Lompat ke isi

Paradoks: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29495480; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Paradoks''' adalah sebuah pernyataan yang seolah-olah bertentangan atau berlawanan dengan [[asumsi]] umum, tetapi dalam [[Fakta|kenyataannya]] mengandung sebuah kebenaran. Dalam [[ilmu]] [[sastra]], paradoks termasuk ke dalam kategori ketidaklangsungan [[ekspresi]] yang berwujud penyimpangan arti. Umumnya, kata paradoks sering kali digunakan dengan [[kontradiksi]], tetapi sebuah kontradiksi oleh definisi yang tidak benar. Banyak sekali paradoks yang memiliki sebuah jawaban, meskipun tetap tidak bisa terpecahkan atau hanya bisa dipecahkan dengan perdebatan. Kata paradoks berasal dari [[bahasa]] [[Yunani]] ''paradoxon''. Istilah tersebut memiliki arti ''contrary to expectations, existing belief or perceived opinion (bertentangan dengan harapan, keyakinan yang ada atau pendapat yang dirasakan)''. Paradoks adalah suatu [[gaya bahasa]] yang menarik karena mengajak pembaca untuk berpikir lebih luas dan [[kritis]] terhadap ungkapan yang disampaikan.
'''Paradoks''' adalah sebuah pernyataan yang seolah-olah bertentangan atau berlawanan dengan [[asumsi]] umum, tetapi dalam [[Fakta|kenyataannya]] mengandung sebuah kebenaran. Dalam [[ilmu]] [[sastra]], paradoks termasuk ke dalam kategori ketidaklangsungan [[ekspresi]] yang berwujud penyimpangan arti.<ref>Rosy Dewi Arianti Saptoyo. [https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/11/170001769/contoh-majas-paradoks Contoh Majas Paradoks]. ''KOMPAS.com''. 2020-11-11.</ref> Umumnya, kata paradoks sering kali digunakan dengan [[kontradiksi]], tetapi sebuah kontradiksi oleh definisi yang tidak benar. Banyak sekali paradoks yang memiliki sebuah jawaban, meskipun tetap tidak bisa terpecahkan atau hanya bisa dipecahkan dengan perdebatan.<ref>Jevi Nugraha. [https://www.merdeka.com/jateng/paradoks-adalah-pendapat-yang-bertentangan-berikut-penjelasan-dan-contohnya-kln.html Paradoks Adalah Pendapat yang Bertentangan, Berikut Penjelasan dan Contohnya]. ''merdeka.com''. 2021-05-18.</ref> Kata paradoks berasal dari [[bahasa]] [[Yunani]] ''paradoxon''. Istilah tersebut memiliki arti ''contrary to expectations, existing belief or perceived opinion (bertentangan dengan harapan, keyakinan yang ada atau pendapat yang dirasakan)''. Paradoks adalah suatu [[gaya bahasa]] yang menarik karena mengajak pembaca untuk berpikir lebih luas dan [[kritis]] terhadap ungkapan yang disampaikan.<ref>[https://www.bernaspos.com/majas-paradoks Majas Paradoks: Kekacauan yang Menarik]. ''Bernaspos.com''. 2021-10-24.</ref>


Paradoks dijadikan sebuah [[media]] untuk menyampaikan pernyataan [[retorik]] yang menyiratkan pertentangan tetapi sesungguhnya berisi kebenaran. Paradoks bisa menarik perhatian pembaca karena mereka harus menelaah proposisi bertentangan yang [[eksplisit]] atau [[implisit]]. Paradoks dapat merangkum [[imajinasi]], [[realitas]] dan [[polemik]]. Sehingga, jika dirangkum secara keseluruhan, paradoks mempunyai ciri khas yang unik karena berbeda dari [[majas]] lainnya dalam hal penyajian pertentangan yang bisa memberi efek kejut karena [[preposisi]] dan [[makna]] dibalik pertentangan yang dideskripsikan.
Paradoks dijadikan sebuah [[media]] untuk menyampaikan pernyataan [[retorik]] yang menyiratkan pertentangan tetapi sesungguhnya berisi kebenaran. Paradoks bisa menarik perhatian pembaca karena mereka harus menelaah proposisi bertentangan yang [[eksplisit]] atau [[implisit]]. Paradoks dapat merangkum [[imajinasi]], [[realitas]] dan [[polemik]]. Sehingga, jika dirangkum secara keseluruhan, paradoks mempunyai ciri khas yang unik karena berbeda dari [[majas]] lainnya dalam hal penyajian pertentangan yang bisa memberi efek kejut karena [[preposisi]] dan [[makna]] dibalik pertentangan yang dideskripsikan.<ref>I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini. [https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/wanastra/article/download/8591/4272 Paradoks dalam Antologi Puisi Rupi Kaur The Sun and Her Flowers]. ''Wanastra : Jurnal Bahasa dan Sastra''. 2020. Vol. 12 (2). hlm. 143.</ref>


== Contoh ==
== Contoh ==
=== ''Grandfather paradox'' ===
=== ''Grandfather paradox'' ===
[[Teori]] ini menerangkan perjalanan [[waktu]] ke [[masa lalu]] untuk bertemu dan membunuh seorang [[kakek]]. Jika kakek terbunuh pada masa sebelum [[ayah]] atau [[ibu]] lahir atau sebelum kakek bertemu dengan [[nenek]], maka ayah atau ibu tidak pernah dilahirkan ke [[dunia]].
[[Teori]] ini menerangkan perjalanan [[waktu]] ke [[masa lalu]] untuk bertemu dan membunuh seorang [[kakek]]. Jika kakek terbunuh pada masa sebelum [[ayah]] atau [[ibu]] lahir atau sebelum kakek bertemu dengan [[nenek]], maka ayah atau ibu tidak pernah dilahirkan ke [[dunia]].


Dampaknya adalah tidak akan pernah dilahirkan dan tidak akan pernah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek. Lalu, jika tidak pernah melaksanakan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek, kakek hidup, ayah atau ibu pasti dilahirkan dan seorang anak pun akan terlahir.
Dampaknya adalah tidak akan pernah dilahirkan dan tidak akan pernah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek. Lalu, jika tidak pernah melaksanakan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek, kakek hidup, ayah atau ibu pasti dilahirkan dan seorang anak pun akan terlahir.<ref>Arief Hany. [https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/arief-hany/5-paradox-ini-akan-membuat-kepala-kita-pusing-c1c2 5 Paradoks Ini Akan Membuat Otakmu Berpikir Keras]. ''IDN Times''. 30 Maret 2021.</ref>


=== ''Predestination Paradox'' ===
=== ''Predestination Paradox'' ===
Baris 17: Baris 16:


=== ''Kidnapper Paradox'' ===
=== ''Kidnapper Paradox'' ===
''Kidnapper paradox'' diumpamakan sebagai suatu tebak-tebakan yang dilakukan penculik kepada Ayah yang diculik. Penculik berkata kepada sang Ayah yang anaknya diculik, “Jika kau dapat menebak apa yang aku akan lakukan nanti maka  aku akan mengembalikan anakmu“ Dan sang ayah menebak "Aku tebak, kau tidak akan mengembalikan anak itu.” Penculik sangat menyesal dengan permainan tebak-tebakannya, sebab seorang Ayah berhasil menebak apa yang akan dilakukan. Artinya, anak tersebut harus tetap dikembalikan. Namun, jika dikembalikan maka tebakan Ayah sudah salah.
''Kidnapper paradox'' diumpamakan sebagai suatu tebak-tebakan yang dilakukan penculik kepada Ayah yang diculik. Penculik berkata kepada sang Ayah yang anaknya diculik, “Jika kau dapat menebak apa yang aku akan lakukan nanti maka  aku akan mengembalikan anakmu“ Dan sang ayah menebak "Aku tebak, kau tidak akan mengembalikan anak itu.” Penculik sangat menyesal dengan permainan tebak-tebakannya, sebab seorang Ayah berhasil menebak apa yang akan dilakukan. Artinya, anak tersebut harus tetap dikembalikan. Namun, jika dikembalikan maka tebakan Ayah sudah salah.<ref>Arief Hany. [https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/arief-hany/5-paradox-ini-akan-membuat-kepala-kita-pusing-c1c2 5 Paradoks Ini Akan Membuat Otakmu Berpikir Keras]. ''IDN Times''. 30 Maret 2021.</ref>


=== ''Butterfly Effect Paradox'' ===
=== ''Butterfly Effect Paradox'' ===
''Butterfly Effect Paradox'' adalah efek paradoks yang diciptakan dari sebuah perjalanan waktu. Konsekuensi perjalanan waktu dan tindakan yang dilakukan pada masa lalu dapat menyebabkan efek skala besar pada masa yang akan mendatang.
''Butterfly Effect Paradox'' adalah efek paradoks yang diciptakan dari sebuah perjalanan waktu. Konsekuensi perjalanan waktu dan tindakan yang dilakukan pada masa lalu dapat menyebabkan efek skala besar pada masa yang akan mendatang.


Misalnya, ada seorang penggemar [[film]] “[[Star Wars]]” dan “[[Indiana Jones]]”. Kemudian penggemar melakukan perjalanan ke masa lampau untuk bertemu dengan seorang[[George Lucas]]. Namun, hal itu membuatnya berhenti belajar di sebuah sekolah film hingga berdampak pada masa depan. Hal itu membuat film “[[Star Wars]]” dan “[[Indiana Jones]]” tidak pernah diproduksi dan [[teknologi]] yang telah tercipta karena inspirasi dari film yang pernah ada.
Misalnya, ada seorang penggemar [[film]] “[[Star Wars]]” dan “[[Indiana Jones]]”. Kemudian penggemar melakukan perjalanan ke masa lampau untuk bertemu dengan seorang[[George Lucas]]. Namun, hal itu membuatnya berhenti belajar di sebuah sekolah film hingga berdampak pada masa depan. Hal itu membuat film “[[Star Wars]]” dan “[[Indiana Jones]]” tidak pernah diproduksi dan [[teknologi]] yang telah tercipta karena inspirasi dari film yang pernah ada.<ref>Arief Hany. [https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/arief-hany/5-paradox-ini-akan-membuat-kepala-kita-pusing-c1c2 5 Paradoks Ini Akan Membuat Otakmu Berpikir Keras]. ''IDN Times''. 30 Maret 2021.</ref>
 
== Rujukan ==
 
 
;Logika
* [[Paradoks hukuman gantung tidak terduga]]
* [[Paradoks Epimenides]]
* [[Paradoks kartu]]
* [[Paradoks tukang cukur]]
* [[Hari Kebalikan]]
* [[Paradoks Pinokio]]
* [[Dilema buaya]]
 
;Matematika
* [[Paradoks garis pantai]]
;Biologi
* [[Paradoks Peto]]
;Fisika
* [[Paradoks kepunahan]]
;Teori keputusan
* [[Paradoks kekuatan kehendak]]
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [[Open Directory Project]]: [http://www.dmoz.org/Society/Philosophy/Philosophy_of_Logic/Paradoxes/ Paradoxes]
*  [[Open Directory Project]]: [http://www.dmoz.org/Society/Philosophy/Philosophy_of_Logic/Paradoxes/ Paradoxes]  
*  [http://www.dpmms.cam.ac.uk/~wtg10/richardsparadox.html Definability paradoxes]
*  [http://www.dpmms.cam.ac.uk/~wtg10/richardsparadox.html Definability paradoxes]
*  [http://plato.stanford.edu/entries/insolubles Insolubles] ''(at the [http://plato.stanford.edu/ Stanford Encyclopedia of Philosophy])''
*  [http://plato.stanford.edu/entries/insolubles Insolubles] ''(at the [http://plato.stanford.edu/ Stanford Encyclopedia of Philosophy])''


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paradoks&oldid=29495480 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29495480 (2026-07-26T08:54:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paradoks&oldid=29495480 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29495480 (2026-07-26T08:54:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.12

Paradoks adalah sebuah pernyataan yang seolah-olah bertentangan atau berlawanan dengan asumsi umum, tetapi dalam kenyataannya mengandung sebuah kebenaran. Dalam ilmu sastra, paradoks termasuk ke dalam kategori ketidaklangsungan ekspresi yang berwujud penyimpangan arti.[1] Umumnya, kata paradoks sering kali digunakan dengan kontradiksi, tetapi sebuah kontradiksi oleh definisi yang tidak benar. Banyak sekali paradoks yang memiliki sebuah jawaban, meskipun tetap tidak bisa terpecahkan atau hanya bisa dipecahkan dengan perdebatan.[2] Kata paradoks berasal dari bahasa Yunani paradoxon. Istilah tersebut memiliki arti contrary to expectations, existing belief or perceived opinion (bertentangan dengan harapan, keyakinan yang ada atau pendapat yang dirasakan). Paradoks adalah suatu gaya bahasa yang menarik karena mengajak pembaca untuk berpikir lebih luas dan kritis terhadap ungkapan yang disampaikan.[3]

Paradoks dijadikan sebuah media untuk menyampaikan pernyataan retorik yang menyiratkan pertentangan tetapi sesungguhnya berisi kebenaran. Paradoks bisa menarik perhatian pembaca karena mereka harus menelaah proposisi bertentangan yang eksplisit atau implisit. Paradoks dapat merangkum imajinasi, realitas dan polemik. Sehingga, jika dirangkum secara keseluruhan, paradoks mempunyai ciri khas yang unik karena berbeda dari majas lainnya dalam hal penyajian pertentangan yang bisa memberi efek kejut karena preposisi dan makna dibalik pertentangan yang dideskripsikan.[4]

Contoh

Grandfather paradox

Teori ini menerangkan perjalanan waktu ke masa lalu untuk bertemu dan membunuh seorang kakek. Jika kakek terbunuh pada masa sebelum ayah atau ibu lahir atau sebelum kakek bertemu dengan nenek, maka ayah atau ibu tidak pernah dilahirkan ke dunia.

Dampaknya adalah tidak akan pernah dilahirkan dan tidak akan pernah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek. Lalu, jika tidak pernah melaksanakan perjalanan waktu ke masa lalu untuk membunuh kakek, kakek hidup, ayah atau ibu pasti dilahirkan dan seorang anak pun akan terlahir.[5]

Predestination Paradox

Teori paradoks ini menggambarkan sesuatu yang ditakdirkan terjadi atau sudah pasti akan terjadi. Dalam paradoks predestination, bisa menciptakan perubahan pada masa lalu tetapi tidak dapat mengubah suatu hal yang ditakdirkan terjadi di masa yang akan datang.

Bootstrap Paradox

Bootstrap adalah paradoks yang mengakibatkan tidak jelasanya suatu objek atau efek objek sebagai sebuah perjalanan waktu. Sebagai contoh pada masa sekarang ada seorang ilmuwan membaca gagasan ide mengenai teori relativitas Einstein. Lalu mencoba melakukan perjalanan waktu agar bisa kembali ke masa lalu dan mengajarkan teori kepada Einstein jauh sebelum ia menemukan teori tersebut. Lantas terdapat pertanyaan, siapa penemu teori itu? Jika itu jawabannya, tentu mustahil karena membaca ide yang diciptakan oleh Einstein. Namun jika Einstein adalah penemu hal tersebut, tentu juga mustahil karena ia diajarkan kembali ke masa lalu. Itu ya

Kidnapper Paradox

Kidnapper paradox diumpamakan sebagai suatu tebak-tebakan yang dilakukan penculik kepada Ayah yang diculik. Penculik berkata kepada sang Ayah yang anaknya diculik, “Jika kau dapat menebak apa yang aku akan lakukan nanti maka aku akan mengembalikan anakmu“ Dan sang ayah menebak "Aku tebak, kau tidak akan mengembalikan anak itu.” Penculik sangat menyesal dengan permainan tebak-tebakannya, sebab seorang Ayah berhasil menebak apa yang akan dilakukan. Artinya, anak tersebut harus tetap dikembalikan. Namun, jika dikembalikan maka tebakan Ayah sudah salah.[6]

Butterfly Effect Paradox

Butterfly Effect Paradox adalah efek paradoks yang diciptakan dari sebuah perjalanan waktu. Konsekuensi perjalanan waktu dan tindakan yang dilakukan pada masa lalu dapat menyebabkan efek skala besar pada masa yang akan mendatang.

Misalnya, ada seorang penggemar filmStar Wars” dan “Indiana Jones”. Kemudian penggemar melakukan perjalanan ke masa lampau untuk bertemu dengan seorangGeorge Lucas. Namun, hal itu membuatnya berhenti belajar di sebuah sekolah film hingga berdampak pada masa depan. Hal itu membuat film “Star Wars” dan “Indiana Jones” tidak pernah diproduksi dan teknologi yang telah tercipta karena inspirasi dari film yang pernah ada.[7]

Pranala luar

Referensi

  1. Rosy Dewi Arianti Saptoyo. Contoh Majas Paradoks. KOMPAS.com. 2020-11-11.
  2. Jevi Nugraha. Paradoks Adalah Pendapat yang Bertentangan, Berikut Penjelasan dan Contohnya. merdeka.com. 2021-05-18.
  3. Majas Paradoks: Kekacauan yang Menarik. Bernaspos.com. 2021-10-24.
  4. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini. Paradoks dalam Antologi Puisi Rupi Kaur The Sun and Her Flowers. Wanastra : Jurnal Bahasa dan Sastra. 2020. Vol. 12 (2). hlm. 143.
  5. Arief Hany. 5 Paradoks Ini Akan Membuat Otakmu Berpikir Keras. IDN Times. 30 Maret 2021.
  6. Arief Hany. 5 Paradoks Ini Akan Membuat Otakmu Berpikir Keras. IDN Times. 30 Maret 2021.
  7. Arief Hany. 5 Paradoks Ini Akan Membuat Otakmu Berpikir Keras. IDN Times. 30 Maret 2021.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29495480 (2026-07-26T08:54:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.