Lompat ke isi

Transformasi geometri: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29146237; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Transformasi geometri''' merupakan suatu proses perubahan bentuk pada suatu bidang geometri yang meliputi posisi atau letak, besar, dan bentuknya sendiri. Secara lebih ketat, transformasi geometri didefinisikan sebagai [[Bijeksi|pemetaan satu-satu pada]] dari suatu [[himpunan]] titik-saktipada bidang ke dirinya sendiri. Anggota daerah asal dinamakan ''benda'' dan anggota daerah hasil yang bersesuaian dinamakan ''bayangan''.
'''Transformasi geometri''' merupakan suatu proses perubahan bentuk pada suatu bidang geometri yang meliputi posisi atau letak, besar, dan bentuknya sendiri.<ref>DWI AGUSTIN IRMAWATI S.Pd.I. [https://books.google.com/books?id=HYDiDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA32&dq=sejarah+transformasi+geometri&hl=id MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: Cara Gembira Belajar Matematika]. Pemeral edukreatif. hlm. 32.</ref> Secara lebih ketat, transformasi geometri didefinisikan sebagai [[Bijeksi|pemetaan satu-satu pada]] dari suatu [[himpunan]] titik-saktipada bidang ke dirinya sendiri.<ref>Rawuh. ''Geometri''. Universitas Terbuka,. 2023. ISBN 9786231532077.</ref> Anggota daerah asal dinamakan ''benda'' dan anggota daerah hasil yang bersesuaian dinamakan ''bayangan''.


Contoh transformasi di antaranya adalah [[Translasi (geometri)|translasi]] (pergeseran), [[Dilatasi (geometri)|dilatasi]] (perubahan), [[Rotasi (geometri)|rotasi]] (perputaran), [[Refleksi (geometri)|refleksi]] (pencerminan), dan komposisi dua transformasi.
Contoh transformasi di antaranya adalah [[Translasi (geometri)|translasi]] (pergeseran), [[Dilatasi (geometri)|dilatasi]] (perubahan), [[Rotasi (geometri)|rotasi]] (perputaran), [[Refleksi (geometri)|refleksi]] (pencerminan),<ref>Geometri - Menara Ilmu Universitas Gajah Mada. [https://geometri.mipa.ugm.ac.id/belajar/2019/transformasi-geometri/ Transformasi Geometri].</ref> dan komposisi dua transformasi.


== Isometri ==
== Isometri ==
 
Isometri adalah transformasi yang mengawetkan jarak, kecuali untuk mengawetkan [[jarak]] antara dua titik. Sifat isomentrik dapat memetakan garis menjadi garis ([[Kolineasi]]) dan  mengawetkan besar [[sudut]] antara dua [[garis]] dan kesejajaran dua garis.<ref>Rina Febriana, M.Pd. [http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/3856/1/NASKAH%20GEOMETRI%20TRANSFORMASI%202017%20OK.PDF Modul Geometri Transformasi]. Penerbit Erka. 2017.</ref> Isometri ada dua jenis yaitu sebagai berikut.
Isometri adalah transformasi yang mengawetkan jarak, kecuali untuk mengawetkan [[jarak]] antara dua titik. Sifat isomentrik dapat memetakan garis menjadi garis ([[Kolineasi]]) dan  mengawetkan besar [[sudut]] antara dua [[garis]] dan kesejajaran dua garis. Isometri ada dua jenis yaitu sebagai berikut.


* Memindahkan bangun geometri secara langsung dari satu posisi ke berbagai posisi lain.
* Memindahkan bangun geometri secara langsung dari satu posisi ke berbagai posisi lain.
* Memindahkan bangun dengan cara memutar bangunnya.
* Memindahkan bangun dengan cara memutar bangunnya.<ref>Meyta Dwi Kurniasih. [https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/Bahan-Ajar-Geometri-Tranformasi.pdf Tangkas Geometri Transformasi]. 2017.</ref>


Pemetaan bisa dikatakan terjadi langsung, apabila pemetaannya bisa mengawetkan [[orientasi]]. Hal itu bisa terjadi jika arah gerak [[benda]] sama dengan arah gerak bayangan. Sebaliknya, pemetaan dikatakan berlawanan apabila pemetaan tersebut membalikan orientasi. Hal ini bisa terjadi kalau arah gerakan benda berlawanan dengan arah gerakan bayangan.
Pemetaan bisa dikatakan terjadi langsung, apabila pemetaannya bisa mengawetkan [[orientasi]]. Hal itu bisa terjadi jika arah gerak [[benda]] sama dengan arah gerak bayangan. Sebaliknya, pemetaan dikatakan berlawanan apabila pemetaan tersebut membalikan orientasi. Hal ini bisa terjadi kalau arah gerakan benda berlawanan dengan arah gerakan bayangan.<ref>Meyta Dwi Kurniasih. [https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/Bahan-Ajar-Geometri-Tranformasi.pdf Tangkas Geometri Transformasi]. 2017.</ref>


== Jenis-jenis transformasi geometri ==
== Jenis-jenis transformasi geometri ==
Baris 16: Baris 15:


=== Translasi ===
=== Translasi ===
Translasi atau pergeseran adalah salah satu transformasi yang memindahkan semua titik yang ada pada bidang dengan jarak atau arah yang konstan. Translasi bisa disebut juga transformasi yang sifatnya Isometris. Suatu padanan S dikatakan mengalami geseran apabila ada [[ruas garis]] berarah <math>\overrightarrow{a b}</math>, sehingga titik P pada bidang menjadi P’ dengan rumus P' = S <math>\overrightarrow{a b}</math> (P) dan PP = <math>\overrightarrow{a b}</math>. Setiap ruas garis berarah akan menentukan translasi. Apabila <math>\overrightarrow{a b}</math> suatu garis berarah, maka [[Simbol|lambang]] S <math>\overrightarrow{a b}</math> dianggap sebagai geseran yang sesuai dengan <math>\overrightarrow{a b}</math>.<ref>Meyta Dwi Kurniasih. [https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/Bahan-Ajar-Geometri-Tranformasi.pdf Tangkas Geometri Transformasi]. 2017.</ref>


Translasi atau pergeseran adalah salah satu transformasi yang memindahkan semua titik yang ada pada bidang dengan jarak atau arah yang konstan. Translasi bisa disebut juga transformasi yang sifatnya Isometris. Suatu padanan S dikatakan mengalami geseran apabila ada [[ruas garis]] berarah <math>\overrightarrow{a b}</math>, sehingga titik P pada bidang menjadi P’ dengan rumus P' = S <math>\overrightarrow{a b}</math> (P) dan PP = <math>\overrightarrow{a b}</math>. Setiap ruas garis berarah akan menentukan translasi. Apabila <math>\overrightarrow{a b}</math> suatu garis berarah, maka [[Simbol|lambang]] S <math>\overrightarrow{a b}</math> dianggap sebagai geseran yang sesuai dengan <math>\overrightarrow{a b}</math>.
Rumus translasi adalah (x',y') = (a,b) + (x,y).  Dimana (x',y') adalah titik bayangan. (a,b) adalah [[Vektor satuan|vektor]] tranlasi, dan (x,y) adalah titik asal.<ref>Meyta Dwi Kurniasih. [https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/Bahan-Ajar-Geometri-Tranformasi.pdf Tangkas Geometri Transformasi]. 2017.</ref>
 
Rumus translasi adalah (x',y') = (a,b) + (x,y).  Dimana (x',y') adalah titik bayangan. (a,b) adalah [[Vektor satuan|vektor]] tranlasi, dan (x,y) adalah titik asal.


=== Dilatasi ===
=== Dilatasi ===
Dilatasi adalah transformasi yang mengubah ukuran dengan memperbesar atau memperkecil suatu bangunan geometri tanpa harus mengubahnya melalui faktor [[Perkalian|pengali]]. Yang dimaksud dengan faktor pengali adalah faktor [[skala]] titik tertentu yang berperan sebagai pusat dilatasi.
Dilatasi adalah transformasi yang mengubah ukuran dengan memperbesar atau memperkecil suatu bangunan geometri tanpa harus mengubahnya melalui faktor [[Perkalian|pengali]]. Yang dimaksud dengan faktor pengali adalah faktor [[skala]] titik tertentu yang berperan sebagai pusat dilatasi.


=== Rotasi ===
=== Rotasi ===
 
Perputaran atau rotasi adalah salah satu transformasi yang memasang satu titik ke kumpulan titik lainnya dengan cara diputar. Selain itu, rotasi juga dianggap sebagai kegiatan memindahkan objek ([[Citra|gambar]]) melalui [[garis lengkung]] pada titik dengan [[Sudut (geometri)|sudut]] putar tertentu sebagai pusat. Perpindahan yang dimaksud bisa dilakukan searah jarum [[jam]] atau berlawanan dengan arah jarum jam yang penting bisa mengubah kedudukan gambar. Sebelum memahami sebuah perputaran, maka terlebih dahulu harus mengerti tentang [[sudut berarah]]. Sudut berarah adalah salah satu sudut yang satu kakinya berperan sebagai sisi awal dan kaki yang lainnya dianggap sebagai sisi akhir. Pada transformasi, perputaran terlihat pada titik atau bayangan bangun yang [[kongruen]] dengan bangun asalnya. Maka dari itu, rotasi juga memiliki sifat transformasi isometris seperti halnya translasi dan refleksi. Pada transformasi isometris, jarak dianggap sebagai besaran yang tidak berubah atau inverian. Perputaran juga ditentukan oleh titik pusat rotasi, arah sudut rotasi, dan besar sudut rotasi. Apabila arah putaran searah dengan jarum jam, maka hal itu dipandang sudut yang negatif. Sebaliknya apabila arah perputaran berlawanan dengan jarum jam maka dianggap sebagai sudut positif.<ref>Meyta Dwi Kurniasih. [https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/Bahan-Ajar-Geometri-Tranformasi.pdf Tangkas Geometri Transformasi]. 2017.</ref>
Perputaran atau rotasi adalah salah satu transformasi yang memasang satu titik ke kumpulan titik lainnya dengan cara diputar. Selain itu, rotasi juga dianggap sebagai kegiatan memindahkan objek ([[Citra|gambar]]) melalui [[garis lengkung]] pada titik dengan [[Sudut (geometri)|sudut]] putar tertentu sebagai pusat. Perpindahan yang dimaksud bisa dilakukan searah jarum [[jam]] atau berlawanan dengan arah jarum jam yang penting bisa mengubah kedudukan gambar. Sebelum memahami sebuah perputaran, maka terlebih dahulu harus mengerti tentang [[sudut berarah]]. Sudut berarah adalah salah satu sudut yang satu kakinya berperan sebagai sisi awal dan kaki yang lainnya dianggap sebagai sisi akhir. Pada transformasi, perputaran terlihat pada titik atau bayangan bangun yang [[kongruen]] dengan bangun asalnya. Maka dari itu, rotasi juga memiliki sifat transformasi isometris seperti halnya translasi dan refleksi. Pada transformasi isometris, jarak dianggap sebagai besaran yang tidak berubah atau inverian. Perputaran juga ditentukan oleh titik pusat rotasi, arah sudut rotasi, dan besar sudut rotasi. Apabila arah putaran searah dengan jarum jam, maka hal itu dipandang sudut yang negatif. Sebaliknya apabila arah perputaran berlawanan dengan jarum jam maka dianggap sebagai sudut positif.


Rumus rotasi secara umum dengan titik pusat (a,b).
Rumus rotasi secara umum dengan titik pusat (a,b).
Baris 35: Baris 30:
* Rotasi sejauh 90° dengan pusat (a,b) : <math>\binom{x'}{y'}=\begin{pmatrix} 0 & -1 \\ 1 & 0 \end{pmatrix}.\begin{pmatrix} x & -a \\ y & -b \end{pmatrix}+\binom{a}{b}</math>
* Rotasi sejauh 90° dengan pusat (a,b) : <math>\binom{x'}{y'}=\begin{pmatrix} 0 & -1 \\ 1 & 0 \end{pmatrix}.\begin{pmatrix} x & -a \\ y & -b \end{pmatrix}+\binom{a}{b}</math>
* Rotasi sejauh 180° dengan pusat (a,b) : <math>\binom{x'}{y'}=\begin{pmatrix} -1 & 0 \\ 0 & -1 \end{pmatrix}.\begin{pmatrix} x & -a \\ y & -b \end{pmatrix}+\binom{a}{b}</math>
* Rotasi sejauh 180° dengan pusat (a,b) : <math>\binom{x'}{y'}=\begin{pmatrix} -1 & 0 \\ 0 & -1 \end{pmatrix}.\begin{pmatrix} x & -a \\ y & -b \end{pmatrix}+\binom{a}{b}</math>
* Rotasi sejauh 270° dengan pusat (a,b) : <math>\binom{x'}{y'}=\begin{pmatrix} 0 & 1 \\ -1 & 0 \end{pmatrix}.\begin{pmatrix} x & -a \\ y & -b \end{pmatrix}+\binom{a}{b}</math>
* Rotasi sejauh 270° dengan pusat (a,b) : <math>\binom{x'}{y'}=\begin{pmatrix} 0 & 1 \\ -1 & 0 \end{pmatrix}.\begin{pmatrix} x & -a \\ y & -b \end{pmatrix}+\binom{a}{b}</math><ref>Tim Edukasi Kemdikbud. [https://m-edukasi.kemdikbud.go.id/medukasi/produk-files/kontenkm/km2016/KM201606/materi2.html Rotasi dengan pusat (a,b)].</ref>


=== Refleksi ===
=== Refleksi ===
Refleksi atau disebut juga pencerminan adalah salah satu bagian transformasi yang memindahkan titik pada bangun geometri dengan menggunakan sifat benda dan bayangan  cermin datar. Lambang refleksi adalah R. Refleksi garis S adalah fungsi Rs yang didefinisikan pada semua titik bidang v dengan penjelasan rumus sebagai berikut.
Refleksi atau disebut juga pencerminan adalah salah satu bagian transformasi yang memindahkan titik pada bangun geometri dengan menggunakan sifat benda dan bayangan  cermin datar. Lambang refleksi adalah R. Refleksi garis S adalah fungsi Rs yang didefinisikan pada semua titik bidang v dengan penjelasan rumus sebagai berikut.


* P <math>\in</math> S, Rs (P) = P'
* P <math>\in</math> S, Rs (P) = P'
* P <math>\not\in</math> S, Rs (P) = P', sehingga S adalah sumbu ruas PP'.
* P <math>\not\in</math> S, Rs (P) = P', sehingga S adalah sumbu ruas PP'.<ref>Meyta Dwi Kurniasih. [https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/09/Bahan-Ajar-Geometri-Tranformasi.pdf Tangkas Geometri Transformasi]. 2017.</ref>
Rumus umum refleksi adalah sebagai berikut.
Rumus umum refleksi adalah sebagai berikut.


Baris 50: Baris 44:
* Pencerminan terhadap garis y = x : (x,y) → (-y, -x)
* Pencerminan terhadap garis y = x : (x,y) → (-y, -x)
* Pencerminan terhadap garis x = h : (x,y) → (2h -x,y)
* Pencerminan terhadap garis x = h : (x,y) → (2h -x,y)
* Pencerminan terhadap garis y = k : (x,y) → (x, 2k–y)
* Pencerminan terhadap garis y = k : (x,y) → (x, 2k–y)<ref>Geometri - Menara Ilmu Universitas Gajah Mada. [https://geometri.mipa.ugm.ac.id/belajar/2019/transformasi-geometri/ Transformasi Geometri].</ref>


== Penerapan ==
== Penerapan ==
Berdasarkan prinsip sebelumnya, transformasi geometri dapat diterapkan pada berbagai objek geometri yang dikenal secara umum, misalnya [[poligon]], [[garis]], [[polihedral]] atau pun pada ruang objek-objek itu berada. Transformasi geometri menawarkan berbagai pandangan dalam banyak topik tradisional, seperti [[kesebangunan]], [[Kongruen|kekongruenan]], dan [[simetri]]. Selain itu juga, transformasi geometri memiliki fungsi sebagai basis [[aplikasi]] [[kontemporer]] dalam [[arsitektur]], [[seni]], [[film]], permesinan, dan [[televisi]].
Berdasarkan prinsip sebelumnya, transformasi geometri dapat diterapkan pada berbagai objek geometri yang dikenal secara umum, misalnya [[poligon]], [[garis]], [[polihedral]] atau pun pada ruang objek-objek itu berada. Transformasi geometri menawarkan berbagai pandangan dalam banyak topik tradisional, seperti [[kesebangunan]], [[Kongruen|kekongruenan]], dan [[simetri]]. Selain itu juga, transformasi geometri memiliki fungsi sebagai basis [[aplikasi]] [[kontemporer]] dalam [[arsitektur]],<ref>Helmut Pottmann. [https://books.google.co.id/books?id=bIceAQAAIAAJ&q=geometry+transformations+in+architecture&dq=geometry+transformations+in+architecture&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&redir_esc=y Architectural Geometry]. Bentley Institute Press. 2007. ISBN 978-1-934493-04-5.</ref> [[seni]],<ref>Beatrice Lumpkin. [https://books.google.co.id/books?id=Xpr_rBdY9PwC&pg=PA14&dq=geometry+transformations+in+art&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjylYb2n7H1AhUF63MBHe3ABEcQ6AF6BAgIEAI#v=onepage&q=geometry%20transformations%20in%20art&f=false Geometry Activities from Many Cultures]. Walch Publishing. 1997. hlm. 14. ISBN 978-0-8251-3285-8.</ref> [[film]],<ref>Steve Wright. [https://books.google.co.id/books?id=EcEpAAAAQBAJ&pg=PA488&dq=geometry+transformations+in+film&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwis59C1oLH1AhUfTmwGHdz0AK4Q6AF6BAgCEAI#v=onepage&q=geometric%20transformations%20in%20film&f=false Digital Compositing for Film and Video]. Taylor & Francis. 2013-07-24. hlm. 261. ISBN 978-1-136-05694-9.</ref> permesinan,<ref>Allen Klinger. [https://books.google.co.id/books?id=fXPSBwAAQBAJ&pg=PA260&dq=geometry+transformations+in+machinery&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj_wIyPoLH1AhVOzDgGHVHKAX8Q6AF6BAgFEAI#v=onepage&q=geometry%20transformations%20in%20machinery&f=false Human-Machine Interactive Systems]. Springer Science & Business Media. 2013-03-08. hlm. 260. ISBN 978-1-4684-5883-1.</ref> dan [[televisi]].<ref>Guangtao Zhai. [https://books.google.co.id/books?id=u67QDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA393&dq=geometry+transformations+application+in+television&hl=id&redir_esc=y#v=onepage&q=geometry%20transformations%20application%20in%20television&f=false Digital TV and Wireless Multimedia Communication: 16th International Forum, IFTC 2019, Shanghai, China, September 19–20, 2019, Revised Selected Papers]. Springer Nature. 2020-02-15. ISBN 978-981-15-3341-9.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Daftar pustaka bojong ==
== Daftar pustaka bojong ==
 
*  
*
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformasi+geometri&oldid=29146237 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29146237 (2026-04-20T13:03:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformasi+geometri&oldid=29146237 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29146237 (2026-04-20T13:03:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 22.58

Transformasi geometri merupakan suatu proses perubahan bentuk pada suatu bidang geometri yang meliputi posisi atau letak, besar, dan bentuknya sendiri.[1] Secara lebih ketat, transformasi geometri didefinisikan sebagai pemetaan satu-satu pada dari suatu himpunan titik-saktipada bidang ke dirinya sendiri.[2] Anggota daerah asal dinamakan benda dan anggota daerah hasil yang bersesuaian dinamakan bayangan.

Contoh transformasi di antaranya adalah translasi (pergeseran), dilatasi (perubahan), rotasi (perputaran), refleksi (pencerminan),[3] dan komposisi dua transformasi.

Isometri

Isometri adalah transformasi yang mengawetkan jarak, kecuali untuk mengawetkan jarak antara dua titik. Sifat isomentrik dapat memetakan garis menjadi garis (Kolineasi) dan mengawetkan besar sudut antara dua garis dan kesejajaran dua garis.[4] Isometri ada dua jenis yaitu sebagai berikut.

  • Memindahkan bangun geometri secara langsung dari satu posisi ke berbagai posisi lain.
  • Memindahkan bangun dengan cara memutar bangunnya.[5]

Pemetaan bisa dikatakan terjadi langsung, apabila pemetaannya bisa mengawetkan orientasi. Hal itu bisa terjadi jika arah gerak benda sama dengan arah gerak bayangan. Sebaliknya, pemetaan dikatakan berlawanan apabila pemetaan tersebut membalikan orientasi. Hal ini bisa terjadi kalau arah gerakan benda berlawanan dengan arah gerakan bayangan.[6]

Jenis-jenis transformasi geometri

Transformasi geometri melibatkan: translasi, yang memindahkan bangunan geometri di bidang dengan jarak yang konstan; dilatasi, yang mengubah ukuran suatu bangunan geometri; rotasi, yang memutar bangunan geometri; dan refleksi, yang mencerminkan bangunan geometri melalui sumbu putar.

Translasi

Translasi atau pergeseran adalah salah satu transformasi yang memindahkan semua titik yang ada pada bidang dengan jarak atau arah yang konstan. Translasi bisa disebut juga transformasi yang sifatnya Isometris. Suatu padanan S dikatakan mengalami geseran apabila ada ruas garis berarah ab, sehingga titik P pada bidang menjadi P’ dengan rumus P' = S ab (P) dan PP = ab. Setiap ruas garis berarah akan menentukan translasi. Apabila ab suatu garis berarah, maka lambang S ab dianggap sebagai geseran yang sesuai dengan ab.[7]

Rumus translasi adalah (x',y') = (a,b) + (x,y). Dimana (x',y') adalah titik bayangan. (a,b) adalah vektor tranlasi, dan (x,y) adalah titik asal.[8]

Dilatasi

Dilatasi adalah transformasi yang mengubah ukuran dengan memperbesar atau memperkecil suatu bangunan geometri tanpa harus mengubahnya melalui faktor pengali. Yang dimaksud dengan faktor pengali adalah faktor skala titik tertentu yang berperan sebagai pusat dilatasi.

Rotasi

Perputaran atau rotasi adalah salah satu transformasi yang memasang satu titik ke kumpulan titik lainnya dengan cara diputar. Selain itu, rotasi juga dianggap sebagai kegiatan memindahkan objek (gambar) melalui garis lengkung pada titik dengan sudut putar tertentu sebagai pusat. Perpindahan yang dimaksud bisa dilakukan searah jarum jam atau berlawanan dengan arah jarum jam yang penting bisa mengubah kedudukan gambar. Sebelum memahami sebuah perputaran, maka terlebih dahulu harus mengerti tentang sudut berarah. Sudut berarah adalah salah satu sudut yang satu kakinya berperan sebagai sisi awal dan kaki yang lainnya dianggap sebagai sisi akhir. Pada transformasi, perputaran terlihat pada titik atau bayangan bangun yang kongruen dengan bangun asalnya. Maka dari itu, rotasi juga memiliki sifat transformasi isometris seperti halnya translasi dan refleksi. Pada transformasi isometris, jarak dianggap sebagai besaran yang tidak berubah atau inverian. Perputaran juga ditentukan oleh titik pusat rotasi, arah sudut rotasi, dan besar sudut rotasi. Apabila arah putaran searah dengan jarum jam, maka hal itu dipandang sudut yang negatif. Sebaliknya apabila arah perputaran berlawanan dengan jarum jam maka dianggap sebagai sudut positif.[9]

Rumus rotasi secara umum dengan titik pusat (a,b).

  • Rotasi sejauh 0° dengan pusat (a,b) : (xy)=(cossinsincos).(xayb)+(ab)
  • Rotasi sejauh 90° dengan pusat (a,b) : (xy)=(0110).(xayb)+(ab)
  • Rotasi sejauh 180° dengan pusat (a,b) : (xy)=(1001).(xayb)+(ab)
  • Rotasi sejauh 270° dengan pusat (a,b) : (xy)=(0110).(xayb)+(ab)[10]

Refleksi

Refleksi atau disebut juga pencerminan adalah salah satu bagian transformasi yang memindahkan titik pada bangun geometri dengan menggunakan sifat benda dan bayangan cermin datar. Lambang refleksi adalah R. Refleksi garis S adalah fungsi Rs yang didefinisikan pada semua titik bidang v dengan penjelasan rumus sebagai berikut.

  • P S, Rs (P) = P'
  • P ∉ S, Rs (P) = P', sehingga S adalah sumbu ruas PP'.[11]

Rumus umum refleksi adalah sebagai berikut.

  • Pencerminan terhadap sumbu -x : (x,y) → (x, -y)
  • Pencerminan terhadap sumbu -y : (x,y) → (-x, y)
  • Pencerminan terhadap garis y = x : (x,y) → (y,x)
  • Pencerminan terhadap garis y = x : (x,y) → (-y, -x)
  • Pencerminan terhadap garis x = h : (x,y) → (2h -x,y)
  • Pencerminan terhadap garis y = k : (x,y) → (x, 2k–y)[12]

Penerapan

Berdasarkan prinsip sebelumnya, transformasi geometri dapat diterapkan pada berbagai objek geometri yang dikenal secara umum, misalnya poligon, garis, polihedral atau pun pada ruang objek-objek itu berada. Transformasi geometri menawarkan berbagai pandangan dalam banyak topik tradisional, seperti kesebangunan, kekongruenan, dan simetri. Selain itu juga, transformasi geometri memiliki fungsi sebagai basis aplikasi kontemporer dalam arsitektur,[13] seni,[14] film,[15] permesinan,[16] dan televisi.[17]

Daftar pustaka bojong

Referensi

  1. DWI AGUSTIN IRMAWATI S.Pd.I. MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: Cara Gembira Belajar Matematika. Pemeral edukreatif. hlm. 32.
  2. Rawuh. Geometri. Universitas Terbuka,. 2023. ISBN 9786231532077.
  3. Geometri - Menara Ilmu Universitas Gajah Mada. Transformasi Geometri.
  4. Rina Febriana, M.Pd. Modul Geometri Transformasi. Penerbit Erka. 2017.
  5. Meyta Dwi Kurniasih. Tangkas Geometri Transformasi. 2017.
  6. Meyta Dwi Kurniasih. Tangkas Geometri Transformasi. 2017.
  7. Meyta Dwi Kurniasih. Tangkas Geometri Transformasi. 2017.
  8. Meyta Dwi Kurniasih. Tangkas Geometri Transformasi. 2017.
  9. Meyta Dwi Kurniasih. Tangkas Geometri Transformasi. 2017.
  10. Tim Edukasi Kemdikbud. Rotasi dengan pusat (a,b).
  11. Meyta Dwi Kurniasih. Tangkas Geometri Transformasi. 2017.
  12. Geometri - Menara Ilmu Universitas Gajah Mada. Transformasi Geometri.
  13. Helmut Pottmann. Architectural Geometry. Bentley Institute Press. 2007. ISBN 978-1-934493-04-5.
  14. Beatrice Lumpkin. Geometry Activities from Many Cultures. Walch Publishing. 1997. hlm. 14. ISBN 978-0-8251-3285-8.
  15. Steve Wright. Digital Compositing for Film and Video. Taylor & Francis. 2013-07-24. hlm. 261. ISBN 978-1-136-05694-9.
  16. Allen Klinger. Human-Machine Interactive Systems. Springer Science & Business Media. 2013-03-08. hlm. 260. ISBN 978-1-4684-5883-1.
  17. Guangtao Zhai. Digital TV and Wireless Multimedia Communication: 16th International Forum, IFTC 2019, Shanghai, China, September 19–20, 2019, Revised Selected Papers. Springer Nature. 2020-02-15. ISBN 978-981-15-3341-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29146237 (2026-04-20T13:03:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.