Lompat ke isi

Teofilin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 17.35 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587156; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Teofilin atau 1,3-dimetilksantin adalah obat yang menghambat fosfodiesterase dan memblokir reseptor adenosin. Ini digunakan untuk mengobati Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma. Farmakologinya mirip dengan obat metilxantin lainnya (misalnya teobromina dan kafeina). Teofilin dalam jumlah kecil secara alami terdapat dalam teh, kopi, coklat, yerba maté, guarana, dan kacang kola.

Namanya berasal dari Thea (nama genus sebelumnya untuk teh) + Bahasa Yunani Warisan φύλλον (phúllon, artinya “daun”) + -ine.

Sejarah Penemuan

Teofilin pertama kali diekstraksi dari daun teh dan diidentifikasi secara kimia sekitar tahun 1888 oleh ahli biologi Jerman Albrecht Kossel. Tujuh tahun kemudian, sintesis kimia dimulai dengan asam 1,3-dimetilurat dijelaskan oleh Emil Fischer dan Lorenz Ach. Sintesis purina Traube, yakni metode alternatif untuk mensintesis teofilin, diperkenalkan pada tahun 1900 oleh ilmuwan Jerman lainnya, Wilhelm Traube. Penggunaan klinis pertama Teofilin terjadi pada tahun 1902 sebagai diuretik. Diperlukan waktu 20 tahun tambahan hingga pertama kali dilaporkan sebagai pengobatan asma. Obat ini diresepkan dalam bentuk sirop hingga tahun 1970-an sebagai Theostat 20 dan Theostat 80, dan pada awal tahun 1980-an dalam bentuk tablet yang disebut Quibron.

Kegunaan

Efek dari pemakaian teofilin yakni:

  • relaksasi otot polos bronkus
  • meningkatkan kontraktilitas dan efisiensi otot jantung (inotropik positif)
  • peningkatan denyut jantung (kronotropik positif)
  • meningkatkan tekanan darah
  • meningkatkan aliran darah ginjal *efek anti-inflamasi
  • efek stimulasi sistem saraf pusat, terutama pada pusat pernapasan meduler

Kegunaan terapeutik utama teofilin adalah untuk mengobati:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Asma
  • Apnea bayi
  • Memblokir aksi adenosin; yakni neurotransmitter penghambat yang menginduksi tidur, mengontraksikan otot polos dan melemaskan otot jantung.
  • Pengobatan sakit kepala pasca tusukan dura.

Peningkatan kinerja dalam olahraga

Teofilin dan metilxantin lainnya sering digunakan karena efeknya yang meningkatkan kinerja dalam olahraga dikarenakan obat ini meningkatkan kewaspadaan, bronkodilatasi, serta meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung. Terdapat informasi yang bertentangan mengenai manfaat teofilin dan metilxantin lainnya sebagai profilaksis terhadap asma akibat olahraga.

Dampak Buruk

Penggunaan teofilin diperumit oleh interaksinya dengan berbagai obat dan fakta bahwa teofilin memiliki efek terapeutik yang sempit (<20 mcg/mL). Penggunaannya harus dipantau dengan pengukuran langsung kadar teofilin serum untuk menghindari toksisitas. Obat ini juga dapat menyebabkan mual, diare, peningkatan detak jantung, aritmia, dan eksitasi CNS (sakit kepala, insomnia, mudah tersinggung, pusing, dan prasinkop). Sawan juga dapat terjadi pada kasus keracunan yang parah, dan dianggap sebagai keadaan darurat neurologis.

Toksisitasnya ditingkatkan oleh eritromisin, simetidin, dan antibiotik kuinolon seperti siprofloksasin. Beberapa formulasi teofilin berbasis lipid dapat menyebabkan kadar teofilin yang toksik bila dikonsumsi bersama makanan berlemak, efek yang disebut dose dumping, tetapi hal ini tidak terjadi pada sebagian besar formulasi teofilin. Toksisitas teofilin dapat diobati dengan obat penyekat beta. Selain sawan, takikardia juga menjadi perhatian utama. Teofilin tidak boleh digunakan dalam kombinasi dengan fluvoksamin SSRI.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587156 (2026-08-16T07:26:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.