Lompat ke isi

Perdebatan mengenai tenaga nuklir

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 08.36 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26884756; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Perdebatan mengenai tenaga nuklir adalah perdebatan yang sudah berlangsung sejak lama perihal risiko dan manfaat menggunakan reaktor nuklir untuk menghasilkan listrik. Perdebatan tentang tenaga nuklir mencapai puncaknya pada tahun 1970-an dan 1980-an, karena semakin banyak reaktor yang dibangun dan mulai beroperasi, dan bahkan "menjadi yang paling sengit dalam sejarah kontroversi teknologi" di beberapa negara. Sesudah itu, industri nuklir menciptakan lapangan pekerjaan, dan kekhawatiran soal bahaya nuklir mulai sirna. Namun, belakangan ini, debat ini kembali muncul pada abad ke-21.

Pendukung tenaga nuklir dan mereka yang peduli tentang perubahan iklim menyatakan bahwa tenaga nuklir bisa diandalkan, bebas emisi, berkapasitas tinggi, dan dapat menggantikan bahan bakar fosil. Di sisi lain, mereka yang menolak nuklir langsung menyebut dua kecelakaan nuklir yang menakutkan, bencana Chernobyl pada tahun 1986 dan selanjutnya bencana nuklir Fukushima Daiichi, ditambah dengan risiko terorisme untuk menyebutkan bahwa nuklir itu berbahaya.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26884756 (2025-02-04T16:02:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.