Segitiga merah muda
Segitiga merah muda adalah simbol bagi komunitas LGBTQ+. Awalnya dimaksudkan sebagai tanda penghinaan, simbol ini kemudian diadopsi kembali sebagai simbol positif untuk identitas diri. Simbol ini berasal dari Jerman Nazi pada tahun 1930-an dan 1940-an sebagai salah satu lencana kamp konsentrasi Nazi, yang digunakan untuk membedakan tahanan yang diidentifikasi oleh otoritas sebagai pria gay. Pada tahun 1970-an, simbol ini dihidupkan kembali sebagai simbol protes terhadap homofobia, dan sejak itu diadopsi oleh komunitas LGBT yang lebih luas sebagai simbol populer kebanggaan LGBTQ+ serta gerakan LGBTQ+ dan gerakan pembebasan queer.
Referensi
Bacaan tambahan
- An Underground Life: Memoirs of a Gay Jew in Nazi Berlin (1999) by Gad Beck (University of Wisconsin Press). .
- The Iron Words (2014) by Michael Fridgen (Dreamlly Publishing). .
- Liberation Was for Others: Memoirs of a Gay Survivor of the Nazi Holocaust (1997) by Pierre Seel (Perseus Book Group). .
- I, Pierre Seel, Deported Homosexual: A Memoir of Nazi Terror (1995) by Pierre Seel. .
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28740845 (2025-12-26T03:33:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.