Retrokausalitas
Retrokausalitas, atau sebab-akibat berkebalikan, adalah konsep sebab dan akibat di mana suatu akibat mendahului penyebabnya dalam acuan waktu, dimana suatu peristiwa yang akan terjadi memengaruhi peristiwa sebelumnya. Dengan kata lain, peristiwa masa depan memengaruhi kejadian di masa lalu.[1][2] Dalam fisika kuantum, perbedaan antara sebab dan akibat tidak dibuat pada tingkat yang paling mendasar sehingga sistem simetris waktu dapat dipandang kausal maupun retrokausal.[3] Tinjauan filosofis mengenai perjalanan waktu sering kali membahas masalah-masalah seperti retrokausalitas, yang sering diangkat juga dalam fiksi, tetapi kedua fenomena tersebut tidaklah sama.[4]
Referensi
- ↑ Faye, Jan. Backward Causation. Stanford Encyclopedia of Philosophy. 2001-08-27.
- ↑ Patrick Barry. What's done is done…. New Scientist. September 2006. Vol. 191 (2571). hlm. 36–39. doi:10.1016/s0262-4079(06)60613-1.
- ↑ Daniel P. Sheehan. Frontiers of Time: Retrocausation - Experiment and Theory; San Diego, California, 20-22 June 2006. American Institute of Physics. 2006. ISBN 978-0735403611.
- ↑ Faye, Jan. Backward Causation. Stanford Encyclopedia of Philosophy. 2001-08-27.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28609923 (2025-11-23T04:10:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.