Lompat ke isi

Antiandrogen: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299577; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Antiandrogen''', juga dikenal sebagai '''antagonis androgen''' atau '''penghambat testosteron''', adalah kelas [[obat]] yang mencegah [[androgen]] seperti [[testosteron]] dan [[dihidrotestosteron]] (DHT) memediasi [[Fungsi (biologi)|efek biologisnya]] di dalam tubuh. Mereka bertindak dengan [[Antagonis reseptor|memblokir]] [[reseptor androgen]] (AR) dan/atau [[Penghambat steroidogenesis|menghambat]] atau [[Antigonadotropin|menekan]] [[Biosintesis|produksi]] androgen.   Mereka dapat dianggap sebagai kebalikan fungsional dari [[agonis]] AR, misalnya androgen dan [[steroid anabolik]] (AAS) seperti testosteron, DHT, dan [[nandrolon]] serta [[modulator reseptor androgen selektif]] (SARM) seperti [[enobosarm]]. Antiandrogen adalah salah satu dari tiga jenis [[Agen hormonal seks|antagonis hormon seks]], yang lainnya adalah [[antiestrogen]] dan [[antiprogestogen]].
'''Antiandrogen''', juga dikenal sebagai '''antagonis androgen''' atau '''penghambat testosteron''', adalah kelas [[obat]] yang mencegah [[androgen]] seperti [[testosteron]] dan [[dihidrotestosteron]] (DHT) memediasi [[Fungsi (biologi)|efek biologisnya]] di dalam tubuh. Mereka bertindak dengan [[Antagonis reseptor|memblokir]] [[reseptor androgen]] (AR) dan/atau [[Penghambat steroidogenesis|menghambat]] atau [[Antigonadotropin|menekan]] [[Biosintesis|produksi]] androgen. <ref>''Antiandrogens. Mechanisms and paradoxical effects''. ''Ann. Endocrinol''. 1989. Vol. 50 (3). hlm. 50(3):189–99.</ref> <ref>''Encyclopedia of Molecular Cell Biology and Molecular Medicine''. 2006. doi:10.1002/3527600906.mcb.200500066. ISBN 3527600906.</ref> Mereka dapat dianggap sebagai kebalikan fungsional dari [[agonis]] AR, misalnya androgen dan [[steroid anabolik]] (AAS) seperti testosteron, DHT, dan [[nandrolon]] serta [[modulator reseptor androgen selektif]] (SARM) seperti [[enobosarm]]. Antiandrogen adalah salah satu dari tiga jenis [[Agen hormonal seks|antagonis hormon seks]], yang lainnya adalah [[antiestrogen]] dan [[antiprogestogen]]. <ref>[https://archive.org/details/usingmedicalterm0000nath Using Medical Terminology: A Practical Approach]. Lippincott Williams & Wilkins. 2006. hlm. [https://archive.org/details/usingmedicalterm0000nath/page/977 977]–. ISBN 978-0-7817-4868-1.</ref>


Antiandrogen digunakan untuk mengobati berbagai macam [[Kondisi terkait androgen|kondisi yang bergantung pada androgen]]. Pada pria, antiandrogen digunakan dalam pengobatan [[kanker prostat]], [[Hiperplasia prostat jinak|pembesaran prostat]], [[Pola rambut rontok|rambut rontok di kulit kepala]], [[Hiperseksualitas|gairah seks yang terlalu tinggi]], [[Parafilia|dorongan seksual yang tidak biasa dan bermasalah]], dan [[pubertas dini]].   Pada wanita, antiandrogen digunakan untuk mengobati [[jerawat]], [[Kelenjar minyak|seborrhea]], [[Hirsutisme|pertumbuhan rambut berlebihan]], rambut rontok di kulit kepala, dan [[Hiperandrogenisme|kadar androgen tinggi]], seperti yang terjadi pada [[sindrom ovarium polikistik]] (PCOS). Antiandrogen juga digunakan sebagai komponen [[Terapi hormon feminin|terapi hormon feminisasi]] untuk [[Transpuan|wanita transgender]] dan sebagai [[Penghalang pubertas|penghambat pubertas]] pada [[Anak transgender|gadis transgender]].
Antiandrogen digunakan untuk mengobati berbagai macam [[Kondisi terkait androgen|kondisi yang bergantung pada androgen]]. <ref>''Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases''. ''Eur. J. Pharmacol''. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.</ref> Pada pria, antiandrogen digunakan dalam pengobatan [[kanker prostat]], [[Hiperplasia prostat jinak|pembesaran prostat]], [[Pola rambut rontok|rambut rontok di kulit kepala]], [[Hiperseksualitas|gairah seks yang terlalu tinggi]], [[Parafilia|dorongan seksual yang tidak biasa dan bermasalah]], dan [[pubertas dini]]. <ref>''Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases''. ''Eur. J. Pharmacol''. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.</ref> <ref>''Antiandrogen treatments in locally advanced prostate cancer: are they all the same?''. ''J Cancer Res Clin Oncol''. 2006. Vol. 1. hlm. S17-26. doi:10.1007/s00432-006-0133-5.</ref> Pada wanita, antiandrogen digunakan untuk mengobati [[jerawat]], [[Kelenjar minyak|seborrhea]], [[Hirsutisme|pertumbuhan rambut berlebihan]], rambut rontok di kulit kepala, dan [[Hiperandrogenisme|kadar androgen tinggi]], seperti yang terjadi pada [[sindrom ovarium polikistik]] (PCOS). <ref>''Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases''. ''Eur. J. Pharmacol''. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.</ref> Antiandrogen juga digunakan sebagai komponen [[Terapi hormon feminin|terapi hormon feminisasi]] untuk [[Transpuan|wanita transgender]] dan sebagai [[Penghalang pubertas|penghambat pubertas]] pada [[Anak transgender|gadis transgender]]. <ref>''Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases''. ''Eur. J. Pharmacol''. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.</ref>


[[Efek samping]] antiandrogen bergantung pada jenis antiandrogen dan spesifik antiandrogen yang bersangkutan. Bagaimanapun, efek samping antiandrogen yang umum pada pria termasuk [[nyeri payudara]], [[Ginekomastia|pembesaran payudara]], [[Femininasi|feminisasi]], [[Hot flash|hot flashes]], [[disfungsi seksual]], [[Kemandulan|infertilitas]], dan [[osteoporosis]]. Pada wanita, antiandrogen lebih [[Tolerabilitas|dapat ditoleransi]], dan antiandrogen yang bekerja hanya dengan memblokir androgen secara langsung mempunyai efek samping yang minimal. Namun, karena [[estrogen]] dibuat dari androgen di dalam tubuh, antiandrogen yang menekan produksi androgen dapat menyebabkan [[Hipoestrogenisme|rendahnya kadar estrogen]] dan gejala terkait seperti hot flashes, [[ketidakteraturan menstruasi]], dan osteoporosis pada wanita [[Menopause|pramenopause]].
[[Efek samping]] antiandrogen bergantung pada jenis antiandrogen dan spesifik antiandrogen yang bersangkutan. Bagaimanapun, efek samping antiandrogen yang umum pada pria termasuk [[nyeri payudara]], [[Ginekomastia|pembesaran payudara]], [[Femininasi|feminisasi]], [[Hot flash|hot flashes]], [[disfungsi seksual]], [[Kemandulan|infertilitas]], dan [[osteoporosis]]. Pada wanita, antiandrogen lebih [[Tolerabilitas|dapat ditoleransi]], dan antiandrogen yang bekerja hanya dengan memblokir androgen secara langsung mempunyai efek samping yang minimal. Namun, karena [[estrogen]] dibuat dari androgen di dalam tubuh, antiandrogen yang menekan produksi androgen dapat menyebabkan [[Hipoestrogenisme|rendahnya kadar estrogen]] dan gejala terkait seperti hot flashes, [[ketidakteraturan menstruasi]], dan osteoporosis pada wanita [[Menopause|pramenopause]].


Ada beberapa jenis utama antiandrogen. Diantaranya termasuk [[Antagonis reseptor|antagonis]] AR, [[penghambat sintesis androgen]], dan [[antigonadotropin]]. Antagonis AR bekerja dengan cara memblokir langsung efek androgen, sedangkan penghambat sintesis androgen dan antigonadotropin bekerja dengan menurunkan kadar androgen. Antagonis AR dapat dibagi lagi menjadi [[antiandrogen steroid]] dan [[antiandrogen nonsteroid]]; inhibitor sintesis androgen dapat dibagi lagi menjadi [[penghambat CYP17A1|inhibitor CYP17A1]] dan [[penghambat 5α-reduktase|inhibitor 5α-reduktase]]; dan antigonadotropin dapat dibagi lagi menjadi [[modulator hormon pelepas gonadotropin]] (modulator GnRH), [[progestogen]], dan [[Estrogen (pengobatan)|estrogen]].
Ada beberapa jenis utama antiandrogen. <ref>''Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development''. ''Urology''. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.</ref> Diantaranya termasuk [[Antagonis reseptor|antagonis]] AR, [[penghambat sintesis androgen]], dan [[antigonadotropin]]. <ref>''Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development''. ''Urology''. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.</ref> Antagonis AR bekerja dengan cara memblokir langsung efek androgen, sedangkan penghambat sintesis androgen dan antigonadotropin bekerja dengan menurunkan kadar androgen. <ref>''Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development''. ''Urology''. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.</ref> Antagonis AR dapat dibagi lagi menjadi [[antiandrogen steroid]] dan [[antiandrogen nonsteroid]]; inhibitor sintesis androgen dapat dibagi lagi menjadi [[penghambat CYP17A1|inhibitor CYP17A1]] dan [[penghambat 5α-reduktase|inhibitor 5α-reduktase]]; dan antigonadotropin dapat dibagi lagi menjadi [[modulator hormon pelepas gonadotropin]] (modulator GnRH), [[progestogen]], dan [[Estrogen (pengobatan)|estrogen]]. <ref>''Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development''. ''Urology''. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.</ref> <ref>[https://archive.org/details/hormonetherapyin0000vcra Hormone Therapy in Breast and Prostate Cancer]. Humana Press. 2009. hlm. [https://archive.org/details/hormonetherapyin0000vcra/page/325 325]–346. doi:10.1007/978-1-59259-152-7_15. ISBN 978-1-60761-471-5.</ref> <ref>[https://archive.org/details/hormonetherapyin0000vcra Hormone Therapy in Breast and Prostate Cancer]. Humana Press. 2009. hlm. [https://archive.org/details/hormonetherapyin0000vcra/page/347 347]–368. doi:10.1007/978-1-59259-152-7_16. ISBN 978-1-60761-471-5.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
 
*  
*
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antiandrogen&oldid=29299577 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299577 (2026-05-31T22:47:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antiandrogen&oldid=29299577 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299577 (2026-05-31T22:47:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.58

Antiandrogen, juga dikenal sebagai antagonis androgen atau penghambat testosteron, adalah kelas obat yang mencegah androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) memediasi efek biologisnya di dalam tubuh. Mereka bertindak dengan memblokir reseptor androgen (AR) dan/atau menghambat atau menekan produksi androgen. [1] [2] Mereka dapat dianggap sebagai kebalikan fungsional dari agonis AR, misalnya androgen dan steroid anabolik (AAS) seperti testosteron, DHT, dan nandrolon serta modulator reseptor androgen selektif (SARM) seperti enobosarm. Antiandrogen adalah salah satu dari tiga jenis antagonis hormon seks, yang lainnya adalah antiestrogen dan antiprogestogen. [3]

Antiandrogen digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi yang bergantung pada androgen. [4] Pada pria, antiandrogen digunakan dalam pengobatan kanker prostat, pembesaran prostat, rambut rontok di kulit kepala, gairah seks yang terlalu tinggi, dorongan seksual yang tidak biasa dan bermasalah, dan pubertas dini. [5] [6] Pada wanita, antiandrogen digunakan untuk mengobati jerawat, seborrhea, pertumbuhan rambut berlebihan, rambut rontok di kulit kepala, dan kadar androgen tinggi, seperti yang terjadi pada sindrom ovarium polikistik (PCOS). [7] Antiandrogen juga digunakan sebagai komponen terapi hormon feminisasi untuk wanita transgender dan sebagai penghambat pubertas pada gadis transgender. [8]

Efek samping antiandrogen bergantung pada jenis antiandrogen dan spesifik antiandrogen yang bersangkutan. Bagaimanapun, efek samping antiandrogen yang umum pada pria termasuk nyeri payudara, pembesaran payudara, feminisasi, hot flashes, disfungsi seksual, infertilitas, dan osteoporosis. Pada wanita, antiandrogen lebih dapat ditoleransi, dan antiandrogen yang bekerja hanya dengan memblokir androgen secara langsung mempunyai efek samping yang minimal. Namun, karena estrogen dibuat dari androgen di dalam tubuh, antiandrogen yang menekan produksi androgen dapat menyebabkan rendahnya kadar estrogen dan gejala terkait seperti hot flashes, ketidakteraturan menstruasi, dan osteoporosis pada wanita pramenopause.

Ada beberapa jenis utama antiandrogen. [9] Diantaranya termasuk antagonis AR, penghambat sintesis androgen, dan antigonadotropin. [10] Antagonis AR bekerja dengan cara memblokir langsung efek androgen, sedangkan penghambat sintesis androgen dan antigonadotropin bekerja dengan menurunkan kadar androgen. [11] Antagonis AR dapat dibagi lagi menjadi antiandrogen steroid dan antiandrogen nonsteroid; inhibitor sintesis androgen dapat dibagi lagi menjadi inhibitor CYP17A1 dan inhibitor 5α-reduktase; dan antigonadotropin dapat dibagi lagi menjadi modulator hormon pelepas gonadotropin (modulator GnRH), progestogen, dan estrogen. [12] [13] [14]

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Antiandrogens. Mechanisms and paradoxical effects. Ann. Endocrinol. 1989. Vol. 50 (3). hlm. 50(3):189–99.
  2. Encyclopedia of Molecular Cell Biology and Molecular Medicine. 2006. doi:10.1002/3527600906.mcb.200500066. ISBN 3527600906.
  3. Using Medical Terminology: A Practical Approach. Lippincott Williams & Wilkins. 2006. hlm. 977–. ISBN 978-0-7817-4868-1.
  4. Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases. Eur. J. Pharmacol. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.
  5. Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases. Eur. J. Pharmacol. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.
  6. Antiandrogen treatments in locally advanced prostate cancer: are they all the same?. J Cancer Res Clin Oncol. 2006. Vol. 1. hlm. S17-26. doi:10.1007/s00432-006-0133-5.
  7. Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases. Eur. J. Pharmacol. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.
  8. Anti-androgen hormonal therapy for cancer and other diseases. Eur. J. Pharmacol. January 2020. Vol. 866. hlm. 172783. doi:10.1016/j.ejphar.2019.172783.
  9. Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development. Urology. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.
  10. Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development. Urology. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.
  11. Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development. Urology. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.
  12. Androgen deprivation therapy for prostate cancer chemoprevention: current status and future directions for agent development. Urology. 2001. Vol. 58 (2 Suppl 1). hlm. 83–90. doi:10.1016/s0090-4295(01)01247-x.
  13. Hormone Therapy in Breast and Prostate Cancer. Humana Press. 2009. hlm. 325–346. doi:10.1007/978-1-59259-152-7_15. ISBN 978-1-60761-471-5.
  14. Hormone Therapy in Breast and Prostate Cancer. Humana Press. 2009. hlm. 347–368. doi:10.1007/978-1-59259-152-7_16. ISBN 978-1-60761-471-5.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299577 (2026-05-31T22:47:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.