Lompat ke isi

Bahan bakar jet

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 09.10 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Shell Refueller

Bahan bakar jet (Bahasa Inggris: jet fuel) atau avtur (singkatan dari aviation turbine fuel) merupakan salah satu jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang yang bermesin turbin gas. Warnanya cerah sampai kekuningan. Bahan bakar yang paling umum adalah Jet A dan Jet A-1 (Avtur) yang diproduksi dalam perlengkapan spesifikasi yang terstandardisasi secara internasional. Satu-satunya bahan bakar jet yang umum digunakan dalam penerbangan bermesin turbin disebut Jet B dan digunakan untuk menghadapi cuaca dingin.

Bahan bakar jet adalah campuran sejumlah hidrokarbon yang berbeda, kemungkinan ribuan lebih. Kisaran ukurannya (berat molekul atau nomor karbon) dibatasi oleh persyaratan untuk produk, sebagai contoh, titik beku atau titik asap. Bahan bakar jenis kerosin (termasuk Jet A dan Jet A-1) memiliki distribusi nomor karbon antara 8-16; bahan bakar jet tipe potong luas atau nafta (termasuk Jet B), berkisar antara 5-15 nomor karbon.[1]

Bahan bakar jet minyak bumi

Bahan bakar jet adalah bahan bakar yang berasal dari minyak bumi yang diproduksi di kilang minyak dengan cara memurnikan minyak mentah menjadi berbagai aliran yang kemudian dicampur bersama:

Langkah

  1. Desalting. Menghilangkan air dan jejak garam dari minyak mentah
  2. Distilasi. Memisahkan bahan mentah menjadi aliran berdasarkan titik didih
  3. Pemrosesan Menghilangkan komponen yang tidak diinginkan seperti asam, sulfur, dan logam
  4. Hydrocracking. Meningkatkan hasil produk untuk fraksi minyak mentah yang lebih berat
  5. Pencampuran. Mencampur aliran secara selektif untuk membuat produk yang diinginkan
  6. Aditif. Menyuntikkan aditif untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas bahan bakar
  7. Pengujian. Menguji produk akhir untuk memastikannya memenuhi spesifikasi
  8. Penyimpanan. Menyimpan produk akhir dalam tangki hingga pengiriman

Jumlah pemurnian yang diperlukan untuk memproduksi bahan bakar jet bergantung pada komposisi minyak mentah. Produk akhir dapat sangat bervariasi karena variabilitas komponen minyak mentah.

Beberapa kualitas penting bahan bakar jet meliputi titik beku, titik nyala, dan titik asapnya. Misalnya, Jet A-1 membeku pada suhu kurang dari atau sama dengan -47°C, sedangkan Jet A membeku pada suhu kurang dari atau sama dengan -40°C. Rata-rata, satu barel minyak mentah berukuran 42 galon yang diproduksi di AS menghasilkan sekitar 3 hingga 4 galon bahan bakar jet.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Chevron Products Corporation. Aviation Turbine Fuel Composition.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29328864 (2026-06-09T02:17:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.