Lompat ke isi

Emisi proton

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 14.10 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Peluruhan inti kaya proton A menghasilkan inti anak B dalam keadaan tereksitasi B melalui emisi β+ atau penangkapan elektron (electron capture, EC). Kondisi tereksitasi yang terletak di bawah pemisahan energi untuk peluruhan proton (Sp) melalui emisi γ terhadap keadaan dasar anak B. Untuk keadaan tereksitasi yang lebih tinggi, terdapat jalur peluruhan kompetitif emisi proton menjadi cucu C, yang disebut emisi proton β-tertunda

Emisi proton (dikenal juga sebagai radioaktivitas proton) adalah jenis peluruhan radioaktif yang langka di mana proton terlontar dari inti atom. Emisi proton dapat terjadi dari kondisi tereksitasi tinggi dalam inti atom setelah peluruhan beta, yang dalam hal ini prosesnya dikenal sebagai emisi proton beta tertunda, atau dapat terjadi dari keadaan dasar inti atom kaya proton, yang dalam hal ini prosesnya sangat mirip dengan peluruhan alfa. Agar dapat terlepas dari inti atom, energi pemisahan proton harus negatif - sehingga proton menjadi tak terikat, dan meluncur keluar dari inti atom dalam waktu yang sangat singkat. Emisi proton tidak terlihat dalam isotop alami; pemancar proton dapat dihasilkan melalui reaksi nuklir, biasanya menggunakan akselerator partikel linier.

Meskipun emisi proton yang cepat (yaitu bukan beta tertunda) teramati dari sebuah isomer kobalt-53 pada awal 1969, belum ada keadaan emisi proton yang ditemukan hingga tahun 1981, ketika keadaan dasar proton radioaktif lutesium-151 dan tulium-147 teramati pada percobaan di GSI, Jerman Barat.[1] Penelitian di lapangan berkembang setelah terobosan ini, dan sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 25 isotop yang menunjukkan emisi proton. Studi emisi proton telah membantu pemahaman tentang deformasi, massa dan struktur nuklir, dan ini adalah contoh murni dari penerowongan kuantum.

Pada tahun 2002, emisi simultan dua proton teramati dari inti atom besi-45 dalam percobaah di GSI dan GANIL (Grand Accélérateur National d'Ions Lourds di Caen). Pada tahun 2005, suatu percobaan (pada fasilitas yang sama) berhasil menentukan bahwa seng-54 dapat juga mengalami peluruhan proton ganda.

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. S. Hofmann. Nuclear Decay Modes. Institute of Physics Publishing. 1996. hlm. 143–203. ISBN 0-7503-0338-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26160592 (2024-08-11T23:41:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.