Lompat ke isi

Teorema Lagrange (teori bilangan)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 23.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam teori bilangan, teorema Lagrange adalah teorema yang menyatakan seberapa sering suatu polinomial atas bilangan bulat menghasilkan kelipatan dari suatu konstanta prima p. Lebih tepatnya, teorema ini menyatakan bahwa untuk setiap polinomial bilangan bulat f[x], maka berlaku salah satu dari dua kemungkinan berikut:

  • setiap koefisien dari f merupakan kelipatan dari p, atau
  • terdapat paling banyak deg(f) nilai x pada himpunan {1,2,3,,p} sedemikian sehingga f(x) merupakan kelipatan p,

dengan deg(f) menyatakan derajat polinomial f.

Teorema Lagrange dapat dinyatakan ulang menggunakan aritmetika modular sebagai berikut:

Jika p bukan bilangan prima, maka banyaknya penyelesaian dari kekongruenan f(x)0(modp) mungkin saja lebih dari deg(f). Misalnya, kekongruenan polinomial x210(mod8) memiliki 4 penyelesaian dalam /8 (yaitu 1, 3, 5, dan 7).

Teorema ini dinamai berdasarkan Joseph-Louis de Lagrange.

Bukti

Diambil sembarang bilangan prima p dan misalkan f[x] adalah polinomial dengan koefisien bilangan bulat. Didefinisikan g(/p)[x] sebagai polinomial yang kongruen dengan f(x), tetapi dengan koefisien bilangan bulat modulo p. Untuk setiap bilangan bulat x, perhatikan bahwa

f(x)0(modp)g(x)0(modp)

sehingga berdasarkan sifat dasar dari aritmetika modular, maka berlaku

f(x)0(modp)f(xmodp)0(modp)g(xmodp)0(modp)

Akibatnya, kedua versi dari teorema Lagrange (yaitu atas himpunan dan atas himpunan /p) setara. Akan dibuktikan versi kedua dari teorema Lagrange menggunakan induksi matematika beserta pembuktian kasus demi kasus.

  • Diambil sembarang polinomial linier c0+c1x, dengan c0, c1. Oleh karena p adalah bilangan prima, maka akan ditinjau dua kasus berikut:
  1. Jika FPB(c1,p)=p, maka kekongruenan linier c0+c1x0(modp) tidak memiliki penyelesaian. Akibatnya, jelas bahwa pernyataan teorema Lagrange benar.
  2. Jika FPB(c1,p)=1, maka berdasarkan identitas Bézout, kekongruenan linier c0+c1x0(modp) memiliki penyelesaian tunggal. Akibatnya, pernyataan teorema Lagrange juga benar.
  • Asumsikan bahwa teorema Lagrange benar untuk setiap polinomial berderajat k1.
  • Diambil sembarang polinomial berderajat k, yaitu f(x)=c0+c1x+c2x2++ckxk=i=0kcixi dengan ci untuk setiap i{0,1,2,,k}. Terdapat dua kasus yang perlu ditinjau:
  1. Jika kekongruenan f(x)0(modp) tidak memiliki penyelesaian, maka jelas bahwa pernyataan teorema Lagrange benar.
  2. Jika kekongruenan f(x)0(modp) memiliki setidaknya satu penyelesaian (sebut saja a, yang berarti bahwa f(a)0(modp)), maka perhatikan bahwa f(x)f(a)=i=0kcixii=0kciai=i=0k(cixiciai)=i=0kci(xiai)=i=1kci(xiai)=i=1kci(xa)(xi1+axi2+a2xi3++ai2x+ai1)=(xa)i=1kci(xi1+axi2+a2xi3++ai2x+ai1)=(xa)h(x) Jelas bahwa deg(h)=k1. Oleh karena f(a)0(modp), maka f(x)f(a)=(xa)h(x)f(x)f(a)(xa)h(x)(modp)f(x)(xa)h(x)(modp) Dengan kata lain, mencari penyelesaian dari kekongruenan f(x)0(modp) sama saja dengan mencari penyelesaian dari kekongruenan (xa)h(x)0(modp). Diketahui bahwa p merupakan bilangan prima, maka berdasarkan lema Euclid, berlaku xa0(modp) atau h(x)0(modp). Berdasarkan hipotesis induktif, maka h(x) memiliki paling banyak k1 penyelesaian. Akibatnya, f(x) memiliki paling banyak (k1)+1 penyelesaian dalam himpunan /p.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28688688 (2025-12-11T14:13:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.