Lompat ke isi

Zona kematian (ekologi)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 22.37 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28099539; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Zona kematian adalah daerah hipoksik (rendah-oksigen) di samudra dan danau besar di seluruh dunia. Hipoksia dapat terjadi saat konsentrasi oksigen terlarut (dissolved oxygen, DO) menurun sampai ke atau dibawah 2 mg O2/liter. Saat sebuah daerah perairan mengalami kondisi hipoksik, flora dan fauna air mulai mengalami perubahan perilaku untuk mencapai daerah perairan dengan tingkat oksigen yang lebih tinggi. Saat DO anjlok dibawah angka 0.5 ml O2/liter pada suatu daerah perairan, kematian masal terjadi. Dengan rendahnya konsentrasi DO, daerah perairan yang terdampak tidak bisa mendukung kehidupan air yang tinggal disana. Secara historis, banyak situs-situs semacam ini yang terjadi secara alami. Namun, pada 1970-an, para ahli oseanografi mulai menyadari peningkatan munculnya zona kematian dan melebarnya zona kematian yang ada. Peristiwa ini terjadi di dekat pesisir berpenghuni, titik dimana kehidupan air paling banyak berkumpul.

Referensi

Bacaan lanjut


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28099539 (2025-10-18T04:40:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.