Elektrode pembanding
Elektrode pembanding adalah elektrode yang memiliki potensial elektrode yang stabil dan diketahui.[1] Stabilitas potensial elektrode yang tinggi biasanya dicapai dengan menggunakan sistem redoks dengan konsentrasi yang konstan untuk setiap senyawa yang terlibat dalam reaksi redoks.[2]
Terdapat banyak cara untuk menggunakan elektrode pembanding. Cara paling sederhana adalah ketika elektrode pembanding digunakan sebagai setengah sel untuk membangun sel elektrokimia, sehingga potensial setengah sel lainnya dapat ditentukan. Sementara itu, metode yang akurat dan praktis untuk mengukur potensial elektrode secara terisolasi (potensial elektrode absolut) masih belum dikembangkan.
Elektrode pembanding cair
Beberapa contoh elektrode pembanding cair yang sering digunakan adalah:
- Elektrode hidrogen standar (E=0.000 V) aktivitas H+=1
- Elektrode hidrogen normal (E ≈ 0.000 V) konsentrasi H+=1
- Elektrode hidrogen reversibel (E=0.000 V - 0.0591*pH)
- Elektrode kalomel jenuh (E=+0.241 V jenuh)
- Elektrode tembaga-tembaga(II) sulfat (E=+0.314 V)
- Elektrode perak klorida (E=+0.197 V jenuh)
- Elektrode pH (untuk larutan dapar pH, lihat larutan dapar)
- Elektrode paladium-hidrogen
- Elektrode hidrogen dinamis
- Elektrode raksa-raksa sulfat (E=+0.64 V dalam K2SO4 jenuh, E=+0.68 V dalam 0.5 M H2SO4)
Bacaan lanjut
Referensi
- ↑ https://www.gamry.com/application-notes/electrodes-cells/reference-electrodes/
- ↑ Allen J. Bard. Electrochemical Methods: Fundamentals and Applications. Wiley. 2000-12-18. ISBN 0-471-04372-9.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29439407 (2026-07-10T10:11:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.