Lompat ke isi

Teori bilangan analitik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587305; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Complex_zeta.jpg|thumb|right|280px|Complex zeta]]
[[Gambar:Complex zeta.jpg|right|thumb|300px|Fungsi zeta Riemann  di [[bidang kompleks]]. Warna titik  menyandikan nilai ''ζ''(''s''): warna yang mendekati hitam menyatakan bahwa nilai tersebut mendekati nol, sedangkan [[hue]] menyandikan [[Argumen (analisis kompleks)|argumen]] nilai.]]
Dalam [[matematika]], '''teori bilangan analitik''' () adalah sebuah cabang dari [[teori bilangan]] yang menggunakan metode [[analisis matematika]] untuk menyelesaikan masalah terkait [[bilangan bulat]]. Sering kali dikatakan bahwa cabang ini berawal dari [[Peter Gustav Lejeune Dirichlet|Dirichlet]] memperkenalkan [[Fungsi-L Dirichlet|fungsi-''L'' Dirichlet]] ketika pada tahun 1837, yang bertujuan untuk memberikan bukti pertama[[Teorema Dirichlet tentang barisan aritmetika|nya tentang barisan aritmetika]]. Cabang ini terkenal karena hasilnya tentang [[bilangan prima]] (yang melibatkan [[teorema bilangan prima]] dan [[fungsi zeta Riemann]]) serta [[teori bilangan aditif]] (seperti [[Konjektur Goldbach|dugaan Goldbach]] dan [[masalah Waring]]).
Dalam [[matematika]], '''teori bilangan analitik''' () adalah sebuah cabang dari [[teori bilangan]] yang menggunakan metode [[analisis matematika]] untuk menyelesaikan masalah terkait [[bilangan bulat]]. Sering kali dikatakan bahwa cabang ini berawal dari [[Peter Gustav Lejeune Dirichlet|Dirichlet]] memperkenalkan [[Fungsi-L Dirichlet|fungsi-''L'' Dirichlet]] ketika pada tahun 1837, yang bertujuan untuk memberikan bukti pertama[[Teorema Dirichlet tentang barisan aritmetika|nya tentang barisan aritmetika]]. Cabang ini terkenal karena hasilnya tentang [[bilangan prima]] (yang melibatkan [[teorema bilangan prima]] dan [[fungsi zeta Riemann]]) serta [[teori bilangan aditif]] (seperti [[Konjektur Goldbach|dugaan Goldbach]] dan [[masalah Waring]]).


Baris 7: Baris 11:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Matematikawan pendahulu ===
=== Matematikawan pendahulu ===
Teori bilangan analitik adalah cabang yang sebagian besar terinspirasi dari [[teorema bilangan prima]]. Teorema tersebut mengatakan misalkan  adalah [[fungsi penghitungan bilangan prima]] yang memberikan jumlah bilangan prima yang kurang dari atau sama dengan  untuk setiap bilangan real . Sebagai contoh,  sebab jumlahnya (ada empat bilangan prima, yaitu: 2, 3, 5 dan 7) yang kurang dari atau sama dengan 10. Teorema bilangan prima mengatakan bahwa  adalah aproksimasi yang baik untuk , dalam artian bahwa [[limit fungsi|limit]] dari ''hasil bagi ''dari dua fungsi  dan  ketika '''' mendekati tak terhingga adalah 1:
Teori bilangan analitik adalah cabang yang sebagian besar terinspirasi dari [[teorema bilangan prima]]. Teorema tersebut mengatakan misalkan  adalah [[fungsi penghitungan bilangan prima]] yang memberikan jumlah bilangan prima yang kurang dari atau sama dengan  untuk setiap bilangan real . Sebagai contoh,  sebab jumlahnya (ada empat bilangan prima, yaitu: 2, 3, 5 dan 7) yang kurang dari atau sama dengan 10. Teorema bilangan prima mengatakan bahwa  adalah aproksimasi yang baik untuk , dalam artian bahwa [[limit fungsi|limit]] dari ''hasil bagi ''dari dua fungsi  dan  ketika '''' mendekati tak terhingga adalah 1:
Baris 15: Baris 18:
Ini dikenal sebagai hukum asimtotik dari distribusi bilangan prima.
Ini dikenal sebagai hukum asimtotik dari distribusi bilangan prima.


Sekitar tahun 1797 atau 1798, [[Adrien-Marie Legendre]] menduga bahwa  dihampiri dengan fungsi , dengan  dan  menyatakan konstanta yang belum diketahui. Dalam buku edisi kedua miliknya tentang teori bilangan pada tahun 1808, ia membuat konjektur yang lebih tepat, dengan  dan . Kemudian, [[Carl Friedrich Gauss]] mempelajari masalah tersebut pula: Dalam suratnya kepada Encke pada tahun 1849, ia menulis pada tahun 1792 atau 1793, yang mengatakan bahwa ia menulis catatan pendek yang berjudul "Primzahlen unter <math display="inline">a(=\infty) \frac a{\ln a}</math>" dalam tabel logaritma (saat itu, ia berusia 15 atau 16). Sayangnya, Gauss tidak pernah memublikasikan konjektur tersebut. Hingga pada tahun 1838, [[Peter Gustav Lejeune Dirichlet]] muncul dengan fungsi aproksimasi miliknya, [[integral logaritmik]]  (akan tetapi fungsi tersebut mempunyai deret yang sedikit berbeda, saat ia berkomunikasi dengan Gauss). Rumus Legendre dan Dirichlet menyiratkan ekuivalensi asimtotik yang sama dari  dan  seperti yang dijelaskan sebelumnya, walaupun ternyata aproksimasi Dirichlet jauh lebih baik jika dipandangnya sebagai selisih dan bukan hasil bagi.
Sekitar tahun 1797 atau 1798, [[Adrien-Marie Legendre]] menduga bahwa  dihampiri dengan fungsi , dengan  dan  menyatakan konstanta yang belum diketahui. Dalam buku edisi kedua miliknya tentang teori bilangan pada tahun 1808, ia membuat konjektur yang lebih tepat, dengan  dan . Kemudian, [[Carl Friedrich Gauss]] mempelajari masalah tersebut pula: Dalam suratnya kepada Encke pada tahun 1849, ia menulis pada tahun 1792 atau 1793, yang mengatakan bahwa ia menulis catatan pendek yang berjudul "Primzahlen unter <math display="inline">a(=\infty) \frac a{\ln a}</math>" dalam tabel logaritma (saat itu, ia berusia 15 atau 16).<ref>Johann Franz Encke. [https://gauss.adw-goe.de/handle/gauss/199 Carl Friedrich Gauß → Johann Franz Encke, Göttingen, 1849 Dez. 24]. 1849-12-24.</ref> Sayangnya, Gauss tidak pernah memublikasikan konjektur tersebut. Hingga pada tahun 1838, [[Peter Gustav Lejeune Dirichlet]] muncul dengan fungsi aproksimasi miliknya, [[integral logaritmik]]  (akan tetapi fungsi tersebut mempunyai deret yang sedikit berbeda, saat ia berkomunikasi dengan Gauss). Rumus Legendre dan Dirichlet menyiratkan ekuivalensi asimtotik yang sama dari  dan  seperti yang dijelaskan sebelumnya, walaupun ternyata aproksimasi Dirichlet jauh lebih baik jika dipandangnya sebagai selisih dan bukan hasil bagi.


=== Dirichlet ===
=== Dirichlet ===
 
[[Johann Peter Gustav Lejeune Dirichlet]] dikaitkan dengan cabang yang ia ciptakan, teori bilangan analitik.<ref>Timothy Gowers. [https://archive.org/details/princetoncompanio00gowe The Princeton companion to mathematics]. Princeton University Press. 2008. hlm. 764–765. ISBN 978-0-691-11880-2.</ref> Cabang tersebut diciptakan ketika Dirichlet menemukan beberapa hasil yang mendalam dan membuktikannya dengan memperkenalkan beberapa alat dasar, sehingga banyak penemuannya dinamai dari namanya. Singkat cerita berawal dari tahun 1837, ketika Dirichlet menerbitkan [[teorema Dirichlet tentang barisan aritmetika]] dengan menggunakan konsep [[analisis matematika]] untuk menyelesaikan masalah aljabar, dan kemudian ia menciptakan cabang yang disebut teori bilangan analitik. Dalam membuktikan teoremanya, Dirichlet memperkenalkan [[karakter Dirichlet]] dan [[Fungsi-L Dirichlet|fungsi-''L'']].<ref>Timothy Gowers. [https://archive.org/details/princetoncompanio00gowe The Princeton companion to mathematics]. Princeton University Press. 2008. hlm. 764–765. ISBN 978-0-691-11880-2.</ref><ref>Shigeru Kanemitsu. ''Number theoretic methods: future trends''. Springer. 2002. hlm. 271–274. ISBN 978-1-4020-1080-4.</ref> Dirichlet kemudian memperumum teorema barisan aritmetika miliknya pada tahun 1841, dari bilangan bulat hingga [[Gelanggang (matematika)|gelanggang]] [[bilangan bulat Gauss]] <math>\mathbb{Z}[i]</math>.<ref>Jürgen Elstrodt. [http://www.uni-math.gwdg.de/tschinkel/gauss-dirichlet/elstrodt-new.pdf The Life and Work of Gustav Lejeune Dirichlet (1805–1859)]. ''Clay Mathematics Proceedings''. 2007.</ref>
[[Johann Peter Gustav Lejeune Dirichlet]] dikaitkan dengan cabang yang ia ciptakan, teori bilangan analitik. Cabang tersebut diciptakan ketika Dirichlet menemukan beberapa hasil yang mendalam dan membuktikannya dengan memperkenalkan beberapa alat dasar, sehingga banyak penemuannya dinamai dari namanya. Singkat cerita berawal dari tahun 1837, ketika Dirichlet menerbitkan [[teorema Dirichlet tentang barisan aritmetika]] dengan menggunakan konsep [[analisis matematika]] untuk menyelesaikan masalah aljabar, dan kemudian ia menciptakan cabang yang disebut teori bilangan analitik. Dalam membuktikan teoremanya, Dirichlet memperkenalkan [[karakter Dirichlet]] dan [[Fungsi-L Dirichlet|fungsi-''L'']]. Dirichlet kemudian memperumum teorema barisan aritmetika miliknya pada tahun 1841, dari bilangan bulat hingga [[Gelanggang (matematika)|gelanggang]] [[bilangan bulat Gauss]] <math>\mathbb{Z}[i]</math>.


=== Pafnuty Chebyshev ===
=== Pafnuty Chebyshev ===
 
Matematikawan berkebangsaan Rusia bernama [[Pafnuty Chebyshev|Pafnuty L'vovich Chebyshev]] mencoba membuktikan hukum asimtotik distribusi bilangan prima dalam makalahnya pada tahun 1848 dan 1850. Karya miliknya terkenal karena pemakaian fungsi zeta  (untuk nilai real dari argumen <ref>Pemakaian ini sama halnya dengan pemakaian dalam karya Leonhard Euler, yang berasla pada tahun 1737</ref>) sebelum memoar Riemann yang terkenal pada tahun 1859. Selain itu, Chebyshev berhasil membuktikan bentuk hukum asimtotik yang sedikit lebih lemah, yaitu jika limit dari  ketika  menuju tak terhingga benar-benar ada, maka limit dari ekspresi tersebut harus sama dengan satu.<ref>N. Costa Pereira. [https://archive.org/details/sim_american-mathematical-monthly_august-september-1985_92_7/page/n47 A Short Proof of Chebyshev's Theorem]. ''American Mathematical Monthly''. August–September 1985. Vol. 92 (7). hlm. 494–495. doi:10.2307/2322510.</ref> Chebyshev dapat membuktikannya tak bersyarat bahwa rasio tersebut yang merupakan batas atas dan batas bawah dengan dua nilai konstanta, mendekati 1 untuk semua .<ref>M. Nair. [https://archive.org/details/sim_american-mathematical-monthly_1982-02_89_2/page/126 On Chebyshev-Type Inequalities for Primes]. ''American Mathematical Monthly''. February 1982. Vol. 89 (2). hlm. 126–129. doi:10.2307/2320934.</ref> Walaupun makalah Chebyshev tidak membuktikan teorema bilangan prima, tetapi estimasi untuk  cukup kuat menurutnya untuk membuktikan [[postulat Bertrand]] bahwa terdapat bilangan prima untuk setiap bilangan bulat ''.''
Matematikawan berkebangsaan Rusia bernama [[Pafnuty Chebyshev|Pafnuty L'vovich Chebyshev]] mencoba membuktikan hukum asimtotik distribusi bilangan prima dalam makalahnya pada tahun 1848 dan 1850. Karya miliknya terkenal karena pemakaian fungsi zeta  (untuk nilai real dari argumen ) sebelum memoar Riemann yang terkenal pada tahun 1859. Selain itu, Chebyshev berhasil membuktikan bentuk hukum asimtotik yang sedikit lebih lemah, yaitu jika limit dari  ketika  menuju tak terhingga benar-benar ada, maka limit dari ekspresi tersebut harus sama dengan satu. Chebyshev dapat membuktikannya tak bersyarat bahwa rasio tersebut yang merupakan batas atas dan batas bawah dengan dua nilai konstanta, mendekati 1 untuk semua . Walaupun makalah Chebyshev tidak membuktikan teorema bilangan prima, tetapi estimasi untuk  cukup kuat menurutnya untuk membuktikan [[postulat Bertrand]] bahwa terdapat bilangan prima untuk setiap bilangan bulat ''.''


=== Bernhard Riemann ===
=== Bernhard Riemann ===
[[Bernhard Riemann]] membuat beberapa kontribusi terkenal untuk teori bilangan analitik modern. Dalam [[On the Number of Primes Less Than a Given Magnitude|makalah pendeknya]], makalah satu-satunya yang ia terbitkan yang bertopikkan teori bilangan), Riemann mempelajari [[Fungsi zeta Riemann|fungsi zeta miliknya]] dan memperlihatkan pentingnya memahami distribusi [[bilangan prima]]. Riemann membuat kumpulan konjektur tentang sifat-sifat [[Fungsi zeta Riemann|fungsi zeta]], khususnya hipotesis miliknya yang terkenal, [[hipotesis Riemann]].
[[Bernhard Riemann]] membuat beberapa kontribusi terkenal untuk teori bilangan analitik modern. Dalam [[On the Number of Primes Less Than a Given Magnitude|makalah pendeknya]], makalah satu-satunya yang ia terbitkan yang bertopikkan teori bilangan), Riemann mempelajari [[Fungsi zeta Riemann|fungsi zeta miliknya]] dan memperlihatkan pentingnya memahami distribusi [[bilangan prima]]. Riemann membuat kumpulan konjektur tentang sifat-sifat [[Fungsi zeta Riemann|fungsi zeta]], khususnya hipotesis miliknya yang terkenal, [[hipotesis Riemann]].


=== Jacques Hadamard dan de la Vallée-Poussin ===
=== Jacques Hadamard dan de la Vallée-Poussin ===
 
Memperluas gagasan Riemann, [[Jacques Hadamard]] dan [[Charles Jean de la Vallée-Poussin]] memperoleh bukti [[teorema bilangan prima]] secara terpisah, dan kemudian sama-sama menerbitkannya pada tahun 1896. Kedua bukti tersebut menggunakan metode dari [[analisis kompleks]], menggunakannya sebagai langkah utama dari bukti bahwa fungsi Riemann zeta  adalah fungsi taknol untuk semua nilai kompleks dari variabel  yang bentuknya  dengan .<ref>A.E. Ingham. ''The Distribution of Prime Numbers''. Cambridge University Press. 1990. hlm. 2–5. ISBN 0-521-39789-8.</ref>
Memperluas gagasan Riemann, [[Jacques Hadamard]] dan [[Charles Jean de la Vallée-Poussin]] memperoleh bukti [[teorema bilangan prima]] secara terpisah, dan kemudian sama-sama menerbitkannya pada tahun 1896. Kedua bukti tersebut menggunakan metode dari [[analisis kompleks]], menggunakannya sebagai langkah utama dari bukti bahwa fungsi Riemann zeta  adalah fungsi taknol untuk semua nilai kompleks dari variabel  yang bentuknya  dengan .


=== Zaman modern ===
=== Zaman modern ===
Teknis pada teori bilangan analitik mengalami perubahan besar-besaran setelah tahun 1950 karena adanya pengembangan ''[[teori saringan|metode saringan]]'', khususnya dalam masalah perkalian. Pengembangan tersebut [[kombinatorik|kombinatorial]] dan cukup beragam. Sebagai gantinya, cabang ekstrem dari teori kombinatorial mempunyai dampak yang sangat besar dengan menempatkan nilai dalam teori bilangan analitik pada batas atas dan bawah kuantitatif. Pengembangan terbaru lainnya adalah ''[[teori bilangan probabilistik]]'', yang menggunakan metode dari teori probabilitas untuk mengestimasi distribusi fungsi teoretis bilangan, sebagai contoh, berapa banyak pembagi bilangan prima yang dimiliki sebuah bilangan.
Teknis pada teori bilangan analitik mengalami perubahan besar-besaran setelah tahun 1950 karena adanya pengembangan ''[[teori saringan|metode saringan]]'', khususnya dalam masalah perkalian. Pengembangan tersebut [[kombinatorik|kombinatorial]] dan cukup beragam. Sebagai gantinya, cabang ekstrem dari teori kombinatorial mempunyai dampak yang sangat besar dengan menempatkan nilai dalam teori bilangan analitik pada batas atas dan bawah kuantitatif. Pengembangan terbaru lainnya adalah ''[[teori bilangan probabilistik]]'', yang menggunakan metode dari teori probabilitas untuk mengestimasi distribusi fungsi teoretis bilangan, sebagai contoh, berapa banyak pembagi bilangan prima yang dimiliki sebuah bilangan.


Penemuan [[Yitang Zhang]], [[James Maynard (matematikawan)|James Maynard]], [[Terence Tao]] and [[Ben Green (matematikawan)|Ben Green]] pada cabang teori bilangan analitik memakai metode [[Daniel Goldston|Goldston]]–[[János Pintz|Pintz]]–[[Cem Yıldırım|Yıldırım]]. Mereka memakai metode tersebut untuk membuktikan bahwa<math display="block">p_{n+1}-p_n \geq o(\log p_n).</math>Secara umum, pengembangan dalam teori bilangan analitik merupakan penyempurnaan teknik sebelumnya, yang mengurangi suku galat dan memperluas penerapannya. Sebagai contoh, [[Metode lingkaran Hardy–Littlewood|''metode lingkaran'']] [[G. H. Hardy|Hardy]] dan [[John Edensor Littlewood|Littlewood]] dapat dipahami sebab mereka menerapkan [[deret pangkat]] di dekat [[satuan lingkaran]] di [[bidang kompleks]] (sekarang dipandang dalam ekspresi jumlah eksponensial terhingga, yakni pada [[lingkaran satuan]] tetapi dengan separuh deret pangkat). [[Aproksimasi Diophantine]] diperlukan sebagai [[fungsi bantu]] yang bukan [[fungsi pembangkit]] (sebagai cotoh, koefisiennya dibangun dengan menggunakan sebuah [[prinsip rumah burung]]) dan melibatkan [[Fungsi dari beberapa variabel kompleks|beberapa variabel kompleks]]. Cabang aproksimasi Diophantine dan [[Transendental elemen|teori transendensi]] telah berkembang hingga teknik tersebut telah diterapkan ke [[konjektur Mordell]].
Penemuan [[Yitang Zhang]], [[James Maynard (matematikawan)|James Maynard]], [[Terence Tao]] and [[Ben Green (matematikawan)|Ben Green]] pada cabang teori bilangan analitik memakai metode [[Daniel Goldston|Goldston]]–[[János Pintz|Pintz]]–[[Cem Yıldırım|Yıldırım]]. Mereka memakai metode tersebut untuk membuktikan bahwa<ref>Ben Green. [http://arxiv.org/abs/1402.4849 Bounded gaps between primes]. 2014-02-22.</ref><ref>James Maynard. [http://arxiv.org/abs/1604.01041 Primes with restricted digits]. 2019-10-28.</ref><ref>Ben Green. [http://arxiv.org/abs/math/0404188 The primes contain arbitrarily long arithmetic progressions]. 2007-09-22.</ref><ref>[https://asone.ai/polymath/index.php?title=Bounded_gaps_between_primes Bounded gaps between primes - Polymath Wiki]. ''asone.ai''.</ref><ref>[https://www.youtube.com/watch?v=LikuKTZzgoU Terence Tao - Large and Small Gaps in the Primes [2015]].</ref><ref>Iwaniec & Kowalski: Analytic Number Theory, AMS Colloquium Pub. Vol. 53, 2004</ref><math display="block">p_{n+1}-p_n \geq o(\log p_n).</math>Secara umum, pengembangan dalam teori bilangan analitik merupakan penyempurnaan teknik sebelumnya, yang mengurangi suku galat dan memperluas penerapannya. Sebagai contoh, [[Metode lingkaran Hardy–Littlewood|''metode lingkaran'']] [[G. H. Hardy|Hardy]] dan [[John Edensor Littlewood|Littlewood]] dapat dipahami sebab mereka menerapkan [[deret pangkat]] di dekat [[satuan lingkaran]] di [[bidang kompleks]] (sekarang dipandang dalam ekspresi jumlah eksponensial terhingga, yakni pada [[lingkaran satuan]] tetapi dengan separuh deret pangkat). [[Aproksimasi Diophantine]] diperlukan sebagai [[fungsi bantu]] yang bukan [[fungsi pembangkit]] (sebagai cotoh, koefisiennya dibangun dengan menggunakan sebuah [[prinsip rumah burung]]) dan melibatkan [[Fungsi dari beberapa variabel kompleks|beberapa variabel kompleks]]. Cabang aproksimasi Diophantine dan [[Transendental elemen|teori transendensi]] telah berkembang hingga teknik tersebut telah diterapkan ke [[konjektur Mordell]].


== Masalah dan hasil ==
== Masalah dan hasil ==
Teorema dan hasil dalam teori bilangan analitik umumnya bukan merupakan hasil struktural yang tepat tentang bilangan bulat, melainkan alat aljabar dan geometris yang lebih cocok. Sebagai gantinya, mereka memberikan batas aproksimasi dan estimasi kepada beragam fungsi teoritis bilangan, seperti yang diiperlihatkan pada contoh di bawah.
Teorema dan hasil dalam teori bilangan analitik umumnya bukan merupakan hasil struktural yang tepat tentang bilangan bulat, melainkan alat aljabar dan geometris yang lebih cocok. Sebagai gantinya, mereka memberikan batas aproksimasi dan estimasi kepada beragam fungsi teoritis bilangan, seperti yang diiperlihatkan pada contoh di bawah.


=== Teori bilangan perkalian ===
=== Teori bilangan perkalian ===
[[Euklides]] menperlihatkan bahwa ada tak terhingga banyaknya bilangan prima. Yang menjadi masalah pentingnya adalah menentukan distribusi asimtotik bilangan prima; yaitu, gambaran kasar mengenai berapa banyak bilangan prima yang lebih kecil daripada bilangan yang diberikan. Di antara beberapa matematikawan lain, [[Carl Gauss|Gauss]] menghitung daftar bilangan prima yang sangat panjang, yang kemudian ia menduga bahwa jumlah bilangan prima yang kurang daripada atau sama dengan bilangan besar  mendekati nilai [[integral]]
[[Euklides]] menperlihatkan bahwa ada tak terhingga banyaknya bilangan prima. Yang menjadi masalah pentingnya adalah menentukan distribusi asimtotik bilangan prima; yaitu, gambaran kasar mengenai berapa banyak bilangan prima yang lebih kecil daripada bilangan yang diberikan. Di antara beberapa matematikawan lain, [[Carl Gauss|Gauss]] menghitung daftar bilangan prima yang sangat panjang, yang kemudian ia menduga bahwa jumlah bilangan prima yang kurang daripada atau sama dengan bilangan besar  mendekati nilai [[integral]]


Baris 58: Baris 54:


=== Teori bilangan aditif ===
=== Teori bilangan aditif ===
 
Salah satu masalah terpenting dalam teori bilangan aditif adalah [[masalah Waring]]. Masalah ini menanyakan dapatkah [[Bilangan asli|bilangan bulat positif]] ditulis sebagai jumlah dari bilangan terbatas yang dipangkat dengan  
Salah satu masalah terpenting dalam teori bilangan aditif adalah [[masalah Waring]]. Masalah ini menanyakan dapatkah [[Bilangan asli|bilangan bulat positif]] ditulis sebagai jumlah dari bilangan terbatas yang dipangkat dengan
<math display="block">n=x_1^k+\cdots+x_\ell^k, \,</math>
<math display="block">n=x_1^k+\cdots+x_\ell^k, \,</math>
untuk . Kasus untuk bilangan yang dikuadratkan, yaitu , [[Teorema empat kuadrat Lagrange|dijawab]] Lagrange pada tahun 1770, yang membuktikan bahwa setiap bilangan bulat positif merupakan jumlah dari paling banyak empat bilangan kuadrat. Kasus umum dibuktikan [[David Hilbert|Hilbert]] pada tahun 1909 dengan menggunakan teknik aljabar yang tidak memberikan batasan eksplisit. Penemuan penting lainnya adalah sebuah teknik analitik untuk menyelesaikan masalah Waring, yaitu metode lingkaran [[G. H. Hardy|Hardy]] dan [[John Edensor Littlewood|Littlewood]]. Dengan memberikan batas atas eksplisit untuk fungsi , maka jumlah terkecil yang dipangkat  diperlukan, contohnya seperti batas [[Ivan Matveyevich Vinogradov|Vinogradov]]<math display="block">G(k)\leq k(3\log k+11).</math>
untuk . Kasus untuk bilangan yang dikuadratkan, yaitu , [[Teorema empat kuadrat Lagrange|dijawab]] Lagrange pada tahun 1770, yang membuktikan bahwa setiap bilangan bulat positif merupakan jumlah dari paling banyak empat bilangan kuadrat. Kasus umum dibuktikan [[David Hilbert|Hilbert]] pada tahun 1909 dengan menggunakan teknik aljabar yang tidak memberikan batasan eksplisit. Penemuan penting lainnya adalah sebuah teknik analitik untuk menyelesaikan masalah Waring, yaitu metode lingkaran [[G. H. Hardy|Hardy]] dan [[John Edensor Littlewood|Littlewood]]. Dengan memberikan batas atas eksplisit untuk fungsi , maka jumlah terkecil yang dipangkat  diperlukan, contohnya seperti batas [[Ivan Matveyevich Vinogradov|Vinogradov]]<math display="block">G(k)\leq k(3\log k+11).</math>


=== Masalah Diophantine ===
=== Masalah Diophantine ===
[[Masalah Diophantine]] adalah masalah yang melibatkan penyelesaian bilangan bulat untuk persamaan polinomial. Contoh pentingnya adalah [[masalah lingkaran Gauss]], yang menanyakan titik bilangan bulat  yang memenuhi pertidaksamaan
[[Masalah Diophantine]] adalah masalah yang melibatkan penyelesaian bilangan bulat untuk persamaan polinomial. Contoh pentingnya adalah [[masalah lingkaran Gauss]], yang menanyakan titik bilangan bulat  yang memenuhi pertidaksamaan
:<math>x^2+y^2\leq r^2.</math>
:<math>x^2+y^2\leq r^2.</math>
Dalam penjelasan secara geometris, diberikan sebuah lingkaran yang berpusat di titik asal pada bidang dengan jari-jari , maka masalah yang ditanyakan adalah berapa banyak titik kisi bilangan bulat yang terletak di luar atau di dalam lingkaran. Masalah ini tidak terlalu sulit untuk dibuktikan, karena jawabannya adalah , dengan  ketika .  Sekali lagi, bagian tersulit dan pencapaian terbesar dari teori bilangan analitik adalah memperoleh batas atas tertentu pada suku galat .
Dalam penjelasan secara geometris, diberikan sebuah lingkaran yang berpusat di titik asal pada bidang dengan jari-jari , maka masalah yang ditanyakan adalah berapa banyak titik kisi bilangan bulat yang terletak di luar atau di dalam lingkaran. Masalah ini tidak terlalu sulit untuk dibuktikan, karena jawabannya adalah , dengan  ketika .  Sekali lagi, bagian tersulit dan pencapaian terbesar dari teori bilangan analitik adalah memperoleh batas atas tertentu pada suku galat .
== Metode teori bilangan analitik ==
== Metode teori bilangan analitik ==
=== Deret Dirichlet ===
=== Deret Dirichlet ===
Salah satu alat yang paling berguna dalam teori bilangan perkalian adalah [[deret Dirichlet]], suatu fungsi dari variabel kompleks yang didefinisikan dengan deret tak hingga. Ini ditulis dalam bentuk
Salah satu alat yang paling berguna dalam teori bilangan perkalian adalah [[deret Dirichlet]], suatu fungsi dari variabel kompleks yang didefinisikan dengan deret tak hingga. Ini ditulis dalam bentuk


Baris 84: Baris 75:


=== Fungsi zeta Riemann ===
=== Fungsi zeta Riemann ===
 
Euler memperlihatkan bahwa [[teorema dasar aritmetika]] menyiratkan ekspresi dari [[darab Euler]]<math display="block"> \sum_{n=1}^\infty \frac {1}{n^s} = \prod_p^\infty \frac {1}{1-p^{-s}}\text{ dengan }s > 1 \text{ dan } p \text{ adalah bilangan prima} \,</math>Bukti Euler dari tak berhingganya [[bilangan prima]] melalui divergensi suku di ruas kiri persamaan untuk  (yang disebut sebagai [[deret harmonik (matematika)|deret harmonik]]), memberikan sebuah hasil analitik yang murni. Selain itu, Euler adalah tokoh pertama yang menggunakan argumen analitis yang bertujuan mempelajari sifat-sifat bilangan bulat, khususnya dengan membangun [[fungsi pembangkit|deret pangkat pembangkit]]. Ini adalah awal dari teori bilangan analitik.<ref>Iwaniec & Kowalski: Analytic Number Theory, AMS Colloquium Pub. Vol. 53, 2004</ref>
 
Euler memperlihatkan bahwa [[teorema dasar aritmetika]] menyiratkan ekspresi dari [[darab Euler]]<math display="block"> \sum_{n=1}^\infty \frac {1}{n^s} = \prod_p^\infty \frac {1}{1-p^{-s}}\text{ dengan }s > 1 \text{ dan } p \text{ adalah bilangan prima} \,</math>Bukti Euler dari tak berhingganya [[bilangan prima]] melalui divergensi suku di ruas kiri persamaan untuk  (yang disebut sebagai [[deret harmonik (matematika)|deret harmonik]]), memberikan sebuah hasil analitik yang murni. Selain itu, Euler adalah tokoh pertama yang menggunakan argumen analitis yang bertujuan mempelajari sifat-sifat bilangan bulat, khususnya dengan membangun [[fungsi pembangkit|deret pangkat pembangkit]]. Ini adalah awal dari teori bilangan analitik.


Riemann kemudian memandang fungsi tersebut untuk nilai kompleks  dan memperlihatkan bahwa fungsi tersebut dapat diperluas ke [[fungsi meromorfik]] di seluruh bidang dengan pole sederhana .  Saat ini, fungsi tersebut dikenal sebagai fungsi zeta Riemann dan dinyatakan dengan . Fungsi ini terdapat di dalam banyak makalah, serta juga merupakan kasus istimewa dari [[Fungsi-L Dirichlet|fungsi-''L'' Dirichlet]] yang lebih umum.
Riemann kemudian memandang fungsi tersebut untuk nilai kompleks  dan memperlihatkan bahwa fungsi tersebut dapat diperluas ke [[fungsi meromorfik]] di seluruh bidang dengan pole sederhana .  Saat ini, fungsi tersebut dikenal sebagai fungsi zeta Riemann dan dinyatakan dengan . Fungsi ini terdapat di dalam banyak makalah, serta juga merupakan kasus istimewa dari [[Fungsi-L Dirichlet|fungsi-''L'' Dirichlet]] yang lebih umum.
Baris 100: Baris 89:


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
== Bibliografi ==
== Bibliografi ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
Baris 120: Baris 104:
Buku-buku berikut menjadi sangat terkenal berdasarkan aspek khusus:
Buku-buku berikut menjadi sangat terkenal berdasarkan aspek khusus:


*
*  
* H. Halberstam and H. E. Richert, ''[[sieve theory|Sieve Methods]]''
* H. Halberstam and H. E. Richert, ''[[sieve theory|Sieve Methods]]''
* R. C. Vaughan, ''The [[Hardy–Littlewood method]]'', 2nd. edn.
* R. C. Vaughan, ''The [[Hardy–Littlewood method]]'', 2nd. edn.
Baris 126: Baris 110:
Sayangnya, topik tertentu belum dicetak menjadi buku. Contoh-contohnya seperti: (i) [[Montgomery's pair correlation conjecture|konjektur korelasi pasangan Montgomery]] dan karya yang berawal dari konjektur tersebut; (ii) hasil terbaru dari Goldston, Pintz dan Yilidrim tentang [[Bilangan prima kembar|celah kecil diantara bilangan prima]]; dan terakhir (iii) [[teorema Green–Tao]] memperlihatkan bahwa ada bilangan prima yang termuat di barisan aritmetika yang panjang.
Sayangnya, topik tertentu belum dicetak menjadi buku. Contoh-contohnya seperti: (i) [[Montgomery's pair correlation conjecture|konjektur korelasi pasangan Montgomery]] dan karya yang berawal dari konjektur tersebut; (ii) hasil terbaru dari Goldston, Pintz dan Yilidrim tentang [[Bilangan prima kembar|celah kecil diantara bilangan prima]]; dan terakhir (iii) [[teorema Green–Tao]] memperlihatkan bahwa ada bilangan prima yang termuat di barisan aritmetika yang panjang.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+bilangan+analitik&oldid=29587305 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587305 (2026-08-16T08:05:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+bilangan+analitik&oldid=29587305 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587305 (2026-08-16T08:05:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 03.57

Complex zeta
Fungsi zeta Riemann di bidang kompleks. Warna titik menyandikan nilai ζ(s): warna yang mendekati hitam menyatakan bahwa nilai tersebut mendekati nol, sedangkan hue menyandikan argumen nilai.

Dalam matematika, teori bilangan analitik () adalah sebuah cabang dari teori bilangan yang menggunakan metode analisis matematika untuk menyelesaikan masalah terkait bilangan bulat. Sering kali dikatakan bahwa cabang ini berawal dari Dirichlet memperkenalkan fungsi-L Dirichlet ketika pada tahun 1837, yang bertujuan untuk memberikan bukti pertamanya tentang barisan aritmetika. Cabang ini terkenal karena hasilnya tentang bilangan prima (yang melibatkan teorema bilangan prima dan fungsi zeta Riemann) serta teori bilangan aditif (seperti dugaan Goldbach dan masalah Waring).

Cabang teori bilangan analitik

Cabang teori bilangan analitik dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yang kemudian dibagi menjadi lebih banyak berdasarkan jenis masalah yang ingin diselesaikan daripada perbedaan mendasar dalam teknik.

Sejarah

Matematikawan pendahulu

Teori bilangan analitik adalah cabang yang sebagian besar terinspirasi dari teorema bilangan prima. Teorema tersebut mengatakan misalkan adalah fungsi penghitungan bilangan prima yang memberikan jumlah bilangan prima yang kurang dari atau sama dengan untuk setiap bilangan real . Sebagai contoh, sebab jumlahnya (ada empat bilangan prima, yaitu: 2, 3, 5 dan 7) yang kurang dari atau sama dengan 10. Teorema bilangan prima mengatakan bahwa adalah aproksimasi yang baik untuk , dalam artian bahwa limit dari hasil bagi dari dua fungsi dan ketika ' mendekati tak terhingga adalah 1:

limxπ(x)x/ln(x)=1,

Ini dikenal sebagai hukum asimtotik dari distribusi bilangan prima.

Sekitar tahun 1797 atau 1798, Adrien-Marie Legendre menduga bahwa dihampiri dengan fungsi , dengan dan menyatakan konstanta yang belum diketahui. Dalam buku edisi kedua miliknya tentang teori bilangan pada tahun 1808, ia membuat konjektur yang lebih tepat, dengan dan . Kemudian, Carl Friedrich Gauss mempelajari masalah tersebut pula: Dalam suratnya kepada Encke pada tahun 1849, ia menulis pada tahun 1792 atau 1793, yang mengatakan bahwa ia menulis catatan pendek yang berjudul "Primzahlen unter a(=)alna" dalam tabel logaritma (saat itu, ia berusia 15 atau 16).[1] Sayangnya, Gauss tidak pernah memublikasikan konjektur tersebut. Hingga pada tahun 1838, Peter Gustav Lejeune Dirichlet muncul dengan fungsi aproksimasi miliknya, integral logaritmik (akan tetapi fungsi tersebut mempunyai deret yang sedikit berbeda, saat ia berkomunikasi dengan Gauss). Rumus Legendre dan Dirichlet menyiratkan ekuivalensi asimtotik yang sama dari dan seperti yang dijelaskan sebelumnya, walaupun ternyata aproksimasi Dirichlet jauh lebih baik jika dipandangnya sebagai selisih dan bukan hasil bagi.

Dirichlet

Johann Peter Gustav Lejeune Dirichlet dikaitkan dengan cabang yang ia ciptakan, teori bilangan analitik.[2] Cabang tersebut diciptakan ketika Dirichlet menemukan beberapa hasil yang mendalam dan membuktikannya dengan memperkenalkan beberapa alat dasar, sehingga banyak penemuannya dinamai dari namanya. Singkat cerita berawal dari tahun 1837, ketika Dirichlet menerbitkan teorema Dirichlet tentang barisan aritmetika dengan menggunakan konsep analisis matematika untuk menyelesaikan masalah aljabar, dan kemudian ia menciptakan cabang yang disebut teori bilangan analitik. Dalam membuktikan teoremanya, Dirichlet memperkenalkan karakter Dirichlet dan fungsi-L.[3][4] Dirichlet kemudian memperumum teorema barisan aritmetika miliknya pada tahun 1841, dari bilangan bulat hingga gelanggang bilangan bulat Gauss [i].[5]

Pafnuty Chebyshev

Matematikawan berkebangsaan Rusia bernama Pafnuty L'vovich Chebyshev mencoba membuktikan hukum asimtotik distribusi bilangan prima dalam makalahnya pada tahun 1848 dan 1850. Karya miliknya terkenal karena pemakaian fungsi zeta (untuk nilai real dari argumen [6]) sebelum memoar Riemann yang terkenal pada tahun 1859. Selain itu, Chebyshev berhasil membuktikan bentuk hukum asimtotik yang sedikit lebih lemah, yaitu jika limit dari ketika menuju tak terhingga benar-benar ada, maka limit dari ekspresi tersebut harus sama dengan satu.[7] Chebyshev dapat membuktikannya tak bersyarat bahwa rasio tersebut yang merupakan batas atas dan batas bawah dengan dua nilai konstanta, mendekati 1 untuk semua .[8] Walaupun makalah Chebyshev tidak membuktikan teorema bilangan prima, tetapi estimasi untuk cukup kuat menurutnya untuk membuktikan postulat Bertrand bahwa terdapat bilangan prima untuk setiap bilangan bulat .

Bernhard Riemann

Bernhard Riemann membuat beberapa kontribusi terkenal untuk teori bilangan analitik modern. Dalam makalah pendeknya, makalah satu-satunya yang ia terbitkan yang bertopikkan teori bilangan), Riemann mempelajari fungsi zeta miliknya dan memperlihatkan pentingnya memahami distribusi bilangan prima. Riemann membuat kumpulan konjektur tentang sifat-sifat fungsi zeta, khususnya hipotesis miliknya yang terkenal, hipotesis Riemann.

Jacques Hadamard dan de la Vallée-Poussin

Memperluas gagasan Riemann, Jacques Hadamard dan Charles Jean de la Vallée-Poussin memperoleh bukti teorema bilangan prima secara terpisah, dan kemudian sama-sama menerbitkannya pada tahun 1896. Kedua bukti tersebut menggunakan metode dari analisis kompleks, menggunakannya sebagai langkah utama dari bukti bahwa fungsi Riemann zeta adalah fungsi taknol untuk semua nilai kompleks dari variabel yang bentuknya dengan .[9]

Zaman modern

Teknis pada teori bilangan analitik mengalami perubahan besar-besaran setelah tahun 1950 karena adanya pengembangan metode saringan, khususnya dalam masalah perkalian. Pengembangan tersebut kombinatorial dan cukup beragam. Sebagai gantinya, cabang ekstrem dari teori kombinatorial mempunyai dampak yang sangat besar dengan menempatkan nilai dalam teori bilangan analitik pada batas atas dan bawah kuantitatif. Pengembangan terbaru lainnya adalah teori bilangan probabilistik, yang menggunakan metode dari teori probabilitas untuk mengestimasi distribusi fungsi teoretis bilangan, sebagai contoh, berapa banyak pembagi bilangan prima yang dimiliki sebuah bilangan.

Penemuan Yitang Zhang, James Maynard, Terence Tao and Ben Green pada cabang teori bilangan analitik memakai metode GoldstonPintzYıldırım. Mereka memakai metode tersebut untuk membuktikan bahwa[10][11][12][13][14][15]pn+1pno(logpn).Secara umum, pengembangan dalam teori bilangan analitik merupakan penyempurnaan teknik sebelumnya, yang mengurangi suku galat dan memperluas penerapannya. Sebagai contoh, metode lingkaran Hardy dan Littlewood dapat dipahami sebab mereka menerapkan deret pangkat di dekat satuan lingkaran di bidang kompleks (sekarang dipandang dalam ekspresi jumlah eksponensial terhingga, yakni pada lingkaran satuan tetapi dengan separuh deret pangkat). Aproksimasi Diophantine diperlukan sebagai fungsi bantu yang bukan fungsi pembangkit (sebagai cotoh, koefisiennya dibangun dengan menggunakan sebuah prinsip rumah burung) dan melibatkan beberapa variabel kompleks. Cabang aproksimasi Diophantine dan teori transendensi telah berkembang hingga teknik tersebut telah diterapkan ke konjektur Mordell.

Masalah dan hasil

Teorema dan hasil dalam teori bilangan analitik umumnya bukan merupakan hasil struktural yang tepat tentang bilangan bulat, melainkan alat aljabar dan geometris yang lebih cocok. Sebagai gantinya, mereka memberikan batas aproksimasi dan estimasi kepada beragam fungsi teoritis bilangan, seperti yang diiperlihatkan pada contoh di bawah.

Teori bilangan perkalian

Euklides menperlihatkan bahwa ada tak terhingga banyaknya bilangan prima. Yang menjadi masalah pentingnya adalah menentukan distribusi asimtotik bilangan prima; yaitu, gambaran kasar mengenai berapa banyak bilangan prima yang lebih kecil daripada bilangan yang diberikan. Di antara beberapa matematikawan lain, Gauss menghitung daftar bilangan prima yang sangat panjang, yang kemudian ia menduga bahwa jumlah bilangan prima yang kurang daripada atau sama dengan bilangan besar mendekati nilai integral

2N1logtdt.

Pada tahun 1859, Bernhard Riemann menggunakan analisis kompleks dan fungsi meromorfik khusus (yang saat ini dikenal sebagai fungsi zeta Riemann), bertujuan memperoleh ekspresi analitik untuk jumlah bilangan prima yang lebih kecil atau sama dengan sebuah bilangan real . Yang menakjubkannya adalah bentuk utama dalam rumus Riemann persis dengan integral tadi, yang mendukung konjektur Gauss. Riemann menemukan bahwa suku galat dalam ekspresi tersebut serta cara bilangan prima terdistribusi menjadi terkait erat dengan akar kompleks fungsi zeta. Dengan menggunakan gagasan Riemann dan dengan mendapatkan lebih banyak informasi terkait akar fungsi zeta, Jacques Hadamard dan Charles Jean de la Vallée-Poussin berhasil melengkapi bukti konjektur Gauss. Secara khusus, mereka membuktikan bahwa jikaπ(x)=(jumlah bilangan prima x),maka

limxπ(x)x/logx=1.

Hasil utama dalam teori bilangan analitik ini merupakan hasil yang luar biasa, yang dikenal dengan nama teorema saat ini, teorema bilangan prima. Penjelasan secara kasarnya, teorema ini mengatakan bahwa diberikan bilangan besar , maka jumlah bilangan prima yang kurang daripada atau sama dengan ' adalah .

Lebih umum lagi, masalah yang sama dapat ditanyakan tentang jumlah bilangan prima dalam barisan aritmetika untuk setiap bilangan bulat . Dalam salah satu penerapan pertama dari teknik analitik ke teori bilangan, Dirichlet membuktikan bahwa setiap barisan aritmetika dengan bilangan koprima dan mengandung tak terhingga banyaknya bilangan prima. Perumuman teorema bilangan prima dapat dilakukan ke masalah ini, dengan memisalkanπ(x,a,q)=(jumlah bilangan prima x sehingga p berada di dalam barisan aritmetika a+nq,n),dan jika dan adalah bilangan koprima, makalimxπ(x,a,q)ϕ(q)x/logx=1.Adapula banyak konjektur yang dalam dan luas dalam teori bilangan, yang pembuktiannya tampak terlalu sulit saat memakai teknik saat ini, contohnya seperti konjektur bilangan prima kembar yang menanyakan adakah tak berhingga banyaknya sehingga adalah bilangan prima. Pada asumsi konjektur Elliott–Halberstam, baru-baru ini telah dibuktikan bahwa ada tak berhingga banyaknya bilangan prima sehingga adalah bilangan prima untuk suatu bilangan genap positif paling banyak 12. Konjektur tersebut juga telah dibuktikan tanpa bersyarat (dalam artian tidak bergantung pada konjektur yang belum dibuktikan), yang mengatakan bahwa ada tak berhingga banyaknya bilangan prima sehingga adalah bilangan prima untuk suatu bilangan genap positif paling banyak 246.

Teori bilangan aditif

Salah satu masalah terpenting dalam teori bilangan aditif adalah masalah Waring. Masalah ini menanyakan dapatkah bilangan bulat positif ditulis sebagai jumlah dari bilangan terbatas yang dipangkat dengan n=x1k++xk, untuk . Kasus untuk bilangan yang dikuadratkan, yaitu , dijawab Lagrange pada tahun 1770, yang membuktikan bahwa setiap bilangan bulat positif merupakan jumlah dari paling banyak empat bilangan kuadrat. Kasus umum dibuktikan Hilbert pada tahun 1909 dengan menggunakan teknik aljabar yang tidak memberikan batasan eksplisit. Penemuan penting lainnya adalah sebuah teknik analitik untuk menyelesaikan masalah Waring, yaitu metode lingkaran Hardy dan Littlewood. Dengan memberikan batas atas eksplisit untuk fungsi , maka jumlah terkecil yang dipangkat diperlukan, contohnya seperti batas VinogradovG(k)k(3logk+11).

Masalah Diophantine

Masalah Diophantine adalah masalah yang melibatkan penyelesaian bilangan bulat untuk persamaan polinomial. Contoh pentingnya adalah masalah lingkaran Gauss, yang menanyakan titik bilangan bulat yang memenuhi pertidaksamaan

x2+y2r2.

Dalam penjelasan secara geometris, diberikan sebuah lingkaran yang berpusat di titik asal pada bidang dengan jari-jari , maka masalah yang ditanyakan adalah berapa banyak titik kisi bilangan bulat yang terletak di luar atau di dalam lingkaran. Masalah ini tidak terlalu sulit untuk dibuktikan, karena jawabannya adalah , dengan ketika . Sekali lagi, bagian tersulit dan pencapaian terbesar dari teori bilangan analitik adalah memperoleh batas atas tertentu pada suku galat .

Metode teori bilangan analitik

Deret Dirichlet

Salah satu alat yang paling berguna dalam teori bilangan perkalian adalah deret Dirichlet, suatu fungsi dari variabel kompleks yang didefinisikan dengan deret tak hingga. Ini ditulis dalam bentuk

f(s)=n=1anns.

Deret ini dapat konvergen di mana-mana, ataupun tidak, atau di beberapa titik di setengah bidang, tetapi ini bergantung pada koefisien an yang dipilih. Dalam kebanyakan kasus, bahkan ketika deret tidak konvergen di mana-mana, fungsi holomorfik yang didefinisikannya dapat dilanjutkan secara analitik ke fungsi meromorfik di seluruh bidang kompleks. Dalam masalah perkalian, pemakaian tersebut dapat diperlihatkan dalam identitas formal

(n=1anns)(n=1bnns)=n=1(k=nakb)ns.

Oleh sebab itu, koefisien dari hasil kali dua deret Dirichlet merupakan konvolusi perkalian dari koefisien asli. Selain itu, teknik seperti penjumlahan parsial dan teorema Tauberi dapat digunakan untuk mendapatkan informasi tentang koefisien dari informasi analitik tentang deret Dirichlet. Jadi, metode umum yang dipakai untuk mengestimasi fungsi perkalian adalah dengan mengekspresikannya sebagai deret Dirichlet (atau hasil kali dari deret Dirichlet yang lebih sederhana dengan menggunakan identitas konvolusi). Kemudian, uji deret tersebut sebagai suatu fungsi kompleks dan ubah informasi analitik ini kembali menjadi informasi tentang fungsi aslinya.

Fungsi zeta Riemann

Euler memperlihatkan bahwa teorema dasar aritmetika menyiratkan ekspresi dari darab Eulern=11ns=p11ps dengan s>1 dan p adalah bilangan primaBukti Euler dari tak berhingganya bilangan prima melalui divergensi suku di ruas kiri persamaan untuk (yang disebut sebagai deret harmonik), memberikan sebuah hasil analitik yang murni. Selain itu, Euler adalah tokoh pertama yang menggunakan argumen analitis yang bertujuan mempelajari sifat-sifat bilangan bulat, khususnya dengan membangun deret pangkat pembangkit. Ini adalah awal dari teori bilangan analitik.[16]

Riemann kemudian memandang fungsi tersebut untuk nilai kompleks dan memperlihatkan bahwa fungsi tersebut dapat diperluas ke fungsi meromorfik di seluruh bidang dengan pole sederhana . Saat ini, fungsi tersebut dikenal sebagai fungsi zeta Riemann dan dinyatakan dengan . Fungsi ini terdapat di dalam banyak makalah, serta juga merupakan kasus istimewa dari fungsi-L Dirichlet yang lebih umum.

Beberapa ahli teori bilangan analitik acapkali tertarik dengan galat aproksimasi seperti teorema bilangan prima, yakni galatnya lebih kecil daripada . Rumus Riemann untuk memperlihatkan bahwa suku galat dalam aproksimasi tersebut dapat diekspresikan sebagai akar fungsi zeta. Dalam makalahnya tahun 1859, Riemann memandang bahwa semua akar "trivial" terletak di garis real , tetapi ia tidak pernah memberikan bukti dari pernyataan tersebut. Konjektur yang terkenal sekaligus konjektur yang belum terpecahkan hingga saat ini, dikenal sebagai hipotesis Riemann. Dalam teori bilangan, konjektur ini mempunyai banyak sekali implikasi yang mendalam, dan bahkan ada banyak teorema penting yang telah membuktikan asumsi tersebut bahwa hipotesisnya adalah benar. Sebagai contoh, berdasarkan asumsi hipotesis Riemann, suku galat dalam teori bilangan prima adalah .

Pada awal abad ke-20, G. H. Hardy dan Littlewood membuktikan banyak hasil tentang fungsi zeta untuk membuktikan hipotesis Riemann. Bahkan pada tahun 1914, Hardy membuktikan bahwa ada tak berhingga banyaknya akar fungsi zeta di garis kritis(z)=1/2.Hal ini menyebabkan beberapa teorema menjelaskan kepadatan akar fungsi pada garis kritis.

Lihat pula

Catatan

Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

  • Ayoub, Introduction to the Analytic Theory of Numbers
  • H. L. Montgomery and R. C. Vaughan, Multiplicative Number Theory I : Classical Theory
  • H. Iwaniec and E. Kowalski, Analytic Number Theory.
  • D. J. Newman, Analytic number theory, Springer, 1998

Buku-buku berikut menjadi sangat terkenal berdasarkan aspek khusus:

Sayangnya, topik tertentu belum dicetak menjadi buku. Contoh-contohnya seperti: (i) konjektur korelasi pasangan Montgomery dan karya yang berawal dari konjektur tersebut; (ii) hasil terbaru dari Goldston, Pintz dan Yilidrim tentang celah kecil diantara bilangan prima; dan terakhir (iii) teorema Green–Tao memperlihatkan bahwa ada bilangan prima yang termuat di barisan aritmetika yang panjang.

Referensi

  1. Johann Franz Encke. Carl Friedrich Gauß → Johann Franz Encke, Göttingen, 1849 Dez. 24. 1849-12-24.
  2. Timothy Gowers. The Princeton companion to mathematics. Princeton University Press. 2008. hlm. 764–765. ISBN 978-0-691-11880-2.
  3. Timothy Gowers. The Princeton companion to mathematics. Princeton University Press. 2008. hlm. 764–765. ISBN 978-0-691-11880-2.
  4. Shigeru Kanemitsu. Number theoretic methods: future trends. Springer. 2002. hlm. 271–274. ISBN 978-1-4020-1080-4.
  5. Jürgen Elstrodt. The Life and Work of Gustav Lejeune Dirichlet (1805–1859). Clay Mathematics Proceedings. 2007.
  6. Pemakaian ini sama halnya dengan pemakaian dalam karya Leonhard Euler, yang berasla pada tahun 1737
  7. N. Costa Pereira. A Short Proof of Chebyshev's Theorem. American Mathematical Monthly. August–September 1985. Vol. 92 (7). hlm. 494–495. doi:10.2307/2322510.
  8. M. Nair. On Chebyshev-Type Inequalities for Primes. American Mathematical Monthly. February 1982. Vol. 89 (2). hlm. 126–129. doi:10.2307/2320934.
  9. A.E. Ingham. The Distribution of Prime Numbers. Cambridge University Press. 1990. hlm. 2–5. ISBN 0-521-39789-8.
  10. Ben Green. Bounded gaps between primes. 2014-02-22.
  11. James Maynard. Primes with restricted digits. 2019-10-28.
  12. Ben Green. The primes contain arbitrarily long arithmetic progressions. 2007-09-22.
  13. Bounded gaps between primes - Polymath Wiki. asone.ai.
  14. Terence Tao - Large and Small Gaps in the Primes [2015].
  15. Iwaniec & Kowalski: Analytic Number Theory, AMS Colloquium Pub. Vol. 53, 2004
  16. Iwaniec & Kowalski: Analytic Number Theory, AMS Colloquium Pub. Vol. 53, 2004

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587305 (2026-08-16T08:05:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.