Lompat ke isi

Masalah induksi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 17.27 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23378945; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Masalah induksi adalah pertanyaan filosofis mengenai apakah penalaran induktif akan membawa kita ke pengetahuan dalam arti filosofis klasik, karena masalah ini berpusat kepada kurangnya justifikasi dalam:

  1. Menggeneralisasi properti kelas objek yang didasarkan dari pengamatan beberapa benda dari kelas tersebut (misalnya, pernyataan bahwa "semua angsa yang terlihat berwarna hitam, dan maka semua angsa hitam" sebelum penemuan angsa hitam), atau
  2. Menduga bahwa serangkaian peristiwa pada masa depan akan terjadi sama seperti pada masa lalu (misalnya keberlangsungan hukum fisika). Hume menyebutnya Prinsip Keseragaman Alam.

Masalah ini mempertanyakan semua klaim empiris dalam kehidupan sehari-hari dan sains dan maka dari itu C. D. Broad menyatakan bahwa "induksi adalah kejayaan bagi sains dan skandal bagi filsafat." Meskipun masalah ini sudah dikemukakan dalam filsafat kuno Pironisme, David Hume mengemukakannya pada abad ke-18, dengan tanggapan yang paling penting diungkapkan oleh Karl Popper dua abad kemudian.

Catatan kaki

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23378945 (2023-05-03T17:08:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.