Lompat ke isi

Adenosina monofosfat siklik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22975727; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Adenosina monofosfat siklik''' ('''AMP siklik''' atau '''cAMP''') adalah [[molekul]] berbentuk cincin yang dibuat dari [[ATP]] yang merupakan molekul pensinyalan intraseluler yang umum (mesenjer kedua) pada sel [[eukariota]], misalnya dalam sel [[endokrin]] [[vertebrata]]. Senyawa ini juga merupakan pengatur beberapa [[operon]] [[bakteri]]. ATP diubah menjadi cAMP oleh [[enzim]] yang ada di [[Membran sel|membran plasma]] yaitu [[Adenil siklase]] sebagai respon terhadap sinyal ekstraseluler. Contoh sinyal ekstraselulernya adalah [[adrenalin]]. Adenil siklase menjadi aktif hanya seelah epinefrin terikat pada [[protein]] reseptor spesifik. Dengan demikian, mesenjer pertama, hormon tersebut, menyebabkan enzim mebran mensintesis cAMP, yang memancarkan sinyal ke [[sitoplasma]]. cAMP tidak dapat bertahan lama dalam ketiadaan [[hormon]], karena [[enzim lain]] mengubah cAMP menjadi produk yang inaktif, yaitu [[AMP]]. Adrenalin hanyalah salah satu dari banyak hormon dan molekul sinyal lain yang memicu jalur yang melibatkan cAMP. [[Enterotoksin]] ''[[Vibrio cholerae]]'' dapat meningkatkan produksi cAMP secara berlebihan, sehingga ion [[klorida]] dan [[bikarbonat]] dikeluarkan dalam jumlah banyak dari sel [[mukosa]] ke dalam usus. Akibatnya terjadi dehidrasi yang dapat berujun pada kematian.
'''Adenosina monofosfat siklik''' ('''AMP siklik''' atau '''cAMP''') adalah [[molekul]] berbentuk cincin yang dibuat dari [[ATP]] yang merupakan molekul pensinyalan intraseluler yang umum (mesenjer kedua) pada sel [[eukariota]], misalnya dalam sel [[endokrin]] [[vertebrata]].<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> Senyawa ini juga merupakan pengatur beberapa [[operon]] [[bakteri]].<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> ATP diubah menjadi cAMP oleh [[enzim]] yang ada di [[Membran sel|membran plasma]] yaitu [[Adenil siklase]] sebagai respon terhadap sinyal ekstraseluler.<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> Contoh sinyal ekstraselulernya adalah [[adrenalin]].<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> Adenil siklase menjadi aktif hanya seelah epinefrin terikat pada [[protein]] reseptor spesifik.<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> Dengan demikian, mesenjer pertama, hormon tersebut, menyebabkan enzim mebran mensintesis cAMP, yang memancarkan sinyal ke [[sitoplasma]].<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> cAMP tidak dapat bertahan lama dalam ketiadaan [[hormon]], karena [[enzim lain]] mengubah cAMP menjadi produk yang inaktif, yaitu [[AMP]].<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> Adrenalin hanyalah salah satu dari banyak hormon dan molekul sinyal lain yang memicu jalur yang melibatkan cAMP.<ref>Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. ''Biologi, Edisi Kelima, Jilid I''. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2</ref> [[Enterotoksin]] ''[[Vibrio cholerae]]'' dapat meningkatkan produksi cAMP secara berlebihan, sehingga ion [[klorida]] dan [[bikarbonat]] dikeluarkan dalam jumlah banyak dari sel [[mukosa]] ke dalam usus.<ref>Madigan MT, Martinko JM, Dunlap PV, Clark DP. 2008. Biology of Microorganisms 12th edition. San Francisco: Pearson. Hal:720 ISBN 0-13-196893-9</ref> Akibatnya terjadi dehidrasi yang dapat berujun pada kematian.<ref>Madigan MT, Martinko JM, Dunlap PV, Clark DP. 2008. Biology of Microorganisms 12th edition. San Francisco: Pearson. Hal:720 ISBN 0-13-196893-9</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 5: Baris 5:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adenosina+monofosfat+siklik&oldid=22975727 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22975727 (2023-02-19T21:33:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adenosina+monofosfat+siklik&oldid=22975727 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22975727 (2023-02-19T21:33:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.05

Adenosina monofosfat siklik (AMP siklik atau cAMP) adalah molekul berbentuk cincin yang dibuat dari ATP yang merupakan molekul pensinyalan intraseluler yang umum (mesenjer kedua) pada sel eukariota, misalnya dalam sel endokrin vertebrata.[1] Senyawa ini juga merupakan pengatur beberapa operon bakteri.[2] ATP diubah menjadi cAMP oleh enzim yang ada di membran plasma yaitu Adenil siklase sebagai respon terhadap sinyal ekstraseluler.[3] Contoh sinyal ekstraselulernya adalah adrenalin.[4] Adenil siklase menjadi aktif hanya seelah epinefrin terikat pada protein reseptor spesifik.[5] Dengan demikian, mesenjer pertama, hormon tersebut, menyebabkan enzim mebran mensintesis cAMP, yang memancarkan sinyal ke sitoplasma.[6] cAMP tidak dapat bertahan lama dalam ketiadaan hormon, karena enzim lain mengubah cAMP menjadi produk yang inaktif, yaitu AMP.[7] Adrenalin hanyalah salah satu dari banyak hormon dan molekul sinyal lain yang memicu jalur yang melibatkan cAMP.[8] Enterotoksin Vibrio cholerae dapat meningkatkan produksi cAMP secara berlebihan, sehingga ion klorida dan bikarbonat dikeluarkan dalam jumlah banyak dari sel mukosa ke dalam usus.[9] Akibatnya terjadi dehidrasi yang dapat berujun pada kematian.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  2. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  3. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  4. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  5. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  6. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  7. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  8. Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2002. Biologi, Edisi Kelima, Jilid I. Jakarta: Erlangga. Hal:211. ISBN 979-688-468-2
  9. Madigan MT, Martinko JM, Dunlap PV, Clark DP. 2008. Biology of Microorganisms 12th edition. San Francisco: Pearson. Hal:720 ISBN 0-13-196893-9
  10. Madigan MT, Martinko JM, Dunlap PV, Clark DP. 2008. Biology of Microorganisms 12th edition. San Francisco: Pearson. Hal:720 ISBN 0-13-196893-9

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22975727 (2023-02-19T21:33:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.