Lompat ke isi

Semburan panas

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 22.43 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28888728; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam meteorologi, semburan panas atau ledakan panas adalah fenomena atmosfer langka yang ditandai dengan peningkatan suhu udara secara tiba-tiba dan terlokalisasi di dekat permukaan Bumi. Semburan panas biasanya terjadi pada malam hari dan dikaitkan dengan badai petir yang mereda.  Ledakan panas juga ditandai dengan udara yang sangat kering dan terkadang dikaitkan dengan angin yang sangat kencang, bahkan merusak.

Meskipun fenomena ini belum sepenuhnya dipahami, diyakini terjadi ketika hujan menguap (virga) di suatu area udara dingin dan kering di ketinggian atmosfer, sehingga udara menjadi lebih padat daripada sekitarnya.  Area tersebut turun dengan cepat, menghangat karena kompresi, naik di atas tingkat keseimbangannya , dan mencapai permukaan, mirip dengan ledakan.

Suhu yang tercatat selama gelombang panas telah mencapai jauh di atas 40 °C (104 °F), dan terkadang meningkat hingga 10 °C (18 °F) atau lebih hanya dalam beberapa menit.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28888728 (2026-01-24T16:27:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.