Lompat ke isi

Bola (geometri): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29517145; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Sphere_wireframe_10deg_6r.svg|thumb|right|280px|nirbing]]
''''''<table class="infobox"><tr><th colspan="2" class="infobox-above" style="background:#e7dcc3">Bola</th></tr><tr><td colspan="2" class="infobox-image">Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Daftar grup simetri sferis|Grup simetri]]</th><td class="infobox-data">[[Orthogonal group|<math>O(3)</math>]]</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Luas permukaan]]</th><td class="infobox-data"><math>4 \pi r^2</math></td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Volume]]</th><td class="infobox-data"><math>\frac{4}{3} \pi r^3</math></td></tr></table><table class="infobox"><tr><th colspan="2" class="infobox-above" style="background:#e7dcc3">Bola</th></tr><tr><td colspan="2" class="infobox-image">Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Daftar grup simetri sferis|Grup simetri]]</th><td class="infobox-data">[[Orthogonal group|<math>O(3)</math>]]</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Luas permukaan]]</th><td class="infobox-data"><math>4 \pi r^2</math></td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Volume]]</th><td class="infobox-data"><math>\frac{4}{3} \pi r^3</math></td></tr></table><table class="infobox"><tr><th colspan="2" class="infobox-above" style="background:#e7dcc3">Bola</th></tr><tr><td colspan="2" class="infobox-image">Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Daftar grup simetri sferis|Grup simetri]]</th><td class="infobox-data">[[Orthogonal group|<math>O(3)</math>]]</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Luas permukaan]]</th><td class="infobox-data"><math>4 \pi r^2</math></td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Volume]]</th><td class="infobox-data"><math>\frac{4}{3} \pi r^3</math></td></tr></table>
''''''<table class="infobox"><tr><th colspan="2" class="infobox-above" style="background:#e7dcc3">Bola</th></tr><tr><td colspan="2" class="infobox-image">Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Daftar grup simetri sferis|Grup simetri]]</th><td class="infobox-data">[[Orthogonal group|<math>O(3)</math>]]</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Luas permukaan]]</th><td class="infobox-data"><math>4 \pi r^2</math></td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Volume]]</th><td class="infobox-data"><math>\frac{4}{3} \pi r^3</math></td></tr></table><table class="infobox"><tr><th colspan="2" class="infobox-above" style="background:#e7dcc3">Bola</th></tr><tr><td colspan="2" class="infobox-image">Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Daftar grup simetri sferis|Grup simetri]]</th><td class="infobox-data">[[Orthogonal group|<math>O(3)</math>]]</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Luas permukaan]]</th><td class="infobox-data"><math>4 \pi r^2</math></td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Volume]]</th><td class="infobox-data"><math>\frac{4}{3} \pi r^3</math></td></tr></table><table class="infobox"><tr><th colspan="2" class="infobox-above" style="background:#e7dcc3">Bola</th></tr><tr><td colspan="2" class="infobox-image">Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Daftar grup simetri sferis|Grup simetri]]</th><td class="infobox-data">[[Orthogonal group|<math>O(3)</math>]]</td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Luas permukaan]]</th><td class="infobox-data"><math>4 \pi r^2</math></td></tr><tr><th scope="row" class="infobox-label">[[Volume]]</th><td class="infobox-data"><math>\frac{4}{3} \pi r^3</math></td></tr></table>


 
'''Bola''' adalah objek [[geometri]] [[geometri padat|tiga dimensi]] yang serupa dengan objek melingkar dua dimensi, yaitu "[[lingkaran]]" adalah batas dari [[Cakram (matematika)|"cakram"]]. Pada umumnya, bola didefinisikan sebagai [[Lokus (matematika)|himpunan titik]] yang memiliki jarak sama dari pusat bola ke permukaan bola. Jarak yang sama dalam bola bisa dikenal dengan [[Jari-jari|jari-jari (radius)]] dan disimbolkan dengan huruf <math>r</math>.<ref>.</ref> Ruas garis lurus terpanjang melalui bola, menghubungkan dua titik di permukaan bola, melewati pusat dan panjangnya dua kali jari-jari disebut sebagai [[diameter]].
'''Bola''' adalah objek [[geometri]] [[geometri padat|tiga dimensi]] yang serupa dengan objek melingkar dua dimensi, yaitu "[[lingkaran]]" adalah batas dari [[Cakram (matematika)|"cakram"]]. Pada umumnya, bola didefinisikan sebagai [[Lokus (matematika)|himpunan titik]] yang memiliki jarak sama dari pusat bola ke permukaan bola. Jarak yang sama dalam bola bisa dikenal dengan [[Jari-jari|jari-jari (radius)]] dan disimbolkan dengan huruf <math>r</math>. Ruas garis lurus terpanjang melalui bola, menghubungkan dua titik di permukaan bola, melewati pusat dan panjangnya dua kali jari-jari disebut sebagai [[diameter]].


Sementara di luar matematika istilah "bola" terkadang digunakan secara bergantian. Dalam [[matematika]], perbedaan di atas dibuat dengan antara ''bola'' yang merupakan [[permukaan tertutup]] dua dimensi [[pembenaman]] dalam [[ruang Euklides]] tiga dimensi, dan ''bola'' yang merupakan bentuk tiga dimensi yang mencakup bola dan segala sesuatu ''di dalam'' bola (''bola tertutup''), atau, lebih sering, hanya titik ''di dalam'', tetapi ''bukan di'' antara bola (''bola terbuka''). Ini sejalan dengan situasi dalam [[Bidang (geometri)|bidang]], di mana istilah "lingkaran" dan "cakram" juga dapat dikacaukan.
Sementara di luar matematika istilah "bola" terkadang digunakan secara bergantian. Dalam [[matematika]], perbedaan di atas dibuat dengan antara ''bola'' yang merupakan [[permukaan tertutup]] dua dimensi [[pembenaman]] dalam [[ruang Euklides]] tiga dimensi, dan ''bola'' yang merupakan bentuk tiga dimensi yang mencakup bola dan segala sesuatu ''di dalam'' bola (''bola tertutup''), atau, lebih sering, hanya titik ''di dalam'', tetapi ''bukan di'' antara bola (''bola terbuka''). Ini sejalan dengan situasi dalam [[Bidang (geometri)|bidang]], di mana istilah "lingkaran" dan "cakram" juga dapat dikacaukan.
Baris 9: Baris 10:


== Persamaan dalam tiga dimensi ==
== Persamaan dalam tiga dimensi ==
Dalam geometri analitik, bola dengan pusat <math>(x_0, y_0, z_0)</math> dan jari-jari <math>r</math> adalah lokus titik <math>(x,y,z)</math> sedemikian rupa sehingga
Dalam geometri analitik, bola dengan pusat <math>(x_0, y_0, z_0)</math> dan jari-jari <math>r</math> adalah lokus titik <math>(x,y,z)</math> sedemikian rupa sehingga
:<math> (x - x_0 )^2 + (y - y_0 )^2 + ( z - z_0 )^2 = r^2.</math>
:<math> (x - x_0 )^2 + (y - y_0 )^2 + ( z - z_0 )^2 = r^2.</math>
Baris 18: Baris 17:
Lalu persamaan
Lalu persamaan
:<math>f(x,y,z) = a(x^2 + y^2 +z^2) + 2(bx + cy + dz) + e = 0</math>
:<math>f(x,y,z) = a(x^2 + y^2 +z^2) + 2(bx + cy + dz) + e = 0</math>
tidak memiliki poin nyata sebagai solusi jika <math>\rho < 0</math> dan disebut persamaan '''bola imajiner'''. Jika <math>\rho = 0</math>, satu-satunya solusi <math>f(x,y,z) = 0</math> adalah titik tengah bolah <math>P_0 = (x_0,y_0,z_0)</math> dan persamaannya disebut persamaan '''titik bola'''. Terakhir, dalam kasus <math>\rho > 0</math>, <math>f(x,y,z) = 0</math> adalah persamaan bola yang pusatnya adalah <math>P_0</math> dan yang radiusnya adalah <math>\sqrt \rho</math>.
tidak memiliki poin nyata sebagai solusi jika <math>\rho < 0</math> dan disebut persamaan '''bola imajiner'''. Jika <math>\rho = 0</math>, satu-satunya solusi <math>f(x,y,z) = 0</math> adalah titik tengah bolah <math>P_0 = (x_0,y_0,z_0)</math> dan persamaannya disebut persamaan '''titik bola'''. Terakhir, dalam kasus <math>\rho > 0</math>, <math>f(x,y,z) = 0</math> adalah persamaan bola yang pusatnya adalah <math>P_0</math> dan yang radiusnya adalah <math>\sqrt \rho</math>.<ref>.</ref>


Jika <math>a</math> dalam persamaan di atas adalah nol maka <math>f(x,y,z) = 0</math> adalah persamaan suatu bidang. Dengan demikian, sebuah bidang dapat dianggap sebagai bola jari-jari tak terbatas yang pusatnya adalah titik tak terhingga.
Jika <math>a</math> dalam persamaan di atas adalah nol maka <math>f(x,y,z) = 0</math> adalah persamaan suatu bidang. Dengan demikian, sebuah bidang dapat dianggap sebagai bola jari-jari tak terbatas yang pusatnya adalah titik tak terhingga.<ref>.</ref>


Titik-titik di bola dengan jari-jari <math>r > 0</math> dan pusat <math>(x_0,y_0,z_0)</math> dapat diparameterisasi via
Titik-titik di bola dengan jari-jari <math>r > 0</math> dan pusat <math>(x_0,y_0,z_0)</math> dapat diparameterisasi via
:<math>\begin{align} x &= x_0 + r \sin \theta  \; \cos\varphi \\
:<math>\begin{align} x &= x_0 + r \sin \theta  \; \cos\varphi \\
y &= y_0 + r \sin  \theta \; \sin\varphi \qquad (0 \leq  \theta \leq \pi,\;  0 \leq \varphi < 2\pi ) \\
y &= y_0 + r \sin  \theta \; \sin\varphi \qquad (0 \leq  \theta \leq \pi,\;  0 \leq \varphi < 2\pi ) \\
z &= z_0 + r \cos \theta \,\end{align}</math>
z &= z_0 + r \cos \theta \,\end{align}</math><ref>.</ref>


[[Keliling]] <math> \theta </math> dapat dikaitkan dengan sudut yang dihitung dari arah <math>z</math> positif melalui pusat ke vektor radius, dan keliling <math> \varphi </math> dapat dikaitkan dengan sudut yang dihitung dari arah <math>x</math> positif melalui pusat ke proyeksi vektor-jari-jari pada bidang ''<math display="inline">x</math>-<math display="inline">y</math>''.
[[Keliling]] <math> \theta </math> dapat dikaitkan dengan sudut yang dihitung dari arah <math>z</math> positif melalui pusat ke vektor radius, dan keliling <math> \varphi </math> dapat dikaitkan dengan sudut yang dihitung dari arah <math>x</math> positif melalui pusat ke proyeksi vektor-jari-jari pada bidang ''<math display="inline">x</math>-<math display="inline">y</math>''.
Baris 34: Baris 33:
Persamaan ini mencerminkan bahwa vektor posisi dan kecepatan suatu titik, <math>(x,y,z)</math> dan <math>(dx,dy,dz)</math>, yang berjalan di bola selalu tegak lurus satu sama lain.
Persamaan ini mencerminkan bahwa vektor posisi dan kecepatan suatu titik, <math>(x,y,z)</math> dan <math>(dx,dy,dz)</math>, yang berjalan di bola selalu tegak lurus satu sama lain.


Sebuah bola juga dapat dibangun sebagai permukaan yang dibentuk dengan memutar [[lingkaran]] tentang semua [[diameter]]nya. Karena lingkaran adalah jenis [[elips]] khusus, maka bola adalah jenis elips khusus revolusi. Mengganti lingkaran dengan elips yang diputar pada sumbu utamanya, bentuknya menjadi [[spheroid prolate]]; jika diputar terhadap sumbu minor, bentuknya akan menjadi sebuah [[spheroid oblate]].
Sebuah bola juga dapat dibangun sebagai permukaan yang dibentuk dengan memutar [[lingkaran]] tentang semua [[diameter]]nya. Karena lingkaran adalah jenis [[elips]] khusus, maka bola adalah jenis elips khusus revolusi. Mengganti lingkaran dengan elips yang diputar pada sumbu utamanya, bentuknya menjadi [[spheroid prolate]]; jika diputar terhadap sumbu minor, bentuknya akan menjadi sebuah [[spheroid oblate]].<ref>.</ref>


== Rumus bola ==
== Rumus bola ==
Baris 41: Baris 40:
:<math>L = 4\pi r^2 \,</math>
:<math>L = 4\pi r^2 \,</math>


[[Archimedes]] pertama kali memperoleh rumus ini dari fakta bahwa proyeksi ke permukaan lateral dari silinder yang dibatasi adalah pengawet area. Pendekatan lain untuk memperoleh rumus berasal dari fakta bahwa rumus tersebut sama dengan turunan rumus untuk volume sehubungan dengan <math>r</math> karena volume total di dalam bola jari-jari <math>r</math> dapat dianggap sebagai penjumlahan dari luas permukaan jumlah yang tidak terbatas dari cangkang bola dengan ketebalan sangat kecil yang ditumpuk secara konseptual di dalam satu sama lain dari jari jari <math>0</math> hingga jari jari <math>r</math>. Pada ketebalan sangat kecil perbedaan antara luas permukaan bagian dalam dan luar setiap cangkang yang diberikan sangat kecil, dan volume unsur pada jari-jari <math>r</math> hanyalah produk dari luas permukaan pada jari-jari <math>r</math> dan ketebalan sangat kecil.
[[Archimedes]] pertama kali memperoleh rumus ini<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bola+%28geometri%29&oldid=29517145 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dari fakta bahwa proyeksi ke permukaan lateral dari silinder yang dibatasi adalah pengawet area.<ref>.</ref> Pendekatan lain untuk memperoleh rumus berasal dari fakta bahwa rumus tersebut sama dengan turunan rumus untuk volume sehubungan dengan <math>r</math> karena volume total di dalam bola jari-jari <math>r</math> dapat dianggap sebagai penjumlahan dari luas permukaan jumlah yang tidak terbatas dari cangkang bola dengan ketebalan sangat kecil yang ditumpuk secara konseptual di dalam satu sama lain dari jari jari <math>0</math> hingga jari jari <math>r</math>. Pada ketebalan sangat kecil perbedaan antara luas permukaan bagian dalam dan luar setiap cangkang yang diberikan sangat kecil, dan volume unsur pada jari-jari <math>r</math> hanyalah produk dari luas permukaan pada jari-jari <math>r</math> dan ketebalan sangat kecil.


Pada jari-jari tertentu <math>r</math>, volume tambahan (<math>\delta V</math>) sama dengan produk dari luas permukaan pada jari-jari (<math>L(r)</math>) dan ketebalan cangkang (<math>\delta r</math>):
Pada jari-jari tertentu <math>r</math>, volume tambahan (<math>\delta V</math>) sama dengan produk dari luas permukaan pada jari-jari (<math>L(r)</math>) dan ketebalan cangkang (<math>\delta r</math>):
Baris 49: Baris 48:
:<math>V \approx \sum L(r) \cdot \delta r.</math>
:<math>V \approx \sum L(r) \cdot \delta r.</math>


Dalam batas ketika ketebalan cangkang <math>\delta r</math> mendekati nol persamaan ini menjadi:
Dalam batas ketika ketebalan cangkang <math>\delta r</math> mendekati nol <ref>E.J. Borowski. [https://archive.org/details/dictionaryofmath0000boro Collins Dictionary of Mathematics]. 1989. hlm. [https://archive.org/details/dictionaryofmath0000boro/page/141 141], 149. ISBN 978-0-00-434347-1.</ref> persamaan ini menjadi:
:<math>V = \int_0^r L(r) \, dr.</math>
:<math>V = \int_0^r L(r) \, dr.</math>


Baris 67: Baris 66:
:<math>L = \int_0^{2\pi} \int_0^\pi r^2 \sin\theta \, d\theta \, d\varphi = 4\pi r^2.</math>
:<math>L = \int_0^{2\pi} \int_0^\pi r^2 \sin\theta \, d\theta \, d\varphi = 4\pi r^2.</math>


Bola memiliki [[luas permukaan]] terkecil dari semua permukaan yang membungkus [[volume]] tertentu, dan melingkupi volume terbesar di antara semua permukaan tertutup dengan luas permukaan tertentu. Karenanya bola muncul di alam: misalnya, gelembung dan tetesan air kecil secara kasar berbentuk bola karena tegangan permukaan secara lokal meminimalkan luas permukaan.
Bola memiliki [[luas permukaan]] terkecil dari semua permukaan yang membungkus [[volume]] tertentu, dan melingkupi volume terbesar di antara semua permukaan tertutup dengan luas permukaan tertentu.<ref>Robert Osserman. [https://www.ams.org/journals/bull/1978-84-06/S0002-9904-1978-14553-4/ The isoperimetric inequality]. ''Bulletin of the American Mathematical Society''. 1978. Vol. 84. hlm. 1187.</ref> Karenanya bola muncul di alam: misalnya, gelembung dan tetesan air kecil secara kasar berbentuk bola karena tegangan permukaan secara lokal meminimalkan luas permukaan.


[[Luas permukaan]] relatif terhadap massa bola disebut '''luas permukaan spesifik''' dan dapat dinyatakan dari persamaan yang dinyatakan di atas sebagai
[[Luas permukaan]] relatif terhadap massa bola disebut '''luas permukaan spesifik''' dan dapat dinyatakan dari persamaan yang dinyatakan di atas sebagai
Baris 84: Baris 83:
: <math>V \approx \sum \pi y^2 \cdot \delta x.</math>
: <math>V \approx \sum \pi y^2 \cdot \delta x.</math>


Dalam batas ketika <math>\delta x</math> mendekati nol, [[persamaan]] ini menjadi:
Dalam batas ketika <math>\delta x</math> mendekati nol,<ref>E.J. Borowski. [https://archive.org/details/dictionaryofmath0000boro Collins Dictionary of Mathematics]. 1989. hlm. [https://archive.org/details/dictionaryofmath0000boro/page/141 141], 149. ISBN 978-0-00-434347-1.</ref> [[persamaan]] ini menjadi:
: <math>V = \int_{-r}^{r} \pi y^2 dx.</math>
: <math>V = \int_{-r}^{r} \pi y^2 dx.</math>


Baris 100: Baris 99:


begitu
begitu
: <math>V=\int_0^{2\pi} \int_{0}^{\pi} \int_0^r r'^2\sin\theta\, dr'\, d\theta\, d\varphi
: <math>V=\int_0^{2\pi} \int_{0}^{\pi} \int_0^r r'^2\sin\theta\, dr'\, d\theta\, d\varphi  
= 2\pi \int_{0}^{\pi} \int_0^r r'^2\sin\theta\, dr'\, d\theta
= 2\pi \int_{0}^{\pi} \int_0^r r'^2\sin\theta\, dr'\, d\theta
= 4\pi \int_0^r r'^2\, dr'\
= 4\pi \int_0^r r'^2\, dr'\  
=\frac43\pi r^3.</math>
=\frac43\pi r^3.</math>
Untuk tujuan paling praktis, volume di dalam bola yang tertulis dalam kubus dapat diperkirakan sekitar 52,4% dari volume kubus, karena <math display="inline">V = \frac{\pi}{6} d^3</math>, di mana <math>d</math> adalah diameter bola dan juga panjang sisi kubus dan <math display="inline">\frac{\pi}{6} \approx 0,5236</math>. Sebagai contoh, bola dengan diameter 1 m memiliki 52,4% volume kubus dengan panjang tepi 1 m, atau sekitar 0,524 m3
Untuk tujuan paling praktis, volume di dalam bola yang tertulis dalam kubus dapat diperkirakan sekitar 52,4% dari volume kubus, karena <math display="inline">V = \frac{\pi}{6} d^3</math>, di mana <math>d</math> adalah diameter bola dan juga panjang sisi kubus dan <math display="inline">\frac{\pi}{6} \approx 0,5236</math>. Sebagai contoh, bola dengan diameter 1 m memiliki 52,4% volume kubus dengan panjang tepi 1 m, atau sekitar 0,524 m3


== Kurva pada bola  ==
== Kurva pada bola  ==
=== Lingkaran ===
=== Lingkaran ===
* Perpotongan bola dan bidang adalah lingkaran, titik atau kosong.
* Perpotongan bola dan bidang adalah lingkaran, titik atau kosong.
Dalam kasus lingkaran, lingkaran tersebut dapat dijelaskan dengan [[persamaan parametrik]] <math>\;\vec x =(\vec e_0+\vec e_1 \cos t +\vec e_2 \sin t)^T \;</math>: lihat penampang bidang dari [[ellipsoid#bagian bidang|ellipsoid]].
Dalam kasus lingkaran, lingkaran tersebut dapat dijelaskan dengan [[persamaan parametrik]] <math>\;\vec x =(\vec e_0+\vec e_1 \cos t +\vec e_2 \sin t)^T \;</math>: lihat penampang bidang dari [[ellipsoid#bagian bidang|ellipsoid]].
Baris 123: Baris 118:


=== Kurva Clelia ===
=== Kurva Clelia ===
 
Jika bola dijelaskan dengan wakilan parametrik  
Jika bola dijelaskan dengan wakilan parametrik
:<math>\vec x=(r\cos \theta \cos\varphi, r\cos\theta \sin\varphi, r\sin\theta)^T</math>
:<math>\vec x=(r\cos \theta \cos\varphi, r\cos\theta \sin\varphi, r\sin\theta)^T</math>
maka akan mendapat [[Clélie|kurva Clelia]], jika sudut-sudutnya dihubungkan dengan persamaan <math>\varphi=c\;\theta \;, \ c>0\;.</math>
maka akan mendapat [[Clélie|kurva Clelia]], jika sudut-sudutnya dihubungkan dengan persamaan <math>\varphi=c\;\theta \;, \ c>0\;.</math>
Baris 131: Baris 125:


=== Loksodrom ===
=== Loksodrom ===
Dalam [[navigasi]], '''loksodrom''' adalah busur yang melintasi semua [[meridian (geografi)|meridian]] dari [[garis bujur]] pada sudut yang sama. Garis Rhumb bukanlah spiral bola. Tidak ada hubungan sederhana antara sudut <math>\varphi</math> dan <math>\theta</math>.
Dalam [[navigasi]], '''loksodrom''' adalah busur yang melintasi semua [[meridian (geografi)|meridian]] dari [[garis bujur]] pada sudut yang sama. Garis Rhumb bukanlah spiral bola. Tidak ada hubungan sederhana antara sudut <math>\varphi</math> dan <math>\theta</math>.


=== Persimpangan bola dengan permukaan yang umum ===
=== Persimpangan bola dengan permukaan yang umum ===
Jika sebuah bola berpotongan dengan permukaan lain, mungkin ada kurva bola yang lebih rumit.
Jika sebuah bola berpotongan dengan permukaan lain, mungkin ada kurva bola yang lebih rumit.


; Contoh: bola-tabung
; Contoh: bola-tabung


 
Perpotongan bola dengan persamaan <math>\; x^2+y^2+z^2=r^2\;</math> dan tabung dengan persamaan <math> \;(y-y_0)^2+z^2=a^2, \; y_0\ne 0\; </math> bukan hanya satu atau dua lingkaran. Ini adalah solusi dari sistem persamaan non linear  
Perpotongan bola dengan persamaan <math>\; x^2+y^2+z^2=r^2\;</math> dan tabung dengan persamaan <math> \;(y-y_0)^2+z^2=a^2, \; y_0\ne 0\; </math> bukan hanya satu atau dua lingkaran. Ini adalah solusi dari sistem persamaan non linear
:<math>x^2+y^2+z^2-r^2=0</math>
:<math>x^2+y^2+z^2-r^2=0</math>
:<math>(y-y_0)^2+z^2-a^2=0\ .</math>
:<math>(y-y_0)^2+z^2-a^2=0\ .</math>
Baris 148: Baris 138:


== Sifat geometris ==
== Sifat geometris ==
Bola secara unik ditentukan oleh empat titik yang bukan [[koplanar]]. Secara lebih umum, bola secara unik ditentukan oleh empat kondisi seperti melewati suatu titik, bersinggungan dengan bidang, dan lain-lain. Sifat ini analog dengan properti bahwa tiga titik [[kollinear|non-kollinear]] menentukan lingkaran unik dalam sebuah bidang.
Bola secara unik ditentukan oleh empat titik yang bukan [[koplanar]]. Secara lebih umum, bola secara unik ditentukan oleh empat kondisi seperti melewati suatu titik, bersinggungan dengan bidang, dan lain-lain.<ref>.</ref> Sifat ini analog dengan properti bahwa tiga titik [[kollinear|non-kollinear]] menentukan lingkaran unik dalam sebuah bidang.


Maka, sebuah bola unik ditentukan oleh sebuah lingkaran dan sebuah titik yang tidak berada di bidang lingkaran itu.
Maka, sebuah bola unik ditentukan oleh sebuah lingkaran dan sebuah titik yang tidak berada di bidang lingkaran itu.


Dengan memeriksa [[Lingkaran bola#Persimpangan bola|solusi umum dari persamaan dua bola]], dapat dilihat bahwa dua bola berpotongan dalam satu lingkaran dan bidang yang mengandung lingkaran itu disebut '''bidang radikal''' dari bola berpotongan. Meskipun bidang radikal adalah bidang riil, lingkaran mungkin imajiner yaitu bola tidak memiliki titik yang sama atau terdiri dari satu titik sebagai bola bersinggungan pada titik itu.
Dengan memeriksa [[Lingkaran bola#Persimpangan bola|solusi umum dari persamaan dua bola]], dapat dilihat bahwa dua bola berpotongan dalam satu lingkaran dan bidang yang mengandung lingkaran itu disebut '''bidang radikal''' dari bola berpotongan.<ref>.</ref> Meskipun bidang radikal adalah bidang riil, lingkaran mungkin imajiner yaitu bola tidak memiliki titik yang sama atau terdiri dari satu titik sebagai bola bersinggungan pada titik itu.<ref>.</ref>


Sudut antara dua bola pada titik perpotongan sebenarnya adalah [[sudut dihedral]] yang ditentukan oleh bidang bersinggungan dengan bola pada titik tersebut. Dua bola berpotongan pada sudut yang sama di semua titik perpotongan lingkaran. Potongan pada sudut siku-siku adalah [[Ortogonalitas|ortogonal]] jika dan hanya jika kuadrat jarak antara pusatnya sama dengan jumlah kuadrat jari-jarinya.
Sudut antara dua bola pada titik perpotongan sebenarnya adalah [[sudut dihedral]] yang ditentukan oleh bidang bersinggungan dengan bola pada titik tersebut. Dua bola berpotongan pada sudut yang sama di semua titik perpotongan lingkaran.<ref>.</ref> Potongan pada sudut siku-siku adalah [[Ortogonalitas|ortogonal]] jika dan hanya jika kuadrat jarak antara pusatnya sama dengan jumlah kuadrat jari-jarinya.<ref>.</ref>


=== Pensil bola ===
=== Pensil bola ===
Jika <math display="inline">f(x,y,z) = 0</math> dan <math display="inline">g(x,y,z) = 0</math>adalah persamaan dari dua bidang yang berbeda
Jika <math display="inline">f(x,y,z) = 0</math> dan <math display="inline">g(x,y,z) = 0</math>adalah persamaan dari dua bidang yang berbeda
:<math>s f(x,y,z) + t g(x,y,z) = 0</math>
:<math>s f(x,y,z) + t g(x,y,z) = 0</math>
juga persamaan bola untuk nilai arbitrer dari parameter <math>s</math> dan <math display="inline">t</math>. Himpunan semua bola memenuhi persamaan ini disebut '''pensil bola''' yang ditentukan oleh dua bola asli. Dalam definisi ini bola dijadikan menjadi bidang (jari-jari tak hingga, berpusat pada tak hingga) dan jika kedua bola asli adalah bidang maka semua bidang pensil adalah bidang, jika tidak, hanya ada satu bidang (bidang akar) dalam pensil.
juga persamaan bola untuk nilai arbitrer dari parameter <math>s</math> dan <math display="inline">t</math>. Himpunan semua bola memenuhi persamaan ini disebut '''pensil bola''' yang ditentukan oleh dua bola asli. Dalam definisi ini bola dijadikan menjadi bidang (jari-jari tak hingga, berpusat pada tak hingga) dan jika kedua bola asli adalah bidang maka semua bidang pensil adalah bidang, jika tidak, hanya ada satu bidang (bidang akar) dalam pensil.<ref>.</ref>


== Generalisasi ==
== Generalisasi ==
=== Dimensi ===
=== Dimensi ===
Bola dapat digeneralisasikan ke ruang dengan jumlah [[dimensi]] berapa pun. Untuk [[bilangan asli]] <math display="inline">n</math>, sebuah "<math display="inline">n</math>-bola," sering kali ditulis sebagai <math display="inline">S^n</math>, adalah titik himpunan dalam (dimensi-(<math display="inline">n+1</math>)). Ruang Euklides yang berada pada jarak tetap <math display="inline">r</math> dari titik pusat ruang itu, di mana <math display="inline">r</math>, seperti sebelumnya, adalah bilangan riil positif. Khususnya:
Bola dapat digeneralisasikan ke ruang dengan jumlah [[dimensi]] berapa pun. Untuk [[bilangan asli]] <math display="inline">n</math>, sebuah "<math display="inline">n</math>-bola," sering kali ditulis sebagai <math display="inline">S^n</math>, adalah titik himpunan dalam (dimensi-(<math display="inline">n+1</math>)). Ruang Euklides yang berada pada jarak tetap <math display="inline">r</math> dari titik pusat ruang itu, di mana <math display="inline">r</math>, seperti sebelumnya, adalah bilangan riil positif. Khususnya:
Baris 205: Baris 191:


== Geometri bola ==
== Geometri bola ==
 
[[Gambar:Sphere halve.png|thumb|right|[[Lingkaran besar]] pada bola]]


Elemen dasar geometri bidang Euclidean adalah titik dan garis. Di bola, titik didefinisikan dalam arti biasa. Analog dari "garis" adalah geodesik, yang merupakan lingkaran besar; ciri utama dari lingkaran besar adalah bahwa bidang yang berisi semua titiknya juga melewati pusat bola. Mengukur dengan panjang busur menunjukkan bahwa jalur terpendek antara dua titik yang terletak di bola adalah segmen yang lebih pendek dari lingkaran besar yang mencakup titik-titik tersebut.
Elemen dasar geometri bidang Euclidean adalah titik dan garis. Di bola, titik didefinisikan dalam arti biasa. Analog dari "garis" adalah geodesik, yang merupakan lingkaran besar; ciri utama dari lingkaran besar adalah bahwa bidang yang berisi semua titiknya juga melewati pusat bola. Mengukur dengan panjang busur menunjukkan bahwa jalur terpendek antara dua titik yang terletak di bola adalah segmen yang lebih pendek dari lingkaran besar yang mencakup titik-titik tersebut.
Baris 212: Baris 198:


== Lokus jumlah konstan ==
== Lokus jumlah konstan ==
Lokus titik dalam ruang sedemikian rupa sehingga jumlah ke <math>2m</math> pangkat jarak <math>d_i</math> ke simpul dari [[padatan Platonis]] <math>T_n</math> dengan sirkumradius <math>R</math> konstan adalah sebuah bola, jika
Lokus titik dalam ruang sedemikian rupa sehingga jumlah ke <math>2m</math> pangkat jarak <math>d_i</math> ke simpul dari [[padatan Platonis]] <math>T_n</math> dengan sirkumradius <math>R</math> konstan adalah sebuah bola, jika


:<math>\sum_{i=1}^n d_i^{2m}> nR^{2m}</math>,
:<math>\sum_{i=1}^n d_i^{2m}> nR^{2m}</math>,


yang pusatnya berada di pusat <math>T_n</math>.
yang pusatnya berada di pusat <math>T_n</math>.<ref>Mamuka Meskhishvili. [https://www.rgnpublications.com/journals/index.php/cma/article/view/1420/1065 Cyclic Averages of Regular Polygons and Platonic Solids]. ''Communications in Mathematics and Applications''. 2020. Vol. 11. hlm. 335–355.</ref>


Nilai dari <math>m</math> bergantung pada jumlah simpul <math>n</math> dari padatan Platonis dan sama:
Nilai dari <math>m</math> bergantung pada jumlah simpul <math>n</math> dari padatan Platonis dan sama:
Baris 228: Baris 213:


== Gambar ==
== Gambar ==
== Bagian ==
== Bagian ==
* [[Tutup bola]]
* [[Tutup bola]]
* [[Poligon bola]]
* [[Poligon bola]]
Baris 240: Baris 222:


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Tribola]]
* [[Tribola]]
* [[Bola Affin]]
* [[Bola Affin]]
Baris 269: Baris 250:
* [[Permukaan Zoll|Bola Zoll]]
* [[Permukaan Zoll|Bola Zoll]]
* [[Frustum bola]]
* [[Frustum bola]]


== Catatan dan referensi ==
== Catatan dan referensi ==
=== Catatan ===
=== Catatan ===
Bagian ini kosong
Bagian ini kosong


=== Referensi ===
=== Referensi ===
=== Bacaan lebih lanjut ===
=== Bacaan lebih lanjut ===
* .
* .
*
*  
* .
* .
* .
* .
Baris 288: Baris 264:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [[planetmath:186|Sphere (PlanetMath.org website)]]
* [[planetmath:186|Sphere (PlanetMath.org website)]]
*
*  
* [http://en.wikibooks.org/wiki/Mathematica/Uniform_Spherical_Distribution Mathematica/Uniform Spherical Distribution]
* [http://en.wikibooks.org/wiki/Mathematica/Uniform_Spherical_Distribution Mathematica/Uniform Spherical Distribution]
*  (computer animation showing how the inside of a sphere can turn outside.)
*  (computer animation showing how the inside of a sphere can turn outside.)
Baris 296: Baris 271:
* [http://mathschallenge.net/index.php?section=faq&ref=geometry/surface_sphere Surface area of sphere proof.]
* [http://mathschallenge.net/index.php?section=faq&ref=geometry/surface_sphere Surface area of sphere proof.]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bola+%28geometri%29&oldid=29517145 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29517145 (2026-08-03T00:21:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bola+%28geometri%29&oldid=29517145 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29517145 (2026-08-03T00:21:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.06

nirbing

'

Bola
Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola
Grup simetriO(3)
Luas permukaan4πr2
Volume43πr3
Bola
Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola
Grup simetriO(3)
Luas permukaan4πr2
Volume43πr3
Bola
Sebuah perspektif 3 dimensi dari bola
Grup simetriO(3)
Luas permukaan4πr2
Volume43πr3

Bola adalah objek geometri tiga dimensi yang serupa dengan objek melingkar dua dimensi, yaitu "lingkaran" adalah batas dari "cakram". Pada umumnya, bola didefinisikan sebagai himpunan titik yang memiliki jarak sama dari pusat bola ke permukaan bola. Jarak yang sama dalam bola bisa dikenal dengan jari-jari (radius) dan disimbolkan dengan huruf r.[1] Ruas garis lurus terpanjang melalui bola, menghubungkan dua titik di permukaan bola, melewati pusat dan panjangnya dua kali jari-jari disebut sebagai diameter.

Sementara di luar matematika istilah "bola" terkadang digunakan secara bergantian. Dalam matematika, perbedaan di atas dibuat dengan antara bola yang merupakan permukaan tertutup dua dimensi pembenaman dalam ruang Euklides tiga dimensi, dan bola yang merupakan bentuk tiga dimensi yang mencakup bola dan segala sesuatu di dalam bola (bola tertutup), atau, lebih sering, hanya titik di dalam, tetapi bukan di antara bola (bola terbuka). Ini sejalan dengan situasi dalam bidang, di mana istilah "lingkaran" dan "cakram" juga dapat dikacaukan.

Bola adalah objek fundamental dalam banyak bidang matematika. Bentuk bola yang hampir bulat juga muncul di alam dan industri. Gelembung seperti gelembung sabun berbentuk bola dalam keadaan seimbang. Bumi sering kali didekati sebagai bola dalam geografi, dan bola langit merupakan konsep penting dalam astronomi. Barang-barang yang diproduksi termasuk bejana tekan dan sebagian besar cermin dan lensa melengkung didasarkan pada bola. Bola menggelinding dengan mulus ke segala arah, sehingga sebagian besar bola yang digunakan dalam olahraga dan mainan berbentuk bola, begitu pula bantalan bola.

Persamaan dalam tiga dimensi

Dalam geometri analitik, bola dengan pusat (x0,y0,z0) dan jari-jari r adalah lokus titik (x,y,z) sedemikian rupa sehingga

(xx0)2+(yy0)2+(zz0)2=r2.

Jika variabel a, b, c, d, dan e adalah bilangan real dengan nilai a0 dan nilai titik tengah (x0,y0,z0) didefinisikan sebagai:

x0=ba,y0=ca,z0=da,ρ=b2+c2+d2aea2.

Lalu persamaan

f(x,y,z)=a(x2+y2+z2)+2(bx+cy+dz)+e=0

tidak memiliki poin nyata sebagai solusi jika ρ<0 dan disebut persamaan bola imajiner. Jika ρ=0, satu-satunya solusi f(x,y,z)=0 adalah titik tengah bolah P0=(x0,y0,z0) dan persamaannya disebut persamaan titik bola. Terakhir, dalam kasus ρ>0, f(x,y,z)=0 adalah persamaan bola yang pusatnya adalah P0 dan yang radiusnya adalah ρ.[2]

Jika a dalam persamaan di atas adalah nol maka f(x,y,z)=0 adalah persamaan suatu bidang. Dengan demikian, sebuah bidang dapat dianggap sebagai bola jari-jari tak terbatas yang pusatnya adalah titik tak terhingga.[3]

Titik-titik di bola dengan jari-jari r>0 dan pusat (x0,y0,z0) dapat diparameterisasi via

x=x0+rsinθcosφy=y0+rsinθsinφ(0θπ,0φ<2π)z=z0+rcosθ[4]

Keliling θ dapat dikaitkan dengan sudut yang dihitung dari arah z positif melalui pusat ke vektor radius, dan keliling φ dapat dikaitkan dengan sudut yang dihitung dari arah x positif melalui pusat ke proyeksi vektor-jari-jari pada bidang x-y.

Bola dari jari-jari yang berpusat di nol adalah permukaan integral dari bentuk diferensial berikut:

xdx+ydy+zdz=0.

Persamaan ini mencerminkan bahwa vektor posisi dan kecepatan suatu titik, (x,y,z) dan (dx,dy,dz), yang berjalan di bola selalu tegak lurus satu sama lain.

Sebuah bola juga dapat dibangun sebagai permukaan yang dibentuk dengan memutar lingkaran tentang semua diameternya. Karena lingkaran adalah jenis elips khusus, maka bola adalah jenis elips khusus revolusi. Mengganti lingkaran dengan elips yang diputar pada sumbu utamanya, bentuknya menjadi spheroid prolate; jika diputar terhadap sumbu minor, bentuknya akan menjadi sebuah spheroid oblate.[5]

Rumus bola

Luas permukaan

Luas permukaan pada bola yaitu.

L=4πr2

Archimedes pertama kali memperoleh rumus ini[6] dari fakta bahwa proyeksi ke permukaan lateral dari silinder yang dibatasi adalah pengawet area.[7] Pendekatan lain untuk memperoleh rumus berasal dari fakta bahwa rumus tersebut sama dengan turunan rumus untuk volume sehubungan dengan r karena volume total di dalam bola jari-jari r dapat dianggap sebagai penjumlahan dari luas permukaan jumlah yang tidak terbatas dari cangkang bola dengan ketebalan sangat kecil yang ditumpuk secara konseptual di dalam satu sama lain dari jari jari 0 hingga jari jari r. Pada ketebalan sangat kecil perbedaan antara luas permukaan bagian dalam dan luar setiap cangkang yang diberikan sangat kecil, dan volume unsur pada jari-jari r hanyalah produk dari luas permukaan pada jari-jari r dan ketebalan sangat kecil.

Pada jari-jari tertentu r, volume tambahan (δV) sama dengan produk dari luas permukaan pada jari-jari (L(r)) dan ketebalan cangkang (δr):

δVL(r)δr.

Volume total adalah penjumlahan dari semua volume cangkang:

VL(r)δr.

Dalam batas ketika ketebalan cangkang δr mendekati nol [8] persamaan ini menjadi:

V=0rL(r)dr.

Masukkan V (lihat bagian rumus volume bola):

43πr3=0rL(r)dr.

Mengambil turunan dari kedua sisi persamaan ini berdasarkan dengan r akan menghasilkan L sebagai fungsi r:

4πr2=L(r).

di mana r sekarang dianggap sebagai jari-jari bola yang tetap.

Atau, elemen luas pada bola diberikan dalam koordinat bola oleh dA=r2sin(θ)dθdϕ. Dalam Koordinat Kartesius, elemen luas adalah

dS=rr2ikxi2ikdxi,k.

Total luas dengan demikian dapat diperoleh dengan integral:

L=02π0πr2sinθdθdφ=4πr2.

Bola memiliki luas permukaan terkecil dari semua permukaan yang membungkus volume tertentu, dan melingkupi volume terbesar di antara semua permukaan tertutup dengan luas permukaan tertentu.[9] Karenanya bola muncul di alam: misalnya, gelembung dan tetesan air kecil secara kasar berbentuk bola karena tegangan permukaan secara lokal meminimalkan luas permukaan.

Luas permukaan relatif terhadap massa bola disebut luas permukaan spesifik dan dapat dinyatakan dari persamaan yang dinyatakan di atas sebagai

LPS=AVρ=3rρ,

di mana ρ adalah kepadatan (rasio massa terhadap volume).

Volume

Volume pada bola yaitu:

V=43πr3

Pada setiap x yang diberikan, volume tambahan (δV) sama dengan produk dari luas penampang disk pada x dan ketebalannya (δx):

δVπy2δx.

Volume total adalah penjumlahan dari semua volume tambahan:

Vπy2δx.

Dalam batas ketika δx mendekati nol,[10] persamaan ini menjadi:

V=rrπy2dx.

Pada setiap x yang diberikan, segitiga siku-siku menghubungkan x, y dan r ke titik asal; karenanya, dengan menerapkan Teorema Pythagoras akan menghasilkan:

y2=r2x2.

Menggunakan substitusi ini memberi

V=rrπ(r2x2)dx,

yang dapat dievaluasi untuk memberikan hasilnya

V=π[r2xx33]rr=π(r3r33)π(r3+r33)=43πr3.

Rumus alternatif ditemukan menggunakan koordinat bola , dengan elemen volume

dV=r2sinθdrdθdφ

begitu

V=02π0π0rr'2sinθdrdθdφ=2π0π0rr'2sinθdrdθ=4π0rr'2dr =43πr3.

Untuk tujuan paling praktis, volume di dalam bola yang tertulis dalam kubus dapat diperkirakan sekitar 52,4% dari volume kubus, karena V=π6d3, di mana d adalah diameter bola dan juga panjang sisi kubus dan π60,5236. Sebagai contoh, bola dengan diameter 1 m memiliki 52,4% volume kubus dengan panjang tepi 1 m, atau sekitar 0,524 m3

Kurva pada bola

Lingkaran

  • Perpotongan bola dan bidang adalah lingkaran, titik atau kosong.

Dalam kasus lingkaran, lingkaran tersebut dapat dijelaskan dengan persamaan parametrik x=(e0+e1cost+e2sint)T: lihat penampang bidang dari ellipsoid.

Namun permukaan yang lebih rumit juga dapat memotong sebuah bola dalam lingkaran:

  • Perpotongan bola yang tidak kosong dengan permukaan revolusi, porosnya berisi pusat bola yaitu koaksial yang terdiri dari lingkaran dan/atau titik.

Diagram menunjukkan kasus, di mana perpotongan tabung dan bola terdiri dari dua lingkaran. Jika jari-jari tabung sama dengan jari-jari bola, perpotongannya menjadi satu lingkaran, di mana kedua permukaan bersinggungan.

Dalam kasus sferoid dengan pusat dan sumbu utama yang sama dengan bola, persimpangan akan terdiri dari dua titik (simpul), di mana permukaannya bersinggungan.

Kurva Clelia

Jika bola dijelaskan dengan wakilan parametrik

x=(rcosθcosφ,rcosθsinφ,rsinθ)T

maka akan mendapat kurva Clelia, jika sudut-sudutnya dihubungkan dengan persamaan φ=cθ, c>0.

Kasus khususnya adalah: kurva Viviani (c=1) dan spiral bola (c>2), sebagai contohnya spiral Seiffert.

Loksodrom

Dalam navigasi, loksodrom adalah busur yang melintasi semua meridian dari garis bujur pada sudut yang sama. Garis Rhumb bukanlah spiral bola. Tidak ada hubungan sederhana antara sudut φ dan θ.

Persimpangan bola dengan permukaan yang umum

Jika sebuah bola berpotongan dengan permukaan lain, mungkin ada kurva bola yang lebih rumit.

Contoh
bola-tabung

Perpotongan bola dengan persamaan x2+y2+z2=r2 dan tabung dengan persamaan (yy0)2+z2=a2,y00 bukan hanya satu atau dua lingkaran. Ini adalah solusi dari sistem persamaan non linear

x2+y2+z2r2=0
(yy0)2+z2a2=0 .

lihat kurva implisit dan diagram

Sifat geometris

Bola secara unik ditentukan oleh empat titik yang bukan koplanar. Secara lebih umum, bola secara unik ditentukan oleh empat kondisi seperti melewati suatu titik, bersinggungan dengan bidang, dan lain-lain.[11] Sifat ini analog dengan properti bahwa tiga titik non-kollinear menentukan lingkaran unik dalam sebuah bidang.

Maka, sebuah bola unik ditentukan oleh sebuah lingkaran dan sebuah titik yang tidak berada di bidang lingkaran itu.

Dengan memeriksa solusi umum dari persamaan dua bola, dapat dilihat bahwa dua bola berpotongan dalam satu lingkaran dan bidang yang mengandung lingkaran itu disebut bidang radikal dari bola berpotongan.[12] Meskipun bidang radikal adalah bidang riil, lingkaran mungkin imajiner yaitu bola tidak memiliki titik yang sama atau terdiri dari satu titik sebagai bola bersinggungan pada titik itu.[13]

Sudut antara dua bola pada titik perpotongan sebenarnya adalah sudut dihedral yang ditentukan oleh bidang bersinggungan dengan bola pada titik tersebut. Dua bola berpotongan pada sudut yang sama di semua titik perpotongan lingkaran.[14] Potongan pada sudut siku-siku adalah ortogonal jika dan hanya jika kuadrat jarak antara pusatnya sama dengan jumlah kuadrat jari-jarinya.[15]

Pensil bola

Jika f(x,y,z)=0 dan g(x,y,z)=0adalah persamaan dari dua bidang yang berbeda

sf(x,y,z)+tg(x,y,z)=0

juga persamaan bola untuk nilai arbitrer dari parameter s dan t. Himpunan semua bola memenuhi persamaan ini disebut pensil bola yang ditentukan oleh dua bola asli. Dalam definisi ini bola dijadikan menjadi bidang (jari-jari tak hingga, berpusat pada tak hingga) dan jika kedua bola asli adalah bidang maka semua bidang pensil adalah bidang, jika tidak, hanya ada satu bidang (bidang akar) dalam pensil.[16]

Generalisasi

Dimensi

Bola dapat digeneralisasikan ke ruang dengan jumlah dimensi berapa pun. Untuk bilangan asli n, sebuah "n-bola," sering kali ditulis sebagai Sn, adalah titik himpunan dalam (dimensi-(n+1)). Ruang Euklides yang berada pada jarak tetap r dari titik pusat ruang itu, di mana r, seperti sebelumnya, adalah bilangan riil positif. Khususnya:

  • S0: bola 0 adalah sepasang titik akhir dari sebuah interval [r,r] dari garis sebenarnya
  • S1: 1 bola adalah lingkaran dengan jari-jari r
  • S2: 2-bola adalah bola biasa
  • S3: 3-bola adalah bola dalam ruang Euclidean 4-dimensi.

Bola untuk n>2 terkadang disebut hiperbola.

n-bola dengan radius unit yang berpusat di titik asal dilambangkan Sn dan sering disebut sebagai n-bola. Perhatikan bahwa bola biasa adalah bola 2, karena permukaannya 2 dimensi yang tertanam dalam ruang 3 dimensi.

Luas permukaan unit (n1)-bola adalah

2πn2Γ(n2)

di mana Γ(z) adalah fungsi gamma Euler.

Ekspresi lain untuk luas permukaan adalah

{(2π)n/2rn124(n2),jika n genap;2(2π)(n1)/2rn113(n2),jika n ganjil.

dan volume adalah kali luas permukaan rn atau

{(2π)n/2rn24n,jika n genap;2(2π)(n1)/2rn13n,jika n ganjil.

Rumus rekursif umum juga ada untuk volume dari -bola.

Ruang metrik

Secara lebih umum, dalam ruang metrik (E,d), bola pusat x dan jari-jari r>0 adalah titik himpunan y sedemikian rupa maka d(x,y)=r.

Jika pusatnya adalah titik dibedakan yang dianggap sebagai asal dari E, seperti dalam ruang norma, itu tidak disebutkan dalam definisi dan notasi. Hal yang sama berlaku untuk jari-jari jika dianggap sama dengan satu, seperti dalam kasus bola unit.

Tidak dengan bola, bahkan sebuah bola besar dapat berupa himpunan kosong. Misalnya, dalam 𝐙n dengan metrik Eullides, radius radius r tidak kosong hanya jika r2 bisa ditulis sebagai jumlah dari n kuadrat dari bilangan bulat.

Geometri bola

Lingkaran besar pada bola

Elemen dasar geometri bidang Euclidean adalah titik dan garis. Di bola, titik didefinisikan dalam arti biasa. Analog dari "garis" adalah geodesik, yang merupakan lingkaran besar; ciri utama dari lingkaran besar adalah bahwa bidang yang berisi semua titiknya juga melewati pusat bola. Mengukur dengan panjang busur menunjukkan bahwa jalur terpendek antara dua titik yang terletak di bola adalah segmen yang lebih pendek dari lingkaran besar yang mencakup titik-titik tersebut.

Banyak teorema dari geometri klasik juga berlaku untuk geometri bola, tetapi tidak semua melakukannya karena bola gagal memenuhi beberapa postulat geometri klasik, termasuk postulat paralel. Dalam trigonometri bola, sudut didefinisikan antara lingkaran besar. Trigonometri bola berbeda dari trigonometri biasa dalam banyak hal. Misalnya, jumlah sudut interior segitiga bulat selalu melebihi 180 derajat. Juga, dua segitiga bundar yang serupa adalah kongruen.

Lokus jumlah konstan

Lokus titik dalam ruang sedemikian rupa sehingga jumlah ke 2m pangkat jarak di ke simpul dari padatan Platonis Tn dengan sirkumradius R konstan adalah sebuah bola, jika

i=1ndi2m>nR2m,

yang pusatnya berada di pusat Tn.[17]

Nilai dari m bergantung pada jumlah simpul n dari padatan Platonis dan sama:

m=1,2 untuk tetrahedron reguler,

m=1,2,3 untuk oktahedron dan kubus,

m=1,2,3,4,5 untuk ikosahedron dan dodekahedron.

Gambar

Bagian

Lihat pula

Catatan dan referensi

Catatan

Bagian ini kosong

Referensi

Bacaan lebih lanjut

  • .
  • .
  • .
  • .

Pranala luar

Referensi

  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. .
  8. E.J. Borowski. Collins Dictionary of Mathematics. 1989. hlm. 141, 149. ISBN 978-0-00-434347-1.
  9. Robert Osserman. The isoperimetric inequality. Bulletin of the American Mathematical Society. 1978. Vol. 84. hlm. 1187.
  10. E.J. Borowski. Collins Dictionary of Mathematics. 1989. hlm. 141, 149. ISBN 978-0-00-434347-1.
  11. .
  12. .
  13. .
  14. .
  15. .
  16. .
  17. Mamuka Meskhishvili. Cyclic Averages of Regular Polygons and Platonic Solids. Communications in Mathematics and Applications. 2020. Vol. 11. hlm. 335–355.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29517145 (2026-08-03T00:21:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.