Sifat asosiatif: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29439302; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[matematika]], '''sifat asosiatif''' adalah sifat dari beberapa [[operasi biner]], yang berarti bahwa mengatur ulang tanda kurung dalam ekspresi yang tidak mengubah hasilnya. Dalam [[logika proposisional]], '''asosiativitas''' adalah [[Validitas (logika)|valid]] [[kaidah penggantian]] untuk [[rumus bentuk baik|ekspresi]] dalam [[Bukti formal|bukti logika]]. | Dalam [[matematika]], '''sifat asosiatif'''<ref>Thomas W. Hungerford. [https://archive.org/details/algebra0000hung_f8t3 Algebra]. Springer. 1974. hlm. [https://archive.org/details/algebra0000hung_f8t3/page/24 24]. ISBN 978-0387905181.</ref> adalah sifat dari beberapa [[operasi biner]], yang berarti bahwa mengatur ulang tanda kurung dalam ekspresi yang tidak mengubah hasilnya. Dalam [[logika proposisional]], '''asosiativitas''' adalah [[Validitas (logika)|valid]] [[kaidah penggantian]] untuk [[rumus bentuk baik|ekspresi]] dalam [[Bukti formal|bukti logika]]. | ||
Dalam ekspresi dengan dua atau lebih dari satu baris dari operasi asosiatif, urutan [[Operasi (matematika)|operasi]] untuk urutan [[operand]] yang tidak berubah. Artinya, menata ulang [[tanda kurung]] dalam ekspresi tersebut tidak akan mengubah nilainya. Perhatikan persamaan berikut: | Dalam ekspresi dengan dua atau lebih dari satu baris dari operasi asosiatif, urutan [[Operasi (matematika)|operasi]] untuk urutan [[operand]] yang tidak berubah. Artinya, menata ulang [[tanda kurung]] dalam ekspresi tersebut tidak akan mengubah nilainya. Perhatikan persamaan berikut: | ||
| Baris 16: | Baris 16: | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
Secara formal, sebuah [[operasi biner]] <math>*</math> pada sebuah himpunan <math>S</math> disebut '''asosiatif''' jika memenuhi '''hukum asosiatif'''. | Secara formal, sebuah [[operasi biner]] <math>*</math> pada sebuah himpunan <math>S</math> disebut '''asosiatif''' jika memenuhi '''hukum asosiatif'''. | ||
| Baris 28: | Baris 27: | ||
== Hukum asosiatif yang digeneralisasikan == | == Hukum asosiatif yang digeneralisasikan == | ||
Jika sebuah operasi biner adalah asosiatif, penerapan berulang dari operasi menghasilkan hasil yang sama terlepas dan bagaimana pasangan tanda kurung yang sah disisipkan dalam ekspresi.<ref>John R. Durbin. [http://www.wiley.com/WileyCDA/WileyTitle/productCd-EHEP000258.html Modern Algebra: an Introduction]. Wiley. 1992. hlm. 78. ISBN 978-0-471-51001-7.</ref> Ini disebut '''hukum asosiatif yang digeneralisasi'''. Misalnya, sebuah porduk fari empat anggota bisa ditulis bisa ditulis, tanpa menggantikan urutan dari faktor-faktor, dalam lima kemungkinanː | |||
Jika sebuah operasi biner adalah asosiatif, penerapan berulang dari operasi menghasilkan hasil yang sama terlepas dan bagaimana pasangan tanda kurung yang sah disisipkan dalam ekspresi. Ini disebut '''hukum asosiatif yang digeneralisasi'''. Misalnya, sebuah porduk fari empat anggota bisa ditulis bisa ditulis, tanpa menggantikan urutan dari faktor-faktor, dalam lima kemungkinanː | |||
: <math>((ab)c)d</math> | : <math>((ab)c)d</math> | ||
| Baris 46: | Baris 44: | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
Beberapa contoh dari operasi-operasi asosiatif termasuk yang berikut ini. | Beberapa contoh dari operasi-operasi asosiatif termasuk yang berikut ini. | ||
| Baris 109: | Baris 105: | ||
* Tinjaulah sebuah himpunan dengan tiga anggota, <math>A</math>, <math>B</math>, dan <math>C</math>. Operasi berikut iniː | * Tinjaulah sebuah himpunan dengan tiga anggota, <math>A</math>, <math>B</math>, dan <math>C</math>. Operasi berikut iniː | ||
{| class="wikitable" | |||
|+ | |||
!× | |||
!A | |||
!B | |||
!C | |||
|- | |||
|'''A''' | |||
|A | |||
|A | |||
|A | |||
|- | |||
|'''B''' | |||
|A | |||
|B | |||
|C | |||
|- | |||
|'''C''' | |||
|A | |||
|A | |||
|A | |||
|} | |||
: asosiatif. Demikian, sebagai contoh, <math>A(BC) = (AB)C = A</math>. Operasi ini tidak komutatif. | : asosiatif. Demikian, sebagai contoh, <math>A(BC) = (AB)C = A</math>. Operasi ini tidak komutatif. | ||
* Karena [[Matriks (matematika)|matriks]] mewakili [[Peta linear|fungsi linear]], dan [[perkalian matriks]] mewakili [[komposisi fungsi]], salah satunya bisa secepatnya menyimpulkan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. | * Karena [[Matriks (matematika)|matriks]] mewakili [[Peta linear|fungsi linear]], dan [[perkalian matriks]] mewakili [[komposisi fungsi]], salah satunya bisa secepatnya menyimpulkan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif.<ref>[http://www.khanacademy.org/math/linear-algebra/matrix-transformations/composition-of-transformations/v/matrix-product-associativity Matrix product associativity]. Khan Academy.</ref> | ||
== Logika proposisional == | == Logika proposisional == | ||
=== Aturan penggantian === | === Aturan penggantian === | ||
Dalam logika proposisional kebenaran fungsional standar, ''asosiasi'', atau ''asosiatif'' adalah dua [[Aturan penggantian|aturan penggantian yang sah]]. Peraturannya memungkinkan salah satunya untuk memindahkan tanda kurung dalam [[Rumus yang dibentuk dengan baik|ekspresi logis]] dalam [[Bukti formal|bukti logis]]. Aturan (menggunakan notasi [[Operator logika#Dalam bahasa|penghubung logis]] adalahː | Dalam logika proposisional kebenaran fungsional standar, ''asosiasi'',<ref>Brooke Noel Moore. [https://archive.org/details/criticalthinking0000broo Critical Thinking (12th edition)]. McGraw-Hill Education. 2017. hlm. [https://archive.org/details/criticalthinking0000broo/page/321 321]. ISBN 9781259690877.</ref><ref>Irving M. Copi. [https://archive.org/details/introductiontolo0014copi Introduction to Logic (14th edition)]. Pearson Education. 2014. hlm. [https://archive.org/details/introductiontolo0014copi/page/387 387]. ISBN 9781292024820.</ref> atau ''asosiatif<ref>Patrick J. Hurley. ''A Concise Introduction to Logic (13th edition)''. Cengage Learning. 2016. hlm. 427. ISBN 9781305958098.</ref>'' adalah dua [[Aturan penggantian|aturan penggantian yang sah]]. Peraturannya memungkinkan salah satunya untuk memindahkan tanda kurung dalam [[Rumus yang dibentuk dengan baik|ekspresi logis]] dalam [[Bukti formal|bukti logis]]. Aturan (menggunakan notasi [[Operator logika#Dalam bahasa|penghubung logis]] adalahː | ||
: <math>(P \lor (Q \lor R)) \Leftrightarrow ((P \lor Q) \lor R)</math> | : <math>(P \lor (Q \lor R)) \Leftrightarrow ((P \lor Q) \lor R)</math> | ||
| Baris 128: | Baris 145: | ||
=== Penghubung fungsional kebenaran === | === Penghubung fungsional kebenaran === | ||
''Asosiatif'' adalah sebuah sifat dari beberapa [[Operator logika|penghubung logis]]. [[Kesetaraan logis]] berikut mendemonstrasikan bahwa asosiatif adalah sebuah sifat dari penghubung tertentu. Berikut ini adalah [[Tautologi (logika)|tautologi]] fungsional kebenaran. | ''Asosiatif'' adalah sebuah sifat dari beberapa [[Operator logika|penghubung logis]]. [[Kesetaraan logis]] berikut mendemonstrasikan bahwa asosiatif adalah sebuah sifat dari penghubung tertentu. Berikut ini adalah [[Tautologi (logika)|tautologi]] fungsional kebenaran.<ref>[https://math.stackexchange.com/q/2197480 Symbolic Logic Proof of Associativity]. ''Math.stackexchange.com''. 22 March 2017.</ref> | ||
'''Asosiatif dari disjungsi''' | '''Asosiatif dari disjungsi''' | ||
| Baris 173: | Baris 190: | ||
=== Nonasosiatif dari perhitungan titik mengambang === | === Nonasosiatif dari perhitungan titik mengambang === | ||
Dalam matematika, penjumlahan dan perkalian dari bilangan real adalah asosiatif. Sebaliknya, dalam ilmu komputer, penjumlahan dan perkalian dari bilangan [[Floating-point|titik mengambang]] tidak asosiatif, sebagai galat pembulatan diperkenalkan ketika nilai-nilai berukuran berbeda digabungkan berbeda. | Dalam matematika, penjumlahan dan perkalian dari bilangan real adalah asosiatif. Sebaliknya, dalam ilmu komputer, penjumlahan dan perkalian dari bilangan [[Floating-point|titik mengambang]] tidak asosiatif, sebagai galat pembulatan diperkenalkan ketika nilai-nilai berukuran berbeda digabungkan berbeda.<ref>Knuth, Donald, The Art of Computer Programming, Volume 3, section 4.2.2</ref> | ||
Untuk mengilustrasikan ini, tinjaulah sebuah representasi titik mengambang dengan sebuah [[Signifikan|mantissa]] 4-bit. | Untuk mengilustrasikan ini, tinjaulah sebuah representasi titik mengambang dengan sebuah [[Signifikan|mantissa]] 4-bit. | ||
| Baris 181: | Baris 198: | ||
1.000<sub>2</sub>×2<sup>0</sup> + (1.000<sub>2</sub>×2<sup>0</sup> + 1.000<sub>2</sub>×2<sup>4</sup>) = 1.000<sub>2</sub>×2<sup>0</sup> + 1.00<sub>2</sub>×2<sup>4</sup> = 1.00<sub>2</sub>×2<sup>4</sup> | 1.000<sub>2</sub>×2<sup>0</sup> + (1.000<sub>2</sub>×2<sup>0</sup> + 1.000<sub>2</sub>×2<sup>4</sup>) = 1.000<sub>2</sub>×2<sup>0</sup> + 1.00<sub>2</sub>×2<sup>4</sup> = 1.00<sub>2</sub>×2<sup>4</sup> | ||
Meskipun sebagian besar komputer-komputer menghitung dengan 24 atau 53 bit mantissa, ini adalah sumber yang penting dari galat pembulatan, dan mendekati seperti [[algoritma penjumlahan Kahan]] adalah cara untuk memperkecil galat-galatnya. Itu bisa sangat berpengalaman dlam komputer paralel. | Meskipun sebagian besar komputer-komputer menghitung dengan 24 atau 53 bit mantissa,<ref>IEEE Computer Society. ''IEEE Standard for Floating-Point Arithmetic''. 29 August 2008. doi:10.1109/IEEESTD.2008.4610935. ISBN 978-0-7381-5753-5.</ref> ini adalah sumber yang penting dari galat pembulatan, dan mendekati seperti [[algoritma penjumlahan Kahan]] adalah cara untuk memperkecil galat-galatnya. Itu bisa sangat berpengalaman dlam komputer paralel.<ref>Oreste Villa. [http://cass-mt.pnnl.gov/docs/pubs/pnnleffects_of_floating-pointpaper.pdf Effects of Floating-Point nonassociativity on Numerical Computations on Massively Multithreaded Systems].</ref><ref>David Goldberg. [http://perso.ens-lyon.fr/jean-michel.muller/goldberg.pdf What Every Computer Scientist Should Know About Floating-Point Arithmetic]. ''ACM Computing Surveys''. March 1991. Vol. 23 (1). hlm. 5–48. doi:10.1145/103162.103163.(,)</ref> | ||
=== Notasi untuk operasi-operasi nonasosiastif === | === Notasi untuk operasi-operasi nonasosiastif === | ||
| Baris 218: | Baris 235: | ||
Kedua operasi asosiatif kiri dan asosiatif kanan terjadi. Operasi asosiatif kiri termasuk yang berikut ini. | Kedua operasi asosiatif kiri dan asosiatif kanan terjadi. Operasi asosiatif kiri termasuk yang berikut ini. | ||
* Pengurangan dan pembagian dari bilangan realː | * Pengurangan dan pembagian dari bilangan realː<ref>George Mark Bergman: [https://math.berkeley.edu/~gbergman/misc/numbers/ord_ops.html Order of arithmetic operations]</ref><ref>Education Place: [http://eduplace.com/math/mathsteps/4/a/index.html The Order of Operations]</ref><ref>Khan Academy: [https://www.khanacademy.org/math/pre-algebra/pre-algebra-arith-prop/pre-algebra-order-of-operations/v/introduction-to-order-of-operations The Order of Operations], timestamp [https://www.youtube.com/watch?v=ClYdw4d4OmA&t=5m40s 5m40s]</ref><ref>Virginia Department of Education: [http://www.doe.virginia.gov/instruction/mathematics/middle/algebra_readiness/curriculum_companion/order-operations.pdf#page=3 Using Order of Operations and Exploring Properties] , section 9</ref><ref>Bronstein: :de:Taschenbuch der Mathematik, pages 115-120, chapter: 2.4.1.1,</ref> | ||
* Penerapanː fungsi | * Penerapanː fungsi | ||
| Baris 242: | Baris 259: | ||
Operasi nonasosiatif untuk yang urutan evaluasi yang tidak konvensional didefinisikan termasuk sebagai berikut. | Operasi nonasosiatif untuk yang urutan evaluasi yang tidak konvensional didefinisikan termasuk sebagai berikut. | ||
* Eksponensiasi dari bilangan real dalam notasi infiks. | * Eksponensiasi dari bilangan real dalam notasi infiks.<ref>[https://codeplea.com/exponentiationassociativity-options Exponentiation Associativity and Standard Math Notation] Codeplea. 23 August 2016. Retrieved 20 September 2016.</ref> | ||
:: <math>(x^\wedge y)^\wedge z\ne x^\wedge(y^\wedge z)</math> | :: <math>(x^\wedge y)^\wedge z\ne x^\wedge(y^\wedge z)</math> | ||
| Baris 260: | Baris 277: | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Uji asosiatif Light]] | * [[Uji asosiatif Light]] | ||
* [[Deret teleskopik]], penggunaan dari asosatif penjumlahan untuk membatalkan istilah dalam sebuah [[Deret (matematika)|deret]] tak terhingga | * [[Deret teleskopik]], penggunaan dari asosatif penjumlahan untuk membatalkan istilah dalam sebuah [[Deret (matematika)|deret]] tak terhingga | ||
| Baris 269: | Baris 285: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sifat+asosiatif&oldid=29439302 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29439302 (2026-07-10T09:37:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sifat+asosiatif&oldid=29439302 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29439302 (2026-07-10T09:37:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 09.02
Dalam matematika, sifat asosiatif[1] adalah sifat dari beberapa operasi biner, yang berarti bahwa mengatur ulang tanda kurung dalam ekspresi yang tidak mengubah hasilnya. Dalam logika proposisional, asosiativitas adalah valid kaidah penggantian untuk ekspresi dalam bukti logika.
Dalam ekspresi dengan dua atau lebih dari satu baris dari operasi asosiatif, urutan operasi untuk urutan operand yang tidak berubah. Artinya, menata ulang tanda kurung dalam ekspresi tersebut tidak akan mengubah nilainya. Perhatikan persamaan berikut:
Meskipun tanda kurung diatur ulang pada setiap baris, nilai ekspresi tersebut tidak diubah. Karena penjumlahan dan perkalian terdapat pada bilangan riil, maka dikatakan bahwa "penjumlahan dan perkalian bilangan riil adalah operasi asosiatif".
Asosiatif berbeda dengan komutativitas, dengan urutan dua operan memengaruhi hasil. Misalnya, urutan tidak menjadi masalah dalam perkalian bilangan riil, yaitu , jadi perkalian bilangan riil adalah operasi komutatif.
Operasi asosiatif dalam matematika; pada kenyataannya, banyak struktur aljabar (yaitu semigrup dan kategori) secara eksplisit membutuhkan operasi biner untuk menjadi asosiatif.
Namun, terdapat operasi yang bukan asosiatif yaitu nonasosiatif; beberapa contoh termasuk pengurangan, eksponen, dan perkalian silang vektor. Berbeda dengan sifat teoretis bilangan riil, penambahan bilangan titik pengambangan dalam ilmu komputer yang tidak bersifat asosiatif, dan pilihan cara mengaitkan ekspresi dapat berpengaruh signifikan pada kesalahan pembulatan.
Definisi
Secara formal, sebuah operasi biner pada sebuah himpunan disebut asosiatif jika memenuhi hukum asosiatif.
, untuk semua dalam
Di sini digunakan untuk menggantikan simbol operasi, yang mungkin merupakan simbol apapun, dan meskipun ketiadaan dari simbol (penjajaran) sebagai untuk perkalian.
, untuk semua dalam .
Hukum asosiatif bisa juga diekspresikan dalam notasi fungsional jadiː .
Hukum asosiatif yang digeneralisasikan
Jika sebuah operasi biner adalah asosiatif, penerapan berulang dari operasi menghasilkan hasil yang sama terlepas dan bagaimana pasangan tanda kurung yang sah disisipkan dalam ekspresi.[2] Ini disebut hukum asosiatif yang digeneralisasi. Misalnya, sebuah porduk fari empat anggota bisa ditulis bisa ditulis, tanpa menggantikan urutan dari faktor-faktor, dalam lima kemungkinanː
Jika operasi produk adalah asosiatif, hukum asosiatif yang digeneralisasi mengatakan bahwa semua rumus-rumus ini akan menghasilkan hasil yang sama. Jadi kecuali rumus dengan tanda kurung yang dihilangkan sudah memiliki sebuah arti yang berbeda (lihat bawah), tanda kurung bisa dianggap tidak perlu dan produk"nya" bisa ditulis dengan jelas sebagaiː
Sebagai bilangan dari anggota-anggota meningkat, bilangan dari kemungkinan cara untuk memasukkan tanda kurung tumbuh dengan cepat, tetapi tidak perlu untuk disambiguasi.
Sebuah contoh di mana tidak bekerja adalah bikondisional logis . Ini adalah asosiatif, demikian ekuivalen dengan , namun paling umum mengartikan ( dan ), yang tidak ekuivalen
Contoh
Beberapa contoh dari operasi-operasi asosiatif termasuk yang berikut ini.
- Penggabungan dari tiga rangkaian
"hello"," ","world"bisa dihitung oleh penggabungan dua rangkaian pertama (diberikan"hello ") dan menambhakan rangkaian ketiga ("world"), atau dengan menggabungkan rangkaian kedua atau ketiga (diberikan" world") dan menggabungkan rangkaian pertama ("hello") dengan hasilnya. Keuda metodenya menghasilkan hasil yang sama, penggabungan rangkaian adalah asosiatig (tetapi bukan komutatif). - Dalam aritmetika, penjumlahan dan perkalian dari bilangan real adalah asosiatif, yaitu,
- Karena asosiatif, pengelompokan tanda kurung bisa dihilangkan tanpa kemenduaan.
- Operasi biasa (artinya, hasilnya adalah argumen pertama, tidak peduli apa argumen keduanya) adalah asosiatif, tetapi bukan komutatif. Demikian juga, operasi trivial (artinya, hasilnya adalah argumen kedua, tidak peduli apa argumen kepertamanya) adalah asosiatif, tetapi bukan komutatif.
- Penjumlahan dan peralian dari bilangan kompleks dan kuaternion adalah asosiatif. Penjumlahan dari oktonion juga asosiatif, tetapi perkalian dari oktonion adalah tidak asosiatif.
- Fungsi faktor persekutuan terbesar dan kelipatan persekutuan terkecil bersifat secara asosiatif.
- Mengambil irisan atau gabungan dari himpunan-himpunanː
- Jika adalah beberapa himpunan dan melambangkan himpunan dari semua fungsi dari ke , maka operasi dari komposisi fungsi pada adalah asosiatifː
- Sedikit lebih umum, diberikan empat himpunan , , , dan , dengan ː ke ,ː ke , dan ː ke , makaː
- seperti sebelumnya. Pendeknya, komposisi dari peta selalu asosiatif.
- Tinjaulah sebuah himpunan dengan tiga anggota, , , dan . Operasi berikut iniː
| × | A | B | C |
|---|---|---|---|
| A | A | A | A |
| B | A | B | C |
| C | A | A | A |
- asosiatif. Demikian, sebagai contoh, . Operasi ini tidak komutatif.
- Karena matriks mewakili fungsi linear, dan perkalian matriks mewakili komposisi fungsi, salah satunya bisa secepatnya menyimpulkan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif.[3]
Logika proposisional
Aturan penggantian
Dalam logika proposisional kebenaran fungsional standar, asosiasi,[4][5] atau asosiatif[6] adalah dua aturan penggantian yang sah. Peraturannya memungkinkan salah satunya untuk memindahkan tanda kurung dalam ekspresi logis dalam bukti logis. Aturan (menggunakan notasi penghubung logis adalahː
dan
di mana "" adalah simbol metalogis mewakili "bisa menggantikan dalam sebuah bukti dengan."
Penghubung fungsional kebenaran
Asosiatif adalah sebuah sifat dari beberapa penghubung logis. Kesetaraan logis berikut mendemonstrasikan bahwa asosiatif adalah sebuah sifat dari penghubung tertentu. Berikut ini adalah tautologi fungsional kebenaran.[7]
Asosiatif dari disjungsi
Asosatif dari konjungsi
Asosatif dari kesetaraan
Penolakan bersama adalah sebuah contoh dari sebuah penghubung fungsional kebenaran yang bukan asosiatif.
Operasi nonasosiatif
Sebuah operasi biner pada sebuah himpunan yang tidak memenuhi hukum asosiatif disebut nonasosiatif. Secara simbolis,
Untuk sebuah operasi, urutan dari evaluasi itu penting. Sebagai contohː
- Eksponensiasi/Eksponen
Studi tentang struktur-struktur nonasosiatif muncul dari alasan-alasan agak berbeda dari arus utama dari aljabar klasik. Satu area dalam aljabar nonasosiatif yang tumbuh sangat besar adalah aljabar Lie. Disana hukum asosiatif dignatikan oleh identitas Jacobi. Aljabar Lie meringkaskan alami esensial dari transformasi infinitesimal, dan telah menjadi di mana-mana dalam matematika.
Terdapat jenis-jenis tertentu lainnya yang telah dipelajari secara mendalam; ini cenderung berasal dari beberapa penerapan yang spesifik atau bidang-bidang seperti matematika kombinatorial. Contoh lainnya adalah kuasigrup, kuasibidang, gelanggang nonasosiatif, aljabar nonasosiatif dan magma nonasosiatif komutatif.
Nonasosiatif dari perhitungan titik mengambang
Dalam matematika, penjumlahan dan perkalian dari bilangan real adalah asosiatif. Sebaliknya, dalam ilmu komputer, penjumlahan dan perkalian dari bilangan titik mengambang tidak asosiatif, sebagai galat pembulatan diperkenalkan ketika nilai-nilai berukuran berbeda digabungkan berbeda.[8]
Untuk mengilustrasikan ini, tinjaulah sebuah representasi titik mengambang dengan sebuah mantissa 4-bit.
(1.0002×20 + 1.0002×20) + 1.0002×24 = 1.0002×21 + 1.0002×24 = 1.002×24
1.0002×20 + (1.0002×20 + 1.0002×24) = 1.0002×20 + 1.002×24 = 1.002×24
Meskipun sebagian besar komputer-komputer menghitung dengan 24 atau 53 bit mantissa,[9] ini adalah sumber yang penting dari galat pembulatan, dan mendekati seperti algoritma penjumlahan Kahan adalah cara untuk memperkecil galat-galatnya. Itu bisa sangat berpengalaman dlam komputer paralel.[10][11]
Notasi untuk operasi-operasi nonasosiastif
Secara umum, tanda kurung pasti digunakan untuk menunjukkan urutan evaluasi jika sebuah operasi nonasosiatif muncul lebih dari satu dalam sebuah ekspresi (kecuali notasinya menentukan urutannya dengan cara lain, seperti ). Namun, matematikawan setuju pada sebuah urutan evaluasi tertentu untuk beberapa umum operasi nonasosiatif. Ini meyederhanakan sebuah konvensi notasi untuk menghindari tanda kurung.
Sebuah operasi asosiatif kiri adalah operasi nonasosiatif yang secara konvensional dievaluasikan dari kiri ke kanan, yaitu,
sedangkan sebuah operasi asosiatif kanan secara konvensional dievaluasikan dari kanan ke kiri.
Kedua operasi asosiatif kiri dan asosiatif kanan terjadi. Operasi asosiatif kiri termasuk yang berikut ini.
- Notasi ini bisa dimotivasi dengan currying isomorfisme.
Operasi asosiatif kanan termasuk yang berikut ini.
- Eksponensiasi atau bilangan real dalam notasi superskripː
- Eksponensiasi biasanya digunakan dengan tanda kurung atau asosatif kanan karena sebuah operasi eksponensiasi asosiatif kiri yang berulang tidak banyak digunakan. Pangkat berulang sering ditulis ulang dengan perkalian
- Diformat dengan benar, supeskrip secara inheren berperilaku sebagai sebuah himpunan dari tanda kurung; misalnya, dalam ekspresi , penjumlahan dilkaukan sebelum eksponensiasi meskipun tidak ada tanda kurung eksplisit melilitnya. Demikian diberikan sebuah ekspresi seperti , eksponen penuh dari dasar dievaluasikan pertama. Namun, dalam beberapa konteks, termasuk tulis tangan, perbedaan antara , dan bisa jadi sulit untuk dilihat. Dalam kasus seperti itu, asosiatif kanan biasanya tersirat.
- Menggunakan notasi asosiatif kanan untuk operasi-operasi ini bisa dimotivasi oleh korespondensi Curry-Howard dan dengan currying isomorfisme.
Operasi nonasosiatif untuk yang urutan evaluasi yang tidak konvensional didefinisikan termasuk sebagai berikut.
- Eksponensiasi dari bilangan real dalam notasi infiks.[17]
- Mengambil produk silang
- Mengambil rata-rata berpasangan dari bilangan realː
- Mengambil komplemen relatif dari himpunan tidak sama dengan . (Membandingkan nonimplikasi material dalam logika.)
Lihat pula
- Uji asosiatif Light
- Deret teleskopik, penggunaan dari asosatif penjumlahan untuk membatalkan istilah dalam sebuah deret tak terhingga
- Sebuah semigrup adalah sebuah himpunan dengan operasi biner asosiatif.
- Komutatif dan distributif adalah dua lainnya yang sering dibahas sifat-sifat dari operasi-operasi biner.
- Asosiatif pangkat, alternatif, fleksibilitas, dan asosiatif N-ari adalah bentuk-bentuk yang lemah dari asosiatif.
- Identitas Moufang juga memberikan bentuk yang lemah dari asosiatif.
Referensi
- ↑ Thomas W. Hungerford. Algebra. Springer. 1974. hlm. 24. ISBN 978-0387905181.
- ↑ John R. Durbin. Modern Algebra: an Introduction. Wiley. 1992. hlm. 78. ISBN 978-0-471-51001-7.
- ↑ Matrix product associativity. Khan Academy.
- ↑ Brooke Noel Moore. Critical Thinking (12th edition). McGraw-Hill Education. 2017. hlm. 321. ISBN 9781259690877.
- ↑ Irving M. Copi. Introduction to Logic (14th edition). Pearson Education. 2014. hlm. 387. ISBN 9781292024820.
- ↑ Patrick J. Hurley. A Concise Introduction to Logic (13th edition). Cengage Learning. 2016. hlm. 427. ISBN 9781305958098.
- ↑ Symbolic Logic Proof of Associativity. Math.stackexchange.com. 22 March 2017.
- ↑ Knuth, Donald, The Art of Computer Programming, Volume 3, section 4.2.2
- ↑ IEEE Computer Society. IEEE Standard for Floating-Point Arithmetic. 29 August 2008. doi:10.1109/IEEESTD.2008.4610935. ISBN 978-0-7381-5753-5.
- ↑ Oreste Villa. Effects of Floating-Point nonassociativity on Numerical Computations on Massively Multithreaded Systems.
- ↑ David Goldberg. What Every Computer Scientist Should Know About Floating-Point Arithmetic. ACM Computing Surveys. March 1991. Vol. 23 (1). hlm. 5–48. doi:10.1145/103162.103163.(,)
- ↑ George Mark Bergman: Order of arithmetic operations
- ↑ Education Place: The Order of Operations
- ↑ Khan Academy: The Order of Operations, timestamp 5m40s
- ↑ Virginia Department of Education: Using Order of Operations and Exploring Properties , section 9
- ↑ Bronstein: :de:Taschenbuch der Mathematik, pages 115-120, chapter: 2.4.1.1,
- ↑ Exponentiation Associativity and Standard Math Notation Codeplea. 23 August 2016. Retrieved 20 September 2016.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29439302 (2026-07-10T09:37:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.