Lompat ke isi

Kriogenik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 03.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam ilmu fisika atau teknik, kriogenik adalah ilmu yang mempelajari materi dengan temperatur sangat rendah (di bawah –150 °C, –238 °F atau 123 K).[1] Ilmu ini mempelajari cara memproduksi serta perilaku material pada temperatur tersebut. Dalam membahas kriogenik, tidak digunakan skala temperatur Fahrenheit atau Celsius yang umum digunakan di masyarakat, melainkan digunakan skala Kelvin (pada awalnya digunakan skala Rankine).

Penemuan bahan superkonduktor dengan suhu kritis secara signifikan di atas titik didih nitrogen cair telah memberikan minat baru pada metode biaya rendah yang andal untuk memproduksi pendinginan kriogenik suhu tinggi. Istilah "kriogenik suhu tinggi" menggambarkan suhu mulai dari di atas titik didih nitrogen cair, 195,79 °C (77,36 K; 320,42 °F), hingga 50 °C (223 K; 58 °F).[2]

Lihat pula

Referensi

  1. Bilstein, Roger E. Stages to Saturn: A Technological History of the Apollo/Saturn Launch Vehicles (NASA SP-4206) (The NASA History Series). NASA History Office. 1996. hlm. 89–91. ISBN 978-0-7881-8186-3.
  2. High temperature nuclear fuel-mixed carbides. Intersociety Energy Conversion Engineering Conference. American Institute of Aeronautics and Astronautics. 1994-08-07. doi:10.2514/6.1994-3913.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27140919 (2025-04-13T10:42:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.