Lompat ke isi

Hipotesis Riemann: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28447719; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:ParametricZeta.svg|thumb|right|280px|Fungsi zeta Riemann pada garis kritis Re(''s'') = 1/2 (nilai real pada sumbu horizontal dan nilai imajiner pada sumbu vertikal): Re(ζ(1/2 + ''it''), Im(ζ(1/2 + ''it'') dengan nilai ''t'' berkisar antara −30 dan 30]]
Dalam [[matematika]], '''hipotesis Riemann''' merupakan [[Konjektur|dugaan]] bahwa [[fungsi zeta Riemann]] memiliki akar-akar hanya pada bilangan genap negatif dan pada [[bilangan kompleks]] dengan bagian nyata . Banyak yang mengganggap hipotesis ini merupakan [[Daftar masalah yang belum terpecahkan dalam matematika|pertanyaan belum terjawab]] paling penting dalam [[matematika murni]]. Hipotesis ini memiliki peran penting dalam [[teori bilangan]] karena mengimplikasi hasil-hasil mengenai distribusi [[bilangan prima]]. Hipotesis ini diusulkan , dalam tesisnya mengenai distribusi [[bilangan prima]].
Dalam [[matematika]], '''hipotesis Riemann''' merupakan [[Konjektur|dugaan]] bahwa [[fungsi zeta Riemann]] memiliki akar-akar hanya pada bilangan genap negatif dan pada [[bilangan kompleks]] dengan bagian nyata . Banyak yang mengganggap hipotesis ini merupakan [[Daftar masalah yang belum terpecahkan dalam matematika|pertanyaan belum terjawab]] paling penting dalam [[matematika murni]]. Hipotesis ini memiliki peran penting dalam [[teori bilangan]] karena mengimplikasi hasil-hasil mengenai distribusi [[bilangan prima]]. Hipotesis ini diusulkan , dalam tesisnya mengenai distribusi [[bilangan prima]].


Hipotesis Rieman dan beberapa perumumannya, seperti [[konjektur Goldbach]] dan [[Bilangan prima kembar|konjektur prima kembar]], membentuk [[masalah Hilbert kedelapan]] dalam daftar dua puluh tiga masalah belum terjawab [[David Hilbert]]. Hipotesis ini juga termasuk dalam [[Masalah Milenium|daftar masalah Milenium Prize]], yang menawarkan satu juta dollar AS untuk siapapun yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.
Hipotesis Rieman dan beberapa perumumannya, seperti [[konjektur Goldbach]] dan [[Bilangan prima kembar|konjektur prima kembar]], membentuk [[masalah Hilbert kedelapan]] dalam daftar dua puluh tiga masalah belum terjawab [[David Hilbert]]. Hipotesis ini juga termasuk dalam [[Masalah Milenium|daftar masalah Milenium Prize]], yang menawarkan satu juta dollar AS untuk siapapun yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.  


Persamaan zeta Riemann ζ(''s'') adalah sebuah [[Fungsi (matematika)|fungsi]] dengan [[Argumen dari sebuah fungsi|argumen]] berupa sembarang bilangan kompleks selain 1, dan nilai fungsi tersebut juga berupa bilangan kompleks. Fungsi ini memiliki akar-akar pada bilangan genap negatif; yakni <math>\zeta(s) = 0</math> ketika <math>s</math> bernilai −2, −4, −6,&nbsp;.... Akar-akar ini disebut ''akar-akar sederhana'' (trivial). Fungsi zeta juga memiliki akar pada nilai-nilai <math>s</math> yang lain, yang disebut dengan akar-akar tak-sederhana (nontrivial). Hipotesis Riemann memperhatikan lokasi dari akar-akar tak-sederhana ini, dan menyatakan bahwa:Akibatnya, jika hipotesis ini benar, semua akar tak-sederhana akan terletak pada garis kritis <math>\frac{1}{2} + it</math>, dengan <math>t</math> merupakan [[bilangan real]] dan <math>i</math>adalah [[unit imajiner]].
Persamaan zeta Riemann ζ(''s'') adalah sebuah [[Fungsi (matematika)|fungsi]] dengan [[Argumen dari sebuah fungsi|argumen]] berupa sembarang bilangan kompleks selain 1, dan nilai fungsi tersebut juga berupa bilangan kompleks. Fungsi ini memiliki akar-akar pada bilangan genap negatif; yakni <math>\zeta(s) = 0</math> ketika <math>s</math> bernilai −2, −4, −6,&nbsp;.... Akar-akar ini disebut ''akar-akar sederhana'' (trivial). Fungsi zeta juga memiliki akar pada nilai-nilai <math>s</math> yang lain, yang disebut dengan akar-akar tak-sederhana (nontrivial). Hipotesis Riemann memperhatikan lokasi dari akar-akar tak-sederhana ini, dan menyatakan bahwa:Akibatnya, jika hipotesis ini benar, semua akar tak-sederhana akan terletak pada garis kritis <math>\frac{1}{2} + it</math>, dengan <math>t</math> merupakan [[bilangan real]] dan <math>i</math>adalah [[unit imajiner]].


== Fungsi zeta Riemann ==
== Fungsi zeta Riemann ==
Fungsi zeta Riemann terdefinisi pada bilangan kompleks <math>s</math> dengan bagian real lebih besar dari 1, lewat [[deret takhingga]] yang [[Konvergensi absolut|konvergen absolut]]<math display="block">\zeta(s) = \sum_{n=1}^\infty \frac{1}{n^s} = \frac{1}{1^s} + \frac{1}{2^s} + \frac{1}{3^s} + \cdots.</math>[[Leonhard Euler]] telah mempelajari deret ini pada tahun 1730-an untuk nilai real <math>s</math>, bersamaan dengan solusi mengenai [[masalah Basel]]. Ia juga membuktikan deret itu sama dengan [[Perkalian Euler|darab (perkalian) Euler]]
Fungsi zeta Riemann terdefinisi pada bilangan kompleks <math>s</math> dengan bagian real lebih besar dari 1, lewat [[deret takhingga]] yang [[Konvergensi absolut|konvergen absolut]]<math display="block">\zeta(s) = \sum_{n=1}^\infty \frac{1}{n^s} = \frac{1}{1^s} + \frac{1}{2^s} + \frac{1}{3^s} + \cdots.</math>[[Leonhard Euler]] telah mempelajari deret ini pada tahun 1730-an untuk nilai real <math>s</math>, bersamaan dengan solusi mengenai [[masalah Basel]]. Ia juga membuktikan deret itu sama dengan [[Perkalian Euler|darab (perkalian) Euler]]


: <math>\zeta(s) = \prod_{p \text{ prima}} \frac{1}{1-p^{-s}}= \frac{1}{1-2^{-s}}\cdot\frac{1}{1-3^{-s}}\cdot\frac{1}{1-5^{-s}}\cdot\frac{1}{1-7^{-s}} \cdot \frac{1}{1-11^{-s}} \cdots</math>
: <math>\zeta(s) = \prod_{p \text{ prima}} \frac{1}{1-p^{-s}}= \frac{1}{1-2^{-s}}\cdot\frac{1}{1-3^{-s}}\cdot\frac{1}{1-5^{-s}}\cdot\frac{1}{1-7^{-s}} \cdot \frac{1}{1-11^{-s}} \cdots</math>


dengan [[darab takhingga]] dilakukan atas semua bilangan prima <math>p</math>.
dengan [[darab takhingga]] dilakukan atas semua bilangan prima <math>p</math>.<ref>Leonhard Euler. [http://eulerarchive.maa.org/docs/originals/E072.pdf Variae observationes circa series infinitas.] Commentarii academiae scientiarum Petropolitanae 9, 1744, pp. 160–188, Theorems 7 and 8. In Theorem 7 Euler proves the formula in the special case s=1 , and in Theorem 8 he proves it more generally. In the first corollary to his Theorem 7 he notes that \zeta(1)=\log\infty , and makes use of this latter result in his Theorem 19, in order to show that the sum of the inverses of the prime numbers is \log\log\infty .</ref>


Hipotesis Riemann membahas akar-akar diluar [[daerah konvergensi]] dari deret itu dan darab Euler. Untuk dapat memahami maksud dari hipotesis, diperlukan [[Kontinuasi analitik|kontinuasi (perluasan) analitik]] dari fungsi untuk mendapatkan bentuk yang valid untuk semua bilangan kompleks <math>s</math>. Karena fungsi zeta termasuk [[Fungsi meromofik|meromofik]], semua pilihan cara untuk melakukan kontinuasi analitik ini akan menghasilkan bentuk yang sama, sebagai akibat dari [[teorema identitas]]. Langkah pertama dalam proses kontinuasi ini adalah pengamatan bahwa fungsi zeta dan [[fungsi eta Dirichlet]] memenuhi hubungan
Hipotesis Riemann membahas akar-akar diluar [[daerah konvergensi]] dari deret itu dan darab Euler. Untuk dapat memahami maksud dari hipotesis, diperlukan [[Kontinuasi analitik|kontinuasi (perluasan) analitik]] dari fungsi untuk mendapatkan bentuk yang valid untuk semua bilangan kompleks <math>s</math>. Karena fungsi zeta termasuk [[Fungsi meromofik|meromofik]], semua pilihan cara untuk melakukan kontinuasi analitik ini akan menghasilkan bentuk yang sama, sebagai akibat dari [[teorema identitas]]. Langkah pertama dalam proses kontinuasi ini adalah pengamatan bahwa fungsi zeta dan [[fungsi eta Dirichlet]] memenuhi hubungan
Baris 28: Baris 29:


== Catatan ==
== Catatan ==


== Referensi ==
== Referensi ==
Terdapat beberapa buku nonteknis mengenai hipotesis Riemann, seperti , , , , dan . Buku-buku seperti , , ,  dan  memberikan pengenalan secara matematis, sedangkan ,  dan  berupa [[monografi]] yang lebih lanjut.
<references />


*
== Sumber dan atribusi ==
*
*
*
*  Reprinted in .
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*  Reprinted in .
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*  Reprinted in .
*  Reprinted in .
*
*  Reprinted in .
*  [https://www.jstor.org/stable/2003098 Review]
*
* . Reprinted 1990, ,
*
*  (Reprinted by Dover 2003)
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*.
*
*
*
*
*
*  Reprinted in .
*
* .
* .
*
*
*
*
*  This unpublished book describes the implementation of the algorithm and discusses the results in detail.
*
*
*
*
*
*
* . In ''Gesammelte Werke'', Teubner, Leipzig (1892), Reprinted by Dover, New York (1953). [http://www.claymath.org/publications/riemanns-1859-manuscript/ Original manuscript] (with English translation). Reprinted in  and
*
*
*
* ; see also [https://terrytao.wordpress.com/2018/01/19/the-de-bruijn-newman-constant-is-non-negativ/ announcement on Tao's blog], January 19, 2018
*
*
*
*  Reprinted in .
*
*
*
*
*
*
*
*  Reprinted in Gesammelte Abhandlungen, Vol. 1. Berlin: Springer-Verlag, 1966.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*  Reprinted in .
*
*
*  Reprinted in .
*
*  Reprinted in Oeuvres Scientifiques/Collected Papers by Andre Weil
*
*
*
*
 
 
=== Eksposisi populer ===


*
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipotesis+Riemann&oldid=28447719 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28447719 (2025-11-13T06:09:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
*
*
*
*
*
* [[Edward Frenkel|Frenkel, Edward]] (2014), [https://www.youtube.com/watch?v=d6c6uIyieoo The Riemann Hypothesis] [[Numberphile]], Mar 11, 2014 (video)
 
 
 
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipotesis+Riemann&oldid=28447719 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28447719 (2025-11-13T06:09:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.04

Fungsi zeta Riemann pada garis kritis Re(s) = 1/2 (nilai real pada sumbu horizontal dan nilai imajiner pada sumbu vertikal): Re(ζ(1/2 + it), Im(ζ(1/2 + it) dengan nilai t berkisar antara −30 dan 30

Dalam matematika, hipotesis Riemann merupakan dugaan bahwa fungsi zeta Riemann memiliki akar-akar hanya pada bilangan genap negatif dan pada bilangan kompleks dengan bagian nyata . Banyak yang mengganggap hipotesis ini merupakan pertanyaan belum terjawab paling penting dalam matematika murni. Hipotesis ini memiliki peran penting dalam teori bilangan karena mengimplikasi hasil-hasil mengenai distribusi bilangan prima. Hipotesis ini diusulkan , dalam tesisnya mengenai distribusi bilangan prima.

Hipotesis Rieman dan beberapa perumumannya, seperti konjektur Goldbach dan konjektur prima kembar, membentuk masalah Hilbert kedelapan dalam daftar dua puluh tiga masalah belum terjawab David Hilbert. Hipotesis ini juga termasuk dalam daftar masalah Milenium Prize, yang menawarkan satu juta dollar AS untuk siapapun yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Persamaan zeta Riemann ζ(s) adalah sebuah fungsi dengan argumen berupa sembarang bilangan kompleks selain 1, dan nilai fungsi tersebut juga berupa bilangan kompleks. Fungsi ini memiliki akar-akar pada bilangan genap negatif; yakni ζ(s)=0 ketika s bernilai −2, −4, −6, .... Akar-akar ini disebut akar-akar sederhana (trivial). Fungsi zeta juga memiliki akar pada nilai-nilai s yang lain, yang disebut dengan akar-akar tak-sederhana (nontrivial). Hipotesis Riemann memperhatikan lokasi dari akar-akar tak-sederhana ini, dan menyatakan bahwa:Akibatnya, jika hipotesis ini benar, semua akar tak-sederhana akan terletak pada garis kritis 12+it, dengan t merupakan bilangan real dan iadalah unit imajiner.

Fungsi zeta Riemann

Fungsi zeta Riemann terdefinisi pada bilangan kompleks s dengan bagian real lebih besar dari 1, lewat deret takhingga yang konvergen absolutζ(s)=n=11ns=11s+12s+13s+.Leonhard Euler telah mempelajari deret ini pada tahun 1730-an untuk nilai real s, bersamaan dengan solusi mengenai masalah Basel. Ia juga membuktikan deret itu sama dengan darab (perkalian) Euler

ζ(s)=p prima11ps=112s113s115s117s1111s

dengan darab takhingga dilakukan atas semua bilangan prima p.[1]

Hipotesis Riemann membahas akar-akar diluar daerah konvergensi dari deret itu dan darab Euler. Untuk dapat memahami maksud dari hipotesis, diperlukan kontinuasi (perluasan) analitik dari fungsi untuk mendapatkan bentuk yang valid untuk semua bilangan kompleks s. Karena fungsi zeta termasuk meromofik, semua pilihan cara untuk melakukan kontinuasi analitik ini akan menghasilkan bentuk yang sama, sebagai akibat dari teorema identitas. Langkah pertama dalam proses kontinuasi ini adalah pengamatan bahwa fungsi zeta dan fungsi eta Dirichlet memenuhi hubungan

(122s)ζ(s)=η(s)=n=1(1)n+1ns=11s12s+13s,

pada daerah konvergensi mereka masing-masing. Akan tetapi, fungsi deret eta pada ruas kanan tidak hanya konvergen untuk bilangan kompleks dengan bagian real lebih besar dari 1, tapi juga untuk sembarang s dengan bagian real positif. Akibatnya, fungsi zeta dapat didefinisikan ulang sebagai η(s)/(12/2s), memperluas domain dari Re(s)>1 menjadi Re(s)>0, kecuali untuk titik-titik yang menyebabkan 12/2s bernilai nol. Titik-titik tersebut memiliki bentuk s=1+2πin/log2 dengan n dapat berupa sembarang bilangan bulat bukan-nol. Fungsi zeta dapat diperluas lebih lanjut untuk titik-titik tersebut dengan menggunakan limit, menghasilkan nilai yang hingga untuk sembarang nilai s dengan bagian real positif; kecuali untuk kutub sederhana s=1.

Pada daerah berbentuk pita 0<Re(s)<1, perluasan dari fungsi zeta ini akan memenuhi persamaan fungsional

ζ(s)=2sπs1 sin(πs2) Γ(1s) ζ(1s).

Fungsi ζ(s) juga dapat didefinisikan untuk bilangan kompleks s yang tersisa (yakni Re(s)0 dan s0) dengan menggunakan fungsi ini di luar pita, lalu membuat ζ(s) bernilai sama dengan ruas kanan kapanpun s memenuhi Re(s)0 (dan s0).

Jika s merupakan bilangan genap negatif, maka ζ(s)=0 karena faktor sin(πs2) bernilai nol; ini adalah akar-akar sederhana dari fungsi zeta. Argumen ini tidak berlaku ketika s berupa bilangan genap positif karena akar dari fungsi sinus tercoret dengan kutub-kutub dari fungsi gamma. Nilai ζ(s)=12 tidak terdefinisi lewat persamaan fungsional, tetapi lewat nilai limit ζ(s) ketika s menuju nol. Persamaan fungsional juga menyimpulkan bahwa fungsi zeta tidak memiliki akar pada titik-titik selain akar-akar sederhana; mengartikan semua akar-akar tak-sederhana terletak pada pita kritis 0<Re(s)<1.

Catatan

Referensi

  1. Leonhard Euler. Variae observationes circa series infinitas. Commentarii academiae scientiarum Petropolitanae 9, 1744, pp. 160–188, Theorems 7 and 8. In Theorem 7 Euler proves the formula in the special case s=1 , and in Theorem 8 he proves it more generally. In the first corollary to his Theorem 7 he notes that \zeta(1)=\log\infty , and makes use of this latter result in his Theorem 19, in order to show that the sum of the inverses of the prime numbers is \log\log\infty .

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28447719 (2025-11-13T06:09:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.