Lompat ke isi

Klorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 22.36 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28479704; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Klorida adalah ion yang terbentuk sewaktu unsur klor mendapatkan satu elektron untuk membentuk suatu anion (ion bermuatan negatif) Cl. Garam dari asam klorida HCl mengandung ion klorida; contohnya adalah garam meja, yang adalah natrium klorida dengan formula kimia NaCl. Dalam air, senyawa ini terpecah menjadi ion Na+ dan Cl.

Kata klorida dapat pula merujuk pada senyawa kimia yang satu atau lebih atom klornya memiliki ikatan kovalen dalam molekul. Ini berarti klorida dapat berupa senyawa anorganik maupun organik. Contoh paling sederhana dari suatu klorida anorganik adalah hidrogen klorida (HCl), sedangkan contoh sederhana senyawa organik (suatu organoklorida) adalah klorometana (CH3Cl), atau sering disebut metil klorida.

Sifat elektronik

Ion klorida (diameter 167 pm) jauh lebih besar dari atom klorin (diameter 99 pm), berturut-turut. Ion ini tidak berwarna dan bersifat diamagnetik. Dalam larutan berair, ion ini sangat larut dalam banyak kasus; tetapi, untuk beberapa garam klorida, seperti perak klorida, timbal(II) klorida, dan raksa(I) klorida, mereka hanya sedikit larut dalam air. Dalam larutan berair, klorida terikat oleh ujung protik molekul air.

Reaksi

Klorida dapat dioksidasi tetapi tidak dapat direduksi. Oksidasi pertama, seperti yang digunakan dalam proses klor-alkali, adalah konversi menjadi gas klor. Klorin dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi oksida dan oksianion lain termasuk hipoklorit (ClO, bahan aktif dalam pemutih klorin), klorin dioksida (ClO2), klorat (), dan perklorat ().

Dalam hal sifat asam-basa, klorida adalah basa yang sangat lemah seperti yang ditunjukkan oleh nilai negatif dari pKa asam klorida. Klorida dapat diprotonasi oleh asam kuat, seperti asam sulfat:

NaCl + H2SO4 → NaHSO4 + HCl

Reaksi garam ionik klorida dengan garam lain untuk pertukaran anion. Adanya klorida sering dideteksi dengan pembentukan perak klorida yang tidak larut pada perlakuan dengan ion perak(I):

Cl + Ag+ → AgCl

Konsentrasi klorida dalam pengujian dapat ditentukan menggunakan kloridometer, yang mendeteksi ion perak setelah semua klorida dalam pengujian telah diendapkan melalui reaksi ini.

Elektroda perak klorida biasanya digunakan dalam elektrofisiologi .

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28479704 (2025-11-14T06:44:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.