Lompat ke isi

Kekuatan ion

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 08.26 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28029795; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Konsep kekuatan ion pertama kali diperkenalkan Lewis dan Randall pada tahun 1921 ketika menjelaskan koefisien aktivitas elektrolit kuat. Kekuatan ion suatu larutan adalah ukuran konsentrasi ion dalam larutan tersebut. Senyawa ionik, ketika dilarutkan dalam air, terdisosiasi menjadi ion-ion. Konsentrasi elektrolit total dalam larutan akan memengaruhi sifat-sifat penting seperti konstanta disosiasi atau kelarutan garam-garam yang berbeda. Salah satu karakteristik utama larutan dengan ion terlarut adalah kekuatan ion. Kekuatan ion dapat berupa molar (mol/L) atau molal (mol/kg air) dan untuk menghindari kebingungan satuan yang harus digunakan.

Mengukur kekuatan ion

Kekuatan ion molar, I, suatu larutan adalah fungsi konsentrasi seluruh ion yang ada dalam larutan tersebut,

I=12i=1ncizi2

dengan nilai setengah adalah akibat diikutsertakannya baik kation dan anion, ci adalah konsentrasi molar ion I (M, mol/L), zi adalah jumlah muatan ion tersebut, dan jumlah diambil untuk seluruh ion dalam larutan. Untuk elektrolit 1:1 seperti natrium klorida, di mana masing-masing ion bermuatan tunggal, kekuatan ionnya sama dengan konsentrasinya. Sementara, untuk elektrolit MgSO4, yang masing-masing ion bermuatan dua, menyebabkan kekuatan ionnya menjadi empat kali lebih besar daripada konsentrasi ekuivalennya pada natrium klorida:

I=12[c(+2)2+c(2)2]=12[4c+4c]=4c

Secara umum, ion multivalensi berkontribusi kuat pada kekuatan ionik.

Contoh perhitungan

Sebagai contoh yang lebih kompleks, kekuatan ion campuran 0,050 M Na2SO4 dan 0,030 M KCl adalah:

I=12×[{(konsentrasi NaA2SOA4 dalam M)×(jumlah NaA+)×(muatan Na)2} +{(konsentrasi NaA2SOA4 dalam M)×(jumlah SOA4A2)×(muatan SOA4)2} +{(konsentrasi KCl dalam M)×(jumlah KA+)×(muatan K)2} +{(konsentrasi KCl dalam M)×(jumlah ClA)×(muatan Cl)2}]=12×[{0,050M×2×(+1)2}+{0,050M×1×(2)2}+{0,020M×1×(+1)2}+{0,020M×1×(1)2}]=0,17M

Larutan non iedeal

Oleh karena dalam larutan non ideal volume bukan lagi faktor penentu, sering kali lebih disukai bekerja dengan molalitas b (mol/kg H2O) daripada molaritas c (mol/L). Dalam kasus tersebut, kekuatan ion molal didefinisikan sebagai:

<math> I = \frac{1}{2}\sum_


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28029795 (2025-10-16T18:18:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.