Lompat ke isi

Skandium klorida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29583725; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Skandium(III) klorida''' adalah [[senyawa kimia|senyawa]] [[kimia anorganik|anorganik]] dengan [[rumus kimia|rumus]] ScCl<sub>3</sub>. Ini adalah senyawa ionik putih yang mudah meleleh, yang bersifat  sangat larut dalam [[air]]. Garam ini terutama diminati di laboratorium penelitian. Baik bentuk anhidrat maupun heksahidrat (ScCl<sub>3</sub>•6H<sub>2</sub>O) tersedia secara komersial.
[[File:Bismuth-triiodide-layer-3D-balls.png|thumb|right|280px|Bismuth-triiodide-layer-3D-balls]]
 
'''Skandium(III) klorida''' adalah [[senyawa kimia|senyawa]] [[kimia anorganik|anorganik]] dengan [[rumus kimia|rumus]] ScCl<sub>3</sub>. Ini adalah senyawa ionik putih yang mudah meleleh, yang bersifat  sangat larut dalam [[air]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skandium+klorida&oldid=29583725 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Garam ini terutama diminati di laboratorium penelitian. Baik bentuk anhidrat maupun heksahidrat (ScCl<sub>3</sub>•6H<sub>2</sub>O) tersedia secara komersial.


==Struktur==
==Struktur==
ScCl<sub>3</sub> mengkristal dalam motif BiI<sub>3</sub> berlapis, yang menonjolkan pusat skandium oktahedral. Monomer ScCl<sub>3</sub> adalah spesi dominan dalam fase uap pada 900 K, dimer Sc<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> menyumbang sekitar 8%. Spektrum difraksi elektron menunjukkan bahwa monomer adalah planar dan dimer memiliki dua penghubung atom Cl masing-masing Sc menjadi 4 koordinat.
ScCl<sub>3</sub> mengkristal dalam motif BiI<sub>3</sub> berlapis, yang menonjolkan pusat skandium oktahedral.<ref>Crystal Structure of ScCl 3 Refined from Powder Neutron Diffraction Data, Fjellvåg, H., Karen, P., Acta Chemica Scandinavica, 48, 294-297,</ref> Monomer ScCl<sub>3</sub> adalah spesi dominan dalam fase uap pada 900 K, dimer Sc<sub>2</sub>Cl<sub>6</sub> menyumbang sekitar 8%.<ref>Haaland A., Martinsen K-G, Shorokhov D.J, Girichev G.V., Sokolov V.I, J. Chem. Soc., Dalton Trans., 1998, 2787 - 2792,</ref> Spektrum difraksi elektron menunjukkan bahwa monomer adalah planar dan dimer memiliki dua penghubung atom Cl masing-masing Sc menjadi 4 koordinat.<ref>Haaland A., Martinsen K-G, Shorokhov D.J, Girichev G.V., Sokolov V.I, J. Chem. Soc., Dalton Trans., 1998, 2787 - 2792,</ref>


==Reaksi==
==Reaksi==
 
ScCl<sub>3</sub> adalah asam Lewis yang menyerap air untuk menghasilkan kompleks aquo. Berdasarkan kristalografi sinar-X, salah satu hidrat tersebut adalah garam ''trans''-[ScCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub>]Cl·2H<sub>2</sub>O.<ref>The Rare Earth Elements, Fundamentals and Applications David A. Atwood, 2012, John Wiley & Sons Inc,</ref> Dengan ligan yang kurang basa tetrahidrofuran, ScCl<sub>3</sub> menghasilkan campuran ScCl<sub>3</sub>(TH)<sub>3</sub> sebagai kristal putih. Kompleks yang larut dalam THF ini digunakan dalam sintesis senyawa organoskandium.<ref>Manzer, L. E., "Tetrahydrofuran Complexes of Selected Early Transition Metals", Inorganic Syntheses, 1982, volume 21, page 135-40.</ref> ScCl<sub>3</sub> telah diubah menjadi garam dodesil sulfatnya, yang telah diselidiki sebagai "katalis gabungan surfaktan [[asam Lewis]]" (LASC) dalam reaksi mirip aldol.<ref>Kei Manabe. [https://archive.org/details/sim_tetrahedron_1999-09-10_55_37/page/11203 Effects of Lewis acid-surfactant-combined catalysts on aldol and Diels-Alder reactions in water]. ''Tetrahedron''. 1999. Vol. 55 (37). hlm. 11203–11208. doi:10.1016/S0040-4020(99)00642-0.</ref>
 
ScCl<sub>3</sub> adalah asam Lewis yang menyerap air untuk menghasilkan kompleks aquo. Berdasarkan kristalografi sinar-X, salah satu hidrat tersebut adalah garam ''trans''-[ScCl<sub>2</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub>]Cl·2H<sub>2</sub>O. Dengan ligan yang kurang basa tetrahidrofuran, ScCl<sub>3</sub> menghasilkan campuran ScCl<sub>3</sub>(TH)<sub>3</sub> sebagai kristal putih. Kompleks yang larut dalam THF ini digunakan dalam sintesis senyawa organoskandium. ScCl<sub>3</sub> telah diubah menjadi garam dodesil sulfatnya, yang telah diselidiki sebagai "katalis gabungan surfaktan [[asam Lewis]]" (LASC) dalam reaksi mirip aldol.


===Reduksi===
===Reduksi===
Skandium(III) klorida digunakan oleh [[Karl Fischer]] yang pertama kali membuat skandium logam dengan elektrolisis lelehan eutektik skandium(III) klorida dan garam lainnya pada 700-800&nbsp;°C.
Skandium(III) klorida digunakan oleh [[Karl Fischer]] yang pertama kali membuat skandium logam dengan elektrolisis lelehan eutektik skandium(III) klorida dan garam lainnya pada 700-800&nbsp;°C.<ref>Werner Fischer. ''Über das metallische Scandium''. ''Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie''. 1937. Vol. 231 (1–2). hlm. 54–62. doi:10.1002/zaac.19372310107.</ref>


ScCl<sub>3</sub> bereaksi dengan logam skandium menghasilkan sejumlah klorida dimana skandium memiliki bilangan oksidasi <+3, ScCl, Sc<sub>7</sub>Cl<sub>10</sub>, Sc<sub>2</sub>Cl<sub>3</sub>, Sc<sub>5</sub>Cl<sub>8</sub> dan Sc<sub>7</sub>Cl<sub>12</sub>. Sebagai contoh, reduksi ScCl<sub>3</sub> dengan logam skandium dengan adanya [[sesium klorida]] menghasilkan senyawa CsScCl<sub>3</sub> yang mengandung rantai linier komposisi Sc<sup>II</sup>Cl<sub>3</sub><sup>−</sup>, mengandung Sc<sup>II</sup>Cl<sub>6</sub> oktahedra berbagi muka.
ScCl<sub>3</sub> bereaksi dengan logam skandium menghasilkan sejumlah klorida dimana skandium memiliki bilangan oksidasi <+3, ScCl, Sc<sub>7</sub>Cl<sub>10</sub>, Sc<sub>2</sub>Cl<sub>3</sub>, Sc<sub>5</sub>Cl<sub>8</sub> dan Sc<sub>7</sub>Cl<sub>12</sub>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skandium+klorida&oldid=29583725 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>J.D. Corbett. ''Extended metal-metal bonding in halides of the early transition metals''. ''Acc. Chem. Res''. 1981. Vol. 14 (8). hlm. 239–246. doi:10.1021/ar00068a003.</ref> Sebagai contoh, reduksi ScCl<sub>3</sub> dengan logam skandium dengan adanya [[sesium klorida]] menghasilkan senyawa CsScCl<sub>3</sub> yang mengandung rantai linier komposisi Sc<sup>II</sup>Cl<sub>3</sub><sup>−</sup>, mengandung Sc<sup>II</sup>Cl<sub>6</sub> oktahedra berbagi muka.<ref>Gerd. Meyer. ''Reduced ternary halides of scandium: RbScX3 (X = chlorine, bromine) and CsScX3 (X = chlorine, bromine, iodine)''. ''Inorganic Chemistry''. 1981. Vol. 20 (8). hlm. 2627–2631. doi:10.1021/ic50222a047.</ref>


==Penggunaan==
==Penggunaan==
Skandium(III) klorida ditemukan di beberapa lampu halida, [[serat optik]], keramik elektronik, dan [[laser]].
Skandium(III) klorida ditemukan di beberapa lampu halida, [[serat optik]], keramik elektronik, dan [[laser]].<ref>Metal Suppliers Online. (2000). [http://www.suppliersonline.com/research/Charts/periodic/021Scandium.asp Scandium Chloride]</ref>


==Referensi==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skandium+klorida&oldid=29583725 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29583725 (2026-08-15T15:46:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skandium+klorida&oldid=29583725 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29583725 (2026-08-15T15:46:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.03

Bismuth-triiodide-layer-3D-balls

Skandium(III) klorida adalah senyawa anorganik dengan rumus ScCl3. Ini adalah senyawa ionik putih yang mudah meleleh, yang bersifat sangat larut dalam air.[1] Garam ini terutama diminati di laboratorium penelitian. Baik bentuk anhidrat maupun heksahidrat (ScCl3•6H2O) tersedia secara komersial.

Struktur

ScCl3 mengkristal dalam motif BiI3 berlapis, yang menonjolkan pusat skandium oktahedral.[2] Monomer ScCl3 adalah spesi dominan dalam fase uap pada 900 K, dimer Sc2Cl6 menyumbang sekitar 8%.[3] Spektrum difraksi elektron menunjukkan bahwa monomer adalah planar dan dimer memiliki dua penghubung atom Cl masing-masing Sc menjadi 4 koordinat.[4]

Reaksi

ScCl3 adalah asam Lewis yang menyerap air untuk menghasilkan kompleks aquo. Berdasarkan kristalografi sinar-X, salah satu hidrat tersebut adalah garam trans-[ScCl2(H2O)4]Cl·2H2O.[5] Dengan ligan yang kurang basa tetrahidrofuran, ScCl3 menghasilkan campuran ScCl3(TH)3 sebagai kristal putih. Kompleks yang larut dalam THF ini digunakan dalam sintesis senyawa organoskandium.[6] ScCl3 telah diubah menjadi garam dodesil sulfatnya, yang telah diselidiki sebagai "katalis gabungan surfaktan asam Lewis" (LASC) dalam reaksi mirip aldol.[7]

Reduksi

Skandium(III) klorida digunakan oleh Karl Fischer yang pertama kali membuat skandium logam dengan elektrolisis lelehan eutektik skandium(III) klorida dan garam lainnya pada 700-800 °C.[8]

ScCl3 bereaksi dengan logam skandium menghasilkan sejumlah klorida dimana skandium memiliki bilangan oksidasi <+3, ScCl, Sc7Cl10, Sc2Cl3, Sc5Cl8 dan Sc7Cl12.[9][10] Sebagai contoh, reduksi ScCl3 dengan logam skandium dengan adanya sesium klorida menghasilkan senyawa CsScCl3 yang mengandung rantai linier komposisi ScIICl3, mengandung ScIICl6 oktahedra berbagi muka.[11]

Penggunaan

Skandium(III) klorida ditemukan di beberapa lampu halida, serat optik, keramik elektronik, dan laser.[12]

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Crystal Structure of ScCl 3 Refined from Powder Neutron Diffraction Data, Fjellvåg, H., Karen, P., Acta Chemica Scandinavica, 48, 294-297,
  3. Haaland A., Martinsen K-G, Shorokhov D.J, Girichev G.V., Sokolov V.I, J. Chem. Soc., Dalton Trans., 1998, 2787 - 2792,
  4. Haaland A., Martinsen K-G, Shorokhov D.J, Girichev G.V., Sokolov V.I, J. Chem. Soc., Dalton Trans., 1998, 2787 - 2792,
  5. The Rare Earth Elements, Fundamentals and Applications David A. Atwood, 2012, John Wiley & Sons Inc,
  6. Manzer, L. E., "Tetrahydrofuran Complexes of Selected Early Transition Metals", Inorganic Syntheses, 1982, volume 21, page 135-40.
  7. Kei Manabe. Effects of Lewis acid-surfactant-combined catalysts on aldol and Diels-Alder reactions in water. Tetrahedron. 1999. Vol. 55 (37). hlm. 11203–11208. doi:10.1016/S0040-4020(99)00642-0.
  8. Werner Fischer. Über das metallische Scandium. Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie. 1937. Vol. 231 (1–2). hlm. 54–62. doi:10.1002/zaac.19372310107.
  9. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  10. J.D. Corbett. Extended metal-metal bonding in halides of the early transition metals. Acc. Chem. Res. 1981. Vol. 14 (8). hlm. 239–246. doi:10.1021/ar00068a003.
  11. Gerd. Meyer. Reduced ternary halides of scandium: RbScX3 (X = chlorine, bromine) and CsScX3 (X = chlorine, bromine, iodine). Inorganic Chemistry. 1981. Vol. 20 (8). hlm. 2627–2631. doi:10.1021/ic50222a047.
  12. Metal Suppliers Online. (2000). Scandium Chloride

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29583725 (2026-08-15T15:46:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.