Lompat ke isi

Neontologi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29029316; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:
* [[Gajah india]] (''Elephas maximus'') adalah spesies yang masih hidup (ekstan), dan [[mamut berbulu]] (''Mammuthus primigenius'') adalah spesies yang telah punah.
* [[Gajah india]] (''Elephas maximus'') adalah spesies yang masih hidup (ekstan), dan [[mamut berbulu]] (''Mammuthus primigenius'') adalah spesies yang telah punah.
* [[Rusa besar]] (''Alces alces'') adalah spesies yang masih hidup, dan [[rusa irlandia]] (''Megaloceros giganteus'') adalah spesies yang telah punah.
* [[Rusa besar]] (''Alces alces'') adalah spesies yang masih hidup, dan [[rusa irlandia]] (''Megaloceros giganteus'') adalah spesies yang telah punah.
* Dalam kelompok [[moluska]] yang dikenal sebagai [[sefalopoda]],  terdapat sekitar 600 spesies yang masih hidup dan 7.500 spesies yang telah punah.
* Dalam kelompok [[moluska]] yang dikenal sebagai [[sefalopoda]],  terdapat sekitar 600 spesies yang masih hidup dan 7.500 spesies yang telah punah.<ref>Francisco J. Ayala. [https://archive.org/details/essentialreading0000unse_x0j0 Essential readings in evolutionary biology]. 2014-03-15. ISBN 978-1-4214-1305-1.</ref>


Sebuah takson dapat diklasifikasikan punah jika disepakati secara luas atau dipastikan bahwa tidak ada anggota kelompok tersebut yang masih hidup. Sebaliknya, takson yang telah punah dapat diklasifikasikan ulang sebagai ekstan (masih hidup) jika terdapat penemuan baru spesies yang masih hidup ("[[spesies Lazarus]]"), atau jika spesies yang sebelumnya diketahui masih hidup diklasifikasikan ulang sebagai anggota takson tersebut.
Sebuah takson dapat diklasifikasikan punah jika disepakati secara luas atau dipastikan bahwa tidak ada anggota kelompok tersebut yang masih hidup. Sebaliknya, takson yang telah punah dapat diklasifikasikan ulang sebagai ekstan (masih hidup) jika terdapat penemuan baru spesies yang masih hidup ("[[spesies Lazarus]]"), atau jika spesies yang sebelumnya diketahui masih hidup diklasifikasikan ulang sebagai anggota takson tersebut.
Baris 8: Baris 8:
Sebagian besar ahli biologi, [[zoologi|ahli zoologi]], dan [[botaniwan|ahli botani]] pada praktiknya adalah neontolog, dan istilah neontolog sebagian besar digunakan oleh para paleontolog untuk merujuk pada non-[[Paleontologi|paleontolog]]. [[Stephen Jay Gould]] berkata mengenai neontologi:
Sebagian besar ahli biologi, [[zoologi|ahli zoologi]], dan [[botaniwan|ahli botani]] pada praktiknya adalah neontolog, dan istilah neontolog sebagian besar digunakan oleh para paleontolog untuk merujuk pada non-[[Paleontologi|paleontolog]]. [[Stephen Jay Gould]] berkata mengenai neontologi:
<blockquote>
<blockquote>
Semua profesi mempertahankan [[parokialisme|sifat parokial]] mereka, dan saya percaya bahwa pembaca non-paleontolog akan memaafkan [[wikt:manifestation|manifestasi]] utama kami akan hal itu. Kami adalah paleontolog, jadi kami membutuhkan nama untuk membedakan diri kami dengan Anda semua yang mempelajari [[organisme]] modern dalam [[waktu]] [[manusia]] atau [[ekologi|ekologis]]. Karena itu Anda menjadi neontolog. Kami menyadari sifat yang tidak seimbang dan parokial dari pembagian [[Dikotomi|dikotomis]] ini.
Semua profesi mempertahankan [[parokialisme|sifat parokial]] mereka, dan saya percaya bahwa pembaca non-paleontolog akan memaafkan [[wikt:manifestation|manifestasi]] utama kami akan hal itu. Kami adalah paleontolog, jadi kami membutuhkan nama untuk membedakan diri kami dengan Anda semua yang mempelajari [[organisme]] modern dalam [[waktu]] [[manusia]] atau [[ekologi|ekologis]]. Karena itu Anda menjadi neontolog. Kami menyadari sifat yang tidak seimbang dan parokial dari pembagian [[Dikotomi|dikotomis]] ini.<ref>Stephan Shennan. ''Pattern and Process in Cultural Evolution''. University of California Press. 2009. hlm. 115. ISBN 978-0-520-25599-9.</ref>
</blockquote>
</blockquote>


Biologi evolusioner neontologis memiliki perspektif waktu antara 100 hingga 1000 tahun. Dasar fundamental neontologi bergantung pada model seleksi alam serta [[spesiasi]]. Metode neontologi, jika dibandingkan dengan [[paleontologi]] evolusioner, memiliki penekanan yang lebih besar pada eksperimen. Terdapat diskontinuitas yang lebih sering muncul dalam paleontologi dibandingkan dalam neontologi, karena paleontologi melibatkan taksa yang telah punah. Neontologi memiliki organisme yang benar-benar hadir dan tersedia untuk diambil sampelnya dan diteliti. Metode penelitian neontologi menggunakan [[kladistika]] untuk memeriksa [[morfologi (biologi)|morfologi]] dan [[genetika]]. Data neontologi lebih menekankan pada data genetik dan struktur populasi dibandingkan dengan paleontologi.
Biologi evolusioner neontologis memiliki perspektif waktu antara 100 hingga 1000 tahun. Dasar fundamental neontologi bergantung pada model seleksi alam serta [[spesiasi]]. Metode neontologi, jika dibandingkan dengan [[paleontologi]] evolusioner, memiliki penekanan yang lebih besar pada eksperimen. Terdapat diskontinuitas yang lebih sering muncul dalam paleontologi dibandingkan dalam neontologi, karena paleontologi melibatkan taksa yang telah punah. Neontologi memiliki organisme yang benar-benar hadir dan tersedia untuk diambil sampelnya dan diteliti.<ref>Francisco J. Ayala. [https://archive.org/details/essentialreading0000unse_x0j0 Essential readings in evolutionary biology]. 2014-03-15. ISBN 978-1-4214-1305-1.</ref> Metode penelitian neontologi menggunakan [[kladistika]] untuk memeriksa [[morfologi (biologi)|morfologi]] dan [[genetika]]. Data neontologi lebih menekankan pada data genetik dan struktur populasi dibandingkan dengan paleontologi.<ref>Stephan Shennan. ''Pattern and Process in Cultural Evolution''. University of California Press. 2009. hlm. 115. ISBN 978-0-520-25599-9.</ref>
 
==Referensi==
 


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neontologi&oldid=29029316 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29029316 (2026-03-12T09:07:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neontologi&oldid=29029316 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29029316 (2026-03-12T09:07:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 18.03

Neontologi adalah bagian dari biologi yang, berlawanan dengan paleontologi, mempelajari dan menangani organisme yang masih hidup (atau, secara lebih umum, organisme masa kini). Bidang ini mengkaji tentang taksa ekstan: taksa (seperti spesies, genera, dan famili) yang anggotanya masih hidup, alih-alih yang telah punah. Sebagai contoh:

  • Gajah india (Elephas maximus) adalah spesies yang masih hidup (ekstan), dan mamut berbulu (Mammuthus primigenius) adalah spesies yang telah punah.
  • Rusa besar (Alces alces) adalah spesies yang masih hidup, dan rusa irlandia (Megaloceros giganteus) adalah spesies yang telah punah.
  • Dalam kelompok moluska yang dikenal sebagai sefalopoda, terdapat sekitar 600 spesies yang masih hidup dan 7.500 spesies yang telah punah.[1]

Sebuah takson dapat diklasifikasikan punah jika disepakati secara luas atau dipastikan bahwa tidak ada anggota kelompok tersebut yang masih hidup. Sebaliknya, takson yang telah punah dapat diklasifikasikan ulang sebagai ekstan (masih hidup) jika terdapat penemuan baru spesies yang masih hidup ("spesies Lazarus"), atau jika spesies yang sebelumnya diketahui masih hidup diklasifikasikan ulang sebagai anggota takson tersebut.

Sebagian besar ahli biologi, ahli zoologi, dan ahli botani pada praktiknya adalah neontolog, dan istilah neontolog sebagian besar digunakan oleh para paleontolog untuk merujuk pada non-paleontolog. Stephen Jay Gould berkata mengenai neontologi:

Semua profesi mempertahankan sifat parokial mereka, dan saya percaya bahwa pembaca non-paleontolog akan memaafkan manifestasi utama kami akan hal itu. Kami adalah paleontolog, jadi kami membutuhkan nama untuk membedakan diri kami dengan Anda semua yang mempelajari organisme modern dalam waktu manusia atau ekologis. Karena itu Anda menjadi neontolog. Kami menyadari sifat yang tidak seimbang dan parokial dari pembagian dikotomis ini.[2]

Biologi evolusioner neontologis memiliki perspektif waktu antara 100 hingga 1000 tahun. Dasar fundamental neontologi bergantung pada model seleksi alam serta spesiasi. Metode neontologi, jika dibandingkan dengan paleontologi evolusioner, memiliki penekanan yang lebih besar pada eksperimen. Terdapat diskontinuitas yang lebih sering muncul dalam paleontologi dibandingkan dalam neontologi, karena paleontologi melibatkan taksa yang telah punah. Neontologi memiliki organisme yang benar-benar hadir dan tersedia untuk diambil sampelnya dan diteliti.[3] Metode penelitian neontologi menggunakan kladistika untuk memeriksa morfologi dan genetika. Data neontologi lebih menekankan pada data genetik dan struktur populasi dibandingkan dengan paleontologi.[4]

Referensi

  1. Francisco J. Ayala. Essential readings in evolutionary biology. 2014-03-15. ISBN 978-1-4214-1305-1.
  2. Stephan Shennan. Pattern and Process in Cultural Evolution. University of California Press. 2009. hlm. 115. ISBN 978-0-520-25599-9.
  3. Francisco J. Ayala. Essential readings in evolutionary biology. 2014-03-15. ISBN 978-1-4214-1305-1.
  4. Stephan Shennan. Pattern and Process in Cultural Evolution. University of California Press. 2009. hlm. 115. ISBN 978-0-520-25599-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29029316 (2026-03-12T09:07:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.