Lompat ke isi

Pemalsuan dalam: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28380733; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pemalsuan dalam''' () ([[Portmanteau|lakuran]] dari "[[Pemelajaran dalam|''deep learning'']]" dan "''fake''")) adalah teknik untuk [[sintesis citra manusia]] menggunakan [[kecerdasan buatan]]. Pemalsuan dalam digunakan untuk menggabungkan dan [[Superimposisi|menempatkan]] gambar dan video yang ada ke sumber gambar atau video menggunakan teknik [[pemelajaran mesin]] yang dikenal sebagai [[jaringan permusuhan generatif]].
'''Pemalsuan dalam''' () ([[Portmanteau|lakuran]] dari "[[Pemelajaran dalam|''deep learning'']]" dan "''fake''"<ref name="FoxNews2018">John Brandon. [http://www.foxnews.com/tech/2018/02/16/terrifying-high-tech-porn-creepy-deepfake-videos-are-on-rise.html Terrifying high-tech porn: Creepy 'deepfake' videos are on the rise]. ''Fox News''. 2018-02-16.</ref>)) adalah teknik untuk [[sintesis citra manusia]] menggunakan [[kecerdasan buatan]]. Pemalsuan dalam digunakan untuk menggabungkan dan [[Superimposisi|menempatkan]] gambar dan video yang ada ke sumber gambar atau video menggunakan teknik [[pemelajaran mesin]] yang dikenal sebagai [[jaringan permusuhan generatif]].<ref name="Schwartz">Oscar Schwartz. [https://www.theguardian.com/technology/2018/nov/12/deep-fakes-fake-news-truth You thought fake news was bad? Deep fakes are where truth goes to die]. ''The Guardian''. 12 November 2018.</ref>


Karena kemampuan ini, pemalsuan dalam telah digunakan untuk membuat [[Rekaman sex selebriti|video porno selebriti]], [[pornografi balas dendam]], [[berita palsu]], [[berita bohong]], perundungan, dan [[Skandal akuntansi|penipuan finansial]]. Ini telah memicu respons baik dari industri maupun pemerintah untuk mendeteksi dan membatasi penggunaannya.
Karena kemampuan ini, pemalsuan dalam telah digunakan untuk membuat [[Rekaman sex selebriti|video porno selebriti]], [[pornografi balas dendam]], [[berita palsu]], [[berita bohong]], perundungan, dan [[Skandal akuntansi|penipuan finansial]].<ref name="HighSnobiety2018">[https://www.highsnobiety.com/p/what-are-deepfakes-ai-porn/ What Are Deepfakes & Why the Future of Porn is Terrifying]. ''Highsnobiety''. 2018-02-20.</ref><ref>[https://theoutline.com/post/3179/deepfake-videos-are-freaking-experts-out Experts fear face swapping tech could start an international showdown]. ''The Outline''.</ref><ref>Kevin Roose. [https://www.nytimes.com/2018/03/04/technology/fake-videos-deepfakes.html Here Come the Fake Videos, Too]. ''The New York Times''. 2018-03-04.</ref> Ini telah memicu respons baik dari industri maupun pemerintah untuk mendeteksi dan membatasi penggunaannya.<ref>Abhimanyu Ghoshal. [https://thenextweb.com/news/twitter-pornhub-and-other-platforms-ban-ai-generated-celebrity-porn Twitter, Pornhub and other platforms ban AI-generated celebrity porn]. ''TNW Insider''. 2018-02-07.</ref><ref>[http://www.congress.gov/ H.R.3230 - 116th Congress (2019-2020): DEEP FAKES Accountability Act]. ''www.congress.gov''. 2019-06-28.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Penelitian akademis ===
=== Penelitian akademis ===
Penelitian akademis yang terkait dengan pemalsuan dalam terletak terutama di bidang [[penglihatan komputer]], subbidang ilmu komputer sering didasarkan pada kecerdasan buatan yang berfokus pada pemrosesan komputer dari gambar dan video digital. Proyek pertama yang cukup signifikan adalah program Video Rewrite, yang diterbitkan pada tahun 1997, yang memodifikasi rekaman video seseorang yang sedang berbicara untuk menggambarkan orang itu mengucapkan kata-kata yang terdapat dalam trek audio yang berbeda.
Penelitian akademis yang terkait dengan pemalsuan dalam terletak terutama di bidang [[penglihatan komputer]], subbidang ilmu komputer sering didasarkan pada kecerdasan buatan yang berfokus pada pemrosesan komputer dari gambar dan video digital. Proyek pertama yang cukup signifikan adalah program Video Rewrite, yang diterbitkan pada tahun 1997, yang memodifikasi rekaman video seseorang yang sedang berbicara untuk menggambarkan orang itu mengucapkan kata-kata yang terdapat dalam trek audio yang berbeda.<ref>Christoph Bregler. [https://doi.org/10.1145/258734.258880 Video Rewrite: Driving Visual Speech with Audio]. ''Proceedings of the 24th Annual Conference on Computer Graphics and Interactive Techniques''. 1997. Vol. 24. hlm. 353–360.</ref>


Proyek akademik kontemporer telah berfokus pada pembuatan video yang lebih realistis dan membuat teknik lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih mudah diakses. Program "Synthesizing Obama", yang diterbitkan pada 2017, memodifikasi rekaman video mantan presiden [[Barack Obama]] untuk menggambarkan dia mengucapkan kata-kata yang terkandung dalam trek audio terpisah. Proyek ini mendaftar sebagai kontribusi penelitian utama teknik fotorealistik untuk menyintesis bentuk mulut dari audio. Program Face2Face, yang diterbitkan pada tahun 2016, memodifikasi rekaman video wajah seseorang untuk menggambarkan mereka meniru ekspresi wajah orang lain secara waktu nyata.
Proyek akademik kontemporer telah berfokus pada pembuatan video yang lebih realistis dan membuat teknik lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih mudah diakses. Program "Synthesizing Obama", yang diterbitkan pada 2017, memodifikasi rekaman video mantan presiden [[Barack Obama]] untuk menggambarkan dia mengucapkan kata-kata yang terkandung dalam trek audio terpisah.<ref>Supasorn Suwajanakorn. [http://doi.acm.org/10.1145/3072959.3073640 Synthesizing Obama: Learning Lip Sync from Audio]. ''ACM Trans. Graph''. July 2017. Vol. 36.4. hlm. 95:1–95:13.</ref> Proyek ini mendaftar sebagai kontribusi penelitian utama teknik fotorealistik untuk menyintesis bentuk mulut dari audio. Program Face2Face, yang diterbitkan pada tahun 2016, memodifikasi rekaman video wajah seseorang untuk menggambarkan mereka meniru ekspresi wajah orang lain secara waktu nyata.<ref>Justus Thies. [http://ieeexplore.ieee.org/document/7780631/ Face2Face: Real-Time Face Capture and Reenactment of RGB Videos]. ''2016 IEEE Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR)''. IEEE. June 2016. hlm. 2387–2395. doi:10.1109/CVPR.2016.262. ISBN 9781467388511.</ref>


== Politik ==
== Politik ==
Pemalsuan dalam telah digunakan untuk merepresentasikan politikus terkenal di [[portal video]] atau ruang obrolan. Misalnya, wajah Presiden Argentina [[Mauricio Macri]] digantikan oleh wajah [[Adolf Hitler]], dan wajah [[Angela Merkel]] digantikan dengan wajah [[Donald Trump]]. Pada bulan April 2018, [[Jordan Peele]] dan [[Jonah Peretti]] menciptakan pemalsuan dalam menggunakan wajah [[Barack Obama]] sebagai [[Iklan layanan masyarakat|pengumuman layanan masyarakat]] tentang bahaya pemalsuan dalam. Pada Januari 2019, afiliasi [[Fox Broadcasting Company|televisi Fox]], [[KCPQ]], menyiarkan pemalsuan dalam Trump selama [[Januari 2019 alamat Oval Office|pidato Oval Office-nya]], mengejek penampilan dan warna kulitnya.
Pemalsuan dalam telah digunakan untuk merepresentasikan politikus terkenal di [[portal video]] atau ruang obrolan. Misalnya, wajah Presiden Argentina [[Mauricio Macri]] digantikan oleh wajah [[Adolf Hitler]], dan wajah [[Angela Merkel]] digantikan dengan wajah [[Donald Trump]].<ref name=":0">[https://www.aargauerzeitung.ch/leben/digital/wenn-merkel-ploetzlich-trumps-gesicht-traegt-die-gefaehrliche-manipulation-von-bildern-und-videos-132155720 Wenn Merkel plötzlich Trumps Gesicht trägt: die gefährliche Manipulation von Bildern und Videos]. az Aargauer Zeitung. 2018-02-03.</ref><ref>Patrick Gensing. [http://faktenfinder.tagesschau.de/hintergrund/deep-fakes-101.html Deepfakes: Auf dem Weg in eine alternative Realität?].</ref> Pada bulan April 2018, [[Jordan Peele]] dan [[Jonah Peretti]] menciptakan pemalsuan dalam menggunakan wajah [[Barack Obama]] sebagai [[Iklan layanan masyarakat|pengumuman layanan masyarakat]] tentang bahaya pemalsuan dalam.<ref>Aja Romano. [https://www.vox.com/2018/4/18/17252410/jordan-peele-obama-deepfake-buzzfeed Jordan Peele’s simulated Obama PSA is a double-edged warning against fake news]. ''Vox''. April 18, 2018.</ref> Pada Januari 2019, afiliasi [[Fox Broadcasting Company|televisi Fox]], [[KCPQ]], menyiarkan pemalsuan dalam Trump selama [[Januari 2019 alamat Oval Office|pidato Oval Office-nya]], mengejek penampilan dan warna kulitnya.<ref>Kyle Swenson. [https://www.washingtonpost.com/nation/2019/01/11/seattle-tv-station-aired-doctored-footage-trumps-oval-office-speech-employee-has-been-fired/ A Seattle TV station aired doctored footage of Trump’s Oval Office speech. The employee has been fired]. ''The Washington Post''. January 11, 2019.</ref>


Pada bulan Mei 2019, [[Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat|pembicara Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat]] [[Nancy Pelosi]] menjadi subjek dari dua [[video viral]], salah satunya memiliki kecepatan melambat hingga 75 persen, dan yang lainnya menyunting bagian-bagian pidatonya pada konferensi pers. Untuk segmen [[Fox News Channel|Fox News,]] ''[[Lou Dobbs Malam ini|Lou Dobbs Tonight]]'', yang keduanya dimaksudkan untuk membuat Pelosi tampak seolah-olah sedang mengutarakan pidatonya. Presiden [[Donald Trump]] membagikan video terakhir di Twitter, dengan judul video "''PELOSI STAMMERS THROUGH NEWS CONFERENCE''". Video-video ini disebut sebagai pemalsuan dalam oleh banyak saluran berita utama, yang membuat pemalsuan dalam menjadi perhatian [[Komite Intelijen Rumah|Komite Intelijen Dalam Negeri]] Amerika Serikat. Namun, ketua komite tersebut, [[Adam Schiff]], mengklarifikasi dalam sebuah wawancara dengan [[CNN]] bahwa video yang melambat itu sebenarnya bukan suatu kesalahan besar, sebaliknya menyebutnya sebagai video "palsu murahan" dan menggambarkannya sebagai video yang "sangat mudah dibuat, sangat sederhana untuk dibuat, konten asli baru saja dirawat".
Pada bulan Mei 2019, [[Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat|pembicara Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat]] [[Nancy Pelosi]] menjadi subjek dari dua [[video viral]], salah satunya memiliki kecepatan melambat hingga 75 persen,<ref>[https://www.washingtonpost.com/technology/2019/05/23/faked-pelosi-videos-slowed-make-her-appear-drunk-spread-across-social-media Faked Pelosi videos, slowed to make her appear drunk, spread across social media]. ''Washington Post''.</ref> dan yang lainnya menyunting bagian-bagian pidatonya pada konferensi pers. Untuk segmen [[Fox News Channel|Fox News,]] ''[[Lou Dobbs Malam ini|Lou Dobbs Tonight]]'', yang keduanya dimaksudkan untuk membuat Pelosi tampak seolah-olah sedang mengutarakan pidatonya. Presiden [[Donald Trump]] membagikan video terakhir di Twitter, dengan judul video "''PELOSI STAMMERS THROUGH NEWS CONFERENCE''".<ref>Matt Novak. [https://gizmodo.com/bullshit-viral-videos-of-nancy-pelosi-show-fake-content-1835000766 Bullshit Viral Videos of Nancy Pelosi Show Fake Content Doesn't Have to Be a Deepfake]. ''Gizmodo''.</ref> Video-video ini disebut sebagai pemalsuan dalam oleh banyak saluran berita utama, yang membuat pemalsuan dalam menjadi perhatian [[Komite Intelijen Rumah|Komite Intelijen Dalam Negeri]] Amerika Serikat. Namun, ketua komite tersebut, [[Adam Schiff]], mengklarifikasi dalam sebuah wawancara dengan [[CNN]] bahwa video yang melambat itu sebenarnya bukan suatu kesalahan besar, sebaliknya menyebutnya sebagai video "palsu murahan" dan menggambarkannya sebagai video yang "sangat mudah dibuat, sangat sederhana untuk dibuat, konten asli baru saja dirawat".<ref>Donie O'Sullivan. [https://www.cnn.com/2019/06/04/politics/house-intelligence-committee-deepfakes-threats-hearing/index.html Congress to investigate deepfakes as doctored Pelosi video causes stir]. ''CNN''.</ref>


== Perangkat lunak pemalsuan dalam ==
== Perangkat lunak pemalsuan dalam ==
Perangkat lunak ini menggunakan AI-Framework [[TensorFlow]] dari [[Google]], yang antara lain sudah digunakan untuk program [[DeepDream]]. [[Selebritas|Pesohor]] adalah subjek utama dari video palsu tersebut, tetapi orang-orang lain juga muncul. Pada Agustus 2018, para peneliti di [[Universitas California, Berkeley|University of California, Berkeley]] menerbitkan sebuah makalah yang memperkenalkan aplikasi tarian palsu yang dapat menciptakan kesan kemampuan menari ahli menggunakan AI.
Perangkat lunak ini menggunakan AI-Framework [[TensorFlow]] dari [[Google]], yang antara lain sudah digunakan untuk program [[DeepDream]]. [[Selebritas|Pesohor]] adalah subjek utama dari video palsu tersebut, tetapi orang-orang lain juga muncul.<ref name=":2">Britta Bauchmüller. [https://www.berliner-kurier.de/ratgeber/digital/-fake-app--mit-diesem-programm-kann-jeder-im-porno-landen---ob-er-will-oder-nicht--29578018 "Fake-App": Mit diesem Programm kann jeder im Porno landen – ob er will oder nicht!]. Berliner-Kurier.de.</ref><ref>Eike Kühl. [http://www.zeit.de/digital/internet/2018-01/kuenstliche-intelligenz-deepfakes-porno-face-swap Künstliche Intelligenz: Auf Fake News folgt Fake Porn]. Die Zeit. 2018-01-26.</ref><ref>heise online. [https://www.heise.de/newsticker/meldung/Deepfakes-Neuronale-Netzwerke-erschaffen-Fake-Porn-und-Hitler-Parodien-3951035.html Deepfakes: Neuronale Netzwerke erschaffen Fake-Porn und Hitler-Parodien].</ref> Pada Agustus 2018, para peneliti di [[Universitas California, Berkeley|University of California, Berkeley]] menerbitkan sebuah makalah yang memperkenalkan aplikasi tarian palsu yang dapat menciptakan kesan kemampuan menari ahli menggunakan AI.<ref>Peter Farquhar. [https://www.businessinsider.com.au/artificial-intelligence-ai-deepfake-dancing-2018-8 An AI program will soon be here to help your deepfake dancing – just don't call it deepfake]. ''Business Insider Australia''. 2018-08-27.</ref><ref>[https://www.theverge.com/2018/8/26/17778792/deepfakes-video-dancing-ai-synthesis Deepfakes for dancing: you can now use AI to fake those dance moves you always wanted]. ''The Verge''.</ref>


Ada juga alternatif sumber terbuka untuk program FakeApp asli, seperti DeepFaceLab, FaceSwap (saat ini di-host di [[GitHub]]) dan myFakeApp (saat ini di-host di [[Bitbucket]]).
Ada juga alternatif sumber terbuka untuk program FakeApp asli, seperti DeepFaceLab,<ref>[https://github.com/iperov/DeepFaceLab DeepFaceLab is a tool that utilizes machine learning to replace faces in videos. Includes prebuilt ready to work standalone Windows 7,8,10 binary (look readme.md).: iperov/DeepFaceLab]. 19 June 2019.</ref> FaceSwap (saat ini di-host di [[GitHub]])<ref>[https://github.com/ Build software better, together]. ''GitHub''.</ref> dan myFakeApp (saat ini di-host di [[Bitbucket]]).<ref>[https://bitbucket.org/radeksissues/myfakeapp/src Bitbucket]. ''bitbucket.org''.</ref><ref>Tormod Fiske. [https://www.duo.uio.no/bitstream/handle/10852/66387/Master-s-thesis-Tormod-Dag-Fikse.pdf Imagining Deceptive Deepfakes]. ''www.duo.uio.no''.</ref>


== Rujukan ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Artikel ini diadaptasi dalam mode teks dari
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemalsuan+dalam&oldid=28380733 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28380733 (2025-11-08T03:51:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemalsuan_dalam&oldid=28380733 Wikipedia bahasa Indonesia],
 
revisi 28380733 (2025-11-08T03:51:14Z).
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
Gambar, media, infobox, templat navigasi, dan kategori sumber
tidak diimpor ke Wiki Unissula.
Atribusi dan lisensi mengikuti ketentuan Creative Commons
Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA) pada sumber Wikipedia.

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 03.07

Pemalsuan dalam () (lakuran dari "deep learning" dan "fake"[1])) adalah teknik untuk sintesis citra manusia menggunakan kecerdasan buatan. Pemalsuan dalam digunakan untuk menggabungkan dan menempatkan gambar dan video yang ada ke sumber gambar atau video menggunakan teknik pemelajaran mesin yang dikenal sebagai jaringan permusuhan generatif.[2]

Karena kemampuan ini, pemalsuan dalam telah digunakan untuk membuat video porno selebriti, pornografi balas dendam, berita palsu, berita bohong, perundungan, dan penipuan finansial.[3][4][5] Ini telah memicu respons baik dari industri maupun pemerintah untuk mendeteksi dan membatasi penggunaannya.[6][7]

Sejarah

Penelitian akademis

Penelitian akademis yang terkait dengan pemalsuan dalam terletak terutama di bidang penglihatan komputer, subbidang ilmu komputer sering didasarkan pada kecerdasan buatan yang berfokus pada pemrosesan komputer dari gambar dan video digital. Proyek pertama yang cukup signifikan adalah program Video Rewrite, yang diterbitkan pada tahun 1997, yang memodifikasi rekaman video seseorang yang sedang berbicara untuk menggambarkan orang itu mengucapkan kata-kata yang terdapat dalam trek audio yang berbeda.[8]

Proyek akademik kontemporer telah berfokus pada pembuatan video yang lebih realistis dan membuat teknik lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih mudah diakses. Program "Synthesizing Obama", yang diterbitkan pada 2017, memodifikasi rekaman video mantan presiden Barack Obama untuk menggambarkan dia mengucapkan kata-kata yang terkandung dalam trek audio terpisah.[9] Proyek ini mendaftar sebagai kontribusi penelitian utama teknik fotorealistik untuk menyintesis bentuk mulut dari audio. Program Face2Face, yang diterbitkan pada tahun 2016, memodifikasi rekaman video wajah seseorang untuk menggambarkan mereka meniru ekspresi wajah orang lain secara waktu nyata.[10]

Politik

Pemalsuan dalam telah digunakan untuk merepresentasikan politikus terkenal di portal video atau ruang obrolan. Misalnya, wajah Presiden Argentina Mauricio Macri digantikan oleh wajah Adolf Hitler, dan wajah Angela Merkel digantikan dengan wajah Donald Trump.[11][12] Pada bulan April 2018, Jordan Peele dan Jonah Peretti menciptakan pemalsuan dalam menggunakan wajah Barack Obama sebagai pengumuman layanan masyarakat tentang bahaya pemalsuan dalam.[13] Pada Januari 2019, afiliasi televisi Fox, KCPQ, menyiarkan pemalsuan dalam Trump selama pidato Oval Office-nya, mengejek penampilan dan warna kulitnya.[14]

Pada bulan Mei 2019, pembicara Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi menjadi subjek dari dua video viral, salah satunya memiliki kecepatan melambat hingga 75 persen,[15] dan yang lainnya menyunting bagian-bagian pidatonya pada konferensi pers. Untuk segmen Fox News, Lou Dobbs Tonight, yang keduanya dimaksudkan untuk membuat Pelosi tampak seolah-olah sedang mengutarakan pidatonya. Presiden Donald Trump membagikan video terakhir di Twitter, dengan judul video "PELOSI STAMMERS THROUGH NEWS CONFERENCE".[16] Video-video ini disebut sebagai pemalsuan dalam oleh banyak saluran berita utama, yang membuat pemalsuan dalam menjadi perhatian Komite Intelijen Dalam Negeri Amerika Serikat. Namun, ketua komite tersebut, Adam Schiff, mengklarifikasi dalam sebuah wawancara dengan CNN bahwa video yang melambat itu sebenarnya bukan suatu kesalahan besar, sebaliknya menyebutnya sebagai video "palsu murahan" dan menggambarkannya sebagai video yang "sangat mudah dibuat, sangat sederhana untuk dibuat, konten asli baru saja dirawat".[17]

Perangkat lunak pemalsuan dalam

Perangkat lunak ini menggunakan AI-Framework TensorFlow dari Google, yang antara lain sudah digunakan untuk program DeepDream. Pesohor adalah subjek utama dari video palsu tersebut, tetapi orang-orang lain juga muncul.[18][19][20] Pada Agustus 2018, para peneliti di University of California, Berkeley menerbitkan sebuah makalah yang memperkenalkan aplikasi tarian palsu yang dapat menciptakan kesan kemampuan menari ahli menggunakan AI.[21][22]

Ada juga alternatif sumber terbuka untuk program FakeApp asli, seperti DeepFaceLab,[23] FaceSwap (saat ini di-host di GitHub)[24] dan myFakeApp (saat ini di-host di Bitbucket).[25][26]

Referensi

  1. John Brandon. Terrifying high-tech porn: Creepy 'deepfake' videos are on the rise. Fox News. 2018-02-16.
  2. Oscar Schwartz. You thought fake news was bad? Deep fakes are where truth goes to die. The Guardian. 12 November 2018.
  3. What Are Deepfakes & Why the Future of Porn is Terrifying. Highsnobiety. 2018-02-20.
  4. Experts fear face swapping tech could start an international showdown. The Outline.
  5. Kevin Roose. Here Come the Fake Videos, Too. The New York Times. 2018-03-04.
  6. Abhimanyu Ghoshal. Twitter, Pornhub and other platforms ban AI-generated celebrity porn. TNW Insider. 2018-02-07.
  7. H.R.3230 - 116th Congress (2019-2020): DEEP FAKES Accountability Act. www.congress.gov. 2019-06-28.
  8. Christoph Bregler. Video Rewrite: Driving Visual Speech with Audio. Proceedings of the 24th Annual Conference on Computer Graphics and Interactive Techniques. 1997. Vol. 24. hlm. 353–360.
  9. Supasorn Suwajanakorn. Synthesizing Obama: Learning Lip Sync from Audio. ACM Trans. Graph. July 2017. Vol. 36.4. hlm. 95:1–95:13.
  10. Justus Thies. Face2Face: Real-Time Face Capture and Reenactment of RGB Videos. 2016 IEEE Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR). IEEE. June 2016. hlm. 2387–2395. doi:10.1109/CVPR.2016.262. ISBN 9781467388511.
  11. Wenn Merkel plötzlich Trumps Gesicht trägt: die gefährliche Manipulation von Bildern und Videos. az Aargauer Zeitung. 2018-02-03.
  12. Patrick Gensing. Deepfakes: Auf dem Weg in eine alternative Realität?.
  13. Aja Romano. Jordan Peele’s simulated Obama PSA is a double-edged warning against fake news. Vox. April 18, 2018.
  14. Kyle Swenson. A Seattle TV station aired doctored footage of Trump’s Oval Office speech. The employee has been fired. The Washington Post. January 11, 2019.
  15. Faked Pelosi videos, slowed to make her appear drunk, spread across social media. Washington Post.
  16. Matt Novak. Bullshit Viral Videos of Nancy Pelosi Show Fake Content Doesn't Have to Be a Deepfake. Gizmodo.
  17. Donie O'Sullivan. Congress to investigate deepfakes as doctored Pelosi video causes stir. CNN.
  18. Britta Bauchmüller. "Fake-App": Mit diesem Programm kann jeder im Porno landen – ob er will oder nicht!. Berliner-Kurier.de.
  19. Eike Kühl. Künstliche Intelligenz: Auf Fake News folgt Fake Porn. Die Zeit. 2018-01-26.
  20. heise online. Deepfakes: Neuronale Netzwerke erschaffen Fake-Porn und Hitler-Parodien.
  21. Peter Farquhar. An AI program will soon be here to help your deepfake dancing – just don't call it deepfake. Business Insider Australia. 2018-08-27.
  22. Deepfakes for dancing: you can now use AI to fake those dance moves you always wanted. The Verge.
  23. DeepFaceLab is a tool that utilizes machine learning to replace faces in videos. Includes prebuilt ready to work standalone Windows 7,8,10 binary (look readme.md).: iperov/DeepFaceLab. 19 June 2019.
  24. Build software better, together. GitHub.
  25. Bitbucket. bitbucket.org.
  26. Tormod Fiske. Imagining Deceptive Deepfakes. www.duo.uio.no.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28380733 (2025-11-08T03:51:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.