Histamina: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29437418; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Histamina''' atau '''histamin''' adalah suatu senyawa [[amina]] nitrogen organik yang disebut juga [[bioamina]]. Histamin ditemukan oleh dr. [[Paul Ehrlich]] pada tahun 1878. | [[File:Histamin_-_Histamine.svg|thumb|right|280px|Histamin - Histamine]] | ||
'''Histamina''' atau '''histamin''' adalah suatu senyawa [[amina]] nitrogen organik yang disebut juga [[bioamina]].<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> Histamin ditemukan oleh dr. [[Paul Ehrlich]] pada tahun 1878.<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> | |||
Histamin terlibat di dalam sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sistem pencernaan dan berfungsi sepagai [[neurotransmiter]] dalam otak, [[sumsum tulang belakang]] dan rahim. Histamin terlibat dalam sistem peradangan dan mempunyai peran utama sebagai mediator gatal. | Histamin terlibat di dalam sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sistem pencernaan dan berfungsi sepagai [[neurotransmiter]] dalam otak, [[sumsum tulang belakang]] dan rahim. Histamin terlibat dalam sistem peradangan dan mempunyai peran utama sebagai mediator gatal. | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
== Sintesis dan metabolisme == | == Sintesis dan metabolisme == | ||
Produk histamin pada keadaan normal terdapat secara alami dan berasal dari pertukaran zat [[histidin]] melalui proses [[dekarboksilasi]] secara [[enzimatis]]. Asam amino histidin akan masuk ke dalam tubuh dari makanan yang kaya akan protein dan telah di[[konsumsi]] tubuh. Pada berbagai jaringan tubuh, terutama pada [[usus halus]], histidin akan diubah menjadi histamin. Histamin juga bekerja sebagai neurotransmiter. Histamin memegang peran utama pada sistem peradangan atau [[inflamasi]]. Histamin terdiri atas cincin imidazol yang terlekat pada rantai entilamin. Dalam kondisi fisiologis, gugus amino di rantai samping diprotonasi. | Produk histamin pada keadaan normal terdapat secara alami dan berasal dari pertukaran zat [[histidin]] melalui proses [[dekarboksilasi]] secara [[enzimatis]].<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> Asam amino histidin akan masuk ke dalam tubuh dari makanan yang kaya akan protein dan telah di[[konsumsi]] tubuh.<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> Pada berbagai jaringan tubuh, terutama pada [[usus halus]], histidin akan diubah menjadi histamin. Histamin juga bekerja sebagai neurotransmiter.<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> Histamin memegang peran utama pada sistem peradangan atau [[inflamasi]].<ref>Thurmond RL. 2010. ''Histamine in Inflammation''. Texas: Springer.</ref> Histamin terdiri atas cincin imidazol yang terlekat pada rantai entilamin. Dalam kondisi fisiologis, gugus amino di rantai samping diprotonasi. | ||
== Lokasi == | == Lokasi == | ||
Hampir semua organ dan jaringan memiliki histamin dalam keadaan terikat dan [[inaktif]], terutama dalam sel-sel tertentu. Contoh sel yang menimbun histamin adalah [[sel mast]] yang berbentuk menyerupai bola-bola kecil berisi gelembung yang penuh dengan histamin dan zat perantara lainnya. Sel mast ini banyak ditemukan pada bagian tubuh yang terpapar dengan lingkungan luar, seperti [[kulit]], lapisan [[mukosa]] [[mata]], [[hidung]], saluran pernapasan, [[usus]], dan juga terdapat dalam [[leukosit basofil]] [[darah]]. | Hampir semua organ dan jaringan memiliki histamin dalam keadaan terikat dan [[inaktif]], terutama dalam sel-sel tertentu.<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> Contoh sel yang menimbun histamin adalah [[sel mast]] yang berbentuk menyerupai bola-bola kecil berisi gelembung yang penuh dengan histamin dan zat perantara lainnya.<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> Sel mast ini banyak ditemukan pada bagian tubuh yang terpapar dengan lingkungan luar, seperti [[kulit]], lapisan [[mukosa]] [[mata]], [[hidung]], saluran pernapasan, [[usus]], dan juga terdapat dalam [[leukosit basofil]] [[darah]].<ref>Tjay TH, Rahardja K. 2007. ''Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya''. Jakarta: Gramedia.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Histamina&oldid=29437418 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29437418 (2026-07-09T22:08:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.10
Histamina atau histamin adalah suatu senyawa amina nitrogen organik yang disebut juga bioamina.[1] Histamin ditemukan oleh dr. Paul Ehrlich pada tahun 1878.[2]
Histamin terlibat di dalam sistem kekebalan tubuh, mengatur fungsi sistem pencernaan dan berfungsi sepagai neurotransmiter dalam otak, sumsum tulang belakang dan rahim. Histamin terlibat dalam sistem peradangan dan mempunyai peran utama sebagai mediator gatal.
Sebagain bagian dari sistem kekebalan tubuh yang menyerang patogen asing, histamin diproduksi oleh basofil dan sel mast dari jaringan ikat sekitarnya. Histamin meningkatkan permeabilitas jalur kapiler supaya sel darah putih dan protein untuk sistem imun bisa memasuki jaringan tubuh yang mengalami infeksi dan melawan kuman-kuman yang menyebabkan infeksi tersebut.
Sintesis dan metabolisme
Produk histamin pada keadaan normal terdapat secara alami dan berasal dari pertukaran zat histidin melalui proses dekarboksilasi secara enzimatis.[3] Asam amino histidin akan masuk ke dalam tubuh dari makanan yang kaya akan protein dan telah dikonsumsi tubuh.[4] Pada berbagai jaringan tubuh, terutama pada usus halus, histidin akan diubah menjadi histamin. Histamin juga bekerja sebagai neurotransmiter.[5] Histamin memegang peran utama pada sistem peradangan atau inflamasi.[6] Histamin terdiri atas cincin imidazol yang terlekat pada rantai entilamin. Dalam kondisi fisiologis, gugus amino di rantai samping diprotonasi.
Lokasi
Hampir semua organ dan jaringan memiliki histamin dalam keadaan terikat dan inaktif, terutama dalam sel-sel tertentu.[7] Contoh sel yang menimbun histamin adalah sel mast yang berbentuk menyerupai bola-bola kecil berisi gelembung yang penuh dengan histamin dan zat perantara lainnya.[8] Sel mast ini banyak ditemukan pada bagian tubuh yang terpapar dengan lingkungan luar, seperti kulit, lapisan mukosa mata, hidung, saluran pernapasan, usus, dan juga terdapat dalam leukosit basofil darah.[9]
Referensi
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
- ↑ Thurmond RL. 2010. Histamine in Inflammation. Texas: Springer.
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
- ↑ Tjay TH, Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Gramedia.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29437418 (2026-07-09T22:08:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.