Ketertarikan akan tradisi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26744892; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Ketertarikan akan tradisi''' (juga disebut dengan '''ketertarikan pada zaman kuno''' atau '''ketertarikan pada kebiasaan umum''') adalah suatu paham yang mengeklaim kebenaran berdasarkan kolerasi tradisi zaman dulu atau zaman sekarang. Ketertarikan akan tradisi tersebut berbentuk "ini benar karena kami selalu melakukannya dengan cara ini", dan dianggap oleh beberapa orang sebagai kekeliruan logis. Kebalikan dari ketertarikan akan tradisi adalah ketertarikan akan kebaruan di mana seseorang mengeklaim bahwa sebuah ide lebih unggul hanya karena sesuatu itu baru. Baik argumen tentang ketertarikan akan [[tradisi]] maupun lawannya (ketertarikan akan kebaruan), adalah keliru karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukungnya. Selain itu, jenis argumen ini (ketertarikan akan tradisi) yang frasa signifikannya diwujudkan dalam "semua di masa lalu lebih baik", membuat dua asumsi: | '''Ketertarikan akan tradisi''' (juga disebut dengan '''ketertarikan pada zaman kuno''' atau '''ketertarikan pada kebiasaan umum''') adalah suatu paham yang mengeklaim kebenaran berdasarkan kolerasi tradisi zaman dulu atau zaman sekarang.<ref>[http://www.csun.edu/~dgw61315/fallacies.html Logical Fallacies and the Art of Debate]. ''www.csun.edu''.</ref> Ketertarikan akan tradisi tersebut berbentuk "ini benar karena kami selalu melakukannya dengan cara ini", dan dianggap oleh beberapa orang sebagai kekeliruan logis.<ref>[http://dx.doi.org/10.1086/436814 ''Argumentation in Debate''. O'Neill, Laycock, Scales''Argumentation and Debating''. William Trufant Foster]. ''The School Review''. 1917-10. Vol. 25 (8). hlm. 611–611. doi:10.1086/436814.</ref> Kebalikan dari ketertarikan akan tradisi adalah ketertarikan akan kebaruan di mana seseorang mengeklaim bahwa sebuah ide lebih unggul hanya karena sesuatu itu baru. Baik argumen tentang ketertarikan akan [[tradisi]] maupun lawannya (ketertarikan akan kebaruan), adalah keliru karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukungnya. Selain itu, jenis argumen ini (ketertarikan akan tradisi) yang frasa signifikannya diwujudkan dalam "semua di masa lalu lebih baik",<ref>Super User. [https://aprenderadebatir.es/index.php/2012-12-30-10-23-55/falacias/falacias-informales-relevancia/84-8-falacia-ad-antiquitatem-ad-novitatem-antigueedad-novedad 8. Falacia "ad antiquitatem"/"ad novitatem" (antigüedad/novedad)]. ''Aprender a Debatir''.</ref> membuat dua asumsi:<ref>Natanael Mèndez Matos. [https://books.google.com.ar/books?id=gnC6BQAAQBAJ&dq La Lógica de la Mentira]. Lulu.com. ISBN 978-1-304-13359-5.</ref> | ||
# Bahwa cara berpikir lama terbukti benar ketika diperkenalkan, dan mungkin salah karena tradisi mungkin didasarkan pada fondasi yang salah. | # Bahwa cara berpikir lama terbukti benar ketika diperkenalkan, dan mungkin salah karena tradisi mungkin didasarkan pada fondasi yang salah. | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
== Kekeliruan yang berlawanan == | == Kekeliruan yang berlawanan == | ||
Kekeliruan yang berlawanan adalah ketertarikan akan kebaruan yang menyatakan bahwa sesuatu itu baik hanya karena itu baru. Baik argumen ketertarikan akan tradisi maupun lawannya, ketertarikan akan kebaruan adalah keliru, karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukung gagasan tersebut. | Kekeliruan yang berlawanan adalah ketertarikan akan kebaruan yang menyatakan bahwa sesuatu itu baik hanya karena itu baru.<ref>[https://infidels.org/library/modern/constructing-a-logical-argument/ Constructing a Logical Argument » Internet Infidels]. ''Internet Infidels''. 1997-12-31.</ref> Baik argumen ketertarikan akan tradisi maupun lawannya, ketertarikan akan kebaruan adalah keliru, karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukung gagasan tersebut.<ref>Por GAVV. [https://lexvademecum.com/2018/01/10/argumento-ad-novitatem/ Argumento ad novitatem]. ''Lexvademecum.com''. 2018-01-10.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketertarikan+akan+tradisi&oldid=26744892 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26744892 (2025-01-05T06:52:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketertarikan+akan+tradisi&oldid=26744892 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26744892 (2025-01-05T06:52:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.10
Ketertarikan akan tradisi (juga disebut dengan ketertarikan pada zaman kuno atau ketertarikan pada kebiasaan umum) adalah suatu paham yang mengeklaim kebenaran berdasarkan kolerasi tradisi zaman dulu atau zaman sekarang.[1] Ketertarikan akan tradisi tersebut berbentuk "ini benar karena kami selalu melakukannya dengan cara ini", dan dianggap oleh beberapa orang sebagai kekeliruan logis.[2] Kebalikan dari ketertarikan akan tradisi adalah ketertarikan akan kebaruan di mana seseorang mengeklaim bahwa sebuah ide lebih unggul hanya karena sesuatu itu baru. Baik argumen tentang ketertarikan akan tradisi maupun lawannya (ketertarikan akan kebaruan), adalah keliru karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukungnya. Selain itu, jenis argumen ini (ketertarikan akan tradisi) yang frasa signifikannya diwujudkan dalam "semua di masa lalu lebih baik",[3] membuat dua asumsi:[4]
- Bahwa cara berpikir lama terbukti benar ketika diperkenalkan, dan mungkin salah karena tradisi mungkin didasarkan pada fondasi yang salah.
- Bahwa alasan yang membuktikan argumen ini di masa lalu saat ini berlaku untuk hari ini. Jika keadaan telah berubah, ini mungkin salah.
Kekeliruan yang berlawanan
Kekeliruan yang berlawanan adalah ketertarikan akan kebaruan yang menyatakan bahwa sesuatu itu baik hanya karena itu baru.[5] Baik argumen ketertarikan akan tradisi maupun lawannya, ketertarikan akan kebaruan adalah keliru, karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukung gagasan tersebut.[6]
Referensi
- ↑ Logical Fallacies and the Art of Debate. www.csun.edu.
- ↑ Argumentation in Debate. O'Neill, Laycock, ScalesArgumentation and Debating. William Trufant Foster. The School Review. 1917-10. Vol. 25 (8). hlm. 611–611. doi:10.1086/436814.
- ↑ Super User. 8. Falacia "ad antiquitatem"/"ad novitatem" (antigüedad/novedad). Aprender a Debatir.
- ↑ Natanael Mèndez Matos. La Lógica de la Mentira. Lulu.com. ISBN 978-1-304-13359-5.
- ↑ Constructing a Logical Argument » Internet Infidels. Internet Infidels. 1997-12-31.
- ↑ Por GAVV. Argumento ad novitatem. Lexvademecum.com. 2018-01-10.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26744892 (2025-01-05T06:52:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.