Lompat ke isi

Pelacakan tetikus: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28701089; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pelacakan tetikus''' (juga dikenal sebagai '''pelacakan kursor''' ) adalah penggunaan [[perangkat lunak]] untuk mengumpulkan posisi [[Kursor|kursor tetikus]] pengguna di komputer. Tujuan ini adalah untuk secara otomatis mengumpulkan informasi yang lebih kaya tentang apa yang dilakukan orang, biasanya untuk menyempurnakan desain antarmuka. Sering kali ini dilakukan di Web dan dapat melengkapi pelacakan mata dalam beberapa situasi.
'''Pelacakan tetikus''' (juga dikenal sebagai '''pelacakan kursor''' ) adalah penggunaan [[perangkat lunak]] untuk mengumpulkan posisi [[Kursor|kursor tetikus]] pengguna di komputer.<ref>Richard B. Lopez. ''Minding One's Reach (To Eat): The Promise of Computer Mouse-Tracking to Study Self-Regulation of Eating''. ''Frontiers in Nutrition''. 2018. Vol. 5. hlm. 43. doi:10.3389/fnut.2018.00043.</ref> Tujuan ini adalah untuk secara otomatis mengumpulkan informasi yang lebih kaya tentang apa yang dilakukan orang, biasanya untuk menyempurnakan desain antarmuka. Sering kali ini dilakukan di Web dan dapat melengkapi pelacakan mata dalam beberapa situasi.


Saat pelacakan tetikus terjadi tanpa persetujuan pengguna, misalnya di situs web, mungkin ada implikasi privasi.
Saat pelacakan tetikus terjadi tanpa persetujuan pengguna, misalnya di situs web, mungkin ada implikasi privasi.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
[[Tetikus|Tetikus komputer]] pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh [[Douglas Engelbart]]. Istilah pelacakan tetikus awalnya mengacu pada bagaimana gerakan ditangkap dan dikirim ke komputer. Misalnya, bola tetikus pelacak asli menggunakan bantalan logam yang ditekan pada dua rol untuk melacak gerakan. Banyak penelitian dan teknologi telah membahas jenis pelacak apa yang memberikan gambaran paling akurat tentang pergerakan pengguna.
[[Tetikus|Tetikus komputer]] pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh [[Douglas Engelbart]]. <ref>Benj Edwards. [http://www.macworld.com/article/137400/2008/12/mouse40.html The computer mouse turns 40]. Macworld. 1968-12-08.</ref> Istilah pelacakan tetikus awalnya mengacu pada bagaimana gerakan ditangkap dan dikirim ke komputer. Misalnya, bola tetikus pelacak asli menggunakan bantalan logam yang ditekan pada dua rol untuk melacak gerakan. <ref>Benj Edwards. [http://www.macworld.com/article/137400/2008/12/mouse40.html The computer mouse turns 40]. Macworld. 1968-12-08.</ref> Banyak penelitian dan teknologi telah membahas jenis pelacak apa yang memberikan gambaran paling akurat tentang pergerakan pengguna.


Dengan munculnya [[Waring Wera Wanua]], pelacakan tetikus diperluas untuk menyertakan data klik. Peneliti dan pengembang akan melacak dan mencatat setiap kali pengguna menggunakan tetikus untuk mengklik sesuatu di situs web, serta lokasi acara. [[Pengembang web]] menggunakan klik tetikus ini untuk menilai informasi apa yang diminati pengguna dan bagaimana mereka berinteraksi dengan halaman. Selain itu, pengiklan tertarik dengan data klik dalam hal iklan spanduk dan di mana menempatkan iklan mereka di halaman untuk mendapatkan klik-tayang terbanyak.
Dengan munculnya [[Waring Wera Wanua]], pelacakan tetikus diperluas untuk menyertakan data klik. Peneliti dan pengembang akan melacak dan mencatat setiap kali pengguna menggunakan tetikus untuk mengklik sesuatu di situs web, serta lokasi acara. [[Pengembang web]] menggunakan klik tetikus ini untuk menilai informasi apa yang diminati pengguna dan bagaimana mereka berinteraksi dengan halaman. Selain itu, pengiklan tertarik dengan data klik dalam hal iklan spanduk dan di mana menempatkan iklan mereka di halaman untuk mendapatkan klik-tayang terbanyak.


Baru-baru ini, istilah pelacakan tetikus telah diperluas bahkan lebih untuk mengembangkan area penelitian yang jauh lebih luas dalam membantu memahami [[Interaksi manusia–komputer|interaksi manusia-komputer]] (HCI). Perkembangan ini dimulai dengan pelacakan mata. Sementara pelacakan mata telah ada sejak tahun 1800-an, itu tidak digunakan di HCI sampai tahun 1980, terutama untuk membantu menjawab pertanyaan tentang bagaimana pengguna mencari perintah di menu komputer dan mengembangkan sistem untuk membantu pengguna yang cacat. Baru-baru ini, pelacakan mata telah digunakan dalam pengujian kegunaan pada halaman web untuk memahami titik fokus pengguna serta menguji kegunaan berbagai fitur situs, seperti menu tarik-turun. Informasi ini dapat memengaruhi desain Web sehingga memenuhi tujuan peneliti tetapi ramah pengguna.
Baru-baru ini, istilah pelacakan tetikus telah diperluas bahkan lebih untuk mengembangkan area penelitian yang jauh lebih luas dalam membantu memahami [[Interaksi manusia–komputer|interaksi manusia-komputer]] (HCI). Perkembangan ini dimulai dengan pelacakan mata. Sementara pelacakan mata telah ada sejak tahun 1800-an, itu tidak digunakan di HCI sampai tahun 1980, terutama untuk membantu menjawab pertanyaan tentang bagaimana pengguna mencari perintah di menu komputer dan mengembangkan sistem untuk membantu pengguna yang cacat.<ref>Robert J.K. Jacob. [http://dx.doi.org/10.1016/b978-044451020-4/50031-1 Eye Tracking in Human-Computer Interaction and Usability Research]. ''The Mind's Eye''. Elsevier. 2003. hlm. 573–605. doi:10.1016/b978-044451020-4/50031-1. ISBN 978-0-444-51020-4.</ref> Baru-baru ini, pelacakan mata telah digunakan dalam pengujian kegunaan pada halaman web untuk memahami titik fokus pengguna serta menguji kegunaan berbagai fitur situs, seperti menu tarik-turun. <ref>Schiessl, Duda, Thoelke, Fischer. [http://www.mmi-interaktiv.de/uploads/media/MMI-Interaktiv0303_SchiesslDudaThoelkeFischer.pdf Eye tracking and its application in usability and media research]. MMI Interaktiv.</ref> Informasi ini dapat memengaruhi desain Web sehingga memenuhi tujuan peneliti tetapi ramah pengguna.


Masalah dengan menggunakan pelacakan mata dalam pengujian kegunaan adalah [[perangkat keras]] yang diperlukan dan kemudian biaya. Selain itu, pelacakan mata terbatas pada ukuran sampel yang kecil dan lingkungan penelusuran yang tidak normal. Pelacakan mouse, di sisi lain, tidak mahal dan data dapat dikumpulkan dari komputer manapun. Dalam kapasitas inilah pelacakan tetikus ditemukan kembali dalam penelitian HCI. Peneliti pelacakan mata pada akhir 1990-an memperhatikan pola antara gerakan mata dan tetikus. Berdasarkan temuan ini, peneliti yang telah melacak data klik menyadari bahwa mungkin ada lebih banyak hal yang dapat dipelajari dari tetikus. Pada tahun 2001 Mon-Chu Chen, John Anderson, dan Myeong-Ho Sohn di [[Universitas Carnegie Mellon]], mulai secara eksplisit menyelidiki apakah melacak pergerakan mouse dapat digunakan sebagai proksi untuk melacak pergerakan mata. Penelitian ini terus berlanjut hingga tahun 2000-an hingga saat ini.     Temuan umum dalam penelitian ini adalah bahwa korelasinya tidak satu lawan satu, tetapi ada hubungan antara gerakan mata dan tetikus, yang pada gilirannya menunjukkan bahwa gerakan tetikus sebenarnya dapat digunakan untuk menentukan fokus perhatian pengguna. Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa korelasi sangat bergantung pada perilaku pengguna pada saat itu, seperti apakah pengguna membaca dengan tetikus, menggerakkannya untuk melakukan klik, atau membiarkannya menganggur. Selain itu, posisi tetikus sebenarnya berkorelasi lebih baik dengan posisi pandangan mata sebelumnya, yang berarti bahwa orang biasanya akan melihat ke suatu tempat sebelum menggerakkan mouse ke sana sekitar 700 md kemudian. Secara umum, melacak posisi tetikus dapat menghasilkan peningkatan besar untuk memahami pengguna dibandingkan dengan hanya mengandalkan klik tetikus. Dengan kata lain, data klik memberi tahu peneliti tentang fokus utama perhatian pengguna, atau pilihan akhir mereka. Namun, melihat semua gerakan tetikus dapat memberi tahu peneliti tentang opsi lain yang menarik bagi pengguna tetapi tidak dipilih dengan mengklik, yang dapat menghasilkan pemahaman menyeluruh yang lebih baik tentang proses berpikir pengguna.
Masalah dengan menggunakan pelacakan mata dalam pengujian kegunaan adalah [[perangkat keras]] yang diperlukan dan kemudian biaya. Selain itu, pelacakan mata terbatas pada ukuran sampel yang kecil dan lingkungan penelusuran yang tidak normal. Pelacakan mouse, di sisi lain, tidak mahal dan data dapat dikumpulkan dari komputer manapun. Dalam kapasitas inilah pelacakan tetikus ditemukan kembali dalam penelitian HCI. Peneliti pelacakan mata pada akhir 1990-an memperhatikan pola antara gerakan mata dan tetikus. <ref>Michael D. Byrne. [https://archive.org/details/chi99conferencep0000will Proceedings of the SIGCHI conference on Human factors in computing systems the CHI is the limit - CHI '99]. ACM. 1999. hlm. [https://archive.org/details/chi99conferencep0000will/page/n419 402]. doi:10.1145/302979.303118. ISBN 0-201-48559-1.</ref> Berdasarkan temuan ini, peneliti yang telah melacak data klik menyadari bahwa mungkin ada lebih banyak hal yang dapat dipelajari dari tetikus. Pada tahun 2001 Mon-Chu Chen, John Anderson, dan Myeong-Ho Sohn di [[Universitas Carnegie Mellon]], mulai secara eksplisit menyelidiki apakah melacak pergerakan mouse dapat digunakan sebagai proksi untuk melacak pergerakan mata. Penelitian ini terus berlanjut hingga tahun 2000-an hingga saat ini. <ref>Florian Mueller. ''CHI '01 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI '01''. ACM. 2001-03-31. hlm. 279. doi:10.1145/634067.634233. ISBN 1-58113-340-5.</ref> <ref>Qi Guo. ''Proceedings of the 28th of the international conference extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI EA '10''. ACM. 2010. hlm. 3601. doi:10.1145/1753846.1754025. ISBN 978-1-60558-930-5.</ref> <ref>Mon Chu Chen. ''CHI '01 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI '01''. ACM. 2001-03-31. hlm. 281. doi:10.1145/634067.634234. ISBN 1-58113-340-5.</ref> <ref>Kerry Rodden. ''Proceedings of the twenty-sixth annual CHI conference extended abstracts on Human factors in computing systems – CHI '08''. 2008. hlm. 2997. doi:10.1145/1358628.1358797. ISBN 978-1-60558-012-8.</ref> Temuan umum dalam penelitian ini adalah bahwa korelasinya tidak satu lawan satu, tetapi ada hubungan antara gerakan mata dan tetikus, yang pada gilirannya menunjukkan bahwa gerakan tetikus sebenarnya dapat digunakan untuk menentukan fokus perhatian pengguna. Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa korelasi sangat bergantung pada perilaku pengguna pada saat itu, seperti apakah pengguna membaca dengan tetikus, menggerakkannya untuk melakukan klik, atau membiarkannya menganggur. <ref>[http://jeffhuang.com/Final_GazeCursor_CHI12.pdf User See, User Point: Gaze and Cursor Alignment in Web Search].</ref> Selain itu, posisi tetikus sebenarnya berkorelasi lebih baik dengan posisi pandangan mata sebelumnya, yang berarti bahwa orang biasanya akan melihat ke suatu tempat sebelum menggerakkan mouse ke sana sekitar 700 md kemudian. <ref>[http://jeffhuang.com/Final_GazeCursor_CHI12.pdf User See, User Point: Gaze and Cursor Alignment in Web Search].</ref> Secara umum, melacak posisi tetikus dapat menghasilkan peningkatan besar untuk memahami pengguna dibandingkan dengan hanya mengandalkan klik tetikus. Dengan kata lain, data klik memberi tahu peneliti tentang fokus utama perhatian pengguna, atau pilihan akhir mereka. Namun, melihat semua gerakan tetikus dapat memberi tahu peneliti tentang opsi lain yang menarik bagi pengguna tetapi tidak dipilih dengan mengklik, yang dapat menghasilkan pemahaman menyeluruh yang lebih baik tentang proses berpikir pengguna.


Penelitian terbaru di bidang ini menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan situs web dan aplikasi. Secara khusus, para peneliti mencoba menguraikan apa arti gerakan individu yang berbeda serta mulai menggunakan pelacakan tetikus dalam pengujian kegunaan untuk meningkatkan produk dan halaman.
Penelitian terbaru di bidang ini menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan situs web dan aplikasi. Secara khusus, para peneliti mencoba menguraikan apa arti gerakan individu yang berbeda serta mulai menggunakan pelacakan tetikus dalam pengujian kegunaan untuk meningkatkan produk dan halaman. <ref>[http://news.techeye.net/internet/google-nabs-patent-to-monitor-your-cursor-movements Google nabs patent to monitor your cursor movements]. TechEye.net. 20 July 2010.</ref>


== Teknologi dan teknik pelacakan tetikus ==
== Teknologi dan teknik pelacakan tetikus ==
=== Javascript ===
=== Javascript ===
[[JavaScript]] adalah [[bahasa skrip]] yang mendukung banyak gaya pemrograman. Ini biasanya sisi klien, dan tidak memerlukan unduhan konstan dari situs web. JavaScript diimplementasikan sebagai bagian dari browser Web dan didukung oleh semua browser web utama, termasuk [[Internet Explorer]], [[Firefox]], dan [[Safari (peramban web)|Safari]].
[[JavaScript]] adalah [[bahasa skrip]] yang mendukung banyak gaya pemrograman. Ini biasanya sisi klien, dan tidak memerlukan unduhan konstan dari situs web. JavaScript diimplementasikan sebagai bagian dari browser Web dan didukung oleh semua browser web utama, termasuk [[Internet Explorer]], [[Firefox]], dan [[Safari (peramban web)|Safari]].


Oleh karena itu, dengan menggunakan bahasa ini, pengembang web dapat melacak pergerakan tetikus pengguna hanya dengan memasukkan baris kode pada halaman. Itu tidak memerlukan perangkat lunak tambahan apa pun untuk diinstal di komputer pengguna; mereka hanya perlu mengaktifkan JavaScript bagi peneliti untuk mengumpulkan data dari halaman web. Pelacakan mouse menggunakan JavaScript telah digunakan di situs web dengan lalu lintas tinggi seperti mesin pencari untuk mengumpulkan data pergerakan mouse tanpa memengaruhi kinerja komputer pengguna.
Oleh karena itu, dengan menggunakan bahasa ini, pengembang web dapat melacak pergerakan tetikus pengguna hanya dengan memasukkan baris kode pada halaman. Itu tidak memerlukan perangkat lunak tambahan apa pun untuk diinstal di komputer pengguna; mereka hanya perlu mengaktifkan JavaScript bagi peneliti untuk mengumpulkan data dari halaman web. Pelacakan mouse menggunakan JavaScript telah digunakan di situs web dengan lalu lintas tinggi seperti mesin pencari <ref>[http://jeffhuang.com/Final_CursorBehavior_CHI11.pdf No Clicks, No Problem: Using Cursor Movements to Understand and Improve Search].</ref> untuk mengumpulkan data pergerakan mouse tanpa memengaruhi kinerja komputer pengguna.


=== Data ===
=== Data ===
Alat pelacak tetikus saat ini menyediakan berbagai data termasuk lokasi tetikus (dalam bentuk piksel), stempel waktu, setiap kali tetikus melayang di tautan yang diminati, klik mouse, waktu yang dihabiskan di area yang diminati, dan durasi melayang. Selain itu, beberapa alat pelacak menyediakan analisis tingkat tinggi, seperti peta panas dan pemutaran ulang yang dapat menelusuri kembali lintasan tetikus.   Contoh log keluaran di bawah ini:
Alat pelacak tetikus saat ini menyediakan berbagai data termasuk lokasi tetikus (dalam bentuk piksel), stempel waktu, setiap kali tetikus melayang di tautan yang diminati, klik mouse, waktu yang dihabiskan di area yang diminati, dan durasi melayang. Selain itu, beberapa alat pelacak menyediakan analisis tingkat tinggi, seperti peta panas dan pemutaran ulang yang dapat menelusuri kembali lintasan tetikus. <ref>Florian Mueller. ''CHI '01 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI '01''. ACM. 2001-03-31. hlm. 279. doi:10.1145/634067.634233. ISBN 1-58113-340-5.</ref> <ref>Ernesto Arroyo. ''CHI '06 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI EA '06''. ACM. 2006-04-21. hlm. 484. doi:10.1145/1125451.1125557. ISBN 1-59593-298-4.</ref> <ref>Atterer, Wnuk, Schmidt. [http://fnuked.de/usaproxy/www2006-knowing-the-users-every-move--user-activity-tracking-for-website-usability-evaluation-and-implicit-interaction.pdf Knowing the User's Every Move – User Activity Tracking for Website Usability Evaluation and Implicit Interaction].</ref> Contoh log keluaran di bawah ini: <ref>[http://fnuked.de/usaproxy/ UsaProxy – Usability Proxy for Websites]. Fnuked.de.</ref>


141.84.8.77 01-09-2006,18:44:07 data server 8
141.84.8.77 01-09-2006,18:44:07 data server 8
Baris 35: Baris 34:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelacakan+tetikus&oldid=28701089 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28701089 (2025-12-15T07:35:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelacakan+tetikus&oldid=28701089 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28701089 (2025-12-15T07:35:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 13.59

Pelacakan tetikus (juga dikenal sebagai pelacakan kursor ) adalah penggunaan perangkat lunak untuk mengumpulkan posisi kursor tetikus pengguna di komputer.[1] Tujuan ini adalah untuk secara otomatis mengumpulkan informasi yang lebih kaya tentang apa yang dilakukan orang, biasanya untuk menyempurnakan desain antarmuka. Sering kali ini dilakukan di Web dan dapat melengkapi pelacakan mata dalam beberapa situasi.

Saat pelacakan tetikus terjadi tanpa persetujuan pengguna, misalnya di situs web, mungkin ada implikasi privasi.

Sejarah

Tetikus komputer pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh Douglas Engelbart. [2] Istilah pelacakan tetikus awalnya mengacu pada bagaimana gerakan ditangkap dan dikirim ke komputer. Misalnya, bola tetikus pelacak asli menggunakan bantalan logam yang ditekan pada dua rol untuk melacak gerakan. [3] Banyak penelitian dan teknologi telah membahas jenis pelacak apa yang memberikan gambaran paling akurat tentang pergerakan pengguna.

Dengan munculnya Waring Wera Wanua, pelacakan tetikus diperluas untuk menyertakan data klik. Peneliti dan pengembang akan melacak dan mencatat setiap kali pengguna menggunakan tetikus untuk mengklik sesuatu di situs web, serta lokasi acara. Pengembang web menggunakan klik tetikus ini untuk menilai informasi apa yang diminati pengguna dan bagaimana mereka berinteraksi dengan halaman. Selain itu, pengiklan tertarik dengan data klik dalam hal iklan spanduk dan di mana menempatkan iklan mereka di halaman untuk mendapatkan klik-tayang terbanyak.

Baru-baru ini, istilah pelacakan tetikus telah diperluas bahkan lebih untuk mengembangkan area penelitian yang jauh lebih luas dalam membantu memahami interaksi manusia-komputer (HCI). Perkembangan ini dimulai dengan pelacakan mata. Sementara pelacakan mata telah ada sejak tahun 1800-an, itu tidak digunakan di HCI sampai tahun 1980, terutama untuk membantu menjawab pertanyaan tentang bagaimana pengguna mencari perintah di menu komputer dan mengembangkan sistem untuk membantu pengguna yang cacat.[4] Baru-baru ini, pelacakan mata telah digunakan dalam pengujian kegunaan pada halaman web untuk memahami titik fokus pengguna serta menguji kegunaan berbagai fitur situs, seperti menu tarik-turun. [5] Informasi ini dapat memengaruhi desain Web sehingga memenuhi tujuan peneliti tetapi ramah pengguna.

Masalah dengan menggunakan pelacakan mata dalam pengujian kegunaan adalah perangkat keras yang diperlukan dan kemudian biaya. Selain itu, pelacakan mata terbatas pada ukuran sampel yang kecil dan lingkungan penelusuran yang tidak normal. Pelacakan mouse, di sisi lain, tidak mahal dan data dapat dikumpulkan dari komputer manapun. Dalam kapasitas inilah pelacakan tetikus ditemukan kembali dalam penelitian HCI. Peneliti pelacakan mata pada akhir 1990-an memperhatikan pola antara gerakan mata dan tetikus. [6] Berdasarkan temuan ini, peneliti yang telah melacak data klik menyadari bahwa mungkin ada lebih banyak hal yang dapat dipelajari dari tetikus. Pada tahun 2001 Mon-Chu Chen, John Anderson, dan Myeong-Ho Sohn di Universitas Carnegie Mellon, mulai secara eksplisit menyelidiki apakah melacak pergerakan mouse dapat digunakan sebagai proksi untuk melacak pergerakan mata. Penelitian ini terus berlanjut hingga tahun 2000-an hingga saat ini. [7] [8] [9] [10] Temuan umum dalam penelitian ini adalah bahwa korelasinya tidak satu lawan satu, tetapi ada hubungan antara gerakan mata dan tetikus, yang pada gilirannya menunjukkan bahwa gerakan tetikus sebenarnya dapat digunakan untuk menentukan fokus perhatian pengguna. Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa korelasi sangat bergantung pada perilaku pengguna pada saat itu, seperti apakah pengguna membaca dengan tetikus, menggerakkannya untuk melakukan klik, atau membiarkannya menganggur. [11] Selain itu, posisi tetikus sebenarnya berkorelasi lebih baik dengan posisi pandangan mata sebelumnya, yang berarti bahwa orang biasanya akan melihat ke suatu tempat sebelum menggerakkan mouse ke sana sekitar 700 md kemudian. [12] Secara umum, melacak posisi tetikus dapat menghasilkan peningkatan besar untuk memahami pengguna dibandingkan dengan hanya mengandalkan klik tetikus. Dengan kata lain, data klik memberi tahu peneliti tentang fokus utama perhatian pengguna, atau pilihan akhir mereka. Namun, melihat semua gerakan tetikus dapat memberi tahu peneliti tentang opsi lain yang menarik bagi pengguna tetapi tidak dipilih dengan mengklik, yang dapat menghasilkan pemahaman menyeluruh yang lebih baik tentang proses berpikir pengguna.

Penelitian terbaru di bidang ini menggunakan pengetahuan ini untuk meningkatkan situs web dan aplikasi. Secara khusus, para peneliti mencoba menguraikan apa arti gerakan individu yang berbeda serta mulai menggunakan pelacakan tetikus dalam pengujian kegunaan untuk meningkatkan produk dan halaman. [13]

Teknologi dan teknik pelacakan tetikus

Javascript

JavaScript adalah bahasa skrip yang mendukung banyak gaya pemrograman. Ini biasanya sisi klien, dan tidak memerlukan unduhan konstan dari situs web. JavaScript diimplementasikan sebagai bagian dari browser Web dan didukung oleh semua browser web utama, termasuk Internet Explorer, Firefox, dan Safari.

Oleh karena itu, dengan menggunakan bahasa ini, pengembang web dapat melacak pergerakan tetikus pengguna hanya dengan memasukkan baris kode pada halaman. Itu tidak memerlukan perangkat lunak tambahan apa pun untuk diinstal di komputer pengguna; mereka hanya perlu mengaktifkan JavaScript bagi peneliti untuk mengumpulkan data dari halaman web. Pelacakan mouse menggunakan JavaScript telah digunakan di situs web dengan lalu lintas tinggi seperti mesin pencari [14] untuk mengumpulkan data pergerakan mouse tanpa memengaruhi kinerja komputer pengguna.

Data

Alat pelacak tetikus saat ini menyediakan berbagai data termasuk lokasi tetikus (dalam bentuk piksel), stempel waktu, setiap kali tetikus melayang di tautan yang diminati, klik mouse, waktu yang dihabiskan di area yang diminati, dan durasi melayang. Selain itu, beberapa alat pelacak menyediakan analisis tingkat tinggi, seperti peta panas dan pemutaran ulang yang dapat menelusuri kembali lintasan tetikus. [15] [16] [17] Contoh log keluaran di bawah ini: [18]

141.84.8.77 01-09-2006,18:44:07 data server 8 141.84.8.77 2006-09-01,19:44:08 8 ukuran muatan=1047x529 141.84.8.77 01-09-2006,19:44:08 8 koordinat mousemove=283,2 141.84.8.77 01-09-2006,19:44:09 8 koordinat mousemove=257.125 141.84.8.77 2006-09-01,19:44:10 8 mouseover coord=247,152 name=f dom=abae 141.84.8.77 01-09-2006,19:44:13 8 pilih radio id=lgr value=lr%3Dlang_de dom=abaecabaac 141.84.8.77 01-09-2006,19:44:16 8 klik koordinat=374.187 nama=q dom=abaecaabb 141.84.8.77 2006-09-01,19:44:17 8 tekan tombol tombol=H 141.84.8.77 01-09-2006,19:44:17 8 tombol tekan tombol=a

Referensi

  1. Richard B. Lopez. Minding One's Reach (To Eat): The Promise of Computer Mouse-Tracking to Study Self-Regulation of Eating. Frontiers in Nutrition. 2018. Vol. 5. hlm. 43. doi:10.3389/fnut.2018.00043.
  2. Benj Edwards. The computer mouse turns 40. Macworld. 1968-12-08.
  3. Benj Edwards. The computer mouse turns 40. Macworld. 1968-12-08.
  4. Robert J.K. Jacob. Eye Tracking in Human-Computer Interaction and Usability Research. The Mind's Eye. Elsevier. 2003. hlm. 573–605. doi:10.1016/b978-044451020-4/50031-1. ISBN 978-0-444-51020-4.
  5. Schiessl, Duda, Thoelke, Fischer. Eye tracking and its application in usability and media research. MMI Interaktiv.
  6. Michael D. Byrne. Proceedings of the SIGCHI conference on Human factors in computing systems the CHI is the limit - CHI '99. ACM. 1999. hlm. 402. doi:10.1145/302979.303118. ISBN 0-201-48559-1.
  7. Florian Mueller. CHI '01 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI '01. ACM. 2001-03-31. hlm. 279. doi:10.1145/634067.634233. ISBN 1-58113-340-5.
  8. Qi Guo. Proceedings of the 28th of the international conference extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI EA '10. ACM. 2010. hlm. 3601. doi:10.1145/1753846.1754025. ISBN 978-1-60558-930-5.
  9. Mon Chu Chen. CHI '01 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI '01. ACM. 2001-03-31. hlm. 281. doi:10.1145/634067.634234. ISBN 1-58113-340-5.
  10. Kerry Rodden. Proceedings of the twenty-sixth annual CHI conference extended abstracts on Human factors in computing systems – CHI '08. 2008. hlm. 2997. doi:10.1145/1358628.1358797. ISBN 978-1-60558-012-8.
  11. User See, User Point: Gaze and Cursor Alignment in Web Search.
  12. User See, User Point: Gaze and Cursor Alignment in Web Search.
  13. Google nabs patent to monitor your cursor movements. TechEye.net. 20 July 2010.
  14. No Clicks, No Problem: Using Cursor Movements to Understand and Improve Search.
  15. Florian Mueller. CHI '01 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI '01. ACM. 2001-03-31. hlm. 279. doi:10.1145/634067.634233. ISBN 1-58113-340-5.
  16. Ernesto Arroyo. CHI '06 extended abstracts on Human factors in computing systems - CHI EA '06. ACM. 2006-04-21. hlm. 484. doi:10.1145/1125451.1125557. ISBN 1-59593-298-4.
  17. Atterer, Wnuk, Schmidt. Knowing the User's Every Move – User Activity Tracking for Website Usability Evaluation and Implicit Interaction.
  18. UsaProxy – Usability Proxy for Websites. Fnuked.de.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28701089 (2025-12-15T07:35:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.