Warfarin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28594405; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:(RS)-Warfarin_Structural_Formula_V1.svg|thumb|right|280px|(RS)-Warfarin Structural Formula V1]] | |||
'''Warfarin''' merupakan [[senyawa organik|senyawa]] antagonis [[vitamin K]] dari kelas [[enantiomer]] yang pertama kali dipasarkan sebagai bahan terapi anti-koagulan sejak tahun 1954.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2756787 Warfarin Pharmacogenetics]. ''Department of Neurology, University of Alabama at Birmingham, Department of Pharmaceutical Outcomes Research and Policy Program and Institute for Public Health Genetics, University of Washington; NA Limdi dan DL Veenstra''.</ref> Efek anti-koagulan yang diberikan warfarin diperoleh dari terhambatnya [[vitamin K]] pada jenjang [[karboksilasi]] γ [[sintesis]] [[faktor koagulasi]] [[protrombin|II]], [[prokonvertin|VII]], [[protromboplastin beta|IX]] dan [[protrombinase|X]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1770479 Warfarin reversal]. ''Department of Haematology, Royal Victoria Infirmary; J P Hanley''.</ref> Sekitar 99% warfarin dalam darah terikat pada [[serum darah|serum]] [[albumin]]. Dalam keadaan terikat, warfarin tidak memiliki aktivitas farmakologis, tidak bertransformasi serta tidak di[[ekskresi]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2275122 Glucuronidation of Monohydroxylated Warfarin Metabolites by Human Liver Microsomes and Human Recombinant UDP-Glucuronosyltransferases]. ''Department of Biochemistry and Molecular Biology, University of Arkansas for Medical Sciences, Arkansas Public Health Laboratory, Arkansas Department of Health, Drug Discovery and Development Technology Center, Faculty of Pharmacy, University of Helsinki, Arkansas Public Health Laboratory, Arkansas Department of Health; Agnieszka Zielinska, Cheryl F. Lichti, Stacie Bratton, Neil C. Mitchell, Anna Gallus-Zawada, Vi-Huyen Le, Moshe Finel, Grover P. Miller, Anna Radominska-Pandya, and Jeffery H. Moran''.</ref> | |||
Pada dosis tinggi, warfarin dapat menyebabkan [[kalsifikasi]] pada [[pembuluh darah]], [[nekrosis]] pada [[kulit]] dan [[kerontokan]] [[rambut]]. | Kedua [[isomer]] warfarin, masing-masing S-Warfarin dan R-Warfarin melintasi jenjang enzimatik [[sitokrom P450]] sebelum melewati lintasan [[glusuronidasi|glukoronidasi]] dan di[[ekskresi]] melalui [[urin]]. R-warfarin terutama diproses oleh [[enzim]] [[sitokrom P450 1A2]] menjadi 6-[[hidroksiwarfarin]] dan 8-hidroksiwarfarin.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9014207 Human P450 metabolism of warfarin]. ''New York State Department of Health, Wadsworth Center; Kaminsky LS, Zhang ZY''.</ref> Enzim jenis [[karbonil reduktase]] juga memproses R-warfarin menjadi [[alkohol]] diastereoisomerik, dan [[sitokrom P450 3A4]] memproses R-warfarin menjadi 10-hidroksiwarfarin. Isomer yang lain, S-warfarin terutama bereaksi dengan enzim [[sitokrom P450 2C9]] menjadi 7-hidroksiwarfarin. Pada lintasan glusuronidasi, 6- dan 7-hidroksiwarfarin bereaksi dengan [[Glusuronosiltransferase]] 1A1, -1A3, -1A10, dan seterusnya. | ||
Pada dosis tinggi, warfarin dapat menyebabkan [[kalsifikasi]] pada [[pembuluh darah]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9743228 Warfarin causes rapid calcification of the elastic lamellae in rat arteries and heart valves]. ''Department of Biology, University of California; Price PA, Faus SA, Williamson MK''.</ref> [[nekrosis]] pada [[kulit]] dan [[kerontokan]] [[rambut]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1885167 Warfarin: almost 60 years old and still causing problems]. ''Department of Pharmacology and Therapeutics, The University of Liverpool; Munir Pirmohamed''.</ref> | |||
== Stereokimia == | == Stereokimia == | ||
Warfarin mengandung stereosenter dan terdiri dari dua enantiomer. Ini adalah [[campuran rasemat]], yaitu campuran 1: 1 dari ('' R '') - dan bentuk '' S ''): | Warfarin mengandung stereosenter dan terdiri dari dua enantiomer. Ini adalah [[campuran rasemat]], yaitu campuran 1: 1 dari ('' R '') - dan bentuk '' S ''):<ref>Rote Liste Service GmbH (Hrsg.): ''Rote Liste 2017 – Arzneimittelverzeichnis für Deutschland (einschließlich EU-Zulassungen und bestimmter Medizinprodukte)''. Rote Liste Service GmbH, Frankfurt/Main, 2017, Aufl. 57, ISBN 978-3-946057-10-9, S. 226.</ref> | ||
{| class="wikitable" style="text-align:center" | |||
|- class="hintergrundfarbe6" | |||
! colspan="2"| Enantiomer dari warfarin | |||
|- | |||
| <br /> CAS-Nummer: 5543-58-8 | |||
| <br /> CAS-Nummer: 5543-57-7 | |||
|} | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 13: | Baris 21: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Warfarin&oldid=28594405 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28594405 (2025-11-21T21:37:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.59
Warfarin merupakan senyawa antagonis vitamin K dari kelas enantiomer yang pertama kali dipasarkan sebagai bahan terapi anti-koagulan sejak tahun 1954.[1] Efek anti-koagulan yang diberikan warfarin diperoleh dari terhambatnya vitamin K pada jenjang karboksilasi γ sintesis faktor koagulasi II, VII, IX dan X,[2] Sekitar 99% warfarin dalam darah terikat pada serum albumin. Dalam keadaan terikat, warfarin tidak memiliki aktivitas farmakologis, tidak bertransformasi serta tidak diekskresi.[3]
Kedua isomer warfarin, masing-masing S-Warfarin dan R-Warfarin melintasi jenjang enzimatik sitokrom P450 sebelum melewati lintasan glukoronidasi dan diekskresi melalui urin. R-warfarin terutama diproses oleh enzim sitokrom P450 1A2 menjadi 6-hidroksiwarfarin dan 8-hidroksiwarfarin.[4] Enzim jenis karbonil reduktase juga memproses R-warfarin menjadi alkohol diastereoisomerik, dan sitokrom P450 3A4 memproses R-warfarin menjadi 10-hidroksiwarfarin. Isomer yang lain, S-warfarin terutama bereaksi dengan enzim sitokrom P450 2C9 menjadi 7-hidroksiwarfarin. Pada lintasan glusuronidasi, 6- dan 7-hidroksiwarfarin bereaksi dengan Glusuronosiltransferase 1A1, -1A3, -1A10, dan seterusnya.
Pada dosis tinggi, warfarin dapat menyebabkan kalsifikasi pada pembuluh darah,[5] nekrosis pada kulit dan kerontokan rambut.[6]
Stereokimia
Warfarin mengandung stereosenter dan terdiri dari dua enantiomer. Ini adalah campuran rasemat, yaitu campuran 1: 1 dari ( R ) - dan bentuk S ):[7]
| Enantiomer dari warfarin | |
|---|---|
CAS-Nummer: 5543-58-8 |
CAS-Nummer: 5543-57-7 |
Pranala luar
Referensi
- ↑ Warfarin Pharmacogenetics. Department of Neurology, University of Alabama at Birmingham, Department of Pharmaceutical Outcomes Research and Policy Program and Institute for Public Health Genetics, University of Washington; NA Limdi dan DL Veenstra.
- ↑ Warfarin reversal. Department of Haematology, Royal Victoria Infirmary; J P Hanley.
- ↑ Glucuronidation of Monohydroxylated Warfarin Metabolites by Human Liver Microsomes and Human Recombinant UDP-Glucuronosyltransferases. Department of Biochemistry and Molecular Biology, University of Arkansas for Medical Sciences, Arkansas Public Health Laboratory, Arkansas Department of Health, Drug Discovery and Development Technology Center, Faculty of Pharmacy, University of Helsinki, Arkansas Public Health Laboratory, Arkansas Department of Health; Agnieszka Zielinska, Cheryl F. Lichti, Stacie Bratton, Neil C. Mitchell, Anna Gallus-Zawada, Vi-Huyen Le, Moshe Finel, Grover P. Miller, Anna Radominska-Pandya, and Jeffery H. Moran.
- ↑ Human P450 metabolism of warfarin. New York State Department of Health, Wadsworth Center; Kaminsky LS, Zhang ZY.
- ↑ Warfarin causes rapid calcification of the elastic lamellae in rat arteries and heart valves. Department of Biology, University of California; Price PA, Faus SA, Williamson MK.
- ↑ Warfarin: almost 60 years old and still causing problems. Department of Pharmacology and Therapeutics, The University of Liverpool; Munir Pirmohamed.
- ↑ Rote Liste Service GmbH (Hrsg.): Rote Liste 2017 – Arzneimittelverzeichnis für Deutschland (einschließlich EU-Zulassungen und bestimmter Medizinprodukte). Rote Liste Service GmbH, Frankfurt/Main, 2017, Aufl. 57, ISBN 978-3-946057-10-9, S. 226.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28594405 (2025-11-21T21:37:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.