Lompat ke isi

Kebaikan dan kejahatan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 22.28 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29459989; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam filsafat, agama, dan psikologi, "kebaikan dan kejahatan" merupakan dikotomi umum. Dalam agama-agama yang dipengaruhi oleh Manikheisme dan Abrahamik, kejahatan dianggap sebagai kebalikan dari kebaikan, yang mana kebaikan harus menang dan kejahatan harus dikalahkan.

Kejahatan sering digunakan untuk menunjukkan amoralitas yang mendalam. Kejahatan juga digambarkan sebagai kekuatan supernatural. Definisi kejahatan bervariasi, seperti halnya analisis motifnya. Namun, unsur-unsur yang umumnya dikaitkan dengan kejahatan melibatkan perilaku tidak seimbang yang melibatkan kemanfaatan, keegoisan, ketidaktahuan, atau kelalaian.

Studi utama tentang kebaikan dan kejahatan (atau moralitas) adalah etika, yang memiliki tiga cabang utama: etika normatif tentang bagaimana kita seharusnya berperilaku, etika terapan tentang isu-isu moral tertentu, dan metaetika tentang hakikat moralitas itu sendiri.

Lihat pula


Catatan

Referensi

  • Atkinson, Philip. Recognising Good And Evil from ourcivilisation.com
  • Aristotle. "Nicomachean Ethics". 1998. US: Oxford University Press. (1177a15)
  • Bentham, Jeremy. The Principles of Morals and Legislation. 1988. Prometheus Books.
  • Corrected repr. 1984; repr. with new foreword 2001.
  • Dewey, John. Theory of Valuation. 1948. University of Chicago Press.
  • Durant, Ariel and W. Durant. The Lessons of History. 1997. MJF Books. (p72)
  • Garcia, John David. The Moral Society — A Rational Alternative to Death. 2005. Whitmore Publishing.
  • Griffin, James. Well-Being: Its Meaning, Measurement and Moral Importance. 1986. Oxford: Oxford University Press.
  • Hume, David. A Treastise of Human Nature. 2000. Oxford: Oxford University Press.
  • Hurka, Thomas. Perfectionism. 1993. Oxford: Oxford University Press.
  • Kant, Immanuel. Groundwork of the Metaphysic of Morals. 1996. Cambridge University Press. Third section, [446]-[447].
  • Kierkegaard, Søren. Either/Or. 1992. Penguin Classics.
  • Rawls, John. A Theory of Justice. 1999. Belknap Press.
  • Romero, Rhys. "Just Being a Student". 2009. Austin Student Press.


Bacaan lebih lanjut

  • Baumeister, Roy F. (1999) Evil: Inside Human Violence and Cruelty. New York: A.W.H. Freeman / Owl Book
  • Bennett, Gaymon, Hewlett, Martinez J, Peters, Ted, Russell, Robert John (2008). The Evolution of Evil. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht.
  • Katz, Fred Emil (1993) Ordinary People and Extraordinary Evil, [SUNY Press],
  • Katz, Fred Emil (2004) Confronting Evil, [SUNY Press],
  • Neiman, Susan. Evil in Modern Thought – An Alternative History of Philosophy. Princeton: Princeton University Press, 2002.
  • Shermer, M. (2004). The Science of Good & Evil. New York: Time Books.
  • Stapley, A.B. & Elder Delbert L., Using Our Free Agency. Ensign May 1975: 21
  • Stark, Ryan. Rhetoric, Science, and Magic in Seventeenth-Century England. (Washington, DC: The Catholic University of America Press, 2009), 115–45
  • Vetlesen, Arne Johan (2005) Evil and Human Agency – Understanding Collective Evildoing New York: Cambridge University Press.
  • Wilson, William McF., and Julian N. Hartt. Farrer's Theodicy. In David Hein and Edward Hugh Henderson (eds), Captured by the Crucified: The Practical Theology of Austin Farrer. New York and London: T & T Clark / Continuum, 2004.

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29459989 (2026-07-15T02:58:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.