Kekuatan asam: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28378525; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
Kekuatan suatu asam biasanya diukur dari [[konstanta disosiasi asam]]nya (''K''<sub>a</sub>), yang dapat ditentukan secara eksperimen melalui metode [[Titrimetri|titrasi]]. Asam yang lebih kuat memiliki ''K''<sub>a</sub> yang lebih besar dan konstanta logaritma yang lebih kecil (p''K''<sub>a</sub> = −log ''K''<sub>a</sub>) daripada asam yang lebih lemah. Semakin kuat suatu asam, semakin mudah ia kehilangan proton, . Dua faktor utama yang menyumbang kemudahan mengalami [[deprotonasi]] adalah [[Polaritas (kimia)|polaritas]] ikatan H—A dan ukuran atom A, yang menentukan kekuatan ikatan H—A. Kekuatan asam juga tergantung pada kestabilan basa konjugatnya. | Kekuatan suatu asam biasanya diukur dari [[konstanta disosiasi asam]]nya (''K''<sub>a</sub>), yang dapat ditentukan secara eksperimen melalui metode [[Titrimetri|titrasi]]. Asam yang lebih kuat memiliki ''K''<sub>a</sub> yang lebih besar dan konstanta logaritma yang lebih kecil (p''K''<sub>a</sub> = −log ''K''<sub>a</sub>) daripada asam yang lebih lemah. Semakin kuat suatu asam, semakin mudah ia kehilangan proton, . Dua faktor utama yang menyumbang kemudahan mengalami [[deprotonasi]] adalah [[Polaritas (kimia)|polaritas]] ikatan H—A dan ukuran atom A, yang menentukan kekuatan ikatan H—A. Kekuatan asam juga tergantung pada kestabilan basa konjugatnya. | ||
Sementara nilai p''K''<sub>a</sub> menentukan kecenderungan suatu solut asam untuk memindahkan proton ke pelarut standar (umumnya air atau [[Dimetil sulfoksida|DMSO]]), kecenderungan pelarut asam untuk memindahkan proton ke solut terkaitnya (biasanya basa [[anilin]] lemah) ditentukan berdasarkan [[fungsi keasaman Hammett]], nilai ''H''<sub>0</sub>. Meskipun kedua konsep kekuatan asam ini sering dianggap sebagai kencenderungan umum suatu zat mendonorkan proton, nilai p''K''<sub>a</sub> dan ''H''<sub>0</sub> mengukur sifat yang berbeda dan kadang-kadang menyimpang. Misalnya, hidrogen fluorida, ketika dilarutkan dalam air (p''K''<sub>a</sub> = 3,2) atau DMSO (p''K''<sub>a</sub> = 15), memiliki nilai p''K''<sub>a</sub> yang menunjukkan bahwa ia mengalami disosiasi tak sempurna dalam kedua pelarut ini, menunjukkan bahwa ia adalah asam lemah. Namun, dalam kondisi kering, media asam, hidrogen fluorida memiliki nilai ''H''<sub>0</sub> –15, membuatnya memprotonasi medium dengan kekuatan melebihi asam sulfat 100%, sehingga secara definitif, ia adalah [[superasam]]. (Untuk mencegah ketidakjelasan, istilah "asam kuat" dalam artikel ini adalah asam yang memiliki nilai p''K''<sub>a</sub> < –1,74, kecuali bila disebutkan lain. Ini selaras dengan bahasa umum yang digunakan oleh para praktisi kimia). | Sementara nilai p''K''<sub>a</sub> menentukan kecenderungan suatu solut asam untuk memindahkan proton ke pelarut standar (umumnya air atau [[Dimetil sulfoksida|DMSO]]), kecenderungan pelarut asam untuk memindahkan proton ke solut terkaitnya (biasanya basa [[anilin]] lemah) ditentukan berdasarkan [[fungsi keasaman Hammett]], nilai ''H''<sub>0</sub>. Meskipun kedua konsep kekuatan asam ini sering dianggap sebagai kencenderungan umum suatu zat mendonorkan proton, nilai p''K''<sub>a</sub> dan ''H''<sub>0</sub> mengukur sifat yang berbeda dan kadang-kadang menyimpang. Misalnya, hidrogen fluorida, ketika dilarutkan dalam air (p''K''<sub>a</sub> = 3,2) atau DMSO (p''K''<sub>a</sub> = 15), memiliki nilai p''K''<sub>a</sub> yang menunjukkan bahwa ia mengalami disosiasi tak sempurna dalam kedua pelarut ini, menunjukkan bahwa ia adalah asam lemah. Namun, dalam kondisi kering, media asam, hidrogen fluorida memiliki nilai ''H''<sub>0</sub> –15,<ref>Joan-Nan Jack Liang. [https://macsphere.mcmaster.ca/bitstream/11375/8664/1/fulltext.pdf The Hammett Acidity Function for Hydrofluoric Acid and some related Superacid Systems (Ph.D. Thesis)]. McMaster University. 1976. hlm. 94.</ref> membuatnya memprotonasi medium dengan kekuatan melebihi asam sulfat 100%, sehingga secara definitif, ia adalah [[superasam]].<ref>Miessler G.L. and Tarr D.A. ''Inorganic Chemistry'' (2nd ed., Prentice-Hall 1998, p.170)</ref> (Untuk mencegah ketidakjelasan, istilah "asam kuat" dalam artikel ini adalah asam yang memiliki nilai p''K''<sub>a</sub> < –1,74, kecuali bila disebutkan lain. Ini selaras dengan bahasa umum yang digunakan oleh para praktisi kimia). | ||
Ketika medium asam yang dipertanyakan adalah larutan air encer, ''H''<sub>0</sub> mendekati sama dengan nilai [[pH]], yang merupakan –log dari konsentrasi H<sup>+</sup> dalam larutan berair. pH larutan sederhana suatu asam ditentukan oleh ''K''<sub>a</sub> dan konsentrasi asam sekaligus. Untuk larutan asam lemah, ia tergantung pada [[Disosiasi (kimia)|derajat disosiasi]], yang dapat ditentukan melalui perhitungan kesetimbangan. Untuk larutan pekat suatu asam, terutama asam kuat dengan pH < 0, pengukuran nilai ''H''<sub>0</sub> lebih baik daripada mengukur pH-nya. | Ketika medium asam yang dipertanyakan adalah larutan air encer, ''H''<sub>0</sub> mendekati sama dengan nilai [[pH]], yang merupakan –log dari konsentrasi H<sup>+</sup> dalam larutan berair. pH larutan sederhana suatu asam ditentukan oleh ''K''<sub>a</sub> dan konsentrasi asam sekaligus. Untuk larutan asam lemah, ia tergantung pada [[Disosiasi (kimia)|derajat disosiasi]], yang dapat ditentukan melalui perhitungan kesetimbangan. Untuk larutan pekat suatu asam, terutama asam kuat dengan pH < 0, pengukuran nilai ''H''<sub>0</sub> lebih baik daripada mengukur pH-nya. | ||
== Asam kuat == | == Asam kuat == | ||
''Asam kuat'' adalah asam yang terdisosiasi menurut reaksi berikut: | ''Asam kuat'' adalah asam yang terdisosiasi menurut reaksi berikut: | ||
:<chem>HA + S <=> SH+ + A-</chem> | :<chem>HA + S <=> SH+ + A-</chem> | ||
| Baris 28: | Baris 26: | ||
:<chem>HCl\ ->\ H^+\ +\ Cl^-\ (dalam\ larutan\ air)</chem> | :<chem>HCl\ ->\ H^+\ +\ Cl^-\ (dalam\ larutan\ air)</chem> | ||
Asam apapun dengan nilai p''K''<sub>a</sub> yang kurang dari -2 diklasifikasikan sebagai asm kuat. Hasil ini berasal dari [[Larutan dapar#Kapasitas dapar|kapasitas dapar]] larutan yang sangat tinggi dengan [[PH|nilai pH]] 1 atau kurang dan dikenal sebagai [[efek leveling]]. | Asam apapun dengan nilai p''K''<sub>a</sub> yang kurang dari -2 diklasifikasikan sebagai asm kuat. Hasil ini berasal dari [[Larutan dapar#Kapasitas dapar|kapasitas dapar]] larutan yang sangat tinggi dengan [[PH|nilai pH]] 1 atau kurang dan dikenal sebagai [[efek leveling]].<ref>Porterfield, William W. ''Inorganic Chemistry'' (Addison-Wesley 1984) p.260</ref> | ||
Berikut adalah asam kuat dalam larutan berair dan dimetil sulfoksida. Nilai p''K''<sub>a</sub> tidak dapat diukur secara eksperimen. Nilai dalam tabel berikut merupakan rata-rata dari 8 perhitungan teoretis yang berbeda | Berikut adalah asam kuat dalam larutan berair dan dimetil sulfoksida. Nilai p''K''<sub>a</sub> tidak dapat diukur secara eksperimen. Nilai dalam tabel berikut merupakan rata-rata dari 8 perhitungan teoretis yang berbeda | ||
: | :{| class="wikitable" | ||
|+Estimasi nilai [[Konstanta disosiasi asam|p''K''<sub>a</sub>]]<ref>Aleksander Trummal. ''Acidity of strong acids in water and dimethyl sulfoxide''. ''J. Phys. Chem. A''. 2016. Vol. 120 (20). hlm. 3663–3669. doi:10.1021/acs.jpca.6b02253.</ref> | |||
|- | |||
!Asam!!Rumus!! dalm air||dalam DMSO | |||
|- | |||
|[[Asam klorida]]||HCl||-5,9 ± 0,4 ||−2,0 ± 0,6 | |||
|- | |||
|[[Asam bromida]]||HBr ||-8,8 ± 0,8||−6,8 ± 0,8 | |||
|- | |||
|[[Asam iodida]]|| HI ||-9,5 ± 1||−10,9 ± 1 | |||
|- | |||
|[[Asam triflat]]|| H[CF<sub>3</sub>SO<sub>3</sub>] ||−14 ± 2||−14 ± 2 | |||
|- | |||
|[[Asam perklorat]]|| H[ClO<sub>4</sub>] ||−15 ± 2||−15 ± 2 | |||
|} | |||
Selain itu, dalam air | Selain itu, dalam air | ||
* [[Asam nitrat]] HNO<sub>3</sub> p''K''<sub>a</sub> = -1,6 | * [[Asam nitrat]] HNO<sub>3</sub> p''K''<sub>a</sub> = -1,6 <ref>R. P. Bell. ''The Proton in Chemistry''. Cornell University Press. 1973.</ref> | ||
* [[Asam sulfat]] H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (disosiasi pertama saja, p''K''<sub>a1</sub> ≈ −3) | * [[Asam sulfat]] H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (disosiasi pertama saja, p''K''<sub>a1</sub> ≈ −3)<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kekuatan+asam&oldid=28378525 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Senyawa berikut dapat digunakan sebagai protonator dalam [[kimia organik]]: | Senyawa berikut dapat digunakan sebagai protonator dalam [[kimia organik]]: | ||
| Baris 43: | Baris 55: | ||
* H[FSO<sub>3</sub>SbF<sub>5</sub>] | * H[FSO<sub>3</sub>SbF<sub>5</sub>] | ||
* H[CHB<sub>11</sub>Cl<sub>11</sub>] | * H[CHB<sub>11</sub>Cl<sub>11</sub>] | ||
* H[FSO<sub>3</sub>] (p''K''<sub>a</sub> = −6,4) | * H[FSO<sub>3</sub>] (p''K''<sub>a</sub> = −6,4)<ref>J.P. Guthrie. ''Hydrolysis of esters of oxy acids: p''K'' a values for strong acids''. ''Can. J. Chem''. 1978. Vol. 56 (17). hlm. 2342–2354. doi:10.1139/v78-385.</ref> | ||
[[Asam sulfonat]], seperti (asam tosilat) adalah kelas [[asam okso]] organik kuat. Beberapa asam sulfonat dapat diisolasi sebagai padatan. [[Polistirena]] difungsikan menjadi [[polistirena sulfonat]] adalah contoh zat yang merupakan asam kuat padat. | [[Asam sulfonat]], seperti (asam tosilat) adalah kelas [[asam okso]] organik kuat.<ref>J.P. Guthrie. ''Hydrolysis of esters of oxy acids: p''K'' a values for strong acids''. ''Can. J. Chem''. 1978. Vol. 56 (17). hlm. 2342–2354. doi:10.1139/v78-385.</ref> Beberapa asam sulfonat dapat diisolasi sebagai padatan. [[Polistirena]] difungsikan menjadi [[polistirena sulfonat]] adalah contoh zat yang merupakan asam kuat padat. | ||
== Asam lemah == | == Asam lemah == | ||
Asam lemah adalah zat yang terdisosiasi sebagian ketika ia dilarutkan dalam suatu pelarut. Dalam larutannya terdapat kesetimbangan antara asam, HA, dan produk disosiasinya. | Asam lemah adalah zat yang terdisosiasi sebagian ketika ia dilarutkan dalam suatu pelarut. Dalam larutannya terdapat kesetimbangan antara asam, HA, dan produk disosiasinya. | ||
:<chem>HA <=> H+ + A-</chem> | :<chem>HA <=> H+ + A-</chem> | ||
| Baris 72: | Baris 82: | ||
=== Penentuan eksperimental === | === Penentuan eksperimental === | ||
Penentuan nilai p''K''<sub>a</sub> secara eksperimen umumnya dilakukan dengan metode [[titrimetri]].<ref>A.E. Martell. [https://archive.org/details/determinationuse0000mart_k4t3 Determination and Use of Stability Constants]. Wiley. 1992. ISBN 0-471-18817-4. Chapter 4: Experimental Procedure for Potentiometric pH Measurement of Metal Complex Equilibria</ref> Prosedur yang biasa dilakukan sebagai berikut. Sejumlah asam kuat ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung asam atau garam dari asam, hingga suatu titik di mana senyawa tersebut terprotonasi sempurna. Larutan kemudian dititrasi dengan basa kuat | |||
Penentuan nilai p''K''<sub>a</sub> secara eksperimen umumnya dilakukan dengan metode [[titrimetri]]. Prosedur yang biasa dilakukan sebagai berikut. Sejumlah asam kuat ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung asam atau garam dari asam, hingga suatu titik di mana senyawa tersebut terprotonasi sempurna. Larutan kemudian dititrasi dengan basa kuat | |||
:<chem>HA + OH- -> A- + H2O</chem> | :<chem>HA + OH- -> A- + H2O</chem> | ||
| Baris 89: | Baris 98: | ||
:<chem>CH3COOH + HCl <=> CH3C(OH)2+ + Cl-</chem> | :<chem>CH3COOH + HCl <=> CH3C(OH)2+ + Cl-</chem> | ||
Tingkat ionisasi [[hidrogen halida]] menurun sesuai urutan HI > HBr > HCl. Asam asetat dikatakan sebagai [[Efek leveling|pelarut pembeda]] untuk ketiga asam tersebut, sedangkan air tidak. | Tingkat ionisasi [[hidrogen halida]] menurun sesuai urutan HI > HBr > HCl. Asam asetat dikatakan sebagai [[Efek leveling|pelarut pembeda]] untuk ketiga asam tersebut, sedangkan air tidak.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kekuatan+asam&oldid=28378525 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Contoh penting pelarut yang lebih basa daripada air adalah [[dimetil sulfoksida]], DMSO, . Suatu senyawa yang merupakan asam lemah di air dapat menjadi asam kuat dalam DMSO. [[Asam asetat]] adalah contoh zat ini. Nilai pKa larutan dalam DMSO dan pelarut lainnya dapat dijumpai di [http://tera.chem.ut.ee/~ivo/HA_UT/ ''Acidity–Basicity Data in Nonaqueous Solvents'']. | Contoh penting pelarut yang lebih basa daripada air adalah [[dimetil sulfoksida]], DMSO, . Suatu senyawa yang merupakan asam lemah di air dapat menjadi asam kuat dalam DMSO. [[Asam asetat]] adalah contoh zat ini. Nilai pKa larutan dalam DMSO dan pelarut lainnya dapat dijumpai di [http://tera.chem.ut.ee/~ivo/HA_UT/ ''Acidity–Basicity Data in Nonaqueous Solvents'']. | ||
[[Superasam]] adalah asam kuat meskipun dalam pelarut dengan konstanta dielektrik rendah. Contoh superasam adalah [[asam fluoroantimonat]] dan [[asam ajaib]]. Beberapa superasam dapat dikristalkan. Mereka juga dapat menstabilkan [[karbokation]] secara kuantitatif. | [[Superasam]] adalah asam kuat meskipun dalam pelarut dengan konstanta dielektrik rendah. Contoh superasam adalah [[asam fluoroantimonat]] dan [[asam ajaib]]. Beberapa superasam dapat dikristalkan.<ref>Dingliang Zhang. ''Superacid Anions: Crystal and Molecular Structures of Oxonium Undecafluorodiantimonate(V), [H 3 O][Sb 2 F 11 ], Cesium Fluorosulfate, CsSO 3 F, Cesium Hydrogen Bis(fluorosulfate), Cs[H(SO 3 F) 2 ], Cesium Tetrakis(fluorosulfato)aurate(III), Cs[Au(SO 3 F) 4 ], Cesium Hexakis(fluorosulfato)platinate(IV), Cs 2 [Pt(SO 3 F) 6 ], and Cesium Hexakis(fluorosulfato)antimonate(V), Cs[Sb(SO 3 F) 6 ]''. ''Inorg. Chem''. 1996. Vol. 35 (21). hlm. 6113–6130. doi:10.1021/ic960525l.</ref> Mereka juga dapat menstabilkan [[karbokation]] secara kuantitatif.<ref>George A. Olah, Schlosberg RH. ''Chemistry in Super Acids. I. Hydrogen Exchange and Polycondensation of Methane and Alkanes in FSO 3 H–SbF 5 ("Magic Acid") Solution. Protonation of Alkanes and the Intermediacy of CH 5 + and Related Hydrocarbon Ions. The High Chemical Reactivity of "Paraffins" in Ionic Solution Reactions''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1968. Vol. 90 (10). hlm. 2726–7. doi:10.1021/ja01012a066.</ref> | ||
== Faktor penentu kekuatan asam == | == Faktor penentu kekuatan asam == | ||
=== Efek induktif === | === Efek induktif === | ||
Dalam asam karboksilat organik, suatu substituen elektronegatif dapat menarik densitas elektron keluar dari ikatan asamnya melalui [[efek induktif]], menghasilkan nilai p''K''<sub>a</sub> yang lebih kecil. Semakin menurun efeknya, unsur elektronegatif semakin jauh dari gugus karboksilat, seperti digambarkan oleh deret [[asam butanoat]] [[Halogenasi|terhalogenasi]] berikut. | Dalam asam karboksilat organik, suatu substituen elektronegatif dapat menarik densitas elektron keluar dari ikatan asamnya melalui [[efek induktif]], menghasilkan nilai p''K''<sub>a</sub> yang lebih kecil. Semakin menurun efeknya, unsur elektronegatif semakin jauh dari gugus karboksilat, seperti digambarkan oleh deret [[asam butanoat]] [[Halogenasi|terhalogenasi]] berikut. | ||
{|class="wikitable" border="1" | |||
|- | |||
!Struktur | |||
!Nama | |||
!p''K''<sub>a</sub> | |||
|- | |||
|||asam 2-klorobutanoat||2,86 | |||
|- | |||
|||asam 3-klorobutanoat||4,0 | |||
|- | |||
|||asam 4-klorobutanoat||4,5 | |||
|- | |||
|||asam butanoat||4,5 | |||
|} | |||
=== Pengaruh tingkat oksidasi === | === Pengaruh tingkat oksidasi === | ||
Dalam rangkaian [[asam okso]] suatu unsur, nilai p''K''<sub>a</sub> menurun sesuai tingkat oksidasi unsurnya. Asam okso dari klorin menggambarkan tren ini, | Dalam rangkaian [[asam okso]] suatu unsur, nilai p''K''<sub>a</sub> menurun sesuai tingkat oksidasi unsurnya. Asam okso dari klorin menggambarkan tren ini,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kekuatan+asam&oldid=28378525 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
{|class="wikitable" style="text-align: center; border="1" | |||
|- | |||
!Struktur | |||
!Nama!!Tingkat<br>oksidasi | |||
!p''K''<sub>a</sub> | |||
|-align="center" | |||
|||[[asam perklorat]]|| 7||style="width: 30pt;"| -8<sup>†</sup> | |||
|-align="center" | |||
| ||[[asam klorat]]||5||-1 | |||
|-align="center" | |||
||||[[asam klorit]]||3||2,0 | |||
|-align="center" | |||
| ||[[asam hipoklorit]]||1||7,53 | |||
|} | |||
† teoretis | † teoretis | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* Titration of acids [http://www2.iq.usp.br/docente/gutz/Curtipot_.html - freeware untuk analisis data] dan simulasi kurva titrasi potensiometri | * Titration of acids [http://www2.iq.usp.br/docente/gutz/Curtipot_.html - freeware untuk analisis data] dan simulasi kurva titrasi potensiometri | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kekuatan+asam&oldid=28378525 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28378525 (2025-11-08T00:39:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kekuatan+asam&oldid=28378525 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28378525 (2025-11-08T00:39:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.06
Kekuatan asam merujuk pada kecenderungan suatu asam, disimbolkan dengan rumus kimia HA, mengalami disosiasi menjadi proton, , dan sebuah anion, . Asam kuat dalam larutan mengalami disosiasi sempurna, kecuali dalam keadaan pekatnya.
Contoh asam kuat adalah asam klorida (), asam perklorat (), asam nitrat () dan asam sulfat ().
Asam lemah hanya terdisosiasi sebagian, sehingga dalam larutannya terdapat produk disosiasi dan asam yang tak terdisosiasi, yang keduanya berada dalam kesetimbangan.
Asam asetat () adalah contoh asam lemah. Kekuatan asam lemah diukur dengan nilai konstanta disosiasi asamnya (pKa).
Kekuatan asam organik lemah tergantung pada efek substituennya. Kekuatan asam anorganik tergantung pada tingkat oksidasi atom yang mengikat proton. Kekuatan asam tergantung pada pelarutnya. Sebagai contoh, hidrogen klorida adalah asam kuat dalam larutan air, tetapi menjadi asam lemah jika dilarutkan dalam asam asetat glasial.
Penentuan kekuatan asam
Kekuatan suatu asam biasanya diukur dari konstanta disosiasi asamnya (Ka), yang dapat ditentukan secara eksperimen melalui metode titrasi. Asam yang lebih kuat memiliki Ka yang lebih besar dan konstanta logaritma yang lebih kecil (pKa = −log Ka) daripada asam yang lebih lemah. Semakin kuat suatu asam, semakin mudah ia kehilangan proton, . Dua faktor utama yang menyumbang kemudahan mengalami deprotonasi adalah polaritas ikatan H—A dan ukuran atom A, yang menentukan kekuatan ikatan H—A. Kekuatan asam juga tergantung pada kestabilan basa konjugatnya.
Sementara nilai pKa menentukan kecenderungan suatu solut asam untuk memindahkan proton ke pelarut standar (umumnya air atau DMSO), kecenderungan pelarut asam untuk memindahkan proton ke solut terkaitnya (biasanya basa anilin lemah) ditentukan berdasarkan fungsi keasaman Hammett, nilai H0. Meskipun kedua konsep kekuatan asam ini sering dianggap sebagai kencenderungan umum suatu zat mendonorkan proton, nilai pKa dan H0 mengukur sifat yang berbeda dan kadang-kadang menyimpang. Misalnya, hidrogen fluorida, ketika dilarutkan dalam air (pKa = 3,2) atau DMSO (pKa = 15), memiliki nilai pKa yang menunjukkan bahwa ia mengalami disosiasi tak sempurna dalam kedua pelarut ini, menunjukkan bahwa ia adalah asam lemah. Namun, dalam kondisi kering, media asam, hidrogen fluorida memiliki nilai H0 –15,[1] membuatnya memprotonasi medium dengan kekuatan melebihi asam sulfat 100%, sehingga secara definitif, ia adalah superasam.[2] (Untuk mencegah ketidakjelasan, istilah "asam kuat" dalam artikel ini adalah asam yang memiliki nilai pKa < –1,74, kecuali bila disebutkan lain. Ini selaras dengan bahasa umum yang digunakan oleh para praktisi kimia).
Ketika medium asam yang dipertanyakan adalah larutan air encer, H0 mendekati sama dengan nilai pH, yang merupakan –log dari konsentrasi H+ dalam larutan berair. pH larutan sederhana suatu asam ditentukan oleh Ka dan konsentrasi asam sekaligus. Untuk larutan asam lemah, ia tergantung pada derajat disosiasi, yang dapat ditentukan melalui perhitungan kesetimbangan. Untuk larutan pekat suatu asam, terutama asam kuat dengan pH < 0, pengukuran nilai H0 lebih baik daripada mengukur pH-nya.
Asam kuat
Asam kuat adalah asam yang terdisosiasi menurut reaksi berikut:
dengan S mewakili molekul pelarut, seperti molekul air atau DMSO, sedemikian rupa karena konsentrasi spesies HA yang tak terdisosiasi sangat kecil untuk diukur. Untuk keperluan praktis, asam kuat dapat dikatakan terdisosiasi sempurna. Contoh asam kuat adalah asam klorida.
Asam apapun dengan nilai pKa yang kurang dari -2 diklasifikasikan sebagai asm kuat. Hasil ini berasal dari kapasitas dapar larutan yang sangat tinggi dengan nilai pH 1 atau kurang dan dikenal sebagai efek leveling.[3]
Berikut adalah asam kuat dalam larutan berair dan dimetil sulfoksida. Nilai pKa tidak dapat diukur secara eksperimen. Nilai dalam tabel berikut merupakan rata-rata dari 8 perhitungan teoretis yang berbeda
Estimasi nilai pKa[4] Asam Rumus dalm air dalam DMSO Asam klorida HCl -5,9 ± 0,4 −2,0 ± 0,6 Asam bromida HBr -8,8 ± 0,8 −6,8 ± 0,8 Asam iodida HI -9,5 ± 1 −10,9 ± 1 Asam triflat H[CF3SO3] −14 ± 2 −14 ± 2 Asam perklorat H[ClO4] −15 ± 2 −15 ± 2
Selain itu, dalam air
- Asam nitrat HNO3 pKa = -1,6 [5]
- Asam sulfat H2SO4 (disosiasi pertama saja, pKa1 ≈ −3)[6]
Senyawa berikut dapat digunakan sebagai protonator dalam kimia organik:
- Asam fluoroantimonat H[SbF6]
- H[FSO3SbF5]
- H[CHB11Cl11]
- H[FSO3] (pKa = −6,4)[7]
Asam sulfonat, seperti (asam tosilat) adalah kelas asam okso organik kuat.[8] Beberapa asam sulfonat dapat diisolasi sebagai padatan. Polistirena difungsikan menjadi polistirena sulfonat adalah contoh zat yang merupakan asam kuat padat.
Asam lemah
Asam lemah adalah zat yang terdisosiasi sebagian ketika ia dilarutkan dalam suatu pelarut. Dalam larutannya terdapat kesetimbangan antara asam, HA, dan produk disosiasinya.
Pelarutnya (air, misalnya) diabaikan dari persamaan ini jika konsentrasinya secara efektif tidak berubah akibat proses disosiasi asam. Kekuatan asam lemah dapat diukur melalui konstanta disosiasi, Ka, yang didefinisikan sebagai berikut, di mana [X] adalah konsentrasi gugusan kimia, X.
Jika nilai Ka diketahui, maka dapat digunakan untuk menentukan tingkat disosiasi dalam larutan dengan konsentrasi asam yang diketahui, TH, dengan menerapkan hukum kekekalan massa.
dengan TH adalah nilai konsentrasi analitik asam. Ketika semua kuantitas dalam persamaan ini diperlakukan sebagai angka, muatan ion tidak ditunjukkan dan persamaannya menjadi persamaan kuadrat dengan nilai dari nilai konsentrasi ion hidrogen, [H].
Persamaan ini menunjukkan bahwa pH suatu larutan asam lemah tergantung pada baik nilai Ka maupun konsentrasinya. Contoh umum asam lemah meliputi asam asetat dan . Asam seperti asam oksalat (HOOC–COOH) dikatakan sebagai diprotik (atau berbasa dua) karena ia dapat kehilangan dua proton dan bereaksi dengan dua molekul basa sederhana. Asam fosfat () adalah asam triprotik (atau berbasa tiga).
Untuk lebih jelas tentang kekuatan asam dapat dilihat pada artikel konstanta disosiasi asam. Ini meliputi asam seperti asam diprotik asam suksinat, yang membuat metode sederhana perhitungan pH, yang dibahas di atas, menjadi tidak dapat digunakan.
Penentuan eksperimental
Penentuan nilai pKa secara eksperimen umumnya dilakukan dengan metode titrimetri.[9] Prosedur yang biasa dilakukan sebagai berikut. Sejumlah asam kuat ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung asam atau garam dari asam, hingga suatu titik di mana senyawa tersebut terprotonasi sempurna. Larutan kemudian dititrasi dengan basa kuat
hingga dalam larutan hanya tertinggal spesies A− yang terdeprotonasi. Pada setiap titik selama titrasi, pH diukur menggunakan elektrode kaca dan pH meter. Tetapan kesetimbangan dicari menggunakan nilai pH hitung yang sesuai dengan nilai teramati, menggunakan metode kuadrat terkecil.
Pasangan asam/basa konjugat
Kadang-kadang ada pernyataan "konjugat dari asam lemah adalah basa kuat". Pernyatan semacam ini adalah tidak tepat. Misalnya, asam asetat adalah asam lemah dengan Ka = 1,75 x 10−5. Basa konjugatnya adalah ion asetat dengan Kb = 10−14/Ka = 5,7 x 10−10 (dari hubungan Ka × Kb = 10−14), yang tentunya bukan merupakan basa kuat. Konjugat dari asam lemah sering kali merupakan basa lemah dan sebaliknya.
Asam dalam pelarut non-air
Kekuatan suatu asam bervariasi sesuai pelarutnya. Suatu asam yang kuat dalam air bisa menjadi lemah dalam pelarut yang kurang basa, dan suatu asam yang lemah dalam air dapat menjadi kuat dalam pelarut yang lebih basa. Menurut teori asam-basa Brønsted–Lowry, pelarut S dapat menerima proton.
Sebagai contoh, asam klorida adalah basa lemah jika dilarutkan dalam asam asetat murni, , yang lebih asam daripada air.
Tingkat ionisasi hidrogen halida menurun sesuai urutan HI > HBr > HCl. Asam asetat dikatakan sebagai pelarut pembeda untuk ketiga asam tersebut, sedangkan air tidak.[10]
Contoh penting pelarut yang lebih basa daripada air adalah dimetil sulfoksida, DMSO, . Suatu senyawa yang merupakan asam lemah di air dapat menjadi asam kuat dalam DMSO. Asam asetat adalah contoh zat ini. Nilai pKa larutan dalam DMSO dan pelarut lainnya dapat dijumpai di Acidity–Basicity Data in Nonaqueous Solvents.
Superasam adalah asam kuat meskipun dalam pelarut dengan konstanta dielektrik rendah. Contoh superasam adalah asam fluoroantimonat dan asam ajaib. Beberapa superasam dapat dikristalkan.[11] Mereka juga dapat menstabilkan karbokation secara kuantitatif.[12]
Faktor penentu kekuatan asam
Efek induktif
Dalam asam karboksilat organik, suatu substituen elektronegatif dapat menarik densitas elektron keluar dari ikatan asamnya melalui efek induktif, menghasilkan nilai pKa yang lebih kecil. Semakin menurun efeknya, unsur elektronegatif semakin jauh dari gugus karboksilat, seperti digambarkan oleh deret asam butanoat terhalogenasi berikut.
| Struktur | Nama | pKa |
|---|---|---|
| asam 2-klorobutanoat | 2,86 | |
| asam 3-klorobutanoat | 4,0 | |
| asam 4-klorobutanoat | 4,5 | |
| asam butanoat | 4,5 |
Pengaruh tingkat oksidasi
Dalam rangkaian asam okso suatu unsur, nilai pKa menurun sesuai tingkat oksidasi unsurnya. Asam okso dari klorin menggambarkan tren ini,[13]
| Struktur | Nama | Tingkat oksidasi |
pKa |
|---|---|---|---|
| asam perklorat | 7 | -8† | |
| asam klorat | 5 | -1 | |
| asam klorit | 3 | 2,0 | |
| asam hipoklorit | 1 | 7,53 |
† teoretis
Pranala luar
- Titration of acids - freeware untuk analisis data dan simulasi kurva titrasi potensiometri
Referensi
- ↑ Joan-Nan Jack Liang. The Hammett Acidity Function for Hydrofluoric Acid and some related Superacid Systems (Ph.D. Thesis). McMaster University. 1976. hlm. 94.
- ↑ Miessler G.L. and Tarr D.A. Inorganic Chemistry (2nd ed., Prentice-Hall 1998, p.170)
- ↑ Porterfield, William W. Inorganic Chemistry (Addison-Wesley 1984) p.260
- ↑ Aleksander Trummal. Acidity of strong acids in water and dimethyl sulfoxide. J. Phys. Chem. A. 2016. Vol. 120 (20). hlm. 3663–3669. doi:10.1021/acs.jpca.6b02253.
- ↑ R. P. Bell. The Proton in Chemistry. Cornell University Press. 1973.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ J.P. Guthrie. Hydrolysis of esters of oxy acids: pK a values for strong acids. Can. J. Chem. 1978. Vol. 56 (17). hlm. 2342–2354. doi:10.1139/v78-385.
- ↑ J.P. Guthrie. Hydrolysis of esters of oxy acids: pK a values for strong acids. Can. J. Chem. 1978. Vol. 56 (17). hlm. 2342–2354. doi:10.1139/v78-385.
- ↑ A.E. Martell. Determination and Use of Stability Constants. Wiley. 1992. ISBN 0-471-18817-4. Chapter 4: Experimental Procedure for Potentiometric pH Measurement of Metal Complex Equilibria
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Dingliang Zhang. Superacid Anions: Crystal and Molecular Structures of Oxonium Undecafluorodiantimonate(V), [H 3 O][Sb 2 F 11 ], Cesium Fluorosulfate, CsSO 3 F, Cesium Hydrogen Bis(fluorosulfate), Cs[H(SO 3 F) 2 ], Cesium Tetrakis(fluorosulfato)aurate(III), Cs[Au(SO 3 F) 4 ], Cesium Hexakis(fluorosulfato)platinate(IV), Cs 2 [Pt(SO 3 F) 6 ], and Cesium Hexakis(fluorosulfato)antimonate(V), Cs[Sb(SO 3 F) 6 ]. Inorg. Chem. 1996. Vol. 35 (21). hlm. 6113–6130. doi:10.1021/ic960525l.
- ↑ George A. Olah, Schlosberg RH. Chemistry in Super Acids. I. Hydrogen Exchange and Polycondensation of Methane and Alkanes in FSO 3 H–SbF 5 ("Magic Acid") Solution. Protonation of Alkanes and the Intermediacy of CH 5 + and Related Hydrocarbon Ions. The High Chemical Reactivity of "Paraffins" in Ionic Solution Reactions. Journal of the American Chemical Society. 1968. Vol. 90 (10). hlm. 2726–7. doi:10.1021/ja01012a066.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28378525 (2025-11-08T00:39:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.