Antimon trioksida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29618811; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Antimon(III) oksida''' adalah [[senyawa anorganik]] dengan rumus Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub>. Senyawa ini merupakan senyawa [[antimon]] yang paling dibutuhkan secara komersial. Pada tahun 2012, terdapat 130.000 ton antimon trioksida yang diproduksi di seluruh dunia. Senyawa ini juga dapat ditemui di alam sebagai mineral [[valentinit]] dan [[senarmontit]]. Seperti oksida polimerik lainnya, Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> larut dalam larutan berair lewat proses [[hidrolisis]]. | [[File:Antimony_trioxide.jpg|thumb|right|280px|Antimony trioxide]] | ||
'''Antimon(III) oksida''' adalah [[senyawa anorganik]] dengan rumus Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub>. Senyawa ini merupakan senyawa [[antimon]] yang paling dibutuhkan secara komersial. Pada tahun 2012, terdapat 130.000 ton antimon trioksida yang diproduksi di seluruh dunia.<ref>[http://esis.jrc.ec.europa.eu/doc/risk_assessment/REPORT/datreport415.pdf Archived copy].</ref> Senyawa ini juga dapat ditemui di alam sebagai mineral [[valentinit]] dan [[senarmontit]].<ref>Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (2nd Edn.), Oxford:Butterworth-Heinemann. .</ref> Seperti oksida polimerik lainnya, Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> larut dalam larutan berair lewat proses [[hidrolisis]]. | |||
== Produksi == | == Produksi == | ||
| Baris 12: | Baris 14: | ||
== Properti == | == Properti == | ||
Antimon(III) oksida merupakan senyawa yang bersifat [[amfoterik|amfoter]]. Senyawa ini dapat larut dalam larutan [[natrium hidroksida]] dan menghasilkan NaSbO<sub>2</sub>, yang dapat diisolasi sebagai trihidrat. Antimon(III) oksida juga larut dalam [[asam mineral]] yang terkonsentrasi dan menghasilkan garam mineral tersebut. Jika direaksikan dengan [[asam nitrat]], trioksida mengalami oksidasi menjadi [[antimon(V) oksida]]. | Antimon(III) oksida merupakan senyawa yang bersifat [[amfoterik|amfoter]]. Senyawa ini dapat larut dalam larutan [[natrium hidroksida]] dan menghasilkan NaSbO<sub>2</sub>, yang dapat diisolasi sebagai trihidrat. Antimon(III) oksida juga larut dalam [[asam mineral]] yang terkonsentrasi dan menghasilkan garam mineral tersebut.<ref>Housecroft, C. E. ''Inorganic Chemistry''. Pearson. 2008. hlm. 481. ISBN 978-0-13-175553-6.</ref> Jika direaksikan dengan [[asam nitrat]], trioksida mengalami oksidasi menjadi [[antimon(V) oksida]].<ref>Patnaik, P. ''Handbook of Inorganic Chemicals''. McGraw-Hill. 2002. hlm. 56. ISBN 0-07-049439-8.</ref> | ||
== Struktur == | == Struktur == | ||
{|align="center" class="wikitable" | |||
||||| | |||
|- | |||
|Sb<sub>4</sub>O<sub>6</sub>||senarmontit||valentinit | |||
|} | |||
== Keamanan == | == Keamanan == | ||
Antimon(III) oksida diduga bersifat [[karsinogenik]]. Batas yang ditetapkan untuk paparan di tempat kerja setiap harinya adalah 0.5 mg/m<sup>3</sup>.<br/> | Antimon(III) oksida diduga bersifat [[karsinogenik]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antimon+trioksida&oldid=29618811 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Batas yang ditetapkan untuk paparan di tempat kerja setiap harinya adalah 0.5 mg/m<sup>3</sup>.<ref>Newton, P. E. ''Inhalation Developmental Toxicity Studies In Rats With Antimony(III) oxide (Sb 2 O 3 )''. ''Toxicologist''. 2004. Vol. 78 (1-S). hlm. 38.</ref><br/> | ||
Tidak ada risiko kesehatan lain yang telah ditemukan untuk antimon(III) oksida. | Tidak ada risiko kesehatan lain yang telah ditemukan untuk antimon(III) oksida. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antimon+trioksida&oldid=29618811 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29618811 (2026-08-23T04:00:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.59

Antimon(III) oksida adalah senyawa anorganik dengan rumus Sb2O3. Senyawa ini merupakan senyawa antimon yang paling dibutuhkan secara komersial. Pada tahun 2012, terdapat 130.000 ton antimon trioksida yang diproduksi di seluruh dunia.[1] Senyawa ini juga dapat ditemui di alam sebagai mineral valentinit dan senarmontit.[2] Seperti oksida polimerik lainnya, Sb2O3 larut dalam larutan berair lewat proses hidrolisis.
Produksi
Re-volatilisasi antimon(III) oksida mentah
Pertama-tama stibnit mentah dioksidasi dengan antimon(III) oksida mentah dengan menggunakan tunggu yang suhunya berkisar antara 500 hingga 1.000 °C. Reaksinya adalah sebagai berikut
- 2 Sb2S3 + 9 O2 → 2 Sb2O3 + 6 SO2
Kemudian antimon(III) oksida mentah dimurnikan lewat proses sublimasi.
Oksidasi logam antimon
Logam antimon dioksidasi menjadi antimon(III) oksida di dalam tungku. Reaksi ini bersifat eksotermik.
- 4 Sb + 3 O2 → 2 Sb2O3
Properti
Antimon(III) oksida merupakan senyawa yang bersifat amfoter. Senyawa ini dapat larut dalam larutan natrium hidroksida dan menghasilkan NaSbO2, yang dapat diisolasi sebagai trihidrat. Antimon(III) oksida juga larut dalam asam mineral yang terkonsentrasi dan menghasilkan garam mineral tersebut.[3] Jika direaksikan dengan asam nitrat, trioksida mengalami oksidasi menjadi antimon(V) oksida.[4]
Struktur
| Sb4O6 | senarmontit | valentinit |
Keamanan
Antimon(III) oksida diduga bersifat karsinogenik.[5] Batas yang ditetapkan untuk paparan di tempat kerja setiap harinya adalah 0.5 mg/m3.[6]
Tidak ada risiko kesehatan lain yang telah ditemukan untuk antimon(III) oksida.
Referensi
- ↑ Archived copy.
- ↑ Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (2nd Edn.), Oxford:Butterworth-Heinemann. .
- ↑ Housecroft, C. E. Inorganic Chemistry. Pearson. 2008. hlm. 481. ISBN 978-0-13-175553-6.
- ↑ Patnaik, P. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill. 2002. hlm. 56. ISBN 0-07-049439-8.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Newton, P. E. Inhalation Developmental Toxicity Studies In Rats With Antimony(III) oxide (Sb 2 O 3 ). Toxicologist. 2004. Vol. 78 (1-S). hlm. 38.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29618811 (2026-08-23T04:00:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.