Lompat ke isi

Teorema Midy

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 13.27 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28347739; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam matematika, Teorema Midy, dinamai dari ahli matematika Prancis E. Midy, adalah sebuah pernyataan tentang ekspansi desimal dari pecahan a/p di mana p adalah suatu bilangan prima dan a/p memiliki bilangan desimal berulang dengan periode genap . Jika periode dari representasi desimal a/p adalah 2n, sehingga

ap=0.a1a2a3anan+1a2n

maka digit pada paruh kedua dari periode desimal berulang merupakan komplemen 9 dari digit yang bersesuaian pada paruh pertamanya. Dengan kata lain,

ai+ai+n=9 a1an+an+1a2n=10n1.

Sebagai contoh,

113=0.076923 dan 076+923=999. 117=0.0588235294117647 dan 05882352+94117647=99999999.

Teorema Midy yang diperluas

Jika k adalah suatu pembagi dari h (di mana h adalah banyaknya digit periode dari ekspansi desimal a/p (di mana p kembali merupakan bilangan prima)), maka teorema Midy dapat digeneralisasi sebagai berikut. Teorema Midy yang diperluas menyatakan bahwa jika bagian berulang dari ekspansi desimal a/p dibagi menjadi angka-angka yang masing-masing terdiri dari k digit, maka jumlahnya merupakan kelipatan dari 10k – 1.

Sebagai contoh, 119=0.052631578947368421 memiliki periode 18. Membagi bagian berulang menjadi angka-angka 6 digit dan menjumlahkannya menghasilkan 052631+578947+368421=999999. Demikian pula, membaginya menjadi angka-angka 3 digit dan menjumlahkannya menghasilkan 052+631+578+947+368+421=2997=3×999.

Teorema Midy pada basis lain

Teorema Midy dan perluasannya tidak bergantung pada sifat khusus ekspansi desimal, melainkan bekerja sama baiknya pada basis b apa pun, asalkan kita mengganti 10k – 1 dengan bk – 1 dan melakukan penjumlahan dalam basis b.

Sebagai contoh, dalam oktal

119=0.03274580328+7458=7778038+278+458=778.

Dalam dozenal (menggunakan dua dan tiga terbalik untuk sepuluh dan sebelas)

119=0.0764512[8pt]07612+4512=12[8pt]0712+612+4512=12

Pembuktian Teorema Midy

Pembuktian singkat dari teorema Midy dapat diberikan menggunakan hasil dari teori grup. Namun, teorema Midy juga dapat dibuktikan menggunakan aljabar elementer dan aritmetika modular:

Misalkan p bilangan prima dan a/p pecahan antara 0 dan 1. Misalkan ekspansi a/p pada basis b memiliki periode , sehingga

ap=[0.a1a2a]bapb=[a1a2a.a1a2a]bapb=N+[0.a1a2a]b=N+apap=Nb1

di mana N adalah bilangan bulat yang ekspansinya dalam basis b adalah string a1a2...a.

Perhatikan bahwa b – 1 merupakan kelipatan p karena (b – 1)a/p adalah bilangan bulat. Juga bn – 1 bukan kelipatan p untuk nilai n yang lebih kecil dari , karena jika tidak periode berulang dari a/p akan kurang dari .

Sekarang misalkan = hk. Maka b – 1 merupakan kelipatan dari bk – 1. (Untuk melihat ini, gantikan x untuk bk; maka b = xh dan x – 1 adalah faktor dari xh – 1.) Misalkan b – 1 = m(bk – 1), sehingga

ap=Nm(bk1).

Tetapi b – 1 merupakan kelipatan p; bk – 1 **bukan** kelipatan p (karena k kurang dari ); dan p prima; sehingga m harus merupakan kelipatan p dan

amp=Nbk1

adalah bilangan bulat. Dengan kata lain,

N0(modbk1).

Sekarang bagi string a1a2...a menjadi h bagian sama panjang k, dan biarkan ini merepresentasikan bilangan bulat N0...Nh–1 dalam basis b, sehingga

Nh1=[a1ak]bNh2=[ak+1a2k]b  N0=[alk+1al]b

Untuk membuktikan teorema Midy yang diperluas pada basis b, kita harus menunjukkan bahwa jumlah dari h bilangan Ni merupakan kelipatan dari bk – 1.

Karena bk kongruen dengan 1 modulo bk – 1, maka setiap pangkat bk juga kongruen dengan 1 modulo bk – 1. Maka

N=i=0h1Nibik=i=0h1Ni(bk)i Ni=0h1Ni(modbk1) i=0h1Ni0(modbk1)

yang membuktikan teorema Midy yang diperluas di basis b.

Untuk membuktikan teorema Midy yang asli, ambil kasus khusus di mana h = 2. Perhatikan bahwa N0 dan N1 keduanya direpresentasikan oleh string k digit pada basis b, sehingga keduanya memenuhi

0Nibk1.

N0 dan N1 tidak mungkin keduanya sama dengan 0 (jika tidak a/p = 0) dan tidak mungkin keduanya sama dengan bk – 1 (jika tidak a/p = 1), sehingga

0<N0+N1<2(bk1)

dan karena N0 + N1 adalah kelipatan dari bk – 1, maka dapat disimpulkan bahwa

N0+N1=bk1.

Korolari

Dari hal di atas, amp adalah bilangan bulat

Maka m0(modp)

Dan untuk k=2

b/2+10(modp)

Untuk k=3 dan merupakan bilangan bulat

b2/3+b/3+10(modp)

dan seterusnya.

Referensi

Sumber

  • Rademacher, H. dan Toeplitz, O. The Enjoyment of Mathematics: Selections from Mathematics for the Amateur. Princeton, NJ: Princeton University Press, hlm. 158–160, 1957.
  • E. Midy, "De Quelques Propriétés des Nombres et des Fractions Décimales Périodiques". College of Nantes, France: 1836.
  • Ross, Kenneth A. "Repeating decimals: a period piece". Math. Mag. 83 (2010), no. 1, 33–45.


Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28347739 (2025-11-05T00:32:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.