dibuat melalui [[Solvolisis#Alkoholisis|alkoholisis]] sulfonil klorida:
Asam sulfonat dapat dikonversi menjadi [[Ester (kimia)|ester]]. Kelas [[senyawa organik]] ini memiliki rumus umum R−SO<sub>2</sub>−OR. Ester sulfonat seperti [[metil trifluorometanasulfonat|metil triflat]] dianggap sebagai [[alkilasi|agen alkilasi]] yang baik dalam [[sintesis organik]]. Ester sulfonat semacam ini sering dibuat melalui [[Solvolisis#Alkoholisis|alkoholisis]] sulfonil klorida:
:RSO<sub>2</sub>Cl + R′OH → RSO<sub>2</sub>OR′ + HCl
:RSO<sub>2</sub>Cl + R′OH → RSO<sub>2</sub>OR′ + HCl


===Halogenasi===
===Halogenasi===
Gugus sulfonil halida (R−SO<sub>2</sub>−X) diproduksi melalui klorinasi asam sulfonat menggunakan [[tionil klorida]]. Sulfonil fluorida dapat diproduksi melalui pereaksian asam sulfonat dengan [[belerang tetrafluorida]]:
Gugus sulfonil halida (R−SO<sub>2</sub>−X) diproduksi melalui klorinasi asam sulfonat menggunakan [[tionil klorida]]. Sulfonil fluorida dapat diproduksi melalui pereaksian asam sulfonat dengan [[belerang tetrafluorida]]:<ref>G. A. Boswell. ''Organic Reactions''. 2011. hlm. 1–124. doi:10.1002/0471264180.or021.01. ISBN 978-0-471-26418-7.</ref>
:
:


===Pertukaran oleh hidroksida===
===Pertukaran oleh hidroksida===
Meskipun kuat, ikatan (aril)C−SO<sub>3</sub><sup>−</sup> dapat diputus oleh reagen nukleofilik. Yang paling penting secara historis dan berkelanjutan adalah α-sulfonasi antrokuinon yang diikuti oleh perpindahan gugus sulfonat oleh nukleofil lain, yang tidak dapat dipasang secara langsung. Metode awal untuk memproduksi [[fenol]] melibatkan hidrolisis basa pada natrium [[asam benzenasulfonat|benzenasulfonat]], yang dapat dihasilkan dengan mudah dari benzena.
Meskipun kuat, ikatan (aril)C−SO<sub>3</sub><sup>−</sup> dapat diputus oleh reagen nukleofilik. Yang paling penting secara historis dan berkelanjutan adalah α-sulfonasi antrokuinon yang diikuti oleh perpindahan gugus sulfonat oleh nukleofil lain, yang tidak dapat dipasang secara langsung.<ref>Hans-Samuel Bien, Josef Stawitz, Klaus Wunderlich “Anthraquinone Dyes and Intermediates” Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2002 Wiley-VCH, Weinhem.</ref> Metode awal untuk memproduksi [[fenol]] melibatkan hidrolisis basa pada natrium [[asam benzenasulfonat|benzenasulfonat]], yang dapat dihasilkan dengan mudah dari benzena.<ref>Manfred Weber, Markus Weber, Michael Kleine-Boymann "Phenol" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2004, Wiley-VCH. .</ref>
:C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>SO<sub>3</sub>Na + NaOH → C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>OH + Na<sub>2</sub>SO<sub>3</sub>
:C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>SO<sub>3</sub>Na + NaOH → C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>OH + Na<sub>2</sub>SO<sub>3</sub>


Namun, kondisi untuk reaksi ini sangat keras, memerlukan 'alkali leburan' atau natrium hidroksida cair pada suhu 350&nbsp;°C untuk asam benzenasulfonat itu sendiri. Tidak seperti mekanisme hidrolisis alkali leburan pada klorobenzena, yang berlangsung melalui eliminasi-adisi (mekanisme [[aruna (kimia)|benzuna]]), asam benzenasulfonat mengalami konversi analog melalui mekanisme S<sub>N</sub>Ar, seperti yang diungkapkan melalui pelabelan <sup>14</sup>C, meskipun tidak ada substituen penstabil. Asam sulfonat dengan gugus penarik elektron (misalnya, dengan substituen NO<sub>2</sub> atau CN) mengalami transformasi ini dengan jauh lebih mudah.
Namun, kondisi untuk reaksi ini sangat keras, memerlukan 'alkali leburan' atau natrium hidroksida cair pada suhu 350&nbsp;°C untuk asam benzenasulfonat itu sendiri.<ref>Joseph F. Bunnett. ''Aromatic Nucleophilic Substitution Reactions''. ''Chemical Reviews''. 1 Oktober 1951. Vol. 49 (2). hlm. 273–412. doi:10.1021/cr60153a002.</ref> Tidak seperti mekanisme hidrolisis alkali leburan pada klorobenzena, yang berlangsung melalui eliminasi-adisi (mekanisme [[aruna (kimia)|benzuna]]), asam benzenasulfonat mengalami konversi analog melalui mekanisme S<sub>N</sub>Ar, seperti yang diungkapkan melalui pelabelan <sup>14</sup>C, meskipun tidak ada substituen penstabil.<ref>Shigeru Oae. ''The Mechanism of the Alkaline Fusion of Benzenesulfonic Acid''. ''Bulletin of the Chemical Society of Japan''. 1966. Vol. 39 (6). hlm. 1212–1216. doi:10.1246/bcsj.39.1212.</ref> Asam sulfonat dengan gugus penarik elektron (misalnya, dengan substituen NO<sub>2</sub> atau CN) mengalami transformasi ini dengan jauh lebih mudah.


===o-Litiasi===
===o-Litiasi===
Asam arilsulfonat bereaksi dengan dua ekuivalen butil litium untuk menghasilkan turunan orto-litio, yaitu [[Metalisasi orto terarah|orto-litiasi]]. Senyawa dilitio ini siap bereaksi dengan banyak elektrofil.
Asam arilsulfonat bereaksi dengan dua ekuivalen butil litium untuk menghasilkan turunan orto-litio, yaitu [[Metalisasi orto terarah|orto-litiasi]]. Senyawa dilitio ini siap bereaksi dengan banyak elektrofil.<ref>Kazuhiko Tanaka. ''Sulphonic Acids, Esters and their Derivatives (1991)''. 1991. hlm. 401–452. doi:10.1002/0470034394.ch11. ISBN 978-0-470-03439-2.</ref>


==Catatan==
==Catatan==
==Referensi==
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
* J.A. Titus, R. Haugland, S.O. Sharrow and D.M. Segal, Texas red, a hydrophilic, red-emitting fluorophore for use with fluorescein in dual parameter flow microfluorometric and fluorescence microscopic studies. ''J. Immunol. Methods'' '''50''' (1982), pp.&nbsp;193–204.
* J.A. Titus, R. Haugland, S.O. Sharrow and D.M. Segal, Texas red, a hydrophilic, red-emitting fluorophore for use with fluorescein in dual parameter flow microfluorometric and fluorescence microscopic studies. ''J. Immunol. Methods'' '''50''' (1982), pp.&nbsp;193–204.  
* C. Lefevre, H.C. Kang, R.P. Haugland, N. Malekzadeh, S. Arttamangkul, and R. P. Haugland, Texas Red-X and Rhodamine Red-X, New Derivatives of Sulforhodamine 101 and Lissamine Rhodamine B with Improved Labeling and Fluorescence Properties, ''Bioconj. Chem.'' 1996, '''7'''(4):482-9
* C. Lefevre, H.C. Kang, R.P. Haugland, N. Malekzadeh, S. Arttamangkul, and R. P. Haugland, Texas Red-X and Rhodamine Red-X, New Derivatives of Sulforhodamine 101 and Lissamine Rhodamine B with Improved Labeling and Fluorescence Properties, ''Bioconj. Chem.'' 1996, '''7'''(4):482-9


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29216156 (2026-05-11T16:33:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+sulfonat&oldid=29216156 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29216156 (2026-05-11T16:33:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.16

FunktionelleGruppen Sulfonsäure

Dalam kimia organik, asam sulfonat adalah salah satu anggota dari kelas senyawa organobelerang dengan rumus umum R−S(=O)2−OH, dengan R adalah suatu gugus alkil atau aril organik dan gugus S(=O)2−OH merupakan suatu sulfonil hidroksida.[1] Sebagai substituen, asam sulfonat dikenal sebagai gugus sulfo. Suatu asam sulfonat dapat diibaratkan sebagai asam sulfat dengan satu gugus hidroksil digantikan oleh suatu gugus substituen organik. Senyawa induknya (dengan substituen organik digantikan oleh hidrogen) adalah asam sulfonat induk, , suatu tautomer dari asam sulfit, . Garam atau ester dari asam sulfonat disebut sulfonat.

Pembuatan

Asam aril sulfonat diproduksi melalui proses sulfonasi. Biasanya agen sulfonasi yang digunakan adalah belerang trioksida. Aplikasi skala besar dari metode ini adalah produksi asam alkilbenzenasulfonat:

RC6H5 + SO3 → RC6H4SO3H

Dalam reaksi ini, belerang trioksida merupakan elektrofil dan arena merupakan nukleofil. Reaksi ini merupakan contoh dari substitusi elektrofilik aromatik.[2] Dalam proses terkait, asam alkanoat bereaksi dengan belerang trioksida untuk menghasilkan asam sulfonat.[3] Reaksi langsung alkana dengan belerang trioksida digunakan untuk mengubah metana menjadi asam metanadisulfonat.

Asam alkilsulfonat dapat dibuat melalui sulfoksidasi, di mana alkana diiradiasi dengan campuran belerang dioksida dan oksigen. Reaksi ini digunakan secara industri untuk menghasilkan asam alkil sulfonat, yang digunakan sebagai surfaktan.[4]

Dari alkena terminal, asam alkana sulfonat dapat diperoleh melalui adisi bisulfit.

Bisulfit juga dapat dialkilasi oleh alkil halida:[5]

Asam sulfonat dapat dibuat melalui oksidasi tiol:

Jalur ini merupakan dasar dari biosintesis taurina.

Rute hidrolisis

Banyak asam sulfonat yang dibuat melalui hidrolisis sulfonil halida dan prekursor terkait. Dengan demikian, asam perfluorooktanasulfonat dibuat melalui hidrolisis sulfonil fluorida, yang selanjutnya dihasilkan melalui elektrofluorinasi asam oktanasulfonat. Demikian pula sulfonil klorida yang berasal dari polietilena dihidrolisis menjadi asam sulfonat. Sulfonil klorida ini diproduksi melalui reaksi radikal bebas klorin, belerang dioksida, dan hidrokarbon menggunakan reaksi Reed.

Asam vinilsulfonat dibuat melalui hidrolisis karbil sulfat, (), yang selanjutnya diperoleh melalui adisi belerang trioksida ke etilena.

Sifat

Asam sulfonat adalah asam yang jauh lebih kuat dibanding asam alkanoat yang sesuai. Misalnya asam p-toluenasulfonat, dengan pKa sebesar −2,8, memiliki keasaman sekitar satu juta kali lebih kuat dari asam benzoat, dengan pKa sebesar 4,20. Serupa dengan itu, asam metanasulfonat, pKa = −1,9, juga memiliki keasaman sekitar satu juta kali lebih kuat dari asam asetat, pKa = 4,76. pKa asam metanasulfonat dilaporkan mencapai setinggi −0,6[6] atau serendah −6,5.[7] Asam sulfonat diketahui bereaksi dengan natrium klorida padat (garam) untuk membentuk natrium sulfonat dan hidrogen klorida.[8] Pengamatan ini menyiratkan keasaman yang lebih besar daripada HCl.

Karena polaritasnya, asam sulfonat cenderung memiliki wujud padatan kristal atau cairan kental dengan titik didih tinggi. Asam sulfonat juga biasanya tidak berwarna dan tidak mengoksidasi[9] sehingga cocok untuk digunakan sebagai katalis asam dalam reaksi organik. Sifat polaritasnya, bersama dengan keasamannya yang tinggi, membuat asam sulfonat rantai pendek larut dalam air, sedangkan asam sulfonat rantai panjang memiliki sifat seperti detergen.[10]

Struktur asam sulfonat diilustrasikan oleh prototipenya, asam metanasulfonat. Gugus asam sulfonat, RSO2OH, memiliki pusat belerang tetrahedral, yang berarti bahwa belerang berada di pusat dari empat atom: tiga atom oksigen dan satu karbon. Geometri keseluruhan pusat belerang mengingatkan pada bentuk asam sulfat.[11]

Kegunaan

Meskipun baik asam alkil dan aril sulfonat diketahui, sebagian besar kegunaan berskala besar dikaitkan dengan turunan aromatik.

Detergen dan surfaktan

Detergen dan surfaktan merupakan molekul yang menggabungkan gugus yang sangat nonpolar dan sangat polar. Secara tradisional, sabun adalah surfaktan populer, yang berasal dari asam lemak. Sejak pertengahan abad ke-20, penggunaan asam sulfonat telah melampaui sabun dalam masyarakat maju. Sebagai contoh, diperkirakan 2 miliar kilogram alkilbenzenasulfonat yang dihasilkan setiap tahunnya untuk tujuan yang beragam. Lignin sulfonat, yang diproduksi melalui sulfonasi lignin, merupakan komponen fluida pengeboran dan aditif dalam jenis beton tertentu.[12]

Bahan pewarna

Banyak, jika tidak sebagian besar, pewarna antrakuinon diproduksi atau diproses melalui sulfonasi.[13] Asam sulfonat cenderung mengikat erat protein dan karbohidrat. Sebagian besar pewarna yang "dapat dicuci" adalah asam sulfonat (atau memiliki gugus fungsi sulfonil di dalamnya) karena alasan ini. Asam p-kresidinasulfonat digunakan untuk membuat pewarna makanan.

Katalis asam

Sebagai asam kuat, asam sulfonat juga digunakan sebagai katalis. Contoh paling sederhana adalah asam metanasulfonat, CH3SO2OH dan asam p-toluenasulfonat, yang biasanya digunakan dalam kimia organik sebagai asam yang bersifat lipofilik (larut dalam pelarut organik). Asam sulfonat polimerik juga berguna. Resin Dowex adalah turunan asam sulfonat dari polistirena serta digunakan sebagai katalis dan untuk pertukaran ion (pelunakan air). Nafion, asam sulfonat polimerik terfluorinasi adalah komponen membran pertukaran proton dalam sel bahan bakar.[14]

Obat-obatan

Obat sulfa, suatu golongan antibakteri, diproduksi dari asam sulfonat.

Lignosulfonat

Dalam proses sulfit untuk pembuatan kertas, lignin dikeluarkan dari lignoselulosa dengan mencampurkan serpihan kayu dengan larutan ion sulfit dan bisulfit. Reagen ini memecah ikatan antara komponen selulosa dan lignin terutama di dalam lignin itu sendiri. Lignin ini diubah menjadi lignosulfonat, suatu ionomer yang berguna, yang larut dan dapat dipisahkan dari serat selulosa.

Reaksi

Reaktivitas gugus asam sulfonat sangatlah luas sehingga sulit untuk diringkas.[15]

Hidrolisis menjadi fenol

Jika diolah dengan basa kuat, turunan asam benzenasulfonat berubah menjadi fenol.[16]

Dalam kasus ini, sulfonat berperilaku sebagai gugus lepas pseudohalida.

Desulfonasi hidrolitik

Asam arilsulfonat rentan terhadap hidrolisis, kebalikan dari reaksi sulfonasi:

Asam benzenasulfonat terhidrolisis di atas 200 °C, tetapi banyak turunannya yang lebih mudah terhidrolisis. Jadi, memanaskan asam aril sulfonat dalam asam berair akan menghasilkan arena induk. Reaksi ini digunakan dalam beberapa skenario. Dalam beberapa kasus, asam sulfonat berfungsi sebagai gugus pelindung yang larut dalam air, seperti yang diilustrasikan dari pemurnian para-xilena melalui turunan asam sulfonatnya. Dalam sintesis 2,6-diklorofenol, fenol diubah menjadi turunan asam 4-sulfonatnya, yang kemudian secara selektif mengklorinasi pada posisi yang mengapit fenol. Hidrolisis melepaskan gugus asam sulfonat.[17]

Esterifikasi

Asam sulfonat dapat dikonversi menjadi ester. Kelas senyawa organik ini memiliki rumus umum R−SO2−OR. Ester sulfonat seperti metil triflat dianggap sebagai agen alkilasi yang baik dalam sintesis organik. Ester sulfonat semacam ini sering dibuat melalui alkoholisis sulfonil klorida:

RSO2Cl + R′OH → RSO2OR′ + HCl

Halogenasi

Gugus sulfonil halida (R−SO2−X) diproduksi melalui klorinasi asam sulfonat menggunakan tionil klorida. Sulfonil fluorida dapat diproduksi melalui pereaksian asam sulfonat dengan belerang tetrafluorida:[18]

Pertukaran oleh hidroksida

Meskipun kuat, ikatan (aril)C−SO3 dapat diputus oleh reagen nukleofilik. Yang paling penting secara historis dan berkelanjutan adalah α-sulfonasi antrokuinon yang diikuti oleh perpindahan gugus sulfonat oleh nukleofil lain, yang tidak dapat dipasang secara langsung.[19] Metode awal untuk memproduksi fenol melibatkan hidrolisis basa pada natrium benzenasulfonat, yang dapat dihasilkan dengan mudah dari benzena.[20]

C6H5SO3Na + NaOH → C6H5OH + Na2SO3

Namun, kondisi untuk reaksi ini sangat keras, memerlukan 'alkali leburan' atau natrium hidroksida cair pada suhu 350 °C untuk asam benzenasulfonat itu sendiri.[21] Tidak seperti mekanisme hidrolisis alkali leburan pada klorobenzena, yang berlangsung melalui eliminasi-adisi (mekanisme benzuna), asam benzenasulfonat mengalami konversi analog melalui mekanisme SNAr, seperti yang diungkapkan melalui pelabelan 14C, meskipun tidak ada substituen penstabil.[22] Asam sulfonat dengan gugus penarik elektron (misalnya, dengan substituen NO2 atau CN) mengalami transformasi ini dengan jauh lebih mudah.

o-Litiasi

Asam arilsulfonat bereaksi dengan dua ekuivalen butil litium untuk menghasilkan turunan orto-litio, yaitu orto-litiasi. Senyawa dilitio ini siap bereaksi dengan banyak elektrofil.[23]

Catatan

Bacaan lebih lanjut

  • J.A. Titus, R. Haugland, S.O. Sharrow and D.M. Segal, Texas red, a hydrophilic, red-emitting fluorophore for use with fluorescein in dual parameter flow microfluorometric and fluorescence microscopic studies. J. Immunol. Methods 50 (1982), pp. 193–204.
  • C. Lefevre, H.C. Kang, R.P. Haugland, N. Malekzadeh, S. Arttamangkul, and R. P. Haugland, Texas Red-X and Rhodamine Red-X, New Derivatives of Sulforhodamine 101 and Lissamine Rhodamine B with Improved Labeling and Fluorescence Properties, Bioconj. Chem. 1996, 7(4):482-9

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. J. K. Weil. α-Sulfopalmitic Acid. Organic Syntheses. 1956. Vol. 36. hlm. 83. doi:10.15227/orgsyn.036.0083.
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. Frederick G. Bordwell. Equilibrium acidities in dimethyl sulfoxide solution. Accounts of Chemical Research. 1988. Vol. 21 (12). hlm. 456–463. doi:10.1021/ar00156a004.
  7. Michael Smith. March's advanced organic chemistry: reactions, mechanisms, and structure. Wiley-Interscience. 2007. ISBN 978-1-61583-842-4.
  8. Jonathan Clayden. Organic chemistry. Oxford University Press. Januari 2012. ISBN 978-0-19-166621-6.
  9. Michael D. Gernon. Environmental benefits of methanesulfonic acid. Green Chemistry. 1999. Vol. 1 (3). hlm. 127–140. doi:10.1039/A900157C.
  10. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  11. Pholani Manana. Crystal Structure of Benzenesulphonic Acid. Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures. 2021. Vol. 236 (1). hlm. 97–99. doi:10.1515/ncrs-2020-0391.
  12. Kosswig, K. “Surfactants” in Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry 2002, Wiley-VCH, Weinheim. .
  13. Hans-Samuel Bien, Josef Stawitz, Klaus Wunderlich “Anthraquinone Dyes and Intermediates” Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2002 Wiley-VCH, Weinhem.
  14. Guido Busca "Acid Catalysts in Industrial Hydrocarbon Chemistry" Chem. Rev. 2007, 107, 5366-5410.
  15. Kazuhiko Tanaka. Sulphonic Acids, Esters and their Derivatives (1991). 1991. hlm. 401–452. doi:10.1002/0470034394.ch11. ISBN 978-0-470-03439-2.
  16. W. W. Hartman. 'p-Cresol. Organic Syntheses. 1923. Vol. 3. hlm. 37. doi:10.15227/orgsyn.003.0037.
  17. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  18. G. A. Boswell. Organic Reactions. 2011. hlm. 1–124. doi:10.1002/0471264180.or021.01. ISBN 978-0-471-26418-7.
  19. Hans-Samuel Bien, Josef Stawitz, Klaus Wunderlich “Anthraquinone Dyes and Intermediates” Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2002 Wiley-VCH, Weinhem.
  20. Manfred Weber, Markus Weber, Michael Kleine-Boymann "Phenol" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2004, Wiley-VCH. .
  21. Joseph F. Bunnett. Aromatic Nucleophilic Substitution Reactions. Chemical Reviews. 1 Oktober 1951. Vol. 49 (2). hlm. 273–412. doi:10.1021/cr60153a002.
  22. Shigeru Oae. The Mechanism of the Alkaline Fusion of Benzenesulfonic Acid. Bulletin of the Chemical Society of Japan. 1966. Vol. 39 (6). hlm. 1212–1216. doi:10.1246/bcsj.39.1212.
  23. Kazuhiko Tanaka. Sulphonic Acids, Esters and their Derivatives (1991). 1991. hlm. 401–452. doi:10.1002/0470034394.ch11. ISBN 978-0-470-03439-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29216156 (2026-05-11T16:33:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.